[FF/S/part2/PG-16] Boyish Fall in Love

Boyish Fall in Love/Kiseob Fiksikopat/Chapter2


Author         :     KimKi Fiksikopat (tadinya UNknow Kim)

Chapter     :     2

Cast         :     Onew (SHINee – Lee Jinki) – Song Jae Sang (f(x) Amber)

Length         :     Two Shoot

Rating         :     PG-16

Genre         :     Romance (maybe?) Comedy (garing!)

Disclaimer     :     Para cast dan cameo menjadi diri mereka sendiri dalam ff ini. Saya selaku penulis hanya sebagai pemilik dari plot cerita ini.

Note         :     f(x) Amber belom punya nama korea kan? Anggap saja di ff ini nama korea amber adalah Song Jae Sang. FF ini special ditulis buat Keychand (Kania Putri Islamiati) + Manohara Sinosuke (Tiara Adelina) sebagai ucapan terima kasih karena sudah membangkitkan nafsu menulis yang sempat padam (?). jadi perlu diingat hanya Onew yang akan memanggil Amber dengan nama Jaesang, kalo pas Onew POV ataupun ada adegan Onew memanggil Amber dengan nama Jaesang jangan kaget lagi. semoga berkenan. Jangan lupa RCL + jangan mengkopi! Kalo mau ngopi minta ijun dulu sama author dan cantumin credits-nya. HAPPY READING!

JADILAH PEMBACA YANGTERTIB, RCL(READ, COMMENT, LIKE)!! JANGAN COBA-COBA KALIAN MENGKOPI TANPA IZIN, MENAMPILKANNYA SEBAGAI KARYA KALIAN, ATAU MEMPLAGIAT!! Kimki-Fiksikopat

 

Chapter 2

“Onnie?”

“Ne”

“Ap….”

“Tidur sana! Sudah tengah malam!” tangkas Amber cepat, memotong Krystal yang ingin mengajaknya mengossip seperti biasa.

“Aku..”

“Diam!”

“Aku han..”

“Berisik!”

“Aku hanya ma..”

“Apa?”

“Aku hanya mau pipis, onnie! Aku sudah kebelet dari tadi..” Krystal melompat dari ranjang dan berlari keluar kamar.

“Onnie.. Aku takut! Ayo temani..” entah kapan masuknya, tiba tiba Krystal sudah berdiri di hadapan Amber yang masih setia pada posisinya semula.

Dasar! Tidak bisakah anak ini melakukan sesuatu tanpa harus kutemani, Amber menggerutu dalam hati.

“Onnie.. Kamu benar benar sedang jatuh cinta kan?” Krystal menodong Amber dengan pertanyaan yang membebani kepalanya sejak beberapa jam yang lalu.

“Molla” jawab Amber singkat.

“Kau pikir aku tidak tahu bagaimana orang yang sedang jatuh cinta? Kelakuamu tadi itu sama seperti Vic onnie ketika pertama kali dia kencan dengan Khun oppa di WGM!” Krystal menjelaskan dengan suara sepelan mungkin, berbahaya jika terdengar oleh Victoria.

“Kaa.. Kau.. Aisssh..aku tidak tahu!” Amber tergagap mendengar penjelasan Krystal.

Krystal terkikik geli melihat muka Amber yang semerah tomat dan juga salah tingkah. Lalu perlahan ia beranjak ke kamar meninggalkan amber yang sedang senyam-senyum sendiri.

Aneh! Batinnya.

****

Amber POV

Sungguh, aku tidak tahu apa yang terjadi padaku semalaman. Jika kuingat-ingat lagi, aku mulai ‘gila’ seperti ini sejak bertemu Onew oppa di kanntor SMEnt. Apa benar yang dikatakan Krystal semalam? Aku sedang jatuh cinta. Benarkah? Apakah seperti ini rasanya jatuh cinta. Jujur saja aku belum mengenal bagaimana rasanya cinta itu. Keterbiasaanku bergaul dengan banyak pria membuatku semakin tahu bagaimana watak mereka sebenarnya, membuatku takut merasakan yang namanya cinta. Lagipula mana ada pria yang sudi membuatku senyam-senyum sendiri dan merasakan getaran-getaran menyenangkan namun mendebarkan di dadaku. Aku tahu mereka selalu mempersalahkan gayaku yang ‘mirip’ mereka, tidak anggun, tidak lemah lembut, tidak ramah, dan tidak bisa bersikap manis layaknya gadis gadis muda kebanyakan. Tapi bukankah aku juga manusia, tak dapat kupungkiri aku juga penasaran dan ingin merasakan yang namanya cinta. Walaupun banyak yang berkata padaku bahwa lebih baik tak usah mengenal cinta daripada sakit hati setelahnya. Tapi menurutku tidak salah jika kita merasakan sakit hati karena cinta, karena bisa dikatakan sakit hati adalah salah satu resiko yang harus dirasakan oleh setiap insan yang berani bercinta. Salah satunya yaitu cemburu, bukankah rasa cemburu itu hadir ketika orang yang kita cintai memiliki kedekatan baik secara fisik ataupun emosi dengan orang lain. Menurutku cemburu juga sensasi tersendiri dari cinta. Selingkuh? Nah, selingkuh ini yang sebenarnya sangat sangat salah, menurutku. Bagaimana tidak, jika seseorang merasa bosan atau ada yang kurang dengan pasangannya dan kebosanan serta kekurangan dari pasangannya didapati dengan hadirnya orang ketiga di dalam hubungan itu maka sebenarnya hal tersebut sangat salah dan dicari bagaimanapun tidak akan ada pembenaran untuk perselingkuhan. Jika seseorang merasa pasangannya tidak lebih baik dari selingkuhannya, untuk apa lagi dipertahankan hubungan dengan pasangannya yang sesungguhnya. Jika pasangannya masih lebih baik dari selingkuhannya, maka buat apa dipertahankan hubungan terlarang dengan selingkuhannya. Disadari atau tidak, berselingkuh atau memiliki tambatan hati lain itu sama saja dengan seseorang merelakan dirinya merasakan sensasi sakit hati dari yang namanya cinta. Cinta memang benar-benar membingungkan.

Plukk

“Aissh.. Paboya!” aku berteriak pada seseorang yang melempar gulungan kertas tepat di kepalaku.

“Berhenti melamun seperti itu.. Kuperhatikan sejak pagi kerjamu hanya melamun saja” Victoria onnie  mendekat.

Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman. Ahhh, lagi lagi senyuman! Apa benar aku ini sedang jatuh cinta? Uhhh.. kurasa aku harus meminta pendapat seseorang. Di dorm ini siapa lagi yang bisa dimintai pendapat tentang cinta kecuali Victoria Onnie yang sudah berpengalaman.

“Onnie?”

“Wae?” Victoria onnie menghempaskan badannya ke sofa de sebelahku.

“Kau tidak pergi dengan Khun-ssi?” heran, biasanya sehari saja mereka tidak bisa lepas.

“Berhenti memanggilnya seperti itu! Lagipula aku sedang tidak ingin membicarakannya!” ketus Victoria onnie.

Aisshh.. Sedang marahan rupanya, batinku.

“Onnie, bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“Anytin..” Vic onnie langsung menambahkan. “Kecuali Khunnie!”

“Ahni.. Aku hanya ingin bertanya seperti apa cinta itu” kutanyakan pelan-pelan, aku takut Vic onnie memarahiku.

Kulihat sekilas mata victoria onnie berkilat lalu bergegas melompat ke arah pintu kamar.

“Lunaa.. Krystall.. Sulliiii.. Jangan ganggu kami ya! Jangan menguping!!” Vic onnie berteriak ke arah ruang keluarga apartemen kami lalu membanting daun pintu disebelahnya dan sekejap melompat ke arahku.

Aissshh.. Inikah gadis lemah lembut yang dipuja-puja pangeran Thailand itu? Aku menggeleng kepala melihat tingkahnya.

“Ayo ceritakan padaku!” desaknya.

****

“Oppa? Onew oppa?” kudengar samar suara sulli di pintu utama.

Aku langsung berlari kearahnya dan menariknya masuk lagi.

“Aku pergi dulu!” kutepuk pundaknya sambil tersenyum.

“Dengan Onew oppa?” tanyanya dengan nada mencurigai.

“Bukan urusanmu” kujawab singkat sambil membuat ekspresi mengancam padanya.

Segera aku berbalik dan menutup pintu setelah aku keluar.

“Mianhae oppa.. Aku tadi..”

“Tak masalah!” jawabnya cepat.

Amber POV end

Onew sesekali melirik gadis tomboi yang melangkah pelan disampingnya. Rambut sebahunya tergerai indah dan hari ini ia memakai kaos hitam yang dilapisi sweater biru, jins ketat berwarna hitam polos dan sneakers hitam bertali biru. Walaupun terlihat sporty tapi tetap anggun dimata Onew. Sungguh menarik!

.

Onew sesekali melirik gadis tomboi yang melangkah pelan disampingnya. Rambut sebahunya tergerai indah dan hari ini ia memakai kaos hitam yang dilapisi sweater biru, jins ketat berwarna hitam polos dan sneakers hitam bertali biru. Walaupun terlihat sporty tapi tetap anggun dimata Onew. Sungguh menarik!

“hari ini kita mau kemana oppa?” Tanya amber memecah kesunyian diantara mereka berdua.

“kita ke Lotte World? Bagaimana menurutmu Jaesang-ah?”

“kurasa itu ide yang bagus!” ujar Amber bersemangat.

“benarkah? Kupikir gadis sepertimu tidak suka berkencan di tempat seperti itu” kata Onew.

“kencan?”  Amber menghentikan langkahnya mendadak.

“mianhae.. aku tidak berani mengatakannya padamu kemarin karena aku yakin pasti kau akan menolaknya”

“……..” Tak ada jawaban dari Amber.

“Jaesang-ah…” Onew mengguncangkan tubuh Amber dihadapannya.

“wae?” Amber menjawab singkat.

“kau tidak suka? Kalau begitu ayo kuantar kau pulang. Lagipula kita belum terlalu jauh”

“ahni! Aku suka..” ujar amber pelan.

“benarkah? Gomawo Jaesang-ah! Kalau begitu bolehkah kugandeng tanganmu?” Tanya Onew polos.

“Silahkan..” Jawab Amber.

Pria ini benar benar polos, batin Amber.

****

Onew POV

“Kau lelah, Jaesang-ah?” kutatap Amber di hadapanku.

“Ahni, oppa..”

“Jangan bohong!”

“Hmmmm.. Ne oppa” jawabnya dengan suara bergetar, kelelahan.

“Tapi kalau oppa masih mau main aku tidak keberatan” kulihat wajahnya penuh peluh.

“Ahni.. Kalau kau sudah lelah kita istirahat saja” aku kasihan melihatnya.

Kutarik tangannya ke tempat yang sedikit teduh. Kami terdiam beberapa saat, hanya terdengar hembusan nafas yang seperti berlomba satu sama lain. Entah sejak kapan tanganku menggenggam erat jemarinya. Amber hanya menunduk diam sambil mengatur nafasnya.

“Mianhae” kulepaskan genggaman tanganku darinya.

“Gwenchana oppa” amber menunduk makin dalam. (Gwenchana=Tidak apa apa, baik baik saja)

“Jangan menunduk seperti itu” aku mengangkat dagunya.

“….”

“Kau tahu kenapa aku mengajakmu kencan hari ini, Jaesang-ah?”

Amber menggeleng pelan lalu menatapku dengan pandangan khasnya.

Jangan memandangku seperti itu! Kau membuatku makin gugup, kataku dalam hati.

“Sebenarnya aku ingin mengajakmu kesini satu hari sebelum kau berangkat ke california waktu itu, Jaesang-ah”

Flashback

“Ini saatnya aku menyatakan perasaanku padanya! Apapun jawabannya yang penting aku sudah jujur tentang perasaan yang menyiksaku ini” Onew berbicara dengan dirinya sendiri, membulatkan tekadnya untuk menyatakan perasaan pada gadis yang dicintainya.

tok tok tok..

“Aduh.. Kenapa aku gemetaran begini! Aissh.. Pokoknya aku harus menemuinya!” sejenak Onew merapikan dirinya dan menyembunyikan buket bunga yang dibawanya kebalik punggung.

tok tok tok..

“Onew-ssi” seorang gadis tomboi muncul di balik daun pintu yang di ketuk Onew sambil tersenyum. Song Jaesang alias Amber!

“Ini untukmu” Onew mengeluarkan bunga di balik punggungnya.

“Wahh.. Terima kasih Onew-ssi! Ini bunga ucapan perpisahan yang pertama kuterima hari ini..” ujar Amber itu lalu mencium bunga di tangannya.

“Ucapan perpisahan?” onew heran.

“Iya.. Besok aku akan ke california untuk mengobati cidera kakiku. Tapi tidak akan lama kok Onew-ssi ”

“Kenapa mendadak? Kenapa kau tidak bilang padaku!!” ekspresi wajah Onew berubah drastis. Sedikit marah.

“Cideraku makin parah oppa aku harus segera ke california sebelum terlambat” Amber menunduk dan bahunya sedikit berguncang

Amber menangis? Kenapa dia menangis? Apa pertanyaanku tadi yang membuatnya menangis?, Onew bertanya pada dirinya sendiri.

Onew merengkuh tubuh Amber di hadapanya. Dipeluknya gadis yang dicintainya itu untuk pertama kali dan entah mengapa Onew merasa mungkin ini juga untuk terakhir kalinya.

“Mianhae.. Mianhae Onew-ssi” Amber masih terisak.

“gwenchana Jaesang-ah. Asal kau berjanji padaku kau akan kembali!” Onew melepaskan pelukannya dan mengelap air mata Amber.

“aku janji” Ujar amber sambil membentuk V di jari telunjuk dan jari tengahnya.

“Bolehkah aku meminta satu hal padamu?”

“jika aku bisa akan kulalukan Onew-ssi” jawab Amber.

“maukah kau memanggilku oppa jika kau kembali nanti?” pinta Onew

“tapii”

“kumohon…” Onew memasang tampang memelas.

“akan kucoba, Onew-ssi” jawab amber singkat.

“Tadinya aku ingin mengajakmu pergi bersamaku, tapi sepertinya kau sedang sibuk. Lebih baik aku pulang saja, aku tidak ingin mengganggumu!” Onew pamit pulang lalu berbalik meninggalkan Amber.

Padahal aku ingin sekali pergi dan menghabiskan hari terakhirku di korea ini bersamamu Onew-ssi, tapi sepertinya kau sedang sibuk. Aku tidak boleh egois!, batin Amber sambil menatap punggung Onew yang semakin menjauh dan menghilang di ujung koridor.

Flashback End

“Benarkah oppa? Sejujurnya saat itu aku ingin menghabiskan waktu bersamamu seperti ini sebelum aku berangkat ke california. Tapi kukira kau sedang sibuk” jawab amber.

“Sesungguhnya ada yang ingin kukatakan saat itu tapi karena kau tidak bisa jadi kubatalkan saja” ujarku.

“Apa yang ingin kau katakan oppa?” tanya Amber kembali dengan tatapan khasnya.

Kusentuh pipi halusnya perlahan. Lalu kudekatkan wajahku dan kusentuh bibirnya perlahan dengan bibirku.

“Aku menyukaimu! Entah sejak kapan perasaan ini hadir dan mulai menyiksaku. Sungguh, kurasa perasaan ini sudah berkembang dan bukan lagi sekedar suka, aku menyayangimu, Jaesang..” suaraku terdengar serak karena sedikit gugup.

“Aku.. Aku..”

“Kau tidak perlu menjawabnya. Bagiku kau tahu perasaanku ini saja sudah cukup. Aku tidak ingin kau menolakku.. Aku juga tidak ingin kau menerimaku jadi kekasihmu. Aku tidak ingin perubahan status kita nantinya akan merusak kedekatan kita. Bagiku cukup bisa berada disisimu saja sudah membuatku bahagia. Ijinkan aku selalu ada untukmu walaupun aku bukan kekasihmu”

Kulihat amber memalingkan wajahnya. Sudah kuduga akan seperti ini jadinya jika dia tahu perasaanku. Seharusnya aku…

“Kurasa sudah saatnya kita pulang” amber berdiri dan hendak melangkah pergi.

TBC

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About Oktabri

procrastinator

Posted on 30 Januari 2011, in Oki Kim★fiksikopat, SHINee Fanfiction and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. amber koq ga blg ska jg. bguz ffx.

  2. amber koq ga blg ska jg. bguz ffx. aq sgt ska^^.

  3. yaaah! Amber nanggung nih! Suka setengah2 sama Onew!
    Nice FF tapinya….hehe!😀

  4. Nice Nice Nice…
    Amber keren…
    i like your style…!

  5. Nice……
    I like amber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: