[FF/S/3/PG-15] De Javu

Judul : De Javu

Penulis : Rheindafha Suastama

Pemeran Utama : Kyuhyun & Sungmin

Pemeran Tambahan: all member super junior

Panjang : Chaptered [3/7]

Rating : Yaoi/PG-15

Genre : Roman/Persahabatan

~~~~~~~~

Bel masuk berbunyi. Ryeowook segera membereskan sampah makanannya dan membuangnya ke tempat sampah. Ketika melewati meja Kyuhyun, cowok itu menjulurkan kakinya, membuat Ryeowook terjungkal.

Sungmin tersentak. Yesung yang berada di dekat Kyuhyun segera berdiri dan menahan tubuh Ryeowook supaya tidak jatuh menabrak meja.

“Tidak apa-apa?” tanya Yesung.

“Tidak. Terima kasih,” kata Ryeowook lalu bergegas kembali ke kursinya. Rona kemerahan muncul di pipinya.

“Si brengsek itu,” kata Sungmin. Dia bergerak hendak menghampiri Kyuhyun ketika Ryeowook kembali menarik tangannya.

“Jangan,” katanya. “Aku tidak apa-apa. Jangan membuat masalah lebih sulit.”*baik amat Ryeowook*

Sungmin melepaskan tangannya dengan berat hati. Sesungguhnya dia ingin sekali memukul Kyuhyun. Apa boleh buat dia tidak bisa melakukan apa-apa.

Sepanjang sisa pelajaran hari itu, Sungmin tidak bisa konsentrasi. Kebenciannya pada Kyuhyun meluap-luap. Dia tidak bisa memikirkan pelajaran dengan pikiran seperti itu.

Ketika bel pulang akhirnya berbunyi, Sungmin cepat-cepat memberesi peralatan sekolahnya lalu menghampiri Ryeowook.

“Ayo cepat,” kata Sungmin. Dia ingin segera meninggalkan sekolah sebelum Kyuhyun bisa melakukan sesuatu untuk mengerjainya.

Ryeowook memberesi barang-barangnya dengan terburu-buru lalu pergi bersama Sungmin. Ketika akan keluar gerbang, Ryeowook memekik pelan.

“Akh!”

Sungmin menoleh. “Ada apa?” tanyanya.

“Kunci rumahku ketinggalan di laci,” ujar Ryeowook sambil meraba-raba sakunya yang kosong. “Sungmin tunggu sini dulu ya. Aku akan cepat kembali,” katanya lalu langsung melesat kembali ke gedung sekolah tanpa menunggu jawaban Sungmin.

Sampai di kelas, sudah tidak ada orang sama sekali. Ryeowook segera berjalan ke mejanya. Dia melongok ke dalam laci dan melihat sebuah kunci perak kecil di dekat sudut. Dia mengambilnya dan bergegas keluar.

Ketika melewati meja Kyuhyun, sesuatu menarik perhatiannya. Sebuah buku kecil bersampul kulit menyembul keluar dari dalam laci yang penuh sampah kertas. Ryeowook mengambilnya.

Buku itu terlihat seperti buku harian. Memikirkan orang seperti Kyuhyun mempunyai buku harian, Ryeowook jadi ingin tahu seperti apa isinya. Dia membuka sampulnya dengan hati-hati.

Kosong. Halaman kedua juga. Halaman berikutnya juga. Ryeowook membuka halaman-halamannya dengan cepat. Rupanya cuma buku kosong, pikirnya. Ketika hendak menutup buku itu, sesuatu di halaman terakhir menarik perhatiannya.

Sebuah gambar hati besar yang ditulis dengan tinta merah. Sebuah nama digoreskan di tengahnya. Ryeowook ternganga membaca nama itu.

Lee Sungmin.

xXxXxXxXx

Bunyi benda beradu membuat Ryeowook tergagap menutup buku itu lalu melemparkannya ke dalam laci lagi. Karena laci meja Kyuhyun penuh sampah kertas, buku itu terpental dan jatuh ke bawah meja, di dekat kaki kursi.

Ryeowook tidak membetulkannya. Dia bergegas keluar sebelum ada yang memergokinya masih berada di dalam kelasnya setelah tak ada orang. Besok dia bisa datang pagi-pagi untuk membetulkannya.

Esoknya, Kyuhyun datang setengah jam lebih awal dari seluruh teman di sekolahnya. Kemarin dia ingat telah meninggalkan buku kecilnya di laci. Gawat kalau ada yang telah membaca isinya.

Sampai di kelas dia langsung menuju mejanya. Betapa terkejutnya dia melihat bukunya sudah tak ada di dalam laci. Dia mengobrak-abrik isinya, mengeluarkan seluruh sampah kertasnya, tetapi buku itu tetap tak ada.

Masa’ sih ada yang mengambilnya, pikir Kyuhyun bingung. Dia menunduk dan melihat buku hitamnya tergeletak di bawah meja di dekat kaki kursi, sebagian tertutup sampah kertasnya. Cepat-cepat Kyuhyun memungutnya lalu dimasukkannya ke dalam tas.

Tapi kenapa buku itu ada disitu. Tadi Kyuhyun yakin sekali buku itu tak ada waktu dia mengobrak-abrik isi lacinya. Lagipula, buku itu tertutup sebagian sampah kertasnya. Artinya buku itu sudah ada disitu waktu dia datang.

Ada yang mengambilnya, pikir Kyuhyun kalut. Gawat sekali. Entah apakah buku itu sudah dibaca atau belum. Kalau melihat tempatnya tidak berada di tempatnya semula, artinya ada yang mengembalikan buku itu dengan terburu-buru sampai terjatuh. Ya. Sudah ada yang membacanya.

Masalahnya adalah, siapa?

Kalau teman-temannya, pasti buku itu sudah dibawa pulang untuk diserahkan padanya waktu sekolah. Berarti orang lain. Siapa?

Kyuhyun menepuk pipinya keras-keras. Ayolah, pikir lebih baik. Buku itu dimasukkan terburu-buru, artinya si pembaca tidak mau ada yang mengetahuinya ada disitu. Kalau dia berencana untuk membetulkannya pagi ini, artinya si pembaca adalah orang yang datang kedua setelahnya.

Kyuhyun menoleh ke belakang. Dilihatnya Ryeowook berdiri di depan pintu.

“Tunggu!” panggil Kyuhyun melihat cowok itu langsung berbalik dan lari. Dia bergegas mengejarnya.

Bodoh, pikir Ryeowook sementara dia berlari. Kenapa kabur? Itu justru akan semakin mempertegas kalau dialah orang yang sudah membaca buku Kyuhyun. Ketika akan berbelok di koridor lantai dua, Kyuhyun berhasil mencekal lengannya.

Habis sudah, ujar Ryeowook dalam hati ketika Kyuhyun menariknya lalu mendorongnya ke tembok.

“Kau sudah membaca buku ini?” tanya Kyuhyun di antara napasnya yang terengah-engah. Dia mengacungkan buku hitam itu di depan hidung Ryeowook.

Ryeowook mengangguk. Kalau sudah seperti ini, tidak ada gunanya lagi dia mengelak. Dia menunggu.

Tapi Kyuhyun tidak melakukan apa-apa padanya. Ryeowook mendongak. Dia melihat Kyuhyun menutup mukanya dengan sebelah tangan.

“Kyuhyun, mianhe,” kata Ryeowook pelan.

Kyuhyun melepaskan tangannya dan menatap Ryeowook. “Berjanjilah,” katanya pelan.

“Eh?” kata Ryeowook bingung.

“Berjanjilah kau tidak akan bilang apa-apa pada Sungmin soal buku ini,” kata Kyuhyun. Perlahan, Ryeowook melihat pipi cowok itu bersemu merah. “Aku tidak mau dia tahu apapun tentang—tentang perasaanku padanya.”

Ryeowook mengangguk. Dia berpendapat ini aneh sekali. Kalau benar Kyuhyun menyukai Sungmin, kenapa dia selalu mengganggunya?

“Kyuhyun, boleh tanya?” kata Ryeowook pelan.

“Apa?” tanya Kyuhyun.

“Kalau Kyuhyun memang—eh—suka sama Sungmin, kenapa Sungmin selalu diganggu? Bahkan selalu memanggil Sungmin ‘bodoh’,” kata Ryeowook ingin tahu.

Kyuhyun menghela napas. “Aku ini pemalu tahu,” sungutnya. Lagi-lagi pipinya memerah. Imut sekali.*iyaaaaa! Benaaaaaaarr!* “Aku suka dia, tapi aku tidak berani mendekatinya. Kupikir kami bisa dekat dengan—dengan cara yang lain,” katanya pelan.

Mau tidak mau, Ryeowook membenarkan ucapan Kyuhyun. Saat ini dia memang dekat dengan Sungmin dengan cara yang—menurutnya—aneh. Dekat sebagai musuh. Bagi Ryeowook itu aneh sekali.

“Dengar ya,” kata Kyuhyun sambil menatap Ryeowook baik-baik. “Jangan sampai Sungmin tahu. Pokoknya—“

“Kalian ini ngapain berduaan disini?”

Kyuhyun dan Ryeowook menoleh kaget. Sungmin—orang yang paling tidak ingin mereka temui saat ini—berdiri di samping Ryeowook.

“Kalian ini mengganggu jalan tahu,” kata Sungmin menambahkan. Rupanya tanpa sadar Kyuhyun dan Ryeowook berdiri tepat di atas tangga lantai dua.

Melihat Kyuhyun maupun Ryeowook tidak berkata apa-apa, Sungmin jadi curiga. Tanpa sengaja, matanya melihat buku hitam kecil yang dipegang tangan kiri Kyuhyun. Dia jadi ingin tahu.

“Eh, lihat! Ada ultraman!” seru Sungmin sambil menunjuk jendela.

“Hah? Yang benar?” kata Kyuhyun den Ryeowook bersamaan. Mereka berdua menoleh ke arah yang ditunjuk Sungmin.*bego ya?*

Secepat kilat Sungmin merebut buku itu lalu berlari ke ujung koridor diseberang.

“Sungmin! Berhenti!” teriak Kyuhyun. Dia bergegas mengejar Sungmin. Cowok itu adalah orang terakhir yang diinginkannya untuk membaca buku itu.

Tapi tidak seperti Ryeowook, cowok itu sama sekali tidak terkejar. Sambil berlari, Sungmin membuka-buka halaman buku itu dengan cepat.

Ah, cuma buku kosong, pikir Sungmin kecewa. Dia pikir kalau bisa menemukan rahasia Kyuhyun dalam buku itu, dia akan membuat cowok itu berhenti mengganggunya.

Buku itu kelihatannya seperti buku harian, tapi ternyata tak ada isinya. Sungmin sudah hendak melemparkan buku itu ketika sesuatu menahannya. Dia menoleh ke belakang dan melihat Kyuhyun masih mengejarnya.

~~~~~~~~TBC~~~~~

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About azuhra

Hi... :) I'm just a little girl in a big world. I'm Indonesian. Nice to meet you all. I heart you all. Oh, i forget it, i'm moslem. and i'm not a terorist!!! there's no moslem is terorist. terorists aren't moslem. ^^

Posted on 1 Januari 2011, in AUTHOR, Freelance Author, KATEGORI, Super Fanfiction and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. huwaa kocak ada ultraman
    ayo lanjutin authoor!!!

  2. ehh .. wookie tau rahasia kyu ??
    seraaaaangggg … *apadah*

    ternyata ..

    ternyata ..

    ternyata …

    kyuhyun suka sungmin … !! >////<

  3. Minkyushi498noonaz

    “Eh, lihat! Ada ultraman!”
    seru Sungmin sambil
    menunjuk jendela.
    “Hah? Yang benar?” kata
    Kyuhyun den Ryeowook
    bersamaan. Mereka
    berdua menoleh ke arah
    yang ditunjuk
    Sungmin.*bego ya?*

    Bisa-bisanya Kyuhyun yg jenius dikerjain ma Sungmin lucu jadinya🙂 !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: