[FF/1S/PG-13] “The Bottle”

 

Tittle : “The Bottle”

Genre : Romance

Rate : PG-15, Oneshoot

A/N :

Versi Asli =http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150094514317468

Author:

Assi’Elf Luph Fishy @S3FFI

Edited By :

Rhanthy Hapssary

 

CAST :

Cho Kyuhyun (SuJu),

Shin Eun Ki [YOU-Readers]

Kim Jong Woon/Kim Yesung (SUJU),

Park Seongrin (Author),

Lee Yoonsa [YOU-Readers]

 

……………………….

“suatu saat, jika kau tidak lagi mengharapkan dia, menengoklah ke belakang. Aku akan selalu ada dan menunggumu disana, dibalik punggung rapuhmu..”

……………………….

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

[Sinan, Memory]

“YESUNG!! JANGAN PERGI!!” teriak seorang gadis kecil yang tengah berlari kearah dermaga. Ia masih mengenakan piyama, rambutnya masih kusut, dan sama sekali tak mengenakan alas kaki..

Dan saat itu juga, sosok pria kecil bertopi menoleh, “EUN KI!!” ia balas berteriak sambil tersenyum kecil, menggeletakan koper kecilnya lagi.

“Sungie, hhh… Hhh… kau mau kemana?? Jangan Pergi…” gadis kecil bernama Eun Ki itu menatap Yesung dengan sayu. Ia memegangi lutunya dengan nafas yang masih terengah-engah..

“Aku harus pergi Eun-ah, Mianhae..”

“Kau janji akan selalu menemaniku disini kan?? Dan sekarang kau malah mau pergi begitu saja??” suara Eun Ki kecil terdengar parau. Air matanya tak bisa dibendung lagi. Untuk pertama kalinya, Yesung melihat gadis tegar itu menangis.

Yesung hanya diam, tertunduk, menyembunyikan wajahnya di bawah topi. Pria kecil itu tidak tau harus mengatakan apa, ia ingin tetap tinggal, sungguh. Tapi ini masalah pekerjaan ayahnya, dan ia tidak mungkin tinggal sendiri di pulau kecil ini tanpa orangtua disampingnya..

“YESUNGIE!! KAU PEMBOHONG!!” jerit Eun Ki dengan sisa suara yang dimilikinya. Orang-orang di sekitar dermaga sontak menoleh kearah mereka. Sebagian menatap acuh, sebagian lagi menatap iba..

Dengan lengan mungilnya, Yesung segera mendekap Eun Ki kedalam pelukannya.. “Eun ahh.. jangan berteriak seperti itu… kau seperti anak kecil..”

“Biar.. Biar saja.. aku memang masih 7tahun. Aku masih kecil, dan kau tega meninggalkanku sendirian di pulau yang juga kecil ini??” rengeknya di pelukan Yesung..

Yesung melepaskan pelukannya, “Kau tidak sendiri kok, ada Kyuhyun.. ada Seongrin…”

“Dan tanpa Kim Yesung?? Aku tidak mau!! Ayolah, jangan pergi… jika kau tetap tinggal, aku janji akan memberimu lollipop setiap hari..” tangis Eun ki semakin menjadi, ia menarik-narik ujung mantel Yesung, menahannya pergi..

“Eun Ki sayang, kami sebenarnya juga ingin tetap tinggal. Tapi Kim ahjusshi ada pekerjaan di Jepang… kami harus pergi. Mianhae…” seorang wanita cantik berusia sekitar 30 tahun, merangkul yesung kecil dari belakang, sang Eomma.

Eun Ki tertunduk lemah. Kemudian sebuah tangan mungil membelai rambut gadis kecil itu dan menyematkan sesuatu disana. Sebuah jepit rambut berbentuk kerang. Eun Ki mendongak, dan wajah manis Yesung menyambutnya.. “Simpan itu..”

“Eun ahh, aku janji suatu saat akan kembali kesini, lalu bermain denganmu lagi. Kita akan kejar-kejaran di pinggir pantai bersama Kyuhyun dan Seongrin hingga kaki kita merah..” ujar Yesung lagi.

Eun Ki mendongak, “Kau janji?? Kau harus segera pulang!! Kau harus segera kembali!!” gadis kecil itu kemudian menyodorkan jari kelingkingnya..

“Janji..” Yesung menyambut kelingking Eun Ki dengan kelingkingnya. Saling mengait. Janji persahabatan masa kecil yang indah..

“Aku pergi….” Ujar Yesung tak lama kemudian. Ia mengacak-acak rambut Eun Ki, kemudian berbalik menatap sang Eomma.

Yesung dan Eomma-nya, mereka mulai berjalan memasuki Kapal yang akan membawa mereka ke Jepang. Sesekali pria kecil itu menengok, menatap Eun ki yang masih terus melambaikan tangannya.. Hingga kapal itu kemudian berangkat meninggalkan Dermaga pulau Sinan…

“KIM YESUNG!! KAU HARUS CEPAT KEMBALI!!” teriak Eun Ki lagi, walau ia tau Yesung sudah tidak dapat mendengarnya lagi sekarang. Diarabanya lagi jepitan berbentuk kerang itu dirambutnya, kemudian tersenyum kecil..

“Cepat Pakai…” seseorang menyodorkan sepasang sandal bergambar pororo kearah Eun Ki.

Gadis kecil itu menengok, “Kyuhyun….”

“Kita akan kejar-kejaran di pinggir pantai lagi bersama yesung hingga kaki kita merah. Jadi sekarang, kakimu tidak boleh merah dulu…” ujar pria kecil bernama Kyuhyun itu.

“Ne, Gomawo…” Eun Ki tersenyum dan segera memakai sandalnya.

“Kau jangan khawatir. Kapal yang membawa Yesung menjauh, suatu saat pasti juga akan membawa Yesung mendekat..” Kyuhyun mengeluarkan sebutir permen lemon dari saku mantel, dan memasukannya ke mulut Eun Ki . Ia berlari kecil menghampiri kedua sahabatnya..

****

[Believe his promise]

Sore yang indah di pantai Pulau Sinan. Aku terduduk diam sambil memeluk lutut seperti biasanya. Hal yang selalu kulakukan sepanjang 5tahun ini. Membiarkan riak-riak sisa ombak membasahi ujung jari-jari kakiku. Membiarkan angin laut berhembus menerpa tiap helai rambutku.

Ah Ya, kenalkan… Namaku Shin Eun Ki. Aku lahir dan tumbuh di pulau kecil ini… Sinan. Dan kalian tau apa yang sedang kulakukan disini?? Yah, melakukan sebuah penantian. Sebuah penantian panjang yang entah kapan akan berujung.

Hidupku sangat sempurna. Penuh tawa, penuh canda, penuh cerita dan penuh kebahagiaan. Begitu indah dan berwarna, bahkan sang pelangi pun tak akan mampu menandingi keindahan tiap corak warna dalam kehidupannku. Tapi itu dulu…. Saat pangeranku masih ada disini. Yah, Pangeranku itu pergi. Dan aku sangat kehilangan dia…

Hari ini hari ulangtahunku, tepat yang kedua belas. Dan Yesung, sang pangeran kecilku itu belum juga kembali ke Sinan. Dia bahkan tak memberiku kabar sedikit pun. Aku ingin mengirim surat, tapi aku tidak tau alamat rumahnya di Jepang. Aku ingin telfon, tapi aku tidak tau nomor ponsel Kim ahjusshi..

Aku beranjak dari dudukku, dan berteriak kearah laut…

“OMBAK, BISAKAH KAU SAMPAIKAN SALAMKU PADA PANGERAN BERNAMA KIM YESUNG?? KATAKAN PADANYA BAHWA AKAN AKU SANGAT MEMBENCINYA JIKA HARI INI DIA TIDAK MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN UNTUKKU!!”

Sakit sekali rasanya, aku benar-benar kangen dengan pangeran Kim-ku itu. Segera kuseka air mataku yang mulai mengalir entah sejak kapan. Aku tidak boleh menangis, aku ini gadis kecil yang tegar!!

“Eun Ki, kau sedang apa??” sebuah suara memanggilku.

Aku menengok, Seongrin. Ia berlari kecil menghampiriku.. membiarkan kuciran rambutnya rusak karena hembusan angin..

“Menunggu sebuah kapal kembali..” jawabku, lirih. Kemudian kembali duduk di atas pasir pantai. Kembali menatap lurus kearah laut, nanar.

Seongrin ikut duduk disebelahku.. “Kapal yang akan membawa Yesung? Apa kau yakin??” tanyanya. Aku hanya diam. Aku harus percaya pada Yesung. Dia pasti akan kembali..

“Hampir 5 tahun dia tidak memberimu kabar.. mungkin dia sudah melupakan kita..” ujarnya lagi. Membuatku terhenyak..

Park Seongrin, apa yang kau pikirkan?? kau tidak tau apa pun tentang Yesung, kau tidak tau apa pun tentang perasaanku. Jadi kau tidak berhak mengambil kesimpulan seperti itu!! Yesung tidak mungkin semudah itu melupakanku!!

Aku ingin sekali memakinya. Tapi itu tidak mungkin. Sekarang, di pulau ini, hanya dia dan Kyuhyun yang kumiliki. Aku tidak ingin membuat masalah dengannya.. “Orin ahh.. kau pulang saja..”

Seongrin mengangguk pelan, kemudian berdiri dan berbalik pergi. Aku tau ia memang anak yang penurut. Ia sahabat yang baik sebenarnya, ia selalu mengerti apa yang kuinginkan, ia tau kapan aku butuh waktu untuk sendiri, tapi aku tetap tidak suka saat ia menilai Yesung seenaknya.

“KYUHYUN SUDAH MEMBUATKAN KUE ULANG TAHUN!! NANTI MALAM KITA RAYAKAN ULANG TAHUNMU BERSAMA-SAMA!!” seru Seongrin. Aku masih bisa mendengar teriakan terakhirnya itu sebelum ia benar-benar meninggalkanku.

Selepas Seongrin pergi. Aku terdiam lagi. Ternyata memang belum ada yang bisa sebaik pangeran Kim-ku. Aku mendongak sejenak kearah langit, kemudian menunduk lagi. Aku percaya padamu, tapi aku lelah jika harus terus menunggu seperti ini. Aku hanya bocah berumur 12th yang punya kesabaran terbatas untuk mengharapkan sesuatu.

Kuputar mataku kesekitar pantai. Dan tiba-tiba pandanganku tertuju pada sebuah botol kaca yang tergeletak tak jauh dari tempatku duduk. Botol yang terdampar karena terbawa ombak. Ada sesuatu yang menguatkanku bahwa itu bukan sekedar botol. Perlahan aku berdiri dan mendekati botol itu.

Benar, ini bukan sekedar botol. Ada secarik kertas yang tergulung didalamnya. Sebuah suratkah? Mungkin. Tapi untuk siapa? Dari siapa? Kenapa surat itu bisa sampai disini? Dan apa aku boleh membacanya?? Kubuka tutup kayu yang menyumbat mulut botol itu. Mengeluarkan gulungan kertas tebal didalamnya. Kemudian kuputuskan untuk membacanya..

————————————–

Apa kau yang membaca surat ini Shin Eun Ki?? Ini aku, pangeran Kim-mu..

Akhhh, sekarang kau sudah 12tahun kan??? Yey!! Putri Shin-ku sudah besar ternyata..

SAENGIL CHUKKAHAMNIDA, SAENGIL CHUKKAHAMNIDA…

SARANGHANGGUN URI Eun Ki, SAENGIL CHUKKAHAMNIDA.. ^o^

Eun ahh, Lautan ini bukan kantor pos atau tempat kiriman paket. Hahaha.. Jadi aku tidak tau apa surat ini bisa sampai padamu atau tidak.

Jika pun sampai, aku tidak tau apa surat ini sampai ke tanganmu tepat waktu atau tidak.

Kalau ‘IYA’, itu artinya ini adalah suatu keajaiban. Benarkan?? Keajaiban itu ada jika kita selalu percaya.

Dan aku harap kau selalu percaya padaku, agar keajaiaban itu tetap ada..

————————————–

Sejenak aku tertegun. Kemudian kurasakan pipiku basah. Perlahan air mataku mulai menetes membasahi secarik kertas ditanganku ini, membuat tinta tulisannya sedikit luntur. Bukan sedih, tapi ini adalah tangis bahagiaku. Apa ini benar-benar dari Yesung?? Pangeran Kim-ku??

****

[Letter Bottle]

Keceriaanku kembali lagi, kepercayaan yang dulu sempat nyaris hilang kini kembali lagi. Aku tidak tau apa ini hanya kebetulan atau bukan. Tapi nyatanya surat yang sampai di tanganku waktu itu bukanlah satu-satunya. Nyatanya aku dan Pangeran Kim-ku, sekarang benar-benar terhubung hanya melalui sebuah surat botol. Yah, lautan ini seolah memiliki sebuah keajaiban..

Setiap bulan, walau tak pasti tanggal berapa, aku selalu menemukan surat-surat dalam botol yang terdampar di pantai Sinan. Memang tak sepanjang surat yang pertama kali kuterima dulu, tapi semua itu dari Yesung, Pangeran Kim-ku. Surat-surat itu kusimpan rapi di dalam sebuah kotak sepatu yang sudah kuhias dengan cantik. Ini adalah hartaku..

————————————–

Apa kau yang membaca surat ini Shin Eun Ki? Ini aku.. Pangeran Kim-mu.

Saat ini di Jepang sedang musim dingin. Kau tau? Aku flu… Haishh.. tidak mengenakan.

Apa kau bisa datang kesini dan menyuapiku bubur udang??

————————————–

Itu surat yang kudapatkan saat awal musim dingin tahun lalu. Aku bisa membayangkan bagaimana wajah putihnya itu bertambah putih saat flu. Dan bubur udang… itu makanan kesukaannya. Dulu aku selalu menyuapinya bubur udang saat ia sakit. Tapi Seongrin lah yang selalu membuatkan bubur itu, karena aku tidak bisa masak. Hahaha..

————————————–

Apa kau yang membaca surat ini Shin Eun Ki? Ini aku.. Pangeran Kim-mu..

Coba tebak, apa yang baru saja kulihat di depan taman labirin Tokyo?

Penjual balon? Hahaha.. bukan. Aku melihat sebuah keindahan, hal paling indah yang pernah kulihat selama aku berada di Jepang..

————————————–

Itu surat yang kudapat bulan Juni tahun ini. Tepat saat Yesung naik ke kelas 3 di sebuah sekolah tinggi negri di Tokyo. Apa dia jadi peringkat satu?? Waktu kecil dia anak yang sangat pandai disini. Nilai matematikanya selalu diatas 8. Dan itu membuatku, Kyuhyun dan Seongrin kadang merasa iri. Hahaha..

Dan apa sebenarnya keindahan yang ia lihat itu?? Apa yang mungkin bisa ia lihat di depan sebuah taman labirin? Rasanya memang penjual balon. Hahahaha.. Tapi yesung sudah bilang bukan itu. Lalu apa? Aku terus bertanya-tanya tentang keindahan yang ia maksud. Apa jawaban tentang keindahan itu ada didalam surat botol yang kupegang sekarang?? Aku mulai membukanya..

————————————–

Apa kau yang juga membaca surat ini Shin Eun ki? Ini aku.. Paengran Kim-mu..

Kau masih ingat keindahan yang kulihat di depan labirin Tokyo??

Sekarang aku sudah mendapatkan keindahan itu!! Hahaha.. Suatu saat aku akan membawa keindahan itu dan memperlihatkannya kepadamu

————————————–

Hahaha… ternyata tidak. Pangeran Kim-ku itu masih menyembunyikan tentang keindahan itu padaku. Tapi aku ikut senang karena dia telah mendapatkan keindahan itu. Eumh.. mungkin aku mulai akan menebak-nebak tentang keindahan yang ia maksud. Apa itu seekor kucing kecil yang manis?? Sebuah berlian mahal?? Ahh.. tidak-tidak, atau yang paling mungkin…. SEBUAH KURA-KURA BARU??😄

****

[He loves me??]

6 tahun berlalu, terasa begitu cepat. Belasan, bahkan puluhan surat-surat botol dari Yesung sudah bertumpuk rapi di dalam sebuah kardus sepatu yang kuletakan di atas lemari. Jika ada waktu senggang, aku selalu mengulang membaca semua surat itu. Setiap lembarnya membuat keyakinanku semakin kuat bahwa pangeran kim-ku itu akan segera pulang..

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Setiap sore aku selalu duduk di tepi pantai. Memandang sang surya yang tenggelam, sambil menanti surat botol yang kesekian kalinya dari Yesung. Seperti saat ini.. aku melihat sebuah botol kaca bening yang terdampar bersama ranting pohon, dengan secarik kertas yang tergulung di dalamnya..

“surat botol dari Yesung yang ke-83..” gumamku sambil tersenyum. Yah, aku selalu menghitung keberapa kalinya surat-surat ini sampai di tanganku..

————————————–

Apa kau yang membaca suarat ini Shin Eun Ki? Ini aku.. Pangeran Kim-mu..

Aku pergi ke sebuah resto Korea bersama teman-temanku, dan saat aku melihat Samgyupsal, TIBA-TIBA SAJA AKU SANGAT MERINDUKANMU!! Hahaha..

Kau masih suka makanan itu kan??

————————————–

Aku tersenyum kecil, kemudian menggulungnya lagi. Senangnya, ternyata dia masih ingat kalau aku suka Samgyupsal. Hahaha… dulu kami selalu makan Samgyupsal yang dibuat Kim Ahjumma. Dan Yesung akan terkikik setiap aku menyisakan daun bawangnya..

“Aku juga merindukanmu sungie, semakin rindu jika aku mengenakan jepit ini..” aku bergumam lirih sambil meraba jepit rambut yang kukenakan sekarang. Jepit rambut berbentuk kerang yang dulu Yesung berikan sebelum ia pergi.

“Surat lagi? Dari pangeran Kim?”

Aku segera menoleh, dan mendapati sosok namja itu berdiri tepat dibelakangku sambil menjinjing papan selancarnya.. “Kyuhyun…”

Ia melirik sekilas pada surat yang kupegang.. “Apa kau akan terus menunggunya sampai ia kembali?? Sampai kapan pun??” tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk pelan.

“Kau mencintainya??” ia menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan. Aku tidak suka saat Kyuhyun mulai aneh seperti ini.

“Ya, aku sangat mencintainya. Dia sangat menyayangiku. Dia selalu membuatku tersenyum. Dia yang memberiku segalanya hingga hidupku berwarna..” jujurku. Aku baru hendak melangkah meninggalkan pantai, tapi tangan Kyuhyun menahanku..

“Kenapa hanya dia yang kau lihat? Kenapa kau tidak mau melihatku??” sorot matanya benar-benar tajam sekarang..

“Kyu, Kau bicara apa sih? Aku selalu melihatmu!!” kusentak tangannya yang mencengalku tadi.

“TIDAK EUN, KAU TIDAK PERNAH BENAR-BENAR MELIHATKU!! DIMATAMU HANYA ADA YESUNG!!”

Aku benar-benar terhenyak kaget sekarang. Ini pertama kalinya Kyuhyun membentakku seperti ini. Ada apa dengannya?? Dia biasanya adalah sosok namja yang ramah dan manis. Apa aku melakukan suatu kesalahan? Apa aku memang tidak pernah melihatnya?

“Kau terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak pasti!! Sedangkan sesuatu yang pasti, malah kau acuhkan. Apa kau tidak lihat?? Aku yang akan selalu ada disisimu. Aku yang akan selalu menjagamu. Aku yang tidak akan pernah meninggalkanmu….” Kyuhyun menghela nafas pendek.

Ia meraih kedua pundakku, dan saat itu aku baru sadar bahwa matanya terlihat merah. Namja itu menatapku, dalam.. “Shin Eun Ki, buka kehidupanmu yang baru dan lupakan Yesung!!”

“CHO KYUHYUN!! KAU TIDAK PUNYA ALASAN APA PUN UNTUK MEMAKSAKU MELUPAKAN YESUNG!!” bentakku penuh emosi. Aku tidak menyangka Kyuhyun akan mengatakan hal seperti tadi. Dia tau aku sangat mengharapkan Yesung, tapi kenapa dia malah…

“AKU PUNYA, EUN!!” ia balas membentakku.. “Alasanku adalah, karena aku mencintaimu…”

Dan detik itu juga, aku benar-benar tertegun. Cho kyuhyun, sahabatku sejak kecil. Sahabat yang selama ini selalu menghiburku saat aku kesepian setelah Yesung pergi. Sahabat yang selalu tersenyum dan meyakinkanku bahwa Yesung pasti pulang. Sahabat yang selalu meminjamkan pundaknya untukku saat aku menangis. Ternyata, dia mencintaiku??

****

[I LOVE Kim, Just Kim..]

Kyuhyun mencintaiku??? Aku masih belum bisa mencerna kata-kata itu hingga sekarang. Itu terlalu mengagetkan. Aku tau dia sangat baik dan perhatian padaku selama ini, tapi aku tidak menyangka dia meyimpan rasa padaku. Sejak kejadian di tepi pantai itu, hubunganku dan Kyuhyun menjadi sangat aneh.

Kami saling diam satu sama lain. Ia tidak pernah lagi main kerumahku, atau menemaniku duduk di pinggir pantai. Hanya sesekali tidak sengaja bertemu, itu pun tanpa sapaan, tanpa senyum. Tapi saat ia berpapasan di sampingku, aku selalu mendengar ia berbisik…

suatu saat, jika kau tidak lagi mengharapkan dia, menengoklah ke belakang. Aku akan selalu ada dan menunggumu disana, dibalik punggung rapuhmu..”

Dan entah kenapa ada perasaan aneh yang menyetrum tubuhku seperti aliran listrik. Aku senang, setidaknya ia masih peduli padaku. Aku senang, setidaknya aku masih bisa mendengar suara ramahnya walau itu hanya sesekali. Aku senang, setidaknya ia tidak membenciku.

Lalu dimana aku sekarang? Seperti biasa, tidak ada tempat yang cocok untukku selain berada di atas pasir putih, di pinggir pantai Sinan yang sepi. Menunggu surat lagi?? Ya. Tapi sebenarnya aku lebih mengharapkan kedatangan penulis surat itu. Ini sudah hampir 12 tahun berlalu. Umurku 18 sekarang. Sampai kapan aku harus menunggunya pulang??

Tak lama kemudian aku melihatnya, sebuah botol bening dengan gulungan kertas didalamnya, mengapung menuju tepi pantai. Aku segera berdiri dan berlari kecil untuk memungutnya….

————————————–

Apa masih kau yang membaca surat ini Shin Eun Ki?? Ini aku.. Pangeran Kim-mu..

Kau masih ingat janjiku 12 tahun yang lalu? Dan sekaranglah saatnya aku menepati janji itu!!

sebulan, ahh.. tidak, seminggu lagi. Aku akan pulang, Eun… ^o^

Apa kau juga masih ingat tentang keindahan yang aku lihat di depan labirin Tokyo??

Saat aku pulang ke Sinan nanti, aku akan membawanya, dan memperlihatkannya padamu!!

Kau senang, Eun? AKu juga… Tunggu aku….

————————————–

KYYAAA!!!!!!!! Nyaris saja aku pingsan saking senangnya. Kuseka air mataku yang perlahan mulai mengalir. Yah, aku menangis lagi, aku benar-benar bahagia. Apa ini mimpi?? YA TUHAN!! PANGERAN KIM-KU AKAN KEMBALI!! Aku mencoba percaya, dan ia menepati janjinya!!

Aku hendak berjalan pulang ke rumah, tapi tepat saat aku berbalik, aku melihat Seongrin berjalan mendekat kearahku… “EUN KI… Kau ada masalah dengan Kyuhyun??”

“Aku… eumh.. entahlah. Tapi rasanya aku baik-baik saja dengannya..” rasa senangku tiba-tiba saja hilang saat mendengar nama Kyuhyun..

“Apa dia menyatakan rasa cintanya padamu??”

Pertanyaan Seongrin membuatku tertegun.. “Kau.. bagaimana kau bisa tau??”

“YA TUHAN!! SHIN EUN KI !! KAU ITU TERLALU BODOH ATAU BAGAIMANA? SEMUA ORANG DI SINAN BAHKAN TAU BAHWA KYUHYUN MENYUKAIMU SEJAK LAMA!!” Seongrin menatapku gemas.

“heh? Jeongmal?? Kenapa aku tidak tau?” aku semakin kaget.

“Itu karena kau hanya memikirkan tentang Yesung. Kau bahkan tidak menyadari semua perhatian dan kasih sayang yang Kyuhyun berikan untukmu selama ini. Dia berkorban banyak untukmu, Eun..”

DEGGGgg… jantungku seolah berhenti berdetak. Tiba-tiba dadaku sesak, mataku panas dan ingin menangis. Ingatan di otakku serasa terputar kembali. Semua hal yang selama ini dilakukan Taemin tapi tidak pernah aku anggap berarti…

Kyuhyun yang memberikan sendalnya saat aku berlari ke dermaga dengan kaki telanjang.

Kyuhyun yang memeluknya saat aku menangis ketika Yesung pergi.

Kyuhyun yang selalu saja memasakan makanan kesukaanku setiap pagi.

Kyuhyun yang selalu meyakinkanku bahwa Yesung pasti akan pulang.

Kyuhyun yang membuatkan kue ulang tahun dan membuatkan pesta kecil untukku.

Kyuhyun yang selalu memboncengkanku ke sekolah dengan sepedanya setiap hari.

Kyuhyun yang tidak pernah lelah mengajariku bermain selancar saat aku bosan.

Kyuhyun yang selalu merawat dan menjagaku saat aku demam.

Kyuhyun yang membantuku mencari alamat Yesung di Jepang walau tidak membuahkan hasil..

Kyuhyun yang selalu tersenyum saat mendengar ceritaku tentang surat-surat dari Yesung..

Seongrin tiba-tiba saja memelukku. Mengembalikan kesadaranku dari ingatan-ingatan tentang Kyuhyun. “Eun ahh, dengarkan aku!! Yesung hanya kenangan masa kecil. Jangan terlalu mengharapkannya.”

“Sungie bisa saja tidak akan kembali, dan dia tidak akan jadi milikmu. Jadi Eun, jika kau tidak bisa memiliki orang yang kau cintai, maka cintailah orang yang kau miliki…” lanjutnya lagi..

Aku tidak tau apa yang sedang terjadi. Tapi bayangan Kyuhyun seolah menari-nari dalam pikiranku. Aku rindu dengan semua perhatiannya. Aku ingin menangis, tapi kucoba mendorong air mataku agar tidak keluar.. AKhh.. tidak, aku tidak boleh begini. Aku hanya boleh menangis untuk Yesung, karena dialah yang aku cintai. Hanya dia.. hanya dia..

“Orin ahh.. Kau bicara apa sih?? Aku mencintai Yesung, dan aku akan memilikinya..” kudorong pelan tubuh Seongrin, melepaskan pelukannya..

“Kau yakin??” matanya menyipit.

Aku mencoba tersenyum walau dadaku sesak entah kenapa. Kusodorkan surat botol yang baru saja kubaca tadi kearah Seongrin.. “Ya, tentu. Dia akan pulang.. Dia akan kembali…”

****

[The beauty of it is…]

Aku tersenyum kecil saat melihat sebuah kapal besar merapat kearah Dermaga. Seongrin ada di sampingku. Dan Kyuhyun?? Aku menoleh… di ada di belakangku.. dadaku sesak lagi. Akhh… jangan seperti ini. Yang kucintai hanya Yesung..

Kapal itu merapat, pintu dek terbuka dan beberapa penumpang mulai turun…

Lama, aku menunggu lama tapi sama sekali tidak bisa menemukan sosok Yesung. Dia sudah berubah pastinya. Dia 18 tahun sekarang. Tapi harusnya aku bisa mengenali wajah Pangeranku itu..

“YAA!! SIAPA PUN YANG BERNAMA SHIN EUN KI, TOLONG ANGKAT TANGAN!!” aku langsung menoleh kearah suara teriakan itu.. pintu dek kapal sebelah kanan..

Seorang namja dengan rambut kecoklatan, itu.. Yesung. Entah kenapa, tiba-tiba aku malah menoleh kebelakang, dan Kyuhyun tidak ada disana. Dia sudah pergi.. dadaku rasanya sakit sekali sekarang. Entah kenapa. Seongrin menepuk pundakku dan membuatku kembali menengok kearah Yesung. Ahhh.. ya, dia sudah pulang..

“Kau sudah kembali, Pangeran Kim..” kuangkat tangan kananku, tersenyum kecil dan berjalan menghampirinya di pintu dek..

“Eun ki… kau, semakin manis..” Yesung meletakan kopernya dan menghambur memelukku. Dia sudah kembali, pangeran Kim-ku.. aku benar-benar senang..

“Kau sudah jadi namja yang tampan sekarang..” aku meninju kecil pundaknya. Masih sedikit canggung. Ia hanya tertawa kecil sambil menggaruk-garuk kepalanya..

“Hey, mana keindahan yang kau temukan di labirin Tokyo??” tagihku…

Matanya tiba-tiba membulat kaget, “MWO?? SURAT ITU SAMPAI PADAMU??”

“Ne, semua.. semua surat itu sampai ketanganku karena sebuah keajaiban..” Aku tersenyum, “hey, jadi dimana keindahan itu??” tagihku lagi..

“ye, ye.. akan kutunjukan keindahan itu padamu!!” Yesung menengok kearah pintu dek kapal dan berseru pelan.. “Honey!!”

Seorang yeoja keluar dari pintu dek. Cantik, rambut hitam yang sedikit bergelombang, tinggi semampai, putih, sangat perfect. Inikah keindahan itu??

“Annyeong, Lee Yoon Sa imnida.. kau Shin Eun Ki? Senang bertemu denganmu.. Aku tunangan Yesung..” Yeoja itu mengapit lengan Yesung dengan mesra..

Sedetik.. dua detik.. tiga detik….

Aku tidak tau perasaan apa yang berkecambuk dalam hatiku sekarang. Perih?? Tidak, ini jauh lebih menyakitkan dari sekedar itu!!! Seseorang yang kutunggu kehadirannya hingga 12 tahun. Seseorang yang aku jaga cintanya sejak kecil. Dan sekarang dia muncul dihadapanku dengan memperkenalkan tunangannya???

“Eun ahh, kau baik-baik saja?” Tanya yesung. Aku diam..

“Jika kau tidak bisa memiliki orang yang kau cintai, maka cintailah orang yang kau miliki…” Seongrin berbisik lembut padaku..

“Tapi Orin ahh, aku tidak memiliki siapa pun untuk dicintai sekarang..” aku balas berbisik, parau.

“Kau memilikinya…” ujar Seongrin. Siapa yang dia maksud? Kyuhyun??

Aku mencoba menahan air mataku lagi.. “Dulu, sekarang dia sudah pergi..”

“Kau yakin??” ia menepuk pundakku..

Aku terdiam sejenak, kemduain memejamkan mataku, dan yang kulihat adalah wajah Kyuhyun. Sedetik kemudian, kata-katanya waktu itu kembali terngiang dalam pikiranku…

suatu saat, jika kau tidak lagi mengharapkan dia, menengoklah ke belakang. Aku akan selalu ada dan menunggumu disana, dibalik punggung rapuhmu..”

Aku benar-benar sudah tidak kuat sekarang…

Tesss… satu tetes terjatuh… membasahi pasir panas pulau sinan..

Tesss… satu lagi terjatuh… mewakili kebodohanku yang terlalu mengharapkan Yesung.

Tesss… satu lagi kembali terjatuh, ini yang terasa paling perih…

mewakili cinta yang mulai kusadari tumbuh untuk seseorang bernama Cho Kyuhyun..

Tesss… lagi-lagi terjatuh… mewakili sebuah harapan untuk cintaku. Kyuhyun sudah pergi, apa jika aku menoleh kebelakang sekarang dia akan ada disana?? Aku mulai menyadari sesuatu….. bahwa cintaku padanya mulai tumbuh. Cinta yang sebenarnya…

“CHO KYUHYUN !! SARANGHAE!!!” aku berteriak kencang, di luar kesadaranku. Ini gila, aku tau itu. Tapi aku hanya ingin melegakan perasaanku dengan jujur pada diriku sendiri!!

“CHO KYUHYUN, JEONGMAL SARANGHAE!!” aku berbalik, berharap ia menepati kata-katanya itu. Aku berharap ia ada di balik punggung rapuhku….

Dan…. Dan ternyata dia ada disana…

“Na Do Saranghae… Shin Eun Ki…” balasnya, lirih. Ia menepati kata-katanya. Dan ia tidak perlu membuatku menunggu seperti aku menunggu Yesung.

“Aku selalu ada dibelakangmu.. dibalik punggung rapuhmu…” Kyuhyun tersenyum, kemudian merentangkan kedua tangannya… Aku segera berlari menghambur memeluknya. Terus mendekapnya, erat. Aku tidak ingin dia pergi lagi. Dia harus tetap disisiku… harus…

“Tunggu!! Aku yang kembali, kenapa yang dipeluk malah Kyuhyun??” terdengar sungutan bodoh Yesung dari arah belakang…

Aku melepaskan pelukanku dan menengok ke arah Pangeran kim itu. Dia tetap pangeran Kim, tapi untuk Yoon Sa, bukan aku… “Karena Kyuhyun adalah Keindahan-ku!! Keindahan yang baru kusadari…”



===============END=================

©2010 S3FFIndo Publishing

“Dilarang keras mengutip,menjiplak, memfotokopi sebagian atau seluruh FanFiction ini tanpa mendapat izin tertulis dari author”

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^


About kkangrii

| Moslem |

Posted on 14 Desember 2010, in Seongrin Park, Super Fanfiction and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. huhuhu.. T.T
    jadi ingat masa lalu… hmm, 11 th yah, hebat

  2. wah endingnya keren .. lain dari yang lain .. nice ff b^^d

  3. Hua bagus. .Emang gt. .Cintailah org yg kau miliki. .Bkn milikilah org yg kau cintai. .Baguus!

  4. nice ending, beneran^^
    aaahhh, aku suka cerita model begini >.<

  5. SUMPAH YA INI GW NANGIIIIIIS !!! HUAAAAAAAAAAAAA SEDIIIIIIIIIIIIIIH

    BAGUS BANGET CERITANYA !!!

    *inibenerannangisloh.tanggungjawabnihff-__________-‘
    #abaikan

  6. Keren!
    ‘Cintailah orang yang kau miliki….’
    yup!
    Dan 4 jempol buat Author!
    ^o^
    2 jempol tgn & 2 jempol kaki!! Hehehe!

  7. keren bnget
    daebak daebak🙂

  8. wah2.. endingnya ga terduga. kirain Yesung bakal ngasi kejutan pernyataan cinta ato apa, e.. ga taunya bawa cewe baru >< untung masih ada Kyu ^^

  9. hwaaa. kyuhyun. .saranghae. /

  10. di liat dari judulnya aq mikir bakal sama yesung,,, ternyata ama kyu,, sungguh tidak terduga…
    aq seneng nih baca yg beda dari tebakan q,,,

  11. Aiiissshhh….yesung oppa sama aku aja…sini2….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: