[FF/S/3/PG-15] Jeongmal Saranghae…

Author : Melia + Rahma

Pemeran Utama : Hyun Mei

Pemeran Tambahan : Junsu, Jae Joong, Ryeowook , Kyuhyun, Rigi,

Lenght : Chaptered [3/3]

Rating : STRAIGHT/PG-15

Genre : Romance

Hyunmei-ah, saranghae~ Jeongmal Saranghae… Aku mencintaimu, bukan mempermainkanmu. Kau tahu? Ada saat dimana kita tidak bisa memilih apa yang kita mau, tapi kita harus memilih apa yang harus kita pilih. Itulah takdir.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Ah arasseo. Aku, ehem.. Aku adalah yeoja yang waktu itu sedang dicium Kyuhyun.”

Deg. Aku yang berusaha tidak mengingat kejadian itu, dipaksa mengingatnya lagi. Aku menelan ludahku dan menghembuskan nafas. Menahan agar air mataku tidak turun.

“Ne, aku ingat. Ada apa?” Jawabku dingin.

“Jeongmall mianhae, Hyunmei-ssi. Aku tidak mengetahui maksud oppa. Aku hanya menurutinya, dan baru sekarang aku bisa menemuimu.” Jelasnya sambil menunduk.

“Musunmariseyo, Rigi-ssi?” Tanyaku bingung.

“Oppa.. Kyu oppa.. Sakit..”

Deg..

Hatiku seperti di tusuk pisau yang tajam. Sakit sekali ketika aku mendengarnya. Aku tidak dapat menahan air mataku yang sudah turun perlahan.

“N-ne?” Tanyaku gugup.

“Ne, geurae.. Oppa sakit.” Jawabnya.

*flashback*

“Rigi-ah, kau kan temanku yang paling baik dan cantik juga paling kusayang. Aku minta tolong satu hal saja kepadamu. Jebal~”

“Ne? Mwoya, oppa?”

“Tolong kau berpura-pura menjadi kekasihku.”

“MWO? Apa maksudmu oppa?!”

“Ne. Aku akan menjelaskannya setelah kau melakukannya. Ayolah, bantu aku sekali ini saja.”

“Kau yakin? Ada apa dengan yeoja chingu-mu?”

“Aniyo. Jebal~”

“Ne, ne, arasseo!”

***Dirumah Kyuhyun.***

“Hya! Dia sudah sampai! Kesini.”Kyuhyun menarik Rigi ke kamarnya, dia menyuruh bibi Shin diam di kamar.

“Apa yang harus kulakukan?”

“Aku akan berpura-pura menciummu! Pokoknya kau diam saja menurutiku. Ara?”

“N-ne.”Kyuhyun membuka kancing bajunya dan membuatnya terlihat acak-acakan. Lalu memasang posisi seperti sedang berciuman dengan Rigi.

“O-o-ppa?” Hyunmei memanggil Kyu.

Kyuhyun yang sedang pura-pura berciuman mesra dengan Rigi langsung berdiri dan pura-pura terkejut. Rigi hanya berbalik dan menunduk.

“Hyunmei-ah! Ini bukan seperti yang kau lihat.” Jelas Kyuhyun sambil membereskan kancing baju yang tadi dia buka.

“OPPA! KAU JAHAT!!!” Teriak Hyunmei lalu berlari keluar rumah Kyuhyun.

Kyuhyun sudah hampir menangis dan dia mengejar Hyunmei. Dia merasa tidak tega.

“Hyunmei-ah! Jagi!”

“Brugh!!”

Kyuhyun terjatuh saat mencoba mengejar Hyunmei, Rigi yang memperhatikan Kyuhyun dari belakang langsung menghampirinya.

“Kyuhyun-ah, kau tidak apa-apa? Omo! Kau pingsan! Eottohke?”

***********

Rumah Sakit.

Rigi tadi meminta tolong orang sekitar untuk mengangkat Kyuhyun dan memasukannya ke taxi. Sekarang Kyuhyun sedang diperiksa oleh Dokter. Rigi bulak-balik di lorong Rumah Sakit.

“Klek”

Dokter keluar. Rigi langsung menhampirinya.

“Kyuhyun mengalami gagal jantung.” Ucap Dokter itu sebelum pergi meninggalkan Rigi yang terbengong-bengong.

Setelah sadar, Rigi langsung masuk ke ruangan tempat Kyuhyun dirawat. Banyak alat-alat yang menempel pada tubuh Kyuhyun. Rigi duduk disamping ranjang Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, jadi ini alasanmu? Huhhu.. Aku mengerti maksudmu, tapi bukankah hatimu juga sakit Kyu? Uhuhuh~”

*ends of flashback*

Aku hanya terbengong mendengar cerita Rigi, malah aku mencubit tanganku sendiri untuk memastikan apa ini mimpi atau kenyataan. Aku meringis ketika aku mencubit tanganku sendiri. Berati ini kenyataan…

“Hyunmei-ssi. Jeongmall mianhae. Kyuhyun bilang jangan sampai hal ini diketahui oleh orang lain. Terutama kau. Tapi aku tidak bisa menahannya lagi. Kondisi Kyuhyun semakin hari semakin buruk.”

Aku ingat kalau Taemin oppa pernah berkata Kyuhyun sekarang pendiam dan tidak jarang masuk sekolah. Inikah alasannya?

“Kyu babo. Uhuhu~” Aku mulai menangis lagi.

*********

Saat ini aku sudah didepan pintu kamar tempat Kyuhyun di rawat. Tanganku bergetar. Tapi Taemin oppa mengenggam tanganku. Aku menatapnya, dia hanya tersenyum sambil mengangguk.

“Klek”

Aku melihat seorang namja yang terkulai lemas, banyak kabel yang menghubungkan tubuh Kyuhyun dengan beberapa alat yang tidak kuketahui.

Kurasakan mataku mulai berair, aku duduk disebelah Kyuhyun oppa. Taemin oppa, Junsu oppa, Jaejoong oppa, dan Ryeowook ada disini juga. Mereka merasa bersalah atas apa yang mereka lakukan tempo hari.

Aku mengenggam tangan Kyu sambil menatapnya. Kemana senyum manisnya? Kemana tangannya yang hangat? Kemana tubuhnya yang kekar yang selalu melindungiku? Kemana kata-katanya yang selalu menghangatkan hatiku?

“Uuhuhuhu~ Kyu oppa. Ireona. Kyu babo. Kenapa kau begini? Uhuhuhu~” aku menangis sejadinya sambil terus mengenggam tangan Kyu.

Empat namja yang menemaniku tadi sudah keluar, mungkin mereka memberiku kesempatan untuk berdua dengannya.

“Oppa~ Kajima~ Jebal~ Siapa yang akan menemaniku lagi, oppa? Saranghae~ Uhuhuhu~”

********

Sejak hari itu, aku selalu menemaninya dan mengajaknya bicara. Ini adalah hari ke-14 dan kulihat jari Kyu bergerak!

Aku langsung keluar memanggil dokter.Akhirnya Kyuhyun pun sadar. Terima kasih Tuhan. Aku menangis dihadapannya, menangis bahagia karena Kyu sudah sadar.

“Op-pa. Bogo shipeo.” Aku mengenggam tangannya sambil menatapnya.

“Hyunmei-ah. Jeongmall mianhae karena kau harus melihatku dalam keadaan seperti ini.”

“Aniyo oppa, gwaenchana. Yang penting kau sembuh.” Aku berusaha tersenyum, tiba-tiba muncul lagi sesuatu yang kutakutkan….Kehilangan.

Sejak hari itu, keadaan Kyuhyun sudah mulai membaik. Dia sudah bisa tersenyum seperti biasa. Walau keadaannya jauh dari sembuh.

Malam itu. Aku tidur dirumah. Sebagai gantinya Taemin oppa dan Junsu oppa yang menjaga Kyu. Mereka bilang aku terlihat sangat lelah. Aku sempat menolak, tapi pada akhirnya aku mengalah.

It’s gonna be me! Yung won hee neh gyut eh suh~

“Hmmh, yoboseo?”

“Hyunmei-ah! Cepat ke Rumah Sakit! Keadaan Kyuhyun kritis! Aku sudah meminta Jaejoong untuk menjemputmu! Palli!

”Tut..tut..tut..Aku belum sempat mencerna apa yang dikatakan Taemin oppa.

It’s gonna be me! Yung won hee neh gyut eh suh~

“Ne?”“Ini Jaejoong, aku didepan rumahmu. Palli!”

“Ne, oppa.”Aku menyambar jaketku yang digantung dan langsung keluar rumah.

“Kajja!”Aku langsung naik ke mobil Jaejoong oppa, Ryeowook sudah di dalam mobil. Dia menatapku dan tersenyum singkat.

Rumah Sakit.

Aku langsung berlari ke ruangan gawat darurat. Kulihat Taemin oppa dan Junsu oppa sedang duduk di depan ruangan itu.

“Oppa!”

“Hyunmei-ah, tiba-tiba saja keadaan Kyuhyun kritis tadi. Tapi dokter langsung datang dan menanganinya.” Jelas Taemin oppa sambil merangkulku.Aku mengepalkan tanganku dan berdoa untuk keselamatan Kyuhyun oppa.

“Tuhan. Tolong selamatkanlah dia.”

***********

Here Lies

Cho Kyuhyun

Hari ini adalah hari pemakaman Kyu oppa.

Malam itu, Kyu oppa tidak berhasil diselamatkan. Selama pemakaman berlangsung, hujan tidak berhenti mengiringi kepergiannya. Sepertinya langit pun ikut bersedih atas kepergiannya. Angin beku meresap kesela-sela suasana pemakaman yang terlihat mengerikan.

Kejam, rasanya. Ketika kau harus kehilangan orang yang sangat kau sayangi. Aku menangis dipemakaman tanpa mengeluarkan suara.

Yah, aku sudah tidak kuat. Oppa, aku tidak ingin kau pergi. Kenapa kau pergi sekarang? Kenapa tidak menungguku masti dulu saja?

Aku tiba-tiba terisak. Yah, inilah sekarang keadaanku. Menjijikkan, eh, bukan, lebih ke arah miris. Kini, aku tengah mengemis pada sebuah nisan. Inikah aku?

“Saeng…”, aku mendongak keatas.

Pengelihatanku hanya samar-samar tertutupi air mata. Disana, aku melihat oppa Taemin.

“Ayo pulang…”, katanya.

Pulang, yah, mungkin lebih baik aku pulang. Cho Kyuhyun sudah masa lalu! Aku etrus memekik pada diriku sendiri. Aku tahu, kalau aku harus melupakan Kyuhyun, tapi aku tidak bisa. Sulit…

Tapi, aku harus bisa!

“Baiklah oppa.”, aku mengangkat tubuhku yang sudah lemas. Meninggalkan secercah harapanku untuk bahagia bersama Kyuhyun.

Ketika sampai rumah, Taemin oppa menyerahkan selembar surat padaku. Aku duduk di meja belajar sambil menatap surat bewarna sapphire blue itu. Aku membukanya.

To: Naui Hyunmei

♥Hyunmei-ah. Jeongmall mianhae. Kurasa kau sudah tahu alasanku. Sebenarnya, hatiku sakit sekali saat aku harus melakukan itu.

Mianhae~Aku hanya tidak ingin kau merasa sedih jika waktuku telah tiba, tapi ternyata aku salah. Gomawo kau sudah menjagaku selama aku sakit. Mian sudah merepotkanmu.

Jeongmall gomawo, jagi. Dalam surat ini ada kalung, untukmu. Mian aku tidak bisa memberikannya langsung padamu, padahal aku ingin sekali. Aku harap kau akan selalu ingat padaku.

Hyunmei-ah, saranghae~ Jeongmal Saranghae… Aku mencintaimu, bukan mempermainkanmu. Kau tahu? Ada saat dimana kita tidak bisa memilih apa yang kita mau, tapi kita harus memilih apa yang harus kita pilih. Itulah takdir.

Jalanilah hidupmu dengan baik, demi aku, arasseo?

 

Cho Kyuhyun.

Aku mengeluarkan kalung itu dari dalam surat. Aku emmandang pilu ke arahnya. Sekelebat ingatan manisku bersama oppa Kyuhyun mulai naik turun ke dalam ingatanku.

Tak terasa, aku menitikkan air mataku. Untuk cintaku pada oppa, untuk masa-masa indahku bersama oppa, untuk setiap detik yang aku gunakan untuk mengingat sebuah nama, Cho Kyuhyun.

Entah berapa jam, aku menangis dalam diam. Kalung itu kini sudah basah karena air mataku.

“Kyu oppa, saranghae~ jeongmal saranghae~”

********

Sudah setahun berlalu sejak kepergiannya, namja yang sangat kucintai, baik sekarang maupun nanti. Aku menuruti permintaan Kyu oppa. Aku menjalani hidupku dengan baik. Kenangan bersamanya adalah kekuatanku. Hari ini adalah hari kelulusanku. Aku akan menjadi seorang mahasiswi.

“Hyunmei-ah! Dongsaeng-ku tersayang! Chukkae!” Taemin oppa memelukku erat, aku balas memeluknya.

“Gomawo, oppa.”

Taemin oppa melepaskan pelukannya dan menunjuk ke arah aula,

“Hya, masuklah~ akan ada pertunjukan.”

Aku mengerutkan keningku, aku berjalan ke arah aula tempat siswa-siswi berkumpul. Di aula ada sebuah grand piano bewarna hitam dan seorang namja sedang bersiap memainkan piano itu.

Love U More Love U MoreLove U More nae mam soge inneun neolLove U More Love U Morene sumgyeori nae mamsoge inneun geol

nopeun haneul araeui jageun jeom hanaga sarangeul noraehane Yeah~yeojeonhi geudae eomneun naui moseup nae yeopui geurimjaman banginehonjamanui saenggangmaneuro i sigan chaeul su eopgogeudaeui misoga gaseumsok (gipi) gadeuk chaeuneun geol

geudae mamsogeneun sarangi eomneungeolgidarim soge geudaewa geudaewa (I Pray For You)naui mamsogeneun modeunge sarangingeolne sumgyeori nae mamsoge inneun geol (neol gidarineun geol)

geu sarangi chajaolgeora mitneun gidarim soge jageun seolleimjogeumssik geudaega naege maemdoneun dalkomhan kiseu cheot neukkimcheoreommalhal su eomneun nae maeum sok i sarang jeonhal gil eopgogeudaega ul ttaemyeon maeum sok (gipi) gamssajugopeungeol

geudae mamsogeneun sarangi eomneungeolgidarim soge geudaewa geudaewa (I Pray For You)naui mamsogeneun modeunge sarangingeolne sumgyeori nae mamsoge inneun geol (neol gidarineun geol)

nae mamsoge sumswineun neol yeongwonhi I Love Ueonjena geudaereul geuriwohaneungeolgeu manheun naldeurui gieokdeulkkajidonanara neomani sarangingeol

naui mam sogeneun yeongwonhi neoppuningeolnal barabwajun geu nari oneun nal (I Pray For You)geudae mamsogeneun modeunge sarangingeolne sumgyeori nae mamsoge inneun geol (neol gidarineun geol)

Love U More Love U MoreLove U More nae mam soge inneun neolLove U More Love U Morene sumgyeori nae mamsoge inneun geor

Semua siswa yang ada disana bertepuk tangan untuknya, dia adalah Ryeowook. Dia membungkuk dan berjalan ke arahku. Semua mata memandangnya.

***ends of Hyunmei’s flashback***

“Hyunmei-ah, a-apa kau mau menjadi yeojachingu-ku?” Dia berlutut di hadapanku.Semua orang bersorak dan bertepuk tangan. Aku hanya mematung.

“Hyunmei-ah, ayo terima!”

“Hyunmei-ah! Jangan diterima! Akan kubunuh kau!”

“Huaaa cintaku bertepuk sebelah tangan!”Seperti itulah tanggapan mereka.

Aku masih mematung. Kuputuskan untuk meninggalkan ruangan itu.Aku berlari ke taman belakang sekolah. Aku terduduk dibawah pohon besar. Dipohon besar itu terdapat ukiran. Hyunmei♡KyuhyunSaranghae~ Jeongmall saranghae~

“Kyuhyun. Bogo shiepo. Kenapa kau meninggalkanku? Kyu babo. Saranghae~ Uhuhuhu……” Aku menangis di bawah pohon itu.

Kami yang membuat ukiran itu. Saat dia menyatakan cintanya padaku. Aku masih ingat jelas waktu itu.

“Hyunmei-ah~”Aku berbalik dan menghapus air mataku. Aku melihatnya menghampiriku dan duduk disebelahku.

“Kau menangis lagi yah? Hmmh.” Tanyanya sambil menatap langit, aku hanya mengangguk pelan.

“Jangan menangis lagi. Kyuhyun tidak suka melihatmu menangis. Seperti aku.”

Dia menatapku,“Saranghae~”Aku balas menatapnya, dia mendekatkan mukanya padaku dan dia mengecup keningku singkat. Dia tersenyum lalu meninggalkanku.Aku mengenggam kalung yang selalu kupakai, kalung berbentuk kristal salju pemberian Kyuhyun, hanya angin dari tadi menemaniku. Tiba-tiba aku mendengar suara orang yang sangat kurindukan. Suara Kyu oppa.

“Terimalah~ Dia bisa membahagiakanmu~ Saranghae~”Aku berbalik tapi tidak mendapati siapapun —- atau apapun.

Aku tersenyum singkat, “naddo saranghae, oppa~”

Aku mengehembuskan nafasku dan berlari mengejarnya.

“RYEOWOOK-AH!” Panggilku, dia berbalik.

“Brugh!”

“Aissh, kenapa ada batu disini, merusak suasana aja.” Gumamku pada batu yang membuatku terjatuh.

“Hyunmei-ah, gwaenchana?” Ryeowook sudah ada dihadapanku.Aku menatapnya dan memeluknya.

“Ryeowook-ah, beri aku satu kesempatan. Aku ingin belajar mencintaimu.”Ia terdiam, tapi tidak lama ia membalas pelukanku dengan erat.

“Gomawo, Hyunmei-ah~”Aku melepaskan pelukanku dan menatapnya, tidak lama ia tertawa.

“Waeyo?”“Aniyo. Kau babo. Kenapa bisa jatuh? Kekeke~”

“Aissh! Bukan mau-ku, habis ada batu disini.”

“Muahaha~ Hyunmei babo.” Dia terus tertawa, aku berdiri dan menjauh darinya. Tapi dia memelukku dan mengangkatku.

“Hyunmei-ah! Saranghaeyo~ Aku harap kau bisa membalas perasaanku.”

Aku hanya tersenyum.“Kyu oppa, sepertinya kau benar. Gomawo, oppa. Saranghae~”

“Saranghae Ryeowook oppa. Jeongmal Saranghae…”

The End.

 

COMMENT PLEASE!!!!

About azuhra

Hi... :) I'm just a little girl in a big world. I'm Indonesian. Nice to meet you all. I heart you all. Oh, i forget it, i'm moslem. and i'm not a terorist!!! there's no moslem is terorist. terorists aren't moslem. ^^

Posted on 15 Desember 2010, in AUTHOR, KATEGORI, Lee Hyo In, SHINee Fanfiction, Shinki Fanfiction, Super Fanfiction and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 20 Komentar.

  1. maaf yah.. belum sempet baca dari awal ==’

  2. Kyuppa…
    Knpa hrus mati sh?Knp gk yg lain aja??
    Hiks..
    Tp bgus,ayok buat lg,kalo bsa aku yg djadiin cast’a,hehe…

  3. Hiks..
    Aku sdih..

  4. Cek,cek,
    ni koment masuk kagak ya?Susah mau koment,ol pke hape sh..
    *plak#gk pntng..

    Crtnya bgus,walaupun kcwa juga,knp hrus kyu yg perg,knp gk yg lain aja..
    Hiks…

  5. waaaaaahhhh….nice FF…aku suka…^^

  6. Hua. .Kyu mati?
    Kayanya kyu cocok jd peran org penyakitan. .
    *diplototin kyu
    haha daebak chingu. .

  7. Hua. .Kyu mati?
    Kayanya kyu cocok jd peran org penyakitan. .
    *diplototin kyu
    haha daebak ffnya chingu. .

  8. wah so sweeeeet bgt,

    yah walaupun aq baru baca part ini, tp nanti aq baca part selanjutnya deh,
    tp sayang kyu.nya meninggal, eh tp g pa” deh soalnya masih ada wookie “maruk”😉 heheheheee

    bagus chingu ff.nya, kalo bisa bikin kelanjutan hubungan hyunmei ama wookie (cuma usul kok)😉

  9. wah so sweeeeet bgt,

    yah walaupun aq baru baca part ini, tp nanti aq baca part selanjutnya deh,
    tp sayang kyu.nya meninggal, eh tp g pa” deh soalnya masih ada wookie “maruk”😉 heheheheee

    bagus chingu ff.nya, kalo bisa bikin kelanjutan hubungan hyunmei ama wookie (cuma usul kok)😉

  10. wah ak telat baca ..

    kenapa ku meninggal T.T
    author tega sekali kau *ditimpuk author gara” cerewet*

    nice ff😄

  11. kasian kyu :’)
    tapi syukurlah ada yg jagain hyunmei, kekekeke

  12. kyu udah menderita mati lg, ah merana bgt. . .

  13. hiks2. kyu mati. hwaaa.

  14. So sweet…
    Akhr yg bhgia..
    Mski pas d tngh” crta aq smpt nangs..
    Ngbyngin bdn krus kyu d ksur rs..
    Kshan sx nasib mu kyu oppa..
    Saranghae,,
    jeongmal saranghae~~

    Aq tggu ff slnjt’a..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: