[FF/S/6/PG-15] THE TEAM

TITLE: THE TEAM

CAST: SNSD – TVXQ – SUPER JUNIOR – Minho SHINEE

GENDER: Mistery – Romance – Comedy

AUTHOR : HELLEN

RATING: 17

————————————————————————–


“Oppa!!” Taeyeon segera memeluk Heechul dengan erat begitu pria itu muncul di rumah sakit. Kyuhyun yang baru selesai mengintrogasi Yoona hanya menatap datar pada sosok Heechul, entar mengapa ia merasa tak pada suka pria itu.
“Kyuhyun….” Kang In memberi isyarat pada Kyuhyun untuk mengikutinya menjauhi ruang tunggu.
“Ada apa?”
“Kamu tetap di sini, aku akan menyusul Kibum ke Ulsu..” terang Kang In.
“Kenapa? Ada masalah?”
“Kamu tahu nomor telpon yang tak dapat dilacak oleh Kibum kemarin, nomor itu baru menghubungiku lagi dan lihat, aku dapat petunjuk lagi…” Kang In menyodorkan sebuah kertas pada berisi tulisan tangannya pada Kyuhyun.
“Aku tak tahu siapa yang membantu kita, tapi yang jelas semua ini jadi terasa mudah..”senang Kang In.
“Shim Changmin?? Apa kamu akan menangkap orang ini?”
Kang In hanya angkat bahu.
“Lihat perkembangan di Ulsu nanti, semoga aku bisa dapat sesuatu yang menarik, aku jadi aku bisa segera menangkapnya…” harap Kang In.
Kyuhyun hanya mengangguk.
“Shim Changmin??!”

*****

Kibum yang baru saja menggeledah ruangan Sooyoung, menghampiri Hankyung di ruangannnya.
“Bagaimana, apa ada yang dapat dijadikan petunjuk..?” Tanya Hankyung penasaran sedangkan Kibum hanya tersenyum sambil menaruh sesuatu di hadapan Hankyung.
“Apa itu?”
“Entahlah, tapi yang jelas benda itu milikmu, itu aku temukan di laci kerja Choi Sooyoung..” terang Kibum seraya duduk di hadapan Hankyung.
Hankyung segera membuka sebuah kotak kecil yang ternyata di dalamnya berisi sebuah kalung salib.
Hankyung termangun menatap kalung itu, hatinya terasa makin perih. Amarahnya kembali mencuat mengingat kematian Soooyoung yang begitu tragis.

“Aku sudah selesai, jadi aku pulang dulu..” Kibum langsung beranjak.
“Apa kamu dapat petunjuk tentang pelakunya??”
“Yup, tapi maaf aku tak bisa katakan apapun…tolong mengertilah..”pinta Kibum karena yang ia temukan merupakan rahasia penyidikkan , Hankyung hanya mengangguk kecil dan Kibumpun pergi meninggalkan Hankyung.

Hankyung kembali menatap kalung pemberian Sooyoung lalu membuka sebuah amplop yang ada bersama kotak itu.
Perlahan airmata Hankyung menetes begitu membaca isi suratnya.
Ternyata itu adalah hadiah untuk Hankyung dihari jadi hubungan mereka yang ke 100 hari.
“Sooyoung…maaf…” bisik Hankyung makin merasa terpukul, ia makin menggenggam erat kalung pemberian Sooyoung.
Ia belum sempat membahagiakan gadis yang ia sayangi itu.

“KLIK!”
Hankyung mengangkat kepalanya dan menatap kalung di tangannya.
“Apa ini?!” herannya karena ternyata bandol salib itu terbagi menjadi dua dan berisi sebuah flashdisk.

*****

“Taeyeon, ayolah makan…kata Yoona dari semalam kamu belum memakan apapun..” pinta Heechul khawatir dengan kondisi Taeyeon, gadis itu hanya terdiam, wajahnya yang putih terlihat makin pucat.
“Taengoo..” Tiffany menyodorkan sekotak susu cair pada Taeyeon, tapi gadis itu hanya menggeleng pelan.
Heechul menghela nafas putus asa, sedari tadi ia terus membujuk adiknya itu tapi gagal.
Heechul akhirnya memilih menghampiri Kyuhyun yang duduk tak jauh darinya.

“Apa kalian sudah menangkap pelakunya??” tanya Heechul to the point.
“Sampai saat ini belum..” jawab Kyuhyun datar, ia makin tak suka dengan sikap Heechul yang dianggapnya kurang sopan.
“Lalu sedang apa kamu di sini?!!” Bentak Heechul emosi.
“Aku bertugas melindungi Kim Taeyeon..” jawab Kyuhyun masih tenang.
“APA?!! Kenapa?? Memangnya ada apa dengan adikku??” suara Heechul akhirnya merendah.
“Duduklah..” ajak Kyuhyun Heechul segera duduk di hadapan Kyuhyun.
“Ada beberapa pertanyaan yang ingin aku ajukan..” kata Kyuhyun memulai introgasinya.

Taeyeon melihat sekilas ke Heechul yang sedang berbincang dengan Kyuhyun, wajah Heechul tampak serius dan sempat terkejut mendengar sesuatu yang dikatakan Kyuhyun.
“Taengoo, ayolah makan..”pinta Tiffany mengagetkan Taeyeon.
“Iya, kamu harus tampak sehat saat Junsu sadar nanti..” saut Yoona.
“Untung saja pelurunya tak mengenai organ vitalnya..Tuhan masih sayang pada pria aneh itu..”gumam Tiffany.
“Apa tidak ada kata yang lebih sopan?” omel Yoona, Tiffany hanya angkat bahu.
Taeyeon menghela napas dan kembali bersyukur karena masa kritis Junsu telah berakhir, beruntung peluru itu tidak menyentuh jantung Junsu atau pembuluh darah vital.
Rasa penyesalan juga hinggap di hati Taeyeon, ia menyesal tak segera menjawab pernyataan Junsu.
Bila pria itu sadar nanti, Taeyeon pasti akan mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya pada Junsu, bahwa ia juga menyukai pria itu.

“Apa dia…akan selamat??!” tanya Taeyeon pelan, ia tetap saja cemas dan merasa bersalah.
“Itu pasti..” saut Jaejoong sambil mengetuk pelan kepala Taeyeon.
“Kim Junsu bukan orang yang lemah..” tambahnya seraya duduk bersama teman-temannya begitu juga dengan Donghae yang baru melihat kondisi Junsu.
“Taeyeon, walaupun aku merasa berat melepasmu..tapi melihat apa yang dilakukan oleh Junsu…sepertinya aku harus merestui kalian..” kata Donghae sambil memasang wajah sedih membuat yang lain tertawa mendengarnya.

“Aigoo Taeyeon, tolong jangan tertawa seperti itu, aku tak tahan melihatnya..” gemas Donghae dengan tatapan mesumnya dan hal itu membuat Taeyeon langsung mendengus disela tawanya.
“Ok sekarang ayo makan..wajahmu terlihat pucat menakutkan, ini..” Yoona menyodorkan sepotong burger dan susu pada Taeyeon.
“Aku ke toilet dulu..” kata Taeyeon, ia ingin mencuci mukanya.
“Apa perlu aku antar??” tanya Donghae semangat.
“Tidak perlu..”tolak Taeyeon cepat lalu pergi meninggalkan teman-temannya.
“Aku yakin pria ini tak akan pernah berubah..” sindir Tiffany pada Donghae.
“Hmm..memangnya kamu ingin aku berubah seperti apa?” tanya Donghae seraya mendekatkan wajahnya pada Tiffany.
“YEAAHH!!!MENJAUHLAH!!” jerit Tiffany karena wajah Donghae sangat dekat dengannya.
“Ya aku juga yakin seorang Lee Donghae tak akan pernah berubah..” kata Yoona seraya beranjak, ia ingin membeli segelas kopi.
“Mau kemana?” tanya Tiffany.
“Beli kopi, mau?”
“Boleh…” jawab Tiffany karena sejak semalam ia juga tidak tidur.
“Aku juga mau..”kata Donghae.
“Maaf tapi tanganku cuma dua..” tolak Yoona membuat Donghae langsung cemberut.
“Aku bantu..” Jaejoong ikut beranjak dan berjalan duluan menuju mesin minuman.
Yoona segera menyusulnya.

“Sepertinya kamu bukan peminum kopi?” tanya Yoona saat menjejeri langkah Jaejoong.
“Kata siapa aku mau beli kopi?!” Jaejoong balik bertanya dengan nada datar tapi sangat terdengar menyebalkan bagi Yoona, gadis itu mendengus dan menyesal dengan ucapannya tadi.
“Aku rasa Taeyeon salah kalau berpikir pria itu baik..”gerutu Yoona mendahului Jaejoong.
“Hey aku dengar itu..!!” seru Jaejoong, Yoona hanya angkat bahu cuek.
Begitu berdiri di depan mesin minuman ia tak segera membeli kopi, gadis itu malah terlihat bingung dengan berbagai pilihan minuman.
Jaejoong menekan tombol untuk sekaleng jus jeruk dan 2 kaleng kopi.
“Ini..” Jaejoong menyodorkan sekaleng jus jeruk pada Yoona.
Yoona menatap heran.
“Yang kamu butuhkan itu tidur, bukan kopi, minum ini lalu pulang istirahat biar aku dan Donghae yang berjaga di sini..” kata Jaejoong masih menyodorkan jus pada Yoona dan baru kali ini Yoona melihat sisi lain dari Jaejoong, tapi ia masih ragu untuk menerima minuman dari Jaejoong.
“Ini..!!” Jaejoong menaruh paksa minuman itu di tangan Yoona.
“Aku tak mau kamu makin kurus hanya karena kurang tidur dan vitamin…” kata Jaejoong lalu berjalan mendahului Yoona.
“APA!!??!!!”
Jaejoong menahan tawa mendengar pekikan Yoona.

******

“Hey mana Kim Taeyeon?” tanya Kyuhyun yang baru sadar Taeyeon tak bersama teman-temannya.
“Dia sedang ke toilet..” jawab Tiffany.
“Di mana?” tanya Heechul ikut cemas.
“Aku tidak tahu…” jawab Donghae bingung.
“Kalau begitu cepat bantu cari dia..!!” perintah Kyuhyun.
“Kenapa?!!” tanya Tiffany heran.
“Cari saja..” pinta Heechul segera pergi ke arah yang berlawanan dengan Kyuhyun.
“Ada apa?” tanya Yoona yang baru datang disusul Jaejoong di belakangnya.
“Aku tak tahu, tapi sepertinya kita harus mencari Taeyeon sekarang..” terang Donghae.

******

Seorang pria bersandar di dinding dekat toilet wanita, ia sedang menunggu Kim Taeyeon yang berada di dalamnya. Suasana sekitar yang sepi membuat pria itu merasa leluasa untuk melakukan aksinya, di dalam jaketnya sebuah pistol siap dibidik kearah Taeyeon begitu gadis itu muncul nanti.
Pria itu tampak tegang dan sesekali memperhatikan sekitarnya.
Begitu pintu toilet terbuka….

“DDSIINNGGG!!!” sebuah peluru bersarang pada lengan pria itu.
“Arggghhhh!!” Pria itu jatuh tersandar di tembok membuat Taeyeon yang baru keluar dari toilet terkejut melihat pria itu jatuh menahan sakit.
Tapi ia lebih terkejut lagi saat melihat orang yang menembak pria itu.

****

Kang In mempercepat langkahnya untuk menemui Kibum.
“Kibum, apa maksudmu di telpon tadi..??”tanya Kanng In begitu menghampiri Kibum di mejanya.
“Hi santailah, duduk dulu..” kata Kibum santai.
“Kamu sudah menahan Shim Changmin?!” tanya Kang In penasaran, Kibum hanya mengangguk pelan tanpa melihat Kang In.
“Atas tuduhan apa?” tanya Kang In lagi, karena ia belum mengatakan apapun tentang petunjuk yang ia dapat dari penelpon misterius itu pada Kibum.
“Penyusupan dan penyerangan atas Kim Taeyeon di villa mahasiswa beberapa minggu lalu..” jawab Kibum enteng.
“Dia pelakunya?!!”
“Yup, dan kau tahu..menurutku dia adalqh pelaku kejahatan yang sangat payah..terlalu gampang untuk menggertaknya hahaha..” Kibum tertawa mengingat tingkah Changmin saat sidik.
Kang In terdiam dan berpikir.
“Ini rekaman videonya, lihatlah ekspresinya..” Kibum menyodorkan laptopnya pada Kang In.
Kang In memperhatikan video hasil penyidikan terhadap Changmin.

“Menurutku….dia sengaja mengaku..”kata Kang In setelah melihat videonya.
“Maksudmu??”
“Dia ingin perlindungan dari kita..”
“Perlindungan?!”
“Yup, dari salah satu sindikat di Korea Utara, aku rasa ia ketakutan makanya dia gunakan cara ini untuk sembunyi dari mereka..”
Sekarang gantian Kang In yang memberi sebuah flashdisk pada Kibum.
“Ini tentang transaksi yang dilakukan Shim Changmin dengan seseorang anggota sindikat itu, dia berniat menjual hasil penemuan Choi Sooyoung, tapi ternyata ia gagal mendapatkannya…”
“Kau..bagaimana bisa dapat semua ini??” heran Kibum melihat hasil temuan Kang In yang sangat lengkap dan akurat.
Kang In hanya angkat bahu, ia juga tak tahu siapa yang telah membantunya.
“Aku juga tak tahu siapa yang telah membantu kita…tapi yang jelas, sindikat ini cukup besar, pemerintah kita dan Korea Utara belum bisa menyentuh mereka..”lanjut Kang In lagi.
“Apa Shim Changmin juga yang telah membunuh keluarga Choi?”
Kang In tak menjawab, ia hanya menatap Kibum sambil memikirkan sesuatu.

******

“Oppa?!!” Taeyeon tak percaya dengan apa yang ia lihat, kakaknya telah menembak pria itu.
Kakaknya yang hanya seorang manager di sebuah perusahaan bisa memiliki sebuah pistol dan telah menembak seorang pria asing di hadapannya, ada apa ini??.

“SIAL KAU KIM HEECHUL!!!” Maki pria itu seraya mengarahkan senjatanya pada Heechul.
“DUAARRR!!” Sebuah tembakan dari Kyuhyun kembali bersarang pada tangan kanan pria itu membuat pistol pria itu terjatuh. Dengan hati-hati Kyuhyun mendekati pria itu yang tak berdaya di lantai. Lengan dan tangannya telah terluka.
“Tolong panggil para medis..” pinta Kyuhyun pada Jaejoong yang berlari ke arah mereka.
“Taeyeon, kamu tak apa-apa?!!” Heechul segera memeluk Taeyeon yang terlihat syok, gadis itu hanya mengangguk pelan tubuhnya masih bergetar hebat. Wajahnya makin pucat, dua kali ia telah melihat 2 orang tertembak di hadapannya.
“Yoona Tiffany tolong bawa Taeyeon pergi dari sini..” pinta Heechul. Yoona dan Tiffany segera membopong Taeyeon menjauhi tempat itu.

“DDSINGG!!”
“DUARRRR!!”
kembali terdengar suara tembakan dari dua senjata yang berbeda.
“ARGGGHHH!”jerit orang-orang di sekitar panik.

“Kau!!!” Heechul menatap marah pada pria itu tapi belum sempat ia memaki, tubuh Heechul akhirnya jatuh.
Ternyata pria masih bisa menembak dengan senjata lain saat Kyuhyun lenggah.
“Kau pantas untuk itu…semua ini untuk kedua adikku..”tawa pria itu diantara sakitnya karena setelah ia menembak Heechul, sebuah peluru kembali bersarang pada tangan kirinya, peluru yang entah datang dari mana, Kyuhyun melihat sekeliling mencari pelaku penembakan tangan kiri pria itu
Dengan tenaga yang tersisa, pria itu telah menembak kepala Heehul hingga membuat pria itu roboh dan dalam hitungan detik Heechul tak lagi bergerak, ia tak bernyawa lagi.
Taeyeon yang menyaksikan itu hanya dapat terkulai lemas diantara rangkulan Yoona dan Tiffany yang juga terperajat menyaksikan kepala Heechul ditembus peluru milik…Choi Siwon!!.
Kakaknya telah tewas dengan tragis di hadapannya.

“Menyerahlah..!” perintah Kyuhyun, Siwon meringis kesakitan dan membuang senjata yang tadi ia selipkan di kakinya.
Siwon tersenyum perih merasakan sakit di tubuh, hati dan jiwanya..
Ia telah kehilangan segalanya..
Keluarga… harapan…jati diri dan yang terpenting adalah…naluri manusianya.
“Maaf…” bisik Siwon lemah.

– Flashback –
“Hyung sepertinya ada yang datang…” panik Minho saat terdengar suara bel pintu.
“Selesaikan ini, biar aku yang buka pintunya, santai saja, aku yakin itu bukan Sooyoung..” kata Siwon segera keluar dapur untuk membuka pintu.

Dan saat ia membuka pintu…
“Hyung..?!” kaget Siwon, Heeechul segera mendorong Siwon ke tembok dengan kasar.
“Sudah kamu dapatkan?!!!” bentak Heeechul.
“Sebaiknya kita jangan bicara di sini..”pinta Siwon, Heechul masih melotot pada Siwon tapi perlahan ia melepas cengkraman tangannya.
Mereka segera menuju perpustakaan.

“BRAKKKK!!!” Minho terkejut mendengar keributan dari ruang perpustakaan.
Saat ia melihat ke sana, Minho terkejut karena Heechul sedang mengacungkan sebuah pistol ke kepala Siwon.
Tanpa pikir panjang Minho segera menyerang Heechul dengan pisau dapur yang sedang ia pegang.
“MINHO JANGAN!!!” cegah Siwon.
Terlambat, dengan cepat dan penuh emosi Heechul segera membalik serangan Minho yang asal-asalan ke arahnya dan dalam hitungan detik pisau yang dipegang Minho malah menancap di perutnya sendiri.
Siwon dan Heechul sama-sama terkejut melihat Minho terjatuh dengan berlumuran darah.
“Jangan salahkan aku..dia yang menyerangku duluan..”Heechul membela dirinya dengan dingin.
“Minho..bertahan ya..” panik Siwon yanng segera menutupi perut Minho dengan kedua tangannnya.
Sedangkan Heechul malah keluar dan mencari flashdisk yang ia inginkan di seluruh ruangan.
Pria itu tak peduli dengan kondisi Minho yang baru ditusuknya.

“Minho tunggu sebentar aku ambil kunci mobil,, kita ke rumah sakit…” Siwon meninggalkan Minho dan menuju kamarnya.
“Hey dimana benda itu!!!” teriak Heechul penuh emosi, membuat Siwon kesal dengan sikap Heechul.
Dengan membabi buta Siwon segera menyerang Heechul, membuat mereka kembali terlibat perkelahian.

“CLAP!!” lampu villa tiba-tiba padam tapi hal itu tak membuat Heechul dan Siwon berhenti.
Siwon segera menuju dapur mencari pisau atau apapun untuk membalas Heechul.

“Noo..naaa lari…!!!” terdengar teriakan Minho.
“Sooyoung??!!” kaget Siwon merasa Sooyoung telah kembali, Heechul menyeringai senang mengetahui Sooyoung telah pulang.
“Ok tahan dulu…”pinta Heechul.
“Percuma kalau kau mau membunuhku, kita sama-sama terjebak disituasi ini..dari awal kau sudah tahu resiko bergabung dalam kelompok ini…jadi kau harus rela untuk kehilangan apapun…”
Siwon terdiam frustasi.
Ia tak menyangka pilihan untuk bergabung dalam sebuah sindikat akan mencelakakan keluarganya.
“Tugasmu saat ini hanya mencari benda itu…dan Sooyoung, dia itu urusanku, MENGERTI!!!” perintah Heechul seraya meraih kapak yang sempat dipakai Siwon untuk menyerangnya.
Heechul segera menuju ke asal suara untuk menghampiri Sooyoung, gadis yang saat ini saat dibencinya…gadis yang telah berhianat dengan selingkuh dengan pria lain…gadis yang sangat jenius hingga membuat Heechul dan sindikatnya sangat tertarik dengan hasil penemuan gadis itu.

Dalam kegelapan perlahan Heechul mendekati Sooyoung yang sedang panik akan kondisi Minho yang sekarat.
“Annyeong…” sapa Heechul.
“Kamu?!!”
“Choi Sooyoung…Saranghae..!!” dengan cepat dan penuh kebencian Heechul menebas kepala Sooyoung hingga terlepas dari tubuh gadis itu.

Di dapur, Siwon hanya terkulai tak berdaya menyadari kedua adiknya telah mati..
Sekarang ia telah mengorbankan segalanya…
Bahkan dengan sangat bodohnya, ia malah membantu Heechul untuk membereskan mayat-mayat saudaranya sendiri.
Semua itu hanya untuk sebuah ambisisnya untuk mendapatkan tempat yang layak dalam organisasinya…

-Flashback end-

Kyuhyun segera memeriksa tubuh Siwon dan segera merampas sebuah pisau yang terselip di punggungnya.
Beberapa perawat menghampiri dan segera menolongnya.

Saat melewati Taeyeon, gadis itu menahan Siwon.
“Kenapa?” tanya Taeyeon diantara tangisnya.
Siwon hanya meringis kesakitan.
“KENAPA?!!!!” jerit Taeyeon histeris, ia makin kesal melihat senyum Siwon yang bagai sedang mengejeknya.
“Karena kakakmu telah membunuh kedua adikku…” jawab Siwon sebelum ia akhirnya pingsan kehabisan banyak darah.
“AGGGRRHHHH!!!!” jerit Taeyeon histeris, semua kejadian yang ia alami ini membuatnya sangat frustasi.

Tak jauh dari sana, Yuri hanya terdiam menatap pilu pada Taeyeon. Ia yakin saat ini gadis itu sedang mengalami masa-masa yang sama seperti yang pernah dialami oleh Lee Sungmin…depresi!!.
“Ayo..tugas kita selesai” bisik Yunho setelah menyimpan senjata yang tadi sempat ia pakai untuk menembak tangan kiri Siwon.
Yuri hanya menghela napas prihatin.
“Aku tak suka pertunjukan seperti ini…” gumam Yuri.
“Kalau gitu ayo cari kasus yang lebih menarik, yang membuat kita tak hanya jadi penonton..”
Yuri mengangguk dan mengikuti Yunho.
Kedua Agent SONK (Security Of North Korea) itu segera meninggalkan rumah sakit sebelum ada yang mencurigai mereka. Misi mereka di Korea Selatan dianggap selesai karena Kim Heechul orang yang mereka incar telah tewas.
Kim Heechul adalah orang yang dicurigai sebagai salah seorang anggota sindikat antar negara yang sering melakukan teror di Pyongyang dan begitu pemerintah Korea Utara mendapat kabar bahwa sindikat itu akan mengadakan transaksi di Korea Selatan, maka kedua agen itupun ditugaskan menyelidiki kasus ini, tapi diluar dugaan mereka malah berhadapan dengan kasus kematian Choi Sooyoung.

******

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Hankyung saat bertemu Taeyeon saat mereka keluar dari rumah duka tempat keluarga Choi disemayamkan.
“Baik..” jawab Taeyeon yang akhirnya bisa tegar menghadapi kenyataan yang ada.
Bahwa sahabat yang ia cari selama ini ternyata telah dibunuh oleh kakaknya sendiri.

Mereka berjalan bersama bersama menuju pelataran parkir rumah duka..
“Maaf untuk semuanya..” ucap Taeyeon pelan. Hankyung menghentikan langkahnya dan menatap Taeyeon.
“Aku tak tahu harus bersikap bagaimana. Marah,itu sudah pasti, tapi kamu lebih banyak kehilangan..karena bagaimanapun Kim Heechul adalah kakakmu dan ia telah mendapatkan balasannya…jadi aku anggap ini impas..”kata Hankyung berusaha tegar, tangan kanannya menyentuh bandol salib di lehernya, kalung itu bagai memberinya kekuatan dan ketegaran untuk menerima kepergian Sooyoung.

“Senang bisa kenal denganmu..” Hankyung mengulurkan tangan pada Taeyeon, ini adalah saat terakhir ia bertemu dengan Taeyeon karena setelah ini Hankyung memilih pergi bekerja di kantor cabang Ulsu di Cina. Ia ingin melupakan semua kenangan tentang Sooyoung dengan pindah ke sana..
“Sampai jumpa…” mereka bersalaman dan Hankyungpun pergi. Pergi dengan membawa sebuah rahasia Sooyoung yang ditinggalkan untukknya, rahasia yang mengantarkan kekasihnya itu pada kematian.

“Patah hati?” bisik Jaejoong di dekat telingga Yoona saat gadis itu menatap kepergian Hankyung.
“Tertawalah Kim Jaejoong..”sinis Yoona kesal dengan ucapan Jaejoong.
“Aku tak tertarik menertawakan kesedihan orang lain…”
“Kalau begitu diamlah!!” sengit Yoona lalu segera menyusul Taeyeon karena setelah ini mereka akan menjemput Junsu yang akan keluar dari rumah sakit.
Jaejoong hanya angkat bahu dan segera menyusul gadis itu.

Begitu para mahasiswa itu berlalu tak lama kemudian sebuah Van hitam memasuki tempat parkir. Yuri dan Yunho mengantarkan Sungmin untuk memberi penghormatan terakhir pada Sooyoung.
“Kalian tidak masuk?” tanya Sungmin karena kedua orang itu tidak turun dari mobil.
“Tidak, di dalam masih ada polisi, jadi kami tak mau ambil resiko..”kata Yunho saat melihat mobil polisi terparkir di sana.
“Lee Sungmin selamat tinggal, mungkin setelah ini kita tidak akan bertemu lagi..”kata Yuri.
“Apa kalian langsung kembali ke Pyongyang?” kaget Sungmin karena Yuri sebelumnya tak mengatakan apapun.
“Yup hari ini kami akan pulang…sampai jumpa..” Yunho mengulurkan tangan ke Sungmin.
“Sampai jumpa..dan terima kasih untuk semuanya..tanpa kalian mungkin kasus ini tak akan pernah terungkap dan mungkin aku tak akan seperti saat ini..” Setelah berjabat tangan, Sungmin segera turun dan menatap kepergian Yuri dan Yunho.

“Apa ini berarti kita akan bercerai..??”tanya Yunho sambil menyetir mobil menuju ke bandara, Yuri hanya terdiam.
“Hey istriku..aku sedang bicara padamu!!”bentak Yunho mengagetkan Yuri.
“Apa menurutmu dikasus selanjutnya kita akan jadi patner lagi??”tanya Yuri.
“Entahlah…” jawab Yunho.
Keduanya saling diam, mereka seperti merasa kembali ke Pyongyang akan menjadi saat perpisahan bagi mereka.
“Yuri, aku ada ide..” kata Yunho tiba-tiba.
“Hm..”
“Apa kamu mau bermain lagi?”
“Main??”
“Iya, sebelumnya kita telah bermain sebagai suami istri..jadi bagaimana kalau sekarang kita bermain sebagai…..pasangan kekasih..” kata Yunho dengan suara rendah.
“Apa? Pasangan apa?” tanya Yuri tak begitu jelas dengan kata terakhir Yunho.
“Ahhh lupakan…!!” kesal Yunho menahan malu.
“Hey..aku benar-benar tak dengar..”
“Itu urusanmu..aku tak mau mengulang kata yang sama untuk kedua kalinya….”ketus Yunho kesal karena ia tak mampu mengulang ucapan yang dianggapnya sangat mempertaruhkan harga dirinya.
“Payah…” gerutu Yuri.
“Kamu yang payah…syukurlah setelah ini aku akan terlepas dari gadis payah sepertimu..”
“APA??!! Hey seharusnya yang bersyukur itu aku!!”omel Yuri ikut kesal.
“Memangnya kenapa? Dengar ya, jarang sekali ada gadis yang bisa jadi patner kerjaku..hanya orang-orang istimewa saja yang bisa..”
“Oya..berarti kamu mengakui kalau aku ini istimewa..?”senang Yuri.
“Hey aku tidak bilang begitu..” ralat Yunho salah tingkah.
“Terima kasih Jung Yunho, akhirnya kamu bisa mengatakan hal yang menyenangkan…” tawa Yuri membuat Yunho akhirnya ikut tertawa.

– The End –

Ok Reader…
Terima kasih buat kalian yang mengikuti cerita ini sampai tamat dan tentu saja bersedia ninggalin komentar…ngga hanya jadi SILENT READER saja…
Semoga endingnya ngga mengecewakan^^”
Makasih Ya^^

About michiru 김은새

220392 , i'm study management at universitas budi luhur , i'm kpop addicted , exspecial casieopeia , elf , shawol ,primadonna and beauty ^^*

Posted on 21 Januari 2011, in HeLLeN Hoon, SM Town. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. spertinya author hellen pinter bkin FF mistery Horror ya .. =,=
    FF ni sm yg Bracelet .. sma” FF bgus,,

    msih rada gk ngeti sih ..
    sungmin it siapa .. hahaha,,
    tp saya ska endingnya .. XDD
    ksian taeyeon .. si Heechul coid,,
    kekeke ..

  2. wah ff nya seru aku suka,suka,suka banget , bkin ff kaya gini lagi ya yang genre misteri gitu… seru,, ^^

  3. ceritanya seru. .
    gx nyangka. . ternyt heechul yg bunuh sooyong.
    lanjud. .

  4. ohhhh,, sekarang aku udah ngerti ceritanya ..pertamanya aku masih bingung sama ceritanya ..
    tp skrg udh ngerti,, awalnya aku kira yuri sama yunho yg ngebunuh sooyoung .. hahaha

  5. Sumpah DAEBAK bgt nih cerita.. Hahaha, keren bgt si chingu klo bikin cerita yg bertema mistery horror🙂

  6. sookyung_shipper

    keren bgt ceritanya!
    Waktu baca rada2 takut n gregetan, merinding jg. Penasaran ama critax.
    Kasihan ya Hankyung oppa ditinggal Sooyoung. Lain kali bikin SooKyung yg happy ending. Yg g mati salah satux. Hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: