[FF/PG13/1S] Ai de Haru [Cinta di Musim Semi]

Title :

#Ai de Haru

Chapter :

#1/1

Author :

#Matsuko Katsushika

Length :

#1851

Genre :

#Love Romantic

Rating :

#PG – 13

Cast :

#Jung Yunho

#Matsuko

#Asuko

#Ryuzaku

Ah, dia begitu manis pagi ini. Ya selalu begitu, dia memang manis dan tampan, hahaha… hanya gadis dengan mata tidak normal yang mengatakan kalau dia itu gak keren.

“Matsuko…. Heyy,, Matsuko-san…” Asuko melambaikan tangannya di depan wajah ku.

“Haiish, Ee.. I-iya… ada apa Asuko-san?” Tanya ku kikuk.

“Ah,, kau pasti tidak mendengarkan apa yang aku katakan….. Menyebalkan” kata Asuko.

“Hehehehe, Gomen ne…. apa yang kau katakan??” Tanya ku dengan senyum lebar.

“Begini, sebentar lagi kan musim semi nih jadi musim dingin berlalu…”

“Truus?” kata ku memotong kalimat Asuko.

“Jangan potong kata-kata ku….. aku belum selesai ngomong tau” kata Asuko kesal.

“Hai…. Douzo” kata ku lagi mempersilahkan Asuko untuk melanjutkan kalimatnya.

“Jadi akan di adakan festival seperti biasa di kuil nah bedanya, sekolah kita akan ikut berpartisipasi mengadakan bazaar, lomba Kimono, dan yang paling special adalah mencari jodooooh” kata Asuko bersemangat.

“Truus??” kata ku tanpa ada hal special yang akan membuat ku bersemangat mendengar info dari Asuko.

“Trus, kau bilang?? Trus kau bisa mendekati dia!!!!!!!!!” kata Asuko menunjuk Jung Yunho yang sedang membaca buku.

“Dia?????????? T-tidak mungkin.. hahahaha… tidak mungkin” kata ku dengan wajah memerah.

“Doshite?? Kau kan menyukainya” kata Asuko.

“Iya sih tapi lihat tuh” kata ku menunjuk 3dedemit ganjen yang melirik Jung Yunho dengan pandangan genit.

“trio kwek kwek?? Sudahlah, mereka itu tidak lebih baik dari mu… hahahaha” kata Asuko.

“Yea yea yea…. Demooo….. hmmm”

“Apa lagi?” Tanya Asuko.

“Apa aku bisa ya bersemi saat musim semi?” Tanya ku dengan senyum.

“Ah……. Pasti bisa dong… kau kan sahabat ku…. Hahahaha” kata Asuko.

“Apa hubungannya coba??” Tanya ku dengan wajah suram.

“Ada dong, kan kalau sahabat ku pasti bisa ngelakuin apapun.. apalagi ada aku yang akan selalu member semangatt… ganbatte” kata Asuko dengan wajah lucunya.

“Owwh,, So sweet…” kata ku lalu memeluk Asuko.

Bel pulang berbunyi dan semua anak-anak pada kabur berhamburan kembali ke habitat masing-masing.

“Kau pulang di jembut kan sama Onisan?” Tanya Asuko.

“Hmmm,,Nee..” kata ku.

“Ok deh, kalau gitu aku duluan yah Matsuko… Baibai” kata Asuko.

“Baibai…” kata ku.

‘tiit.. tiiit… tiiit.. tiit’ aku memencet tombol handpone dan memasukkan numb Onichan.

“Moshi moshi, Onichan”

“Hmm…Hai,, Wakarimasu…”

“Hai…. Ah, gak apa kok…”

‘tiiiiiiit’

Ah Onichan gak bisa jemput hari ini, apa yang bisa aku lakukan untuk pulang?? Uang habis, rumah jauh, huuft.

“Sepertinya aku akan kepanasan hari ini…..” kata ku lalu berjalan menjauh dari sekolah.

Baru 5 meter berjalan, ada yang menyapa ku.

“Matsuko-san….. kenapa kau jalan kaki?” Tanya orang itu.

Oh, aku terkejut melihat siapa orang yang menyapa ku itu.

“Eh… Jung Yunho…. Hai, Onichan tidak bisa menjemput ku… hehehe” kata ku nyengir.

“Rumah mu kan jauh… bagaimana kalau kau pulang bersama ku?” Tanya Jung Yunho.

Wow, apakah ini mimpi?? Hehehe…. Benar-benar kesempatan emas.

“Hmm.. apa tidak merepotkan?” Tanya ku basa-basi.

“Tentu tidak,, kompleks rumah kita kan sama…” kata Yunho.

“Hmm… Baiklah kalau begitu… hehehehe” kata ku lalu naik ke motor Ninja Yunho.

Hari ini benar-benar menyenangkan, berharap Yunho akan melambatkan laju motornya jadi aku bisa lama-lama deh sama dia, hehehehe.

“Nah sudah sampai” kata Yunho.

“Hai,, Arigatou gozaimashita Yunho-san….” Kata ku sambil membungkukkan badan.

“Dou itashimashite” kata Yunho sambil tersenyum lalu melajukan motornya.

###

@Watashi no shitsu [kamar ku]

Aku memandang cermin, melihat diri ku mengenakan kimono dengan motif bunga yang cantik. Aku berpikir, bisakah? Bisakah aku melewati musim dingin??

“Onechaaaaaaaaaaann…..” teriak Ryuzaku adik ku.

“Hai,, nani?” Tanya ku.

“Nih, obat habis kok gak bilangan… untuk aku tadi memeriksa obat mu” kata Ryuzaku memberikan ku obat.

Sampai kapan aku akan tergantung dengan obat ini? Menyebalkan…

“Yeah Yeah… arigatou” kata ku dengan senyuman manis.

Lalu dengan wajah kesal Ryuzaku pergi meninggalkan kamar ku, sepertinya dia tau kalau senyum ku itu tidak tulus, hahaha.

Aku kembali melihat cermin dan Oooh, jangan lagi… Darah segar keluar dari hidung ku, dengan sigap aku segera membersihkannya lalu meminum obat ku.

Selalu saja seperti ini, sangat menyebalkan dan aku tidak menyukainya.

‘watashi no diari……’

Aku menorehkan semua isi hati ku ke dalam buku diary yang selama ini menjadi tempat ku mengadu.

###

@Gakkou [sekolah]

“Asuka-chan… hmm,” kata ku ragu.

“Nanii Matsuko-chan?” Tanya Asuka.

“Hmm, hari ini aku tidak mimisan dan pingsan… Hmm, apakah aku akan segera___”

“Iie…. Jangan berkata seperti itu… Mungkin ini adalah pertanda kalau kau akan sembuh” kata Asuka member semangat.

“Demo… Penyakit ku sudah stadium 4..” kata ku tanpa semangat.

“Owatta…. Jangan bicara seperti itu… Aku tidak mau mendengarnya” kata Asuka meneteskan air mata.

Ah, aku membuatnya sedih lagi. Sungguh aku tidak ada maksud membuatnya sedih tapi ini kenyataan dan aku tau dia sulit untuk menerima ini semua.

“Don’t cry…” kata ku memeluk Asuka.

Dari jauh Yunho melihat ku dengan Asuka yang sedah sedih. Dia hanya diam, lalu pergi.

Yunho POV

Aku berjalan ke kelas, niatnya mau mengambil buku tapi saat di depan kelas aku melihat Matsuko dan Asuka sedang membahas sesuatu, sepertinya hal yang sangat serius sehingga membuat Asuka menangis.

“Sebenarnya ada apa?? Kenapa mereka menangis?” Tanya ku dengan diri ku sendiri.

Aku ingin masuk tetapi Matsuko memandang ku dengan pandangan memohon agar aku pergi. Ya sudah, aku pergi saja.

Aku duduk di kelas, menatap sebuah novel sad ending tentang kisah cinta seorang gadis Jepang dengan Pemuda Korea yang akhirnya di pisahkan oleh maut.

“Aku ingin seperti Ayako di cerita ini… Dan pangeran ku itu adalah Jung Yunho… Hahahaha” kata ku berhayal.

“Matsuko san…” kata Jung Yunho menghampiri ku.

“Eh?? Yunho san… Nani?” Tanya ku sedikit grogi.

“Iie, hmm.. aku ingin mengatakan sesuatu pada mu” kata Yunho lalu duduk di samping ku.

“Nani??” Tanya ku tambah grogi.

“Hmm… Bagaimana kalau nanti saat Haru Matsuri,, hmm… Maukah kau menjadi pasangan ku?” Tanya Yunho dengan wajah merah.

“Eh… Hmm,, tentu saja…” kata ku spontan.

“Hehehe.. Whuah, baguslah… aku senang sekali” kata Yunho.

Hari ini aku tertawa dan bercanda dengan Jung Yunho, entahlah hari ini aku begitu dekat dengannya.

@Haru Matsuri [Festival Musim Semi]

“Huaa,, Onechan,, Kirei ne” Kata Ryuzaku

“Hahaha,, Arigatou… Hmm” kata ku.

“Ee?? Doushite Onechan?” Tanya Ryuzaku.

“Hmm…  Etō, apa aku bisa melewatinya??” kata ku tanpa semangat.

“Onechan… Look my eyes…” kata Ryuzaku memegang pundak ku.

“Nani?” Tanya ku manatap mata adik ku.

“Kau pasti bisa… GANBATTE NE” kata Ryuzaku member ku semangat.

“Hahaha… Hai, ganbatte” kata ku.

Yah, aku benar-benar ingin melewati Musim semi kali ini dengan sempurna apalagi ini kali pertama aku merayakan Haru Matsuri dengan teman-teman. Biasanya aku merayakan Haru Matsuri di Rumah Sakit dengan para Dokter dan Perawat yang menangani ku.

“Ayoo… Akan ku antar kau ke Kuil.. Aku yakin pasti Onechan yang paling cantik di Kuil..” kata Ryuzaku.

“Hahaha,, dasar kau ini..” kata ku mengacak-ngacak rambut adik kesayangan ku.

Ryuzaku mengantarku dengan mobil sportnya ke Kuil. Ah aku yakin, teman-teman pasti kaget kalau mengetahui Ryuzaku adalah adik ku. Hmm, Ryuzaku adalah seorang model yang di idam-idamkan oleh semua gadis termasuk teman-teman di sekolah tapi tidak ada yang tau kalau dia adalah adik ku, hahaha.

“Nanti aku jemput ya Onechan…” kata Ryuzaku tersenyum.

“Hmm,, Hai…” kata ku tersenyum manis.

“Matsuko chaaaaaaaaaaann…. Matsuko chaaann” Asuka berlari ke arah ku sambil melambaikan tangannya.

“Eh?? Kau di antar Ryuzaku ternyata…. Haloo Ryuzaku” kata Asuka tersenyum.

“Halooo Asuka-san……” kata Ryuzaku tersenyum manis.

“Eh, ayo….. Yunho sudah menunggu mu” kata Asuka.

“Yunho?? Siapa itu?” Tanya Ryuzaku dengan pandangan aneh.

“Kau anak kecil…. Tidak perlu tahu” kata Asuka lalu menarik ku.

Wah, indahnya.. Bunga sakura berbunga dengan indahnya. Akhirnya aku bisa melihat keindahan Haru Matsuri.

“Asuka..” kata ku mengehntikan langkah ku.

“Nani??” Tanya Asuka.

“Hari ini sungguh, aku tidak mimisan dan pingsan… apakah?”

“Sudahlah,, kau jangan memikirkan hal itu… hari ini kau harus bersenang-senang… ku mohon” kata Asuka.

“Demo… Kau tau kalau penyakit ini….”

“Aku benci kenapa harus kau yang mendapatkan penyakit mematika itu… Kenapa harus kau yang terkena leukemia? Kenapa tidak orang lain saja” kata Asuko dengan gtatapan kosong.

Aku tahu, dia sangat sedih dan tidak ingin kehilanganku… Kehilangan sahabatnya sejak kecil. Begitu juga aku tapi, apa yang aku bisa lakukan??

“Dia?? Terkena Leukemia?? Ah.. T-ti-tidak mungkin” Kata Yunho yang tidak sengaja mendengar percakapan ku.

Aku duduk bersandar di bawah pohon sakura yang sedang bermekaran. Berharap akan datangnya pangeran ku, hahahaha.

“Matsuko….” Kata Jung Yunho berjalan mendekati ku.

“Eh,, Yunho…. Hehe” kata Ku tersenyum.

“Aku bawa sushi.. kau mau??” Tanya Yunho yang lalu duduk di samping ku.

“Hmm,, boleh juga,,, ayo makan bersama” kata ku dengan senyuman manis.

‘Apakah benar? Gadis semanis ini menderita Leukemia?’ batin Yunho.

“Hmm… Oiiiiisshiii” kata ku saat memakan sushi yang di bawa  Yunho.

“Hahahaha… Aku yang membuatnya” kata Yunho tersenyum.

Setelah selesai memakan sushi, aku dan Yunho mengobrol dan membahas banyak hal.

“Matsuko… sebenarnya…” kata Yunho.

“Apa??” Tanya ku.

“Aku menyukai mu… hehehe…” kata Yunho.

Ah, benarkan apa yang ku dengar ini?? Ah, aku yakin pasti wajah ku memerah kali ini.

“Eh.. hmm,, a-aku juga…. Hehehe” kata ku malu-malu.

“Benarkah?? Kalau begitu, kita pacaran ya?” kata Yunho tiba-tiba.

“Eh… hmm” aku hanya mengangguk dengan malu-malu.

Tiba-tiba kepala ku pusing, astaga jangan sekarang ku mohon. Jangan di depan Yunho, jangan sekarang.

“Kau kenapa Matsuko?? Kau sakit?” Tanya Yunho khawatir.

“Ah,, tidak… hehehe” kata ku berbohong dan menahan rasa pusing di kepala ku.

“Eh,, hidung mu… berdarah” kata Yunho panic.

Aku mengusap hidung ku dan darah, yah mimisan lagi. Apakah sudah saatnya aku pergi??

“Kau tunggu di sini, aku akan ambilkan tissue” kata Yunho yang masih panic,

“Sudahlah… tak apa” kata ku dengan senyum.

“Tunggu lah, sebentar saja” kata Yunho berlari meninggalkan ku.

Kepala ku semakin sakit dan aku tidak bisa melihat apapun, gelap.. dan aku kehilangan kesadaran.

Tubuh ku ringan, seperti aku sedang terbang di langit. Ah, aku bisa melihatnya dari sini, dari atas ini.

Aku melihat Yunho memeluk tubuh ku, apakah aku sudah mati?

“Matsuko… bangunlah…. Matsuko……… Hiks” Yunho mengguncangkan tubuh ku.

Perlahan, aku mulai sadar, aku lihat Yunho memeluk ku dan menangis.

“Matsuko… syukurlah…. Kau sadar.. Aku akan membawa mu ke rumah sakit… bertahanlah” kata Yunho dengan air mata yang masih mengalir.

Aku menghapus air matanya dan tersenyum, akhirnya aku bernasib seperti gadis dalam novel itu.

“Tak perlu… Biarkan aku mati di bawah pohon Sakura dan biarkan aku merasakan pelukan hangat ku hingga aku pergi” kata ku dengan senyuman di bibir.

“Jangan berkata seperti itu… kita baru saja pacaran…. Jangan tinggalkan aku,, Matsuko” kata Yunho menangis dan memeluk tubuh ku.

“Arigatou… Arigatou untuk semuanya.. untuk kebahagian ini,, aku tidak akan pernah meninggalkan mu.. karna aku akan selalu ada di hati mu” kata ku.

Yunho memelukku erat, sangat erat dan tidak ingin melepaskan ku.

“Aku lelah…. Aku ingin tidur” kata ku memejamkan matu ku.

Yah, aku lelah dan ingin tidur. Tidur untuk selamanya, memejamkan mata ku untuk selamanya. Selamat tinggal Yunho, Asuka, Ryuzaku, Mama, Papa, semuanya.

“Matsuko…. Aishiteru,, hikks” Kata Yunho di sela-sela tangisannya.

Dia masih memeluk tubuh kaku ku, masih menangis. Ah, Gomenasai…. Aku sudah membuat mu menangis.

@4 tahun kemudian…

Aku berjalan, melewati gundukan makam yang berada di sini, mencari makam orang yang ku sayang.

Ah itu dia,, Makam Matsuko.

“Matsuko….. kau benar,, kau tidak pernah meninggalkan ku.. kau selalu menemani ku….. Lihatlah kini, aku berhasil sukses dan mencapai cita-cita ku… itu karna kau,, Arigatou” kata ku sambil menaruh bunga Lili putih kesukaan Matsuko di atas makamnya.

=============END==========

About ainihon

Mina-san... watashi no namae wa Matsuko Katsushika... Ok, I'll use english language to introduce my self... My real Japanese name is Matsuko Katsushika... and my cute japanese name is Akimoto Atsuka.... I was born on Bali Island, 21 Sep 1994.... ~Douzo Yoroshiku Onegaishimasu~

Posted on 21 November 2010, in Matsuko Katsushika, Shinki Fanfiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Matsuko koq mati,gmn dg yunho…endingx sedih bgd…thanx chingu udh tag me!!

  2. Kha, aku baru baca, huhuhu, aduh kok mati sih? #sewot
    keren deh kha! 4 thumbs for you! Ajib, mamen!

  3. tadi ketawa2 ngakak…sekarang..huweee!!!sedihh!!!

  4. Ff’a bgs.
    Cm aq krg pham dgn pov’a.
    Krakter’a pra cast krg d mngrti..
    Ryuzaku, atsuko it yeoja atw namja.?
    So,, aq tggu ff slnjt’a.!!

  5. Ff’a bgs.
    Cm aq krg pham dgn pov’a.
    Krakter’a pra cast krg d mngrti..
    Ryuzaku, atsuko it yeoja atw namja.?

    So,, aq tggu ff slnjt’a.!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: