[FF/2S/2] You Gotta Be Mine, Noona!

Title       : You Gotta Be Mine, Noona !!!

Author : Mithaa Charinyoung a.k.a Min Soo Jin @ S3FFIndo

Length  : 2shoot

Genre    : Romance

Rating   : PG-13

Main Cast        :

– Lee Tae Min SHINee,

– Lee Hae Rim (YOU-readers)
Support Cast  :

all SHINee member


Syuting kami baru saja selesai. Setelah menghabiskan makan malam yang disediakan manajer hyung, kami segera bergegas untuk kembali ke dorm beristirahat.
Sepanjang perjalanan aku hanya diam dan terus mengamati keadaan jalanan yang masih ramai. Keempat hyungku sudah tertidur duluan. Aku memang lelah, tapi aku juga belum bisa tidur. Entahlah.
Tiba-tiba mataku tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di depan sebuah halte. Aku menajamkan penglihatanku, dia… Ya, dialah gadis yang telah membuatku gila. Hae Rim noona. Aku segera menyuruh supir untuk memberhentikan mobil. Untung saja hyung-hyungku tidak ada yang menyadari. Aku segera turun dari mobil dan menghampiri gadis itu.

“Menunggu bis?”, tanyaku pada gadis disampingku, Hae Rim noona. Ia mengangguk tanpa menatapku. Aku segera menyodorkan segelas kopi yang baru saja kubeli di dekat halte tadi. Ia menatap kopi itu sejenak dan menatapku.
“TAEMINNIIIEEEEE”, teriaknya girang.
“Hei. Ini minumlah”, ia menerima kopi yang kuberikan padanya.
“Darimana saja kau?”, tanyanya
“Kenapa? Kau rindu?”
“Mwo??? Anni..”, ia terlihat salah tingkah.
“Hahahaaa.. Aku ada urusan tadi”
“Urusan apa? Kau bahkan tidak masuk sekolah kan?”
“Wahh.. kau sampai mencariku di sekolah ya? Ahh.. kau baik sekali noona”, godaku lagi. Dapat kulihat wajahnya yang memerah sekarang.
“YYA!! Kau ini”, ia memukul bahuku pelan. Aku segera menangkap tangannya dan menatapnya. Dan mata kami bertemu.
“Aku juga merindukanmu, noona”
Ia mengalihkan tatapannya dariku dan segera menarik tangannya. Ia meminum kopinya untuk menutupi ‘salah-tingkah’-nya. Aku hanya tersenyum simpul melihatnya. Tidak lama kemudian bis datang dan kami harus berpisah.
“Aku pulang dulu”, pamitnya dengan sedikit canggung.
“Ne, hati-hati noona”, aku melambaikan tanganku padanya.
Hahhhhhh!!! Apa yang tadi kulakukan? Aku terus menertawakan diriku sendiri sepanjang perjalanan pulang. Ya, finally I feel it. I fall in love~

***

A week later…

Seminggu berlalu sejak terakhir kali aku bertemu dengannya di halte. Aku merindukannya. Sangat. Namun tidak ada yang bisa kulakukan. Inilah konsekuensi pekerjaan yang kugeluti. Sulit untuk bertemu dengan orang-orang yang kusayangi. Bahkan untuk beristirahat pun, waktu kami sangat terbatas. Aku hanya bisa mengenang waktu-waktu kebersamaanku dengan gadis yang bahkan sampai saat ini memenuhi pikiranku. Apa ia juga merindukanku?
“Oke kids, hari ini kalian ada acara fanmeeting di daerah Incheon. Bersiap-siaplah. Kita berangkat pukul 10”, terang manajer Hyung saat kami sedang menikmati sarapan.
Lagi dan lagi. Uggkhhh.. Aku kadang merasa jenuh dengan semuanya. Bisakah kami lari sehari dari jadwal yang begitu padat ini?
Kami, aku dan hyung-hyungku, melewati sarapan dalam diam. Mungkin saking lelahnya, bahkan untuk berbicara saja kami kekurangan tenaga. Semoga saja dengan sarapan ini kami bisa bertenanga dan memberikan yang terbaik untuk fans di acara fanmeeting nanti.

***

Kami sampai di sebuah tempat terbuka dengan pemandangan yang cukup menarik. Di sana sudah berkumpul para fans-fans kami yang notabene adalah wanita. Mereka rela mengantri hanya demi mengejar tandatangan kami. Aku sungguh berterima kasih kepada mereka.
Kami turun dari mobil, dan segera saja para wanita tadi berteriak histeris. Mereka menyebut nama kami satu persatu. Aku memandang mereka dan melempar senyum sebagai tanda terima kasihku. Meski dikawal oleh para bodyguard, kami tetap saja menerima segala bentuk skinship yang berusaha dilakukan oleh fans-fans kami. Namun aku hanya menanggapinya dengan tersenyum. Toh, mereka tidak melukaiku kan ^^
Kami akhirnya duduk di tempat yang telah disediakan panitia, setelah Onew Hyung memberikan sedikit sambutannya. Para fans bergiliran mendekati kami untuk meminta tandatangan atau sekedar bercengkerama dengan kami. Lagu kami pun terus berkumandang sebagai backsound acara fanmeeting ini.
Gadis-gadis yang mengantri mulai berkurang. Kebanyakan dari mereka tetap berdiri di sekitar tempat fanmeeting ini. Mereka tetap meneriakkan nama kami satu persatu. Aku dan hyung-hyungku melambai kepada mereka dan tersenyum. Tiba-tiba mataku terhenti oleh suatu pemandangan yang tidak kusangka. Soerang gadis, yang hampir seminggu ini membuatku gila kini berdiri diantara fans-fans kami. Tidak begitu dekat dengan kami memang, tapi aku mampu melihatnya dengan jelas karena sosoknya yang berdiri sendirian. Ia juga sedang menatapku dengan tatapan yang sama sekali tidak bisa kuartikan. Aku salah tingkah. Ya, entahlah. Aku hanya melempar senyumku padanya, tapi ia tak bergeming. Tatapannya masih sama seperti tadi. Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal dan mulai melambai lembut padanya. Dan hasilnya, sama. Ia tetap tidak bergeming. Tiba-tiba Onew hyung yang berada disampingku menyenggolku.
“Kita sudah harus pergi”, bisiknya. Aku hanya mengangguk pelan menanggapinya. Padahal aku masih ingin disini. Aku ingin menemui Hae Rim noona.

***

Hari ini kami mendapat jadwal untuk tampil di sebuah acara musik salah satu stasiun TV swasta Korea. Kami berangkat siang ini untuk melakukan rehearsal. Ini adalah goodbye stage kami untuk lagu LUCIFER. Ya, untuk beberapa minggu kedepan kami akan merilis album repackage kami.

“Geobu hal sue eopneun neoae maryeok Lucifer”

Kami mengakhiri perform kami dengan satu gerakan akhir tarian lagu kami. Tidak lupa kami berterima kasih kepada fans atas kesetiaan mereka mendukung kami. Kami, aku dan hyung-hyungku tidak henti-hentinya membungkuk sebagai tanda penghormatan. Setelah itu, kami bergegas meninggalkan panggung.

Selesai berganti pakaian aku berjalan menuju kamar mandi. Kurasa aku perlu mencuci wajahku, hanya sekedar mencari kesegaran. Hyung-hyungku masih berada di ruang ganti mengurus pakaian mereka.

“Kenapa kau berbohong padaku?”, sahut sebuah suara wanita saat aku keluar dari kamar mandi. Aku mengangkat kepalaku menatap wanita dihadapanku. Diaaa….
“Noo Noona. Kenapa kau bisa ada disini?”, tanyaku terbata. Aku benar-benar tidak menyangka Hae Rim noona berada disini.
“Jawab pertanyaanku, Lee Tae Min!”
“Noona, aku tidak bermaksud tidak jujur padamu. Aku hanya tidak punya waktu untuk menjelaskan. Aku…”
“Seharusnya dari awal kau mengatakan padaku kalau kau ini seorang artis”, nada suaranya meninggi.
“Noona, maafkan aku”
Ia menghela nafas panjang, “Kenapa aku bodoh sekali”
“Noona…”, panggilku lirih.
“Berhenti memanggilku. Seandainya kau jujur dari awal, aku tidak perlu seperti ini kepadamu? Aku membencimu Lee Tae Min”, ia menatapku marah dan segera berbalik hendak meninggalkanku. Namun segera kutangkap tangannya.
“Tidak perlu seperti apa maksudmu?”, aku menariknya dan memaksanya untuk menatapku.
“SEANDAINYA KAU JUJUR DARI AWAL BAHWA KAU ADALAH SEORANG ARTIS, AKU TIDAK AKAN MENYUKAIMU. AKU TIDAK AKAN MENUNGGUMU, TIDAK AKAN MENCARI TAHU APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN, TIDAK AKAN BERTINGKAH GILA MERINDUKANMU. DAN TERLEBIH LAGI, AKU TIDAK PERLU BERSAING DENGAN RIBUAN BAHKAN JUTAAN GADIS DILUAR SANA YANG INGIN MEMILIKIMU”, teriaknya. Ia bahkan nyaris mengeluarkan air matanya. Aku menatapnya lekat.
“Kau menyukaiku?”
“Lepaskan aku Lee Tae Min”, ia berusaha melepaskan cengkramanku pada tangannya.
“Tidak sebelum kau menjawab pertanyaanku”
“Tae Min, kau dimana?”, sahut sebuah suara yang kuyakini suara Min Ho hyung. Ouchh~ jangan sekarang hyung!
“Sepertinya semua sudah jelas. Kita berbeda, dan aku sadar aku tidak pantas untukmu”, ia melepas cengkraman tanganku yang memang sengaja kulonggarkan. Ia berlalu dan meninggalkanku. Aku bahkan sudah tidak sempat menahannya lagi karena Min Ho hyung sudah menyeretku.

***

Apa aku salah? Tentu saja aku salah. Aku bahkan membuatnya menangis. Aku sudah tidak jujur padanya dari awal. Tapi aku juga tidak sepenuhnya salah. Kenapa dari awal ia tidak mengenaliku? Apa aku memang tidak populer? Tapi tadi ia mengatakan bahwa ia menyukaiku kan. Apa itu benar? Apa rasa sukanya bukan hanya rasa suka seorang noona terhadap dongsaengnya? Arrggghhhh… Bagaimana bisa aku terjebak dalam kasus seperti ini.

***

“Sekarang jadwal kalian hanya akan dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan off air. Rekaman album repackage kalian akan dimulai besok. Meski promo album kalian sudah berakhir, kita tetap harus bekerja keras demi album repackage kalian lagi. Nah sekarang bersiaplah. Kalian akan menghadiri siaran radio di Sukira jam 11 nanti”, terang manajer hyung pada kami. Hyung-hyungku yang mendengarkan dengan seksama hanya menggumamkan satu kata yang berarti mereka mengerti. Aku hanya mendengarkan seadanya tanpa menatap mereka. Mataku sekarang hanya tertuju pada pemandangan diluar. Dan seperti biasa, aku teringat dengan gadis yang sangat kurindukan, Hae Rim noona.

“Tae Min, kau dengar semua penjelasan hyung tadi kan?”, tanya Onew hyung yang kebetulan berada di dekatku. Aku berbalik mengangguk lemah dan kemudian mengalihkan pandanganku lagi.
“Hey magnae, kau sakit?”
“Anni hyung”
“Beberapa hari ini kau kurang semangat. Apa ada yang mengganggu pikiranmu?”, Min Ho hyung mengambil posisi yang lebih dekat denganku dan menatapku iba. Aku hanya tersenyum menanggapinya.
“Tidak ada hyung. I’m okay”
“Apa kau sedang jatuh cinta?”, celetuk Key umma. Oh God! Kenapa dia seperti benar-benar memiliki naluri seorang ibu yang mengetahui setiap perubahan sikap yang terjadi pada anaknya. Aku hanya menggeleng lemah.
“Got it!”, seru Key umma lagi.
“Apanya yang got it?”
“Hais kalian semua bodoh sekali. Apa kalian tidak pernah merasakan jatuh cinta?”, tanya Key umma dan hanya ditanggapi dengan gelengan lemah oleh para hyung-hyungku.
“Oh guys, come on! Kalau seseorang sudah mengalami perubahan sikap dari yang ceria menjadi pendiam, itu artinya dia sedang jatuh cinta. Mau lihat contohnya? Tengoklah si magnae ini”
“Aku? Aku kenapa?”, seruku dan menunjuk diriku sendiri dengan telunjukku.
“Kau fikir aku tidak tau Tae Minnie? Ingat, aku ibumu (???) Kau berubah”
“Aku.. Aku tidak berubah”
“Ya ya ya, teruslah menyangkal Tae Minnie”, Key umma menatapku dengan tatapan sinisnya lagi. Hyung-hyungku yang lain malah balik menatapku iba. Aku menghela nafas dan menyandarkan tubuhku di sofa yang sedang kududuki ini. Aku menyerah. Key umma memang hebat!
“Jadi, siapa ceweknya?”
“Emm. Mahasiswa. Seorang noona”, jawabku setengah berbisik dan tersenyum kecil.
“Wahahahahahaaaiiii.. Akhirnya Tae Minnie kita punya pacar!!!”, seru Jong Hyun hyung dengan nada tinggi andalannya.
“Kami tidak berpacaran hyung. Kami…sedikit bermasalah”
Hyung-hyungku menatapku bingung. Akhirnya aku menceritakan semua kisahku dari awal aku bertemu Hae Rim noona, sampai kejadian kemarin.

***

Hari demi hari berlalu. Dan tanpa kami sadari, kami sudah harus merilis album repackage serta perform comeback kami besok. Aku lelah. Bukan cuma aku, tapi juga keempat hyungku. Kami benar-benar bekerja keras demi album repackage ini.
Hari ini kami diberi waktu untuk istirahat seharian untuk mengembalikan stamina demi perform kami besok. Sebenarnya, aku ingin mempergunakan waktu istirahat ini untuk keluar sejenak dari semua kesibukan ini. Dan kalian tahu kan apa yang ingin kulakukan? Ya, aku ingin menemui gadis yang terlalu kurindukan. Tapi, aku tidak yakin akan kembali bertemu dengannya. Apa ia masih marah padaku? Apa ia masih mengingatku? Atau jangan-jangan ia sudah menjadi milik orang lain? Gahh. Aku bingung. Apa aku harus menemuinya? Tapi aku mau menunggunya dimana? Sudah sebulan lebih aku tidak pernah melihatnya apalagi mengetahui kabarnya. Oh God. Should I meet her?
Aku kembali berjalan ke tempat tidurku. Aku memutuskan untuk tidak menemuinya dulu. Alangkah lebih baik jika aku beristirahat demi performa kami.

***

Aku terbangun karena teriakan Key umma yang membahana di seluruh sudut dorm. Ia bahkan berduet dengan manajer Hyung untuk membangunkan kami semua. Aku keluar dari kamar, meregangkan tubuhku dan segera bergegas. Hari ini hari perform kami, dan jujur aku sangat bersemangat.

***

“Sejam lagi kalian tampil. Cepatlah bergegas”, seru manajer hyung pada kami yang baru saja selesai menyantap makan siang kami.

Rambut, kostum dan make-up semuanya sudah siap. Aku menatap diriku di cermin untuk terakhir kalinya sebelum kami perform.
“Nah dongsaeng-dongsaengku, sebelum kita tampil alangkah lebih baiknya jika berdoa terlebih dahulu”, seru Onew hyung. Sekarang kami tengah membentuk lingkaran kecil dengan dancer-dancer kami. Kami menunduk berdoa dengan sangat khyusuk *hihihi* dan berteriak bersamaan “HWAITINGGGG”

***

Aku menatap semua fans yang dominan wanita di hadapanku. Sekarang kami telah berada di panggung. Meski sudah sering tampil, tetap saja aku kadang merasa gugup berhadapan dengan orang banyak. Tapi kami tetap melempar senyum kepada mereka, SHINee world yang sudah setia mendukung kami.
Musik mengalun, kami melakukan gerakan-gerakan dance sesuai irama dan menyanyikan bagian-bagian lagu sesuai dengan part kami masing-masing.

Musik selesai. Kami maju ke pinggir panggung dan membungkuk kepada penonton. Aku melambaikan tanganku kepada mereka seraya tersenyum. Tiba-tiba aku terdiam. Senyum di wajahku hilang. Tanganku lemas. Mataku mendapati sesuatu yang begitu familiar. Aku melihat orang yang kucintai datang dan tersenyum dihadapanku. Ya, Hae Rim noona. Ia sedang tersenyum dan tetap melambaikan tangannya kepada kami. Ahh bukan kepada kami, tapi kepadaku. Apa aku terlalu ge’er. Kurasa tidak. Aku yakin saat ini ia menatapku.

***

“Hyung, aku ada urusan sebentar. Kalian pulanglah dulu”
“Mwo? Sesibuk apa memang kau hah?”, tanya Key umma. Aku ingin bertemu Hae Rim noona, bagaimana pun caranya. Dan itu tidak mungkin kukatakan pada hyung-hyungku. Jadi, aku mencoba sedikit berbohong.
“Ehm tidak juga. Aku hanya ingin bertemu teman sekolahku. Ayolah umma. Aku akan baik-baik saja”, pintaku dengan wajah memelas namun hanya ditanggapi dengan tatapan sinis oleh Key umma.
“Baiklah. Cepat pulang! Atau kau tidak akan dapat jatah makan”

***

Entah apa yang membuatku nekat untuk bertemu dengannya. Aku sendiri juga tidak tahu apa yang akan kukatakan jika bertemu dengannya. Masih marahkah ia? Tapi tadi ia tersenyum padaku kan? Ohhh Tae Min, kenapa kau yakin sekali tadi ia hanya melihat kearahmu. Bisa saja ia melihat kearah hyung-hyungku kan.
Aku tidak yakin bisa bertemu dengan Hae Rim noona. Tapi bagaimana pun aku harus tetap mencarinya sampai dapat. Aku hanya berjalan tak tentu keluar dari studio, tentu dengan penyamaran berupa kacamata serta topi. Aku berjalan menuju halte, mungkin saja ia pulang naik bus. Dan benar. Ia sedang duduk sendirian di halte sembari menunduk memandangi sepatunya. Ahhh.. Aku begitu rindu dengannya.
“Ehm annyeong, boleh aku duduk disini?”, tanyaku sopan.
“Ne, silakan saja”, ia masih tunduk memandangi sepatunya. Oh come on noona. Look at me!
“Kau mau kemana?”, tanyaku basa-basi
“Pulang”
“Sendiri?”, ia mengangguk tanpa menatapku.
“Rumahmu dimana?”
“Bisakah kau berhenti untuk… Ohhh”, ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
“Hei..”, sapaku tersenyum padanya.
“Sejak kapan kau disitu?”
“Sejak aku bertanya padamu boleh aku duduk disini”, jawabku polos. Ia mencibir dan mengalihkan pandangannya dariku.
“Noona…”, panggilku.
“Ne”
“Mianhae”, sahutku lirih. Ia menatapku.
“Untuk?”
“Aku sudah tidak jujur padamu”, aku menatapnya lekat.
“Oh sudahlah Tae Min itu sudah berlalu”

Hening sejenak…

“Noona…”, panggilku lagi.
“Hem?”
“Aku rindu padamu”, ia hanya tertawa tanpa menatapku. Tawa yang sudah lama sekali tidak kulihat. Tawa yang selama ini kurindukan.

“Noona…”, panggilku untuk ketiga kalinya.
“Apa lagi, Tae Min”, ia berbalik dan menatapku.
“Aku mencintaimu”, ucapku singkat. Dapat kulihat senyumnya segera pudar. Ia menghindari bertatapan denganku dan memilih menatap ke jalan. Ia kelihatan salah tingkah. Aku hanya tersenyum melihatnya. Aku mendekat dan segera kukecup pipinya lembut, dan ia tidak menolak.
“Besok di studio Music Core, kami akan tampil. Kutunggu jawabanmu besok, noona”

Selepas kami tampil dan memberi penghormatan terakhir kepada fans kami kembali ke backstage. Sesekali kami membungkuk hormat dan tersenyum kepada mereka yang ada di sekitar backstage.
“Tumben hari ini senyummu secerah sinar mentari”, sahut Key umma yang terlebih dahulu memasuki ruang make-up dan disusul olehku.
“Mwo? Jincha?”, balasku dan segera mencari tempat duduk.
“Ne, aku juga melihatnya. Para fans sering berteriak setiap partmu”, celetuk Min Ho hyung
“Ahh itu perasaan kalian saja. Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan kok”, aku mencoba mengelak. Kuambil majalah yang terdapat di sekitarku dan membukanya, hanya sekedar untuk mengalihkan perhatian. Memang benar kata mereka. Aku merasa sangat semangat hari ini. Meski aku tidak melihat-‘nya’ duduk di bangku penonton, tapi aku yakin dia pasti melihatku. Hahahaa.. Kau pede sekali Tae Min.

“Tae Min ada yang mencarimu”, seru Onew hyung yang baru saja memasuki ruang make-up.
“Ehm? Nugu hyung?”
“Molla. Seorang wanita. Cantik!”, sahutnya sedikit girang. OMO! Siapa? Hae Rim noona kah? Apa benar dia datang untuk memberiku jawaban atas penembakanku kemarin. Ahhh…
“Mwo? Yeoja? Ahh itu pasti kekasih Tae Min. Aku mau lihat”, Key umma langsung menerobos Onew hyugn dan keluar ruang make-up dengan tergesa-gesa. Kemudian diikuti Jong Hyun hyung dan Min Ho hyung.
“YYA!! Hyung chakkaman!!!”

***

Aku sampai di sebuah koridor studio ini yang sepi. Hanya ada beberapa staf yang lalu lalang disini. Di kursi yang berjarak kurang lebih 10 meter dariku tampak seorang gadis yang duduk sendirian. Aku menajamkan penglihatanku, dan dia adalah Hae Rim noona. Orang yang kutunggu-tunggu hari ini. Dan tidak jauh dari tempatku berdiri, Key, Jong Hyung dan Min Ho hyung sedang bersembunyi di balik pilar dan mengamati Hae Rim noona. Cihh ada apa dengan hyung-hyungku ini.
“YYA! Sedang apa kalian”, seruku.
“Pacarmu cantik, Tae Min”, sahut Jong Hyun hyung.
“Shin Se Kyung noona juga cantik hyung”, balasku.
“Sudah berapa lama kalian jadian?”, kali ini Min Ho hyung yang bertanya.
“Aku baru menembaknya kemarin hyung”
“Lalu jawabannya?”, seru mereka bertiga bersamaan.
“Aku baru mau memintanya”
“Ahhh.. Tidak kusangka anakku ini sudah besar”, Key umma merangkulku dan mengacak-acak rambutku.
“Hey, aku telat. Ada apa ini?”, seru Onew hyung yang baru menghampiri kami, namun segera diseret oleh Key umma.
“Uri Tae Minnie mau berpacaran dulu. Kita tinggalkan saja mereka berdua. Hihihiii. Bye Tae Minnnieeee”

***

Setelah melihat tingkah aneh para hyungku aku berjalan mendekati Hae Rim noona. Kupelankan langkahku hingga akhirnya aku sampai di dekatnya. Aku berdeham dan ia mengangkat kepalanya.
“Tae Minnieee”, serunya dengan aksen khasnya.
“Hei, sudah lama?”
“Anni, baru saja. Duduklah”, ia menepuk bagian kursi di sebelahnya dan menyuruhku duduk.
“Ehm, tidak usah. Aku hanya ingin mendengar jawabanmu”
“Jawaban apa?”, tanyanya polos
“Yang kemarin”
“Memangnya kemarin kau bertanya?”, ia berdiri menghadapku dan sedikit menyeringai.
“O ayolah noona, aku serius”, ia tertawa.
“Jawaban apa yang kau mau?”, tanyanya lagi.
“Of course, YES”, ia tersenyum. Ia terdiam dan menatapku lekat. Aku mendekatinya dan tanpa perintah sama sekali tangan kananku melingkar dipinggangnya.
“Kalau kau tidak menjawab YES, kau akan kucium”
“YYA! Aku lebih tua darimu. Kau harus bersikap sopan, bocah!”, serunya seraya melepas tanganku dari pinggangnya dan menjitakku sekilas. Aku meringis. Jitakannya cukup perih.
“Kau benar ingin mendengar jawabannya?”
“Hhh kau ini…”, aku mengelus kepalaku yang merupakan hasil jitakannya. Ia masih tertawa. Ia menyuruhku mendekat dan ia mendekati telingaku.
“Nado saranghae”, bisiknya dan segera kurasakan sebuah ciuman mendarat di pipiku. Aku terdiam sejenak. Masih mencerna apa yang baru saja dikatakannya. Dia serius?
Aku menyadari aku sedang berdiri sendirian disini. Lalu dimana ia? Aku berbalik dan mendapatinya sedang berlari dengan girangnya. Ia menoleh padaku dan menjulurkan lidahnya.
“YYA KAU!!! Tunggu aku”, aku mengejarnya dan segera memeluknya dari belakang.
“Jeongmal saranghae, noona”

===========E.N.D========

Copyright 2010 S3FFIndo Publishing

“Dilarang keras mengutip,menjiplak, memfotokopi sebagian atau seluruh FanFiction ini tanpa mendapat izin tertulis dari author”

Posted on 13 November 2010, in Mithaa Charinyoung, SHINee Fanfiction and tagged . Bookmark the permalink. 14 Komentar.

  1. nice ending, hihihih
    ada sekyung juga .__.

  2. Hekekekeee..
    Sekyung unnie nimbrung tuh.
    Makasih komen mu san ^^

  3. aaaa……

    ceritanya seru banget!!!!

  4. gotchaaa .. Paling suka ff yang begini .. Ringan and yeayyy crita.a ga jau2 dari cinta2.an anak mudee wkwk .. Nice ending :))

  5. happy ending yeyyy…
    Taem taem sudh gede #plak /memang sdh gede kaliii/
    nice ff..

  6. wahh..sungguh bukan taemin yg kukenaL,,
    wkwkkk…
    nakal sekali anak itu…suka.a sma nunna” Lg,,:-D

    Lalu aq dikemanakan??
    *ditaboK Jong Hyun*
    #dijitaK se kyung,,:'(

  7. so sweet
    trus berkarya chingu

  8. uaaaa..kocak part yg ini ..uri taemin ud gede…

    jga hae rim dodol baik2 yahhhh…hehe

    mian for late read u ff

  9. hwaaa.. Taeminnie >< kmu udah gede ya! hehehe..bikin cerita tentang Taemin lagi dong, chingu. Minho juga. hehehe

  10. omoooo……….
    so sweet…
    chingu.. hwaiting bikin FF yang seru lagi yupz..

  11. nice ff,,ceritanya ringan,,gampang banget ditemui di sekitar kita..
    #ceilahbahasanya
    keep up the good work author^^

  12. Noonanya marah gara gara taemin ga bilang tapi untung aja dia nerima taemin jadi pacarnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: