[FF/S/part1/PG-16] Boyish Fall in Love

Boyish Fall in Love/Kiseob Fiksikopat/Chapter1


Author     :     KimKi Fiksikopat

Chapter     :     1

Cast         :     Onew (SHINee – Lee Jinki) – Song Jae Sang (f(x) Amber)

Length     :     Chaptered

Rating         :     PG-16

Genre         :     Romance (maybe?) Comedy (garing!)

Disclaimer     :     Para cast dan cameo menjadi diri mereka sendiri dalam ff ini. Saya selaku penulis hanya sebagai pemilik dari plot cerita ini.

Note         :     f(x) Amber belom punya nama korea kan? Anggap saja di ff ini nama korea amber adalah Song Jae Sang. FF ini special ditulis buat Keychand (Kania Putri Islamiati) + Manohara Sinosuke (Tiara Adelina) sebagai ucapan terima kasih karena sudah membangkitkan nafsu menulis yang sempat padam (?). jadi perlu diingat hanya Onew yang akan memanggil Amber dengan nama Jaesang, kalo pas Onew POV ataupun ada adegan Onew memanggil Amber dengan nama Jaesang jangan kaget lagi. semoga berkenan. Jangan lupa RCL + jangan mengkopi! Kalo mau ngopi minta ijun dulu sama author dan cantumin credits-nya. HAPPY READING!

JADILAH PEMBACA YANGTERTIB, RCL(READ, COMMENT, LIKE)!! JANGAN COBA-COBA KALIAN MENGKOPI TANPA IZIN, MENAMPILKANNYA SEBAGAI KARYA KALIAN, ATAU MEMPLAGIAT!! Kimki-Fiksikopat

 

Chapter1

Amber POV

astaga! itu Onew-ssi? benarkah? Siapa lagi kalau bukan Onew-ssi. Dialah yang memberiku nama korea Song Jae Sang dan hanya dia satu satunya yang memanggilku seperti itu. sedang apa dia disini? ah, Amber pabo! ini kantor pusat SMEnt.. tentu saja dia bebas berada di tempat ini kapanpun dia mau, dia kan juga bekerja di sini.

“Onew-ssi?” aku sedikit gugup menyapanya lalu mengulas senyum di wajah kaku milikku, sudah lama aku tidak tersenyum seperti ini.

“kapan kau kembali ke Seoul, Jaesang?” Onew  membalas senyumku lalu melangkah mendekat.

“Tanggal 7 Desember yang lalu, Onew-ssi. apa kabarmu?” suaraku sedikit bergetar. aishh kenapa aku gugup seperti ini..

“seharusnya aku yang bertanya apa kabarmu.. apa cidera kakimu sudah sembuh?” Onew berdiri tepat dihadapanku sekarang.

“sudah lumayan baikan, Onew-ssi.”

OMO, tatapan teduhnya membuat wajahku memanas seperti ini. apa yang terjadi denganku, aneh sekali!

“Aku Mengkhawatirkanmu..” bisiknya perlahan.

“huh?” aku memberanian diri menatapnya.

Dua lingkaran hitam tepat di tengah matanya yang memancarkan ketulusan dan kesungguhan. Rasanya aku ingin menikmati tatapan teduhnya sedikit lebih lama. Tapi dadaku bergemuruh dan terasa ada sensasi letupan-letupan kecil yang sulit dijelaskan di dalamnya.

“Onew-ssi..” aku mencoba bersuara melawan kegugupan mulai yang menguasai tubuhku.

“Bukankah kau berjanji akan memanggilku oppa jika kau sudah kembali. apa kau lupa janjimu itu, Jaesang-ah?” (oppa=panggilan untuk kakak pria, bagi wanita)

“aku ingat! tapi, Onew-ssi.. berdasarkan kamus 1 milyar bahasa Korea yang kupelajari, aku harus memanggilmu Onew-ssi.. kau kan Sunbae-ku.” aku  mencoba menjelaskan pendapatku berdasarkan kamus tebal yang selalu kubawa kemanapun aku pergi. (Sunbae=Senior)

“apa dikamusmu tidak diajarkan bagaimana cara seorang wanita memanggil pria yang lebih tua darinya?” Onew mematahkan pendapatku.

“tapi..”

“tidak ada tapi tapian! panggil aku Oppa, arra!!” ujarnya sedikit memaksa. (arra/arrasseo=mengerti, sedikit memaksa)

“baiklah.. Oppa!” kurasa lidahku sedikit keseleo memanggilnya oppa.

“kekekekeke” Onew oppa tertawa lepas. ahh.. lucu sekali wajahnya saat tertawa. matanya berlipat menjadi satu garis lurus dan pipinya mengembung. sangat menarik!

“ayo kutraktir makan!” ajaknya sambil menarik tanganku pelan menuju ke luar gedung SMEnt.

Tangannya halus, hangat! Sepertinya kehangatan yang berasal dari genggaman tangan Onew oppa menjalar ke seluruh tubuhku. nyaman..

Amber POV end

Beberapa orang yang tersisa di lobby kantor pusat SMEnt memandang heran ke arah sepasang muda-mudi yang sedang berjalan beriringan. Si pria terlihat jelas sedang menarik tangan gadis di belakangnya, tapi tidak dengan kekerasan dan tidak terlihat memaksa. Gadis yang sedang ditarik tangannya pun hanya diam dan mengikuti dengan mata terpaku pada pria di hadapannya. Ekspresi terkejut bercampur dengan rasa senang terpancar jelas dari wajahnya.

Onew POV

“kenapa kau diam saja Jaesang-ah?” tanyaku sedikit heran dengan Jaesang yang berjalan dalam diam di belakangku.

Aku berhenti dan berbalik. Kupandangi wajahnya yang mencetak jelas tulang rahang dan pipi tirus bergurat ketomboian namun tetap tak menutupi kecantikan alaminya.

“ada yang salah?” aku mencoba mencari tahu penyebab diamnya Jaesang yang ada di hadapanku.

Dia tidak menjawab. Bibirnya terkatup rapat. Matanya menantapku dengan tatapan yang sedikit berbeda dengan tatapannya saat pertama bertemu denganku tadi. Perlahan arah pandangannya beralih dari wajahku ke tangan kananku yang ternyata menggenggam erat jemari kirinya.

“ahh.. Mianhaeyo.” langsung kulepas genggamanku dari jemarinya. (Mianhaeyo=maaf)

pabo! sejak kapan aku berani seperti ini. sembarangan  menggenggam tangan seorang gadis. mianhae Jaesang!, Batinku (pabo/paboya=bodoh)

“sungguh, aku tidak sengaja Jaesang-ah.”

“aku hanya sedikit terkejut,oppa… gwenchanayo!” jawab Jaesang, membuatku sedikit lega mendengarnya. (gwenchanayo=tidak apa-apa, baik-baik saja)

“Kurasa kita perlu menyamarkan diri!” aku menyerahkan salah satu dari dua kacamata hitam yang kubawa dimatelku.

“Kamsahamnida, oppa.” amber berkata pelan. Walau samar, masih bisa kudengar bahwa suaranya sedikit bergetar. (Kamsahamnida=terima kasih)

“Sudahlah, jangan terlalu formal denganku. Santai saja! Kenapa suaramu seperti itu? Kau sakit?” ujarku.

“Ahni oppa” (Ahni=tidak)

“Ahaa.. Kita sudah sampai” tanpa sadar aku sedikit berteriak.

Pletaakk

“Pelankan suaramu oppa!” Jaesang menjitak kepalaku. Berani sekali

“Ayo cepat kita masuk” ajakku bersemangat.

“Kau duduk saja disana. Biar aku yang pesankan. Mau pesan apa?” aku menunjuk ke meja yang ada di sudut ujung ruangan sembari tersenyum semanis mungkin padanya.

“Samakan saja denganmu oppa” jawab Jaesang.

“Kau yakin?”

Onew POV end

“Kau yakin?” tanya Onew dengan alis naik sebelah.

“Ne, oppa. Kan kau yang traktir” Amber menjawab sambil menahan tawa.

Setelah Onew beranjak ke tempat pemesanan, amber terkikik geli mengingat ekspresi Onew barusan. Mengangkat sebelah alis dengan mulut dimanyunkan? Sangat lucu!

“kenapa mukamu merah begitu?” tanya Onew sambil membawa nampan berisi dua wadah besar berisi ayam dan dua buah minuman soda.

“Ahni Oppa, banyak sekali kau pesan makanan? untuk Jonghyun-sssi, Key-ssi, Minho-ssi, dan Taemin-ssi kah?” Amber mengabsen satu persatu member SHINee.

“panggil saja mereka semua Oppa! kecuali taemin tentunya” Onew duduk dan meletakan satu wadah besar ayam di hadapan Amber dan satu lagi di hadapannya.

“ii.. ini.. ini untukku?” Amber ternganga melihat Onew yang mulai menyantap salah satu dari sepuluh potong ayam dihadapannya.

“ii.. ini.. ini untukku?” Amber ternganga melihat Onew yang mulai menyantap salah satu dari sepuluh potong ayam dihadapannya.

“cepat makan! pokoknya harus kau habiskan” Onew mengancam dengan Evil Smirk-nya.

“aku tak akan sanggup oppa!” Amber memohon.

Onew tidak menjawab. hanya menatap Amber dengan sepasang bola matanya yang hitam membulat. Mengancam!

****

“sudah oppa. aku tak sanggup lagi” Amber menutup mulutnya.

“lumayan juga kau Amber-ah! tujuh potong.. hmmm” Onew mengangguk-angguk pelan.

Heeeeeeggh.

amber bersendawa! spontan ia langsung menutup mulut dengan kedua tangannya.

“hahahahahaha” Onew tertawa lepas.

Amber tertunduk malu tapi entah mengapa matanya seperti melawan dan terpaku menatap Onew yang sedang tertawa terbahak-bahak.

Ahh.. pria ini, Amber membatin.

Amber POV

ahh.. kenapa dadaku tidak berhenti bergemuruh dari tadi. apa yang salah denganku!, aku menggerutu dalam hati.

“kenapa kau memandangku seperti itu Jaesang -ah?” Onew oppa berhenti tertawa dan balas memandangku heran.

“Ahni!”

Ah, kenapa dia memandangku seperti itu. Tapi kenapa aku jadi salah tingkah seperti ini? Aissshh. Kumohon berhenti menatapku seperti itu oppa.. Kau membuat wajahku menjadi panas seperti ini.

“Mukamu merah lagi.. Kau sakit Jaesang -ah. Ayo kita pulang” wajah Onew oppa terlihat sedikit khawatir.

“Ahni oppa.. Aku tidak sakit.. Lanjutkan saja makanmu” cepat kubantah perkataan Onew oppa. Aku tak ingin membuatnya khawatir.

“Hmmm.. Baiklah. Tapi ayamku sudah habis.. Apa boleh aku minta ayammu amber-ah” ujar Onew oppa lengkap dengan puppy eyes-nya.

“ambil saja oppa. aku sudah tidak kuat lagi” kusodorkan wadah yang berisi tiga potong ayam pada Onew oppa.

“Gomawo!” dengan semangat penuh Onew melanjutkan menyantap paha ayam yang digenggam erat di kedua tangannya.

Aku hanya bisa menatap namja yang tengah asik dengan dunianya sendiri di hadapanku saat ini. Entah mengapa segala tingkahnya selalu menarik bagiku. Apakah namja ini yang membuat dadaku bergemuruh dan meletup-letup sejak tadi. Benarkah?

“Khaau mhemppmanjanngkann rhambyyuuuttmuh jhheesshaaanggh-ahh (kau memanjangkan rambutmu Jaesang -ah)” Onew oppa bicara dengan mulut penuh ayam.

“Ne oppa.. Aku tampak aneh seperti ini. Kau tidak suka ya oppa?” aku mencoba mencari tahu pendapatnya tentang penampilanku.

Bodoh! Seharusnya tidak kutanyakan hal itu. Pasti jawabannya iya. Tipe ideal Onew oppa kan gadis dengan rambut panjang dan lemah lembut. Sedangkan aku? Bagaimana cara makan dengan sopan pun tak tahu.

“ahni! aku.. aa.. aku suka.. kau tampak cantik”

DEGH!

Benarkah yang kudengar barusan? Baru kali ini kudengar orang lain  mengatakan aku cantik, selama ini hanya ibuku seorang yang menyebutku cantik..

“Khaaam.. Eh, gomawo oppa” aku menunduk berusaha menyembunyikan wajahku yang semakin memanas dan sekaligus menyembunyikan bibirku yang tersenyum simpul.

“Tapi oppa, bagaimana caramu mengenaliku tadi dengan rambut panjangku?”

“bagaimana bisa aku melupakan cara berjalanmu yang sesuka hati, mana ada gadis di SMEnt yang berjalan dengan angkah lebar dan cepat sepertimu” Onew oppa menjelaskan panjang lebar.

“Oohh” aku mengangguk angguk khidmat.

“Ayo kita pulang..” ajaknya sambil berdiri.

“Ayo..” jawabku singkat.

****

“Seharusnya kau tidak perlu mengantarku oppa”

“Kau tidak suka, Jaesang -ah?” Onew oppa menggodaku.

“Ahni, aku hanya merasa tidak enak!” lagi lagi aku mamalingkan pandanganku dari wajahnya yang sedang membuat ekspresi lucu.

“Sudahlah.. Tidak udah canggung begitu. Besok kau ada kegiatan?”

“Sepertinya tidak ada oppa. Waeyo?” aku menjawab tanpa menoleh padanya.

“maukah kau menemaniku jalan-jalan sebelum aku berangkat ke jepang untuk konser SHINee” tawarnya.

“Kurasa aku bisa oppa” kuterima ajakannya tanpa pikir panjang. Aku menoleh dan tersenyum padanya.

Onew oppa tersenyum manis padaku.

“Besok kujemput disini, oke?” ujarnya saat kami berhenti di depan pintu apartemen f(x).

“Baiklah, selamat malam oppa.. Anyyeong” aku berbalik dan masuk ke dorm.

Amber POV end

Onew berbalik dan melangkah menjauhi dorm f(x). Hatinya seperti sedang mengalami musim semi, berbunga bunga. Sudah lama ia menanti saat seperti ini. Seorang gadis yang sudah setahun lebih dinantinya sudah kembali.

Tak akan kusia-siakan waktuku.. Kali ini aku harus berani menyatakan perasaanku padanya, tekad Onew dalam hati.

Sedangkan di dalam dorm f(x) seorang gadis tomboi merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan Onew, sunbae-nya yang selama ini dikaguminya. Senyum lebar terpatri di wajah teguhnya.

“Kau kenapa onnie?” tanya Krystal.

“Aku? Aku sedang tersenyum” jawab Amber polos sambil menunjuk wajahnya.

“Maksudku kenapa kau tersenyum, onnie..” krystal makin heran melihat tingkah Amber dihadapannya.

“Entahlah” jawab Amber singkat.

“Kau sedang jatuh cinta!” Krystal berteriak kencang dengan hightone miliknya.

“Sssstttt!! Diam!” Amber langsung melompat ke hadapan Krystal dan membekap mulut Krystal dengan kedua tangannya.

“Kau mau mereka bertiga tahu dan ikut brteriak teriak sepertimu barusan! Paboya!”

“Ouccchh! Sakit onnie..” krystal memonyongkan bibirnya sambil mengelus jidatnya yang baru saja dianugerahi sebuah jitakan dari tangan kekar Amber.

“Kenapa kalian berbisik-bisik di depan pintu?” tanya Sulli dengan penuh selidik.

“Ahni” Amber menjawab singkat, berusaha menyembunyikan tingkahnya yang aneh.

“Ohh, ahni.. Yasudah kalau begitu. Nanti kalau mau bisik bisik hal yang bukan ahni aku ikut ya!” ujar Sulli polos.

Amber dan Krystal saling lirik satu sama lain. Mereka saling mengerti arti pandangan masing masing. Sulli lola!!

“Kurasa kau harus merahasiakan hal ini, Krystal!” Amber berbisik dengan evilsmirk lengkap-nya.

“Aku tak lihat.. Aku tak lihat” Krystal mengedarkan pandangannya asal, menghindari tatapan mengancam Amber.

****

TBC :)

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About Oktabri

procrastinator

Posted on 28 Januari 2011, in Oki Kim★fiksikopat, SHINee Fanfiction and tagged , , . Bookmark the permalink. 13 Komentar.

  1. wah ternyata aq dah pernah baca ff ini dr grup

    eum… tp tetep menarik kok
    jadi ngebayangin tampangnya amber ama onew deh, pasti lucu bgt
    udah gtu si sulli kok lola bgt ya :p

    tetep dtunggu deh next part.nya🙂

  2. aku suka FF ini ^^
    .
    dulu pna di post jua kan🙂

  3. ah keren ada amber,

  4. Mw nyari lanjutanny dlu… Kekekekeke

  5. amber mank cntik deh. rmbutx dpnjangin aja. kan cntik.

  6. hihihihi..
    lucu deh bayangin amber am nyunyu..
    bagi ku nyu2 it plos bnget,, imut..

  7. onew onew onew…
    kyaa lucu pisan
    hohoho :p

  8. Bagus skali tak terduga onew.:-P

  9. perasaan yang tersembunyi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: