[FF/S/3/PG-15] The Art Of Murder

Title: The Art Of Murder

Author: Sannia Kim

Main Casts:

♥ Inspektur Kim Jaejoong

♥  Letnan Park Yoochun

♥  Letnan Kim Junsu

♥  Letnan Song Seunghee

Supported Casts:

♥  Shim Hegi

♥  Lee Yoorim

♥ Jung Yunho

♥ Kang Seunghyuk

Length: 3/7

Rating: PG-15

Genre: Mystery, Action, Romance

Seunghee menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Dilihatnya jam di meja dekat tempat tidurnya. Sudah tengah malam rupanya. Hari ini dia sangat lelah. Pekerjaan menumpuk begitu banyak, dan Inspektur Kim memaksanya untuk menyelesaikan semua pekerjaan itu malam ini juga. Dan beginilah hasilnya. Pulang tengah malam. Seunghee bangkit dari tempat tidurnya dan memutuskan mandi dulu sebelum tidur. Tapi baru saja dia berjalan menuju kamar mandinya, ponselnya berdering, menandakan panggilan masuk. Dengan malas Seunghee meraih ponselnya. Keningnya sedikit berkerut saat melihat nama yang muncul di layar ponselnya.

“Inspektur Kim? Mau apa dia meneleponku malam-malam begini?”

“Yoboseyo.”

“Letnan Song, saya sudah ada di depan rumah anda sekarang. Segera keluar dan ikut saya.” Inspektur Kim langsung menutup teleponnya.

Seunghee berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke balkon, diintipnya sedikit. Benar saja, Range Rover milik Inspektur tampan itu telah ada di depan rumahnya.

“Aish, dia mau apa sih malam-malam begini?” rutuk Seunghee kesal. Dia segera mengambil mantelnya dan turun ke bawah.

“Seunghee-ah, mau ke mana kau malam-malam begini?” tiba-tiba terdengar suara yang sangat dikenal Seunghee, membuatnya menghentikan langkahnya. Ternyata Seunghyun, kakak laki-laki satu-satunya berdiri di dekat dapur, masih mengenakan piyamanya, memegang segelas air.

“Ah, seunghyun oppa. Sepertinya ada kasus, aku harus pergi.”

“Tengah malam begini? Kau pergi sendirian?” tampak Seunghyun sangat khawatir pada adik perempuannya itu.

“Aniyo, Inspektur Kim menjemputku. Oppa tidak usah khawatir.” Seunghyun tersenyum mendengar jawaban Seunghee dan mendekati adiknya itu.

“Aku bisa tenang kalau Jaejoong yang mengantarmu. Tapi tetaplah berhati-hati.” Seunghyun mengusap puncak kepala adik yang sangat disayanginya itu.

“Ne, oppa. Aku berangkat dulu. Jalga.” Seunghee mengecup pipi Seunghyun sekilas dan berjalan keluar rumahnya.

********************

Ternyata memang ada kasus malam itu. Dan kasus itu adalah kasus pembunuhan di apartment 305. Seperti yang telah diduga pihak kepolisian, terjadi lagi pembunuhan untuk kedua kalinya, dan kali ini korbannya adalah Kang Seunghyuk. *andwaeee, d-lite jangan matiiii… :’(* Saat Seunghee dan Jaejoong sampai di TKP, Junsu dan Yoochun telah sampai terlebih dulu.

“Inspektur, korban kali ini adalah Kang Seunghyuk, 24 tahun. Diperkirakan waktu kematian pukul 23.30, dengan kondisi tertembak. Yang menemukan mayat pertama kali adalah Lee Yoorim, tetangga korban.” Junsu melaporkan keadaan mayat korban pada Jaejoong.

“Hmm, dan apakah kali ini saksinya juga Lee Yoorim, Jung Yunho, dan Shim Hegi.”

“Geurae.”

“Letnan Kim, bawa saya menemui para saksi. Detektif Park dan Letnan Song, ikut saya dalam interogasi. Dan Letnan Lee, awasi pemeriksaan TKP.”

“Siap, inspektur” Kata Junsu, Seunghee, Youngmin, dan Yoochun serempak. Tidak ada yang banyak bicara kali ini, Yoochun sekalipun. Semua sudah lelah karena pembunuhan yang tiba-tiba ini mengurangi waktu istirahat mereka, padahal besok mereka tetap berangkat seperti biasa. Jaejoong, Seunghee, dan Yoochun mengikuti Junsu yang mengantar mereka ke tempat interogasi. Kali ini yang diinterogasi pertama kali Yoorim tentu saja, karena dia lah yang menemukan mayat Seunghyuk pertama kali. Saat Yoorim memasuki ruangan, dia tampak tersenyum pada Yoochun, dan Yoochun membalas senyumnya. Seunghee lega sekali melihatnya, karena dia tahu hubungan Yoorim dan Yoochun kurang baik setelah mereka putus, dan dia merasa sangat bersalah karena dia juga berperan dalam putusnya mereka.

“Lee Yoorim, 22 tahun, seorang penyiar di Seoul FM. Orang yang pertama kali menemukan mayat korban, sekaligus tetangga korban.” Jaejoong memulai interogasinya. Yoorim hanya mengangguk saja.

”Bisa anda ceritakan kronologi saat anda menemukan mayat korban?”

“Saya sedang menonton televisi ketika saya mendengar suara tembakan dari arah kamar Seunghyuk. Karena kaget saya segera menuju kamarnya, dan begitu kemari Seunghyuk sudah..” Yoorim tidak kuasa melanjutkan kata-katanya, dia hanya menunduk, dan wajahnya semakin pucat.

“Menurut laporan Letnan Kim, selain anda Tuan Jung dan Nona Shim juga ke TKP setelah anda. Apakah benar?”

“Geurae. Yunho yang saat itu pulang dari kantornya melihat saya yang ada di kamar Seunghyuk. Dan kemudian, saat mendapati Seunghyuk sudah meninggal, dia membangunkan Hegi yang saat itu sudah tertidur.” Jaejoong mengerutkan dahinya, merasa ada sesuatu yang ganjil dari kata-kata Yoorim.  Demikian pula dengan Seunghee dan Junsu, mereka saling melempar pandangan, dan kemudian tanpa dikomando memandang Yoochun yang tengah menatap Yoorim tajam. Seunghee menghela napas panjang, semoga kecurigaannya tidak benar.

“Apa saat anda melihat mayat korban anda tidak berteriak atau kaget?” Jaejoong tampak ragu menanyakan pertanyaan itu. Pertanyaan yang agak tidak wajar, tapi tentu saja baik Seunghee, Junsu, maupun Yoochun paham benar kenapa inspektur mereka menanyakan pertanyaan semacam itu. Wajar saja kan seseorang yang menemukan tetangganya dalam keadaan seperti itu, pasti akan segera berteriak karena kaget, sama seperti Hegi saat menemukan kakaknya terbunuh, tentu saja kecuali orang itu……..

“Aniyo, saya memang kaget, jadi saya hanya diam, dan saat itu Yunho lewat dan membantu saya..” kata Yoorim lirih, wajahnya semakin pucat. Seunghee menghela napas panjang, berharap dugaannya salah. Dia melirik Yoochun yang masih memandang Yoorim kaku.

“Dan pertanyaan terakhir, nona Lee, apa sebelum polisi datang anda sempat memasuki tempat lain selain TKP?” Seunghee menghela napas lagi mendengar pertanyaan Jaejoong. Rupanya Inspektur tampan itu pun memiliki dugaan yang sama dengannya.

“Geurae, saya sempat ke toilet untuk buang air.”

“Baiklah, saya rasa sudah cukup. Kamsahamnida.” Yoorim mengangguk sopan pada Jaejoong dan kemudian pergi ke luar ruangan, diikuti Junsu. Berikutnya muncul saksi kedua, Jung Yunho.

“Jung Yunho, 26 tahun, seorang akuntan di Bank of Seoul.” Sama seperti saat interogasi pertama, Yunho hanya mengangguk samar, sambil menatap tajam Jaejoong. Jaejoong pun tak kalah tajam menatap Yunho.

“Menurut keterangan Nona Lee, anda baru saja pulang dari kantor saat anda melihat Nona Lee di apartment Tuan Kang.”

“Geurae.”

“Kenapa anda pulang begitu malam? Menurut keterangan yang tercantum di kepolisian, jam kerja anda hanya sampai sekitar jam 3 sore.”

“Maksud anda keterangan yang didapat kepolisian dari dia…” Yunho mengalihkan tatapan tajamnya pada Yoochun, dan kemudian kembali menatap tajam Jaejoong,

“…yang telah mengikuti saya selama beberapa hari seminggu yang lalu?” yunho melanjutkan kata-katanya sambil menyeringai lebar. Sontak Seunghee dan Junsu melirik Yoochun yang tampak sangat terkejut penyelidikannya diketahui oleh pihak yang dia selidiki. Hanya Jaejoong yang tidak bergeming sedikitpun mendengar kata-kata Yunho.

“Bukan urusan anda untuk mengetahui darimana kami mendapat keterangan tentang hidup anda.” Jaejoong semakin tajam menatap Yunho. Seringai Yunho hilang seketika, diganti tatapannya yang semakin tajam dan langsung mengarah ke mata Jaejoong. Dalam hati Seunghee memuji ketenangan dan wibawa inspekturnya yang luar biasa.

“Hari ini saya lembur sampai pukul 11 malam, dan di kantor saya bekerja sendiri. Saat pulang dan melewati koridor apartment, saya melihat pintu apartment Seunghyuk terbuka. Tanpa sengaja saya melihat Yoorim di dalam, karena penasaran ,melihat dia di dalam saya menghampirinya dan saat itu saya melihat Seunghyuk yang sudah meninggal. Akhirnya saya memutuskan untuk menelepon polisi, dan kemudian memanggil Hegi yang saat itu sedang tertidur.”

“Apa anda tidak melihat sesuatu yang aneh atau mencurigakan di TKP?”

“Ani. Tidak ada sesuatu yang aneh. hanya saja saya merasa Yoorim agak aneh hari ini. Saat kami memutuskan untuk menghubungi polisi, kami berkumpul di apartment Hegi. Saat itu Yoorim ingin pergi ke toilet, tapi dia bersikeras ingin pergi ke toiletnya, bukannya ke toilet Hegi.” Jaejoong mengerutkan keningnya, sementara Seunghee dan Junsu saling berpandangan, tidak berani menatap Yoochun.

“Ada hal lain yang ingin anda sampaikan?”

“Ani.”

“Baiklah, kamsahamnida atas kerjasamanya.” Yunho mengangguk sopan pada Jaejoong dan meninggalkan ruangan diikuti Junsu. Seunghee menghela napas panjang, dia semakin khawatir kecurigaannya terbukti. Tak lama kemudian masuk saksi terakhir, Shim Hegi.

“Shim Hegi, 22 tahun, mahasiswi di Eunil University. Tetangga, ehm, dari Kang Seunghyuk. Bisa ceritakan apa saja yang anda ketahui atau alami dari pembunuhan ini?” jaejoong memulai interogasinya.

“Ehm..begini inspektur, saya tidak tahu apa-apa. Saat semuanya terjadi saya sedang tidur. Saya tidak mendengar atau melihat apapun. Bahkan saya baru tahu di apartment ini terjadi pembunuhan lagi saat Yunho membangunkan saya.” Hegi kelihatan sangat shock dengan pembunuhan kali ini.

“Menurut Nona Lee, dia sempat mendengar suara letusan pistol dari apartment Tuan Kang. Apa anda tidak mendengarnya?”

“Aniyo. Saya tidak mendengar apapun.”

“Apa anda tidak melihat ada sesuatu yang aneh di TKP?”

“Saya…saya…sampai saat ini saya belum melihat TKP secara langsung. Saya tidak berani.” Hegi semakin pucat, dan menundukkan wajahnya. Ya, tentu dia sanngat terguncang karena 2 pembunuhan beruntun ini.

“Arasseo, ehm..apa anda merasa ada yang aneh pada sikap Nona Lee malam ini?”

“Ne, dia terlihat aneh, tidak seperti biasa. Dia sangat ketakutan, dan pucat. Sebenarnya bukan malam ini saja, tetapi sejak beberapa hari yang lalu. Tapi bukan Cuma Yoorim onnie saja yang aneh, Yunho juga terlihat aneh akhir-akhir ini. Terlalu ramah, dan tampak tidak seperti biasa.”

“Menurut kesaksian Tuan Jung, Nona Lee pergi ke apartmentnya saat kalian bertiga menunggu polisi datang. Apa itu benar?”

“Geurae, kata Yoorim onnie dia ingin ke toilet. Tapi saat aku tawarkan toilet di apartmentku dia menolak.”

“Baiklah, saya rasa cukup. Kamsahamnida.” Hegi mengangguk ragu dan kemudian pergi diikuti Junsu. Sesaat keheningan menyelimuti ruangan itu. Jaejoong, Seunghee, dan Yoochun tampak sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Satu-satunya suara yang terdengar hanya derit pintu yang dibuka Junsu tak lama setelah dia mengantar Hegi kembali ke apartmentnya-tempat dimana para saksi berkumpul.

“Detektif Park, bagaimana menurut anda? Siapa pembunuhnya?” Jaejoong memecah kesunyian di antara mereka.

“Entahlah, tidak ada yang dapat saya katakan. Bagaimana dengan anda, inspektur?”

“Menurut saya, Lee Yoorim-lah pelakunya. Tentu saja saat ini tidak ada bukti yang mendukung hipotesa saya. Tapi kalau kita memeriksa apartment Nona Lee, barangkali kita bisa menemukan alat yang dipakai oleh Nona Lee untuk membunuh Tuan Kang.”

“Anda tidak boleh melakukan hal itu. Anda tidak tahu siapa dia. Dia tidak mungkin membunuh Tuan Shim dan Tuan Kang.” Tiba-tiba terdengar teriakan Yoochun, tampak Yoochun mengepalkan tangannya, tanda dia tengah menahan amarahnya.

“Detektif Park, tolong tenang. Saya juga berharap dugaan Inspektur Kim salah, tapi memang dari kesaksian mereka bertiga tampaknya memang Nona Lee pelakunya. Kita lihat dulu apa memang ada bukti yang memberatkan Nona Lee.” Seunghee meraih tangan Yoochun cepat, berusaha menenangkan Yoochun. Yoochun mendengus kasar, dan duduk di sebelah Seunghee.

“Inspektur Kim, silahkan lakukan pemeriksaan di apartment Nona Lee.” Jaejoong mengangguk pada Seunghee.

“Letnan Kim, kita lakukan pemeriksaan di apartment Nona Lee. Letnan Song, Detektif Park, tunggu instruksi selanjutnya.”

“Siap, inspektur.” Jawab Junsu dan Seunghee serentak, sedangkan Yoochun hanya diam sambil menatap Jaejoong tajam.

“Kenapa kau tadi menghalangiku?” tanya Yoochun dingin setelah Jaejoong dan Junsu meninggalkan ruangan.

“Memangnya kau mau aku berbuat apa? Membiarkanmu memukul Inspektur Kim?” jawab Seunghee tak kalah dingin.

“Kata siapa aku mau memukulnya?”

“Aku mengenalmu lebih dari kau mengenal dirimu sendiri. Memang kau tidak akan memukulnya?” kata-kata Seunghee sontak membuat Yoochun terdiam.

“Apa kau tahan dengan semua yang telah dilakukannya? Selalu memerintah kita ini itu, semua harus sempurna. Lihat saja apa yang telah dilakukannya hari ini. Membuat kita lembur sampai tengah malam, kemudian memanggil kita semua ke tempat ini saat seharusnya kita istirahat, dan sekarang dia menuduh Yoorim yang telah melakukan pembunuhan ini. Apa kau percaya Yoorim yang melakukan semua hal gila ini?”

“Yah, kau marah karena semua yang telah dilakukan oleh Inspektur Kim atau karena dia menuduh Yoorim yang melakukan pembunuhan ini?” seunghee tersenyum pada Yoochun, seketika wajah Yoochun bersemu merah.

“Ehm, itu..tentu saja dua-duanya, aku lelah karena Inspektur itu, dan semua hal konyol yang dia katakan.” Kilah Yoochun cepat.

“Kau masih menyukai Yoorim?”

“Ah, itu, aku..aku…” kata-kata Yoochun seketika terhenti saat Junsu masuk ke dalam ruangan. tampak wajahnya pucat dan tegang.

“Seunghee-ah, Yoochun-ah, Inspektur Kim menyuruh kita semua ke tempat para saksi berkumpul.” Kata Junsu setengah berbisik. Seunghee dan Yoochun berpandangan, dan tanpa kata-kata mereka mengikuti Junsu ke tempat para saksi berkumpul. Saat mereka sampai, tampak Yoorim, Yunho, dan Hegi duduk berjajar di sofa, dan Inspektur Kim berdiri menatap mereka datar.

“Ah, kalian sudah datang. Baiklah kita mulai saja. Saya akan memaparkan fakta di balik kasus ini, sekaligus siapa dalang di balik pembunuhan ini.” Nampak Yoorim dan Hegi semakin pucat, sedang Seunghee dan Yoochun menanti dengan hati yang berdebar, takut akan fakta yang akan dipaparkan Jaejoong.

“Seperti yang telah kita semua ketahui, di apartment ini, telah terjadi dua kasus pembunuhan, dengan korban Shim Changmin dan Kang Seunghyuk. Kita mulai dengan kasus pertama. Berdasarkan kesaksian Shim Hegi, yang notabene adalah adik dari Tuan Shim, Nona Shim sempat melihat sebuah pistol tergeletak di dekat jenasah kakaknya, tapi pistol itu menghilang setelah dia berteriak dan kemudian Jung Yunho, Kang Seunghyuk, dan Lee Yoorim tetangga dari tuan dan nona Shim datang dan kemudian mereka bertiga sepakat menghubungi pihak kepolisian. Dari pernyataan itu bisa disimpulkan bahwa salah satu dari Tuan Jung, Tuan Kang, atau Nona Lee adalah pelakunya. Pelaku melakukan kesalahan fatal dengan meninggalkan bukti kuat di TKP, jadi dia berpura-pura kaget dan mendatangi TKP begitu mendengar teriakan Nona Shim untuk mengambil barang bukti. Atau singkatnya orang yang dicurigai ada tiga orang. Tapi sebenarnya bisa dipersempit menjadi dua orang, karena Tuan Kang memiliki alibi, dan memang alibi Tuan Kang terbukti, sesuai dengan penyelidikan Letnan Song Seunghee. Dan kemudian terjadilah pembunuhan kedua ini. Dan berdasarkan kesaksian dari Nona Lee, Nona Shim, dan Tuan Jung, saya mengambil kesimpulan bahwa pembunuh Tuan Shim dan Tuan Kang adalah Nona Lee.” Inspektur Kim terdiam sejenak, menatap orang-orang di sekitarnya, menanti tanggapan dari orang-orang itu. Wajah Yoorim tampak seputih kapas, seolah-olah tak ada darah yang mengalir di wajahnya, Hegi menatap Yoorim tak percaya, berusaha menahan tangisnya, Yunho diam tanpa ekspresi, Junsu hanya menunduk dan terdiam, Seunghee menghembuskan napasnya, ternyata semua kecurigaanya terbukti, sementara ekspresi Yoochun tak terbaca, entah marah, entah tak percaya, atau lainnya.

“Nona Lee membunuh Tuan Kang dengan pistol, tapi kemudian Tuan Jung yang baru saja pulang dari kantor melihat Nona Lee di apartment Tuan Kang, sehingga Nona Lee menyembunyikan pistol yang dipakai untuk membunuh Tuan Kang, dan saat mereka tengah berkumpul di apartment Nona Shim, Nona Lee membuang pistol yang dia sembunyikan di tempat sampah kamar mandinya. Dan ini barang bukti yang kami temukan. Pistol MSG-90 dan sarung tangan yang kami temukan di tempat sampah kamar mandi Nona Lee.”

“Onnie, apakah semua itu benar? Aku..aku..” Hegi terpekik histeris, setengah menangis, menatap Yoorim tak percaya.

“Aku..aku…aku..” Yoorim terbata-bata merangkai kalimatnya.

“Nona Lee, jika ada yang ingin anda sampaikan, silahkan sampaikan di kantor polisi. Letnan Kim, bawa Nona Lee ke kantor polisi.” Kata Jaejoong datar.

“Sirheo. Junsu-ah, apa kau mau menuruti perintah konyol dari Inspektur Kim?” teriak Yoochun tiba-tiba, tampak wajahnya merah menahan amarahnya.

“Mianhae, Yoochun-ah. Tugas adalah tugas.” Jawab Junsu lirih.

“Inspektur Kim, dengarkan saya. Anda tidak tahu siapa Yoorim. Dia tidak mungkin melakukan semua hal gila yang telah anda tuduhkan padanya.” Yoochun kini ganti menatap garang Jaejoong.

“Detektif Park, saya tidak tahu ada hubungan apa di antara anda dan Nona Lee, tapi semua fakta dan bukti mengarah pada Nona Lee, apakah semuanya bisa dipatahkan dengan semua keyakinan anda?” tanya Jaejoong tajam. Tanpa diduga oleh semua orang, Yoochun mencengkeram kemeja Jaejoong, dan melayangkan kepalan tangannya ke wajah Jaejoong, beruntung Junsu dengan sigap menahan Yoochun.

“Junsu-ah, jangan hentikan aku.” Teriak Yoochun sambil menghalau tangan Junsu yang mencengkeram kuat kedua tangannya.

PLAKKK! Tiba-tiba Seunghee yang sedari tadi diam menampar pipi Yoochun. Seketika Yoochun terdiam, menatap Seunghee tak percaya.

“Seunghee-ah, bahkan kau pun kini membela Inspektur Kim.” Desis Yoochun tak percaya.

“Terserah apa katamu. Yang jelas aku sudah sangat muak dengan tingkahmu. Apa kau tidak sadar kau itu seorang polisi? Ada aturan yang harus ditaati oleh seorang polisi, siapapun dia. Aku sangat paham kau tidak percaya Yoorim yang melakukan semua ini. Aku pun begitu. Tapi bukti yang ada jelas mengarah pada Yoorim. Mungkin semua ini bisa diubah, jika ada bukti yang membebaskan Yoorim. Semua ada prosedurnya, tidak dengan emosi seperti ini.” Teriak Seunghee dengan penuh emosi.

“Begitu ya, aku polisi, ada aturan yang mengikatku, kalau begitu aku berhenti dari kepolisian saat ini juga.” Kata-kata Yoochun membuat Junsu melepaskan cengkeramannya. Junsu, Seunghee, dan bahkan Jaejoong membelalak tak percaya pada Yoochun.

======= TBC ======

 

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About Sannia Kim

Kim Sunggyu official secret crush :D

Posted on 15 Januari 2011, in Sannia Kim, Shinki Fanfiction and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Nah Loch??
    ko yoochun keluar dr pekerjaan ny??
    hadooh,, bgmn ntu??
    Oy,, klo mnurut perkiraan c,, Pelaku ny Shim Hegi .
    gkk tau knp bisa mnganalisis
    *Jiiah sotoy nee*
    Klo pelaku ny dksh tau dlm awal2 cerita,, berari itu bukan Pelaku yg sebenarny🙂

  2. yoochun jgn keluar hnya karna cintamu kepada yoorim masih ada *gak penting

  3. jae tega tuh ..
    klo aku jdi Seunghee aku gk bkal bgun,wkwkwk XDD

    eh jng” yg dbnuh it *si kang* pcrnya si yoorim .. hahaha XDD
    klo ktaku yg bnuh si … *bingung*

    ayoloh .. author .. si yoochun mrah .. XDD

  4. jae jahat ah .. masa kerja malem” bgitu .. T.T

    hmmm,,
    mungkin plakunya si .. *bingung*

    hayoo .. author bkin Uchun marah .. ><
    wkwkwk XDD

  5. Seru banget critanya..
    Kok bisa gampang banget nemuin barang bukti di apartemen yoorim. Jgn2 dy dijebak.
    Yoochun gtu ja mo kluar. Jgn atuh.
    Lanjut,author..

  6. Speechless…
    Yoorim pelakunya?! Jaejoongku… ehm, aduh, apa?saya bingung. lanjodtlah

  7. chingu.. lanjutannya mana ini???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: