[FF/S/8/PG-13] Glamoure

Judul : Glamoure

Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur


Denting suara piano ryeowook benar-benar indah.

“Kao sudah siap ?”, tanya Donghae.

“Dasar curang”, gerutu Enhyuk dengan bibir mengerucut.

Aku tersenyum ke arah Enhyuk yang bersandar di dinding sebelum mengangguk pada Donghae. “Ne..i’m ready !”

Seiring dengan denting piano ryeowook, aku pun mengikuti gerakan Donghae. Ne..aku berdansa dengan Lee Donghae >///<

#Forever or Never SHINee play~~

Glamoure chap 8

Glamoure Chap 8

Cast :

Song Haemi aka Hyunana Choiminoz

Kim Heechul SUJU aka chullie~~(namja cantik)

Lee Donghae SUJU aka hae~~(namja sok kuat)

Lee Hyukjae SUJU aka Enhyuk or hyukie~~ (namja pelit)

Kim Ryeowook SUJU aka wookie~~(namja pendek)

Choi Siwon aka Mr Cho

Hankyung aka Ahjussii

**********************************

—seminggu kemudian—

Kalau ditanya apakah aku bahagia minggu-minggu ini. Ya..aku bahagia. Tapi tidak terlalu banyak.

Kalau setahun yang lalu, di saat musim ujian begini, aku hanya akan duduk di meja belajarku berjam-jam penuh untuk belajar, maka kali ini tidak ! Aku dan keempat sodaraku, Dou-Ki-El, menikmati seminggu ini dengan bersenang-senang.

Tidak. Mungkin tidak bisa dibilang bersenang-senang. Aku tak memiliki kata untuk menggambarkan ini, tapi yang jelas mereka benar-benar membuat hariku berwarna. Aku diajak bermain di taman hiburan, makan di resto terbuka, menikmati bintang malam hari, dan melakukan uji coba masakan aneh-aneh di dapur. Yah..untuk yang terakhir itu, aku cukup kesal juga ! Mereka memaksaku untuk belajar masak.

Agak susah sih ! Tapi yahh…akhirnya aku bisa juga memasak ^____^

“Huaaahh~~!!”, teriakku bahagia sambil menggeliat kecil. Walau sekarang masih musim dingin, tapi udara pegunungan benar-benar menyejukkan !!!

“Hyahahahaha…hahaha !!” aku mengeliat geli karena seseorang dibelakangku menggelitiki pinggangku. “Huaaa~~geliiii…><!!!”

‘PLETAK!’ “YAA!! ENHYUK !! Kenapa kao suka sekali mengganggu Haemi, hah ?”. Aku membalikkan badanku setelah tak ada lagi tangan yang menggelitikiku. Enhyuk sedang memegangi kepalanya karena dijitaki oleh Donghae.

“Kao jahat sekali, hae~~~”, rengek manja Enhyuk. Hoekss~~aku benci Enhyuk saat manja seperti itu pada Donghae.

Dan seperti biasa, Donghae pasti akan luluh melihat muka Enhyuk yang polos itu. “Lain kali jangan begitu lagi~~”, ujar Donghae sambil mengelus kepala Enhyuk. Aigoo~~kenapa Donghae bisa tertipu dengan wajah Enhyuk ? Apa Donghae tak pernah tahu tentang sifat muka dua Enhyuk sodaranya itu ?

“Sudaahh..ayo kita lanjutkan perjalanan kita”, ajak ryeowook.

Ok..kalian pasti bertanya-tanya kan ?, kenapa kami ada di pegunungan ? Kami sedang melakukan perjalanan ke villa keluarga Cho untuk merayakan pesta ulang tahun. Kenapa jalan kaki ? Hmm..itu karena jalanannya sudah tertutupi salju yang amaaaatt tebal !

Karena itu kami memutuskan memakirkan mobil di rumah penduduk di dekat sana, lalu mendaki ke atas pegunungan. Sebenarnya tidak bisa dibilang di ‘atas pegunungan’. Mmm..mungkin bisa dibilang puncak bukit ? Yang pastinya, letaknya tidak terlalu tinggi seperti puncak pegunungan.

‘BUG’ Tanpa sengaja aku menabraki punggung Heechul yang berjalan di depanku. Omoo~~aku pasti membangunkan serigala tidur.

Heechul berbalik padaku. Aku menelan ludahku, bersiap mendengar ocehan panjangnya untukku. Tapi dia hanya menatapku datar, tanpa bicara apa-apa. Lalu berbalik dengan gerakan acuh tak acuh.

Seperti itu lagi ? Huuhh..ya Tuhan~~ Kenapa sikapnya sangat dingin padaku ? Jujur saja, sebenarnya kelakuannya sudah berubah seperti itu sejak malam itu. Kalian ingat ? Malam ketika dia bilang aku tak boleh memanggilnya ‘chullie’ ?

Aku akui kalau dia memang begitu sejak pertemuan kami. Tapi setidaknya dulu dia akan mengomel-omel panjang padaku, tapi kali ini tidak ! Jika aku berbicara, atau berbuat salah, dia pasti hanya diam dan menatapku seperti tadi. Jujur lagi..aku merasa lebih tersiksa dengan sikapnya yang begini…

Yang lebih anehnya, adalah hubungannya dengan Donghae. Aku tak terlalu yakin, tapi aku bisa merasakan kalau ada sesuatu antara mereka.

“Adik sexy…itu kamarmu yaa~~”, seru Enhyuk sambil menunjuki sebuah ruangan di depanku.

Mataku tak henti-hentinya mengagumi semua yang dimiliki oleh keluarga Cho. Kali ini sebauh kamar serba putih. Dinding putih, seprai putih, tirai putih, kursi putih, haha..aku bersyukur karena dikamar ini tak ada cerminnya.

Aku keluar dari kamarku dan berjalan ke ruang tengah. Mataku langsung terpaku pada sosok dingin membelakangiku. Dia sedang berdiri dengan kemeja putih –didalam hangat, jadi kalau memakai kemeja saja kurasa tak akan terjadi apa-apa— Entah apa yang dipandanginya saat ini, tapi aku mendengar dia bergumam,”Oemmaaa~~”

Aku langsung sedih mendengarnya begitu. Aku sudah beberapa kali mendengar gumamannya seminggu ini –tepatnya setelah malam aku berdansa bersama Donghae—. Awalnya aku mendengarnya bergumam lirih begitu saat tidur. Saat itu sudah tengah malam, dan entah kenapa aku tiba-tiba lapar dan ingin memakan sesuatu dari dapur. Saat aku berjalan menuju dapur melewati taman khayalan, aku mendengarnya.

Heechul sedang tertidur pulas di bawah pohon di tengah taman itu. Tubuhnya basah karena keringat, dan dia bergerak-gerak gelisah. Kupikir dia mungkin bermimpi buruk

Entah kenapa aku sangat sedih saat itu –apa mungkin karena aku juga merasakan kesedihan sama seperti Heechul ? Kehilangan ibu ?— Karena kejadian itu, setiap tengah malam aku akan berkeliling mencari Heechul. Kadang dia tertidur di tengah taman, di ruang makan, ruang tengah, di koridor, dan aku selalu menyelimutinya dan menenangkan tidurnya.

“Kao ?” Heechul berbalik saat menyadari keberadaanku di belakangnya. Mau tak mau aku tersenyum, karena ini pertama kalinya dia berbicara padaku setelah seminggu. “Kenapa tersenyum ?”

“Tak ada”, jawabku santai sambil merebahkan diri di sofa di ruang itu. “Besok kalian ulang tahun kan ?”, tanyaku sambil menerawang langit-langit ruang itu.

Aku tak melihat wajah Heechul, tapi bisa kupastikan sekarang alisnya terangkat sinis. “Lalat sepertimu ingin memberi kami hadiah apa ?”

Aku memang kesal mendengar nada hina nya di kalimat itu. Tapi rasa senangku lebih besar karena dia sekarang mau berbincang-bincang lagi padaku. Aku tersenyum lagi, kali ini lebih manis, “”Lihat saja nanti…”

Aku meninggalkan Heechul menuju kamarku lagi. Perbincangan itu menyadarkanku pada satu hal.

Aku.

Belum.

Punya.

Hadiah !!

Huufftt…KENAPA AKU PERCAYA DIRI SEKALI BILANG PADANYA…’lihat saja nanti’ ?!!!!!!!

____________________________

—malam hari—

“Ottokhe ?”, keluhku pada ahjumma. Yaa..sekarang ahjumma tetanggaku itu jadi seorang koki kepercayaan keluarga Cho. Dan sekarang dia ikut kami menginap di villa ini.

Ahjumma menghentikan kegiatan cuci piringnya dan menatapku, “Kenapa baru sekarang kao mencari hadiahnya ?”

Aku mengerucutkan bibirku dan melipat tanganku di dada, “Aku baru tahu mereka ulang tahun itu kemarin setelah ujian” Aku menghela nafasku kesal. “Aku tak sengaja melihat form biodata mereka, dan ternyata mereka lahir di bulan, tanggal, dan tahun yang sama !!”

Jangan tanya bagaimana bisa ? Aku juga tak tahu. Aku sendiri bingung setengah mati mencari jawabannya. Orang yang ulang tahun pun saat ku tanya, hanya angkat bahu tak peduli.

“Ahjumma~~”

“Mm ?”

“Menurut ahjumma…”, kataku. “Hadiah apa yang pantas untuk mereka ?”

Ahjumma tampak berpikir memikirkan jawabannya. “Kao ingin menghadiahi mereka apa ?” Aku baru saja mau protes, karena pertanyaan itulah yang sedang kutanyakan pada ahjumma. Tapi ahjumma cepat-cepat meralat pertanyaannya. “Maksudku..kao ingin hadiahmu itu seperti apa ?”

“Seperti apa ? Mmm..” aku mengetuk-ngetukkan telunjukku ke dagu. “Yang pastinya… yang berkesan bagi mereka… Dan..” Aku hampir melupakan sesuatu. “Hadiahnya harus sama ! Aku tak mau mereka menganggapku tak adil”

Ahjumma menghela nafas pasrah, “Haah~~kalau itu aku juga tak tahuu…”

Huu..huu..aku ingin menangis putus asa sekarang.

“Agashiii..”, panggil Hankyung ahjussi tiba-tiba dari pintu dapur. “Tuan Cho sudah sampai~~”

Aku mengangguk lalu berpamitan pada ahjumma untuk menemui Mr.Cho. Sebenarnya aku gugup, sudah lama sekali aku tak melihat Mr.Cho sejak dia pergi ke Perancis. Bagaimana keadaannya sekarang ya ?

“Urii Haeminiee…”, panggil Mr Cho sambil merentangkan tangannya untuk memelukku.

Aku menggaruk pipiku ragu untuk sesaat, tapi akhirnya memutuskan berjalan menghampirinya yang ingin memelukku.

Yaahh…aku akui, aku senang dengan pelukannya. Aku seperti merasa di peluk ayah lagi seperti dulu.

Mr Cho melepaskan pelukannya dan menatapku dengan decak kagum, “Kao semakin cantik yaa…”

“Haha..”, aku tertawa hambar. Cantik ? Terima kasih pada Enhyuk, Ryeowook yang memaksaku memakai rok.

Tapi kemudian raut wajahnya kecewa, “Kalau rambutmu tergerai kan lebih indah”, ucapnya sambil mengangkat tangannya untuk meraih ikat rambut kuncirku.

Saat itu aku sudah hampir akan menepis tangannya dari rambut. Kalian tahu kan kalau aku tak suka rambut tergerai ? Tapi untung saja Heechul muncul dan meraih tangan appanya.

“Chullie…?”

Heechul tersenyum dan menjabat tangan appanya, “Apa kabarmu appa ?”

Aku bisa melihat sirat wajah kaget Mr Cho. Wajahnya seperti mengatakan, sejak-kapan-kao-bersikap-ramah-padaku ?

Tak lama kemudian, Enhyuk, Ryeowook, dan Donghae muncul dan memeluk appanya bergantian. Mereka tertawa dan bercanda antar anak dan ayah.

“Appa sudah mempersiapkan kado untuk kami kan ?”, tanya Enhyuk yang membuat hatiku putus asa lagi. Omoo~~hadiah..

“Ne..tentu saja !”, jawab Mr Cho sambil mengacak-acak rambut anaknya gemas. “Kalian akan lihat hadiah itu, besok..”

________________________________

Author PoV~~

-next day, at the night-

Haemi mengutuki dirinya saat sudah selesai berdandan. Tak ada hadiah ! Apa yang harus dilakukannya ? Sudah seharian itu, dia mengelilingi desa dibawah untuk mencari hadiah. Tapi nihil ! Dia menyesal karena sudah memberi ide merayakan ulang tahun mereka di pendesaan ! Didaerah seperti ini, mana mungkin mendapatkan barang yang bagus untuk dijadikan hadiah ?

“Huuaaa~~ottokhe ?”, kesal Haemi sambil mengacak-acak rambutnya yang belum terikat rapi.

“Kao kenapa ?”, tanya Donghae tiba-tiba dari muka pintu.

Haemi mengerutkan keningnya, “Pintunya tak terkunci ya ?”

Donghae mengangkat tangannya, “Tidak..” Haemi menepuk dahinya kesal karena kecerobohannya. Sementara Donghae dengan manisnya duduk di tepi ranjang Haemi. “Yang lain sudah tunggu di bawah..”

Haemi mengangkat alisnya kaget, “Semuanya ?” Donghae mengangguk. “HYAA~~!! Ottokhe ?”, tanyanya putus asa lalu terduduk di lantai. “Kado..”, gumamnya lirih

“Kado ?” Donghae mengerutkan keningnya, “Kao belum punya kado ?”

Mau tak mau Haemi menganggukkan kepalanya malu.

Donghae tertawa melihat keluguan gadis yang ada di hadapannya

“Jangan tertawa !”, kesal Haemi.

Donghae tak menghentikan tawanya sampai dia berjongkok di depan Haemi. Tangannya menegelus kepala Haemi lembut, “Tak perlu kado” Haemi menatap polos wajah Donghae yang tersenyum manis untuknya. “Karena kao adalah kado yang paling indah bagi kami…”

‘DEG’! Haemi terpaku mendengar ucapan Donghae.

“Bersiaplah…”, kata Donghae sambil bangkit dan berjalan ke arah pintu. Donghae berhenti dan berbalik saat sudah menyentuh kenop pintu, “Aku percaya kado kami akan lebih cantik malam ini”

_____________________________________

Setelah beberapa menit kemudian, Haemi menuruni tangga ke lantai satu. Saat itu, semua orang yang sedang makan dan berbincang-bincang, menoleh ke arah Haemi. Mereka terpesona dengan kecantikan Haemi.

“Dia memang cantik ya ?”, celutuk Ryeowook yang membuat Enhyuk, Donghae menatapnya sambil tersenyum lebar. Lalu mereka saling melempar tatapan dia -baru-menyadarinya ?

Sementara itu Heechul yang memandang setiap langkah Haemi, berusaha keras untuk menghilangkan pikiran buruknya. Heechul selalu tersiksa melihat gadis itu, karena Haemi mirip ibunya. Sangat mirip.

Haemi masih tertunduk malu sampai dia menghampiri ketiga sodaranya. Dia meyakinkan diri sendiri, bahwa semua akan baik-baik saja. Perlahan-lahan Haemi mengangkat kepalanya, “S-saengil chukka, oppa~~”

Dou-Ki-El menatap kaget adik mereka, “Mwo ? Oppa ?” Haemi menunduk dan mengigit bibirnya dengan kesal, dia menyesal sudah memanggil keempat sodaranya dengan sebutan Oppa. “Haha..”, tawa Dou-Ki-El

Sementara mereka tertawa, Haemi menggunakan kesempatan untuk  memberitahu keadaan kadonya, “Kadonya tak ada” Haemi memandangi sepatu high heelsnya dengan menyesal, “Maaf..”

Saat itu Dou-Ki-El menatapnya kebingungan, tapi kemudian tertawa lagi. “Kami tak perlu kado..”, ucap Enhyuk sambil mengangkat dagu Haemi dengan tangannya. Seperti tadi saat Haemi melihat Donghae, bola mata Haemi berputar-putar polos. “Kao lah kado kami~~”

Heechul yang melihat adegan Enhyuk dan Haemi yang saling lempar pandangan, tiba-tiba merasa marah. Tangannya mengepal keras, begitu juga rahangnya. Hatinya tak berhenti mengumpat-umpat pada Enhyuk. Karena tak tahan dengan semua itu, Heechul pergi keluar meninggalkan mereka.

Haemi dengan cepat menoleh ke arah Heechul yang berjalan pergi. “Marah lagi ?”, gumamnya sedih.

“Ne ?”, tanya Enhyuk karena tak mendengar jelas gumaman Haemi.

“Anni..tak ada apa-apa”, jawabnya sambil tersenyum. Tapi dalam hatinya dia sedih, sedih karena Heechul berubah menjadi tuan pemarah lagi.
——————————————————-

©2011 S3FFIndo

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 18 Januari 2011, in AUTHOR, KATEGORI, Mia Mentari, Super Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. Hahaha…😄
    lucu ngeliat tgkah heechul… marah2 ndri… *d pkul heeoppa*

    admin cpt lnjutin y… ^^

  2. waaaaaaahhhh seruuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Penasaran akhirnya gimana…Heechul jgn marah mulu dong, kasian haemi..hohohohoh

    LANJUT AUTHOR!!!!!!!!!!! *bwa2 golok, maksa* XPP hehe

  3. aaah ceritanya keren *.*
    pemeran2nya juga. Lnjutkan ya admin🙂

  4. Wahaaa! Heechul! kao kenapa? wah, yg sk haemi ada brapa ni? kok kyakx smua suka haemi😄

  5. lanjut author!!!!
    cerita’a makin seru and bikin penasaran sama sikap heechul oppa sama haemi….

  6. Omona…o.0
    Enak banget jd haemi y?! Wahah, ditunggu kelanjutanx..
    min. 10 komen y! wah, ayo komen dong chingudeul!

  7. minimal 10 ? sya comment masuk jadi 10 tak #digeplak admin
    -o- ayo dong ~
    udah penasran ini T_T

  8. wah… 10??? saya komen udah 12 lho!!! #dilempar sandal ama admin😄
    saya penasaran…. T.T ahhh!! Gara2 silent readers yah??? huhuhu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: