[FF/2S/PG-15] Hoshizora–Darkness Phobia (Part 1)

TITLE : HOSHIZORA–DARKNESSS PHOBIA

AUTHOR : aLma_cchu

CAST : ~ Kim Kibum a.k.a Key

~ aLma_cchu a.k.a Myuu ki (atau kalian para readers)

~ Lee Donghae a.k.a Hae

SUPORT CAST : All SHINee member

LENGTH : Twoshoot

GENRE : Frienship, Sad Romance

RATING : PG-15

Annyeong :3 ini ff pertama aku d blog ini^^

makasih ya yg udah mau baca n’ komen di ff ini yg Teasernya tadi^^

Happy reading chingu~

~Author POV~

“Arrgghhkk…….”

Teriakku tanpa sadar, keringat mengucur deras di seluruh tubuhku, tapi bukan karena kepanasan. Badanku menggigil, tapi bukan karena kedinginan. Aku hanya,, Takut…

Ini sudah kesekian kalinya aku terbangun ditengah malam, bukan karena mimpi buruk seperti yang sering terjadi pada orang-orang umumnya. Hanya saja mimpi burukku adalah berada di tempat yang hitam, pekat dalam kegelapan. Dan itu yang ku takutkan. Mimpi yang buruk. Bahkan sangat-sangat buruk.

Badanku terus saja menggigil, keringat bercucuran deras dari sekujur tubuhku dan gemetar tak karuan. Ku ubah posisi dudukku menjadi duduk. Ku berdirikan lututku dan ku letakkan kepalaku di antara kedua lulut. Dan ku kalungkan kedua kakiku dengan tanganku. Masih saja gemetar tubuhku. Air mata mengalir seraya keringat yang terus bercucuran.

“Myuu-chan,, daijoubu ka (apa kau baik-baik saja) ??” khawatir Hae nii-chan, membuka pintu dan perlahan berjalan menghampiriku.

Aku hanya menggelengkan kepala, lemas.

Sesekali ku gigit ujung jari ibu jariku. Melihatku yang seperti ini, Hae nii-chan refleks memelukku. Diusapnya kepalaku dengan halus. Aku hanya menangis di pelukannya. Hangat, pelukannya begitu menenangkanku. Akupun mulai terlelap dalam pelukannya.

Bintang,, aku tak tau bagaimana rupamu…

Saat aku terpejam, yang ku  lihat hanya hitam

…pekat hitam dalam kegelapan membuatku takut

Kenapa kau harus merada di tempat yang ku takuti ?

***

27 Desember 2010

Mentari menyambutku hangat. Sejuknya udara pagi, harmoninya kicauan burung-burung terbang kesana-kemari. Sangat membuatku nyaman dan terasa begitu damai.

Ku siapkan sarapan untukku dan Hae nii-chan, ya, kami memang hanya tinggal berdua di Jepang, tepatnya di Hokkaido. Panjang sekali kenapa alasan kami lebih memilih tinggal di Jepang dan bukan di Korea.

“Myuu-chan, Ohayou… (selamat pagi)” sapa Hae nii-chan sambil mengerjip-erjipkan matanya.

“Ohayou, Onii-chan~” sapaku balik. Tersenyum dan ku sodorkan piring yang berisi omellet, telur gulung dan roti.

“Hyaa~ aku sudah sangat lapar… itadakimasu (selamat makan/terima kasih atas makanannya)~” Hae nii-chan langsung melahap makanan yang baru saja ku berikan, ia selalu terlihat tampak senang bila melahap masakanku.

“Itadakimasu~” ku ulang kata-katanya dan mulai melahap makananku.

Keadaan tampak hening saat kami masing-masing makan. Aku suka melihat Hae nii-chan sedang makan, begitu lahap.

“Kamu sekolah kan hari ini?” tanyanya tiba-tiba, membuyarkan lamunanku yang sedang memandangnya.

“Hai, aku sekolah hari ini. Doushite (kenapa)?” tanyaku bingung, ku hentikan makanku dan memandangnya heran.

“Nan de mo nai…(tidak ada apa-apa)” jawabnya singkat.

Aku semakin memandangnya bingung. Issh,, aku merasa ada sesuatu yang disembunyikan. Tapi aku tak tau apa itu.

“oh,, ya.. Jangan lupa pakai mantelmu. Di luar masih bersalju, pasti sangat dingin.”

Senyumnya membuyarkan semua curigaku. Ternyata hanya mengingatkan agar tidak lupa memakai mantel.

“Dan- jangan pulang terlalu sore, kalau terlalu sore telpon aku, aku akan menjemputmu.” lanjutnya.

Mengambil piring-piring habis makan kami dan meletakkannua di tempat cuci piring. Aku ikut memberes-bereskan meja makan yang masih berantakan.

“Tidak perlu, kamu siap-siap saja berangkat sekolah. Biar aku yang membereskan.”

Aku bergegas ganti baju dan memberes-bereskan buku yang akan ku bawa ke sekolah. Tampaknya sudah beres semua, aku bergegas berangkat karena takut terlambat.

“Onii-chan,, aku berangkat ya~” teriakku dari sambil memakai sepatu. Tapi tak ada yang menjawab. Ah,, entahlah, onii-chan kemana ya? mungkin di kamar mandi dan tidak kedengeran. Biarlah, aku berangkat saja. gumamku dalam hati dan bergegas berangkat.

***

…at Tokyo…

~Key POV~

“Apa hyung??? Kau tidak akan langsung pulang ke Seoul…? “

Key buru-buru membekap mulut Taemin takut terdengar member lain.

“issh, pabo sekali kau! bagaimana kalau Onew hyung mendengar? ” ku jitak pelan kepala taemin.

“auch.. sakit hyung…aku kan hanya kaget” gerutu taemin sambil memegangi kepalanya yang ku jitak.

“Mianhae… Tapi kau jangan bilang-bilang hyung ya!” pintaku pada taemin, sambil terus mengemas baju-baju ku ke koper.

“ehemm… ‘jangan bilang-bilang’ apa Key?” tiba-tiba saja suara dari depan pintu mengagetkanku, Onew-hyung dan Jonghyun-hyung tengah berdiri di pintu sambil memandangku kesal. Aku hanya diam, kalap dan bingung harus menjawab apa. Mereka menghampiriku dengan kesal.

“Kau mau ke mana Key?” Tanya jonghyun-hyung.

“Aku…aku…” aku terbata dan bingung harus mencari alasan apa untuk menolak pergi pulang ke Seoul bersama mereka.

“Hey,, Kim Kibum… Jawab!” Onew-hyung tampaknya marah.

“Miann, hyung~” aku hanya menundukkan kepalaku.

“Sudahlah Onew-hyung, Jonghyun-hyung, Key-hyung hanya…”

“Sudahlah Taemin, kau jangan membelanya, jangan-jangan kau juga ingin ikut kabur ya!” belum sempat taemin menyelesaikan ucapannya, jonghyun-hyung menyelanya.

“issh,, kau juga mau mempengaruhi magnae? jangan! Taemin itu masih polos, jangan di ajari kabur-kabur seperti kau! bisa repot aku nanti”

Onew-hyung menarik taemin menjauhiku.

“Bukan begitu, hyung…” selah taemin ingin membelaku.

“Sudahlah taemin, lebih baik kau diam dari pada melihat onew-hyung marah padamu, Kau mau??” Jonghyung-hyung merangkul taemin.

Ahh, aku benar-benar bingung apa harus mengatakannya pada mereka atau tidak, tapi pasti mereka menahan kepergianku kalau aku bilang pada mereka aku mau kemana. issh,, aku bingung. aku hanya dapat bergumam dalam hati.

“Hei,, jawab! kau mau kemana Key?” tanya Onew-hyung lagi padaku, kali ini dengan mengeraskan nada bicaranya.

“Hey Key,, ini ada sms dari Donghae-hyung…” Ucap Minho tiba-tiba, mengageti kami semua.

Huft… untung saja ada minho, aku sedikit tertolong karenanya. Semua menatap Minho tajam.

“Hei.. hei… ada apa ini semua?” tanya Minho bingung, menghampiri kami dan memberikan hp-ku.

aku membaca pesan dari Donghae-hyung.

From : Donghae-hyung

Key, kau jadi ke sini?? Myuu sudah berangkat sekolah.

Nanti mau ku jemput di stasiun??

Aku bingung, sampai sekarang saja masih belum jelas apa aku akan jadi ke Hokkaido atau tidak, masa aku mau kabur? terus bagaimana dengan hyung-hyungku ini?

aku bergegas membalas sebelum hyung-hyungku makin marah.

From : Key

To : Donghae-hyung

Mianhae hyung,, aku masih belum tau jadi atau tidak…

nanti ku kabari lagi,.

^^biasalah ada masalah sedikit :p

send

“Key!! jangan mengalihkan pembicaraan pada handphone-mu itu!” omel Onew-hyung makin menjadi.

“Nn…Ne.. hyung, aku akan cerita…” ucapku terbata.

Aku duduk di ranjangku. Mereka semua masih saja berdiri dan memandangku tajam. Taemin tampak ragu-ragu mendengar aku akan menceritakan pada semua.

“…Begini hyung, sebenarnya aku ingin ke Hokkaido…”

“Hokkaido??? kau gila Key, ingin kabur sejauh itu?” potong jonghyun-hyung tiba-tiba. Onew-hyung hanya memandang sinis ke arah jonghyun-hyung mengisyaratkan untuk diam. Dan kembali memandangku nenyuruhku melanjutkan.

“… sebenarnya aku pernah tinggal di Jepang dalam waktu yang cukup lama, kira-kira 1 tahun. Dan aku juga mengenal Donghae-hyung di Jepang, ya, tepatnya di Hokkaido. Donghae-hyung punya seorang adik perempuan, aku hanya ingin mengunjunginya… Bolehkan hyung?” aku menundukkan kepalaku, berharap onew-hyung mengerti yang ku rasakan.

“Hanya demi bertemu dengannya kau merelakan kita tidak ikut perform buat acara besok di Seoul?” tampaknya onew-hyung tidak mengizinkan aku untuk pergi. Pupuslah harapanku.

“Kenapa dia tidak datang saja di konser kita kemaren? kan jadi kau tidak perlu mendatanginya sejauh itu” jonghyun-hyung tambah menimpali. Hahh.. makin pupus harapanku.

Aku tambah lemas, tidak ada harapan lagi aku untuk pergi ke Hokkaido sekarang. Entah kapan lagi aku bisa ke sana. Apa lagi dengan jadwal schedule yang makin lama makin padat.

“Hmm.. Hokkaido ya? sepertinya tidak ada salahnya refreshing ke sana…” ucap Minho tiba-tiba, aku langsung memandangnya penuh harapan. Berharap bahwa semua akan mengizinkan agar aku dapat pergi ke Hokkaido. Tapi onew-hyung malah memandang Minho sinis.

“Wae? kenapa hyung? tidak ada salahnya kan kita refreshing, hyung? hanya untuk akhir tahun ini saja” lanjut minho menambahi.

“Iya, aku setuju!” Taemin ikut mendukung.

“Baiklah, 4 lawan 1, onew-hyung kalah…” ucap jonghyun-hyung menambahi, malah ikut mendukungku.

“Yya~ apa-apaan kalian, aku leader di sini! keputusan ada padaku. Kalian tidak bisa seenaknya! Kalian mau aku yang di marahi maneger-hyung ya?” marah onew-hyung.

“Mianhae hyung…”

Benar juga, aku tak bisa egois seperti ini, masa aku membiarkan onew-hyung dimarahi maneger-hyung karena ulahku yang ingin seenaknya kabur ke Hokkaido.

Aku hanya menundukkan kepala kecewa.

“Mianhae Key, bukan aku tak mengizikanmu dan kalian semua pergi, tapi pikirkanlah juga posisiku. Aku ini leader. Kalau kalian seperti ini, bagaimana aku mempertanggung jawabkannya pada maneger-hyung?” jelas onew-hyung.

Aku mengerti, ya, aku mencoba mengerti. Baiklah, aku tidak akan egois dan biarlah, bila takdir menentukan aku bertemu dengannya sekarang, maka aku akan bertemu sekarang. Bila tidak, ya sudah.

Suasana hening sehabis onew-hyung berbicara seperti itu. Wajah mereka tampak tegang. Wah, parahnya aku membuat mereka seperti ini.

“Hei,, kenapa kalian semua berkumpul di sini?” Tiba-tiba maneger-hyung muncul di depan pintu mengageti kami yang bertampang tegang.

“kenapa kalian tegang begitu, hah??” tanya maneger-hyung bingung.

“Aa.. aniyo hyung…” jawab taemin gelagapan.

“Hyung, ada yang ingin aku bicarakan…” ucap onew-hyung tiba-tiba.

“Mwo?” maneger-hyung tampak bingung melihat tampang Onew-hyung yang serius.

Maneger-hyung duduk di sofa kecil sebelah lemari buku. Onew-hyung menghampiri maneger-hyung yang tengah duduk.

“Sebenarnya…”

Tak terdengar lagi apa yang mereka ucapkan. Aku pasrahlah, di izinkan syukur, tidak ya sudah. Walau aku sedih, sepertinya tidak jadilah aku pergi mengunjungi’nya’ sekarang.

Cukup lama onew-hyung berbicara dengan maneger-hyung, tapi belum juga ada tanda-tanda persetujuan.

Aku bergegas mengambil hpku, mulai mengetik pesan bahwa aku tak jadi ke Hokkaido.

“Key…” panggil onew-hyung tiba-tiba.

“Ne.. hyung…” tak perlu di lanjutkan, aku sudah tau. pasti tidak boleh. gumamku dalm hati.

“cepat,, kita hanya di kasih izin 2 malam…” onew-nyung mengerlingkan matanya.

ehh, aku tak salah dengar?? maneger-hyung mengizinkan???

tapi, sebentar,, Kita??? jadi yang pergi kami semua?? bukan hanya aku?

“Yya~ kenapa kau key??? apa kau pikir hanya kau yang akan pergi bersenang-senang, issh, enak saja…” ledek onew-hyung.

Aku tak dapat berkata apa-apa, hyaa… senangnya sama seperti saat konser kemarin. Aku jadi ingin menangis.

“oi,, cepat Key, kenapa jadi kau yang bengong? kau tak mau jadi pergi? ya, sudah,, kami saja…” ejek jonghyun-hyung sambil menarik tasku.

“Gomawo, Onew-hyung, Maneger-hyung…” ucapku menundukan badan 90 derajat.

“Yya~ kenapa kau menangis, Key? aku kan hyungmu, wajar aku membelamu.” onew-hyung menepuk-tepuk pundakku.

“Ayo kita berangkat~” ajak taemin riang.

“Hahh,,kita naik apa Key?” tanya jonghyun tiba-tiba.

“Shinkansen, hyung. hm… mungkin kita akan sampai sekitar 6 jam.” jelasku pada semua.

“Hyaa~ lamanya~” gerutu taemin.

“Ya, sudah. Aku pulang duluan ke Seoul ya! ingat, kalian pulang lusa pagi!” ucap maneger-hyung mengingatkan.

“Ne, hyung~ gomawo~” jawab kami bersamaan.

“oia, onew-hyung, apa yang kau bicarakan pada maneger-hyung sampai ia mengizinkan kita pergi?”

“pabo Key! ku bela kau malah bertanya seperti ini… sudahlah, kau tak perlu tau. kita pergi saja, cepat!”

Aku bergegas mengirim pesan pada Donghae-hyung tentang kabar baik ini.

From : Key

To : Donghae-hyung

Hyung~ aku jadi ke Hokkaido^^

haha berkat Onew-hyung..

aku pergi bersama SHINee, tidak apa2 kan hyung?

aku sudah tidak sabar ingin cepat sampai Hokkaido>,<

oia, tak perlu jemput kami, sepertinya aku masih ingat jalan.

haha^^ annyeong~

send

Kami berangkat naik shinkansen, 6 jam adalah waktu yang cukup lama. Membuat kami cukup kelelahan.

…at Hokkaido…

~Donghae POV~

“Onii-chan,, tadi pagi kau kemana?” omel Myuu sepulang sekolah. Tangannya dilipat di dadanya, tampak cemberut kesal.

“Tidak kemana-mana,, kenapa Myuu?” jawabku santai. Ku tebarkan senyumku pada Myuu agar ia tak marah lagi.

“Baiklah,, aku kalah dengan senyummu itu…”

Myuu duduk di kursi meja makan, menyenderkan dagunya di atas meja makan. Matanya sibuk memperhatikanku yang sedang masak makan malam.

“Kenapa onii-chan memasak sebanyak ini? memang mau ada tamu?” tanyanya heran.

“Sudah… kamu ganti baju saja dulu sana, hayaku (cepat)!” ku tarik pelan tangannya, ku dorong bahunya dari belakang agar ia naik ke kamarnya untuk ganti baju.

Ding Dong Ding Dong~

“Hahh, ada bel bernyunyi onii-chan, biar ku buka itu siapa…”

Myuu berlari membuka pintu yang telah ku yakin itu siapa yang datang.

“Chotto matte nee~ (tunggu sebentar ya)” ucap Myuu berlari kearah pintu sambil bergegas membuka kunci dan knop pintu.

“Tadaima… (aku pulang/aku datang)” ucap yang datang seraya senyumnya menebar bersama kedatangannya.

“Key-kun… Okaeri…(selamat datang)” jawabku terbelelek kaget O.O

***TBC***

~maaf klo GaJe :p lebih jelasnya tentang hubungan Key, Myuu, Hae di part 2 y^^ kekeke~

di tunggu komentarnya :3

Oia,, hmm.. aku punya 2 pilihan nii  buat endingnya mau gmana:

1. Happy End

atau…

2. Sad End

^^haha atau mau dua2nya??? *marukk :p

Ada yang lupa :p kalau ada yang tanya kenapa judulnya Hoshizora–Darkness phobia? bukan berarti Hoshizora artinya Darkness phobia ya :3

Hoshizora artinya “Langit Berbintang”

      About aLma_chuu 貴久

      Aku ga polos,, tapi selalu dianggap kya anak kecil,, hm... mungkin karena sangat ceroboh T,T

      Posted on 23 Januari 2011, in Alma_cchu, AUTHOR, KATEGORI, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

      1. Alma, format judulnya diubah kyak gni ya?
        [FF/S/1/PG-15] Darkness Phobia

        Sad ending aja? Kekekey.. Kalo bisa dua2nya, jadi pertama ada unsur sad2nya trus akhrnya malh happy ending lbh seru kayakna..
        Okey x) lanjut…

      2. mau kritik bentar yaa .. itu harusnya minho bilang ke key klo ada sms dari donghae hyung bukan donghae oppa .. ato donghae di sini perannya jadi cewek kah? klo iya brarti silahkan abaikan kritikan saya ^^
        trus klo bisa tiap ada yg bilang pke bahasa jepang juga di kash translate .. cz kan blm tentu reader tau artinya *curhat* .. itu aja sih kritikanku .. mian klo ada yg nyinggung –> reader bawel

        over all aku suka ff.nya mana teasernya juga bgus lagi >.< lumayan skalian belajar bahasa jepang😀

        mau sad ending donk lagi pgn baca ff yg sedih" soalnya😄

      3. wkwkwk~ lupa aku :p maaf2^^ saya perbaiki!
        okeh2.. makasih kritikannya…

        *aku suka readers sepertimu XDD haha
        siph^^

      4. daebak bgt onnie!😀 .
        hem , maunya ending sad and happy #plaak . di gampar author , dilempar ke laut# haha , kan jarangjarang dari sedih ke senang atau sebaliknya !!🙂

      1. Ping-balik: [FF/2S/PG-15]Hoshizora–Darkness Phobia (Part 2/END) « SHINee Super Shinki FF Indo

      Tinggalkan Balasan

      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

      Logo WordPress.com

      You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

      Gambar Twitter

      You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

      Foto Facebook

      You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

      Foto Google+

      You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

      Connecting to %s

      %d blogger menyukai ini: