[FF/S/7/PG-13] Glamoure

Judul : Glamoure

Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

Heechul mengetuk-ngetukan kakinya tak sabar di rumput taman khayalan. Hatinya gelisah dan pikiran tak berhenti menebak-nebak maksud dari ucapan sekilas Hankyung di monitor kamarnya tadi. Apa mungkin bahaya itu ada sangkut pautnya dengan Haemi ?

Dua menit kemudian, Donghae, Enhyuk, dan Ryeowook muncul di sana.

“Menurut kalian bahaya apa yang dimaksud oleh Hankyung ?”, Ryeowook mulai bertanya.

Enhyuk mengangkat bahunya tak peduli, “Paling soal mafia yang tak suka dengan appa~~”

“Tidak”, Donghae menyentuh dagunya serius, berpikir tentang kemungkinan lain. “Appa kan bukan seorang mafia lagi. Jadi tak mungkin kalau ini tentang itu lagi”

Heechul membalikkan tubuhnya cepat menghadap Donghae. Dia tahu apa maksud Donghae. “Maksudmu Haemi kan ?”

Donghae mengangkat kepalanya, “Yah..kurasa begitu”. Melihat tubuh Heechul yang menegang, tiba-tiba Donghae merasa marah. “Chullie~~” Donghae mengepalkan kuat tangannya dan menatap Heechul penasaran, “Apa kao—“

“Jwesonghamnida, tuan”

Tiba-tiba saja Hankyung sudah muncul dan menghampiri mereka yang berdiri di tengah taman. “Saya terlambat, jeongmal mianhe” Hankyung membungkuk maaf. “Baik..sebaiknya saya langsung saja. Begini—“

“Tidak tunggu Haemi dulu ?”, sela Enhyuk. Ketiga sodaranya yang lain juga menggangguk setuju dengan Enhyuk. Enhyuk telah menyuarakan pertanyaan yang ada di pikiran mereka.

Hankyung terlihat gelisah, “Agashi tak ada disini”, jawabnya dengan suara rendah dan takut.

“Maksudmu ?”, ryeowook bertanya.

“Agashi pergi mengunjungi makam orang tuanya. Tadi dia—”

“Jadi dia tidak sedang belajar seperti kami di kamarnya ?”, gumam Donghae. Keningnya berkerut, “Dia berbohong ?”

Hankyung menghela nafas, “Maafkan saya tuan tidak memberitahu anda semua”. Hankyung menegakkan tubuhnya lagi dan menatap tuan-tuan nya satu persatu, “Seperti yang saya katakan tadi..Kita~~ Aaah..tidak ! Maksud saya agashi dalam bahaya”

Hening. Dou-Ki-El sudah tahu tentang itu, terutama Heechul. Sekarang kecemasannya sudah sangat jelas, Haemi dalam keadaan bahaya.

“Bahaya apa itu ?”, tanya Ryeowook memecah keheningan.

Hankyung menghela nafas berat, sulit baginya mengatakan ini. “Nona Victoria sudah tahu tentang hal ini”

Victoria ? Raut wajah Dou-Ki-El berubah kaget mendengar nama itu.

“Maksudmu si tua gila itu ?”, tanya Heechul kaget.Bagaimana bisa neneknya sematawayang mereka itu jadi berbahaya bagi Haemi ? Neneknya memang gila dan sangat…sangat aneh ! Tapi bagaimana bisa ?

Hankyung lagi-lagi menghela nafas,”Pagi ini saya mendapat berita dari tuan Cho, tepat beberapa saat agashi pergi. Tuan bertemu nona Victoria di Perancis. Dan nona Victoria sangat marah saat tahu soal pengangkatan agashi yang menjadi bagian keluarga ini. Dia marah karena tuan melakukannya tanpa minta persetujuan nona.  Tuan sudah berusaha menenangkannya, tapi percuma”

Hankyung mendesah berat, seolah-olah sama lelahnya dengan Siwon yang berusaha menenangkan Victoria. “Nona ingin bertemu dengan agashi secepatnya. Dia ingin melihat agashi, dan akan memutuskan apakah agashi berhak menjadi putri Cho atau tidak”

Dou-Ki-El kembali hening. Mereka khawatir dan terlalu khawatir. Mereka sangat tahu benar apa yang disukai dan yang dibenci oleh nenek mereka. Dan Haemi terlalu banyak memiliki hal yang tidak disukai oleh nenek mereka. Hati mereka galau dan takut kalau-kalau nenek mereka memutuskan Haemi tidak cocok jadi putri Cho. Mereka sudah terlanjur menyayangi Haemi dan tak ingin Haemi pergi.

“Tuannn..”, panggil Hankyung lembut. “Saya dan Tuan Cho juga berperasaan sama dengan anda. Saya rasa kita perlu membantu agashi untuk menjadi yeoja sepenuhnya”

____________________________________

Haemi PoV~~

—malam hari—

Kediaman keluarga Cho kelihatan hening dan kosong saat aku pulang. Aku tahu ini sudah lewat jam makan malam, jadi aku berjinjit masuk ke dalam rumah menuju kamarku. Aku sedang berjalan melewati taman khayalan, tapi tiba-tiba ada yang menyekap mulutku dari belakang.

Aku panik dan berusaha melepaskan diri dan berusaha memukul perut orang dibelakangku dengan sikut.

“Auw~~”

Aku hanya tercengang saat berbalik dan menemukan Donghae meringis sambil memegangi perutnya.

“Haha~~masih kuat seperti dulu ya ?” Aku di kagetkan oleh Enhyuk.

Mataku mengerjap-ngerjap melihat Enhyuk, Ryeowook, dan Heechul yang tersenyum lebar ke arahku. “Kalian menungguku pulang ?”, tanyaku tanpa berpikir dulu. Ok Song Haemi ~! Kau sudah sangat-sangat percaya diri bertanya hal yang sangat mustahil pada mereka.

“Siapa yang menunggu lalat kecil sepertimu ?”, tanya Heechul sinis. Enhyuk dan Ryeowook menatap tajam Heechul. Aku tak tahu persis, tapi sepertinya mereka marah karena Heechul bohong.

“Ok !” Heechul mengangkat bahu. “Kami memang menunggumu”, jawabnya dengan suara pelan lalu memalingkan wajahnya. Dari pipinya yang memerah, kurasa dia malu mengungkapkan hal itu padaku. Heh ? Kenapa aku berpikiran seperti itu ?

“Kami mengkhawatirkanmu, Haeminie~~” Donghae memeluk leherku dari belakang dengan satu lengan dan lengan yang lainnya mengacak rambutku gemas.

Aku tertawa kecil lalu berusaha melepaskan diri dari gurauannya. “Mianhee..aku berbohong pada kalian”

“Tidak ada kata maaf untuk mu !” Aku berpaling ke Heechul. Aku tak tahu entah sejak kapan dia memandangiku tajam seperti itu. Yah..dia kembali jadi tuan pemarah—tanpa alasan jelas— seperti kemarin.

“Yaah~~aku menyesal sekali, adik sexy…”. Aku merinding sendiri mendengar Enhyuk berkata seperti itu. Perasaanku tak enak. “Kao memang benar-benar harus dihukum”

_________________________________

“LEPASKAN AKUUUUU………!!!!!!” teriakku cukup keras. Kalian tahu ? Hukumanku adalah memakai gaun dan didandani. Dan sekarang aku dipaksa memasuki salon kecantikan. Ya..tempat dimana kao didudukan di hadapan cermin dan didandani. Dan..aku..aku.. Aku adalah seorang mirrorphobia ! Sangat berbahaya bagiku masuk ke ruang itu.

Enhyuk menggaruk-garuk kepalanya bingung menatapku, “Kao aneh adik sexy~~. Setiap yeoja yang kuajak kemari pasti sangat bahagia, kao kenapa tak mau ?”

Karena genggaman tangan Enhyuk dan Ryeowook di tanganku merenggang, aku segera melepaskan tanganku dari mereka. Ku tatap tajam-tajam Enhyuk, “Aku tidak seperti yeoja MANA PUN !”. Setelah berkata begitu, aku segera berbalik pergi melewati Donghae dan Heechul –yang bersandar di badan mobil— ke jalan.

Aku kesal setengah mati pada mereka ! Kalau mereka pikir aku adalah yeoja yang mudah dibujuk dengan materi –dan SALON—, maka mereka salah !!

Aku bisa mendengar langkah kaki di belakangku, tapi aku berusaha mengabaikannya.

“OI ! LALAT KECIL !”

Heechul ? Huh..maap saja. Aku tak kan berhenti dan berbalik.

“OI~~!! Kao tuli apa ?”

Tuli ? Ok ! Aku akan benar-benar tuli !

“OI !!”

‘GLEP’, Heechul berhasil menarik tanganku dan membuat tubuhku berbalik menghadapnya.

“Lepaskan aku !” Aku memberontak karena sekarang Heechul memegang pundakku erat.

Mata Heechul membulat besar, “Kenapa kao sangat keras kepala, hah ?”

Keras kepala ?. Mataku ikut membulat menatapnya, “Baru mengetahui itu, hah ?!!” Entah karena apa aku memberikan kesan akhir dari kalimatku. “TUAN CHULIE ?!!”

Dan akhirnya aku benar-benar menyesal mengucapkan kata itu padanya. Sekarang dia menunduk dalam. Tubuhnya bergemetaran hebat. Kenapa dia ? Bukannya yang lain sering memanggilnya seperti itu kan ? Apa karena suaraku yang terlalu..keras ?

“Heechul ?” Aku semakin merasa bersalah saat dia memegang lebih erat pundakku. Apa aku sudah  menyakiti hatinya ?

“Panggilan itu…”, bisiknya lirih sambil perlahan-lahan mengangkat kepalanya untuk melihatku. “Hanya boleh diucapkan oleh yeoja seperti ibuku…”

‘DEG !’ Ok..SONG HAEMI ! Kao telah melakukan kesalahan yang amat-amat besar !

“Kao tak boleh..” Heechul terlihat susah bernafas. Dia menggeleng-geleng. “Kao tidak seperti ibuku..”

Untuk sesaat aku tercengang. Menyesal diri dalam-dalam dannn…entah untuk alasan apa, aku merasa terluka. Sampai akhirnya, Enhyuk, Donghae, dan Ryeowook datang.

“Heechul ? Haemi ?” Enhyuk memandangi aku dan Heechul bergantian.

Hatiku lebih terluka lagi saat Heechul melepaskan pundakku dengan gerakan putus asa. “Ayo pulang~~”. Setelah berkata seperti itu, Heechul berjalan pergi meninggalkan kami.

Aku..

Aku..sakit. Apa ini ?

Kenapa aku rasanya ingin menangis ?

Kenapa aku merasa sakit saat Heechul bilang aku tak seperti ibunya ?

Memangnya kenapa ?

Kenapa kalau aku tak mirip ibunya ?

“Jangan menangis..”, bisik Donghae di telingaku. “Nanti yang lain akan heran melihatmu seperti ini..”

Cepat-cepat kuseka air mataku sebelum Enhyuk dan Ryeowook melihatnya. Aku merasa tegar dan harus melakukan sesuatu !

“Ayo kita ke salon itu !!”, teriakku cukup keras sehingga membuat Heechul berhenti.

Biar saja kalau dia tak mau menoleh padaku, tapi aku sudah putuskan. AKU INGIN MENJADI YEOJA SEUTUHNYA !! “Aku mau didandani..”

___________________________________

Entah apa yang ada di otakku, tapi aku merasa kalau ibunya Heechul itu adalah yeoja yang anggun. Jadi aku memilih gaun putih yang indah saat mereka membawaku ke toko baju.

“Aku tak suka kao memakai yang ini”, komentar Enhyuk saat aku memilih gaun putih itu untukku. “Kao jadi tak kelihatan seksi”

Setelah memilih gaun, aku akhirnya dibawa ke salon tadi. Aku menutup mataku rapat-rapat saat memasuki tempat  itu. Lalu berbisik pada ryeowook, “Tolong tuntun aku ya..”

Aku tak tahu ekspresi Ryeowook saat ini. Apalagi dia tak bertanya mengapa dia harus mengenggam tanganku. Tapi lebih baik kan kalau dia tak bertanya mengapa ?

Saat aku didandani aku tak juga membuka mataku. Aku membiarkan orang di salon itu menyentuh mukaku, mengoleskan sesuatu di pipiku, dan menyentuh rambutku.

Aku masih menutup mataku saat Ryeowook kembali menuntunku keluar salon.

“AIGOOO~~~” perlahan-lahan kubuka mataku menatap keempat sodaraku yang bersandar di badan mobil. “Neomu kyeopta !”

Aku menundukkan wajahku malu saat Enhyuk mengatakan itu padaku. Enhyuk memutar-mutari aku sambil berdecak kagum. “Omo~~Haemi..kao jadi pacarku saja !”

‘PLETAK!’ “YAA!!” Donghae menjitaki kepala Enhyuk.

Aku tersenyum malu melihat kedua orang itu bertengkar karena aku. Lalu secara tak sengaja, aku melihat Heechul tersenyum. Walaupun setelah itu dia cepat-cepat berpaling dan membuka pintu mobil.

“Ayo..hukumannya sudah selesai !”, ucap Heechul dingin.

“Yaa..tidak seru”, keluh Ryeowook yang membuat kami menatapnya bingung.

“Mm ? Apanya yang tidak seru ?”, tanyaku tak mengerti.

“Haemi kan sudah memakai gaunnya. Setidaknya kita merayakannya..”

Eh ? Maksudnya ?

Donghae tertawa lalu menunjuk-nunjuk sodaranya itu dengan bahagia, “BRAVO !! Idemu memang cemerlang..”

Ide ? Ide apa ?

Enhyuk juga ikut tertawa, “Aku tahu..aku tahu ! Kita sekalian saja ya ?”

Keningku makin berkerut dan menoleh ke Enhyuk, “Kalian sedang merencanakan apa lagi ?” Aku berusaha terlihat tenang, tapi sebenarnya khawatir dengan rencana mereka. “Hukumannya sudah selesai, kan ?”

“Sudah” Aku berpaling ke Ryeowook. “Tapi kami ingin berdansa…” Berdansa ? “Rugi kan kalau kita tak berdansa padahal kao sudah memakai gaun ?”

Aku merasa sangat..sangat takut, “Dansa ?”, ucapku dengan suara tercekat. “Aku tak bisa berdansa”, gumamku lirih. Aku ingat beberapa kali umma mengajarkan aku berdansa. Aku tak bisa-bisa.

“Itu lah gunanya sodara”, ucap Ryeowook dengan senyum dan uluran tangan padaku. “Kami akan mengajarimu..”
——————————————————-

©2011 S3FFIndo

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalian, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 18 Januari 2011, in AUTHOR, KATEGORI, Mia Mentari, Super Fanfiction and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Seharusnya ada minimal 20 KOMENTAR disini. Tapi kenapa tidak ada sama skali? Kami memperingatkan bagi Anda yg penasaran dg kelanjutannya harap berkomentar. Kami akan melanjutkan sampai end jika min. ada 10 KOMEN dari USER BERBEDA.

  2. ceritanya kereeen mameeen lanjutkan yaa yaa yaaa🙂

  3. nyahah😄
    gak rugi sya visit webnya lagi ^~^ ada berapa chapter nih yang mau dipost lagi ? *ditabok*
    i like it ^^

  4. haha.. bagus bagus bagus^^
    aku suka kata2 mu Li :3

    =,=tapi kasian jga sm yg penasaran :DD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: