[FF/S/5/PG] Seven Years Of Love

Title : Seven Years Of Love

Author : Kim Taena Athena-Liyuuko

Lenght : Chaptered [5/7]

Rating : Yaoi/ PG – Memungkinkan terjadi tindakan yang tidak cocok dengan anak-anak

Cast :: KyuMin, YeWook, EunHae and Kim Young Woon

Genre :: Romance

Disclaimer :: Semua karakter hanya milik yang maha kuasa. Ceritanya aja yang punya author.. :3

Hari keempat menjadi pesuruh Kyuhyun.

Hampir tiap hari dia datang ke dojo kami hanya untuk memperhatikan gerakan kami. Aku sih nggak masalah. Yang jadi masalah, dia selalu menatapku dengan tatapan mata yang…

Agak aneh.

Tatapan yang membuatku risih.

Aku keluar ruang ganti. Kuganti baju latihanku dengan kaus lengan buntung dan celana panjang. Saat keluar, Kyuhyun sudah menunggu di depan ruang ganti sambil memainkan ponselnya.

” Waeyo?” Tanyaku bingung.

Ia menatapku sambil tersenyum. ” Keluar, yuk.” Ajaknya sambil menarik tanganku cepat.

Aku ingin mengelak, tapi ia lebih kuat dan dengan mudah ia menggiringku keluar.

” Hyung mau kemana?” Seru Donghae dari dalam dojo saat ia melihatku keluar dengan Kyuhyun.

Aku menatanya sekilas. ” Aku ingin keluar sejenak. Bilang pada Wookie nggak usah menghawatirkanku!” Seruku sambil setengah berlari mengikuti langkah Kyuhyun yang panjang- panjang itu.

” Cho Kyuhyun. Bisa nggak pelan- pelan?”

Kyuhyun menoleh sejenak tapi nggak mengubah irama kakinya yang cepat. Sampai akhirnya kami sampai ditaman. Langit sudah mulai gelap. Dan sesekali terdengar suara petir di langit.

Sepertinya hujan akan turun.

” Kita mau apa ditaman? Sudah gelap dan kayaknya akan hujan, deh..” Ucapku.

Kyuhyun nggak perduli. Dia meloncat diantara kotak pasir seperti anak kecil yang baru bisa main keluar rumah. Aku tersenyum kecil melihat kelakuannya itu. Dasar anak aneh..

” Aku bosan juga melihatmu latihan terus- menerus. Makanya aku ingin main.” Ucapnya polos sambil tersenyum. ” Tapi untung saja kau itu sangat imut, jadi aku nggak terlalu bosan.” Tambahnya.

Aku terdiam. Kurasakan degup jantungku semakin cepat dan wajahku memanas. Dia memujiku, kan? Jadi wajar kalau aku merasa seperti ini.

Tiba- tiba hujang turun mendadak!

” Ah, Kyuhyun! Sudah kubilang, kan!” Aku langsung berlari kearah box telepon yang ada ditaman itu. Kyuhyun menyusulku.

Kami langsung basah kuyup.

” Ini semua salahmu, babo! Sudah kubilang hujan akan turun, kan?” Kukibaskan air yang mengalir dilenganku. Sial, disaat begini aku pakai baju lengan buntung. Jadi dingin sekali.. Aku mulai menggigil.

” Mianhaeyo..” Kyuhyun langsung melepas kemeja panjang yang dipakainya dan memakaikannya di tubuhku.

Aku berontak. ” Kau ini apa- apaan, sih? Kau nggak pakai pakaian lain selain kemeja itu. Kau bisa sakit!” Omelku.

Namun Kyuhyun seperti biasa. Nggak menghiraukanku. Dia sudah mengancingkan kemejanya. Lalu menatapku sambil tersenyum. ” Kau kelihatan lucu mengenakan kemeja yang kebesaran.” Godanya.

Aku merengut sambil menunduk. Lagi- lagi wajahku memanas. ” Aku kan pesuruhmu. Nggak lucu sekali kalau kau yang jadi berbalik melindungiku, kan?”

Kyuhyun tertawa. ” Sudahlah. Nggak ada salahnya juga kalau majikan melindungi pesuruhnya.” Balasnya sambil menepuk kepalaku lembut.

Aku diam. Keheningan langsung menyelimuti kami berdua. Hanya gemuruh hujan yang terdengar diantara kami.

Aku melirik kearah Kyuhyun yang memandangi langit malam tanpa bintang. Dia.. Cukup tampan juga. Kulitnya putih dan kelihatan lembut.

Aaih! Apa yang kau pikirkan Sungmin! Stop it!

Kyuhyun menatapku, refleks aku memalingkan wajahku. ” Kau kedinginan?” Tanyanya pelan.

Aku menggeleng. Sebenarnya sih dingin. Tapi mau bagaimana lagi, Kyuhyun pasti lebih merasa dingin daripada aku, kan?

” Bener nggak?”

” Aku nggak kedinginan.” Balasku lagi cepat.

Namun Kyuhyun tetap nggak perduli. Ia langsung memelukku erat. Kurasakan nafasku tersendat, degup jantungku kembali kacau dan wajahku memanas lagi. Kalau sedekat ini, dia bisa mendengar suara degup jantungku, kan!

Aku berontak, namun Kyuhyun tetap memelukku erat.

” Sudah, hanya sebentar aja.. Begini lebih hangat, kan?” Ucapnya sambil mencium pucuk kepalaku lembut.

Aku terdiam dan menenggelamkan wajahku didada bidangnya. Benar ucapannya… Begini lebih hangat. Dan menyenangkan..

_Sungmin pov end_

0o0o0o0o0o0o0o0

” Hatchi!” Sungmin bersin sekali.

Wookie memandangi hyungnya khawatir. ” Pasti karena kehujanan kemarin, deh..” Gumamnya sambil mengambil tas sekolah Sungmin dan membawakannya.

Sungmin langsung menarik tasnya dari Wookie. ” Paling cuma flu aja.”

Wookie masih menatap Sungmin khawatir. Ia menoleh menatap Jong Woon, Donghae dan Hyukjae yang berjalan dibelakang mereka.

Yang lainnya hanya saling bertatapan nggak bisa bicara.

” Apa hyung nggak usah sekolah aja?” Tawar Hyukjae.

Sungmin menggeleng. ” Aku nggak kenapa- kenapa, kok.” Ucap Sungmin lagi sambil bersin sekali.

” Ya udahlah..” Jong Woon menengahi dan menarik Wookie agar berjalan disisinya. ” Lalu, apa kau sudah mengingat sesuatu tentang tujuh tahun yang lalu?”

Sungmin menatapnya. Lalu menggeleng pelan. ” Nggak ada satupun yang kuingat.”

” Hyung, apa kau ingat anak yang terus menantangmu dulu?” Tanya Wookie cepat.

Sungmin menatap adiknya. ” Anak yang menantangku?”

Wookie mengangguk. ” Iya, tepat tujuh tahun yang lalu. Ada seorang anak yang terus datang ke dojo kita untuk menantangmu. Tapi dia selalu kalah. Setelah tujuh hari dia akhirnya menyerah dan nggak kembali lagi ke dojo kita.”

Sungmin menatap Wookie bingung. ” Apa maksudmu dia itu Kyuhyun?”

Wookie menggeleng. ” Aku nggak tahu. Seingatku, anak itu seumuran denganku. Sedangkan Cho Kyuhyun seumuran denganmu, kan?”

Sungmin mengangguk. ” Pasti bukan Kyuhyun..” Ucapnya ragu.

Namun ada sesuatu yang mengganjal pikirannya. Tujuh tahun yang lalu. Anak laki- laki yang terus menantangnya itu. Sepertinya ia ingat sesuatu.

” Baiklah! Aku akan kembali lagi tujuh tahun lagi. Jika aku berhasil mengalahkanmu, kau harus menjadi milikku, Lee Sungmin!”

Itu kalimat terakhir yang diucapkan anak itu, saat Sungmin meninggalkannya dulu.

Ucapannya sama dengan yang selalu dikatakan Kyuhyun.

” Kau akan menjadi milikku, Sungmin..”

0o0o0o0o0o0o0o0

_Sungmin pov_

Hari keenam aku menjadi pesuruh Kyuhyun.

Kemarin dia nggak masuk. Pasti karena hujan- hujanan malam itu deh. Aku jadi kepikiran dan khawatir. Bagaimanapun juga dia meminjamkan kemejanya padaku padahal dia kedinginan. Jadi setengahnya juga salahku.

Terus, padahal aku ingin menanyakan tentang kejadian tujuh tahun yang lalu itu. Apa benar anak itu adalah Cho Kyuhun? Tapi umurku dan anak itu kan beda sedangkan Kyuhyun umurnya sama denganku.

Aku jadi bingung..

” Annyeong, Sungmin..” Kyuhyun menjatuhkan tasnya diatas kepalaku dan tanpa perasaan bersalah langsung nyelonong kekursinya.

Dia masuk!

Aku langsung berlari ketempatnya. ” Kau sakit, ya? Bagaimana kondisimu?”

” Aku hanya demam aja Sekarang sih udah baikkan.” Ia memandangiku sambil tersenyum. ” Kau khawatir, eh? Wah.. Aku terharu, lho..”

Aku langsung menatapnya kesal. Wajar kan kalau aku khawatir? Habisnya dia yang meminjamkan kemejanya padaku hingga akhirnya dia yang harus tepar karena demam.

” Apa salah kalau aku khawatir?” Tanyaku bete.

Ia tertawa pelan. ” Nggak salah, justru itu bagus. Itu artinya meski hanya sedikit, kau sudah ada perasaan kepadaku. Kalau begini sih tinggal hitungan waktu kau bisa kudapatkan.” Ucapnya penuh percaya diri.

Lagi- lagi ngomong begitu!

Ah, tunggu! Anak itu juga mengatakan hal seperti ini, kan?

” Apa kau pernah datang ke dojo kami tujuh tahun yang lalu?”

Kyuhyun menatapku sejenak lalu mengalihkan pandangannya. ” Aku nggak ingat. Selama beberapa tahun belakangan ini aku nggak tinggal di Seoul.”

Ah, berarti bukan Kyuhyun orangnya, kan..

” Memang kenapa?” Tanyanya lagi.

Aku menggeleng. ” Nggak ada apa- apa.” Jawabku sambil berjalan kembali ke tempat dudukku.

Bukan Kyuhyun. Lalu siapa?

Kalau bukan Kyuhyun.. Lho? Kenapa aku merasa kecewa begini?

Kyuhyun dan anak itu.. Anak itu dan Kyuhyun. Siapa mereka berdua sebenarnya? Aku benar- benar bingung.

Ada banyak kesamaan antara mereka. Tapi juga terlalu banyak perbedaan yang membuatku ragu pada mereka berdua. Apa aku sedang dipermainkan, ya? Mungkin saja.

” Jangan terlalu jauh berpikir, Sungmin.” Gumam Jong Woon yang masih asyik sendirian ditempat duduknya. ” Kalau sudah waktunya, kau pasti akan tahu kenyataannya.” Tambahnya lagi.

Aku mengangguk paham. Iya, semoga saat itu cepat datang.

_Sungmin pov end_

0o0o0o0o0o0o0

_Kyuhyun pov_

Ini hari terakhir Sungmin menjadi pesuruhku. Apa rencanaku berhasil? Harusnya iya. Aku sudah merencanakan semua ini sejak bertahun- tahun yang lalu.

Kumasukkan sebuah surat ke dalam kotak surat di depan dojo keluarga Sungmin.

Masih jam enam pagi.

Sungmin, ini adalah surat ketujuh yang akan kuberikan padamu, Sungmin. Dan seperti janjiku dulu. Kau akan menjadi milikku.

_Kyuhyun pov end_

~TBC~

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UTOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu di Beranda.

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About azuhra

Hi... :) I'm just a little girl in a big world. I'm Indonesian. Nice to meet you all. I heart you all. Oh, i forget it, i'm moslem. and i'm not a terorist!!! there's no moslem is terorist. terorists aren't moslem. ^^

Posted on 1 Februari 2011, in AUTHOR, KATEGORI, Super Fanfiction and tagged , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Hihihihi 😄 *cengar-cengiri sendiri*
    Aduhhh Kyuhyun sampe segitunya demi mendapatkan Sungmin, aku mau dong :* *digaplo* LOL

    Gak sabar nunggu lanjutannya, ceritanya seru🙂

  2. huwaaa..
    makin seru..
    penasaran ma isi surat kyuhyun..

  3. sungmin kau akan jadi milikku (?)
    #gubrak .
    Gombal cekali ck~ hahah🙂

    kyu kyu , min min
    kyumin :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: