[FF/S/2/PG-15] De Javu

Judul : De Javu

Penulis : Rheindafha Suastama

Pemeran Utama : Kyuhyun & Sungmin

Pemeran Tambahan: all member super junior

Panjang : Chaptered [2/7]

Rating : Yaoi/PG-15

Genre : Roman/Persahabatan

~~~~~~~~

Kursi yang diduduki Sungmin kakinya patah membuatnya jatuh ke lantai. Kyuhyun tertawa keras.

“Kena juga!” serunya puas.

Sungmin meringis kesakitan dan mengusap-usap pantatnya yang berdenyut nyeri. Seseorang mengulurkan tangan. Sungmin mendongak dan dilihatnya seorang anak laki-laki bertampang manis menatapnya.

“Gomawo, Ryeowook,” ujar Sungmin. Dia menyambut uluran tangan cowok itu kemudian berdiri.

“Ne,” kata Kim Ryeowook lalu mengajak Sungmin duduk di kursinya untuk sementara.

Sungmin menatap ke arah Kyuhyun dengan penuh kebencian. Dia bangkit hendak menghampirinya ketika Ryeowook menahan tangannya.

“Lepaskan,” kata Sungmin.

Ryeowook menggeleng. “Jangan. Sungmin tidak boleh kesana. Sungmin akan dapat masalah lagi,” katanya bersikeras.

Sungmin hendak membantah ketika terngiang lagi ucapan kakaknya tadi pagi, “Jangan buat masalah di sekolah. Pokoknya aku tidak mau dengar kau berkelahi di sekolah lagi.”

Sungmin menelan ludah dengan susah payah kemudian duduk kembali. Seseorang telah membawa kursi baru untuk Sungmin. Ryeowook menerimanya lalu meletakkannya di belakang meja Sungmin.

“Ayo, Sungmin,” kata Ryeowook sambil menarik tangan Sungmin untuk kembali ke bangkunya.

Sungmin duduk di kursinya sambil menoleh ke arah Kyuhyun. Cowok itu kini menjulurkan lidah ke arahnya.
Saat itu, Sungmin berharap mimpinya jadi kenyataan.

Hari itu Sungmin tidak mengikuti pelajaran dengan konsentrasi penuh. Mengingat Kyuhyun selalu membuatnya marah. Yang membuatnya tidak habis pikir, kenapa dalam mimpinya dia menjadi pacar Kyuhyun.

Yah, mimpi ‘kan tidak sama dengan kenyataan, pikirnya. Tetapi kemudian dia menyadari itu artinya Kyuhyun juga tidak akan mati tertabrak truk. Dia menyesalkan kemungkinan bahwa Kyuhyun akan hidup cukup lama.

Sebuah benda keras yang menghantam dahinya membuat Sungmin tersentak dari lamunannya.

“Lee Sungmin! Kalau melamun, keluar saja!” teriak guru matematikanya. Tangan sang guru sudah memegang spidol, siap dilemparkannya lagi pada Sungmin.

“Mianhe,” kata Sungmin lalu membungkuk mengambil benda yang menghantam dahinya tadi. Rupanya penghapus papan tulis.

Sungmin mengambilnya lalu mengembalikannya ke meja guru. Sang guru menatapnya tajam. Sungmin hanya nyengir minta maaf.

Saat berjalan kembali ke mejanya, dia menangkap pandangan Kyuhyun. Dahinya mengernyit. Itu bukan pandangan mengejek atau senang. Mata Kyuhyun yang menatapnya terlihat khawatir.

Sungmin tidak mengerti. Dia menoleh Ryeowook. Cowok itu menunjuk dahinya.

“Ha? Apa?” tanya Sungmin tanpa suara.

Ryeowook tidak menjawab. Tangannya kembali menunjuk dahinya. Menunjuk Sungmin kemudian menunjuk dahinya sendiri.

Sungmin meraba dahinya dengan bingung. Tiba-tiba terasa perih. Dia melihat tangannya dan terkejut melihat warna merah bebercak disitu. Dahinya berdarah terkena lemparan penghapus papan tulis itu rupanya.

Sungmin bergegas berdiri. Dia menghampiri meja guru.

“Ada apa?” tanya itu dengan ketus.

“Dahi saya berdarah,” kata Sungmin. “Kalau anda mengijinkan, saya harus ke UKS untuk mengobati luka saya.”

Guru itu mendengus lalu berkata acuh tak acuh. “Pergilah.” Nadanya seolah-olah berkata, “Itu salahmu sendiri,” kemudian kembali melanjutkan pelajaran seolah tak ada interupsi.

Sungmin berhasil menahan dirinya untuk tidak memukul hidung laki-laki tua itu. Sebagai gantinya dia membungkuk kemudian bergegas ke UKS.

Sambil berjalan dia menggerutu pelan. Dia tidak memperhatikan jalannya sehingga dia menabrak seseorang di belokan koridor.

“Aduh!” serunya pelan. Dia terhuyung ke belakang. Tetapi sebelum dia jatuh, orang itu sudah memegang lengannya.

“Gomawo,” kata Sungmin pelan.

“Lain kali kalau jalan lihat-lihat.”

Sungmin mendongak kaget. Di depannya, Donghae menatapnya dengan pandangan sinis yang biasa. Sungmin menyesal telah berterimakasih.

“Sedang apa kau disini?” tanyanya ketus.

Donghae mengangkat sebelah alis menatapnya. “Kau sendiri sedang apa? Bukannya seharusnya kau di kelas?” tanya Donghae.

“Cerewet ah,” kata Sungmin. Dia berjalan melewati Donghae tetapi cowok itu melangkah minggir menghalangi jalannya.

“Kau belum minta maaf,” kata Donghae sambil mencekal lengan Sungmin.

Sungmin mengibaskan tangannya keras-keras. “Apaan sih! Lepaskan aku!” serunya. “Kau mau membuatku berdarah lebih banyak?”

Saat itu barulah Donghae melihat seberkas warna merah pekat di dahi Sungmin. Tiba-tiba dia melepaskan tangannya.

“Kenapa dahimu?” tanyanya pelan. Untuk pertama kalinya, suaranya terdengar manusiawi. Tidak ada nada sinis seperti biasanya.

“Bukan urusanmu,” kata Sungmin kemudian bergegas meninggalkan cowok itu dan pergi ke UKS yang letaknya tak jauh dari situ.

Sungmin masuk UKS dengan menggerutu kemudian berjalan menuju kotak obat. Dia mencari antiseptik dan tiba-tiba bingung sendiri. Disitu ada beberapa botol obat yang berderet. Yang mana yang harus dipakainya?

Terdengar suara seseorang masuk dan Sungmin menoleh. Betapa herannya dia melihat Donghae berjalan menghampirinya.

“Mau apa kau mengikutku?” tanyanya.

“Kau ‘kan bodoh,” kata Donghae sadis. “Aku tahu kau tidak akan bisa membedakan sulfat dengan peroksida.” Suaranya kembali tak berperasaan.

Sungmin menggigit bibirnya. Dasar brengsek, umpatnya dalam hati meskipun dia mengakui bahwa kedatangan Donghae membantunya. Tapi dia tidak akan melontarkan ucapan terima kasih lagi dari mulutnya. Jangan harap.

“Berikan,” kata Sungmin meminta ketika Donghae telah mengeluarkan sebuah botol.

“Diam,” kata Donghae. Dia mengambil kapas, perban dan plester. Dia menatap Sungmin. “Duduk,” perintahnya.

“Apa-apaan, sih?” protes Sungmin ketika Donghae mendorongnya duduk.

“Aku bisa sendiri. Hentikan. Aku bisa—“

Kalimatnya terhenti ketika Donghae mengusap dahinya yang terluka dengan kapas basah. Sungmin meringis.

“Perih ya? Tahan sedikit,” kata Donghae. Dia menuang cairan di botol yang dipegangnya ke kapas lain kemudian kembali mengusapkannya ke dahi Sungmin.

Sungmin diam saja ketika Donghae juga memotong kain perban lalu menempelkannya ke dahinya dengan plester luka.

“Terima kasih,” ujarnya ketika Donghae mengembalikan botol obat, kapas, perban dan plester ke dalam kotak obat. Kata-kata itu meluncur begitu saja di luar kendalinya.

“Sama-sama,” balas Donghae. “Ayo kembali ke kelas,” tambahnya lalu berjalan ke pintu UKS.

Langkahnya terhenti ketika Sungmin tidak bergeming dari duduknya. Donghae menatapnya. Cowok itu terlihat menerawang.

“Kau kenapa?” tanya Donghae heran.

“Kupikir kau sama jahatnya dengan teman-temanmu,” kata Sungmin pelan. Dia menoleh Donghae.

“Ternyata kau baik juga.”

Donghae tersenyum. Sungmin merasa jantungnya berdegup kencang. Dia mengepalkan tangannya erat-erat. Jangan bodoh, Sungmin, pikirnya. Kenapa kau terpesona segala?*Itu wajar saja kok*

“Terima kasih kalau kau menilaiku begitu,” kata Donghae. Dia berbalik lalu berjalan keluar. Ketika sampai tepat di depan pintu tiba-tiba di kembali menoleh Sungmin.

“Kurasa kau perlu tahu,” katanya sambil tersenyum geli, “semua botol disitu isinya peroksida. Sepertinya dibuat begitu supaya orang bodoh sepertimu tidak sampai tertukar.”

Sungmin ternganga sementara Donghae meninggalkannya sambil tertawa pelan. Selama beberapa saat dia hanya tercengang kamudian dia mengalihkan pandangannya pada kotak obat di sudut ruangan. Lain kali dia akan mengganti isi botol minuman Donghae dengan peroksida, sumpahnya dalam hati.

Waktu Sungmin kembali ke kelas, pelajaran matematika telah usai dan masuk waktu istirahat. Ketika dia berjalan ke bangkunya, dia mendengar Kyuhyun berteriak,

“Baik-baik saja, Bodoh?!”

Sungmin tidak menanggapi. Dia menghampiri Ryeowook yang sedang makan.

“Sungmin mau?” kata Ryeowook sambil mengulurkan sandwichnya.

“Terima kasih,” kata Sungmin. Dia mengambil kursinya dan duduk di sebelah Ryeowook. Dia menoleh ke arah kelompok Kyuhyun dan kawan-kawan.

Donghae sedang minum jus. Kibum sedang membaca buku. Eunhyuk sedang makan cokelat. Yesung sedang mendengarkan musik dengan head phone. Dan bisa ditebak, Kyuhyun sedang mengerjai seseorang yang duduk di depannya.

“Haah,” kata Sungmin.

Ryeowook menoleh mendengar Sungmin menghela napas panjang.

“Sungmin, dahinya masih sakit?” tanyanya.

Sungmin meraba dahinya. “Sudah tidak terlalu sakit,” katanya pelan. “Tadi Donghae sudah mengusapnya dengan peroksida. Jadi tidak perih.”

“Donghae?”

“Iya.”

Ryeowook menatap Sungmin. Merasa dipandangi, Sungmin menoleh.

“Apa sih?” tanyanya.

Ryeowook menggeleng. “Tidak. Tidak apa-apa,” kata Ryeowook lalu menambahkan.

“Kupikir Sungmin benci kelompok mereka. Tapi tadi dahinya diobati sama Donghae.”

“Kalau Kyuhyun, lebih baik dahiku cacat seumur hidup,” kata Sungmin.

“Donghae ‘kan tidak pernah menggangguku. Jadi, yah, kubiarkan saja.”

“Lagipula, menurutku cuma Kyuhyun yang menyebalkan,” kata Ryeowook sambil mengamati Kyuhyun yang sekarang menggantungkan tas seorang teman mereka ke dahan pohon yang tumbuh di luar jendela.

“Kibum sok tahu.”

“Dia ‘kan memang pintar.”

“Yesung tidak pernah tersenyum.”

“Mungkin sudah bawaan lahir.”

“Eunhyuk sok manis.”

“Tapi memang manis ‘kan?”

“Iya sih,” kata Sungmin pelan. Entah baru tahu atau terlambat menyadarinya dia melihat bahwa kelima cowok itu memang tampan.*setuju!!!*

~~~~~~~~TBC~~~~~

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About azuhra

Hi... :) I'm just a little girl in a big world. I'm Indonesian. Nice to meet you all. I heart you all. Oh, i forget it, i'm moslem. and i'm not a terorist!!! there's no moslem is terorist. terorists aren't moslem. ^^

Posted on 1 Januari 2011, in AUTHOR, Freelance Author, KATEGORI, Super Fanfiction and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. hahaha kocak juga hahahha
    donghae ku baiiiikkkk😀 *dilempar ELFish

  2. woooo .. kyu kejam sngat … ==”

    sungmin yg sbar ya .. kekeke
    Ryeowook-ah .. kau baik skali huh ??

    heh?
    siapa sih tuh gru ??
    kejam amat .. T.T

    donghae sbnernya baik atau gk sih .. ??
    bingung sya ..

    hahaha .. sungmin kalah debat sma wookie .. XDD
    *ditabok sungmin*

  3. gurunya killer…
    haha, sungmin terpesona sm donghae😀

  4. jiah sungmin~
    hahahaha

    huaa~
    my haeya…
    dia memang baik..
    (hapasih)

  5. aiish wookpa dmnpun kmu brda..
    kw slu ky mlaikat..

    #djitak teukie

  6. Gya. . Gurunya biadap,,laporin ke polisi tuh.
    Lucu
    kibum sok tau, emg dia pinter,
    yesung ga pernh snyum, udh bawaan dr lahir,
    enhyuk sok manis, emg dia manis, kekeke

  7. Minkyushi498noonaz

    sebel sama gurunya,sembarangan ngelempar penghapus ke baby min .itu merupakan KDS alias kekerasan dalam sekolah !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: