[FF/S/7/PG-15] De Javu – End

Judul : De Javu

Penulis : Rheindafha Suastama

Pemeran Utama : Kyuhyun & Sungmin

Pemeran Tambahan: all member super junior

Panjang : Chaptered [7/7]

Rating : Yaoi/PG-15

Genre : Roman/Persahabatan

~~~~~~~~

Besok hari minggu. Dia bisa menghabiskan seluruh waktunya besok untuk tidur di rumah. Kejadian beberapa hari ini benar-benar melelahkan.

Sampai di rumah pun Sungmin langsung masuk ke kamarnya tanpa menyentuh makanan yang dibuat Heechul. Dia melirik piyama barunya sebentar. Dia mengangkat bahu lalu melepas seragamnya dan berganti dengan piyama.

Sungmin tidur. Tidur nyenyak sekali. Dia bahkan tidak bangun ketika Heechul memanggil-manggil dirinya untuk makan malam. Dia terus tidur sampai hari berikutnya.

Sungmin menggeliat. Seberkas sinar matahari dari celah gorden menyilaukan matanya. Kemarin dia pasti tidak menutup gordennya dengan rapat. Sungmin menggeliat sekali lagi kemudian duduk.

Dia lapar sekali. Dari kemarin siang dia belum makan. Dia juga tidak makan malam. Dia mengedip beberapa kali lalu bergegas turun dari tempat tidur. Dia membiarkan selimutnya acak-acakan lalu turun ke dapur.

“Cuci dulu mukamu,” kata Heechul.

“Cerewet,” kata Sungmin masa bodoh. Dia duduk lalu menarik piringnya mendekat.

Heechul menarik napas melihat kelakuan asal-asalan adiknya itu. Dia memperhatikan piyama baru Sungmin yang berwarna biru tua dan bermotif bunga sakura itu. Bagian bahunya miring. Rambutnya juga kusut.

“Ini hari minggu,” kata Heechul. “Tidak ada salahnya kau merawat diri ‘kan?”

“Malas,” kata Sungmin singkat. Dia sudah menghabiskan rotinya. “Hari ini aku mau tidur seharian.”

“Eh? Tidak mau keluar?”

“Tidak ah,” kata Sungmin sambil berdiri. Dia baru saja hendak naik lagi ketika telepon di samping tangga berdering.

Sungmin menghentikan deringnya dengan mengangkat tangkai telepon lalu menempelkannya di telinganya.

“Yoboseyo.”

“Sungmin?”

“Kyuhyun?” kata Sungmin kaget mendengar suara diseberang. “Ada apa?”

“Aku mau ke rumahmu.”

“Jangan!” teriak Sungmin spontan. Dia belum mandi, belum…apapun! Mana mungkin dia menemui Kyuhyun dengan wajah acak-acakan begitu?

Suara Kyuhyun terdengar muram. “Kenapa?” tanyanya.

Sungmin bingung memberikan alasan. Dia tidak bisa bilang kalau belum mandi. Remaja macam apa yang belum mandi di atas pukul dua belas? Dia bergegas mengarang alasan.

“Maksudku aku tidak melarangmu datang,” kata Sungmin cepat-cepat. “Sekarang aku sedang sibuk. Minggu depan saja bagaimana?”

“Yah,” kata Kyuhyun kecewa. “Padahal aku mau mengajakmu nonton. Kemarin kau bilang mau nonton District 9. Aku sudah beli dua tiket.”

“Ah..Erm..Anu..” Sungmin berpikir keras. “Baiklah. Datanglah setengah jam lagi,” ujarnya kemudian.

Suara Kyuhyun kembali ceria. “Oke. Berpanampilanlah yang manis ya,” katanya.

Sungmin mengangguk. Baru sadar kalau Kyuhyun tidak bisa melihatnya, dia menambahkan, “Iya.”

“Sampai ketemu.”

“Ya, sampai ketemu.”

Sungmin meletakkan gagang telepon dengan menghela napas. Heechul yang mengamatinya sejak tadi bertanya, “Siapa?”

“Kyuhyun.”

“Pacar barumu itu?”

Malas-malasan Sungmin mengangguk. Dia bergegas ke kamar mandi lalu mandi cepat-cepat. Dia cuma punya waktu tiga puluh menit sebelum Kyuhyun muncul di depan pintu rumahnya.

Sungmin baru saja meletakkan parfum-nya ketika terdengar suara bel. Dia mendengar suara kakaknya berteriak.

“Tunggu sebentar!”

Sungmin melihat bayangannya di cermin sekali lagi sebelum mengenakan arloji barunya lalu turun. Waktu sampai di bawah, Kyuhyun sudah duduk di ruang tamu. Dia tersenyum melihat kedatangan Sungmin.

“Kakakmu bilang kau baru selesai mandi,” kata Kyuhyun.

Sungmin langsung melemparkan pandangan menyalahkan pada Heechul sementara yang disebut belakangan ini bersiul tanpa dosa.

“Yeah. ‘Kan sudah kubilang, aku sibuk membersihkan rumah,” kata Sungmin mengelak. “Aku tidak mau mandi dua kali. Jadi aku mandi setelah bekerja saja.”

“Tidak apa-apa,” kata Kyuhyun sambil berdiri. “Tapi aku jadi ingin lihat kau waktu bangun tidur.”

“Hah?” kata Heechul kaget. “Jangan, deh. Jangan. Dia mengerikan sekali kalau baru bangun—aw!”

Heechul membungkuk kesakitan karena Sungmin telah menyodok perutnya keras-keras dengan siku.

“Kyuhyun, ayo pergi,” kata Sungmin santai sambil menarik tangan Kyuhyun keluar tanpa mempedulikan Heechul yang telah berguling di lantai.

Kyuhyun ingin tertawa melihat kelakuan kakak beradik yang aneh itu. Mereka keluar dari rumah. Kyuhyun menoleh Sungmin.

“Jam berapa sekarang?” tanyanya.

“Hmm? Kenapa?” ujar Sungmin balik bertanya.

“Cuma ingin tahu berapa banyak waktu yang kita punya untuk pergi ke bioskop sebelum filmnya mulai,” kata Kyuhyun mengangkat bahu.

Sungmin melihat arlojinya kemudian mendadak gerakannya seketika terhenti.

Dia tahu. Dia merasa pernah mengalami kejadian seperti ini. Dia memandang arloji di pergelangan tangannya lalu sebuah pemahaman masuk ke otaknya.

Dia memimpikannya. Dia memimpikan kejadian ini. Mereka akan pergi ke bioskop. Lalu seorang laki-laki menjambret tas Sungmin. Kyuhyun mengejarnya sampai seberang jalan. Karena tidak memperhatikan jalan, Kyuhyun ditabrak truk dan meninggal.

Sungmin merasa tubuhnya menggigil. Dia memejamkan matanya. Bagaimana ini? Apa yang harus dilakukannya untuk mengubah takdir? Bolehkah dia mengubahnya?

Sungmin membuka matanya. Ya. Dia diijinkan mengubahnya. Dia tidak akan memimpikannya sebelumnya kalau kejadian ini memang harus terjadi. Dia sudah mengetahui kejadian ini sebelumnya supaya dia bisa mengubahnya.

Dia menoleh Kyuhyun. Laki-laki itu menatapnya dari samping mobil.

“Ada apa Sungmin?” tanyanya khawatir melihat wajah pucat cowok itu. “Kau sakit?”

“Aku tidak apa-apa,” kata Sungmin. Dia bergegas menghampiri Kyuhyun. “Ayo pergi.”

Mereka masuk ke mobil. Tak lama kemudian mereka telah sampai di gedung bioskop yang cukup besar di Seoul. Sungmin menoleh kanan-kiri. Laki-laki memakai topi itu belum terlihat. Sungmin memantapkan hatinya kemudian berjalan ke gedung bioskop bersama Kyuhyun.

Ketika hendak masuk pintu gedung, Sungmin melihatnya. Laki-laki itu menghampiri Sungmin. Cowok itu pura-pura tidak melihatnya. Tiba-tiba laki-laki itu merebut tas Sungmin lalu membawanya kabur.

“Hei, tunggu!” teriak Sungmin persis seperti dalam mimpinya. “Copet!”

Kyuhyun bergerak hendak mengejar laki-laki itu, tapi Sungmin dengan sigap menarik tangannya.

“Ada apa, Sungmin?” tanya Kyuhyun heran. “Aku harus mengejar laki-laki itu. Dia membawa tasmu.”

“Aku tidak peduli kehilangan tasku asal aku tidak kehilangan dirimu!” seru Sungmin. Dia menarik Kyuhyun mendekat dan—tanpa mempedulikan puluhan mata yang memandangnya—Sungmin memeluknya.

Kyuhyun tertegun. Sungmin mendekapnya begitu erat. Dia mengusap kepala Sungmin. Kyuhyun menoleh ke jalan dan dilihatnya pencopet itu menyeberang jalan. Sebuah truk melaju kencang tak jauh darinya.

“Awas!” teriak Kyuhyun.

Mendengar teriakan Kyuhyun, laki-laki itu berhenti. Dia melihat truk itu melaju kencang ke arahnya. Dia tidak sempat menghindar. Kyuhyun memejamkan matanya untuk menghidari melihat tubuh laki-laki itu dihempas truk. Kalau saja Sungmin tidak menghalanginya, pasti dialah yang tertabrak truk itu. Sungmin—

Kyuhyun menatap Sungmin dengan kaget. Tubuh cowok itu semakin gemetar.

“Kau sudah tahu?” tanyanya tidak percaya. “Kau sudah tahu kalau aku akan tertabrak truk?”

Sungmin mengangguk lemah. “Aku memimpikannya. Tepat di malam sebelum kau mematahkan kursiku. Aku tidak ingat sampai tadi aku melihat jam tanganku dan baru sadar bahwa semua kejadian hari ini adalah mimpiku beberapa hari yang lalu,” jelasnya.

Kyuhyun kembali memeluk Sungmin. “Kau hebat sekali,” katanya kagum. “Tapi, kalau kau ingin menyelamatkan hidupku, seharusnya kau tinggal bilang tidak jadi pergi ke bioskop saja.”

“Tidak,” kata Sungmin menggeleng. “Kau bisa kecelakaan di tempat lain. Satu-satunya cara untuk menyelamatkanmu adalah menarikmu langsung dari tepi jurang kematian.”

Kyuhyun menunduk dan menatap mata Sungmin lekat-lekat.

“Kau begitu menginginkanku tetap hidup,” kata Kyuhyun terharu.

“Ketika kau mematahkan kursiku, aku sempat mengharapkan mimpi ini jadi kenyataan,” kata Sungmin.

“Sekarang tidak?”

“Sekarang tidak.”

“Ya, Tuhan. Aku mencintaimu, Sungmin,” kata Kyuhyun kembali mendekap cowok itu erat-erat. “Aku benar-benar akan mati tanpa dirimu.”

“Teruslah berpikir seperti itu,” kata Sungmin. Dia tersenyum lalu memejamkan matanya. Dia tidak melepaskan tangannya dari pelukan Kyuhyun. “Dengan begitu, aku bisa memastikan bahwa kau tidak akan pernah meninggalkanku selamanya.”

FIN

a/n : mohon maaf kalau Kyuhyun agak OOC yah. Sekali lagi, saya membuat fic ini dengan dikejar waktu. Hiks! Andai saya punya komputer pribadi. *dramatic sigh* Baidewei eniwei baswei, review please?

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About azuhra

Hi... :) I'm just a little girl in a big world. I'm Indonesian. Nice to meet you all. I heart you all. Oh, i forget it, i'm moslem. and i'm not a terorist!!! there's no moslem is terorist. terorists aren't moslem. ^^

Posted on 1 Januari 2011, in AUTHOR, Freelance Author, KATEGORI, Super Fanfiction and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. untung sungmin sadar ..
    klo gk ..
    kyu bsa … ==”

    bgus jga kata” sungmin ..
    bsa jdi plajaran .. kekeke

  2. FF x bguzzz,,
    Owea chingu,,d sni Pmeran Cwok x Yg Mn,,,????? Bingung DeChhh..

  3. Rafiqoh Fitriany

    Bisakan admin menghapus cerita ini dari blog ini?

  4. lho? trus cerita EunHae’a gimana????
    trusin dong author~~
    penasaran ma EunHae….

  5. top bgd dah wat ff ny.. aq tmbh jth cnta ma kyumin couple..he

  6. Minkyushi498noonaz

    happy ending euy🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: