FF/S/9/Glamoure

Judul : Glamoure

Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

 

 

Previously~~

“Kami tak perlu kado..”, ucap Enhyuk sambil mengangkat dagu Haemi dengan tangannya. Seperti tadi saat Haemi melihat Donghae, bola mata Haemi berputar-putar polos. “Kao lah kado kami~~”

Heechul yang melihat adegan Enhyuk dan Haemi yang saling lempar pandangan, tiba-tiba merasa marah. Tangannya mengepal keras, begitu juga rahangnya. Hatinya tak berhenti mengumpat-umpat pada Enhyuk. Karena tak tahan dengan semua itu, Heechul pergi keluar meninggalkan mereka.

Haemi dengan cepat menoleh ke arah Heechul yang berjalan pergi. “Marah lagi ?”, gumamnya sedih.

“Ne ?”, tanya Enhyuk karena tak mendengar jelas gumaman Haemi.

“Anni..tak ada apa-apa”, jawabnya sambil tersenyum. Tapi dalam hatinya dia sedih, sedih karena Heechul berubah menjadi tuan pemarah lagi.
——————————————————-

 

Aku mengigit bibirku menahan rasa dingin akibat salju yang menyelip ke dalam high heelsku. Ok..aku memang sangat..sangat bodoh ! Keluar dari pesta diam-diam, tanpa mantel, ataupun sepatu bot untuk melindungi kakiku. Dan bodohnya lagi…aku melakukan ini semua demi untuk tahu alasan Heechul bersikap dingin padaku.

Aku tidak tahu apa pastinya yang sedang merasukiku. Tapi aku benar-benar gelisah memikirkan Heechul.

Aku juga tak tahu apa pastinya yang membuatku berlari seperti orang kerasukan setan menuruni ‘bukit’ ini. Yang kutahu, aku hanya berlari, menemukan heechul, dan bertanya sepuasnya. Padahal aku tak tahu dengan pasti dimana Heechul sekarang.

“Oi~~!”

Langkahku terhenti saat melewati sebuah pohon pinus besar. Aku kenal benar pemilik suara ini. Tapi aku yakin tadi tak melihat siapa pun di pohon itu. Apa mungkin hantu ? Aku jadi tak berani berbalik.

“Apa yang kao lakukan di situ ?”

Ini benar-benar suaranya !! Kutelan paksa air liurku yang tercekat, dan secara perlahan berbalik ke pohon besar itu. Moga-moga saja itu bukan hantuu…. ><

#Hot times~~The Ballad Play

Glamoure Chap 9

Cast :

Song Haemi aka Hyunana Choiminoz

Kim Heechul SUJU aka chullie~~(namja cantik)

Lee Donghae SUJU aka hae~~(namja sok kuat)

Lee Hyukjae SUJU aka Enhyuk or hyukie~~ (namja pelit)

Kim Ryeowook SUJU aka wookie~~(namja pendek)

Choi Siwon aka Mr Cho

Hankyung aka Ahjussii

***********************************************

Still at Haemi PoV~~

-d luar villa, hutan-

“Heechul..” Rasanya lega sekali melihatnya, bukannya hantu seperti yang kukira.

Heechul tengah bersandar di pohon pinus itu dengan tangan terlipat di dada dan pandangan mata sinis ke arahku. “Kao pikir kao itu putri salju ya, keluar tanpa mantel tidak akan membuatmu kedinginan ?”

Aku hanya diam ditempatku yang berjarak hanya empat meter darinya. Tak ada yang bisa kubantah, karena itu memang salahku.

Heechul kemudian berjalan pelan ke arahku. Sambil melangkah, dia melepaskan mantel abu-abu dari tubuhnya. Lalu tanpa berkata apa-apa, heechul menyelimuti aku dengan mantelnya.

Aku terkejut, “Heh ?”. Aku tak menyangka dia akan sebaik ini padaku

“Agar kao tidak tampak seperti hantu salju”, tukasnya datar.

Kupelototi wajah datarnya kesal. Dan bersiap untuk membalas ejekannya, tapi dia dengan cepat berkata lagi. “Untuk ucapan terima kasih karena selimutmu…”

Aku menganga. Dia tahu kalau aku yang menyelimutinya setiap malam ?

“Ayo kembali ke villa~~”

Aku berjalan pelan disisinya, tak berani mengeluarkan sepatah kata pun. Entah kenapa semua pertanyaan yang ada dikepalaku tadi buyar saat aku berada disisinya.

“Mianhee” Aku mendongak terkejut dengan ucapannya. “Mianhee..sudah bilang kalau kao tak pantas”. Keningnya berkerut dengan mata yang terpicing lurus ke depan. Apa sesulit itu dia meminta maaf ? “Aku bilang kao tak mirip ibuku..” Dia menggeleng-geleng, “Tapi sebenarnya kao mirip.. Sangat mirip..”

“Mirip ?”, tanyaku tak mengerti. Dia bilang aku mirip ibunya ? Kemarin dia bilang aku tak mirip, tapi kenapa sekarang berubah jadi mirip ?

Heechul mengangkat bahunya, “Setidaknya setelah kao berpenampilan layak seperti ini”

Owh..jadi saat aku seperti ini. Jadi saat aku berpenampilan biasa –seperti sweater, jeans denim, jaket usang, dan sepatu kets— aku tak mirip ibunya ?

Aku jadi bertanya-tanya bagaimana rupa ibunya. “Memangnya ibumu seperti apa ?”

“Sama seperti keadaanmu sekarang”, ucapnya sambil menerawang ke atas. “Terlihat kuat dari luar, tapi sebenarnya sangat rapuh”

Aku mengigit bibir bawahku ragu. Ragu menanyakan ini, “Ibumu meninggal karena apa ?”

Sejenak Heechul tersentak, lalu menoleh ke arahku dengan alis yang terangkat sebelah. Matanya seolah mengatakan betapa beraninya aku menanyakan hal seperti itu padanya. Tapi kemudian dia menghela nafas berat, “Karena aku..”

Apa ? “Karena kao ?”

Heechul tersenyum penuh sarat misteri padaku. “Lalat kecil tak perlu banyak tahu…”

————————————————————-

Author’s PoV~~

-next day, bandara incheon-

“Appa…kao yakin ?”, tanya Enhyuk sama sekali tak semangat. “Brasil ?”, tanyanya sekali lagi sambil memandangi tiketnya.

Mr.Cho dengan sifat kebapakkannya mengangguk. “Itu lah hadiah ulang tahun kalian dariku kan ?”

Ryeowook yang juga tak semangat, menyikut Hankyung yang ada di sampingnya. “Yakin tak kan ada apa-apa disana ?”

Hankyung tersenyum, “Tak usah khawatir, tuan…” . Hankyung menatap sosok Haemi yang berada jauh dari mereka. “Pasti akan baik-baik saja”

Sementara itu, Haemi yang berdiri jauh dari mereka, menatap cemas pada tiket yang ada di telapak tangannya. Dia tak peduli kemana akan mereka pergi, tapi pesawat ? Dia benci benda itu. Setidaknya setelah almarhum ayahnya yang mati karena menaiki benda itu.

Donghae menepuk pundak Haemi, “Kao kenapa ?”

Haemi terkejut lalu menatapnya, “Pesawat ? Haruskah kita menaiki pesawat ?”

Donghae tertawa, “Jadi menurutmu kita akan naik apa ke Brasil, kalau bukan dengan itu ?”

Haemi menghela nafas, mencoba menghilangkan rasa cemasnya, lalu berpaling ke arah Heechul. Heechul sedang menyendiri dari mereka.

Heechul sedang membaca sebuah buku di salah satu bangku bandara. Sebenarnya itu bukan kebiasaannya, tapi dia sedang tak ingin berada dekat dengan sodaranya. Tidak, lebih tepatnya berada dekat dengan Donghae.

Flash back~~


-malam sehabis Donghae dan Haemi berdansa-

Heechul duduk di balkon ruang musik –tempat tadi Donghae dan Haemi berdansa— sambil menghirup kopi hangatnya. Dia sedikit frustasi karena setiap saat harus menahan kesal melihat Haemi berada terlalu dekat dengan sodara-sodaranya.

Tiba-tiba Donghae mendekat dan ikut duduk di pagar balkon dengan posisi setengah menghadap Heechul.

Heechul tersentak kaget dengan kemunculan Donghae yang bisa dibilang tiba-tiba. Tapi dia berusaha bersikap tenang.

Mereka saling diam tanpa berbicara sepatah kata apa pun. Pandangan mata mereka jauh terbang ke halaman rumah mereka yang seluruhnya putih kekuningan karena cahaya lampu taman yang menimpa salju.

“Kao suka Haemi ?”, tanya Donghae langsung dan tiba-tiba.

Heechul berusaha bersikap biasa-biasa saja mendengar pertanyaan Donghae. “Apa mak—“

“Aku tak kan menyerahkannya untukmu”, potong Donghae cepat. “Itu lah ingin kukatakan padamu di taman khayalan tadi”.

Heechul diam mendengarkan. Sejujurnya dia juga tahu kalau Donghae pasti akan bilang begitu padanya. Dia juga pernah mendengar itu seperti beberapa tahun yang lalu, saat dia dan Donghae masih kecil.

“Ingat sewaktu ibuku lebih dulu meninggal dari ibumu ?”, tanya Donghae lagi. Tentu saja Heechul ingat, bahkan sangat ingat. “Karena aku iri kao masih punya ibu, aku akhirnya mencuri perhatian ibumu”. Heechul merasakan luka lamanya sekarang kembali terkelupas. “Kao ingat kan siapa yang membunuh ibumu ?”

‘Aku’, batin Heechul. Lalu kepalanya mulai terisi penuh dengan bayangan ibunya. Kenangan indah, kenangan manis, sampai ke kenangan teramat pahit dalam hidupnya. Dia ingat jelas sewaktu ibunya yang tergantung bebas hanya dengan sebuah pegangan di tepi pinggiran lantai apartemennya. Ibunya hampir akan jatuh dari lantai 12 apartemen dan Donghae ada disana berusaha menarik ibu Heechul. Donghae berteriak meminta pertolongannya, tapi saat itu Heechul shock. Dia shock melihat ibunya yang berada di ambang kematian. Dia tak berani melangkahkan kakinya sedikit pun untuk membantu Donghae menarik ibunya. Dia terus tenggelam dalam ketakutan hingga sampai akhirnya ibunya benar-benar jatuh karena tak sanggup lagi menahan diri lagi.

“Haemi mirip sekali dengan ibumu…”, kata Donghae lagi yang membuyarkan lamunan Heechul. “Aku tahu itu disaat pertama kali kita berjumpa dengannya” Heechul juga merasa seperti saat pertama kali bertemu Haemi. Dan karena sejak saat itulah dia sering bermimpi buruk tentang ibunya karena Haemi.

“Dan aku tak akan membiarkannya berada di sisimu. Aku tak mau dia berakhir sama seperti ibu”

Flash back end~~

——————————————————–

Haemi PoV~~

Saat aku menaiki pesawat, aku sengaja meminum obat anti muntahku. Aku tak ingin muntah, karena itu memalukan. Tapi akibat efek obat tidur di dalamnya, sekarang aku jadi tertidur hampir satu hari penuh. Jadinya aku tak tahu kalau aku sekarang sudah ada dimana.

Saat kubuka mata, yang kulihat hanya lampu mewah yang menggantung di langit-langit.

“Ckck…seperti itu kah rupamu saat tidur ? Jadi mirip putri tidur”

Kaget. Lantas dengan cepat aku duduk dan memandang Enhyuk yang duduk di kursi. “Kita dimana ?”, tanyaku

“Di brasil tentunya…”

Aku mengalihkan pandanganku ke Ryeowook yang berada di tepi kamar. Dia tersenyum sambil menarik tirai besar dikamar itu.

‘SREEEEEEEEET’

“OMOOOOO~~~~~~~~~”, kataku dengan mulut bulat penuh. Hal pertama yang bisa kukatakan saat melihat pemandangan indah di luar jendela. Memang aku tak bisa melihat dengan amat jelas dari tempat tidur, tapi WOW ! Pantai biru, pegunungan asri + Patung Raksasa, benar-benar sangat indah.

“Aku jadi heran kenapa kao tak bernafsu melihat Haemi yang tertidur sepanjang hari di sampingmu ?”, celutuk Enhyuk pada Donghae.

‘PLETAK!’ Donghae mendaratkan jitakannya di kepala Enhyuk. “Jangan berpikiran yang macam-macam Enhyuk~~”, marah Donghae yang mengundang mereka untuk tertawa.

Selagi mereka tertawa, aku turun dari ranjang, berusaha mengendalikan pusing akibat tidur yang terlalu lama, dan akhirnya berhasil berjalan ke tepi jendela ruang itu. Aku menempelkan wajahku ke jendela kaca itu, dan mulai membayangkan betapa hangatnya air laut di luar sana.

“Tak pernah melihat laut ?”, tanya Heechul sinis. Aku mengabaikan keberadaannya yang kini berdiri dekat denganku. Tanpa melihat pun, aku tahu dia sedang melipat tangannya dengan sombong di dada sambil menyandar di dinding di sebelahku. Aku juga bisa merasakan tatapan sombongnya dan senyuman miringnya untukku.

“Haha..mau kesana, macherie ?”, tanya Ryewook yang juga berada di sebelahku. Untuknya, aku mau menoleh dan memberikan senyumanku. “Cepat lah bersiap-siap, kita akan keluar dari hotel ini”

——————————————————–

-pantai di rio de janeiro, siang hari-

Aku menyepak kesal pasir pantai yang sedang ditimbun Enhyuk untuk istana pasirnya. Bagaimana aku tak kesal ? Tadi dia menipuku ! Aku disuruh masuk ke sebuah ruangan, katanya aku di suruh menunggu mereka disitu. Nyatanya di ruangan itu, aku didandan habis-habisan lagi. Alhasil, sekarang aku memakai baju tipis kuning kontras yang melambai-lambai –jika terkena tiupan angin— dengan model tali terikat ke leher, lalu celana pendek –yang benar-benar pendek—. Rambutku yang lurus juga, mau tak mau diblow dan dibiarkan tergerai.

“Monster ngamuk !!!”, kata Enhyuk sambil mengejarku yang lari karena takut dia marah.

Alhasil..kami kejar-kejaran di tengah kerumunan orang yang juga berjemur di pantai. Hampir setengah menit berlari, kakiku mulai lelah. Kepalaku mencari-cari ide agar bisa lolos dari Enhyuk. Aha~~ “Enhyuk…..!!! Lihat !”, teriakku setelah berbalik menghadapnya yang beberapa meter di belakangku.

Enhyuk berhenti berlari, lalu mengikuti arah jariku yang sedang menunjuki sesuatu. Awalnya seperti yang kuduga, dia akan melotot melihat wanita bule yang berbikini seksi itu, tapi tak lama dia kembali menatapku. “Kao lebih seksi bagiku, macherie~~”, erangnya lalu berlari mengejarku lagi.

Aku tak sempat berlari lagi, karena Enhyuk sangat cepat dan berhasil menangkapku ke dalam pelukannya. Aku memberontak melepaskan diri, tapi dia malah tertawa seenaknya, “Kao harus jadi milikku, macherie

“Tidak boleh, monsiuer”, tiba-tiba saja tubuhku ditarik oleh seseorang. Ah..Donghae

“Kao selalu merusak kesenanganku, Donghae~~”, kesal Enhyuk yang membuatku dan Donghae tertawa.

Yaa..aku sekarang amat bersyukur bisa bertemu mereka. Menjadi bagian dari keluarga mereka. Dan menjadi orang yang paling tersayang untuk mereka. Ok..untuk yang terakhir mungkin aku terlalu narsis. Tapi..lihat saja sekarang ! Mereka berebut menawarkan aku semangka yang dipotong mereka.

“Punya Heechul saja…”, ucapku sambil meraih semangka yang ditawarkan Heechul untukku.

Enhyuk, Donghae, Ryeowook menggerutu kesal karenaku. Haha~~biarkan saja !

Aku memakan semangkaku dengan semangat sambil memandangi bule-bule yang berlalu lalang sana sini. Tiba-tiba saja ada seorang bule wanita yang tak tahu diri memamerkan tubuh telanjangnya di depan sana. Mulutku terperangah melihatnya tapi aku teringat sodara-sodaraku Dou-Ki-El. Cepat-cepat aku menoleh ke arah mereka.

Mereka tenyata juga sedang menatap ke arah yang sama. Aku melambai-lambaikan tanganku ke depan wajah mereka untuk menghalangi pandangan mereka. “YAA !! Kalian tak boleh lihat >///<!!!!!!!!”

Enhyuk tertawa, “Tenang saja kami tak kan tergoda”

“Bohong !”, kataku malu sambil tetap melambai-lambaikan tanganku di depan mereka.

Donghae juga ikut tertawa, “Yang lebih seksi bagi kami kan kao…”, katanya sambil meraih tangan kananku.

“BOHONG !”, hardikku lagi. Aku melambai-lambai lagi, tapi dengan tangan kiriku yang bebas dari genggaman Donghae

“Kenapa kao tak sadar juga sii ?”,kesal Heechul sambil ikut meraih tangan kiriku. “Apa kao tak pernah bercermin apa ? Coba sadari dengan melihat tubuhmu sekarang”

Aku menuruti kata Heechul lalu mulai melihat ke bawah. Dadaku memang…ehem, besar. Dan pinggulku..ya Tuhan..juga besar ! Pinggangku juga kecil. Kalau aku bisa melihat ke cermin, mungkin aku seperti sebuah gitar Spanyol. Tapi hei ! Teman-teman sekolah bilang aku si Perkasa Haemi kan ? Tak mungkin aku seksi >///<~~

“Omoo~~apa yang kita bicara kan sekarang ?”, celutuk Ryeowook. Aku bernafas lega, tapi Ryewook malah menyentuh rambutku, “Apa yang harus kita lakukan padanya ya ?”

“J-jj..jangan sentuh aku !”, teriakku ketakutan.

Tapi…

‘BAM’. Donghae dan Heechul berhasil membuatku jatuh terhempas di atas tikar piknik. Dou-Ki-El tertawa nyaring melihatku. Aku menggigit bibirku ketakutan membayangkan apa yang akan terjadi.

“Dia akan jadi milik kita~~~~”, goda Heechul yang membuat bulu kudukku merinding.

TBC~~~~~~~~~~~~~

#Hot Times~~The Ballad

************************************************************

Anyyong~~aku balik lagi^^

Makasi buat yang uda cmment, tapi kali ini mohon banget cmment naa. Aku uda bingung banget liat ‘SR’

Mohon jangan jadi ‘SR’ dongg~~ kan kami-kami *admin mksud na* kan buat ini blog, bwt kalian uga

Kasihan dong kita-kita yang uda bela-belain ke warnet buat ngpost ff.

Buat yang punya hati nurani, PLEASE KEEP YOUR COMMENT IN HERE !!!

Yang gak cmmen gak PUNYA HATI NURANI !!! *kluar deh marah2 na*

*********************************************************************

©2011 S3FFIndo

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 24 Januari 2011, in AUTHOR, Mia Mentari, Super Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. wah jadi makin seru ja nih ff, author cpet lanjutin ya nie ff jgn ditunda2 ,,, ^^

  2. waahh..
    ga sabar baca lanjutannya..
    lanjut author !! *o*

  3. LANJUTTTTT AUTHOR!!!!!!!!!!!!! *dateng bwa2 golok, ngancem*
    HOHOHOHOH
    penasaran =,=”

  4. KEREN !!!
    part slanjutnya, cepet di post yahhh ^^

  5. WAHH!!! SERUUUUUUUUUUUUU, CPTT LANJUTNNYAA EA🙂

  6. Dou-Ki-El itu apa ya ?? O.o
    hehehe ..

    ih .. klo kya gtu matinya kan berarti bkan heechul yg bnuh .. ><
    itu kan takdir namanya,hahaha ..

    itu mreka genit amat sih sma haemin ?? == *blg aja iri*
    jdi pgen liat haemin pke bikini .. *ngences*
    #plakk gw normal ya .. XDD

    ayo author smngat !! kekeke

  7. cerinya makin seru..
    ditunggu lanjutannya admin.. ^^

  8. lanjut dong admin, ceritanya keren seru ^^b

  9. wew.. sya yang ke 9 ._.
    ayo .. 1 orang lagi ?
    hehehe ^^
    makin seru ih >__<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: