[FF/1S/PG-13] You’re my all! Say goodbye

You’re my all! Say goodbye/KimKi Fiksikopat/Oneshoot

Author             : KimKi Fiksikopat

Chapter           :

Cast                : Onew (SHINee – Lee Jinki) – Shin Soo Jin (OCs)

Support Cast : SHINee members

Length            : One Shoot

Rating                         : PG-13

Genre              : Sad Romance (maybe?)

Disclaimer      : Para cast dan cameo menjadi diri mereka sendiri dalam ff ini. Saya selaku penulis hanya sebagai pemilik dari plot cerita ini.

Note                : FF ini merupakan adaptasi dari MV Big Bang – Haru Haru, jadi jika terjadi banyak kemiripan harap dimaklumi. Jangan lupa RCL + jangan mengkopi! Kalo mau ngopi minta ijin dulu sama author dan cantumin credits-nya. FF ini special ditulis buat Manohara Sinosuke (Tiara Adelina). HAPPY READING!

JADILAH PEMBACA YANGTERTIB, RCL(READ, COMMENT, LIKE)!! JANGAN COBA-COBA KALIAN MENGKOPI TANPA IZIN, MENAMPILKANNYA SEBAGAI KARYA KALIAN, ATAU MEMPLAGIAT!! Kimki-Fiksikopat


“Oh, my girls.. I cry cry.. You’re my all.. Say goodbye”

“Aisssh.. Apa yang mereka berdua bicarakan disana! Kenapa sepertinya penting sekali sampai aku tidak boleh mendengar! Aigoo, kenapa hyungie memegang tangan Soo Jin noona seperti itu..” Taemin menggerutu.

Sedikit kesal Taemin menatap spion dihadapannya yang merefleksikan bayangan dua manusia yang sangat ia kenal. Bayangan pertama adalah seorang pria yang tidak lain salah satu hyungnya, Minho. Bayangan kedua ialah Soo Jin noona, wanita cantik yang amat dikaguminya yang sekaligus menjadi kekasih hyungnya yang lain, Onew hyung. Dada Taemin mendadak panas melihat Minho menggenggam tangan Soo Jin.

Itu bukan genggaman biasa, batin Taemin.

“Aku yang bukan pacar Soo Jin noona saja panas melihatnya, bagaimana jika Onew hyung melihatnya langsung!” ujar Taemin cemas.

MINHO POV

“Kumohon oppa, hanya oppa yang bisa membantuku. Aku tidak tahu harus meminta bantuan siapa lagi” Soo Jin melirih, membuatku tidak sanggup menolak permintaannya.

Kuraih tangannya lalu meremasnya pelan. Sudah lama ingin kulakukan hal ini.

Ahhh seandainya saja aku yang lebih dulu mengenalmu daripada Onew hyung, batinku.

“Apapun yang bisa membuatmu bahagia akan kulakukan untukmu” aku berkata pelan, menahan perasaan yang makin membuncah di dalam dadaku.

“Kumohon pura-puralah menjadi pacarku untuk beberapa hari ini. Aku ingin membuat Onew oppa membenciku dan melupakanku. Kumohon oppa, hanya beberapa hari ini saja. Dokter sudah menyerah dan memvonisku hanya tinggal menunggu waktu saja, dan kurasakan waktunya kian mendekat. Aku tidak ingin Onew oppa sedih, mungkin jika dia membenciku tidak akan terasa sakit baginya jika aku pergi”

Aku tercekat mendengar kalimat demi kalimat yang terucap dari bibir indah milik Soo Jin. Rasanya ingin kutarik Soo Jin kedalam dekapanku hingga saat terakhirnya tiba.

“Oppa..” ujarnya pelan.

“Bb.. Baa… Bbaiklah. Akan kulakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia” aku menyanggupi permintaannya lalu mengelus rambut indahnya perlahan.

Soo Jin tersenyum, manis! Sangat manis, teramat manis untuk meninggalkan dunia ini dengan kepedihan.

“Satu lagi oppa..”

“Apa?” jawabku cepat.

“Tolong kembalikan cincin ini pada Onew oppa” ujar Soo Jin sembari melepaskan cincin yang sepengetahuanku setia melingkari jari manisnya selama ini dan tidak pernah dilepaskan sedetikpun.

Dari sudut mataku, kulihat Onew sedang bediri tidak jauh dari kami berdua sambil mengumpat. Mungkin ia sudah sejak tadi disana memperhatikan kami berdua berbicara sedekat ini, aku sangat mengenal watak Onew hyung yang pencemburu berat. Baguslah jika dia salah paham dan cemburu melihat kami jadi aku tidak perlu bersusah payah mencari cara untuk melakukan keinginan Soo Jin.

“Baiklah” kuambil cincin di tangan Soo Jin lalu menyimpannya di saku jaket yang kukenakan.

“Onew hyung sedang memperhatikan kita diujung jalan sana. Jangan menoleh! Sepertinya dia marah pada kita berdua. Biar kuurus semuanya, pulanglah dan jaga dirimu baik baik” perintahku sembari memegang bahunya.

Tanpa menoleh, dapat kulihat Onew hyung memasang cincin di jari manisnya. Cincin yang sama dengan milik Soo Jin yang saat ini tersimpan di saku jaketku. Aha! Itu bisa menjadi satu alas an bagiku.

Soo Jin melangkah cepat ke arah mobilku namun bukan untuk naik ke dalamnya, ia melangkah melewati mobilku dan berjalan menjauh. Di belakangku kudengar hentakan kasar dan berulang ulang, Onew hyung mendekat! Taksirku.

“Yya!! Apa yang kau lakukan dengan pacarku tadi!” suara Onew hyung menggema di telingaku untuk beberapa saat.

“Kenapa kau berteriak di depan wajahku” kujawab pelan. Sengaja memancing emosinya.

“Apa maksudmu bertingkah seperti tadi? Cari masalah kau! Apa yang kalian bicarakan!” emosi Onew hyung kian meledak-ledak.

Haha ini yang kutunggu, batinku.

“Kau mau tahu? Kami tadi membicarakan perasaan kami masing-masing! Aku mengaku bahwa aku mecintainya! Dan kau tahu? Ternyata dia menyukaiku dan akan mencoba untuk mencintaiku!” sengaja aku mengarang cerita yang sebenarnya sangat kuharapkan bisa menjadi kenyataan.

“Kau benar benar pagar makan tanaman! Otakmu sudah beku, haah!! Dia milikku!!” Onew hyung makin memanas, key dan Jonghyun hyung menahan tubuhnya.

“Milikmu ya? Milikmu yang kau telantarkan dan kau gantung perasaannya! Kekasih macam apa kau yang mengabaikan perasaanya! Kulihat tadi kau memasang cincin yang seharusnya selalu kau pakai, bukankah itu perjanjian kalian? Atau kau sudah bosan padanya?” kudorong tubuhnya yang seperti ingin menerkamku.

‘Buggh’ kepalan tangan Onew hyung yang mengeras tersampir di rahangku.

Hah! Beraninya kau, aku membatin.

Tak sampai hitungan detik, kuhantam balik rahangnya.

‘Bugghh’

“Aaaaaarrrggghh” Onew hyung mengerang lalu kembali balas meninjuku.

Lumayan juga pukulannya, pikirku.

Belum sempat menghantamnya kembali dengan tinjuku, Taemin dengan kekuatan yang entah berasal dari mana mendadak menarikku ke belakang. Key dan Jonghyun hyung juga menarik Onew hyung dan mendorong tubuhnya kebelakang.

Rasanya aku ingin melepaskan tangan kecil Taemin yang melingkar di bahuku dan menghujani jonghyun hyung dengan kepalan tanganku ini, tapi kubatalkan niatku dan mendengarkan nasihat Taemin yang menjejali telingaku.

“Sabar! Tahan emosimu hyung! Kita bersaudara, ingat!”

Aku diam, berdiri dengan tangan terus mengepal siaga. Onew hyung masih meronta di pelukan key dan Jonghyun hyung (?) Yang mendorongnya ke dinding terdekat lalu menahannya disana. Tak bertahan lama, Key dan Jonghyun hyung melepaskan Onew hyung karena kewalahan menahan tubuhnya yang menghentak-hentak keras.

Aku bersiap jika sewaktu-waktu Onew hyung yang tengah berjalan mendekat ke arahku melayangkan tinjunya lagi. Tapi ternyata aku salah, Onew hyung hanya berjalan melewatiku dan melangkah menjauh.

Key dan Jonghyun hyung mendekat dan menepuk bahuku tanpa sepatah kata pun, lalu keduanya menyusul Onew hyung.

Taemin yang masih berdiri di sebelahku menarikku masuk ke mobil dan ia duduk di bangku kemudi lalu menjalankan mobilku dengan mulut terkatup rapat. Aku yakin pasti ia sedang berpikir dan mencoba mencerna kejadian yang baru saja nyaris atau bahkan sudah memecah persahabatan kami berlima.

Taemin menghentikan mobilku di depan garasi rumahku lalu menarikku keluar.

“Apapun yang terjadi antara kau dan Soo Jin noona, aku tidak peduli. Tapi aku yakin kau pasti punya alasan dibalik itu semua dan kumohon kau menjaga perasaan sahabatmu! Sekacau apapun hubungan mereka bukan berarti kau berhak memisahkan mereka! Aku tidak ingin persahabatan kita berantakan karena kau mengganggu hubungan Onew hyung dan Soo Jin noona. Aku tahu bagaimana kau sejak dulu! Kau sahabatku sejak kecil bahkan aku sudah menganggapmu sebagai saudara. Maaf jika aku tidak menghargai perasaanmu kali ini” Taemin mencercaku dengan pernyataaan pernyataaan yang amat menohok lalu ia berbalik dan pulang ke rumahnya yang berada tepat di sebelah rumahku, meninggalkanku sendirian tenggelam dalam rasa bersalah.

Rasa bersalah pada Onew hyung dan pada sahabat-sahabatku yang lain. Semuanya hancur hanya karena kepura-puraan yang kusanggupi pada seorang gadis yang sangat kucintai hanya demi pengorbanannya untuk orang lain.

Asalkan Soo Jin bahagia di saat saat terakhirnya, semuanya kukorbankan pun tak apa, batinku memantapkan hati.

MINHO POV END

Onew menerjang pintu apartemennya hingga terbuka lebar. Setelah masuk dan menghempaskan tubuhnya ke sofa terdekat, Onew berteriak ke segala penjuru untuk meluapkan amarah yang menggumpal-gumpal di dadanya. Tangannya perlahan meraba bekas pukulan yang dihadiahkan Minho ke wajahnya.

Berani sekali bocah itu, dengusnya kesal.

Entah angin apa yang membawanya untuk melangkahkan kaki ke kamar mandi dan menyalakan keran di hadapannya. Seketika butiran air bertubi-tubi menerpa wajahnya yang melebam. Sedikit demi sedikit panas di dadanya menguap dan menyisakan kehampaan yang menyiksa.

Satu persatu, perlahan namun pasti otak Onew memutar kenangan demi kenangan yang pernah dilalui olehnya dan Soo Jin. Onew memejamkan matanya dan menikmati sensasi keindahan wajah Soo Jin, kemulusan kulitnya, kelembutan bibirnya, manis senyumnya, hingga merdu alunan suaranya. Perlahan Onew mengadahkan kepalanya membiarkan ratusan butir air dari shower menghujani wajahnya. Menyamarkan air mata yang hangat mengalir dari sudut matanya. Keindahan keindahan seorang Soo Jin yang sudah dua tahun lebih menemaninya dan setia disisinya. Bahkan hingga beberapa bulan terakhir saat Onew merasa bosan pada semua perhatian dan kasih yang diterimanya dari Soo Jin lalu mulai mengabaikannya, Soo Jin kukuh tetap memberikan perhatian dan memanjakannya tetap sama seperti saat pertama kali mereka saling menyatakan perasaan satu sama lain.

“Sepertinya benar apa yang dikatakan Minho tadi! Kekasih macam apa aku ini! Mengabaikan perasaan orang yang hampir tiga tahun memberikan hatinya hanya untukku!” ujar Onew pada dirinya sendiri.

Tanpa memematikan keran shower yang terus mengucurkan air, Onew melangkah ke wastafer di dekatnya. Dipandanginya wajah kuyu yang lebam di beberapa bagian di hadapannya.

Praaang, satu kali.

Prangggg, dua kali.

Pppraaaang, tiga kali.

Cermin wastafel yang tadinya utuh merefleksikan wajahnya kini terbagi menjadi serpihan-serpihan kecil yang merobek tinjunya sendiri.

Dipandangnya lagi bayangannya di bagian cermin yang masih tersisa dan setia memantulkan pencitraan semu dirinya yang kini menangis. Perlahan jemarinya meraba bayangan di sisa cermin, tak peduli kini ujung jarinya turut menganga menyusul kulit luar telapak tangannya yang penuh luka robek berjajar tak beraturan dan tak kunjung bosan mengalirkan darah segar.

“Oh, my girls.. I cry cry.. You’re my all.. Say goodbye” lirih Onew.

*****

“Oppa, bagaimana Onew oppa? Apa dia marah padaku?” tanya Soo Jin.

“sepertinya begitu” jawab Minho singkat.

Berselang beberapa detik dari Minho menjawab, sebuah mobil yang tadinya melaju kencang tiba-tiba memperlambat lajunya. Seseorang yang duduk di depan kemudi terperangah melihat mobil di hadapannya. Ahh, lebih tepatnya terperangah melihat sepasang muda-mudi yang berduaan di dalam mobil yang sedang terparkir rapi. Tidak hanya orang yang duduk di bangku kemudi terperangah, seisi mobil itu ikut mendelikkan matanya. Jonghyun, Key, Taemin, terlebih Onew. Dilihatnya Minho dan Soo Jin berduaan di mobil yang sedang terparkir.

“Ternyata sudah sejauh ini hubungan mereka” geram Onew.

Onew membuka kenop pintu mobil dengan kasar dan menghampiri mobil yang didalamnya sedang bermesraan pacarnya dengan sahabatnya sendiri. Sementara Minho yang tadinya terkejut, sekejap langsung merangkul bahu Soo Jin dan menariknya makin dekat. Soo Jin gugup namun langsung menguasai keadaan dan melempar padangannya sinis ke arah Onew yang tengah berdiri di depan mobil Minho.

Onew menggebrak kap mobil Minho dengan kedua tangannya yang penuh luka. Ia sudah lupa lukanya yang baru saja mongering dan kini mulai mengucurkan darah lagi.

“Ternyata sejalang ini dirimu, wanitaku!” Onew mengumpat dan berusaha melepaskan dirinya dari Jonghyun, Key, dan Taemin yang sigap menahannya sebelum ia sempat menghancurkan mobil Minho beserta isi-isinya.

Dari dalam mobil, Minho tersenyum sinis pada Onew yang tengah meronta lalu ia mempererat rangkulannya pada bahu Soo Jin. Minho sangat menikmati kepura-puraan yang sedang dilakukannya!

“Kalian! Jalang dan bangsat!”

*****

“Kenapa aku begitu bodohnya sampai tidak menyadari permainan mereka didepan hidungku sendiri” Onew meratapi ‘kebodohannya’ tanpa peduli pada puluhan pejalan kaki lain yang mengumpat dan berteriak marah padanya akibat ia tabrak.

Tubuhnya terasa remuk redam seperti dihempaskan ke bumi dari ujung langit tertinggi. Kaki Onew terasa lemas dan tak sanggup melangkah tapi entah mengapa otaknya memaksa dan memberikan perintah untuk berjalan menyusuri trotoar hingga ia sampai ke depan pintu apartemennya.

‘brakk’

Pintu apartemennya terbuka lebar akiba tendangannya sendiri.

“Aaaaarrrgghhh!!” Onew berteriak marah ke segala arah, berputar-putar dan menghantam apapun yang terlintas di pandangannya. Tak peduli kini apartemennya sudah tak berbentuk lagi. Onew menghancurkan segala benda yang pernah disentuh Soo Jin di apartemennya, vas bunga yang rutin ganti Soo Jin bunganya tiap minggu, sofa yang menjadi tempat favoritnya dan Soo Jin untuk berbincang hangat, cermin besar yang selalu mereka gunakan untuk melihat bayangan mereka bersama, meja makan tempat mereka saling menyuapi makanan satu sama lain. Tak ada yang luput dari hantaman tangan kosong Onew yang kini berlumuran darah dan luka yang makin menganga terbuka.

Key dan Jonghyun hanya bisa berdiam diri dan melihat dari pintu apartemen. Key cemas jika Onew ditinggalkan ia akan melakukan tindakan yang lebih parah. Jonghyun meyakinkan Key jika Onew tidak sebodoh itu lalu menarik Jonghyun meninggalkan apartemen Onew.

Onew terduduk kelelahan dan meremas kencang pergelangan tangannya yang terluka dan masih mengalirkan darah segar.

“Rasa sakit pun tak terasa lagi” lirihnya lalu terkapar tak sadarkan diri.

Di lain tempat. Soo Jin memandan bayangannya, gadis berwajah pucat dan bermata sayu. Lalu perlahan ia menyeka air mata yang mengalir di pipinya

“Kau gadis yang lemah Soo Jin! Kau tidak pantas berada di sisi Onew oppa! Jika kau terus berada di sampingnya kau hanya akan membuatnya susah!” Soo Jin melirih dan menyeka air matanya yang tiba tiba mengalir.

“Ya tuhan! Aku tidak menyalahkanmu atas penyakit yang kau berikan padaku ini. Tapi kenapa kau berikan aku sakit ini disaat aku sudah memiliki orang yang sangat kusayangi. Kenapa tidak kau ambil saja nyawaku sebelum aku bertemu dengannya!” air mata Soo Jin mengalir makin deras dan perlahan ia meraba rambutnya.

Soo Jin berhenti menangis lalu gumpalan rambut rontok di genggamannya. Diremasnya kencang, ia geram.

*****

Soo Jin menatap Key, Taemin, Dan Minho yang tak absen sejak semalam dari ruang rawatnya. Ketiga sahabat pacarnya setia menunggunya yang sedang menanti operasi terakhir yang akan dilakukan tim dokter padanya. Padahal jelas jelas Soo Jin tahu, jika operasi ini berhasil sekalipun penyakitnya tak akan sembuh. Operasi ini hanya akan memperpanjang kesempatan hidupnya sedikit lebih lama. Itu sama saja, cepat atau lambat ia akan mati juga. Percuma.

“Kenapa kalian terlihat melankolis begitu! Kalian kan rocker!” Soo Jin mencoba bercanda dengan mencolek Key.

Key dan Taemin hanya tersenyum melihat Soo Jin yang mencoba mencairkan ketegangan diantara mereka. Keduanya masih sulit percaya dengan keputusan Soo Jin yang sengaja berpura-pura selingkuh dengan Minho supaya Onew membencinya dan tidak bersedih jika dirinya sudah tak bernafas lagi. Key dan Taemin hanya tersenyum ringkih membalas candaan Soo Jin.

Minho menggantikan posisi Key, duduk di sisi ranjang rawat Soo Jin. Ia mengelus perlahan kepala Soo Jin yang tertutup topi khusus yang menjaga agar rambutnya tidak terus terusan rontok. Soo Jin berusaha menampilkan senyuman termanisnya untuk Minho sebagai ucapan terima kasihnya untuk bantuan Minho selama beberapa hari ini.

Jonghyun baru datang dan belum tahu sandiwara antara Minho dan Soo Jin, memperhatikan keduanya dari pintu yang terbuka. Membatalkan niatnya masuk ke ruang rawat Soo Jin lalu berbalik mencari tempat yang tepat untuk menghubungi Onew.

” Soo Jin dirawat di ruang 12s, rumah sakit Internasional Seoul. Sepuluh menit lagi operasi kanker darah terakhir untuknya akan dilakukan” Jonghyun langsung menutup ponselnya sebelum Onew sempat menjawab.

Onew yang tengah berada di jalan menuju rumah Key, tempat mereka biasa berkumpul langsung berputar arah dan berlari secepat yang ia bisa. Rumah sakit Internasional Seoul tepat dua kilo meter dari tempatnya berada sekarang.

“Kanker darah? Operasi terakhir? Soo Jin?” berbagai pertanyaan mengembang di pikiran Onew sembari ia terus memacu larinya.

ONEW POV

“Haahh haahh.. 9s, 10s” aku menunjuk papan keterangan yang terpasang di atas pintu ruang rawat yang kulewati.

Ketika berbelok ke koridor yang diarahkan petunjuk arah yang tertulis 11s dan 12s. Setelah sampai di ruang 12s, perawat mengatakan operasi sudah dilaksanakan di lantai dua.

Kupacu langkah menuju lantai dua secepat mungkin. Di belokan koridor kulihat Minho berjalan pelan menuju kearahku. Aku sedikit terkejut dan sepertinya ia juga terkejut. Aku lupa bahwa dia sekarang ‘kekasih baru’ Soo Jin dan kucoba melewatinya, berpura pura tak peduli. Tapi entah mengapa Minho menarik tanganku dan sepertinya ada yang ingin dikatakan olehnya. Kuputar pandanganku ke arahnya dengan sedikit enggan pada ‘sahabat’ di belakangku.

Ia membalas pandanganku dengan tatapan yang sulit kuartikan.

“Soo Jin hanya mencintaimu! Ia ingin kau membencinya agar kau tidak sedih jika ia ‘pergi’ nanti” ujar Minho sembari meletakkan cincin Soo Jin yang dipintanya untuk dikembalikan padaku beberapa hari yang lalu tepat di depan mataku. Ternyata ini maksud semua itu!

Tanpa mempedulikan Minho, aku berlari menuju ruang operasi dengan air mata yang mulai mengalir tanpa bisa kutahan. Tak kupedulikan Jonghyun, Key dan Taemin yang duduk tak jauh dari pintu ruang operasi. Ternyata ruang operasi telah tertutup dari dalam. Aku berbalik dan kehilangan keseimbangan, badanku mendadak lemas.

Jonghyun yang berdiri di dekatku langsung menahan dan memapah tubuhku. Kupeluk tubuhnya (?) dan kuratapi kebodohanku selama ini. Kekasihku sakit parah pun aku tidak tahu.

ONEW POV END

Soo Jin terbaring lemah di ranjang operasi, menunggu tim dokter yang tengah menyiapkan alat operasinya dan kini tengah berdiskusi di kaki ranjangnya. Entah apa yang mereka diskusikan, semua suara sudah tak terdengar lagi olehnya. Tubuhnya terasa hangat dan nyaman sekali. Kehangatan yang sama dengan yang biasa ia dapatkan dari dekapan Onew, kekasihnya. Soo Jin merasa saat ini Onew berada sangat dekat dengannya dan air mata menumpuk di pelupuk matanya.

Tim dokter telah selesai berdiskusi lalu seorang dokter menyalakan lampu khusus operasi yang sangat menyilaukan tepat di depan kepala Soo Jin. Soo Jin memejamkan matanya perlahan, bukan karena silau. Lalu heartdetector yang baru saja dipasang untuk mendeteksi detak jantungnya berbunyi dengan satu bunyi khas yang panjang dan memekakkan telinga serta menyayat hati. Soo Jin menutup usianya dalam kedamaian dan kehangatan.

Tim dokter yang belum sempat bertindak sedikitpun menghela nafas dan melepaskan kabel heartdetector dan peralatan lainnya dari tubuh Soo Jin. Perawat segera bergerak mendorong ranjang operasi yang diatasnya terbaring tubuh kaku Soo Jin keluar dari ruang operasi. Ranjang operasi terhenti di koridor tempat teman-teman Soo Jin menunggu sejak awal operasi. Onew menunduk di hadapan tubuh kaku Soo Jin.

“Oh, my girls! I cry, cry.. You’re my all.. Say goodbye. Oh, my love.. Don’t lie, lie.. You’re my heart! Say goodbye..”

Onew mengecup singkat bibir Soo Jin yang dingin. Tak ada lagi kehangatan seperti biasa yang ia rasakan disana.

Lalu Onew beralih ke pelipis Soo Jin, dan menciumnya dalam. Ciuman perpisahan…

Fin

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About Oktabri

procrastinator

Posted on 30 Januari 2011, in Oki Kim★fiksikopat, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 22 Komentar.

  1. Ooh… Sedihnya….
    Mengapa hrus berpisah….
    Hik hik hik

  2. Aduuh.. Sungguh menguras air mata..

    Nice FF.. ^^

  3. kenapa semua org selalu begitu kalo udah tau mau mati? Harusnya kan ngasih tau org terdekat, biar ga ada yg menyesal…. T-T
    Nice FF Author!

  4. wahhh,, mirip bgt sama mv bigbang yg haru-haru ..
    dari pas baca judul’a aku udah nebak pasti dari mv ini ..
    main cast’a jg sama” leader dari boyband itu lg ..
    tp improvisasi’a bagus kok ..
    keren keren,, nice ff😀

    • kan udah dijelasin di note awal ff.. ini versi ff-nya dari MV haru haru.. jadi kalo ada kemiripan emang disengaja.. gomawo udah mampir🙂

  5. Oppa, mav yah kubaca dari sini aja. Nanggung soalnya, lg buka blog. Emm bagus kok, cuma itu konflik ttg penyakitnya Soojin lbh bgus kalo dibongkar di bgyan akhir2. Biar nanti kesanx mengagetkan gtu. Tapi ini over all udah bagus x))

    • udah mau baca juga makasih banget kok.. oppa cuma nurut apa yang oppa liat dari MV.. jadi mian kalo masih banyak kekurangan🙂

  6. wuah, menyedihkan ..
    kasian onew baru tau pas akhir2a ..
    dipikir taem bakalan ‘gimana’ gitu . ternyata malah minho yg bermasalah . hehe , keren ff’a🙂

  7. yang jd soo jin itu Taemin bkan? hehehe

  8. Ni ceritanya diambil dr lagu haruharu(Bigbang) y?
    kayaknya kata” terakir yg inggris itu perna denger

  9. aduh sedih…emang sama kyak mv haru-haru..tapi daebak kok

    • aduuhh… ketahuan nih km ga baca dengan sepenuh hati note pembukanya.. padahal udah dijelasin sejelas jelasnya ini versi ff dari MV haru-haru.. atau cara penyampaian author yang kurang bener ya :3

  10. huaaa, keren bgt sesuai sm MV aslinya😀

  11. huwaa…akhir yg mnyedihkn…

    tpi kren bgt…

  12. bling" shin hye

    wah… cerita na bgs..
    hmm sedih bgt..
    aq jd suka ama jinki oppa..
    jonghyun oppa n jinki oppa sarangheo

  13. Daebak !!! Karakter Onew beda banget … like it..

  14. Yunjaechunjunmin

    Hiks…hiks…hiks…
    Ampe nangs aq bca’a..
    Crta”a Bnar” mrip ma mv’a..
    Ap lg ni mv fav aq.
    Jd aq sdkt hfl ma alur’a..
    Daebak thor…

    Awal’a aq jg trinsprasi mv haru” ku jdiin ff..
    Trnyta dah kdluan..
    #koq jd curcol.
    Hiks..hiks..hiks
    *nangs mrtpi kgglan
    #lebay

    aq tggu ff slnjt’a..!!!
    FIGHTING~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: