[FF/S/1/PG-15] Glamoure

Judul : Glamoure

Penulis : Flowbloom

Pemeran Utama : Song Haemi aka Hyunana Choiminoz

Pemeran Tambahan:

Kim Heechul SUJU aka chullie~~(namja cantik)

Lee Donghae SUJU aka hae~~(namja sok kuat)

Lee Hyukjae SUJU aka Enhyuk or hyukie~~ (namja pelit)

Kim Ryeowook SUJU aka wookie~~(namja pendek)

Choi Siwon aka Mr Cho

Hankyung aka Ahjussii

Panjang : Chaptered [1/15]

Rating : Straight/PG-15

Genre : Roman/Persahabatan

~~~~~~~~

Prolog~~

#Forever or Never Shinee play~~~


Ige mwoya ?!!

Rambut panjang yang terurai…

Pipi merah merona…bibir…gelang…kalung…?

Daaaaaaaaaannnn…

MWORAGO ?!!!

AKU MEMAKAI GAUN ?!!!!!!!!!!

**************************************

Cast :

Song Haemi aka Hyunana Choiminoz

Kim Heechul SUJU aka chullie

Lee Donghae SUJU aka hae

Lee Hyukjae SUJU aka Enhyuk

Kim Ryeowook SUJU aka wookie

****************************

Haemi PoV~~~~~~

“Haemi-yaaaaa~~~~~!!!!!!! KEMBALIIII !!”

Kuabaikan teriakan oemma padaku dan berlari sekencang yang aku bisa. Hari ini sebisa mungkin, aku harus bisa menghindar dari tindakannya yang mencoba ‘MENDANDANIKU’ !!!. Kalian tahu ? Tindakan seperti mengoleskan bedak, lipstik, menata rambut seindah mungkin….

Aku benci hal itu ! Bagiku itu merepotkan ! Apa gunanya bedak yang akan membuat mukamu putih seperti hantu ?!! Lipstik yang membuat bibirmu gatal ?!!!! Dannnn…masalah rambut. Bagiku kuncir kuda saja sudah cukup. Tak perlu aksesoris lainnya, karena itu MEREPOTKAN !!!

Aku semakin mempercepat laju lariku dan berusaha menelan roti yang menjadi sarapan pagiku secepat mungkin. Aisshhh…aku bisa telat kalo begini. Ini semua karena mimpi buruk SIALAN itu !!. Ckck..

____________________________

-sekolah, saat istirahat-

“Hei ! Hei ! Itu dia si perkasa, ‘Song Haemi’ “

Aku menarik napasku kesal, mencoba meredam amarah. Sudah berulang kali aku mendengar julukan itu dari bisik-bisikan teman-temanku.

Aku melewati sekumpulan murid yang mengerubungi meja ‘istemewa’ di kantin dan menuju meja ‘penyendiri’ yang ada di sudut kantin. Kenapa ada istilah meja ‘istemewa’ dan meja ‘penyendiri’ ?. Jangan tanya aku ! Karena aku tak tahu sejarahnya. Tapi yang pastinya meja ‘istemewa’ selalu ditempati oleh murid-murid sok tahu dan kebanyakan bergosip ria tentang orang lain. Dan meja ‘penyendiri’ hanya untuk orang-orang yang tak punya teman seperti aku.

Kalau kalian bertanya tentang kondisi kedua meja itu, aku akan jawab tak ada perbedaan diantara keduanya. Meja ‘penyendiri’ tidak buruk dan meja ‘istemewa’ juga, tak seistemewa namanya. Yang membedakan mereka hanya letak dan jumlah kursinya. Kalau meja ‘istemewa’ berada di tengah-tengah ruang kantin, sedangkan meja ‘penyendiri’ ada di sudut. Nahh..kalo jumlah kursi di meja ‘istemewa itu bisa mencapai enem sampai delapan, sedangkan jumlah kursi di meja ‘penyendiri’ hanya ada satu !

Tapi itulah yang kusuka dari meja ini, selain hanya jumlah kursinnya yang hanya untukku ! Posisinya juga sangat strategis –setidaknya untukku–, posisi meja ini sangat dekat dengan jendela kaca besar yang transparan.

Jika kau duduk disini, kau akan bisa melihat secara langsung kebawah *kantinnya ada di lantai 2 sekolah* , tepatnya ke luar sekolah yaitu taman belakang ! Pemandangan taman itu menjadi sangat indah di musim gugur seperti ini. Daun maple yang berwarna orange menjadi pamandangan eksotis yang bisa kao nikmati saat makan siang ^^. Hmmm..kao akan merasa seperti makan di restoran mahal~~~

Aku menikmati makan siangku yang berupa jajangmyeon buatan oemma sambil memandang ke luar jendela. “Hmm..mwo ?!! Apa itu ?”, gumamku terkejut saat melihat sesuatu yang ganjil di luar sana

Mataku mulai menyipit, berusaha menajamkan penglihatan. Ternyata pemandangan ganjil itu disebabkan oleh empat orang namja yang sedaaang….aku tidak tahu persis, tapi mereka kelihatan seperti sedang mengancam seorang hoobae.

Aku kembali menyipit dan terkejut karena dugaanku benar. Mereka sedang melakukan bullying pada seorang hoobae ! Dan itu jelas-jelas tindakan pengecut !

Segera kutinggalkan makan siangku, dan berlari keluar kantin menuju koridor yang memiliki jendela terbuka dengan pohon besar berada di dekatnya. Aku melompat dari jendela ke dahan pohon terdekat dan kemudian turun dengan mulus ke dasar pohon itu. Menuruni pohon besar ini adalah hal yang sangat biasa kulakukan. Aku sering menjadikan pohon ini sebagai alternatif cepat bagiku saat sedang bolos pelajaran. Jadi tak sulit bagiku yang memakai rok untuk bebas menuruni pohon ini.

Setelah dengan cepat berhasil turun, aku segera berlari ke tempat kejadian tadi. Tapi belum sampai aku ke tempat itu, empat orang namja itu malah membawa hoobae mereka ke dalam gudang sekolah. Cihhh~~mau mereka apakan hoobae itu ?

Aku mengikuti mereka masuk ke dalam gudang itu, dan bersembunyi di balik tiang gudang. Aku ingin tahu terlebih dahulu masalah mereka dengan hoobae itu, sebelum aku menghajar mereka.

“Sekarang sudah aman !”, ucap salah satu namja yang paling pendek diantara mereka. *sekedar informasi dari author, muka namja ini juga imut-imut lhooo ^O^~~. Ayooo tebak siapa ?*

“YAAA!!! KAO MASIH TAK MENGAKU JUGA ?!!!”, marah salah seorang namja cantik sambil menarik kesal kerah baju namja itu. Wajah terlihat sangat tidak normal untuk ukuran seorang namja, karena itu aku menyebutnya namja cantik

“A-aa…aaku benar-benar tak melakukannya. B-bbu..bukan aku yang melaporkan perkelahian kalian pada seosangnim”, jawab si hoobae dengan keringat dingin meluncur dari dahinya.

Jadi begitu ya ? Mereka ingin membuat ‘pelajaran’ untuk si hoobae karena sudah mengadukan perkelahian mereka ?

“Sudahhh…ambil saja uangnya ! Kita makan-makan besar”, ujar namja lain. Huh ! Dasar matrekkk ! *bhsa cmpur-cmpur Kor-indo*. Dari mukanya saja aku sudah tahu dia gila uangg dan sangaaaaat pelit *ayoo tebak siapa namja ini ?*

“Itu nanti ! Sekarang….kita beri pelajaran dulu untuknya” KRAKK !! Namja yang satu ini mulai meregangkan otot-otot tangannya sampai berbunyi keras seperti itu. Ckckc…dasar sok kuat !

Mereka berempat sudah siap-siap akan menghajar hoobae itu.

HUH ! Ini lah waktuku keluar dari persembunyiann, “HENTIKAAANNNNN ITU !!!!”, teriakku keras dan berhasil membuat mereka berhenti dan menoleh ke arahku

Si namja cantik mendengus remeh ketika melihatku, “Ahhh~~hanya lalat kecil.. Tak usah pedulikan’, ucapnya remeh yang membuat temen-temannya yang  lain mulai berkosentrasi pada hoobae itu lagii.

MWO ?!! Mereka meremehkan aku dengan menyebutku ‘LALAT’ ?!!!.

“YAAAAAAAAA !!!!!!!!!”

“Apa ?”, tanya si namja pelit dengan muka malas melihatku.

“HENTIKAAAANNNN KATAKU !!!!!!!!!”, teriakku lagi

“Sudahh….tak usah hiraukan”, nasihat si namja pendek sambil ikut memasang muka malas melihatku.

MEREKA BENAR-BENAR MENGHIRAUKAAANNN KUUUUUUUU ?!!!!!!!?!!!???!!!!

‘PLETAK !’

Bola tennis berhasil dengan mulus mengenai salah satu kepala mereka. Ha.ha.ha.ha !!!..

“YAA !! KENAPA MELEMPARI AKU ?!!!”, kesal si namja sok kuat padaku sambil mengusap-usap kepalanya yang terkena lemparanku. “YANG MENGHIRAUKAN KAO KAN MEREKA, BUKAN AKU !!!!”, protesnya.

Aku tertawa kecil dan mulai melempar lagi bola-bola tennis itu ke kepala mereka masing-masing berturut-turut. Entah dari mana bola-bola ini, yang pastinya banyak sekali berceceran di lantai gudang ini.

“Auw..auw >< !!”, aku semakin membabi buta melempari mereka dengan berpuluh-puluh bola tennis itu ketika mereka berteriak kesakitan.

~~~~TUINGGG~~~~~

Tubuhku mematung seketika, ketika melihat tak ada lagi bola tennis yang berceceran di lantai. Semuanya sudah habis kulempari ke mereka.

“Kenapa ? Apa sudah habis ?”, ejek si namja pendek itu padaku.

“Haha..yeoja kasar !”, tawa si namja pelit. “Kao sekarang tak punya apa-apa lagi untuk menghajar kami..”, ujarnya senang yang membuat mereka mulai berjalan pelan ke arahku dengan wajah-wajah pemangsa.

“Lalat kecil tetaplah lalat kecil~~”, tambah si namja cantik

“Ayoo~~kita bereskan dia !”, tawa si namja sok kuat

Aku segera memasang kuda-kudaku, bersiap-siap menghajar mereka. Ketika mereka sudah cukup dekat, aku mulai mengeleuarkan jurus sepak terbangku, “HYAAAAAAAATTTT !!!!!!”

___________________________________

-pulang sekolah, rumah Haemi-

“Aishhh~~oemma ! pelan-pelan”, protesku kesal saat oemma membantuku mengobati luka gores di ujung bibirku. Memang tak parah sih, tapi oemma bersikeras ingin mengobatinya.

‘PAK !’ Oemma meneloyor kepalaku kesal, “Kao ini ! Sudah kubilang jangan berkelahi ! Kenapa kao tak mau dengar kata-kataku ?!!”, marah oemma. Aku hanya diam dan memanyunkan bbirku kesal. “Bibirmu kan jadi terluka begini”, celoteh oemma kesal sambil menekan keras-kerasa handuk kompresan itu ke luka di bibirku.

“Ahh~~oemma sakit !”, kesalku lalu menepis tangan oemma dari mukaku. Oemma tampak terkejut dengan sikapku. “Biar kuobati sendiri saja ! Oemma tidur saja duluan, seharian tadi oemma lelah kan menjual kue sendirian ?”, ujarku lembut untuk menenangkan wajah oemma sambil merebut handuk kompresan itu dari tangan oemma.

Oemma tak terkejut lagi, tapi ekspresinya…’ngambek’ ? Aku mencium pipinya lembut, “Selamat malam oemma !”, ucapku lalu bangkit dari sofa di ruang tengah menuju kamarku.

“Huffttt~~~”, aku menghela napas syukur saat sudah sampai di kamar. Aku sungguh beruntung punya oemma baik sepertinya. Aku hanya punya oemma di keluargaku. Tak ada adik ataupun kakak. Kalau appaa~~~beliau sudah tak ada lagi. Appaku sudah meninggal sejak aku kecil.

“Appaaaa~~~”, gumamku sedih sambil mendekap foto appa dan memandang bintang yang ada di luar sana. “Nan bogoshippo~~~”

__________________________________

-next day-

“HAEMIII-YAAAAA~~~~ Ayo pakai bedakmu !”

Lagi-lagi oemma berusaha mendandaniku. Huffttt..hampir setiap pagi begini. Setiap pagi, aku akan berlari menghindar dari oemma dan hanya memakan sarapan rotiku di jalan.

“Huffftt~~~selalu begini”, gumamku lelah sambil mengeluarkan rotiku dari saku. Aku sudah cukup jauh dari rumah sekarang, jadi aku mulai berjalan santai dan mulai makan. Saat aku berniat ingin mengigit rotiku pertama kali –tepatnya membuka mulut saaangat lebar  >O<–, seseorang malah merebut roti dari tanganku. “Hei !”, kataku kesal sambil memperhatikan gerak rotiku yang berpindah ke mulut seseorang.

NAMJA SOK KUAATT  ??!!!

“Hmm…lumayan”, komentarnya sambil tersenyum lalu menyerahkan rotiku ke namja pelit.

Namja pelit itu ikut mengigit rotiku dengan lahap. HYAAA~~~ROTIIKUU ?? T___T

“KEMBALIKANNN !!!”, kesalku sambil berjinjit-jinjit untuk merebut rotiku yang sengaja diangkat tinggi-tinggi oleh namja pelit itu.

“Tak bisa kao ambil, hehehe”, ejek si namja pelit sambil meletakkan tangannya di kepalaku –tepatnya menekan kepalaku agar tak berjinjit lagi—. “Tangkap ini wookie !”, panggilnya sambil melempar jauh rotiku ke namja pendek.

Aku kesal setengah mati diperlakukan seperti itu. Ternyata aku lebih pendek dari mereka berempat T^T.. Ahh~~TIDAK ! Tinggiku sama dengan si namja pendek, hehe *senyam senyum*

“Kenapa kao senyum-senyum begitu ?”, tanya si namja pendek polos setelah mengigit rotiku.

“Ternyata kao pendek…”, jawabku jujur sambil cengir kuda.

“MWO ?!!” HAP !…Selagi namja pendek itu mengatakan ‘mwo ?’, sisa rotiku sekarang direbut si namja cantik.

Dia tersenyum sinis pada rotiku, lalu menjatuhkannya ke jalan dan menginjak-injaknya marah.

Aku membulatkan mataku tak percaya, “YAAA!!! APA YANG KAO LAKUKAN PADA ROTIKU ??”

“Itu untukmuuu..karena sudah melukai wajah cantikku”, marahnya sambil tersenyum sinis.

Emosiku naik begitu saja. “WAJAH CANTIK KATAMU ??!!!!”, tanyaku kesal. Aku berdecak, “APA KAO TAK PUNYA CERMIN HAH ??!! WAJAHMU ITU TAK NORMAL UNTUK UKURAN SEORANG NAMJA”, marahku.

“APA KATAMU ?!!!”, si namja cantik itu mulai mendekat ke arahku. “Jangan pikir aku akan kalah lagi darimu ~!”, ucapnya sambil menaikkan lengan bajunya

‘BAK !’, tanpa basa basi kujatuhkan tendangan terbangku ke wajahnya. Alhasil, dia terjatuh ke belakang dengan hidung berdarah.

“OMOO~~~”, teman-temannya yang lain melongo melihat si namja cantik terjatuh.

Si namja cantik itu menyeka darah yang mengalir dari hidungnya dan menatap tajam ke arahku, “KAOOO !!!”

“Simpan kenangan ini untukmu !”, ucapku ketus lalu menatap tajam ke arah teman-temannya yang lain seolah mengatakan ‘SIAPA-YANG-MAU-MELAWANKU-LAGI’

Wajah mereka ketakutan sehingga membuatku menghela napas kasar. “Sebaiknya simpan juga kenangan ini untuk kalian ! Jangan pernah ganggu aku lagi, atau kalian akan bernasib sama seperti kemarin !”, ancamku lalu pergi meninggalkan mereka.

Aku sebenarnya ingin minta rugi atas rotiku pada mereka. Sarapanku kan hanya itu. Tapi mengingat harga diriku yang terlalu tinggi untuk meminta-minta, aku mengurungkan niatku itu. Aku lebih baik mati kelaparan daripada kehilangan harga diriku !

TBC~~~~

#Sorry (dear daddy)~~~ f(x) play

****************************************************

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 10 Januari 2011, in Super Fanfiction and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Waha, author keren! Tepuk tangan wat flow! ~plok plok plok~
    Suka deh ama tokoh2x, btw bola tennisnya dpt dr mana yak?? author geje, tapi super2 keren ff nya!

    Daebak ya!

  2. Wah. .crta. .nya. .unik. .
    Aku bru. .bCa. .
    Meluncur k. .part 2.=)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: