[FF/1S/PG] I Want To Know What Love Is

Title: I Want To Know What Love Is

Penulis : Ichaa Ichez LockeTs

Cast: Taemin, Park Sang Ri, Jung Yong Sun

Genre: Romance.

Rating : PG – Memungkinkan adanya adegan yang tidak sesuai dengan anak-anak

~~~~~~~~~~~

Dengan malas aku memarkirkan motor di halaman rumah. Tubuhku terasa sangat lelah sekali setelah seharian tadi mengikuti kuliah.
Hari sudah mulai larut saat aku tiba. Seperti biasa, rumah sepi. Tanpa basa basi aku langsung masuk ke dalam rumah, sampai seseorang mengagetkanku di ruang keluarga.

“Taemin?!” teriakku saat melihat namja itu nangkring diatas sofa sambil memakan sesuatu.

“Eh, nuna. Mianhe. Dirumah sedang tidak ada makanan, jadi aku mencarinya disini. Tadi aku menemukan daging di kulkas, lalu aku langsung menggorengnya.” Ucapnya sambil tersenyum tengil.

Aku menghela nafas. Sudah menjadi pemandangan yang wajar jika ia masuk rumahku tanpa permisi. Dia taemin, tetanggaku yang sudah kuanggap seperti adikku sendiri, kami bersahabat sejak kecil. Dia sudah sangat mengenalku dan juga keluargaku. Kami berdua sama-sama anak semata wayang dan keluarga kami sama-sama sibuk.

“Nuna baru pulang?”

Aku menangguk sambil meletakkan tas disampingnya.

“Tidak ingin mandi dulu?” tanyanya padaku.

“Nne, aku mandi dulu ya.” Ucapku lalu beranjak ke kamar untuk mandi.

Belum lama aku masuk kamar mandi, Taemin sudah mengusikku dari lantai bawah. “Nunaaa, ada telepooonn!”

Aku mendengarnya, namun aku tak menjawab.

“Nunaaa, apa mau ku angkat?” teriaknya lagi.

Aku lagi-lagi diam.

Sesaat kemudia aku keluar dan menemukan HP ku sudah diatas tempat tidur.

Aku mengeringkan rambut sambil mematut diri didepan cermin. Wajahku hari ini benar-benar kusut.

Eh? Kenapa tidak ada suara TV di lantai bawah? Apa taemin sudah pergi? Oh iya, HP ku?

Lalu aku beranjak mengambil HP itu, kulihat ada 12 missed call dan satu sms. Semuanya dari Yong Sun!

Tak banyak yang kutemukan dalam pesan singkat itu. Hanya satu kalimat. “Aku ingin kita putus.”

Glek! Rasanya seperti disambar petir. Setelah dua tahun menjalani hubungan, apakah hanya dengan kalimat ini dia bisa mengakhirinya?

Aku benar-benar tak menyangka. Aku tidak pernah menduganya. Perasaanku mendadak sakit sekarang.

Saat aku mencoba menelfon Yong Sun lagi, HP nya tidak aktif. Tanpa pikir panjang, aku langsung mengambil jaket dan juga kunci motor. Ingin sekali aku menanyakan apa maksud dibalik semua ini.

Namun langkahku seketika berhenti saat aku mendapati taemin berdiri tepat didepan pintu kamarku. Dia tersenyum lebar.

“Nuna mau pergi lagi?”

Aku tak tahu harus menjawab apa. Yang jelas Taemin tak mengerti apa yang sedang kualami sekarang. Dia tidak akan mengerti, bahkan jika aku menjelaskannya.

“Nuna, kau tidak apa-apa kan?” kepalanya miring kekanan. Sepertinya dia mencurigai sesuatu.

“Tidak Taemin, aku hanya ingin ke taman bermain. Maukah kau menemaniku?”

Dia tersenyum lagi. Demi Tuhan, senyumnya mampu meleburkan rasa kalutku dalam sekejap.

Kami berjalan kaki menuju kesana. Selama di jalan, Taemin terus menceritakan pengalamannya selama di sekolah tadi. Dan aku hanya mampu menjawabnya dengan “Ya” dan “Benarkah?”

“Nuna, apa kau masih ingat dulu aku pernah jatuh di ayunan ini?”

“Ya.” Jawabku singkat.

“Nuna, kau tidak lupa kan? Sebentar lagi aku akan tampil dance di ultah sekolah. Ini penampilan perdanaku.”

“Ya.” Jawabku lagi.

Aku terdiam. Kali ini Taemin juga terdiam sesekali memainkan ayunannya.

“Nuna, tadi ada seorang yeoja yang menghampiriku dan menyatakan cintanya padaku.”

“Benarkah?”

“Nne, namun aku tak tahu harus menjawab apa. Dia terus mendesak agar aku mau menerimanya. Tapi aku tetap diam.” Dia mengambil nafas sejenak, “ aku benar-benar bingung, bagaimana aku bisa menerimanya sedangkan aku tak tahu arti cinta itu apa?”

Taemin menunduk lalu menoleh padaku, “Apa nuna tahu, cinta itu apa?”

Deg! Jantungku seperti terhenti seketika. Pertanyaan taemin benar-benar sesuatu yang tak ingin kudengar saat ini.

Lalu dengan mantap aku menjawab, “Kau tidak benar-benar bisa merasakannya sebelum kau merasakan sakitnya, Taemin.”

Taemin mengerutkan dahi. Sepertinya dia tidak mengerti.

***

Semenjak hari itu, Yong Sun seperti hilang ditelan bumi. Aku tak bisa menemukannya dimanapun. Namun hari ini kurasa aku beruntung. Saat pulang dari kuliah, aku melihatnya sedang berjalan di trotoar pinggir jalan. Saat itu hari sudah mulai gelap.

“Yong Sun!” panggilku dengan keras.

Dia menoleh.

“Jelaskan isi sms terakhir yang kau kirim padaku!” ucapku to the point. Aku benar-benar tidak sabar ingin mendengar penjelasannya sekarang juga.

“Ikut aku.” Dia menggandeng tanganku dengan lebut. Kami berhenti di sebuah gazebo pinggir jalan. Dia menatapku serius.

“Aku sudah tidak tahan dengan hubungan kita yang backstreet.”

Aku tersentak. Tak menyangka ia akan membahas tentang ini.

“Kesabaranku sudah benar-benar habis sekarang.” Ucapnya dengan tegas. Dan aku tak bisa membalas ucapannya.

“Kau bilang orang tuamu tak ada masalah.” Tambahnya. “Namun kau terus melarangku datang ke rumahmu.”

Aku menatapnya ragu. Kuharap dia tidak melanjutkannya.

“Dan sekarang, aku tahu apa yang menjadi alasanmu Sang Ri!” nada bicaranya meninggi. “Namja itu kan? Dia yang mengangkat telfonku sebelum aku mengirimkan sms padamu. Ya kan?”

Kali ini jantungku tak selamat. Semuanya benar. Aku memang tak pernah mengijinkan Yong Sun datang ke rumah karena aku tak ingin ia berfikir negatif tentang Taemin. Begitu juga sebaliknya, aku takut Taemin akan menjauhiku jika ia tahu kalau aku sudah memiliki Yong Sun. Kini aku mendadak menyesal tidak pernah mengungkapkannya.

“Kau tidak perlu menjawabnya Sang Ri. Aku sudah tahu kalau dugaanku memang benar.” Nada suara Yong Sun mulai menurun. “

Maaf jika aku tak pernah mengerti perasaanmu. Dan semuanya sudah berakhir sekarang.”

Seketika air mataku merebak. Yong Sun menatapku kasihan. Sesaat kemudian dia memelukku sebelum melangkah pergi.

Begitu sampai dirumah aku langsung menjatuhkan badan diatas kasur dan menangis sejadi-jadinya. Saat aku ingin memutar lagu sedih, kulihat ada sebuah sms di layar HP. Dari Taemin.

“Acara ulang tahun sekolahku akan dimulai sebentar lagi. Appa dan Umma tidak bisa datang. Hanya nuna yang bisa kuharapkan.”
Sms itu dikirim 2 jam yang lalu.

Astaga! Kenapa aku bisa melupakannya?

Aku bangkit lalu pergi ke sekolah taemin. Suasana disana sudah mulai sepi. Acara selesai beberapa waktu lalu. Aku tahu aku sangat terlambat.

Saat aku bertanya pada orang yang kutemui, mereka dengan kompak menjawab “Aku tidak melihat dia tampil.”

Aku mulai panic. Kucari Taemin di berbagai sudut sekolah. Apa benar dia tidak jadi tampil?

Diluar dugaanku, aku justru menemukan Taemin di taman bermain saat perjalanan pulang. Dia masih terduduk di ayunan yang sama.

“Jeongmal mianhe Taemin.” Ucapku penuh sesal.

Dia justru tersenyum menyambut kehadiranku. “Gwenchana Nuna.”

Ketika melihat wajahnya, aku tidak tahu harus bagaimana untuk menebus rasa bersalahku yang begitu besar.

“Saat nuna tidak menjawab telfon dan smsku tadi, aku sempat takut kalau ada sesuatu yang buruk terjadi. Sampai-sampai aku berlari mengelilingi kota untuk mencarimu Nuna.”

Aku tersentak. Benar-benar tidak menyangka Taemin melakukannya. Dia rela meninggalkan penampilan perdananya hanya untuk mencariku.

Taemin terdiam sejenak lalu kembali melanjutkan ucapannya, “Namun aku merasa lega saat menemukanmu di gazebo itu. Sepertinya kau baik-baik saja dalam pelukannya.”

Entah kenapa tenggorokanku tercekat. Ingin sekali aku membalas ucapannya. Atau bahkan memeluknya sekarang. Namun kenyataannya aku masih diam saja. Hanya mampu menangis menatapnya.

“Kau benar Nuna. Aku tidak akan mengerti apa arti cinta jika belum merasakan sakitnya. Entah kenapa, kurasa aku merasakan sakit saat melihatmu dengan namja itu. Sakitnya ada disini.” Dia menunjuk dadanya. Nada bicara Taemin terdengar begitu datar. Padahal aku tahu, dia sekuat tenaga menahan emosinya. “Dan kau tahu? Sepertinya sekarang aku tahu arti cinta itu apa.” Ucapnya sambil tersenyum. Disela kelopak matanya menggenang air yang kemudian terjatuh.

Dadaku mendadak terasa sesak. Tak terasa air mataku mulai mengalir lagi.

“Mianhe nuna, aku tak bermaksud membuatku menangis.” Ucapnya dengan polos. Padahal jelas sekali sekarang air mata juga meluncur deras di pipinya.

-END-

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Berikan komentar Anda atas jerih payah author ini.

–  BACA READ FIRST terlebih dahulu di Beranda.

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION.

About azuhra

Hi... :) I'm just a little girl in a big world. I'm Indonesian. Nice to meet you all. I heart you all. Oh, i forget it, i'm moslem. and i'm not a terorist!!! there's no moslem is terorist. terorists aren't moslem. ^^

Posted on 28 Januari 2011, in AUTHOR, Freelance Author, KATEGORI, SHINee Fanfiction and tagged , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. ffnya so sweet author..
    kasian taemin. ga tega liat si taemin nangis. ><

  2. ^^kyanya aku pernah baca dehh O.o??tapi dimana yaa??
    ~.~aduhh taemin chagii ku… *speechless ahh klo taemin polos bgtu>,<*

  3. Raisa Widiastari

    Waaaaa! Taemin kasiaaaan! Keren thor! Nyentuh bgt maknanya!

    7 THUMBS!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: