FF/S/1/A lady who I like it ! ^^

A Lady who I like it !!

Judul : A lady who I like it !

Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

=======================================


Lee Hana melangkahkan kakinya menyusuri jalan di tepi sungai Han. Langkah gadis itu terburu-buru dengan wajah gelisah, sementara tangannya terus menempelkan ponselnya dengan erat di telinga. “Yaa ! Sungmin-ssi ! Jangan main-main denganku ! Kao ada dimana sekarang ?”, tanya nya panik sambil terus mengedarkan pandangannya ke seluruh kedai di pinggir sungai itu.

Suara laki-laki di ujung telepon sana malah terkekeh, “Kenapa kao panik begitu ? Aku tidak mencuri barang berhargamu, kan ?”

“Dia memang bukan barang !”, sahut Hana ketus lalu mendengus, “Tapi dia berharga untukku..”

“Noona ! Aku baik-baik saja. Tak usah khawatir”, kali ini Hana mendengar suara cempreng yang dirindukannya.

“Lee Sungjo ! Kenapa tak menghubungi noonamu kalau kao sudah pulang dari study tourmu ? Kenapa kao malah menghubungi Sungmin-ssi ?”, omel Hana pada adik laki-laki semata wayangnya. “Sudah cukup jalan-jalan dengan Sungmin dan ikut noona pulang sekarang ! Tidak baik anak sekecilmu di luar rumah sekarang. Apa kao sudah lihat sekarang sudah jam berapa ?”

“Aku sudah kelas tiga SMP, noona~~”, kata Lee Sungjo dengan nada kecewa

“Apa gunanya kelas tiga kalau kao masih kecil ? Sudah berikan ponselnya pada Lee Sungmin !”, omel Hana lagi.

“Aku disini”, sahut Sungmin yang Hana yakin dengan senyum lebar. “Ada apa managerku yang galak ? Kao apakan Sungjo sampai dia cemburut begitu ?”

Hana mendengus dan mengabaikan gurauan Sungmin. Sekarang dia sudah berhenti berjalan dan duduk di salah satu bangku taman yang menghadap sungai Han. Sebelum menjawab, Hana menghembuskan nafasnya dengan berlebihan, “Sungmin-ssii..”, katanya dengan mata tertutup dan terbuka dengan cepat. “Aku tahu maksudmu baik dengan tidak memberitahuku soal kepulangan Sungjo. Aku sangat menghargai sikapmu yang tak ingin menggangguku bekerja, sehingga kao sendiri yang menjemput Sungjo di stasi—“

“Siapa bilang aku tak ingin menganggumu bekerja ? Jangan kege-eran, Nona galak~”, sela Sungmin dengan nada gurau

Hana tersenyum. Dia sudah terbiasa dengan gurauan Sungmin yang kadang-kadang menjengkelkan. “Aku tahu itu, tuan Sungmin yang baik hati”, sahut Hana.“Tapi membuatku khawatir tanpa memberitahuku, itu salah ! Kao hampir saja membuatku melapor ke polisi soal kejahatan penculikan. Apa kao tak pernah membayangkan apa jadinya elf kalau kao tertangkap polisi karena penculikan ?”, jelas Hana panjang lebar

Jeda sesaat. Tapi setelah itu, Hana mendengar helaian nafas, “Mianhee sudah membuatmu khawatir. Akan kuingat untuk memberitahumu soal keadaan Sungjo lain kali”

“Terima kasih karena sudah mengerti”, ucap Hana lega dengan senyuman. Tadinya Hana kira Sungmin tak akan mengerti dengan penjelasannya, karena Sungmin adalah artis. Menurutnya, artis tak akan pernah mengerti tentang rasa gundahnya. Karena menurutnya, artis sudah terbiasa hidup bebas. Tapi ternyata, artisnya mengertinya dengan baik.

“Kao masih ingin tahu kami ada dimana ?”, tanya Sungmin memecahkan keheningan sejenak diantara mereka.

Hana kembali tersenyum sambil memegangi poninya yang terkena angin musim gugur, “Mm-hmm. Kalian ada dimana ?”

*************************************************************************************

Sebuah kedai kecil dengan asap mengepul keluar dari dalamnya, membuat langkah Hana terhenti dan mendongak. Keningnya berkerut saat membaca papan nama kedai itu. Ada satu kata yang ditulis huruf latin sementara yang lain dengan huruf hangul, “Sate Enak ?”, gumam Hana heran.

Tak mau ambil pusing, gadis itu akhirnya melangkah masuk. Tak perlu menghitung, Hana sudah bisa menemukan Lee Sungjo dan Sungmin duduk di tengah kedai.

“Noona~~!!!”, panggil adik laki-lakinya itu sambil melambaikan tangan.

Tadinya Hana berniat akan memarahi adiknya saat bertemu nanti, tapi pikirannya menghilang entah kemana saat melihat raut gembira adiknya. Adiknya itu selalu punya raut gembira yang menyenangkan. Hana sering merasa dirinya damai hanya dengan melihat senyum lebar adiknya. Entahlah, mungkin karena adiknya itu mirip almarhum ibunya.

“Yaa ! Nona galak ! Sampai kapan kao akan melamun disitu ?”

Hana melompat kaget saat suara berat itu terdengar tepat di telinganya. Dia berbalik dengan cepat, “Yaa ! Cho Kyuhyun !”

“Memangnya siapa lagi ?”, tanya Kyuhyun. Jari telunjuknya menunjuk-nunjuk belakang Hana dengan jengkel, “Aku mau masuk kesana ! Kao bisa pindah dari situ ?”

Hana membuka mulutnya ingin membalas, tapi dengan cepat menutupnya lagi. Dia sadar, dirinyalah yang salah berdiri di depan pintu masuk kedai. Hana dengan cepat berbalik dan berjalan masuk ke kedai.

“Kalian seperti pasangan mesra yang sedang bertengkar !”, kata Sungmin geli saat Hana dan Kyuhyun sudah duduk di depannya.

“Kami bukan pasangan !”, sahut Hana dan Kyuhyun bersamaan.

Kali ini Sungjo yang tertawa, “Noona dan hyung cocok sekali~”. Sebelum Hana membuka mulutnya untuk memarahi adiknya, Sungjo sudah mengulurkan sesuatu ke wajahnya. “Noona mau ?”

Kening Hana berkerut melihat beberapa daging bakar dengan saus kental ditusukkan ke bambu di tangan adiknya. Otaknya memberikan semacam alarm bahaya. Tanpa sadar, Hana menyuarakan pikirannya, “Pasti beracun”

“Ithu shate, bhodhoh !”, sahut Kyuhyun dengan mulut penuh makanan. “Mhakhanhan dharhi inhdhonheshia”

Alis Hana terangkat sebelah saat melihat kedua artisnya itu menggigit sate dengan ganas. Lalu kepalanya menggeleng-geleng. Dia sedang memaklumi tingkah kedua artisnya yang suka sembarangan. Menurutnya, mereka sering mencoba hal baru yang aneh-aneh. Dan itu tak perlu dicontoh oleh adiknya. Ya, tidak perlu.

“Kao sudah kenyang, kan Sungjo ?”, tanya Hana kepada Sungjo. Lee Sungjo mengangguk-angguk semangat. “Kalau begitu ayo kita pulang”, kata Hana sambil menarik siku adiknya berdiri.

“Tunggu noona !”, tahan Sungjo lalu menoleh ke Sungmin, “Gomawo untuk hari ini, hyung !”

“Mm-hmm”, jawab Sungmin dengan anggukan, tapi kemudian menoleh ke Hana yang beraut bosan, “Kenapa cepat sekali ? Kao tak mau menunggu Im Saera datang dulu ?”

“Im Saera ?”, tanya Hana dan Kyuhyun kaget.

Sungmin menahan senyumnya dengan geli. Lagi-lagi Hana dan Kyuhyun menampakkan kekompakkan mereka. “Dia pulang hari ini dari Prancis”, jawab Sungmin. Lalu menoleh ke Hana lagi, “Kao tak mau menunggu ?”

Hana membeku sesaat, sementara otaknya sibuk menimang. Apa tak apa jika Saera melihatnya dekat dengan Sungmin lagi ? Walau mereka tak ada hubungan apa-apa lagi sekarang, tapi tetap saja.. “Aku pulang saja”, jawab Hana dengan senyum minta maaf.

“Biar kuantar kao pulang !”, sahut Kyuhyun cepat sambil bangkit dari bangkunya.

“Apa ?”, tanya Hana dengan mata membulat.

“Apa apanya ? Kao mau pulang naik kereta sendirian selarut ini ?”, balas Kyuhyun dengan mata membulat juga.

“Tapi sekarang masih jam 8. Dan noona tak sendirian”, sahut Sungjo sebelum Hana sempat menjawab. Tapi kemudian Hana mengangguk, mengiyakan adiknya.

“Kao tidak mau noonamu kenapa-kenapa, kan Sungjo ?”, tanya Kyuhyun sambil menepuk-nepuk kepala Sungjo. Lalu mengedipkan matanya, “Serahkan saja noonamu padaku ! Dengan begitu, noona dan kao akan baik-baik saja”

Hana terperangah, “Apa ?!!”

Kyuhyun hanya memperlihatkan senyum evilnya, lalu mengangkat bahu acuh tak acuh. “Ini uangnya hyung !”, katanya sambil mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya dan meletakkannya di atas meja. “Aku pergi mengantar si Nona galak ini dulu ! Selamat bersenang-senang dengan Saera~~”

*************************************************************************************

Saat itu lampu temaram jalan masih cukup terang untuk Hana bisa melihat jelas ekspresi wajah Kyuhyun. Meski wajah laki-laki itu ditutupi kacamata dan topi rajut, Hana bisa lihat kalau dia sedang melamun. Kyuhyun sudah melamun seperti patung sejak mereka naik kereta. Hana tahu kalau Kyuhyun sedang memikirkan sesuatu. Karena penasaran, gadis itu mulai bertanya, “Apa yang sedang kao pikirkan ?”

Walau agak sedikit telat, Kyuhyun menoleh ke Hana, “Hah ? Mm..tak ada apa-apa”

Hana mendesah, “Kao tahu.. Dulu almarhum ibuku sering mengingatkanku soal kesehatan. Dia tak suka anaknya tidur telat, makan makanan sembarangan, suka menyim—“

“Aku tak perlu nasehat ibumu”, sela Kyuhyun cepat. “Kao jadi mirip nenek-nenek tua, kao tahu ?” Lalu bergumam, “Lagipula kenapa tiba-tiba jadi membicarakan kesehatan ?”

“Aku belum selesai bicara”, kata Hana sedikit jengkel. Hana cepat-cepat menghilangkan rasa jengkelnya dengan mempererat genggamannya di tangan Sungjo, lalu mulai bercerita lagi, “Ibu tak pernah suka kalau kami menyimpan masalah sendiri. Dia tak suka jika salah satu anaknya termenung sendiri seperti patung. Dia lebih suka kami membagi sedikit ceritanya, hingga kadang-kadang kami menangis bersama”, katanya sedikit bangga.

“Aku dan Sungjo saja saling terbuka. Membagi masalah yang kadang saaangat sepele ! Ya, kan Sungjo ?”. Sungjo mengangguk.

Sementara Kyuhyun tertawa kecil sambil menjejalkan tangannya ke saku mantelnya, lalu menatap lurus ke jalan. Meski kacamata Kyuhyun menghalangi, Hana bisa melihat mata Kyuhyun menyipit sementara dia menghela nafas, “Sebenarnya ini masalah yang besar” Hana sengaja mensejajarkan langkahnya dengan Kyuhyun dan mendongak sedikit ke wajahnya agar bisa mendengar ceritanya dengan jelas. “Kao tak tahu apa otakmu yang kecil itu bisa membantuku, apalagi…”, kata-kata Kyuhyun berhenti saat dia berpaling dan memandang ke balik bahu Hana.

Hana mengernyitkan keningnya tak mengerti dan dengan segera mengikuti pandangan Kyuhyun ke belakang bahunya. Lalu ber ‘oh’ pelan, dan kemudian mengeluarkan i-Podnya dari tas tangannya. “Sungjo-aaa~~ noona punya album terbaru arashi. Kao mau dengar ?”, tanya Hana pada Sungjo.

“Noona aku bukan anak kecil lagi”, tolak Sungjo lembut. “Aku bisa pulang lebih dulu ke apartemen”, katanya sebelum berlari pulang.

Hana tersenyum melihat tingkah adiknya yang semakin dewasa, sementara Kyuhyun menatapnya tak percaya. “Kao penggemar arashii ?”

Hana menoleh dengan sebal, lalu mengabaikan pertanyaan Kyuhyun. “Jadi apa masalahmu ?”

Kyuhyun mendesah sambil bergumam kecil, “Ternyata selain galak dia juga bukan orang yang setia pada Super Junior”

“Apa ?”, tanya Hana tak mendengar

“Tak ada”, jawab Kyuhyun sambil mengangkat bahunya. “Oh yaa~~sampai mana kita tadi ?”

“Sampai mana apanya ? Kao bahkan belum memulai bercerita”, jawab Hana kesal. Dia kesal karena pertanyaannya tadi tak dijawab Kyuhyun. Hana yakin tadi Kyuhyun mengatai-ngatainya tak baik.

“Kao jadi benar-benar mirip nenek-nenek !”, ejek Kyuhyun. Melihat mulut Hana yang terbuka, Kyuhyun cepat-cepat bercerita sebelum gadis di sampingnya itu meledak, “Masalahku hanya Im Saera”

“Saera ?”, ulang Hana.

“Dia menyukaiku”

“Menyukaimu ?”

Kyuhyun mengangguk, “Dia bilang begitu padaku sebelum kepergiannya ke Prancis. Karena itu aku menghindarinya..”

“Menghindari ?”, gumam Hana sambil menunduk. Hana tak mengerti. Kenapa dia dan Kyuhyun jadi sama-sama menghindari model cantik itu ?

Kalau Hana tentu saja punya alasan jelas. Dia hanya tak ingin mendapat masalah lagi dengan Saera, seperti beberapa waktu dulu. Saera dan dirinya pernah beradu mulut, dulu, soal Sungmin. Dulu, saat Saera masih berpacaran dengan Sungmin, Saera pernah menuduhnya ingin merebut Sungmin hanya karena Sungmin dan dirinya dekat. Padahal Hana jelas-jelas malah bersikap menghindari Sungmin, dan tak pernah terlintas di otaknya untuk merebut laki-laki itu dari tangan Saera.

Tapi tetap saja Saera tak mau mengerti dan malah meminta Sungmin memutuskan hubungan mereka. Sejak itu, Hana jadi merasa bersalah. Karena dia, Sungmin dan Saera putus. Karena itu dia tak mau bertemu Saera kalau dia berada di dekat Sungmin. Mungkin saja model terkenal itu masih marah padanya, kan ? Tapi kenapa Kyuhyun jadi ikut-ikutan menghindari Saera juga ?

Seingat Hana, dulu, Heechul dan Enhyuk pernah bercerita kalau Kyuhyun pernah bertengkar dengan Sungmin soal Saera, dulu, sebelum dia jadi manager. Kata mereka, Kyuhyun dan Sungmin sama-sama memperebutkan Saera. Berarti Kyuhyun suka Saera, kan ? Jadi kenapa Kyuhyun menghindarinya ? Apa Kyuhyun menolaknya ?

“Aku menolak Saera”, jawab Kyuhyun seolah-olah tahu pertanyaan yang sedang berkecamuk di otak Hana.

“Hah ? Menolak ? Kenapa ?”

“Aku tak menyukainya”, jawab Kyuhyun datar

Sulit dipercaya kalau Kyuhyun tak menyukai model cantik seperti Saera yang jelas-jelas tipenya. Hana mengerjap-ngerjap beberapa kali dan bertanya lagi, “Kenapa tak suka ?”

“Kenapa ?”, ulang Kyuhyun. “Karena dia milik Sungmin hyung, kan ?”

Hana mengangguk-anggukkan kepalanya, meski otaknya jelas-jelas tak bisa menerima jawaban Kyuhyun. Menurutnya, jawaban itu tak logis. Saera jelas-jelas bukan milik Sungmin lagi.

“Lagipula aku sudah punya gadis yang kusuka”, tambah Kyuhyun lagi.

Hana menoleh dengan semangat. Dia paling suka berita baru. “Benarkah ? Siapa ?”, tanyanya antusias

“Yang pastinya bukan gadis galak dan tak setia sepertimu !”

“Aku tahu itu”, sahut Hana jengkel, tapi kemudian dia antusias lagi, “Siapa gadis itu ?”

“No comment !”

“Yaa ! Jangan seperti itu ! Kao membuatku penasaran..” >w<!!

“Biar saja. Memangnya apa urusanku kalau kao penasaran ?”

“Yaa ! Cho Kyuhyun~~”, teriak Hana sambil mengejar Kyuhyun yang sudah berlari menghindari pukulannya.

Untuk sementara, Kyuhyun bisa tertawa sepuasnya malam ini. Dia berhasil menghilangkan perasaan gundahnya. Yaa..hanya untuk sementara.

*************************************************************************************

-next day-

Hana mendongakkan kepalanya ke langit yang tampak mendung hari ini. Keningnya berkerut saat melihat wajah langit pagi ini. “Semoga baik-baik saja”, gumamnya saat hatinya merasakan firasat buruk yang terjadi hari ini.

Setelah menaiki kereta dan bis kota, Hana segera melangkahkan kakinya ke dorm tempat para artisnya tinggal. Tadi pagi saat Hana sedang bersiap untuk bersantai di hari libur kuliahnya, Kim Joongki menelponnya. Manager utama Super junior itu meminta bantuannya hari ini. Pria itu memintanya mengurus Kyuhyun yang sedang bekerja di grup barunya.

“Aaahh~~ternyata kao sudah datang”, kata Yesung saat melihat Hana di depan pintu dorm mereka.

Hana tersenyum tipis lalu membiarkan laki-laki itu menarik tangannya masuk. Yesung membawanya ke dapur tempat dimana Sungmin sedang melakukan eksperimen masakannya.

“Kebetulan sekali kao datang. Kami ingin kao mencoba makanan dari pria pink itu”, kata Yesung sambil menunjuk Sungmin dengan matanya, sementara Sungmin menggerutu jengkel. “Aku yakin kao tak akan suka dengan masakan Prancis buatannya”

Hana menahan senyumnya melihat ekspresi Yesung saat bilang masakan Prancis. Tampak sekali kalau laki-laki itu tak suka dengan masakan luar negeri yang dibuat Sungmin.

“Jangan dengarkan dia !”, sahut Sungmin kesal. “Cobalah ini Hana, aku yakin kao pasti akan suka~~”, katanya sambil menyodorkan sepiring masakan itu ke Hana.

Hana mengernyit saat melihat penampilan dari masakan Prancis itu, “Makanan apa ini, Sungmin-ssi ?”

Sungmin mengangkat bahunya, “Aku tak tahu. Aku dapat resepnya dari fansku yang di Cina”. Melihat kening Hana yang makin mengernyit, Sungmin memelas, “Ayolah…coba”

Hana mengangkat pandangannya ke Sungmin sekali, lalu ke masakan itu lagi. Dia tampak ragu-ragu, apalagi setelah otaknya memberi alarm bahaya. Tapi melihat wajah Sungmin yang memelas, hati nuraninya menyuruhnya mencoba masakan itu, walau hanya sedikit. Hmm..ya. Dia akan mencoba masakan itu sedikit saja.

Hana mulai menyendoki masakan itu, lalu memakannya. Awalnya Hana mengunyah dengan ragu-ragu bahkan tak berselera. Tapi setelah rasa manis yang ringan menyentuh lidahnya, gadis itu mulai ber ‘emm’ pelan dan mulai mengunyah cepat. Tanpa ragu-ragu, gadis itu menyuap lagi masakan Sungmin. Agak lama mengunyah, akhirnya Hana berkomentar, “ENAAKKK !!!!”, katanya sambil mengangkat jempolnya tinggi-tinggi ke hadapan Sungmin.

“Kao dengar itu, hyung ?”, tanya Sungmin bangga ke Yesung. “Hana bilang enak…”

“Aku yakin lidahnya mungkin salah !”, sahut Yesung tak terima lalu menatap Hana, “Kao makan apa pagi ini ? Kenapa lidahmu jadi tak beres begini ?”

Hana baru akan menjawab, saat tiba-tiba suara Kim Joongki memanggilnya. Hana tersenyum minta maaf kepada dua lelaki itu, lalu cepat-cepat berlari ke arah ruang tengah.

“Aku disini Kim-ssi”, sahut Hana.

Kim Joongki tersenyum, “Aku harap aku tak mengganggu liburan kuliahmu hari ini”

“Tak apa. Ini kan sudah jadi tugasku sebagai manager pengganti”, jawabnya dengan senyum lebar. “Hari ini Kyuhyun ada jadwal apa ?”

“Hanya pemotretan dan sedikit latihan vocal”, jawab Kim Joongki. “Tidak terlalu padat, tapi—“

Tepat sebelum Kim Joongki menyelesaikan kalimatnya, Kyuhyun muncul dari kamarnya. “Aku sudah siap hyung~~”, ucapnya. Lalu ketika sadar Hana sudah tiba disana, Kyuhyun berdeham, “Kita bisa pergi sekarang, nona galak~~”

Hana mendengus jengkel, tapi ikut juga Kyuhyun keluar dormnya. Sesaat setelah mereka di dalam lift yang membawa mereka ke lantai dasar, Hana merasakan sesuatu. Keningnya berkerut melihat wajah Kyuhyun. Kenapa—?

“Kenapa ? Kao mulai jatuh cinta padaku ?”, tanya Kyuhyun yang membuat Hana mendengus jengkel dan memalingkan mukanya dari Kyuhyun

*************************************************************************************

Hari yang Hana kira akan berjalan membosankan, ternyata benar-benar menyenangkan. Selama menemani pemotretan dan latihan vocal, Hana sering tertawa bersama teman barunya. Sebenarnya Hana tak mau menyebut mereka dengan ‘teman baru’. Karena Hana sering melihat Jino, Jay, dan juga Jonghyun di televisi setelah mereka mengeluarkan album baru.

Tapi mereka tetap saja menyebut lebih menyukai Hana menyebut mereka teman baru. “Aku tak mau disebut teman lama. Lama berarti kuno dan sangat membosankan”, celutuk Jonghyun pada Hana.

Tapi Hana tak benar-benar menikmati pertemuannya dengan mereka hari itu. Perhatian gadis itu sering jatuh ke Kyuhyun. Entah kenapa, tapi Hana rasa Kyuhyun lebih berbeda dari biasanya.

Laki-laki itu sering melamun dan terlihat tak berkosentrasi dengan pekerjaannya. Kyuhyun bahkan harus mengulangi pemotretan karena wajahnya yang agak murung. Ternyata dugaan Hana tadi pagi kalau Kyuhyun sedang tak baik, benar-benar terjadi.

Kyuhyun sedang duduk di bangku istirahatnya, menunggu gilirannya dipotret saat tiba-tiba dia melihat kotak makanan dan sebuah PSP di depan wajahnya. Kyuhyun mendongakkan wajahnya dan mendapati Hana yang mengulurkan kedua benda itu di depan wajahnya.

“Kenapa ? Kao mulai jatuh cinta padaku ?”, tanya Hana ketus.

Kyuhyun tertawa pendek, “Apa kao tak punya kata-kata lain selain mencopy paste kalimatku ?”

“Kao kira aku computer ?”, tanya Hana pura-pura kesal lalu mulai duduk di sebelah Kyuhyun. Hana meletakkan kotak makanan di pangkuan Kyuhyun. “Makanlahh… Kao terlihat pucat seperti mayat hidup, kao tahu ?”

Kyuhyun tersenyum lalu mulai membuka kotak makanannya. Alisnya terangkat, “Jajangmyeon ?”

Hana mengangkat bahunya, “Apalagi ? Kao hanya mau makan itu, kan ?”

Kyuhyun tersenyum sambil tetap memandangi jajangmyeon yang ada di pangkuannya. Setelah agak lama tersenyum, keningnya berkerut, lalu dia mengangkat wajahnya lagi ke Hana, “Apa PSP itu untukku juga ? Boleh aku main itu dulu baru makan ?”

*************************************************************************************

Setelah pemotretan selesai, wajah Kyuhyun makin memucat. Hana makin khawatir dan mengajak Kyuhyun pulang lebih awal sebelum lelaki itu menerima ajakan Jonghyun makan-makan di sebuah restoran jepang. Untung saja Kyuhyun patuh dan mau pulang. Hana agak heran juga, karena biasanya laki-laki itu tak mau mendengarkan nasehatnya.

Hana memandangi hujan yang turun dalam pekat malam ketika mereka sudah berada di dalam van menuju pulang. Hana sedang melamunkan Sungjo dan makan malam yang akan disajikan untuk adik lelaki kesayangannya itu. Tapi tiba-tiba Kyuhyun mengatakan sesuatu kepadanya.

“Hah, apa ? Aku tak dengar..”, kata Hana karena dia benar-benar tak mendengar ucapan Kyuhyun selagi dia melamun tadi

Kyuhyun mendesah, lalu menyandarkan tubuhnya ke jok kursi mobil, “Lupakan~~”

Kening Hana berkerut, tapi dia tak mau mendesak Kyuhyun untuk mengulang ucapannya. Hana pikir mungkin Kyuhyun sedang lelah, lebih baik jika dia diam saja dan istirahat.

Hana kembali memandangi hujan dan baru akan memulai lamunan barunya, saat tiba-tiba Kyuhyun berbicara lagi.. “Kao suka hujan ?”

Hana menoleh cepat, sedikit bingung dengan pertanyaan Kyuhyun, tapi dia mengangguk saja, “Kadang-kadang.. Kalau aku sedang sedih, aku suka memandangi hujan”

“Kenapa bisa begitu ?”

“Eh ? Kenapa ?”. Hana tampak berpikir sejenak, “Mmm..karena hujan—“ Hana mendesah, “mengingatkan aku pada ibu”

“Bukahkah kalau begitu kau akan makin tambah sedih ?”

Hana menggeleng, “Tidak juga. Aku ingat ibu sering memelukku saat hujan. Aku suka ibu melakukan itu padaku. Rasanya seperti dilindungi dan agak hangat” Hana menutup matanya, berusaha mengulang ingatannya pada saat ibunya memeluknya. “Ibu juga sangat wangi. Aku suka wangi tubuh ibu”

Diam sejenak selama Hana menutup matanya. Tapi tiba-tiba Kyuhyun tertawa. Hana membuka matanya cepat-cepat dengan jengkel, “Kenapa tertawa ?”

“Ternyata selain cerewet, tak setia. Kao juga cengeng, manja, dan anak ibu”, kata Kyuhyun sambil menahan tawanya. “Kao kekanak-kanakan !”

“Apa ?”, Hana menganga tak percaya, lalu melipat tangannya di dada, “Seharusnya aku tak bicara banyak padamu ! Kao menyebalkan”

“Kao baru sadar kalau aku menyebalkan ?”, tanya Kyuhyun senang. “Bodoh !”, ejek Kyuhyun sambil menutup matanya.

“Yaa ! Kao bilang aku apa ?”

“Bodoh ?”, kata Kyuhyun dengan gelak tawa. “Lee Hana bodoh..”

“Yaa ! Katakan itu sekali lagi, Cho Kyuhyun ! Maka kao akan mati..”

Kyuhyun diam

“Bagus kalau kao takut, Cho Kyuhyun yang baik hati~~”

Kyuhyun tetap diam

Hana mengerutkan keningnya saat mendapati Kyuhyun yang diam saja. Karena penasaran, Hana mendekatkan wajahnya ke Kyuhyun dan baru sadar kalau laki-laki itu tertidur. “Tidur ? Cepat sekali”, gumamnya senang.

Lalu Hana tersenyum dan mulai melepaskan topi rajut yang Kyuhyun pakai. Tapi saat dia melepaskan, Hana terkejut saat tangannya menyentuh kulit kepala Kyuhyun. Panas sekali !

“Yaa ampunnn~~~”, seru Hana panik lalu menoleh ke supir yang membawa mobil van mereka. “Ahjussi.. Bisa cepat sedikit ?”

*************************************************************************************

“Maafkan aku Hana.. Tapi bisakah kao menjaga Kyuhyun selama kami tak ada ?”, tanya Yesung lembut dan penuh penyesalan ke gadis manis yang sedang duduk di tepi ranjang Kyuhyun. Dia tak tega meninggalkan Kyuhyun dengan Hana sendirian, tapi setelah ini dia harus menghadiri acara di radio. Yesung tak bisa membatalkan acara itu lagi.

Hana tersenyum, dia mengangguk, “Gwenchana oppa~~. Kyuhyun biar aku yang jaga. Aku sudah menelpon Sungjo dan memintanya makan malam duluan”

Yesung menatap Hana terharu lagi, “Kao benar-benar baik. Aku tak kan salah menyerahkan Kyuhyun padamu” Hana mengernyit dan membuka mulutnya untuk bertanya, tapi Yesung malah menyelanya, “Kurasa aku harus pergi sekarang. Tapi aku akan telpon Sungmin nanti, agar dia cepat pulang dan membantumu menjaga Kyuhyun”

Tak ada pilihan lain. Hana mengangguk saja dan membiarkan Yesung pergi meninggalkannya dengan Kyuhyun sendirian di kamar. Hana menatap wajah Kyuhyun sekali lagi. Wajahnya penuh keringat. Hana kembali memeras handuk kecil dan mengkompres kepala laki-laki itu. Hana menghela nafasnya, “Cepat lah sembuh, Cho Kyuhyun yang tampan~~”

*************************************************************************************

Kyuhyun bisa merasakan seluruh tubuhnya lemah dan hampir akan membuka matanya saat dia mendengar.. “Cepatlah sembuh, Cho Kyuhyun yang tampan~~”

Kyuhyun bisa mendengar suara Hana dengan jelas dan hampir akan tersenyum. Tapi dia sengaja menahan senyumnya dan berpura-pura tertidur. Lama sekali..Kyuhyun membiarkan dirinya pura-pura tertidur selama dia mendengar suara helaian nafas gadis itu. Hana pasti masih disampingnya, pikirnya.

Kyuhyun mengintip sedikit dari balik matanya, dan mendapati gadis itu terus duduk memandangi wajahnya. Entah kenapa, Kyuhyun suka saat Hana menatapnya tanpa memerhatikan yang lain. Bukan pada saat Hana selalu menatap Jino, Jay, dan Jonghyun dengan senyuman lebar. Dia tak suka Hana memandangi orang lain.

Kyuhyun terus mengintip sampai akhirnya Hana akan bangkit dari kursinya. Tanpa sadar, Kyuhyun menarik tangan gadis itu. Kyuhyun tahu kalau Hana terkejut sekarang. Takut ketahuaan kalau dia berpura-pura tidur, Kyuhyun segera memutar otaknya yang cukup canggih. “Oemmaa..”

“Hah ?”, Kyuhyun mendengar Hana kaget.

“Oemma..jangan tinggalkan aku”, aktingnya lagi.

Hening sejenak, lalu.. “Anak ini mengigau ya ?”

Yes ! Kyuhyun berhasil menipu Hana. Kyuhyun mengintip lagi, dan bisa melihat Hana kembali duduk di tempatnya sementara tangan Kyuhyun tetap menggenggam tangannya yang hangat.

Hana mendesah, “Akan kubiarkan kao menggenggam tanganku, Kyu”, katanya. “Tapi hanya kali ini.. sampai kao sembuh dan terbangun…”

Kyuhyun menahan senyumnya yang hampir akan merebak. Dia sekarang tahu kenapa hatinya sering tak gelisah beberapa hari ini. Hana. Lee Hana. Gadis inilah yang membuatnya bertahan. Kyuhyun bahkan bisa mendengar detak jantungnya yang seperti pacuan kuda sekarang. Dia sekarang yakin dengan hatinya. Dia yakin kalau hatinya sudah jatuh cinta pada seorang gadis bernama Lee Hana.

*************************************************************************************

“Mwoya, hyung ? Kyuhyun sakit ?”, tanya Sungmin panik di telpon dengan Yesung.

“Ne.. Tapi sekarang ada Hana yang menjaganya di dorm”, jelas Yesung sambil menghela nafasnya. “Aku sudah menghubungi Enhyuk dan Ryeowook. Sepertinya mereka tak bisa pulang, karena masing-masing ada jadwal. Para penghuni dorm lantai 12 juga begitu. Dan sayangnya aku juga begitu” Yesung kembali menghela nafasnya, “Kao bisa pulang cepat dari rumahmu sekarang ?”

Sungmin melirik keluarganya yang sedang makan malam melalui bahunya, “Kurasa tak apa-apa, kalau aku minta pulang lebih awal. Lagipula oemma dan aku sudah melepaskan kerinduan kami”

“Mm-hmm~~. Aku mengerti”, jawab Yesung. “Kuharap kao bisa cepat pulang sekarang. Sayang Hana harus menjaga Kyuhyun sendirian”

Setelah itu sambungan telepon mereka terputus. Sungmin segera memasukkan ponselnya ke saku lalu segera pamit dengan keluarganya.

Sungmin naik kereta dua kali menuju Seoul lalu mendapati hujan yang mengguyur Seoul. Untung saja Sungmin membawa payungnya. Lelaki itu menghela nafasnya dan mulai menggosok-gosokkan tangannya yang kedinginan sementara kepalanya melamun.

Padahal hari ini dia sengaja pulang ke rumahnya agar bisa menghindari Saera. Gadis mantan kekasihnya itu lagi-lagi memintanya kembali berhubungan setelah sekian lama berpisah. Sungmin sudah menolaknya berkali-kali, tapi Saera tetap memaksanya.

Sungmin tak bisa mencintai gadis itu lagi sebagai kekasihnya. Sungmin sudah menganggap Im Saera sebagai adiknya. Dia tak bisa lagi mencintai Saera. Apalagi setelah dia bertemu dengan Hana. Sungmin memang harus mengakui kalau penyebabnya putus dengan Im Saera karena Hana.

Dia menyukai Hana. Dia bahkan sudah berusaha mendekati gadis itu, tapi Hana selalu menghindar. Sungmin sempat bingung dengan sikap Hana dan hampir akan menyerah saat tiba-tiba Sungjo mengatakan sesuatu kepadanya.

“Noona sering bercerita tentang hyung padaku. Dari ceritanya kurasa Noona suka padamu, hyung”, ingat Sungmin pada perkataan Sungjo kemarin di kedai Sate.

Bukan berarti Sungmin ada kesempatan, kan ? Sungmin tersenyum dan kembali menggosok-gosokkan tangannya saat hampir sampai di dormnya.

Setelah naik lift, Sungmin berjalan cepat ke arah dormnya. Dia sudah tak sabar bertemu dengan Hana. Sungmin mulai berpikir akan meminum segelas susu cokelat hangat dengan Hana sambil menunggu Kyuhyun sembuh.

Memikirkan itu saja sudah membuat Sungmin tersenyum-senyum sendiri. Sungmin menekan beberapa angka di kode pintunya dan setelah pintu dormnya terbuka, Sungmin segera masuk dan menghampiri kamarnya dan Kyuhyun.

Sungmin hampir akan membuka mulutnya untuk memanggil Hana saat dia melihat pemandangan itu di celah pintu yang terbuka. Sungmin terpana. Di dalam sana, Sungmin bisa melihat tangan Hana yang menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat. Sungmin merasa sedikit sesak apalagi setelah dia mendengar suara Hana.. “Aku mohon..cepatlah sembuh”

Sungmin merasakan gravitasi yang menarik tubuhnya kuat. Dia terpaku dan membeku di tempat. Sekarang bagaimana ? Orang yang dicintainya..yang diinginkannya..yang sekarang jadi pelengkap hidupnya itu.. Mencintai orang lain ?

*************************************************************************************

-next day-

“Mwo ? Kenapa harus aku ?”, tanya Hana kesal. Dia sedang berjalan pulang ke apartemennya setelah kuliahnya selesai. Tapi saat baru turun dari kereta, tiba-tiba Kyuhyun menelponnya. Hana tak habis pikir dengan Kyuhyun. Laki-laki itu baru saja sembuh dan sekarang mau beraktifitas lagi ?

“Kenapa harus kao ?”, ulang Kyuhyun dongkol. Dia berdecak lidah, “Kao kan manager pengganti ! Hyung sedang sibuk, tak bisa menemaniku”

“Aku tahu itu”, sahut Hana dengan helaian nafas. Rasanya dia menyesal setengah mati telah menerima pekerjaan sebagai manager pengganti. “Tapi sekarang aku ada janji”

“Janji ?!!”, tanya Kyuhyun dengan volume cukup keras. Hana bahkan harus menjauhkan ponselnya dari telinga karena suara Kyuhyun. “Memangnya kao janji dengan siapa ? Aku tak percaya kalau kao bilang janji dengan seorang pria !”

“Memangnya kenapa kalau aku janji dengan seorang pria ?”, balas Hana jengkel. “Dengar ya, tuan Cho Kyuhyun yang baik hati~~ Aku memang janji dengan seorang pria. Lee Sungmin. Kao tahu ?”, katanya dengan menekan nama Sungmin di kalimatnya.

Hening. Hana tak mendengar apa-apa kecuali suara orang lalu lalang dan mobil yang melintas di sekelilingnya. Karena khawatir, Hana sengaja menghentikan langkahnya dan melihat ponselnya berkali-kali. Masih terhubung. Hana mengernyit keheranan, lalu kembali menempelkan ponselnya erat ke telinga, “Yeobseo ? Kao masih disana, Cho Kyuhyun ?”

Kyuhyun berdeham, “Aku masih disini”

Alis Hana terangkat sebelah mendengar nada suara Kyuhyun yang dingin, “Kao kenapa ? Apa baik-baik saja ?”

“Menurutmu ?”

“Hei aku hanya bercanda, haha”, kata Hana pura-pura melucu. Karena Kyuhyun tak juga tertawa, Hana menghentikan tawanya dan berdeham, “Apa yang tadi itu tidak lucu ?”

“Jangan pernah bercanda denganku lagi, Lee Hana”, ucap Kyuhyun masih dengan nada dingin. Lalu Hana mendengar helaian nafas, “Karena kao, semangatku hari ini hilang begitu saja. Kao harus bertanggung jawab !”

“Arra ! Arra !”, sahut Hana merasa bersalah. Hana melirik lampu lalu lintas untuk pejalan kaki yang tak kunjung berwarna hijau, lalu melirik jam tangannya dan mendesah, “Aku siap bertanggung jawab”

“Bersiaplah, karena kao harus menemaniku sepanjang hari ini~~”

*************************************************************************************

‘TING!’ Bunyi denting halus lift menyadarkan Hana dari lamunannya. Pintu lift yang dinaikinya sudah terbuka. Sebelum melangkah keluar, gadis itu menarik nafasnya dalam-dalam dan berharap bahwa hari ini akan baik-baik saja.

Hana berjalan pelan tanpa ada rasa gundah. Tapi sebelum jauh melangkah, Hana sudah berhenti dengan menahan nafas. “Im Saera ?”, gumamnya tanpa sengaja saat melihat gadis itu ada di depan pintu dorm.

Hana tak berani melangkahkan kakinya lebih jauh, karena saat itu Saera sedang bersama Sungmin. Sekarang apa yang harus dilakukannya ? Melangkah terus seolah tak ada apa-apa atau berbalik dan pulang ?

Sementara Hana terus menimbang-nimbang apa yang harus dilakukannya, Kyuhyun ternyata sudah berdiri di belakang Hana. Kyuhyun juga baru saja naik lift dan hampir akan memanggil Hana, tapi tak jadi saat dia melihat kemana arah pandangan gadis itu sekarang.

Saera dan Sungmin. Kyuhyun menghela nafasnya dan langsung menepuk pundak Hana pelan. Kyuhyun bisa melihat gadis itu tersentak kaget dan berbalik cepat. Dengan cepat, Kyuhyun meletakkan jari telunjuknya ke bibir Hana sebelum gadis itu meledak marah. “Ssstt !!! Kita bisa ketahuan mengintip mereka berpacaran nanti..”

Hana mengangguk patuh, lalu membiarkan Kyuhyun menarik lengannya pergi. Tapi sebelum, mereka masuk ke lift lagi, Hana menoleh ke arah pasangan itu lagi.

Betapa terkejutnya Hana saat melihat Saera mencium Sungmin. Hana bahkan terkesiap dengan suara pelan, tapi Kyuhyun langsung menutup mulutnya. “Jangan berisik~~”

*************************************************************************************

Kejadian tadi masih belum juga hilang dari kepala Hana walaupun sekarang Hana berada di dalam mobil bersama Kyuhyun. Pipi gadis itu panas dingin. Hana bingung bagaimana cara menghapus kejadian tadi dari otaknya.

“Kao kenapa ?”, tanya Kyuhyun bingung saat melirik Hana yang gelisah di tempat duduknya.

Hana menoleh cepat, “Hah ? Mm..tak ada apa-apa”

Kyuhyun tak yakin, lalu melirik lagi Hana lalu berkosentrasi lagi pada jalan. Meski sekarang matanya focus ke jalan, Kyuhyun sibuk menebak-nebak apa yang dipikirkan Hana. Setelah tahu apa, Kyuhyun tersenyum. “Ternyata kao otak mesum juga !”

“Apa ?”, seru Hana kaget. Kesal dengan julukannya yang baru dari Kyuhyun, gadis itu meniup poninya. “Aku tak seperti yang kao pikirkan, Cho Kyuhyun !”

Kyuhyun tertawa geli, lalu bertanya, “Jadi kao itu seperti apa ?”

Hana mendengus, “Aku gadis baik-baik yang setia, tidak terlalu cengeng, tidak kekanak-kanakkan, dan bahkan tidak berotak mesum seperti yang kao duga !”, kata Hana dengan menekan-nekan nada pada setiap sifat di dalam kalimatnya.

“Hmm..menarik”, kata Kyuhyun pura-pura tertarik. “Tapi kao tetap galak seperti julukanmu, kan ?”

Hana mendengus dan memutar bola matanya kesal.

“Aku anggap itu sebagai jawaban iya”, seru Kyuhyun dengan senyum lebar.

Hana membiarkan keheningan muncul di antara mereka sementara dia sibuk menyesali dirinya sendiri yang terlalu bodoh karena telah mau menemani Kyuhyun hari ini. Lalu setelah memikirkan itu, Hana jadi teringat sesuatu.. “Kita mau kemana ? Bukannya hari ini Kim-ssi sudah memberimu libur karena kao sakit ?”

Kyuhyun melirik Hana lagi dengan senyum lebar. Lalu merogoh kantung saku dalam mantelnya dengan sebelah tangan, sementara tangannya yang lain masih sibuk memegangi setir. Setelah berhasil mengeluarkan sesuatu dari sakunya, dia melempar benda itu ke Hana.

“Apa ini ?”, tanya Hana sambil memandangi empat buah tiket yang di lempar Kyu. Matanya membulat saat menyadari itu tiket apa. “Opera ? Yang benar sajaaa~~”

Kyuhyun tertawa pendek, “Anggap saja kita hari ini kencan”, katanya singkat. Lalu buru-buru menambahkan lagi, sebelum Hana berbicara, “Bukannya kao suka kencan ? Kao bilang padaku kalau hari ini kao ada janji dengan seorang pria, kan ? Anggap saja itu benar dan pria itu adalah aku, bukan Sungmin”

TBC~~~~~~~~~~~~

*************************************************************************************

Annyong~~ Aku ngpost lagi, whehehe

Kali ini balik dengan ff HanaKyuhyun ♥♥♥~~

Hehe, kali ini saya akan ngpost lagi kalo min 10 org yg cmmen^^

Keep comment yak^^~~

********************************************************************

©2011 S3FFIndo

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^


About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 24 Januari 2011, in AUTHOR, Mia Mentari, Super Fanfiction and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. ^^Miaa~
    jadi yang culik2kannya ini??😀
    =,=masih TBC ahh, aku kn penasaran😦 :3

  2. bagus bagus🙂

  3. Aq suka critany, ,
    lanjut thor, ,

  4. kyu semena2 ya, pake pura2 ngigo gt. . .
    Aku suka ma sifat y hana. . .

  5. maaf bru komem
    abis bru nemu ff ini.
    aq suka dg sifat kyuhyun yg suka m hana tp ditutupin dg sifat ketus.hehe

  1. Ping-balik: [FF/PG-15] A Lady Who I Like it -chap 2- « SHINee Super Shinki FF Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: