[FF/2S/1] FF – YOU GOTTA BE MINE, NOONA !

Title       : You Gotta Be Mine, Noona !!!

Author : Mithaa Charinyoung a.k.a Min Soo Jin @ SSSFFIndo

Length  : 2shoot

Genre    : romance

Rating   : PG-13

Main Cast        :

-Lee Tae Min SHINee,

-Lee Ha Rim (YOU-readers)
Support Cast  :

all SHINee member

—————————————————————————————-

Gaya hidup serba mewah dan glamour, fashion yang unik dan menjadi trendsetter, serta kehidupan yang menjadi sorotan hampir semua media adalah konsumsi setiap public figur. Meski kadang menolak, tapi itu sudah merupakan tuntutan sebuah profesi yang sudah selayaknya dinikmati oleh mereka. Tidak terkecuali kami, sebuah boyband hasil didikan salah satu agensi artis terkenal di Korea, SM Entertainment. Kemauan dan usaha yang begitu keras telah mengantarkan kami menuju titik kesuksesan. Meski belum sesempurna para senior-senior kami diindustri hiburan, kami akan tetap berusaha. Karena kami adalah Shining SHINee.

SHINee adalah sebuah boyband beranggotakan 5 pemuda dan aku adalah salah satu anggotanya. Namaku Lee Tae Min. Posisiku adalah lead dancer sekaligus magnae atau member termuda di grupku. Meski paling muda, tapi hyung-hyungku sangat menjaga dan menyayangiku. Mereka tetap memberikanku semangat untuk tetap bisa menjalani semua ini.

Saat ini kami baru saja mengeluarkan album kedua kami berjudul LUCIFER, tentu saja dengan konsep yang berbeda dari sebelumnya. Kami berlatih keras dari pagi hingga malam untuk bisa menampilkan yang terbaik kepada semua orang, terutama fans-fans kami. Penampilan kami pun berubah. Hyung-hyungku membentuk otot-otot mereka. Onew hyung sedikit memanjangkan rambutnya. Jong Hyun Hyung berlatih keras demi mendapatkan punggung yang bagus. Min Ho Hyung juga demikian, ia juga memangkas rambutnya. Key umma malah mencukur sebelah rambutnya. Sedangkan aku, aku juga memanjangkan rambutku seperti Onew Hyung, tapi rambutku lebih panjang darinya.

“Tae Min-ah, kau tidak makan?”, tanya Key umma suatu pagi. Kami baru saja menyelesaikan konser-konser promo album kedua kami. Hyung-hyungku berada di ruang makan sedangkan aku berada di balkon, menghirup udara pagi seraya sedikit meregangkan tubuh.
Aku tidak menjawab, sekedar malas. Detik berikutnya aku mendengar Onew Hyung berbicara.
“Ada apa dengan anak itu? Akhir-akhir ini ia sering sendirian”
“Puber mungkin. Bagaimana pun usianya sudah menginjak kedewasaan”, lanjut Jong Hyun hyung.
“Memang kedewasaan itu ditandai dengan selalu menyendiri?”
“Ummm.. Kurasa ada hal lain. Wanita? Pacar?”, celetuk Min Ho hyung.
“Ahh yaaa.. Bisa saja. Jangan-jangan uri magnae sudah mulai jatuh cinta”
“Aigoo… Akan repot jika anak itu benar-benar jatuh cinta”
Aku sedikit tersenyum mendengar mereka. Ya, mungkin Jong Hyun hyung benar. Usiaku sekarang menginjak kedewasaan dan itu artinya aku mengalami sebuah masa pubertas. Tapi apa tadi kata Min Ho hyung? Pacar? Ohh.. Sepertinya itu belum. Tapi itu betul juga. Aku dewasa, dan butuh seseorang untuk berbagi. Dengan berbagai kegiatan SHINee yang melelahkan, seringkali aku merasa kesepian. Aku memang punya hyung yang bisa menghiburku, tapi bagaimanapun seorang laki-laki juga butuh seorang wanita kan?

***

Hari ini hingga 3 hari kedepan kami tidak memiliki jadwal perform di manapun. Hanya latihan vokal serta dance saja dimalam hari. Tapi itu tidak berarti kami benar-benar libur. Keempat hyungku juga memiliki kesibukan masing-masing, demikian halnya denganku. Aku masih kelas 3 SMA dan hari libur ini aku harus mengisinya dengan ke sekolah dan mengerjakan tugas-tugasku yang ketinggalan.
Aku keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah siap. Key umma seperti biasa menyiapkan sarapan untuk kami, ia juga dibantu oleh Onew appa. Hahahaha. Aku sering memanggil mereka dengan sebutan umma dan appaku. Min Ho hyung sedang di ruang santai bersama Jong Hyun hyung. Ia sedang berolahraga dengan alat olahraga kami, sedangkan Jong Hyun hyung menonton acara televisi.
“Onew, cepat kau bersiap, kau harus mengantar Tae Min”, seru Key umma saat aku mulai menikmati sarapan yang dibuatkannya. Onew hyung mengangguk pelan dan segera meninggalkan ruang makan.
“Tidak perlu Key umma. Aku ingin naik bis”, sahutku.
“Hei, itu bahaya magnae. Kau tahu kan, kalau kita keluar tanpa penjagaan kemungkinan kita diserbu sangat besar”
“Iya aku tahu appa. Aku hanya ingin naik bis. Aku janji aku tidak akan membuat masalah. Aku akan menyamar kok”
“Ya sudah. Awas saja kalau sampai kau membuat masalah, aku tidak tanggung kalau manajer hyung memarahimu”,ujar Key umma.
“Ne, umma. Arasso”, ujarku sumringah. Aku menghabiskan susuku dengan cepat dan pamit kepada hyung-hyungku.

***

Topi dan kacamata baca yang kukenakan ini kurasa cukup untuk penyamaranku. Rambutku yang panjang sebahu kuikat biasa. Aku yakin tidak ada yang bisa mengenaliku.
Aku berjalan menuju halte bis seraya menghirup udara pagi musim semi yang cukup dingin. Sudah lama aku tidak menikmati suasana seperti ini sejak aku debut bersama SHINee. Setiap ke sekolah pasti akan ada supir atau hyungku yang mengantar. Aku menunggu bis seraya melihat-lihat kesibukan orang-orang dipagi hari. Tidak lama kemudian bis datang dan sudah waktunya untukku menuju ke sekolah.
Bis ini kosong melompong, hanya ada supir tentunya. Kurasa aku penghuni pertama bis ini. Aku memilih tempat duduk dekat jendela di belakang, sekedar ingin menikmati pemandangan dipagi hari. 5 menit berjalan, bis ini berhenti di sebuah halte dan masuklah seorang gadis. Aku melihat sejurus kearah gadis itu, ia begitu ramah berbicara dengan supir. Ia kemudian berjalan dan memilih tempat duduk yang berseberangan denganku. Aku menatapnya dari belakang. Sepertinya ia seorang mahasiswi. Selera fashionnya tidak buruk, aku jadi ingat Key umma. Ia mengenakan celana jeans ketat dengan atasan blouse berwarna orange dipadukan dengan sebuah syal. Rambutnya yang panjang bergelombang ia ikat tinggi dengan tambahan poni. Kalau dilihat-lihat, ia bisa saja menjadi seorang model. Tubuhnya tinggi dan langsing. Wajahnya pun sangat manis. Aku menyukai stylenya, ia gadis yang manis. Ia melihat-lihat pemandangan melalui kaca jendela. Dari ekspresi yang dikeluarkannya, ia takjub melihat pemandangan Korea dipagi hari. Ia tersenyum dan sangat excited dengan apa yang dilihatnya, dan itu membuatku semakin ingin memperhatikannya. Semakin lama kuperhatikan semakin sering juga aku tersenyum melihat tingkahnya. Oh God! What happen to me. Aku baru saja melihatnya hari ini dan aku sudah memperhatikan semuanya. Well, kuakui aku menyukai melihat gadis itu. Senyumnya, wajahnya, tingkahnya, aku menyukainya.

***

Hari berikutnya kami masih libur dengan schedule yang padat, jadinya aku harus kembali bersekolah. Aku memohon sekuat tenaga pada Key umma untuk bisa kembali keskolah dengan naik bis saja. Dan setelah kurang lebih setengah jam berdebat, ia akhirnya mengizinkanku. Aku ingin melihat gadis itu lagi. Kurasa aku sudah sedikit gila. Baru melihatnya kemarin, aku sudah kecanduan untuk kembali melihatnya. Ada apa denganmu Tae Min?
Aku meninggalkan dorm dengan tergesa-gesa. Hyung-hyungku sampai heran melihat tingkahku. Aku terlambat. Bukan terlambat ke sekolah, tapi terlambat untuk menaiki bis pertama di halte itu. Aku takut tidak bertemu dengan gadis itu. Kulangkahkan kakiku secepat mungkin. Untung saja ketika aku sampai di halte bis berikutnya pun sudah datang. Aku menaiki bis yang sudah hampir penuh, tidak sama seperti kemarin yang kosong melompong. Tempat duduk favoritku, di bagian belakang dan dekat jendela masih kosong, akhirnya aku memutuskan untuk menempatinya. Bis berjalan, aku harap aku masih bisa bertemu gadis itu.
Bis akhirnya berhenti di halte berikutnya, tempat gadis itu menunggu bis ini. Aku menunggu dengan was-was. Akankah gadisku naik bis ini? Ohh.. Apa tadi? Gadisku? Kurasa aku sudah berlebihan.Aku terlalu terobsesi dengannya hingga menyebutnya gadisku. Hahahaha..
Tidak lama kemudian bis berjalan, dan gadis itu tidak ada. Ya, tidak ada. Aku memperhatikan semua yang naik bis ini, dan ia tidak ada. Kalian tahu, betapa kecewanya aku. Aku menyandarkan bahuku di jok kursi dengan malas dan melihat ke arah luar jendela. Ugkhhh…

***

“Permisi…”, sahut seorang wanita. Kurasa dari arah sampingku. Aku tidak mengabaikannya. Mungkin perasaanku saja.
“Ahh.. Maaf.. Permisi”, ia akhirnya mendekat dan melihatku. Sontak aku berbalik dan aku menemukan seorang wanita yang..hey…dia gadisku kan.. Iya, dia gadisku. Dia gadis yang kemarin. Ohh Tae Min, ini masih pagi. Masa iya kau bermimpi. Segitu kecewakah dirimu sampai-sampai ia muncul di mimpimu. Aku masih tertegun menatap wajah gadis di hadapanku.
“Hello? Maaf… Permisi…”, ia melambaikan tangannya di depan mataku untuk membuyarkan lamunanku. Ia tersenyum kecil.
“Ahh.. Ne”, aku memperbaiki posisi dudukku.
“Boleh aku duduk disini? Tadinya aku dibelakang, tapi ada seorang ibu hamil yang ingin duduk jadinya kupersilakan. Boleh?”, tanyanya, senyumnya tidak pernah hilang dari wajahnya. Aigoo.. Ya Tuhan, kalau memang ini mimpi, kumohon jangan bangunkan aku. Tapi tidak, ini kenyataan. Ya, this is real!
“Ya, boleh. Dengan senang hati”
“Kamsahamnida”, ia tersenyum lebar kemudian duduk disampingku. Dari cara bicaranya, aku tidak begitu yakin ia Korea asli. Aksennya sedikit kaku. Walaupun lancar, tapi tetap saja tidak sefasih warga Korea asli.
Bis kembali melaju dan aku malah terpaku pada sosok disampingku. Sepanjang perjalanan aku hanya memperhatikannya. Dan kurasa ia tidak menyadariku. Ia malah asyik memandangi pemandangan dari jendela. Ia mengeluarkan sebuah kertas dari tasnya, ia mengernyitkan dahi kemudian menerawang melafalkan tulisan yang ada di kertas itu. Aku kemudian melihat kertas yang dipegangnya, ternyata itu adalah peta Seoul. Sepertinya ia memang orang baru. Aku ingin sekali mengajaknya berbicara, tapi aku sudah janji pada Key umma untuk tidak membuat masalah. Kalau sampai gadis ini tahu kedokku, aku bisa mati diomeli Key umma. Dan akhirnya aku memilih untuk diam dan menatap lurus keluar jendela.
“Permisi”, bisik gadis disampingku. Dengan ragu-ragu aku berbalik tanpa menatapnya. Aku merapatkan topiku sehingga ia tidak bisa melihat wajahku.
“Aku ingin bertanya, benarkah untuk pergi ke Lotte World harus menaiki bus ini?”, tanyanya sopan.
“Uhum. Kau turun saja di halte berikutnya. Akan ada bis khusus yang akan mengantarkanmu sampai ke sana”
“Ohh.. Arasseo.. Gomawo..”, katanya riang. Aku kemudian kembali menghadapkan badanku ke jendela.
“Oh iya, kau masih sekolah ya? Namamu siapa? Namaku Hae Rim, Lee Hae Rim”, ucapnya antusias. Aku berbalik sedikit dan mengucapkan namaku.
“Lee Tae Min imnida”
“Heii.. Kalau berbicara dengan seseorang, apalagi dengan orang yang lebih tua kau harus menatap matanya. Tenang saja, aku tidak menggigit kok”, sahutnya. Aku akhirnya menghadapkan badanku dengannya dan menatap matanya melalui ujung topiku. Ia kemudian langsung membuka topiku, membuat poniku jatuh di dahiku. Ia tersenyum nakal sedangkan aku salah tingkah. Gawat jika ia sampai mengenaliku.
“Noona, kembalikan topiku”, bisikku.
“Kalau dalam bis, kau tidak usah memakai topi. Ini untukku saja ya”, ia memakai topi itu dikepalanya dan tersenyum puas padaku. Aku menatapnya. Apa ia tidak mengenalku?
“Noona, kau tidak mengenalku?”, tanyaku hati-hati.
“Umm.. Anni. Kita kan baru berkenalan tadi”, jawabnya masih dengan senyum manisnya.
Hening sejenak. Aku masih terpaku. Ia benar-benar tidak mengenalku. Apa ia tidak mengenal SHINee?
“Kau tidak kenal SHINee?”, tanyaku lagi.
“Apa itu? Merk shampoo yaa?”, jawabnya polos. Apa yang dikatakannya? Shampoo? Aigoo… Apa kami memang kurang terkenal? Atau noona ini yang tidak tahu kami? Tapi bagus juga. Setidaknya aku tidak perlu menyamar di depan gadis ini. Toh, ia hanya mengenalku sebagai Tae Min anak sekolah, bukan Tae Min member SHINee.
“Ahh.. Aku baru sadar. Kau ini laki-laki kan?”, tanyanya.
“Ne, tentu saja”
“Tapi wajahmu cantik. Aku yakin pasti banyak wanita yang iri denganmu. Aku saja iri dengan.. OMO!!! Rambutmu juga panjang. Kalau kau mengenakan pakaian wanita, pasti tidak akan ada yang mengenalimu sebagai pria. Apa rambut panjang bagi sisiwa pria tidak dilarang di sekolahmu?”, tanyanya antusias. Kuakui noona ini benar-benar cerewet. Tapi aku suka. Aku suka caranya berbicara denganku. Ia sangat polos. Membuatku gemas saja ^^
“Ini pengkhususan bagiku”, aku menunjuk rambutku dan tersenyum. Ya, memang. Sekolahku mengecualikan aku untuk memanjangkan rambut hanya demi karirku.
“Ohhh….”, ia mengangguk-anggukan kepalanya.
Bis berhenti, dan saatnya noona ini turun.
“Aku sudah harus turun. Aku minta maaf kalau kata-kataku tadi kurang mengenakkan ya. Lain kali kalau ketemu aku traktir”, ucapnya seraya mengedipkan sebelah matanya.
“Sampai jumpa Taeminnie. Senang berjumpa denganmu”, ia berlalu dan melambaikan tangannya. Aku melambaikan tanganku membalasnya dan tersenyum.
“Lee Hae Rim”, aku melafalkan namanya terus-menerus di bus. Bahkan saat bus berhenti, aku masih saja memikirkan pertemuanku tadi dengannya. Aku senang. Ya aku sangat senang bertemu dengannya. Hae Rim noona, you gotta be mine!

***

Next day

Sepertinya ideku untuk ke sekolah dengan bus sudah tidak disetujui lagi oleh Key umma. Bahkan hyung-hyungku yang lain pun juga turun tangan menceramahiku. Padahal selama 2 hari terakhir ini aku baik-baik saja, tapi mereka tetap merasa khawatir. Dan akhirnya, aku pun diantar oleh Min Ho hyung menggunakan mobil manajer.
“Hati-hati magnae. Ingat, kalau pulang telpon…”
“Telpon hyung dan hyung akan jemput. Iya hyung, aku sudah tahu. Kau bahkan sudah mengatakannya hampir 18 kali”, omelku.
“Wahh..kau hebat. Kau bahkan menghitungnya”, canda Min Ho hyung.
“Ya sudah, aku masuk dulu. Annyeong”, pamitku pada Min Ho hyung dan segera keluar dari mobil.

***

Karena ada rapat dadakan yang harus diikuti oleh semua guru, kami dipulangkan lebih cepat dari sebelumnya. Aku berjalan keluar gerbang, tentunya dengan memakai topi serta kacamata untuk menyamar. Aku mengambil handphoneku, mencari nomor Min Ho hyung dan memintanya menjemputku. Namun tiba-tiba mataku menangkap sesosok gadis yang berjarak kurang lebih 100 meter dari hadapanku. Ia kelihatan sedang menunggu seseorang. Ia mendumel tidak jelas, mengecek handphonenya berkali-kali dan menendang-nendang kerikil sembarangan. Aku memperhatikan sosok gadis itu. Ternyata ia adalah gadisku, ya dia Hae Rim noona. Aku tersenyum melihatnya dan berniat untuk mendekatinya. Aku mengurungkan niatku untuk menelpon Min Ho hyung. Ini kan belum jadwal pulangku, ia tak kan tahu kalau aku sudah pulang kan?
“Kau bisa kena marah orang-orang yang berjalan karena terkena kerikil tendanganmu”,sahutku ketika aku sudah sampai disampingnya. Ia berhenti menendang kerikil dan mengangkat kepalanya untuk melihatku. Ia memicingkan mata, sepertinya ia sedikit lupa siapa aku.
“Ahh.. Taeminnieeeee..”, serunya. Senyum manisnya tersungging lebar di bibir indahnya.
“Sedang menunggu seseorang?”
“Ne. Tapi sampai sekarang dia belum datang juga. Ugkkkhhhhh…”, ia menggembungkan pipinya sebagai bentuk kekesalannya. Ommona! Kenapa noona ini cantik sekali….
“Taeminnie, kau mau kemana?”, tanyanya tiba-tiba.
“Aku? Uh-oh.. Aku tidak mau kemana-mana. Waeyo?”
“Kau benar-benar tidak punya janji dengan orang lain?”, tanyanya memastikan. Aku menggeleng.
“Aha!! Bagaimana kalau kau yang temani aku saja. Aku ingin sekali ke Lotte World”
“Lohh, bukannya kau sudah pergi kemarin?”
“Anni. Temanku itu mengingkari janjinya. Padahal aku sudah sampai di depan Lotte World tapi ia tidak datang juga. Hari ini pun begitu. Kau temani aku ya…”, pintanya.
“Emm.. Bagaimana yahh..”, aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Sebenarnya aku mau saja menerima tawarannya, tapi aku hanya ingin menggodanya.
“Ayolah Taeminnieee.. Aku traktir dehhh”
“Emm.. Baiklah”, sahutku akhirnya.

***

Sebuah taman hiburan sebenarnya sangat berbahaya bagiku. Aku adalah seorang artis, dan taman hiburan adalah tempat yang sangat ramai bukan? Kemungkinan aku diserbu oleh fans sangat besar, apalagi saat ini aku tidak ada pengawalan sama sekali. Kalau hyung-hyungku tau, ia pasti tidak akan mengampuniku. Tapi biarlah. Toh aku juga butuh refreshing kan? Walaupun aku harus ekstra hati-hati tapi aku akan menikmatinya. Apalagi aku kesini dengan seseorang yang emm..kurasa aku menyukainya ^^
Kami akhirnya sampai di loket pembayaran karcis. Setelah mendapatkan karcis kami diperbolehkan masuk. Aku tetap merapatkan topiku serta memakai kacamataku demi penyamaran. Semoga Hae Rim noona tidak mengambil topiku lagi.
“Taeminnieee.. Kau ingin mencoba permainan apa?”, tanyanya riang. Sejak masuk kesini, senyumnya bahkan tak pernah pudar. Dan itu yang membuatku tidak berhenti memandangnya.
“Emm.. Terserah kau saja”
“Ahh!! Kita naik itu saja ya”, ia menunjuk permainan kora-kora. Aku mengangguk setuju dan mengikutinya dari belakang.
“Wowwww.. Seru sekali”, sahutnya setelah kami turun dari kora-kora. Aku hanya tersenyum menanggapinya. Kami kemudian meninggalkan kora-kora dan berjalan mengelilingi taman hiburan ini. Kami akhirnya sampai di sebuah toko eskrim. Setelah membeli 2 gelas eskrim, kami duduk di salah satu bangku dan menikmati eskrim kami.
“Taeminnieee.. Orang itu mirip kau”, ia menunjuk sebuah televisi besar yang ada di taman hiburan itu. Ya, itu memang adalah diriku. Televisi itu menampilkan sebuah iklan yang dibintangi oleh SHINee. Dan ia menunjuk ‘TaeMin’ sebagai seseorang yang mirip denganku.
“Oh yaaa…??? Cuma mirip. Aku kan bukan artis”, sangkalku.
“Iya yahh.. Tapi kalian mirip sekali loh”, ucapnya antusias.
“Noona, kau kuliah dimana?”, tanyaku basa-basi. Aku hanya ingin mengalihkan pembicaraan.
“Emm.. Di Hankuk University. Aku bukan orang Korea asli. Aku pindahan dari Jepang. Ayahku dipindahtugaskan disini, dan aku diharuskan ikut”, terangnya. Pantas saja dari awal aksen bahasa Koreanya kurang begitu fasih.
Tidak lama kemudian eskrim kami pun habis. Kami memutuskan untuk kembali berjalan-jalan mengelilingi taman hiburan ini.
“Taeminnieee.. Kita coba itu yukk!!”, ia menarik tanganku menuju sebuah permainan lantai dansa. Apa ia ingin menantangku?
“Kita taruhan, kalau aku menang kau harus mentraktirku. Tapi kalau kau menang, aku yang akan mentraktirmu. Deal…”, sahutnya setengah berteriak dan menjulurkan tangan kanannya ke depan untuk bersalaman. Rupanya ia benar-benar tidak tahu siapa aku. Kau berlawanan dengan seorang lead dancer, noona.
“Emm… Aku tidak setuju”, tolakku.
“Waeyo???”, ia kembali menggembungkan pipinya dan melipat tangannya di depan dada.
“Aku tidak butuh ditraktir. Aku hanya mengajukan satu permintaan”
“Apa itu?”
“Kita lihat saja kalau aku menang. Deal??”
“Oke. Deal”, ucapnya sambil tersenyum.
Aku mempersilakannya untuk menuju lantai dansa terlebih dahulu. Ia kemudian memilih lagu yang akan kami pakai berdua. Ia mulai menggerakkan tubuhnya dengan lincah. Kuakui, ia tidak buruk. Badannya yang langsing membuat gerakan yang dihasilkannya sempurna. Orang-orang mulai berkumpul di sekeliling kami dan memberikan tepuk tangan untuk penampilan Hae Rim noona. Sekarang giliranku. Aku mengeluarkan tarian poppin’ andalanku dan beberapa gerakan yang tentunya sangat attraktif. 5 menit kemudian tarian kami selesai dan saatnya pemberian skor. Dan hasilnya, aku menang dengan selisih angka yang cukup jauh dari Hae Rim noona. Penonton memberikan apresiasinya dengan bertepuk tangan dan aku membalasnya dengan membungkuk sebagai tanda hormat. Aku beruntung mereka tidak mengenaliku. Mustahil memang, tapi itulah yang terjadi. Kurasa penyamaranku bisa dikatakan berhasil. Aku melihat Hae Rim noona yang berdiri mematung memandangku. Aku mendekatinya.
“Bagaimana?”, tanyaku.
“Ya, aku kalah. Dan kau menang”, ia tertunduk lesu. Aku sebenarnya tidak tega melihatnya kalah, tapi aku juga tidak ingin kalah kalau hanya bertanding seperti ini.
“Hey, kau marah?”
“Anni. Aku hanya tidak tahu kalau kau benar-benar hebat menari”, ucapnya polos dan aku tertawa mendengarnya.
“Tapi perjanjian kita diawal tetap berlaku kan?”, tanyaku dan ia mengangguk.
“Apa permintaanmu Taeminnie?”
Aku memandang sekeliling. Rupanya orang-orang yang menonton kami tadi belum beranjak. Sepertinya ia masih ingin melihat apa yang akan kami lakukan. Aku mendekati Hae Rim noona hingga jarak wajahku hanya sejengkal. Ia memejamkan matanya dan mundur sedikit demi menghindariku.
“Kiss me”, bisikku lembut ditelinganya. Ia membelalakkan matanya dan menatapku.
“MWO?”
“Aku menang kan”, ucapku menyunggingkan sebuah senyum ‘devil’ di bibirku. “Here, please”, aku menunjuk pipiku di hadapannya. Sepertinya orang-orang tahu dengan apa yang aku katakan tadi pada Hae Rim noona. Mereka kembali bertepuk tangan dan berteriak, “Kiss.. Kiss.. Kiss”
Hae Rim noona akhirnya maju dan semakin mendekatiku. Sedetik kemudian sebuah kecupan hangat mendarat dipipiku. Penonton bersorak. Aku tersenyum puas dan memandangnya. Ia tertunduk berusaha menyembunyikan wajahnya yang luar biasa merah sekarang.
“Gomawo”, ucapku.

***

“Hoaaaammmpphhhh…”, aku menguap selebar-lebarnya di balkon dorm kami. Aku memandang pemandangan di depan mataku seraya tersenyum puas. Aku merasa senang sekali hari ini. Entahlah.

“Kau gila?”, sahut sebuah suara dan membuyarkan lamunanku. Key umma.
“Mwo?”, aku berbalik menatapnya.
“Kenapa senyum-senyum sendiri?”
“Ahh.. Err… Aa.. Anni. Aku tidak apa-apa. Aku tidak senyum-senyum kok. Aku baik-baik saja”, sahutku dengan senyum yang dipaksakan.
“Terserahlah”, ia berjalan meninggalkanku sendirian di balkon.
Ommona!! Ada apa denganku. Kenapa aku merasa senang sekali hari ini. Ahh, aku ingat. Pasti karena kejadian kemarin. Kejadian dimana aku dicium oleh Hae Rim noona. Aku kembali tertawa mengingatnya. Tiba-tiba saja aku ingin bertemu dengannya. Aku ingin menyapanya, melihat senyumnya, menggodanya, dan apapun yang jelas bisa bersamanya. Ya Tuhan, ada apa ini. Ah sebentar, jangan-jangan aku.. Emm.. Suka? Ahh bukan. Cinta? Aigoo. Apa aku jatuh cinta? Jatuh cinta pada seorang noona yang bahkan baru 2 hari kutemui.

***

Aku menyiapkan buku-buku pelajaranku untuk hari ini. Aku menatap cermin untuk terakhir kali dan keluar kamar dengan tetap memasang senyum selebar-lebarnya.
“Kau mau kemana?”, tanya Onew hyung.
“Sekolah lah hyung”, jawabku cuek seraya menuangkan susu di gelasku.
“Heii, kau lupa hari ini hari apa, hah?”, tanyanya lagi.
“Emm.. Hari kamis kan?”, tanyaku memastikan.
“Kita ada syuting CF bodoh”, sahut Key umma dengan setengah berteriak.
“APAAAA..???”
“Tidak usah teriak begitu”, tegur Onew hyung.
“Cepat ganti bajumu dan segera sarapan. Kalau terlambat, bukan cuma manajer hyung yang marah”, perintah Key umma.

Aku kembali ke kamar dengan langkah gontai. Aigoo.. Aku benar-benar lupa kami harus syuting CF baru hari ini. Padahal aku sudah semangat untuk ke sekolah dan kembali bertemu dengan Hae Rim noona nantinya. Arrggghhhh….

***

“Kau sakit?”, tanya Onew hyung padaku saat kami diberikan waktu untuk break oleh sutradara.
“Anni. Gwencahayo hyung”
“Lalu kenapa kau seperti tidak bersemangat hari ini?”
“Ahh.. Benarkah? Itu perasaanmu saja hyung”, sangkalku seraya tertawa renyah. Ia hanya memberikan satu tatapan bingung padaku.
Entahlah, aku memang merasa tidak semangat hari ini. Apa gara-gara Hae Rim noona lagi. Ahh.. Dia sudah berhasil membuatku gila!!!

===================T.B.C================

Posted on 13 November 2010, in Mithaa Charinyoung, SHINee Fanfiction and tagged . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. Kya . . Kya a a . . . .
    Demi Tuhan! Siapa yang gag kenal SHINee? #pasang tanduk
    huhuhuhu, taemin, padahal dia kan member yg paling terkenal di Jepang , huhuhu, sabar ya nakkk!!
    Bgus eon, lanjut, lanjut XDDD

  2. hahahaha, taeminnie lucu banget, LOL
    baru baca ni ff deh *plakk, kemana aja lu*
    mau baca lanjutannya sek xD

  3. haha….
    seru cerita y..

  4. Gyaaa..
    Taem oppa, jgn macam” y ..
    Awas ntar .. *ttpan evil*

  5. kyaaaa…
    Taeminnie….
    Gemes deh am kamu taem taem…
    Qreen ni ff..

  6. kerennn…uaaa..mian telat baca!!

    tpi knp ga dri Indo aja yah cwena..kan lebih berasa tuh cwe..aqu orangna

  7. wahahaha.. xDD enak banget ih yg ga kenal aja bisa ketemu salah satu anggotanya SHINee >_< huuhu.. pengen TT nice story^^

  8. uwaaah. ceritanya baguss.

  9. Q jg mau ky hae rim . ,

    tar kalo Q ktmu shinee Q jg mau ah pura2 ga kenal ama shinee , LOL .

    Haha , ide gila d otakQ cz udh trgila2 ama shinee dech , hehe

  10. Waaaa taeminnya fallin in love sama noona di halte bus
    Hey aku reader baru ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: