[FF/S/2/PG-15] Glamoure

Judul : Glamoure

Penulis : Flowbloom

Pemeran Utama : Song Haemi aka Hyunana Choiminoz

Pemeran Tambahan:

Kim Heechul SUJU aka chullie~~(namja cantik)

Lee Donghae SUJU aka hae~~(namja sok kuat)

Lee Hyukjae SUJU aka Enhyuk or hyukie~~ (namja pelit)

Kim Ryeowook SUJU aka wookie~~(namja pendek)

Choi Siwon aka Mr Cho

Hankyung aka Ahjussii

Panjang : Chaptered [2/15]

Rating : Straight/PG-15

Genre : Roman/Persahabatan

~~~~~~~~

Previously~~~


‘BAK !’, aku berhasil menjatuhkan tendangan terbangku ke wajahnya. Alhasil, dia terjatuh ke belakang dengan hidung berdarah.

“OMOO~~~”, teman-temannya yang lain melongo melihat si namja cantik terjatuh.

Si namja cantik itu menyeka darah yang mengalir dari hidungnya dan menatap tajam ke arahku, “KAOOO !!!”

“Simpan kenangan ini untukmu !”, ucapku ketus lalu menatap tajam ke arah teman-temannya yang lain seolah mengatakan ‘SIAPA-YANG-MAU-MELAWANKU-LAGI’

Wajah mereka ketakutan sehingga membuatku menghela napas kasar. “Sebaiknya simpan juga kenangan ini untuk kalian ! Jangan pernah ganggu aku lagi, atau kalian akan bernasib sama seperti kemarin !”, ancamku lalu pergi meninggalkan mereka.

Aku sebenarnya ingin minta rugi rotiku pada mereka. Sarapanku kan hanya itu T^T. Tapi mengingat harga diriku yang terlalu tinggi untuk meminta-minta, aku mengurungkan niatku itu. Aku lebih baik mati kelaparan daripada kehilangan harga diriku !

***********************************

Still at Haemi PoV~~~


-Sekolah-

Ternyata berita tentang perkelahianku sudah tersebar-sebar ke seluruh sekolah. Teman-temanku menyebut empat namja itu dengan sebutan Dou-Ki-El. Aku tak tahu jelas kenapa mereka menyebut empat namja itu dengan julukan Dou-Ki-El, tapi aku bisa menyimpulkan kalau itu mungkin singkatan dari marga keluarga mereka, Double Kim Lee. Aku tahu itu, karena mereka menyebut-nyebut nama Kim dan Lee saat menggosipkan itu.

Karena itu semua, sekarang, di saat pelajaran olahraga, aku hanya duduk sendirian dipojok lapangan. Aku menekuk lututku dan meletakkan daguku di atasnya sambil memperhatikan teman-temanku yang sedang bermain bola basket. Tak ada yang mau memasukkan aku ke dalam tim mereka, karena takut akan dihajar olehku. Biasanya aku selalu diajak masuk ke tim mereka –walau aku tak dianggap–, karena aku selalu bisa memasukkan satu angka untuk mereka. Tapi kali ini…

“Huffftttt~~~~”, aku menghela napas pasrah saat melihat teman-temanku tertawa bahagia. Kalau bukan karena keinginan ibuku, aku tak kan mau masuk sekolah. Aku akan ikut membantu ibu berjualan kue di toko. Menjalani hidup sendirian seperti ini benar-benar melelahkan~~~

“HYAAA~~!!! Itu Enhyuk oppa !!”, teriak teman-teman yeojaku.

Aku segera mengangkat kepalaku dan mencari tahu apa yang membuat teman-temanku itu heboh.

“Annyoonggg~~”, sapa seorang namja yang sedang berjalan mendekat ke arah mereka. Ahh~~itu kan !! Namja peliiiiitttt ????

“KYAAAAA~~~!!!!!❤❤ <3”, teman-temanku semuanya berteriak histeris karena namja pelit itu.

Aku rasanya ingin muntah saat melihat namja itu mengedipkan matanya ke teman yeojaku yang sedang terperangah tak percaya saat si namja pelit itu merebut bola yang ada di tangannya.

“Hai~~manisss”, godanya pada yeoja itu. Teman-temanku dan yeoja itu berteriak histeris lagi. Sementara itu, si namja pelit dengan santainya berbalik dari yeoja itu dan  melangkah pergi dengan mimik ingin muntah. Haisshhh~~~dia bermuka dua !! Manis di depan, tapi berhati iblis dibelakang !

Aku jadi kasihan melihat yeoja itu yang berteriak-teriak senang pada teman-temannya. Dia kelihatan bahagia saat si namja pelit itu mengatainya manis

“Hei ! Mau main denganku ?”, tanya si namja pelit yang membuatku mendongak padanya. Dia ternyata sudah ada di depanku. Tangannya terulur kearahku. Dia kemari untuk mengajakku bermain bersama ?. “Anggap saja sebagai awal pertemanan kita… Aku Enhyuk”

Aku hanya diam dan memandangi muka polosnya. Dia memang berwajah polos dari luar, tapi ketika melihat tingkahnya tadi, aku jadi curiga. Dia berwajah dua ! Apa yang sedang direncanakannya untukku ?

“Kao Haemi, kan ?” tanyanya sok akrab. Dia menarik tanganku dan berhasil membuatku berdiri. “Ini !”, katanya sambil  melempar bola basket tadi ke arahku.

Refleks kutangkap bola yang lumayan dilempar keras itu ke arahku. Aishhh~~dia ingin membunuhku ?

“Kao cekatan sekali ya !”, ujarnya yang kurasa adalah ejekan.

‘BAKKK !’

“Auw~~!”, ringisnya kesakitan karena bola itu kulempar balik ke arahnya. Dia tak berhasil menangkap bola yang kulempar padanya sehingga mengenai perutnya. Teman-teman yeojaku mulai kembali berteriak histeris karena aku.

“Mianhe, tapi aku sedang tak ingin bermain”, ucapku datar lalu pergi meninggalkannya dan teman-temanku yang mulai berbisik-bisik.

________________________________

-di UKS-

Tak ada tempat yang lebih baik kudatangi saat ini, kecuali ruang UKS. Aku suka ruang ini karena sering sepi. Paling hanya ada satu dokter muda di sini, tapi itu pun dia sering tak ada !

Aku masih memakai baju olahragaku saat ke uks. Hmm..lagi-lagi dokter muda itu tak ada. Benarkan yang kubilang ?. Hmmm..aku rasa aku butuh tidur sebentar. Lelah sekali rasanya menjadi orang yang tak dianggap oleh siapa pun.

Aku baru saja akan menutup mataku setelah berbaring di salah satu ranjang pasien, tapi tiba-tiba aku malah dikejutkan oleh suara teriakan.

“ANDWEEEEE~~~~!!!!!!!”

Cepat-cepat aku bangun dan duduk di ranjangku dan menoleh ke ranjang pasien yang ada disebelahku. Suara iitu berasal dari ranjang itu. Tapi ranjangku dan ranjang itu dipisahkan oleh sebuah tirai, jadi aku tak bisa melihat siapa jelas siapa yang berteriak.

Tapi, berkat cahaya matahari, aku bisa melihat bayangan orang itu. Dia sekarang sudah terduduk dari posisi tidurnya tadi. Aku bisa mendengar suara napasnya yang terengah-engah seperti baru saja bermimpi buruk. Hmm…mungkinkah dia bermimpi buruk ?

Ntah kenapa, aku jadi penasaran dengan sosok orang itu. Tanpa sadar, tanganku menyibak tirai yang jadi pemisah kami.

“Kao kenapa ?”, tanyaku padanya. Ternyata dia adalah seorang namja. Tiba-tiba saja timbul rasa kasihan, saat melihat namja itu tertunduk dalam dengan tangan menjambak rambutnya kuat. Apa dia benar-benar bermimpi buruk ?

Tak lama kemudian, namja itu mengangkat kepalanya dan melihat ke arahku.

…… Satu detik…

……Dua detik…

“KAO !!!!!!!!!!!”, teriak kami bersamaaan.

Omo~~aku benar-benar tak menyangka dengan orang yang dihadapanku. Namja cantik ?

“Haisshhh~~kenapa malah bertemu dengan lalat kecil sepertimu lagi ?”, ucapnya sambil meraih cermin yang ada di kepala ranjang.

Tubuhku sedikit tersentak saat melihat benda kecil yang disebut cermin itu berada di depan mukanya. Hufffttt…aku harus sedikit sabar. “J-jj..jangan bicara smbarangan ! A-aaku bukan lalat !”, hasihh~~bicaraku jadi gegalapan karena benda kecil itu !

Namja itu memalingkan mukanya dari cermin itu ke arahku, “Kao tak bisa lihat ini ?”, marahnya sambil menunjukki hidungnya. Aku mengalihkan pandanganku dari benda kecil itu ke hidungnya. Namja itu berdecak kesal lalu kembali melanjutkan aktifitas mengacanya, “Kao hampir mematahkan hidungku yang sempurna !”

Tubuhku sudah gemetaran dan rasanya sebentar lagi ‘sikap tololku’ itu akan keluar. Kugigit bibirku, berusaha menahannya dan menunduk dalam dari cermin itu.“K-kk..kenapa kao berteriak ?”, tanyaku tak sadar. Untuk apa aku menanyakan hal itu.

“Kao mendengarnya ?”, cepat-cepat kuangkat kepalaku ketika menyadari perubahan nada suaranya. Nadanya terdengar dingin dan menakutkan. Sekarang aku sudah bisa melihat lurus ke arahnya, karena cermin itu sudah tak ada.

Matanya masih menatapku tajam saat dia meraih tasnya, “Lupakan saja semuanya !”, perintahnya datar lalu melangkah pergi.

Aku masih menatapi punggungnya bingung sampai dia benar-benar keluar dari ruang UKS ini. Lupakan ? Apa maksudnya ? Aku jadi semakin penasaran kenapa dia berteriak tadi…

_______________________________

-sepulang sekolah-

“Hei ! Haemi~~~” aku menghentikan langkahku dan menoleh ke belakang. Namja Sok kuat ? Dia tahu namaku ? Ada perlu apa dia denganku ?. “Kao melupakan ini”, katanya ramah sambil menyerahkan bukuku.

Aku mengerutkan dahiku saat menerima bukuku, “Kenapa bisa ada pada kao ?”

“Haha~~kao tak ingat ? Tadi kao menabrakku saat istirahat !”, namja itu mengangkat bahunya dan memutar bola matanya, “Kao menjatuhkannya…”

“Owh..gomawo” jawabku datar lalu mulai berjalan pulang lagi. Tapi tanganku ditahannya, “Ada apa lagi ?”

“Kao…”, cukup lama dia menatapku hingga akhirnya menghela napas, “Pulang lahh~~”

Dia melepaskan lenganku pelan dan berjalan kembali ke arah dia datang. Kenapa anak itu ? Apa ada yang ingin dikatakannya untukku ?

“NAMAKU DONGHAE !”, teriaknya keras lalu berbalik ke arahku, “Kao harus ingat ituu !”.

Aku mengamati punggungnya yang perlahan menjauh dari pandanganku. Ada yang aneh dengannya… Dia tadi seperti ingin mengatakan sesuatu padaku, tapi apa ?

_____________________________

-rumah Haemi, sore hari-

Tubuhku sudah sangat lelah saat berniat untuk mencuci piring oemma. Tapi karena ingat tentang oemma yang selalu kelelahan saat pulang kerja, aku menyemangati tubuhku untuk bekerja.

Jam sudah menunjukkan angka enam dan hari sudah mulai mendekati magrib, tapi oemma tak pulang-pulang juga. Aku mulai khawatir dan cemas, karena tak biasanya oemma begini. Oemma selalu pulang tepat waktu, yaitu pukul lima. Tapi ini sudah lebih dari satu jam, apa oemma baik-baik saja ?

Aku sudah berkali-kali mondar mandir di depan pintu rumah dan bolak-balik mengintip jendela. Aku benar-benar khawatir dan mencemaskan oemma. Sempat terpikir olehku untuk menghubungi toko kue tempat oemma bekerja, tapi aku membatalkannya karena teringat uang tagihan telepon yang sudah membludak. Keluargaku tergolong sederhana, tapi akhir-akhir ini kami mengalami kesusahan. Entah karena apa aku juga tak tahu. Tapi yang jelas sekarang bukan hanya tagihan telepon yang membludak naik, tapi juga tagihan listrik, uang sekolahku, bahkan uang sewa rumah ini.

TOK~TOK ! “Haemi-yaa~”, ketukan di pintu mengejutkan aku yang sedang melamun di depan pintu.

Dengan pelan kubuka pintu rumahku dan menemukan ahjumma –tetanggaku—dengan mata sembab dan tubuh bergemetaran. “Ahjumma kenapa ?”, tanyaku hati-hati sambil merangkul pundaknya untuk masuk.

Aku membantunya duduk di kursi sofa jelek di ruang tamu, “Oemma sedang tak ada di rumah. Tapi aku akan buatkan teh untuk ahjumma”, ucapku yang lalu bangkit dari sofa dan berniat berjalan ke dapur.

Tapi tangan ahjumma yang sudah tua menahanku. Aku menoleh ke arahnya dengan pandangan kasihan. Matanya masih belum sembuh dari sembab, tapi sekarang malah dibasahi oleh air mata lagi. “Haemii-yaaa”. Ahjumma menatapku dalam, “In yeong sudah meninggal”

DEG ! Seketika saja aku merasa tubuhku kaku ketika mendengar nama itu. In yeong ? Itu nama oemma kan ?

________________________________

-jalan, pukul tujuh malam-

Jalanku benar-benar lunglai saat menyusuri jalanan yang basah karena hujan. Aku baru saja pulang dari makam oemma dan sekarang malah harus menyusuri jalanan sendirian karena rumahku sudah habis masa sewanya. Nona pemilik rumah itu sudah tak bisa membiarkanku tinggal di rumah itu lebih lama lagi, karena sudah tiga bulan uang sewanya belum kami bayar. Apalagi setelah dia mendengar oemma meninggal, jadi dia tak segan-segan mengusirku keluar.

Hatiku benar-benar kosong saat kehilangan oemma dan sekarang aku malah tak punya rumah ? Air mataku terus saja keluar tanpa ampun saat menyadari betapa buruknya nasibku. Aku sekarang yatim piatu dan tak punya siapa-siapa pun. Sodara tak ada, apalagi teman ?

Aku menyeret koperku ke kursi taman yang ada di tepi jalan dan duduk di sana. Kubenamkan wajahku rapat-rapat di dalam tekukan kakiku. Udara semakin dingin dan aku mulai sesunggukan saat ingat kata-kata ahjumma padaku,

‘Sebelum kecelakaan itu terjadi, oemma mu bilang dia akan berusaha membuatmu jadi yeoja yang cantik. Dia bahkan berjanji padanya sendiri untuk membelikanmu sebuah gaun’

Aku semakin terisak-isak pedih. Oemma benar-benar menginginkan aku menjadi yeoja cantik ! Demi akuu… Ne, aku yakin oemma mungkin meninggal dalam kecelakaan itu karena aku !

“Song haemi~~ Song Haemi agashi ?” aku mengangkat kepalaku dan menatap pria dewasa dengan setelan jas hitam tebal dengan payung hitam. “Ahh~~ternyata benar…”

“Siapa kao ?”

“Hankyung imnida..”, pria itu membungkuk dalam “Aku kepala pelayan keluarga Choi”

“Keluarga Choi ?”

Orang yang bernama Hankyung tersenyum, “Ne..itu nama keluarga baru anda, agashiii~~”

TBC~~~~~~~~~

# Sorry (dear daddy)~~~ f(x) play

**********************************

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 10 Januari 2011, in Super Fanfiction and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: