[FF/1S/PG-15] “ERANTHIS”

 

Tittle      : “Eranthis” –> (Memory Of  Denmark)

Author    : Assri’Elf Luph Fishy @ SSSFI

Genre     : Romance

Rating    : PG-15,

Lenght   : Oneshoot

Setting   : Denmark

CAST      :

– Selly a.k.a Author

– Aiden a.k.a Lee Donghae

– Nathan a.k.a Kim Ryeowook

……………………….

“Aku bersedia menjadi Eranthis. Aku bersedia memulai hidup yang baru. Tapi hanya denganmu…”

……………………….

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kuhirup aroma musim gugur di Copenhage untuk yang kesekian kalinya, kemudian segera menoleh kebelakang, menatap nanar pada bangunan gedung tinggi yang terbuat dari semen putih itu, Gereja Irish Skandinavia. Salah satu dari gereja terbaik di Denmark. Semuanya akan berubah, dimulai dari dalam sana. Menatap Gereja suci itu membuatku semakin ingin menangis lagi. Mungkin mataku sudah merah sekarang.

Kupandangi tuxedo abu-abu yang sekarang kukenakan. Tuxedo yang Selly pilihkan untukku di pusat perbelanjaan Sinore dua minggu yang lalu. Miris. Kecewa. Benci. Aku.. tidak ingin mengenakan ini, aku ingin menukarnya dengan Tuxedo hitam milik Nathan. Tapi itu tidak mungkin, aku tau itu..

“Aiden, apa kau tidak mau masuk? Acara akan segera dimulai…” panggil sebuah suara lembut yang sangat familiar di telingaku..

Suara seorang gadis yang selalu bernyanyi sambil mencuci mobil di pagi hari, Suara seorang gadis yang selalu berteriak kesal saat kurebut snack Sroff-nya, Suara seorang gadis yang selalu tertawa renyah saat melihat wajah manyunku, Suara seorang gadis yang selalu berteriak membangunkanku dan Nathan dari jendela kamar..

Segera kuseka air mataku, cihh.. dia tidak boleh melihatku menangis!! Aku kemudian menoleh dan mendapati ia berdiri di belakangku. Seorang gadis cantik dengan balutan gaun pengantin putih bermodel tulip, kalung shuts white diamond yang menghiasi leher jenjangnya, dan rambut ikal yang tergerai kebelakang dengan bando kain putih minimalis.

“Mungkin lebih baik pernikahan ini dibatalkan saja…” kata-kata itu tiba-tiba meluncur cepat dari bibir tipisnya. Aku terperangah… apa yang dia katakan sih?? Bodoh..

Aku segera berdiri dan meremas kedua pundaknya, “Kau ini bicara apa?? Pernikahan tetap harus berjalan sebagaimana mestinya..”

“Hey, PLEASE LISTEN ME!! Aku tidak mencint…”

“Aku tidak mau dengar!! Kau harus belajar mencintai calon suamimu mulai sekarang..”

“Kau jahat, egois..” ia tertunduk, suaranya lemah.

Apa aku terlalu memaksanya dengan pernikahan ini? Akhh.. rasanya tidak, toh dari awal dia juga tidak menolak langsung. Selly hanya butuh keberanian untuk beradaptasi memulai hidup barunya sebagai seorang istri. Yah, pasti begitu..

“Maaf, tapi ini untuk kebaikan semuanya…” ku elus pipi putih gadis itu dan kusibak poninya yang terlihat mulai agak panjang, “Selly, Aku jamin kau akan bahagia…”

Ia mendongak, “Kau yakin bisa menjamin kebahagiaanku nanti, Aiden?” aku terhenyak saat melihat sepasang mata bening itu terlihat sayu dan berair.. Selly menangis.. tapi kenapa?? Akh.. sebaiknya aku tidak bertanya..

“Masuklah, aku akan segera menyusulmu kedalam..” aku berusaha tersenyum. Dan beberapa detik kemudian, ia berbalik pergi kedalam gereja.

Kutatap gadis itu hingga punggungnya menghilang dibalik pintu kayu Gereja. Dan saat itu juga, aku menangis lagi, mulai terisak.. Cihh.. aku benar-benar pria yang cengeng!! Tapi Arselly, aku menangis seperti ini untukmu, karena aku benar-benar mencintaimu…

***

Aku masih duduk terdiam disini.. rasanya benar-benar tidak ingin masuk kedalam. Padahal acara pernikahan ini akan berlangsung 20 menit lagi.

‘WWUUUUsssshhhhhhh….’

Tiba-tiba datang hembusan angin yang entah darimana, cukup kencang dan meniup daun-daun pohon mapple yang berguguran di tanah sekitarku. Lalu mataku menemukannya… sesuatu yang harusnya tidak ada di musim gugur seperti ini. Bunga itu.. Eranthis.. Mustahil!!! Eranthis hanya tumbuh di awal musim semi..

Aku berjalan mendekat kearah pohon mapple, dan berjongkok, hendak mencabut Bunga Eranthis yang tumbuh di kaki pohon itu. Dan ternyata….. tunggu… ini tertanam, bukan tumbuh. Aku menggali tanah dengan tanganku, mencoba menemukan akarnya secara utuh.. Tapi yang kutemukan lebih dari hanya sekedar akarnya.. ada kotak.

Kuambil kotak itu dan kubersihkan sisa-sisa tanah yang masih menempel disana. Kotak ukuran sedang berwarna coklat, dan aku tau betul ini milik siapa… Selly. Kenapa dia menguburnya disini?? Dan, bunga Eranthis itu? Apa bunga yang dulu kuberikan padanya??

Kubuka tutup kotak itu, dan sebuah foto manis menyambutku. Foto 5 tahun yang lalu. Fotoku, Selly dan Nathan di Roskilde. Eihh… tunggu, ada tulisan di balik fotonya..

Roskilde, 21 July 2005

Aku, Aiden dan kak Nathan. Pertemuan pertama di Roskilde.

Semua tersenyum di atas kapal Viking =)

——

Roskilde, 21 July 2005

“KAK!! Akhirnya kita akan tinggal di Denmark!! Hahaha…” aku masih kegirangan sejak kemarin tiba di Bandara Kastrup Kopenhagen. Hohoho.. jadi untuk sepuluh tahun kedepan, aku akan menetap disini, Denmark!! Yeahh.. pasti akan sangat menyenangkan..

Nathan, kakakku itu hanya geleng-geleng kepala mendengar lengkingan-lengkinganku. Hahaha.. “Aiden, bagaimana disini? Indah? Roskilde itu kota tertua disini kan??” tanyanya kemudian, pandangannya lurus ke arah pintu besi di sebelah pohon flopis.

Dia menunggu seseorang masuk dari pintu itu? Tidak. Dia tidak menunggu siapa pun, dan dia tidak melihat apa pun. Yah.. Buta, Nathan mengalami kerusakan kornea permanen karena kecelakaan saat masih kecil.. Jadi, aku sebagai adiklah yang harus menjaganya..

“Ya, sangat indah…”

“Lalu, anak teman Mama yang katanya dari Indonesia itu, mana? Kau melihatnya?”

Ah iya, kami datang ke Roskilde memang untuk bertemu seseorang. Gadis Indonesia yang merupakan anak dari teman Mama. Kebetulan dia sudah setahun tinggal di Denmark, jadi Mama menyuruh kami untuk kenalan dan berteman baik dengan gadis itu..

‘CKRREEKK….’

Aku merasa tadi ada kilatan cahaya silau dan bunyi potretan. Apa perasanku saja ya?? Aku menengok kearah patung patu besar yang tidak jelas bentuknya. Seorang gadis seumuranku tiba-tiba melompat keluar dari balik patung itu. Rambut yang dimasukan kedalam topi, kaos putih dilapisi jaket jeans, dan sebuah kamera yang tergantung di lehernya.

“HALLOW!! Kalian putra keluarga Frans yang baru tiba di Denmark ya?” ia tersenyum manis sambil berjalan kearah kami..

“kau suka fotografi ya??” aku tertarik pada kamera aneh yang dibawanya. Gadis itu mengacungkan kedua jempolnya dan tersenyum makin lebar..

“boleh kupinjam kameramu sebentar??” pintaku. Mulanya ia tampak ragu, “janji akan aman!! Aku juga biasa pegang kamera!!” desakku.  Oke, kali ini benar-benar BOHONG. Aku bahkan nggak pernah pegang kamera kecuali kamera ponsel.

“Baiklah…” ia akhirnya melepas kamera itu dari lehernya, dan menyerhakannya padaku. Yeah.. lalu bagaimana ini?? Akhh.. tinggal tekan-tekan tombol merah saja. Gampang…

Aku kemudian mulai sibuk dengan kamera ini , memotret asal-asalan kesegala sudut, dan hanya mendengarkan Gadis itu berbincang dengan Nathan..

“Hemh… jadi kau putri Nyonya Morlin??”

“Yeah… Tepat!! Aku Selly..  dan kakak??”

“YA!! kak, kenapa kau tidak menjabat uluran tanganku?? Sombong sekali…”

Aku tercekat, kemudian menoleh.. “BICARA YANG SOPAN PADA NATHAN!! DIA KAKAKKU!!”

“Heh?? Kenapa kau sewot sih??”

“Sttt… Aiden, sudahlah, kau juga tidak sopan asal membentaknya seperti itu..” ujar Nathan. Aku hanya mengangguk sambil manyun..

“Selly. Salam kenal,… Aku tidak bisa melihat, aku tidak tau kau mengulurkan tanganmu. Maaf.. namaku Nathan.. dan adikku Aiden..”

Dieess… dan wajah gadis bernama Selly itu menjadi tidak enak.. “Akhh.. Maaf kak, aku tidak tau. Aku tidak bermaksud…” apa itu?? Merasa bersalah??

“tidak masalah…”

Aku hanya cengar-cengir melihat ekspresi kagetnya. Eumh, siapa tadi namanya? Selly ya? Hahaha.. wajahnya aneh sekali saat tau Nathan tidak bisa melihat…

“Hey, kau, Aiden… Kemarikan kameraku!!” serunya tiba-tiba dan segera mengambil kamera dari tanganku. Sedetik kemudian dia sudah menghentikan seorang pria setengah baya yang kebetulan lewat, mengajak bicara, dan memberikan kameranya.

“Nah, ini pertemuan pertama kita, ayo berfoto!!” Selly menghampiri kami lagi. Ia menarikku dan Nathan untuk naik pelan-pelan ke kapal Viking.. akhirnya kami berpose..

‘CKRREEKKK….’

——

Kuletakan foto itu dan mengambil benda-benda lainnya. Tiket masuk pameran lukisan Emil Nolde yang kami saksikan 2 tahun lalu. Sendok Ice cream donals weeks limited edition yang kami bertiga dapatkan secara Cuma-Cuma di Ice World. Kemudian foto lagi…

Foto sebuah bunga yang indah. Foto sebuah bunga yang cantik. Foto sebuah bunga yang musim semi tahun lalu kuberikan sebagai hadiah ulang tahunnya…

Slagelse, Spring 2008

“Ini namanya Eranthis, mereka adalah bunga pertama yang muncul di awal musim semi. lambang hidup baru..” aku merasa ada sesuatu yang hangat menyusup dalam batinku.

——

Slagelse, Spring 2008

“SELLY, HAPPY BIRTDAY!!” teriakku sambil melompat pagar ke halaman rumahnya. Selly yang tadi tampak asyik dengan cermin tangannya kemudian menoleh..

“bodoh, nanti pagarnya bias rusak!!…” sungutnya. Tunggu, ada yang aneh,, dia mengenakan jepit rambut ya? Tidak seperti biasanya..

“Hahaha.. iya deh, maaf. Eumh.. Itu??” aku menunjuk kearah jepit berbentuk ‘love’ yang sekarang menghiasi rambut ikalnya.

“Kado dari kak Nathan. Dia memberikannya pagi-pagi sekali sebelum aku bangun. Bagus kan??” tanyanya dengan senyum sumringah. Akhh.. padahal kukira aku akan jadi pria yang pertama, ternyata Nathan lebih cepat.

Aku hanya tersenyum kecut, “ya, terlihat sangat manis seperti…”

“Eranthis?? Ayolah Aiden!! Tunjukan padaku!! Apa itu Eranthis??” Selly meletakan cerminnya dan menatapku penuh harap.

Hahahaha… tampangnya lucu sekali. Aku memang selalu menggodanya dengan bilang dia manis seperti Eranthis. Tapi aku tidak pernah menjelaskan apa itu Eranthis sebenarnya. Lagipula, masa diA tidak pernah dengar yang namanya bunga Eranthis sih??

“Eranthis itu adalah… Keindahan.. suatu saat aku akan menunjukannya padamu..”

Selly manyun, berdiri menyambar kameranya diatas meja, “aku pergi!! Mau membantu ibu di kebun dan memotreti bunga..” ia kemudian berbalik dan hendak pergi..

“Cantik, jangan ngambek dong…” segera kutarik lengannya, menahan gadis itu pergi, kemudian menyodorkan sesuatu yang sedari tadi kusembunyikan dibelakang punggungku..

“Aiden, ini??” matanya berbinar melihat apa yang kutunjukan. Sebuah mangkuk kecil berisi air yang di dalamnya berisi bunga-bunga kuning kecil yang cantik..

“Eranthis. Keindahan pertama di awal musim semi.. Hadiah untukmu, kau suka??” tanyaku sambil tersenyum manis. Selly hanya diam sambil terus menatap bunga-bunga itu. Tidak ada suara, tidak ada anggukan sama sekali.

“Tidak suka ya?? Jepitan rambut dari kak Nathan rasanya lebih bagus. Kalau begitu Eranthis ini buatku saja deh!!” kutarik kembali mangkuk berisi Eranthis itu dari hadapannya..

Tapi dengan sigap ia merebutnya dari telapak tanganku.. “KEMBALIKAN!! Aku suka itu.. sangat suka sampai tidak bisa bicara apa-apa..” ia tersenyum manis, manis sekali..

“Thank you Aiden…” Ia meletakan Eranthis itu di meja, kemudian memelukku… heh?? Apa-apaan ini?? SELLY!! Kau membuat jantungku berdegup kencang sekali!!

Akhirnya kubalas pelukannya dan berbisik, “Eranthis. Ketika bunga-bunga pertama tumbuh sebagai penanda pergantian musim dingin ke musim semi, kehangatan alami akan datang lagi. Yah, seperti awal kehidupan yang baru.. Kehidupan baru di usiamu yang sekarang genap 20 tahun. Kau.. sudah dewasa sekarang…”

——

Aku tersenyum, meletakannya dan mengambil sebuah buku berukuran sedang yang juga ada di dalam kotak itu. ‘EN LANG REJSE’. Buku tentang kisah anak Denmark, buku yang dulunya setiap pagi selalu aku dan Selly bacakan bergantian untuk Nathan.

Lalu foto lagi. Yah, sebagian besar isi kotak ini adalah foto-foto kami. Tidak heran, mengingat Selly adalah seorang gadis peminat fhotografi yang handal. Dan ini.. foto kami di Reuth Beach saat malam tahun baru..

Reuth Beach, 1 january 2009..

Duduk di pinggir pantai… menatap bintang. Semua yang kudengar benar-benar mengejutkan. Baik dari mulut Aiden, atau pun kak Nathan

——

Reuth Beach, 1 january 2009..

“BENAR-BENAR LELAH!!!” teriakku sekencang-kencangnya kearah Laut..

“Aiden, kau gila!! Aku benar-benar lelah mengayuh Sepeda sepanjang Stroit!!” maki sebuah suara dari belakang. Aku menoleh, Selly berjalan kearah pantai. Ia menggandeng Nathan sambil menjinjing sepatu kets-nya..

Kami ke sini memang menggunakan sepeda. Aku mengayuh sendiri, sedangkan Selly memboncengkan Nathan. Hahaha… kenapa tidak naik mobil?? Karena satu-satunya jalan ke Reuth beach adalah lewat Stroit, jalan bebas mobil sepanjang 1,8KM.

“YA!! Mrs.Morlin, Kau pikir aku tidak lelah?? ” balasku, kuciprati wajahnya dengan air laut yang asin. Selly manyun, ia sudah ambil ancang-ancang melempar sepatunya kearahku..

“Sudah-sudah, kenapa ribut sih?? Yang penting kita sudah sampai di Reuth Beach kan?? Sekarang, kita nikmati malam tahun baru ini bertiga…” ujar Nathan

“Kau benar kak!! Nikmati tahun baru!!” aku berjalan menghampiri kakakku itu, kemudian memindahkan topiku ke kepalanya..

“Ya, rasanya memang harus begitu. Nah, ayo berfoto!!” Selly langsung mengambil kamera dari ransel pinggangnya. Sedetik kemudian, dia sudah jeprat-jeprat sana sini..

“Aiden, gandeng aku ke tepi pantai, aku ingin duduk di atas pasir basah..” pinta Nathan. Aku menurut, menggandengnya ke tepi, dan menuntunnya duduk di atas pasir..

Hening sejenak, aku tidak tau apa yang sedang Nathan pikirkan hingga ia terus diam selama beberapa menit ini. Sementara Selly masih sibuk dengan kameranya. Aku mendongak dan langsung terkesikap melihat pemandangan indah yang terhampar di langit malam…

“Selly, disini bintangnya terlihat indah sekali ya!!”

“Benarkah??” gadis itu langsung mengambil posisi duduk diantara aku dan Nathan, kemudian ikut mendongak ke langit, “wahh…. Iya, bagus sekali.. akhh.. foto-foto…” lagi-lagi mulai heboh jeprat-jepret. Hahaha.. dasar gadis gila fhotografi!!

“Heumh.. kalian beruntung ya bisa melihat keindahan bintang di Denmark. Dimataku semuanya terlihat gelap.. sungguh mengenaskan..” suaranya Nathan pias..

“Ssttt… Kak Nathan ini bicara apa?? Kalau kakak mau, aku bisa memetik satu yang paling terang dan menyimpannya untuk kakak. Menyimpannya hingga nanti Kak Nathan bisa melihat lagi seperti dulu…” ujar Selly, terdengar sangat lembut.

Aku… sedikit iri… yah.. aku tau itu. Aku juga ingin Selly memetik dan menyimpankan satu bintang yang sama untukku.

“benarkah?? Terimakasih Selly, aku benar-benar beruntung bisa mengenalmu…” Nathan  tersenyum simpul, “aku harap kau bisa menjadi pendamping hidupku. karena hanya kau satu-satunya gadis yang selalu ada di dekatku..”

Aku terhenyak kaget, kulihat ekspresi wajah Selly tak jauh berbeda denganku. Tadi itu?? Nathan melamar secara tidak langsung kan?? Ternyata dia benar-benar mencintai Selly, dugaanku selama ini benar. Akhh… sial..

Kulihat Selly menelan ludah.. “Kak, aku….”

“Ikut aku sebentar!!” kutarik ia berdiri, kemudian membawanya sedikit menjauh dari tepi pantai..

Selly lalu menyentak tangannya dengan kesal, “kau sedang apa sih?? Untuk apa menarikku kemari?? Kak Nathan sendirian disa… hmmftt…”

Kata-katanya terputus. Aku sudah keburu membungkam bibirnya dengan bibirku.. hangat, begitu lembut. Aku ingin meneruskannya, tapi itu tidak mungkin. Sebentar, dan segera kulepaskan lagi bibirnya. Selly masih terlihat shock..

“Aiden, eumh.. tadi itu??” ia meraba bibirnya..

“Kecupan kecil yang tidak begitu penting. Selly, aku ingin memohon sesuatu…” sahutku cepat, dengan nada yang datar dan suara sedikit serak.

“heh??”

“Kak Nathan membutuhkanmu disampingnya, menikahlah dengannya, jadilah pendamping hidupnya.. Kumohon.. Kumohon padamu…”

Selly terbelalak, ia memukul-mukul dadaku dengan tangan mungilnya.. “KAU GILA!! Aku tidak mencintai Kak Nathan, aku hanya menganggapnya sebagai seorang kakak..”

Kutahan lengannya, “TAPI DIA TIDAK BEGITU!! Kak Nathan mencintaimu… dia membutuhkanmu… benar-benar membutuhkanmu..”

——

Airmataku menetes lagi membayangkan saat itu. Aku mencintai Selly. Tapi aku sangat menyayangi Nathan. Dia sudah kehilangan penglihatannya sejak kecil. Apa sekarang ia harus kehilangan gadis yang dicintainya hanya karena perasaan yang kumiliki??

Aku mungkin jahat dengan memaksa Selly menikah dengan Nathan. Tapi harus bagaimana lagi?? Ini demi kebaikan semuanya. Nathan, Selly, dan mungkin aku. Yah… walau posisi ini kadang memusingkan. Aku dan Nathan mencintai Selly, sedangkan aku tahu Selly tidak mencintai salah satu pun diantara kami..

Lalu, jika aku melepas Selly begitu saja, mungkin dia malah akan mendambatkan hatinya untuk Pria lain diluar sana kan?? Dan aku pasti tidak akan rela. Jauh lebih baik jika dia bersama Nathan seperti ini, yah.. setidaknya aku tau dia akan bahagia, karena Nathan benar-benar mencintainya..

Jadi mungkin aku tidak terlalu jahat kan?? Aku hanya membantu Selly menumbuhkan rasa cintanya pada Nathan dengan pernikahan ini. Aku juga membuat Nathan bisa bersatu dengan gadis yang dicintainya melalui pernikahan ini. Walau perasaanku sendiri tersakiti dengan pernikahan ini..

“Ekhh.. apa itu??” aku sedikit tercekat saat mendapati fotoku didalam kotak itu. Benar-benar fotoku sendirian, duduk bersandar di batang pohon Flopis sambil memandang langit. Aisshh… Kapan dia mengambilnya??

Dia termenung menatap aurora di langit. aku selalu menihatmu setiap sore disana. Aiden, aku mencintaimu. Tapi kau tidak pernah memberiku waktu bicara, kau malah dengan mudahnya menyuruhku menikah dengan Kak Nathan..

Apa?? Aku tidak salah baca kan?? Dia… Selly mencintaiku?? Setiap sore aku selalu disana, dan dia bahkan mengikutiku?? Memandangiku dari jauh karena ia mencintaiku?? Aku selalu banyak bicara dan menyuruhnya diam agar menurut, tapi ternyata itu membuatnya tidak punya kesempatan untuk bicara tentang perasaan sesungguhnya??

***

‘Draap… Draapp… Draappp…”

Aku berlari semakin cepat menuju pintu Gereja. Akhh.. kenapa halaman ini terasa luas sekali sih?? Ini kebodohanku, jika saja aku tau Selly juga mencintaiku, aku tidak akan semudah itu merelakannya dengan orang lain, bahkan walau itu adalah kakakku sendiri..

Yeahh… akhirnya, aku sudah sampai di depan Pintu gereja yang tertutup rapat. Membungkuk sejenak, memegangi lutut sambil menarik nafas. Akhh.. semoga masih sempat untuk menentang pernikahan ini. Maafkan aku Nathan..

Aku sudah memegang handel besi pintu sacral itu, hendak mendorongnya kebelakang agar terbuka, tapi sebuah suara dari dalam membuatku lemas seketika….

“Mulai detik ini, kalian resmi menjadi sepasang suami istri…”

Tidak ada tenaga lagi, tidak ada harapan lagi. Aku tersungkur lemah dibalik pintu berukiran gambar malaikat-malaikat kecil itu. Selesai sudah, terlambat. Semuanya karena kebodohanku!! Semuanya karena aku yang terlalu egois dan keras kepala!!

“Akhhh… shitt… aku tidak mungkin memilikinya lagi sekarang..” umpatku sambil terisak. Yah, aku tak peduli lagi. Mungkin saat ini menangis adalah cara yang baik untuk melampiaskan rasa penyesalanku..

“Hey bodoh, kau menangisi siapa??”

Aku terhenyak, tunggu… rasanya aku mengenal suara ini. Perlahan aku mendongak, tercekat mendapati sosok Pria dengan balutan Tuxedo yang berdiri tak jauh dariku dengan tongkat blest penuntun-nya.  “Kak… kau?? Lalu yang didalam??”

Nathan tertawa kecil.. “orang lain. Lagipula bagaimana aku bisa menikah sedangkan aku tidak punya calon pengantin wanita??” tambahnya lagi.

Aku mengernyit bingung, kemudian berdiri.. “heh? Selly??”

“Tidak… Dia bukan milikku!!” aku semakin kaget mendengar ucapannya. Lalu kuputuskan diam, mungkin Nathan masih ingin bicara lagi..

Ia tampak berusaha berjalan menggapaiku. Aku diam di tempat. Hingga ia berhasil meraih pundakku.. “Kau adik yang baik Aiden, tapi kau tidak perlu sebaik ini padaku.. jangan mengasihaniku dengan mengorbankan orang yang kau cintai..”

Heh?? Akhh.., darimana kau bisa tau semua itu?? Tanpa pikir panjang aku segera menghambur memeluknya… “Kak… Maaf…” tongkat ditangannya jatuh. Aku tidak perduli. Aku hanya ingin memeluk kakakku lebih erat lagi..

‘CKREEKKKKK…..’

Tiba-tiba terdengar bunyi kecil khas putaran scoil Camera, disertai kilatan cahaya silau yang menyapu kearah kami selama beberapa detik.

“Aku bersedia menjadi Eranthis. Aku bersedia memulai hidup yang baru. Tapi hanya denganmu Aiden, bukan orang lain, bukan Kak Nathan…” ujar sebuah suara..

“Selly….” Gumamku saat melihat sosok gadis cantik dengan gaun pengantinnya yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakang Nathan.

Perlahan, aku melepaskan diri dari pelukan Nathan, kemudian menatap lekat kearah Selly yang tengah tersenyum manis. Gadis itu mengarahkan layar camdig-nya kearahku dan menunjukan sesuatu yang langsung membuatku diam seribu bahasa..

Kumpulan foto-foto bunga Eranthis berbagai warna yang diedit hingga membentuk symbol ‘love’.. Bagaimana bisa dia menemukan Eranthis sebanyak itu??

Selly mulai berjalan mendekat selangkah demi selangkah kearahku.. “I LOVE U… I LOVE U… I LOVE U… !! aku selalu gagal mengatakan itu karena kau selalu memotong semua ucapanku.. Kau bodoh!!” sindirnya..

“Jadi, kau mencintaiku??” tanyaku sambil memicingkan mata. Ia mengangguk cepat, dan secepat itu pula segera kurebut camera di tangannya..

“HEY!! Kenapa kau malah mere….” Kalimatnya terputus karena aku segera melingkup pinggangnya dan menariknya kedalam dekapanku… Oke,  Arselly Morlin, JANJI!! ini terakhir kalinya aku memotong ucapanmu..

“I lOVE YOU….”  Bisikku. Sementara tangan kananku sudah siap menekan tombol kamera dan mengarahkannya, langsung Kudaratkan bibirku di bibirnya..

‘CKRREEKKK….’

===================E.N.D===================

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^


About kkangrii

| Moslem |

Posted on 15 Desember 2010, in Seongrin Park, Super Fanfiction and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. Aku baru baca FF ini.. sumpah deh keren bgt as u.u
    Settingnya bagus .. Di Denmark gitu.. Feelnya dapet bgt.. Good job deh cinta..

  2. Hua bgus bgt. Ia latarnya bgs, si donghae nyosor mulu,haha ryeowook. .Malang nian nasibmu. .Haha

  3. nathan nya kasian atuhh …
    mustinya dia sma aku …. *author melotot*
    jdi pgen liat bunga asli nya *emg ada ya?*
    kekeke …
    aiden sma nathan ?
    kya pernah denger nama nya,tp dmn ya??

  4. Aku udah pernah baca ini di fbmu. Tp lupa udah komen blom yah. Haha😄
    Ada wookie wook wook nathan sayangku. Sini sm aku aja syang. Biarin si orinhae bahagia 8D

    Eh sumpeh nih romantisnya tingkat dewaaaaaaa. Mentang2 castx suami sndiri bkinx juga romantis mampus. Hahahaa…
    Good job.

  5. aaahhh, bagus >.<
    kasian sih wookie -,-a
    tapi yang penting aiden sama selly bahagia, kekekeke

  6. Sumpah ya Author SEONGRIN PARK tuh bikin gw nangis 2 kali -__________-

    pertama yang “bottle” sekarang ? yang ini
    nanti gw nangis lagi nih yang “key of heart” -________-

    DAEBAAK !!!

  7. Loveflamingcharm

    Aiden..
    Keren bgt qmu di ending.a..😀

  8. new reader, keren bgt ho’oh mantep bgt deh T_T
    setting nya jugak keren *walaupun gaktau nama2 tempatnya itu /plak
    daebak😀

  9. keren ceritanya,,
    tp aq rada bingung di awal mereka ketemu,, jadi baca 2x baru ngerti,,, /plak…
    hehehe,,,

  10. huaaa! thor tanggung jawab! aq nangis!
    daebak ffnya!

  11. ERANTHIS hmmm ada ya bunga itu??
    Jadi tau krn baca cerita ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: