[FF/S/3/PG-15] Past Story Was Gone

Title :

Past Story was Gone

*Gwageoui Iyagiga Eobs-eo Jyeoss-eoyo *

Author :

Areta Annora “REANN”

Cast :

– Park Yeon Ah, called Yoona *YOU-Readers*

– Kim Kibum *Key*

Disclaim :

I only have the plot

Supported Cast :

– Kim Jonghyun *Jonghyun*

– Han Yong In *Yong In*

– Lee Jinki *Jinki*

– Choi Minho *Minho*

– Lee Taemin *Taemin*

Genre : Sad Romance

LENGHT : Chapter 3 [2344 words]

=============================================

“Sabarlah Yoona. Kuatkan hatimu. Jika saat ini kau membuka pintu dan menatap wajahnya lagi. Kau tidak akan kuat untuk meninggalkannya lagi.”batin Yoona menyemangati dirinya sendiri dalam hati.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Jinki tiba-tiba sambil menatap Key yang tengah terduduk di lantai dengan tatapan aneh.

Key tidak menjawab.

“Ayo pergi. Bagaimana jika orang lain melihatmu seperti ini?” Jinki menarik tangan Key.

Key melepasnya. Jinki menarik napas panjang.

“Saat ini kau ada di tempat umum. Ayolah. Kau ini Kim Kibum. Kau akan menarik perhatian para wartawan.”lanjut Jinki.

Key tetap tak menjawab. Jinki ikut duduk di samping Key.

Dua orang yeoja lewat di depan mereka lalu segera berbisik – bisik.

“Ayolah. Jangan begitu. Pikirkan SHINee. Bayangkan apa yang akan mereka pikirkan jika mereka melihat seorang Kim Kibum di depan kamar hotel seorang yeoja.” Bisik Jinki seraya mencoba menurunkan topinya untuk menutupi wajahnya dari wanita tadi.

“Hyung, lihat dirimu. Kau tiba-tiba saja bilang ingin belajar Bahasa Inggris di Amerika. Dan sekarang kau kembali bersama seorang wanita. Menurut hyung apa yang akan dipikirkan mereka?” balas Key.

Jinki tampak terkejut mendengar Key mengatakan hal itu. Sejenak kemudian raut mukanya berubah murung. Jinki menunduk.

“Bisa kita bicarakan hal ini di tempat lain?”pinta Jinki seraya bangkit berdiri dan melangkah pergi.

“Apa kau Key SHINee?”tanya yeoja itu.

Key tidak menjawab melainkan mengikuti Jinki.

Jinki membawa Key ke loby bawah. Di bagian pojok yang sepi dan tertutup bayangan sebua patung.

“ Berapa kali harus ku katakan padamu, gunakan topi jika kau ingin keluar”

“Aku harus bertemu dengan nuna.”

“Bagaimana pertunanganmu?”

“Aku benar – benar harus bertemu dengannya.”

“Bagaimana keadaan SHINee?”

“Hyung..”

“Apa kau dan Jonghyun masih sering menjahili member lain?”

“Apa yang sebenarnya hyung katakan?”

“Hhh… Sudah lama aku tidak bertemu Taemin. Apa dia masih Taemin yang polos?”

“Hyung, aku sedang bicara denganmu! Berhentilah mengalihkan pembicaraan kita!”

Jinki terdiam. Kembali menarik napas panjang. Lalu tersenyum penuh arti.

“Cepat atau lambat kau akan tahu.” Ucap Jinki lirih.

“Tahu mengenai apa?” tanya Key.

Jinki mengacak rambut Key seraya tertawa kecil.

“Hyung…”ucap Key.

Jinki melepas topinya dan meletakkannya di kepala Key hingga menutupi wajahnya.

“Sampaikan salamku untuk member lainnya.” titip Jinki seraya pergi meninggalkan Key.

______________________________________________________________________________

“Semua sudah beres.”ucap Jinki bangga seraya memasuki kamar Yoona.

Raut wajah Jinki langsung berubah melihat Yoona duduk di lantai dengan sebotol minuman keras di tangannya.

“Kenapa kau minum minuman keras!?” tanya Jinki seraya merebut minuman itu dari tangan Yoona.

“Seharusnya kau menjaga kondisi fisikmu.” lanjut Jinki seraya menatap wajah Yoona yang makin hari makin pucat.

“Berikan padaku.” Pinta Yoona seraya merebut kembali minumannya.

Jinki kembali merebutnya. Sementara Yoona lagi – lagi merebutnya. Jinki menarik minuman itu dan segera menghabiskannya sebelum Yoona kembali merebutnya.

Yoona menunduk lemah. Jinki ikut duduk di sampingnya. Mereka terdiam sejenak.

“Jinki-ya…”panggil Yoona dengan suara serak.

Jinki menoleh.

“Bolehkah aku tinggal disini… sedikit lebih lama lagi?”tanya Yoona.

“Kau pasti mabuk.”ucap Jinki tanpa memperdulikan permintaan Yoona.

Yoona kembali meneteskan air matanya dan mulai terisak.

“Dia bilang dia masih mencintaiku… Dia bilang dia masih mencintaiku…”ucap Yoona di tengah tangisnya.

“Aku tahu. Dia sudah bertunangan. Dan aku tidak boleh menghancurkan hubungannya. Tapi, dia masih mencintaiku… Dan aku pikir… aku juga masih mencintainya… “ lanjut Yoona.

Jinki menariknya lembut ke dalam pelukannya. Membiarkan gadis itu menangis di dadanya. Membiarkan air mata membasahi pakaiannya.

“Apa yang harus kulakukan? Apa?” tanya Yoona.

“Kalau memang menyukainya, katakan saja yang sebenarnya terjadi. Katakan semuanya. Perasaanmu, penyakitmu, surat itu.”usul Jinki.

“Mana boleh aku berbuat begitu. Bagaimana dengan tunangan Key?”tanya Yoona.

“Pabo. Dari dulu yang kau pikirkan hanya tunangan Key. Lalu, bagaimana dengan Key sendiri? Pikirkan dulu mengenai hal itu. Setelah kau tahu jawabannya, hubungi aku.”ucap Jinki seraya melepaskan pelukannya dan meninggalkan Yoona.

“ Jinki-ya…”panggil Yoona sebelum Jinki melangkah keluar dari ruangan.

“Aku akan melepasnya.”lanjut Yoona lirih.

“Tapi, bolehkah aku menghabiskan sisa hidupku disini?”tanya Yoona.

“Kau yakin?” Jinki balik bertanya.

Yoona menggangguk lirih.

“Asalkan bisa melihat Key sedikit lebih lama lagi… mungkin aku… bisa mati dengan tenang…” ucap Yoona lagi.

“Jadi, cuma begitu?” tanya Jonghyun tak percaya setelah Key menyelesaikan ceritanya.

“Memang apa yang hyung harapkan?” Key balik bertanya.

Jonghyun kembali menggaruk kepalanya. Key menarik napas panjang.

“Yang penting aku sudah mengatakan semuanya.” lanjut Key pasrah.

“Tapi, dia belum mengatakan semuanya kan?”tebak Jonghyun.

Raut wajah Key berubah. Benar, masih banyak hal yang belum dikatakan Yoona.

“Mau mengatakan atau tidak, itu terserah dia.”jawab Key lemah.

“Lalu Jinki hyung?”

“Aku tidak tahu. Dia hanya berkata cepat atau lambat aku akan mengetahuinya.”

“Mengetahui apa?”

Key menggeleng. Jonghyun menarik napas panjang. Raut wajahnya nampak kecewa.

“Huh… Apa yang sebenarnya terjadi? Lima tahun lalu, Yoona meninggalkanmu ke Amerika tanpa alasan yang jelas. Dan setahun yang lalu, Jinki hyung meninggalkan SHINee sementara ke Amerika tanpa alasan yang kurang jelas. Sekarang, tiba–tiba mereka kembali tanpa alasan yang jelas. Huh… Ada apa antara dua orang itu?”

Key melepas topinya dan menaruhnya di dalam laci. Sementara Jonghyun masih terus menyusun hipotesanya.

“Apa ada kemungkinan mereka…?”

“Aniyo. Jika hanya karena Jinki hyung menyukai noona, kupikir tidak akan serumit ini.” Jawab Key.

Jonghyun kembali berpikir.

“Hyung…”panggil Key.

Jonghyun menoleh.

“Tidurlah… Sekarang sudah larut malam.”lanjut Key seraya merebahkan dirinya di tempat tidur.

Jonghyun menyerah dan ikut merebahkan tubuhnya.

“Kau serius ingin melupakannya?” tanya Jonghyun.

Key tidak menjawab.

“Bukankah kau sudah begitu lama menunggunya. Setelah akhirnya bertemu, apa kau akan melupakannya begitu saja?”tanya Jonghyun lagi.

“Jadi apa yang harus kulakukan? Meninggalkan Yong In begitu saja? Hyung, aku pernah ditinggalkan. Dan aku tidak mau Yong In merasakan hal yang sama seperti yang dulu kualami.” jawab Key.

“Bukan begitu. Hanya saja… Kurasa… Ah, lupakan saja! Kau benar. Saat ini, kau sudah punya Yong In.” Jonghyun menyerah seraya memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur. Demikian juga Key.

Tapi, biarpun matanya terpejam, dia takkan pernah bisa tertidur. Semenjak Yoona pergi, Key tak pernah bisa tertidur lelap. Dia selalu terjaga. Jika suatu saat Yoona pulang dan menyapanya di depan gerbang rumah. Setelah melihat lampu kamar Yoona dimatikan, barulah Key bisa tertidur. Ah… Itu kan lima tahun yang lalu. Keadaan sudah berubah sekarang.

Pagi–pagi buta, Key telah terbangun. Ia benar–benar tidak dapat tidur. Jonghyun masih tertidur lelap di sampingnya. Key melangkah keluar. Udara masih dingin dan jalanan juga masih sepi.

“Baguslah. Tidak ada orang yang akan mengenaliku.” Gumam Key dalam hati. Key terus berjalan tanpa arah yang pasti. Pikirannya masih terfokus pada kejadian malam itu.

Tanpa sadar langkahnya membawa Key ke pohon itu lagi. Key menatapnya kosong. Aliran waktu juga telah mengubahnya. Batangnya nampak begitu kering namun tetap kuat. Sementara daun yang berwarna merah, berguguran. Lingkungan di sekitarnya juga telah berubah. Dulu, tempat ini hanyalah tempat kosong yang ditumbuhi ilalang. Namun, kini pohon itu dikelilingi pusat perbelanjaan. Semua telah berubah…

“Key, apa yang kau lakukan disini?” tanya Yoona yang baru tiba di tempat itu.

“Nuna sendiri?” Key balik bertanya. Yoona tidak menjawab melainkan membungkuk dan mengambil sehelai daun yang tergeletak di tanah.

“Nuna… masih suka daun gugur?” Key mengganti topik pembicaraan.

“Ne. Benar–benar suka. Warnanya begitu indah. Sayang sekali pada akhirnya harus dibuang begitu saja.” Jawab Yoona seraya tersenyum tipis.

“Kupikir noona sudah berubah dan tidak lagi menyukai daun yang berguguran.”

“Aku belum berubah. Semua yang dulu kusuka, sampai sekarangpun aku masih suka.” Ucap Yoona seraya menatap wajah Key.

“Nuna, apakah akan kembali ke Amerika?”

“Tidak.”

“Jadi, akan menetap di Korea?”

“Tidak juga. Aku… ada tempat yang harus dituju?”

“Kemana?”

Yoona tersenyum manis.

“Tempat yang jauh.”

“Jauh?”

Yoona kembali tersenyum lalu pergi meninggalkan Key.

”Ke tempat yang jauh? Sejauh apa?”, batin Key.

“Anak muda! Hey, anak muda!” panggil tukang sapu di daerah itu.

Dia sudah bekerja lama di tempat ini. Dulu, Key dan Yoona sering bertemu dengannya yang sedang membersihkan tempat ini.

“Sudah lama sekali tidak bertemu. Kau masih mengenalku?” tanya tukang sapu itu. Key mengangguk.

“Anak muda, aku minta maaf telah berbuat lancang. Lima tahun yang lalu, aku menemukan sebuah surat dan tanpa sengaja aku membacanya. Sepertinya ini ditujukan untukmu. Aku berniat untuk segera memberikannya padamu. Tapi, kau tidak pernah kembali lagi ke tempat ini.” Lanjutnya seraya menyerahkan sehelai surat lusuh.

“Tadinya aku berniat untuk membuangnya, tapi sepertinya isinya penting. Semoga saja masih belum terlambat.” Kata tukang sapu seraya meninggalkanku.

Key perlahan membukanya. Tulisan ini. Tulisan tangan noona…….

Key, besok aku akan pergi ke Amerika. Kau tidak apa kan? Tapi, aku akan kembali. Pasti kembali. Akan kusempatkan sekali dalam setahun, tiap 23 September, kukunjungi tempat ini. Aku akan menunggu sehari penuh di tempat ini. Jika kau tidak datang, aku akan tetap datang pada tahun berikutnya, dan tahun berikutnya lagi. Selamanya akan datang dan menunggumu. Dan selama rentang waktu kepergianku… Pikirkanlah mengenai hubungan kita… Temui aku di tempat ini setelah kau memutuskan jawabannya.

Key terduduk lemas. Jadi begitu? Jadi, noona selama ini juga terus menunggu? Dan aku mengakhiri penantiannya dengan memperkenalkan Yong In sebagai tunanganku? Namja macam apa aku ini? Key segera berlari secepat yang ia bisa. Berlari ke Seoul Hotel.

“Noona!” panggil Key seraya mengetuk pintu kamar keras–keras. Beberapa orang yang berada di korodor langsung mengerubunginya. Pantas saja, matahari sudah terbit dan orang – orang sudah terbangun. Sementara Key lagi–lagi tidak mengenakan topi atau kacamata hitam.

“Bukankah dia Key SHINee?” tanya seorang tamu.

Yoona membuka pintu kamarnya.

“Key?” tanya Yoona kaget.

“Astaga! Bukankah Key akan menikah dengan Yong In? Kenapa ia datang ke kamar hotel yeoja lain?” tanya seorang remaja.

“Apa dia berselingkuh?” Timpal temannya.

“Cepat masuk!” perintah Yoona seraya menarik Key ke dalam kamarnya sebelum kerumunan orang makin ramai.

“Yeoja itu menarik Key ke dalam kamarnya! Berani sekali dia!” suara kerumunan terdengar lagi.

“Kau ini bodoh atau apa?” gerutu Yoona.

“Nuna… Kenapa kau tidak mengatakan apapun mengenai hal ini?” tanya Key seraya mengeluarkan kertas itu dari saku celananya. Yoona terdiam tanpa tahu harus berkata apa.

“Nuna, kau ini bodoh atau apa!? Aku terus menunggu selama lima tahun! Aku begitu sakit mengetahui nuna meninggalkanku begitu saja!” ucap Key setengah berteriak.

“Tapi… mengetahui keberadaan surat ini… jauh membuatku lebih sakit. Sangat sakit… Sampai mau mati rasanya… Kenapa tidak nuna beritahu dari dulu bahwa nuna juga mencintaiku? Membuat hati nuna sakit jauh lebih sakit dari membuat hatiku sendiri sakit.” Lanjut Key lirih.

“Kenapa nuna tidak memberitahuku sejak awal?” tanya Key lagi.

“Hal itu sudah lima tahun yang lalu. Sekarang aku sudah berubah.” Balas Yoona lirih.

“Lalu kenapa 23 September tahun ini noona masih menunggu di bawah pohon itu?” tanya Key menyelidik.

“Aku sedang berlibur ke Korea. Dan mendadak aku ingin melihat tempat itu.”

“Lalu telepon setiap malam 22 September? Nuna juga kan yang melakukannya?”

“Untuk apa aku melakukan hal aneh semacam itu?”

“Nuna yang melakukannya. Aku yakin itu. Nuna pergi karena suatu hal. Tapi, nuna belum bisa melepasku. Karena itu meninggalkan surat. Tapi, entah karena apa aku baru bisa menerimanya hari ini. Nuna terus datang selama lima tahun ini. Terus menunggu. Tapi, aku tidak pernah datang.” Jelas Key.

“Aku hanya berlibur, Key…”

“Baik! Lanjutkan saja! Teruslah bohongi aku! Aku memang hanya dongsaeng yang bodoh! Aku benar–benar bodoh… Aku tidak berbuat apapun saat nuna pergi… Lima tahun ini aku hanya menunggu seperti orang bodoh… Bahkan aku mengakhiri penantianku dengan bertunangan dengan Yong In. Aku… benar – benar bodoh…!!!”

Bibir Yoona mendadak terkunci. Benar. Dia terus membohongi Key. Perlahan dipeluknya namja itu.

“dongsaengku… sudah menjadi namja sekarang…” desah Yoona lirih.

Key terdiam.

“Mianhaeyo…jeongmal mianhae..Tidak memberitahumu sebelumnya…” lanjut Yoona.

“Aku… ada penyakit…” Yoona memulai ceritanya.

“Penyakit?” tanya Key kaget seraya melepaskan pelukan Yoona untuk melihat wajahnya.

“Penyakit yang sama yang juga menyebabkan ayahku meninggal. Saat itu, aku benar– benar bingung. Lalu, Jinki mengatakan bahwa di Amerika ada dokter yang bisa mengobati penyakitku. Beberapa hari setelahnya penyakitku benar–benar bertambah parah. Aku memutuskan untuk pergi ke Amerika dengan alasan melanjutkan sekolah. Aku mencoba memberitahumu. Tapi…” ,

“Tapi, aku tertidur. Noona berusaha memberitahuku melalui surat itu. Tapi juga gagal.” Tebak Key.

Yoona mengangguk.

Tiba – tiba ponsel Key berdering. Key mengangkatnya.

“Apa yang kau lakukan!? Sebentar lagi kau akan menikah dan sekarang kau ada di kamar hotel bersama yeoja lain.” Ucap Jonghyun.

“Darimana hyung tahu?” tanya Key.

“Ayolah! Apa kau hidup di jaman batu? Sekarang sudah ada internet. Segera kembali kemari. Sebelum masalah semakin bertambah rumit.”

“Tapi…” ,

“Demi Yong In. Aku tidak tahu kau ada masalah apa dengan Key. Tapi saat ini kau adalah tunangan Yong In.” Potong Jonghyun seraya mematikan ponselnya.

Key memasukan ponselnya kembali ke dalam saku.

“Key … pulanglah…” perintah Yoona halus. Key menengok. Sejenak ia nampak bingung. Namun, sedetik kemudian Key segera berlari keluar menyeruak di antara kerumunan orang yang ternyata masih menunggu di depan pintu kamar Yoona.

“Masa lalu tetaplah masa lalu. Terimalah, Yoona. Dia bukan milikmu lagi…” ucap Yoona kepada dirinya sendiri.

“Bodoh!” bentak Jonghyun seraya memukul kepala Key pelan.

“Sekarang sudah bukan lima tahun yang lalu! Lihatlah ke depan!” lanjut Jonghyun.

“Apa yang terjadi padamu hyung? Kau adalah satu–satunya orang yang kupercaya. Aku bahkan selalu menceritakan semuanya padamu.” Tanya Key.

“Tapi bukan begini caranya! Kau telah menyakiti Yong In.” Balas Jonghyun.

“Hyung? Kau… apa kau… menyukai Yong In?” tanya Key lirih.

Jonghyun perlahan melemaskan kepalan tangannya.

“Aku sudah melepasnya untukmu.” Ucap Jonghyun lirih.

“Tapi, aku tidak memintanya.” Balas Key.

“Memang kau tidak memintanya. Tidak ada seorang pun yang memintaku melepasnya. Tapi… tidakkah kau merasakannya? Dia begitu berbeda jika bersamamu. Sadarkah dirimu? Bahwa yang Yong In suka hanya kau.” Jawab Jonghyun lirih.

“Jadi, kau melepas Yong In…”sambung Key.

”Dan sekarang kau melepasnya demi Yoona…”tambah Jonghyun.

“Tapi, hyung… Sekarang sudah berbeda. Aku sudah mengetahui semuanya. Alasan kenapa noona pergi. Dan aku tidak mungkin meninggalkannya.”

“Aku telah melepas Yong In untukmu.” Ulang Jonghyun.

“Apa kau tengah memaksaku untuk melepas noona?”

“Kau dan Yoona adalah kisah lima tahun lalu. Dia meninggalkanmu. Apa kau sudah lupa bagaimana sakitnya ditinggalkan?”

“Dia pergi untuk alasan yang kuat.”

“Aku pikir kau yang paling tahu mengenai pedihnya ditinggalkan. Apa kau tega membuat Yong In merasakan hal yang sama denganmu dulu?”

Key tak menjawab.

“Yong In mencintaimu. Semua orang tahu itu! Pikirkan itu baik–baik.” Ucap Jonghyun seraya pergi.

===========T.B.C===========

 

About kkangrii

| Moslem |

Posted on 21 Desember 2010, in Riyantika Sussi, SHINee Fanfiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. Dilema menghampiri Key. . .
    ~,~

  2. lanjut…
    huhuhuhuhuhu critnya sedih hikz hikz*nangis breng Key*

  3. uaa..jdi KEY sih lebih trima trima kenyataan yg d dpan mta..wkwk

  4. hwa n.n kalo aku ada di posisi KEY pasti bingunk 1/2 matii Yong In or Yonna
    argg bingnk *0*)”
    lebih baik lanjunkan eon, critanya ^^ di tunggu

  5. admin.. yang part 2 nya mana ya?? kok gak ada?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: