[FF/S/5/PG-15] Glamoure

Judul : Glamoure

Penulis : Flowbloom

Pemeran Utama : Song Haemi aka Hyunana Choiminoz

Pemeran Tambahan:

Kim Heechul SUJU aka chullie~~(namja cantik)

Lee Donghae SUJU aka hae~~(namja sok kuat)

Lee Hyukjae SUJU aka Enhyuk or hyukie~~ (namja pelit)

Kim Ryeowook SUJU aka wookie~~(namja pendek)

Choi Siwon aka Mr Cho

Hankyung aka Ahjussii

Panjang : Chaptered [5/15]

Rating : Straight/PG-15

Genre : Roman/Persahabatan

#Forever or Never SHINee play~~

*********************************

Previously~~~

“Mr Choi~~ bolehkah kami mengambil gambar Haemi agashii sendirian saja ?”

Mwo ? Sendiriannn ?

“Ne..tentu saja ! Silahkan ambil gambarnya”, ujar Mr Cho sambil tersenyum ramah.

Aku menelan air liurku saat melihat pelan-pelan heechul, enhyuk, ryeowook menuruni panggung ini. Aku… Aku… Dipotret sendirian ?

“Tenang laaa…” suara bisikan lembut Donghae dari belakangku benar-benar menenangkan. “Kao hanya perlu tersenyum sedikit di depan kamera ! Jangan takut~~”

Aku mengangguk pelan sementara Donghae menepuk pundakku pelan sebelum meninggalkan aku.

“Agashii~~ berpose lah sedikit” perintah seorang wartawan.

“Nn-n..ne !” Dengan gemetaran kuletakkan tangan kananku ke pinggang dan berusaha tersenyum di depan kamera.

“Agashi~~miringkan sedikit tubuhmu ke kiri !”

“Seperti ini ?”, tanyaku sambil memiringkan tubuhku.

‘BLITZ ! BLITZ !’

***********************************

Still at Haemi PoV~~

-Next day-

Pesta berakhir tengah malam dan tidurku tak nyenyak semalam. Kepalaku pusing dan mataku sedikit sembab karena mimpi buruk. Semalam aku mimpi oemma. Di mimpiku, oemma bilang dia bertemu appa dan bahagia disana. Dia memintaku untuk menyukai keadaanku sekarang. Aku tak mengerti maksudnya dan meminta ikut pergi bersamanya menemui appa. Oemma menggeleng dan akhirnya menghilang begitu saja. Aku menangis sendu, tapi kemudian oemma kembali mengucapkan sesuatu padaku.

‘Haemiii~~aku ingin kao menjadi yeoja sepenuhnyaa’.

Setelah itu suara oemma tak terdengar lagi dan aku pun terbangun dengan mata gembung. Benar-benar menyedihkan~~

Aku berjalan pelan ke arah ruang makan pagi ini. Sesuatu yang tak biasa kulakukan. Karena biasanya, pagi-pagi begini, aku akan berlari kalang kabut menghindari oemma. Kali ini lain…oemma sudah tak ada.

Hal lain yang tak biasa lagi untukku adalah duduk sarapan bersama di meja besar. Biasanya kan aku sarapan di jalan, dan kali ini tidak. Sebenarnya aku suka dengan hal baru ini, tapi aku tak nyaman. Tak nyaman dengan cara makan mereka. Selama kami makan, tak ada satu pun yang berani mengangkat suaranya. Aku jadi merasa seperti makan sendiri bersama patung.

Akhirnya dengan alasan punya janji dengan teman pagi hari ini, aku pamit pergi ke sekolah duluan pada Mr Cho. Mr Cho mengijinkan aku, tapi dia kembali menawarkan aku Porsche orange susu nya untuk mengantarkan aku ke sekolah. Dengan halus, kutolak tawarannya.

Aku masih tak terbiasa dengan cara gaya hidup mereka. Aku lebih suka menaiki bis ke sekolah. Tanpa harus beradu pendapat, akhirnya dia setuju aku naik bis.

Setelah pamit, aku segera keluar dari lingkungan serba glamour itu ke halte terdekat. Tidak sulit bagiku menemukannya karena aku sedikit tahu jalan daerah sini. –Ternyata diluar sudah mulai turun salju–. Orang-orang disekitar jalan, memperhatikan aku dengan tatapan yang tak bisa kuartikan alasannya. Tapi aku tak peduli. Aku sudah terbiasa dengan tatapan-tatapan orang dalam bentuk apa pun padaku.

Sesampai di sekolah, orang-orang yang memperhatikanku semakin bertambah. Kali ini malah ada yang bersikap ramah dan menyapaku. Aku sedikit risih dan tak terbiasa seperti ini. Tapi menjadi ramah itu baik kan ? ^^ Aku senang membalas senyum semua orang yang menyapaku ^^

__________________________________

-siang hari, kantin-

Ini aneh ! Benar-benar aneh ! Kenapa meja ‘penyendiri ku’ tiba-tiba menghilang ?

Memang.. Keputusanku untuk pergi ke kantin itu ‘tolol’. Aku kan tak membawa bekal dan tak punya uang. Tapi salju sedang turun diluar, aku ingin mengamatinya dari meja ‘penyendiri’kuu..

Tapi tiba-tiba saja saat aku ke kantin, meja itu tiba-tiba menghilang. Kemana perginya mejaku ?

“Haemii-yaaa~~duduk saja disini bersama kami”, ucap salah seorang murid yang ada di meja ‘istemewa’ padaku

Aku menggaruk pipiku bingung. Bingung harus menolaknya dengan cara apa. Aku kan sedang tak punya uangg (=,=’). “Mmm..a-aaku..”

“Di sini saja bersama kami !”, teriak seorang namja dari meja ‘istemewa’ lain.

“Hei ! Di meja kami lebih nyaman”

“Tidak ! Di meja kami saja”

“Haemi…kao duduk disini saja”

Kantin mulai penuh dengan teriakan mereka yang memperebutkan aku. Aku menjadi pusing dan bingung karena harus memilih yang mana. Perutku berbunyi dan aku ingin melihat salju. Omooo~~ottokhajii ?

“HAEMINIEEE~~~” Panggilan manis untukku ini berhasil membuat semua orang terdiam dan menoleh ke arah yang sama. Menoleh ke Donghae. “Ayo makan bersama …!!”

“Eh ? Makan bersama ?”. Anak ini bukannya membuatku berhenti pusing, malah membuatnya tambah parah. Aku kan tak punyaaa uang untuk makan (T________T)

Donghae berjalan mendekat ke arahku, “Sudah..ikut saja !” ucapnya sambil menyeretku pergi

________________________________

Author’s PoV~~


-at halaman belakang sekolah-

Salju turun melayang pelan ke bumi, tapi asap hitam mengepul pelan seolah tak peduli dengan hujan salju itu.

“ MWORAGO ?!!! PESTA BARBEKYU ???”, pekik Haemi tak percaya ketika melihat tiga sodara barunya dengan senyum cengir memamerkan pesta barbekyu mereka.

Haemi melotot tak percaya pada meja bundar putih dan lima kursi kayu manis mengelilinginya. Juga tempat bakar barbekyu nya *maaf, author gak tahu nama alatnya. Katrok saya XP* Haemi tak bisa menebak dari mana mereka mendapatkan itu semua.

“Pesta untuk salju pertama dan untuk penyambutan adik baru kami yang manisss”, ucap Donghae sambil mencubit pipi Haemi.

“Bagaimana nanti kalau kita ketahuan Mr.Kim (kepsek) ? Kita akan terkena masalah..”, kata Haemi takut

“Phabo ! Si tua Kim itu sedang tak ada.. Jadi kao tak perlu takut berlebihan begitu”, jawab Heechul santai.

Haemi menunduk dan mengerutkan keningnya, “Tak ada ?” gumamnya lemah. Dia berpikir keras mencari kemungkinan bahaya lain selain Mr.Kim “Tapi..bagaimana kalau guru menangkap basah kita?”

“Aisshhh~~kenapa otakmu phabo sekali !”, gerutu Heechul kesal. “Ditangkap basah oleh guru pun, mereka tak akan bisa mengeluarkan kita dari sekolah tanpa persetujuan si tua itu kan ?”

Haemi mengangkat alisnya melihat Heechul, “terserah kalian sajalah~~”. Dia sudah tak tahu kemungkinan lain yang bisa membahayakan mereka. Lagipula perutnya juga sedang lapar. ‘Tak ada salahnya makan gratis kan ?’, pikir haemi.

Merasa ada yang kurang dari mereka, Haemi menyikut lengan Donghae yang sedang sibuk memotong sayuran. “Enhyuk kemana ?”

“Pergi membeli daging tambahan untuk kita”, jawab Donghae tanpa mengalihkan perhatiannya yang sedang memotong sayuran. “Ini wookie-yaaa~~”, kata Donghae dengan nada riang sambil menyerahkan sayuran yang dipotongnya pada Ryeowook.

“Ne..”, ryeowook mengambil sayuran yang diberikan Donghae dan lalu menusukkannya bersama daging.

Haemi mengamati sodara-sodaranya dengan kagum. Donghae yang memotong sayuran, Ryeowook menusukkan daging dan sayuran, hingga ke Heechul yang mengipas-ngipas Barbekyu yang sedang dipanggang. Dia merasa sodara-sodaranya hebat. Walaupun mereka berasal dari keluarga kaya, tapi ternyata mereka bisa memasak. Tanpa sadar, Haemi mengembangkan senyumnya.

“Kao kenapa senyum-senyum ?”, tanya Heechul

“Ne ?. Mm..akuu..” Haemi menimbang-nimbang jawaban yang tepat untuk menggambarkan perasaannya. “Kagum ?”, ucap nya dengan suara kecil. Dia menyesal karena kata itu yang keluar dari mulutnya.

“Kaguum ??”, tanya Donghae dan Ryeowook penasaran.

Haemi mengangguk malu, “Kalian sangat pintar memasak, padahal kalian anak dari keluarga terpandang”

“B-BB..BUAHAHAHAHA”

“Kenapa tertawa ?”, tanya Haemi kesal karena mereka tertawa mendengar pujiannya.

“Kao pikir kami itu tak pandai memasak ya ?”, tanya ryeowook geli. “Kao benar-benar lucu Haeminie”

“Itu jelas-jelas tidak lucu”, jawab Haemi sambil mengerucutkan bibirnya jengkel. “Berhenti tertawa !”, perintah nya pada Heeechul yang tak bisa berhenti tertawa.

“YAA !! Lalat kecil~~”, Heechul menyeka air mata yang keluar karena tertawa. “Kao sendiri… Apa juga bisa memasak seperti kami ?”

Haemi berpikir sejenak, “Ne..tentu saja !”, jawabnya mantap

“Kalau begitu cepat bantu kami memotong sayuran !”, perintah Heechul.

Dengan senyum yang mengembang manis, Haemi meminjam pisau milik Donghae, “Boleh kupinjam sebentar ?”

“Ne..tentu saja~~”, jawab Donghae sambil mengacak-acak rambut Haemi gemas.

Pisau Donghae sudah ada di tangan Haemi. Gadis itu tersenyum tipis, lalu mulai memotong paprika –yang tadi dikerjakan oleh Donghae—menjadi beberapa bagian. Tapi tak lama kemudian, “Omoo~~”, ringis Haemi kesakitan. Jarinya terluka karena pisau dan darah segar mengucur deras dari jarinya.

Dengan sigap Donghae meraih jari Haemi dan menghisap darahnya. Haemi terkesiap kaget. Begitu juga dengan Heechul dan Ryeowook. Mereka tak kalah kaget dengan mata yang terbelalak besar. Mereka tak menyangka Donghae akan bereaksi cepat seperti itu untuk Haemi.

Donghae menghentikan aksi menghisapnya, lalu mendongak dan menatap Haemi cemas, “Darahmu banyak sekali keluar ! Sepertinya lukamu dalam”

Ryeowook yang mengerti keadaan, segera membantu, “Aku akan ke UKS ! Mungkin ada obat yang bisa menghentikan pendarahannya”

Sementara Ryeowook pergi, Donghae kembali menghisap jari Haemi. Heechul yang melihat itu tak bisa berhenti melotot ke Donghae. Hatinya terasa panas dan sedikit sesak. Ada rasa marah pada Donghae disana, tapi dia tak tahu alasannya kenapa.

Enhyuk yang baru pulang dari membeli daging kaget luar biasa dengan perbuatan Donghae, “YAA~~!! Apa yang kao lakukan pada adik sexy ku ?”. Dengan susah, payah Enhyuk berlari dengan kantong2 plastik berisi daging ke arah mereka. Namun Donghae, Haemi dan Heechul terlalu sibuk dengan pikiran mereka sehingga tak menyadari kehadiran Enhyuk. “LEPASKANNN ADIKKKUUUUUUUU….”, ‘BUG’ Enhyuk memukul kepala Donghae dengan sekantung penuh daging.

________________________

Haemi PoV

Acara panggang memanggang kami sudah selesai. Dan sekarang kami sedang duduk melingkari meja beralaskan kain putih ini. Tanganku juga sudah terbalut rapi dengan kain perban. Donghae ternyata cukup cekatan juga dalam membalut luka seperti ini. Aku..aku sedikit kagum padanya.

Suasana makan kali ini tidak seperti tadi pagi. Mereka tidak diam dan malah bercanda sepuasnya. Mereka sedang menertawakan aku ketika kuberitahu sebenarnya aku tak pintar memasak.

“Jadi sebenarnya kau tak bisa memasak ?” tanya ryeowook geli karena menahan tawa.

“Bukan begitu..aku bisa memasak tapi hanya nasi dan mie..”. Mereka kembali tertawa mendengar jawaban bodoh dariku. Aku menghela nafas pasrah, “Sejak SMP ibu melarangku menyentuh pisau”

“Kalau aku jadi ibumu, aku juga akan melakukan hal yang sama”, sela Enhyuk cepat.  Aku menoleh ke arahnya yang duduk di sisi kiriku. “Kao itu tipe orang yang mudah terluka, bukan tipe yang cocok di dapur”

“Ne..kao benar”. Aku membenarkan pernyataannya tentang ‘aku yang tak cocok di dapur’, bukan yang satu nya.

Setelah berkata begitu, aku hanya diam saja. Sementara mereka mulai kembali saling bercanda satu sama lain. Mereka bertengkar soal daging. Enhyuk marah karena daging miliknya berkurang. Padahal kami sudah membagi dengan adil. Menurut kesaksian mataku, tadi aku melihat Donghae lah yang merebut daging Enhyuk—aku rasa Donghae melakukannya untuk balas dendam karena Enhyuk tadi menimpuknya dengan daging–. Tapi Donghae tak mau mengakuinya dan malah menuduh Heechul yang mengambilnya. Heechul jelas marah dan menyalahkan Ryeowook yang tak tahu apa-apa. Mereka beradu mulut seperti anak kecil.

“Dou-ki-el…” panggilku pelan.

Mereka menoleh cepat ke arahku dengan diam seribu bahasa, seolah-olah tadi aku memanggil mereka dengan volume paling besar yang dapat membuat semua orang terdiam.

“Kalian aneh..bahkan sangat ! Sangat aneh ! Tadi pagi kalian makan dalam diam, tapi kenapa sekarang cara makan kalian seperti anak TK ?”

“Appa melarang kami makan dengan cara seperti ini”, jawab Enhyuk dengan nada santai sambil kembali menyantap daging panggang nya. “Katanya itu bukan cara makan yang beretika”

“Di depan appa kami makan dengan cara makan orang beretika, di belakangnya kami makan dengan cara seperti ini”, tambah Donghae.

Aku mengangguk mengerti pada Donghae yang duduk di sisi kananku. Ternyata karena Mr.Choi ! Kukira mereka punya kepribadian ganda.

“He ! Lalat kecil !” Aku menoleh ke heechul yang meletakkan sendok garpunya di piring dan menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Jadi benar tadi pagi kao menghindar dari sarapan pagi kami yang membosankan ?”

Aku kaget. Jadi mereka tahu soal aku yang menghindari kebiasaan aneh mereka ?

Donghae mengacak-acak rambutku gemas, “Kao sangat lucu haeminii~~ ^^. Pergi ke sekolah duluan tanpa kami dengan tak sarapan. Kao bahkan tak meminta uang jajan. Apa kao tak peduli dengan kondisi tubuhmu yang kecil dan kurus ?”

“Aku bahkan penasaran bagaimana dia bisa naik bis tanpa uang jajan ?”, tanya Ryeowook menatapku penasaran dengan tangan memangku wajahnya di meja.

Aku menghela nafasku sebelum bicara—aku pikir akan sulit menjelaskan ini pada mereka, “Aku tak biasa dengan kehidupan glamour kalian..”, ucapku sambil menutup mata. Tapi kemudian membukanya kembali, “Dan aku butuh proses untuk bisa beradaptasi” Aku melupakan pertanyaan ryeowook, “Aku masih punya uang untuk sekedar naik bis”

Mereka diam bingung dengan jawabanku. Aku sudah menduganya sejak awal kan ?. Tapi tak lama kemudian Enhyuk tertawa. “Kao hampir tidak beruntung hari ini”. Tidak beruntung ? “Kao hampir melupakan ini…” ujarnya sambil menyerahkan amplop kuning.

Aku membuka amplop yang berukuran sedikit besar itu. Kartu ATM dan buku rekeningnya ?. “IGE MWOYAA ?”, pertanyaan bodoh. Tapi maksudku adalah ini semuanya untukku ?

Heechul tertawa sinis, “Tentu saja itu kartu ATM. Tak pernah melihat benda itu ?”

Kuangkat alisku sebelah menatap Heechul, “Siapa yang bertanya padamu ?”, tanyaku balik lalu kembali mengeluarkan barang lain yang ada di dalam amplop itu. Sebuah majalah ?

TBC~~~~~~~~~

#Y.O.U~~~ SHINee play

************************************

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 10 Januari 2011, in AUTHOR, KATEGORI, Super Fanfiction and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: