[FF/S/4/PG-15] De Javu

Judul : De Javu

Penulis : Rheindafha Suastama

Pemeran Utama : Kyuhyun & Sungmin

Pemeran Tambahan: all member super junior

Panjang : Chaptered [4/7]

Rating : Yaoi/PG-15

Genre : Roman/Persahabatan

~~~~~~~~

Kalau itu memang buku kosong, seharusnya Kyuhyun tidak perlu mengejarnya. Tidak, pikir Sungmin yakin. Pasti ada sesuatu di dalam buku itu yang sangat rahasia.

Sungmin membuka halaman terakhir. Dia melihat sebuah tulisan. Dia tidak bisa membacanya sambil berlari, karena itu Sungmin berhenti tepat di bawah tangga menuju lantai tiga. Kalaupun Kyuhyun berhasil mengejarnya, dia sudah berhasil membaca seluruh tulisannya.

Itu gambar hati. Besar sekali, ditulis dengan tinta merah. Ditengahnya digoreskan sebuah nama. Nama itu juga digarisbawahi dengan hati kecil-kecil. Sungmin menajamkan matanya untuk membaca tulisan itu.

Eh? Yang benar? Tulisan itu berbunyi ‘Lee Sungmin’. Namanya. Ngapain Kyuhyun menuliskan namanya di tengah gambar hati besar begini? Digarisbawahi dengan hati kecil-kecil lagi! Masa’ sih—

Sungmin terlonjak ketika Kyuhyun merebut buku itu dari tangannya.

“Kyuhyun—“ panggilnya tetapi kalimatnya terhenti.

Kyuhyun tidak mendengarkannya. Dia memasukkan bukunya ke dalam tasnya lalu bergegas berlari kembali menuju kelasnya. Sungmin hanya ternganga menatapnya. Dia tidak bisa mempercayai matanya.

Wajah Kyuhyun memerah. Sungmin bersedia mempertaruhkan semua miliknya bahwa barusan wajah Kyuhyun memerah sampai telinga dan lehernya. Mungkinkah yang ditulis di buku itu benar? Kalau iya berarti—

Sungmin merasa jantungnya berdetak kencang. Seperti kemarin saat Donghae tersenyum manis padanya. Itu detak kegembiraan. Dia senang.

Apa-apaan kau, Bodoh, pikir Sungmin. Dia menampar pipinya keras-keras. Kenapa dia merasa senang mengetahui bahwa Kyuhyun menyukainya? Mungkinkah dia menyukai Kyuhyun? Menyukai laki-laki yang telah mengerjainya selama setengah tahun pertamanya di SMA?

Tidak, tidak, kata Sungmin dalam hati. Siapa saja pasti senang kalau ada laki-laki setampan Kyuhyun menuliskan namanya di dalam sebuah hati besar lalu menggarisbawahinya dengan hati kecil-kecil. Tidak. Itu cuma rasa senang sesaat. Tidak ada hubungannya dengan perasaannya pada laki-laki itu.

Sungmin berjalan kembali ke kelasnya. Dia nyaris menabrak siapa saja yang berpapasan dengannya karena dia melamun. Saat hendak masuk kelasnya dia benar-benar menabrak seseorang.

“Mianhe,” kata Sungmin cepat-cepat. Dia melihat siapa yang ditabraknya dan ternganga.

“Sepertinya kau senang sekali menabrakku,” kata Donghae. “Kemarin, lalu sekarang. Sepertinya aku harus bersiap-siap untuk kau tabrak mulai sekarang.”

“Eh? Aku tidak sengaja,” kata Sungmin. Dia bergegas melewati Donghae lalu masuk ke kelasnya. Dia melihat Ryeowook lalu menghampirinya.

“Annyeong, Sungmin,” kata Ryeowook ketika melihat cowok itu mengambil kursi lalu duduk di samping mejanya.

Sungmin menatap Ryeowook. “Apa yang kau bicarakan dengan Kyuhyun tadi pagi?” tanyanya serius.

“Eh?” kata Ryeowook heran. “Bukannya Sungmin sudah tahu?”

“Maksudku, isi buku itu—“

“Ya. Itu benar.”

Sungmin ternganga. “Jadi—“ bisiknya tidak percaya. “Jadi—itu—benar? Kyuhyun—suka—suka padaku?”

Perlahan Ryeowook mengangguk. Sungmin membenamkan wajahnya ke dalam kedua lengannya di atas meja. Tidak bisa dipercaya. Benar-benar tidak bisa dipercaya. Ini tidak mungkin.
Ryeowook membungkuk ke arah Sungmin yang menelungkup di atas meja. “Kalau Sungmin—bagaimana?”

Sungmin mengangkat kepalanya. “Aku?” ulangnya. “Apa maksudmu dengan bagaimana denganku?” tanyanya tidak mengerti.

“Maksudku, bagaimana perasaan Sungmin,” kata Ryeowook tersenyum.

“Kyuhyun ternyata suka sama Sungmin. Kalau Sungmin?”

“Aku? Bagaimana—aku—tidak—maksudku—“ gagap Sungmin.

“Sungmin juga suka sama Kyuhyun?”

“Ap—aku—tentu saja tidak!” seru Sungmin pelan. “Mana mungkin sih aku—aku suka—suka sama Kyuhyun,” katanya lemah. Kelihatan tidak yakin pada kalimatnya sendiri.

Senyum Ryeowook makin lebar.

“Jangan senyum-senyum!” bentak Sungmin dalam bisikan. “Kau pikir aku begitu ya?”

“Begitu apa?” tanya Ryeowook.

“Kau pikir aku—aku—aku suka sama Kyuhyun begitu? Benci terus lama-lama jadi cinta begitu?” kata Sungmin.

Ryeowook menggeleng. “Aku tidak bilang apa-apa lho. Sungmin saja yang bilang. Tapi kalau Sungmin berpendapat begitu,” Ryeowook kembali tersenyum, “artinya memang begitu.”

Sungmin membuka mulutnya untuk protes tapi tak ada satu kalimat pun yang keluar. Dia berpikir lagi. Apa iya?

Sungmin menggeleng kuat-kuat. Tidak. Dia tidak mau. Kenapa dia harus menyukai laki-laki yang sudah membuatnya menderita di sekolah selama setengah tahun itu? Tapi…tapi… Bagaimana kalau Kyuhyun membuatnya begitu supaya bisa dekat dengannya?

Cowok itu menoleh ke tempat Kyuhyun. Mengherankan sekali melihatnya duduk diam tanpa mengganggu satu penghuni kelas pun. Dia terlihat serius berbicara dengan Kibum dan Eunhyuk.

“Hari ini kau diam sekali,” komentar Eunhyuk. “Biasanya kau tidak tahan untuk satu detik saja tidak mengerjai siapa saja yang ada di dekatmu.”

“Ada masalah, Kyuhyun?” tanya Kibum.

“Masalah yang sangat besar,” gumam Kyuhyun. Dia menatap kedua sahabatnya itu baik-baik. “Dia sudah tahu.”

“Sudah tahu?” ulang Eunhyuk.

“Dia? Dia siapa?” tanya Kibum.

Kyuhyun menghela napas. “Sungmin. Dia sudah tahu kalau sebenarnya aku suka sama dia,” katanya pelan.

“Bagus dong,” kata Eunhyuk.

“Bagus kepalamu!” umpat Kyuhyun. “Aku ‘kan mau merahasiakannya. Sekarang aku sudah tidak mungkin mengganggu Sungmin lagi!”

Kibum menelengkan kepalanya menatap Kyuhyun. “Kalau sudah begitu, bilang saja terus-terang,” katanya. “Toh sudah ketahuan. Sekarang dekati saja dia dengan cara normal. Tidak perlu mengganggunya lagi hanya untuk mendekatinya.”

“Masalahnya tidak sesederhana itu,” kata Kyuhyun. “Mungkin saja dia membenciku ‘kan? Mana bisa aku mendekatinya kalau dia begitu.”

“Tanya saja dia,” kata Eunhyuk enteng. “Tanya apa dia benci kau atau tidak.”

“Diam, Eunhyuk. Pendapatmu sama sekali tidak lebih baik dari anak SD,” dengus Kyuhyun kesal. “Tidak segampang itu tahu.”

Eunhyuk berpandangan dengan Kibum lalu sama-sama mengangkat bahu. Kyuhyun memandang kedua sahabatnya itu bergantian.

“Bagaimana menurut kalian?” tanyanya. “Kira-kira, Sungmin membenciku atau tidak?”

~~~~~~~~TBC~~~~~

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About azuhra

Hi... :) I'm just a little girl in a big world. I'm Indonesian. Nice to meet you all. I heart you all. Oh, i forget it, i'm moslem. and i'm not a terorist!!! there's no moslem is terorist. terorists aren't moslem. ^^

Posted on 1 Januari 2011, in AUTHOR, Freelance Author, KATEGORI, Super Fanfiction and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. uuuooo …
    sungmin dah tau … ><

    ternya kyu slama ini bgitu karna it toh … =="
    kyu,kyu …

    eh,jng" si donghae ska kyu lgi ??
    *dipelototin hyuk*

    ayoo kyu maju .. pantang mundur .. *smgat 45*
    wkwkkwk XDD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: