[FF/S/1] “I’m Your Genie; Tell Me your Wish”

Title  : “I’m Your Genie; Tell Me your Wish”

Author : Mithaa Charinyoung @S3FFIndo

Genre   : Romance

Rate  : Straight/PG 13

Cast :

• Min Soo Jin (Davina) – belongs to me ^^

• Lee Jin Ki – belongs to SHINee

• Kim Ki Bum (Key) – belongs to SHINee

• Park Hyo Ri – belongs to my imagination

• Claudya – belongs to my imagination

“Ayah… Ayolah… Kumohon…”, rengek Davina pada ayahnya yang sedang duduk di kursi malas yang terletak di ruang tamu, sedangkan dia sedang duduk di sampingnya berlutut dan tidak henti untuk memohon.

“Aku tidak bisa Davina. Itu akan sangat sulit”, jawab ayahnya pendek tanpa memalingkan wajahnya pada Davina.

“Tapi buktinya kakak bisa kan? Kenapa aku tidak, Ayah?”, rengek Davina lagi, kali ini ia berpindah tempat, sekarang ia sudah berdiri di samping kiri ayahnya.

“Itu lain. kakakmu itu sudah dewasa dan cukup umur. Kelakuannya juga sangat beda denganmu. Ia penurut, sedangkan kau pembangkang. Aku akan berusaha melakukannya kalau kau merubah kebiasaan pembangkangmu itu”, lanjut ayahnya lagi.

“Memang aku pembangkang ya?”, tanya Davina pada dirinya sendiri, “Ya sudah. Aku berjanji. Aku akan menuruti semua kemauan Ayah. Aku akan jadi anak yang baik. Aku janji.”, kata Davina sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.

“Hmm.. baiklah”, ayahnya menghela nafas, “Kau memang sudah berulang kali berjanji, dan aku harap janjimu ini tak akan kau ingkari. Aku akan berbicara pada dewan dulu. Setelah itu, kau harus janji untuk melakukan segala sesuatunya sesuai prosedur. Ingat itu!!!”, jelas ayahnya, kali ini dia berbalik pada Davina dan menatapnya.

“I promise, Dad….”, lanjut Davina dengan senyum yang mereka di bibir merahnya.

Davina, seorang gadis yang cantik jelita dengan kulit yang putih bersih, hidung yang mancung, bibir tipis merah, dan rambut yang pendek sebahu. Penampilannya memang sungguh sempurna, layaknya sebuah boneka. Namun, kelakuannya tidak secantik penampilannya. Ia adalah gadis yang pembangkang, tomboy, jahil dan agak emosional. Tapi, ia juga adalah gadis yang sangat menyayangi keluarganya. Ia tumbuh di kehidupan para Aumora. Ya, ini bukan kehidupan manusia seperti yang ada di Bumi. Ini adalah kehidupan di negeri Freithenzerg, sebuah daerah yang sangat sulit bahkan hampir tidak bisa dijangkau oleh manusia biasa di bumi. hanya para Aumora-lah yang mengetahui jalan masuk ke negeri itu. Para Aumora memilki tugas yang sangat mulia ketika ia berusia 18 tahun. mereka yang sudah remaja dan memilki perilaku yang baik akan diturunkan ke bumi dan membantu manusia dalam menyelesaikan masalahnya. Ya, mungkin bisa dikatakan jin lah. Jin kebaikan. Mereka akan datang apabila mereka memang dibutuhkan.

Davina berjalan mengitari kamarnya sambil sesekali bersenandung.

“Hoahh.. Akhirnya…”, (sambil meletakkan kedua tangannya di pinggangnya), “Hei manusia… Aku akan bergabung dengan kalian”, katanya sambil tersenyum saking senangnya.

***

“Davina”, panggil seorang perempuan di luar pintu kamar Davina.

“Ya, kak. Tunggu sebentar”, Davina yang sedang baring di tempat tidurnya segera membukakan pintu untuk kakaknya-nya.

“Ada apa?”, tanyanya.

“Ada yang harus kujelaskan padamu. Boleh aku masuk?”, tanya Claudya, kakak Davina.

“Ya, tentu saja”, Davina membuka pintunya lebar-lebar

“Dewan telah mempertimbangkan permintaanmu untuk turun ke bumi. Dan hasilnya, mereka setuju. Tapi dengan syarat, aku harus selalu mengawasimu”, jelas Claudya.

“Apaaahhh? Benarkahhh…??? Huwaaaaaaaaaaaaaaaa…..”, teriak Davina sekencang-kencangnya dan langsung memeluk kakaknya

“Heii.. Tenanglah..”, tegur Claudya dan segera melepaskan pelukan adiknya itu.

“Maaf kak….”, Davina memperbaiki duduknya lagi.

“Begini, aku akan menjelaskan sedikit yang harus kau lakukan di bumi nanti. Kau akan ditempatkan di sebuah Negara bernama Korea, tepatnya di Seoul. Namamu akan berubah menjadi Min Soo Jin disana. Kau akan menjadi patung di sebuah butik *kea’ yang di MV Gee gituhh.. Apa seh istilahnya. Gak tau juga akhhh…Hahahahaha…XD*, kau akan mulai menjalankan tugasmu jika seseorang mengucapkan permintaannya tepat di depanmu. Jika memang hal itu terjadi, maka kau harus membantu orang itu untuk menggapai impiannya”, jelas Claudya.

“Ahh..!! Ada lagi. Setelah impian orang itu terlaksana, maka tugasmu selesai dan kau harus kembali ke sini dan menunggu perintah selanjutnya dari dewan. Ingatt!!! Jangan pernah lakukan apapun tanpa berpikir dulu. Ini kerjaan pertamamu, jangan buat aku dan ayah kecewa”, lanjutnya.

“Oke Kak.. Jangan khawatir. AKu akan jadi anak baik-baik”, sahut Davina yakin.

“Baiklah, sekarang persiapkan dirimu. Kita berangkat 10 menit lagi. Aku juga harus bersiap dulu”

“Hah??? Kita berangkat sekarang?”, tanya Davina panik.

“Memang kapan maumu? 3 tahun kemudian? Lebih cepat lebih baik *Hahaha..jadi inget Om Ucup Kalla*

***

“Nahhh.. Inilah tempatmu. Saat ini toko sedang tutup, jadi kau akan mulai besok pagi”, kata Claudya saat sampai di sebuah butik terkenal di Korea.

Nama butik tersebut adalah “Gee”. Konon katanya, para selebriti papan atas banyak yang membeli baju di tempat itu. Selain kualitasnya yang tidak mengecewakan konsumen, suasana pun sangat nyaman. Kalau masalah harga, butik gitu loehhh… Mana ada butik yang gak mahal. Palagi jadi langganan beberapa artis-artis papan atas. *Ya udahhh…bilang ajj kalo mahal*. Hehehe..

“Tapi Kak, aku sama sekali tidak mengerti bahasa di Negara ini”, sahut Davina saat Claudya hampir pergi.

“Tenang saja. Kita ini punya kemampuan akan hal itu. Kau akan bisa dengan sendirinya. Kau hanya perlu menjaga kelakuanmu”, kata Claudya.

“Aku pulang dulu. Ketika kau sudah mendapatkan orang yang harus kau bantu, maka aku akan datang untuk menuntunmu. Oke,,, Dahhhhh….”, lanjutnya lagi seraya menghilang.

“Tapi kakkkk…”, belum selesai Davina menyelesaikan kalimatnya, kakaknya sudah menghilang.

***

“Jin Ki, Hyo Ri sedang berjalan menuju butik Gee. Kau tidak menyusulnya?”, tanya Key, sahabat Jin Ki.

“Jinca? Baiklah. Aku akan kesana. Setidaknya untuk mencari perhatian saja.”

Jin Ki yang hampir naik di mobilnya untuk segera pulang langsung menuju butik Gee setelah mendengar laporan Key. Jarak dari sekolahnya ke butik hanya beberapa meter saja, jadi Jin Ki memutuskan untuk menginggalkan mobilnya di sekolah.

Lee Jin Ki, seorang pemuda berusia 18 tahun yang memiliki paras yang sangat dikagumi wanita *gue ajj ampe mo mati ma tampangnyaahh, XD*. Ia adalah siswa kelas 3 di NamGyon High School. Sifatnya yang lembut, perhatian dan sangat ramah kepada semua orang membuat wanita kelepek-kelepek ma dia *hehehee..*. Jika ia menyukai seorang gadis, maka hanya dalam waktu 5 menit ia akan mendapatkan gadis itu dengan mudah. Sehingga ia dijuluki “playboy” di sekolahnya

*Jin Ki : “Chagi, aku bukan playboy. Buktinya aku setia ma kamu”. Mitha : “Tenang chagiyahh… Ini hanya fanfiction. Aku tau kau akan selalu bersamakuuu…”*… *dibuang ma SHINee World ke sungai Han*

wkwkwkwkwkwkwkwk…. XDDDDD

Jin Ki memasuki butik “Gee” dan mencari sosok wanita yang saat ini dikejar-kejarnya, Park Hyo Ri. Park Hyo Ri adalah siswa kelas 2 di sekolah yang juga sama dengan Jin Ki. Jin Ki mengenal Hyo Ri saat acara festival musik di sekolahnya. Waktu itu, mereka berdua adalah panitia dan secara tidak langsung, mereka akhirnya berkenalan. Hyo Ri adalah tipe gadis yang yang tegas. Wajahnya pun tidak kalah cantiknya dengan gadis-gadis yang selalu dekat dengan Jin Ki. Biasanya Jin Ki tidak perlu mengadakan pendekatan terhadap wanita yang sedang ditaksirnya, tapi dengan Hyo Ri, ia membutuhkan strategi untuk langsung menembaknya. Itulah sebabnya, Jin Ki tidak mau berhenti mengejar gadis ini hingga ia berhasil mendapatkannya.

“Park Hyo Ri…”, seru Jin Ki saat mendapat Hyo Ri. Ia sedang menemani temannya yang ingin berbelanja. Hyo Ri berbalik dan mencari sumber suara hingga ia mendapat Jin Ki yang berada tidak jauh darinya.

“Jin Ki sunbae”, sahutnya. Kemudian ia berjalan mendekati Jin Ki.

“Ada apa sunbae?”, tanyanya.

“Ahhh.. Anni.. Aku tadi sedang menemani seseorang ke toko sebelah dan tiba-tiba melihatmu di butik ini, jadi aku coba mampir sebentar”, Jin Ki mencoba menyangkal.

“Ohh.. Aku kira ada apa… Ya sudah, aku duluan yahhh. Sepertinya temanku sudah selesai berbelanja”

“Ehh.. Tunggu…”, Hyo Ri berbalik menghadap Jin Ki. “Maukah kau pulang denganku?”, Tanya Jin Ki.

Hyo Ri diam sejenak menatap Jin Ki dan berkata, “Lain kali saja yaa. Aku pulang dengan temanku. Mianhae”

Jin Ki sedikit kecewa dengan jawaban Hyo Ri. “Ya sudah. Gwenchanayo. Hati-hati yaaa..”

“Ne, sunbae. Annyeong….”

“Hhhhh…. Kenapa sulit sekali mengajak wanita itu”, keluh Jin Ki sat Hyo Ri meninggalkannya. Ia kemudian berbalik dan menghadap ke sebuah patung yang memakai pakaian dari butik tersebut. Jin Ki menatap lekat-lekat patung tersebut. Ia melihat kaos yang dikenakannya. Terdapat tulisan “Tell Me Your Wish !!!!”. Ia tersenyum kecil membaca tulisan itu.

“Kau bisa mengabulkan permintaan yahhh… Umm, tapi kurasa tidak mungkin. kau kan hanya sebuah patung. Kau juga cantik sekali. Seandainya saja kau manusia, aku yakin kau sudah jadi incaran lelaki di seluruh dunia”, gumam Jin Ki.

Ia kemudian menatap arlojinya, sudah pukul 2pm. Ia sama sekali tidak punya rencana ke mana-mana. Rencananya untuk mengajak Hyo Ri pulang telah gagal. Ia hanya ingin pulang untuk beristirahat.

“Heii.. patung cantik. Menurutmu aku kurang apa? Kenapa Hyo Ri selalu menolak ajakanku. Selama ini aku sangat mudah menaklukkan hati seorang wanita, tapi kenapa Hyo Ri sangat sulit. Karena dia, aku jadi tidak bisa berkonsentrasi dengan apa yang aku kerjakan. Mungkin aku telah benar-benar jatuh cinta padanya. Tapi kalau begini, bagaimana bisa aku mengungkapkan cintaku”, jelasnya.

“Hhh.. Sudahlah patung cantik. Aku mungkin harus mengatur strategi lagi. Aku pulang dulu. Bye”

***

Srreekk.. Srreekk..

“Howaaaahhhh.. Pegal sekali.. Akhirnya…”, kata Davina seraya meluruskan tubuhnya yang agak sedikit kaku.

Tiba-tiba terdengar bunyi dentuman kecil di salah satu sudut ruangan lalu muncul kepulan asap putih dan seketika itu keluar seorang gadis cantik yang anggun mengenakan gaun terusan putih dari kepulan asap tadi.

“Heii kau.. Dasar..!!! Begitu saja sudah mengeluh”, sahutnya seraya tersenyum

“Kakak….”, seru Davina segera berjalan mendekati kakaknya.

“Apa kabar adiikku?”, sapa Claudya dan kemudian memeluk adiknya.

“Mmmm.. Baik. Tapi aku lelah sekali setelah berdiri mematung selama 3 hari disini. Orang itu kenapa datangnya lama sekali?”, keluhnya.

Claudya tersenyum kecil mendengar keluhan adiknya. “Inilah tugas pertamamu sebagai aumora. Aku sudah bilang sebelumnya kan, tugasmu akan dimulai jika ada seseorang yang mengucapkan keinginannya di depanmu. Kau harus berusaha untuk membantunya menggapai keinginannya”.

“Iya kak, aku tahu”

“Mmm.. Ada lagi. Ini sedikit informasi mengenai orang itu. Ketika ia mengucapkan keinginannya di depanmu, aku sempat melacak data dirinya. Namanya Lee Jin Ki, siswa 3 SMU NamGyon. Tinggal di daerah pusat Kota Seoul. Sifatnya ramah, perhatian, namun kadang agak emosian. Ia agak sedikit playboy. Jadi, kau harus hati-hati terhadapnya.”, jelas Claudya.

Davina mengangguk-angguk mendengar penjelasan kakaknya.

“Ok Kak. Tenang saja. Kau tahu aku kan. Kalau masalah sperti ini sih keciiiillllll…..”, kata Davina.

“Ya, aku percaya. Ingat, namamu bukan Davina disini. Tapi, Min Soo Jin. Masalah dimana kau tinggal, kurasa dewan telah memberitahukanmu”

“Ne. Aku tahu tentang itu”, jawabnya mantap

“Ya sudah. Aku harus pergi. Selamat menunaikan tugasmu. Jangan sampai kecewakan aku dan Ayah. Kalau butuh bantuan, kau tinggal sebutkan namaku saja. Ok. Dahhhh”, sahut Claudya kemudian menghilang.

“Dah Kakkk.. Aku pasti tidak akan mengecewakanmu”

Soo Jin *Davina* menatap kepergian kakaknya. Ia kemudian berjalan keluar dari butik “Gee”.

“Lee Jin Ki. Hmmmm… Mudah-mudahan aku bisa membantumu”, sahutnya.

***

“Bagaimana tadi? Kau berhasil mengajak Hyo Ri?”, tanya Key dengan mulut yang setengah penuh. Saat ini, mereka berdua sedang makan malam di sebuah restoran makanan cepat saji.

Jin Ki menghentikan makannya mendengar pertanyaan Key. Ia menyeruput jus buah yang telah dipesannya. Kemudian menatap kosong ke arah luar jendela.

“Heiii.. Kau belum jawab pertanyaanku. Ada apa denganmu, hah?”, tanya Key lagi. Kali ini mulutnya sudah benar-benar penuh.

“Entahlahhh… Kenapa aku sulit sekali mendapatkan anak itu. Aku begitu menyukainya. Tapi kenapa dia seperti tidak mempedulikanku”, jawab Jin Ki yang masih menatap ke arah luar jendela.

“Sabar saja, Sobat.. Kau pasti bisa! Hwaitingggg”, sahut Key semangat.

Jin Ki hanya tersenyum getir mendengar perkataan sahabatnya itu.

***

Jin Ki membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Ia merentangkan tangannya dan menatap ke langit-langit kamarnya.

“Park Hyo Ri”, bisiknya. Ia kemudian memejamkan matanya.

“Jangan menyerah begitu. Kau pasti bisa”, terdengar suara wanita di kamar Jin Ki.

Jin Ki membuka matanya dan segera mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk. Ia membelalakkan matanya mendapati seorang wanita berada dalam kamarnya.

“Kau…”, sahutnya panik.

“Mwo? Aku?”, tanya wanita itu balik.

“Ya, kau. Sedang apa kau di kamarku?”, tanya Jin Ki lagi.

“Ahhh.. Mian.. Namaku Davina, aumoramu”

“Apa? Nyurorah?”,

“Aumora, bodoh. Aku bukan bangsa kalian, manusia. Tapi aku adalah aumora. Emmm.. Kalau di dunia kalian apa ya namanya? Ahaa..!!! Jin.. Yaaaa .. Aku adalah jinmu”, sahut Davina tersenyum.

“Aku tidak mengerti”, kata Jin Ki geleng-geleng.

“Hhhh.. Aku yang bodoh menjelaskan, atau memang kau yang bodoh”

“Sepertinya dua-duanya benar. Lebih baik begini, kau jelaskan kepadaku siapa kau sebenarnya dan apa tujuanmu kesini”, kata Jin Ki. Sekarang ia mulai sedikit santai.

“Baiklah, Tuan Muda….. Namaku Davina, tapi sekarang menjadi Min Soo Jin. Aku bukan manusia seperti kalian, tapi aku adalah aumora. Kami bertugas membantu manusia dalam menggapai keinginannya. Kami diturunkan di bumi dalam berbagai rupa. Kami akan mulai bertugas apabila ada manusia yang mengucapkan keinginannya di depan kami.”, jelas Soo Jin.

“Jadi, kau yang di butik itu ya?”

“Yappp… Aku yang kau katakan patung cantik itu”, kata Soo Jin seraya senyum-senyum genit.

“Hhhhh.. Aku menyesal mengatakannya. AKu tarik kembali kata-kataku”, kata Jin Ki.

“Mwo? Hhhh.. Sudahlah. Akui saja kalau aku memang cantik. Ya kan?”, seru Soo Jin seraya mengibaskan rambutnya yang benar-benar halus. Jin Ki hanya mencibir melihat kelakuannya.

“Memang apa tadi keinginanku yang kuucapkan? Perasaan aku tidak pernah mengucapkan keinginan di butik tadi”

“Heiiii… Bukannya kau ingin menjadikan gadis pujaanmu, Park Hyo Ri sebagai kekasihmu? Aku mendengarnya tadi. Kalau kau tidak mengucapkan keinginanmu, mana mungkin aku bisa terbebas jadi patung di tempat itu”

“Ahhhh….. Ada sesuatu yang harus kau ingat, Jika kau membutuhkanku tapi tidak menginginkanku, maka aku akan tetap tinggal. Tapi jika kau menginginkanku, tapi sudah tidak butuh aku, maka aku akan pergi *ada yang pernah dengar kata-kata ini..?? hehehe.. Yepp, nih kutipan kata-kata dari sebuah film berjudul “Nanny Mc Phee”. Ako emang suka beud ma nih film. Kocak, ada sedihnya juga, en ada pesannya. Keren dahh.. Jyahh malah promosi. Mian eaa cuma ngutip2, maklum.. Authornyaa masih amatir, XD*”, lanjut Soo Jin. Jin Ki menyimak perkataan gadis itu sambil sesekali mencibir.

“So, Lee Jin Ki, now I’m your Genie. I’ll help you to get her”, Soo Jin mengedipkan mata kirinya kepada Jin Ki dan membuat Jin Ki sedikit terpesona. Kemudian ia menghilang dari kamar Jin Ki

-Jin Ki’s POV-

Hmmmm.. Gadis ini lumayan juga. Tapi apa katanya tadi? Nyurorah? Aura? Yahhh.. Semacam itulah. Yang jelas di bumi bahasanya Jin. Ya, she is my genie. Aigoo! Apa ini bisa dipercaya? Benar-benar tidak nyata. Apa dia mau membantuku mendapatkan Hyo Ri? Aiissshhh.. Sudahlah. Yang penting dia sudah berjanji untuk membantuku.

Dia sebenarnya cantik, bahkan lebih cantik dari semua gadis yang pernah kukencani. Tapi ia tidak begitu menarik di depanku. Entahlah. Aku merasa dia tidak sesuai dengan tipeku. Ia seperti gadis yang pembangkang dan tidak feminim. Gaya bicaranya saja sudah agak kasar terhadapku. Mudah-mudahan dia benar-benar bisa membantuku mendapatkan Hyo Ri. I really hope that.

-End of POV-

=================T.B.C=================

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

Posted on 13 November 2010, in Mithaa Charinyoung, SHINee Fanfiction and tagged . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. hahaha…
    jin ki sama aumora aja…
    hehehe

  2. ini udah pernah baca^^
    hahahaha, aku paling suka ffmu yang ini mith😀

  3. @ rosy
    Ehehee.. Bgitulah. Gomawo udah baca chingu ^^

    @ sanni
    Makasoy beibeh. Ahhh ga nyangka ada yg suka ff gejeh ini. Keke XDDD

  4. mauu dehhh jdi genie-nya onew…ohoho..

    kereeeennnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: