[FF/S/5/PG-15] De Javu

Judul : De Javu

Penulis : Rheindafha Suastama

Pemeran Utama : Kyuhyun & Sungmin

Pemeran Tambahan: all member super junior

Panjang : Chaptered [5/7]

Rating : Yaoi/PG-15

Genre : Roman/Persahabatan

~~~~~~~~

“Kenapa tanya kami?” kata Kibum. “Menurutku Eunhyuk benar. Harusnya kau tanya sendiri padanya.”

“Aku ‘kan sudah bilang tidak akan segampang itu,” kata Kyuhyun. “Kalian juga tahu kalau aku ini pemalu ‘kan?”

“Kalian sedang ngomongin apa sih?”

Kyuhyun, Kibum dan Eunhyuk menoleh. Yesung baru datang dan meletakkan tasnya di meja lalu bergabung dengan mereka bersama Donghae yang juga baru datang entah dari mana.

“Kyuhyun sedang bingung nih,” kata Eunhyuk. “Katanya Sungmin sudah tahu kalau Kyuhyun suka sama dia.”

Donghae menoleh Kyuhyun yang cemberut. “Bagus dong. Kenapa kau kelihatan tidak senang?” tanyanya heran.

“Dia terlalu malu untuk mendekati Sungmin dengan cara normal,” kata Kibum. Melihat Donghae mengangkat alisnya dia menambahkan, “Maksudku tidak mengganggunya lagi.”

“Kau bisa minta maaf dulu ‘kan,” kata Yesung sambil duduk di sebelah Eunhyuk. “Lalu mulailah mendekatinya dengan cara yang biasa.”

Kyuhyun menunduk. “Kalau dia membenciku bagaimana?” katanya sedih. “Aku akan mati kalau Sungmin tidak mau memaafkanku.”

Donghae mengusap-usap dagunya. “Kurasa dia tidak membencimu,” katanya.

“Kenapa kau bisa bilang begitu?” tanya Eunhyuk ingin tahu.

Donghae menoleh Eunhyuk. “Kemarin aku membantunya mengobati lukanya di UKS. Dia bilang kalau dia tidak menyangka bahwa aku sebaik itu, mau membantunya.” Donghae berhenti lalu melanjutkan sambil mengerling Kyuhyun. “Kurasa kalau tahu bahwa Kyuhyun mengganggunya hanya untuk mendekatinya, dia pasti akan memaafkan Kyuhyun.”

Kyuhyun mendongak menatap Donghae. “Terima kasih, Donghae,” katanya senang. “Tapi, kenapa kau tidak bilang kalau kau membantunya di UKS?”

“Kurasa tidak penting ‘kan,” kata Yesung. “Yang penting adalah sekarang kau minta maaf sana.”

Kyuhyun menoleh ke arah Sungmin. Dia terkejut melihat cowok itu juga menatapnya lalu sama-sama memalingkan muka.

“Pemandangan yang lucu,” kata Eunhyuk terkikik.

“Tidak lucu, Eunhyuk.”

“Maaf, Yesung.”

“Kalian benar,” kata Kyuhyun lalu berdiri. “Aku akan minta maaf sekarang.”

Sungmin melihat Kyuhyun berjalan menghampirinya. Dia hendak berdiri untuk menyingkir tetapi Ryeowook menahan tangannya.

“Ryeowook!” seru Sungmin pelan.

Ryeowook menggeleng. Saat itu Kyuhyun sudah berdiri di sampingnya. Sungmin memalingkan wajahnya.

“Mau apa?” tanya Sungmin ketus. Dia diam sejenak lalu menambahkan dengan tersendat, “Aku—aku minta maaf sudah membaca bukumu tanpa ijin.”

“Aku yang harus minta maaf,” kata Kyuhyun. Dia merasakan wajahnya mulai memanas. Brengsek, makinya dalam hati. “Aku—aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi,” tambahnya pelan.

Sungmin menoleh. Lagi-lagi dia ternganga tidak percaya. Wajah Kyuhyun kembali memerah. Bahkan lebih merah dari tadi pagi.

“Oh—oke,” kata Sungmin kemudian. Dia mengamati Kyuhyun baik-baik. “Tapi kalau boleh tahu—kenapa?” tanyanya.

“Kurasa kau sudah tahu.”

“Oh! Tapi—“

“Terima kasih,” kata Kyuhyun lalu segera berbalik dan kembali ke bangkunya. Sungmin begitu tertegun sampai tak bisa bicara.

Bunyi bel masuk menyentakkan Sungmin dari lamunannya. Dia segera mengambil kursinya kembali lalu duduk di tempatnya.

Dia tidak bisa berkonsentrasi pada pelajaran. Pikirannya berkali-kali melayang pada Kyuhyun padahal laki-laki itu cuma berada di seberang ruangan. Dia menoleh tepat waktu ketika sebuah penghapus papan tulis kembali melayang ke arahnya.

Sungmin berhasil menghindar. Akibatnya penghapus itu mengenai seseorang di belakangnya.

Sungmin menoleh ke depan. Dia tahu, seharusnya penghapus itu lebih baik mengenai kepalanya. Wajah guru matematikanya sudah seperti mau meledak.

“Berdiri di koridor!” teriaknya.

Sungmin berdiri. Dia berjalan melewati teman-temannya dengan kesal. Dia merasakan pandangan Kyuhyun di balik punggungnya.

Sungmin menyandarkan punggungnya di tembok di koridor. Hari yang benar-benar menyebalkan, pikirnya lelah. Dia menoleh ke samping dan heran sendiri melihat pintu kelasnya kembali terbuka dan Donghae melangkah keluar lalu berdiri di sampingnya.

“Ada ap—“ tanya Sungmin tidak selesai.

“Aku juga disuruh keluar,” kata Donghae ringan. “Jadi aku menemanimu.” Donghae menunduk, menatap Sungmin di sampingnya. “Tidak senang?”

“Eh? Tidak. Maksudku—“ Sungmin menarik napas menenangkan diri, “kenapa kau disuruh keluar? Kau ‘kan selalu mendengarkan pelajaran?”

Donghae mengangkat bahu. “Tadi aku ketahuan meminjam mini disc punya Yesung. Begitulah,” katanya.

Sungmin menatap Donghae tidak mengerti. Murid teladan macam Donghae bisa dengan tenangnya berdiri di luar koridor karena dihukum. Seolah-olah hal itu sama sekali tidak berpengaruh padanya.

“Daripada itu, aku ingin bicara sesuatu padamu,” kata Donghae kembali menatap Sungmin. Mereka saling pandang.

Sungmin segera berpaling. Dia merasa pipinya memanas. Apa yang terjadi, pikir Sungmin panik. Dia menunduk dan berbicara pada sepatunya. “Mau bicara apa?”

“Apa kau menyukai Kyuhyun?” tanya Donghae tanpa basa-basi.

Tanpa sadar Sungmin menoleh. “Kyuhyun?” ulangnya. Mendadak dia kembali merasa panik. “Kenapa—kenapa kau tanya begitu?”

Donghae mengendikkan kepalanya. “Jawab saja,” katanya lalu menambahkan, “Kyuhyun suka padamu. Bagaimana denganmu?”

“Aku—“ Sungmin menggigit bibirnya, “aku—aku tidak tahu,” ujarnya lalu menunduk dan kembali menatap sepatunya.

“Tidak tahu?” ulang Donghae lalu tersenyum geli. “Kau bahkan tidak tahu bagaimana perasaanmu sendiri?”

“Kau ‘kan tidak tahu bagaimana rasanya,” kata Sungmin jengkel. “Tunggu saja kalau sampai ada orang yang terus memasukkan bangkai ular ke dalam lokermu selama setengah tahun lalu tiba-tiba dia bilang itu karena dia ingin memberi kejutan padamu. Kau tidak akan tahu apa kau harus membencinya atau menyukainya.”

Donghae tersenyum. “Kalau aku, kurasa akan menyukainya,” katanya.

“Kenapa kau bilang begitu?” tanya Sungmin.

“Soalnya itu berarti seseorang itu memperhatikanku. Peduli padaku. Ingin agar aku melihatnya,” kata Donghae. “Aku tidak punya alasan untuk membenci orang seperti itu.”

Sungmin tertegun. Dia tidak pernah memikirkan itu sebelumnya. Selama ini dia selalu berpikir Kyuhyun mengganggunya karena dia ingin melihatnya menderita. Dia tidak pernah berpikir bahwa Kyuhyun memperhatikannya. Peduli padanya. Ingin agar Sungmin melihatnya.

Sungmin mencengkeram dadanya. Belum pernah, seumur hidupnya, ada seseorang yang begitu peduli padanya seperti itu selain kakaknya. Bahkan ayahnya sekalipun. Laki-laki itu terlalu sibuk dengan harta dan wanitanya, sampai tidak punya waktu bahkan sekedar untuk ingin tahu apakah kedua anaknya baik-baik saja.

Jantung Sungmin berdebar keras. Tanpa sadar air matanya menitik, membuat bercak basah di sepatunya. Dia merasakan sebuah tangan membelai bahunya.

“Kurasa Kyuhyun bisa dianggap sudah menyampaikan perasaannya padamu—meskipun sebenarnya kau sendirilah yang melihat ke dalam hatinya,” kata Donghae tersenyum. Dia menambahkan, “Tinggal jawabanmu. Bagaimana?”

Sungmin mengusap air matanya. Sekarang dia sudah tahu bagaimana perasaannya. Dia menoleh Donghae dan balas tersenyum. “Kurasa, aku juga menyukainya,” katanya. “Katakan pada Kyuhyun, aku tidak membencinya, kok.”

“Aku tidak mau,” kata Donghae datar. “Biar Kyuhyun mengatakan perasaannya sekali lagi, lalu kau bisa menjawabnya sendiri.”

Sungmin nyengir. “Kau memang tidak punya perasaan,” katanya.

“Kuanggap itu sebagai pujian,” kata Donghae yang juga nyengir lebar menatapnya.

Sungmin melewatkan sisa hari itu dengan senang. Dia bahkan tersenyum dan mengucapkan salam pada guru matematikanya yang super galak saat berpapasan dengannya di gerbang waktu pulang sekolah. Sungmin masuk ke rumahnya dengan bersiul-siul membuat Heechul menatapnya heran.

“Kau senang sekali hari ini?” tanyanya.

“Ya,” kata Sungmin riang. Pandangannya tertuju pada kotak karton di pangkuan Heechul. “Apa itu?” tanyanya.

~~~~~~~~TBC~~~~~

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About azuhra

Hi... :) I'm just a little girl in a big world. I'm Indonesian. Nice to meet you all. I heart you all. Oh, i forget it, i'm moslem. and i'm not a terorist!!! there's no moslem is terorist. terorists aren't moslem. ^^

Posted on 1 Januari 2011, in AUTHOR, Freelance Author, KATEGORI, Super Fanfiction and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. cie .. cie .. kyumin dah baikan .. ><

    eh,sbenernya donghae it ngebantu atau malah njerumusin ?? =="

    sungmin sneng tuh dah baikan ma kyu .. kekekeke

  2. Rafiqoh Fitriany

    Maaf sebelumnya, bisa tolong hapus cerita ini dari blog ini?

  3. kotak karton???
    apakah itu???

    hua~~
    donghae ><

  4. ceritanya bagus ^^
    lajutin tor😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: