[FF/S/1/PG] Can You Love Me??? (part 1)

TITTLE : CAN YOU LOVE ME???

AUTHOR : aLma_cchu

CAST : Lee Taemin a.k.a Taemin/Taeminnie

Lee Donghae a.k.a Donghae/Hae

Myuu Ki

SUPORT CAST : All SHINee member

LENGTH : Series

GENRE : Family, Friendship, Romance

RATING : PG

Ini alurnya maju mundur,, jadi maaf ya klo ngebingungin^^ haha

Happy reading chingu~

 

“Hae-oppa~ kita main menikah-menikahan. Aku jadi pengantin wanitamu dan Hae-oppa jadi pengantin priaku” pinta Myuu manja sambil bergelayun di tangan Donghae. Ya, itulah ucapan polos gadis kecil berusia 6 tahun kepada Donghae yang jauh berjarak 6 tahun darinya.

“Taemin bagaimana, Myuu? kita main yang lain saja ya!” sanggah Donghae lembut.

Walaupun dia berjarak jauh 6 tahun darinya dan Donghae adalah seorang laki-laki, ia tetap dengan senang hati menjaganya. Lee Taemin adalah adik laki-laki Donghae satu-satunya dan Myuu Ki adalah tetangganya. Mereka bersama sejak kecil bahkan sejak Taemin dan Myuu ki baru lahir. Donghae sangat menyanyangi Myuu Ki, ia sudah menganggap Myuu Ki sebagai adiknya juga.

“Taeminnie,, kamu jadi anakku dan Hae-oppa saja, bagaimana?” jawab Myuu polos dan tampak berbinar-binar.

“ANDWAE~ aku tidak mau…” tegas taemin, tampaknya marah.

“Taeminnie~ aku mohon~” pinta Myuu memelas *puppy eyes*

“Hae-hyung~ aku tidak mau menjadi anak kalian (lagi)” Taemin memohon juga pada hyungnya denagn wajah memelas.

“Kalian ini, dongsaengku… jangan ribut seperti ini. Siapa yang mau mengalah? Taemin,, atau Myuu?” ucap Hae bijak sambil mengelus kedua kepala saeng-saengnya.

Myuu tampak memakai jurus mautnya, wajah memelas, mata berkaca-kaca dan akhirnya mengeluarkan beberapa butiran-butiran air matanya. Ya, itu senjata ampuhnya untuk membuat Taemin mengalah.

“Ya,, Baiklah… Aku jadi anak.” Taemin akhirnya mengalah. Tak tahan melihat raut wajah Myuu yang seperti itu.

“Jinjja???, Hyaa~ Taeminnie gomapta… Kamu memang anak perempuanku yang cantik” Myuu memeluk Taemin, seraya ia benar-benar menganggap taemin itu anak perempuannya (?).

“Lepaskan! aku bukan anak perempuanmu!” sanggah taemin kasar, melepas pelukan Myuu dan menjauh.

“Ahh, Hae-oppa… Anak kita kenapa ya?” dengan polosnya ia berkata itu pada Donghae.

Donghae hanya tersenyum melihat tingkah saeng-saengnya.

“Aku lupa,, aku mau pulang dulu mengambil sesuatu…” Myuu berlari menuju rumahnya, entah apa yang mau ia ambil.

“Taemin,, kau kenapa hanya duduk di sini? tidak menikmati permainan ini?”

“… ti,, tidak hyung- aku baik-baik saja…” jawab taemin terbata

“Mianhae… Taemin…” ucap Donghae, mengusap halus punggung Taemin, dan menebar senyum yang dapat menenangkan adiknya.

“Ini dia…” Myuu tiba-tiba datang mengageti, sambil  menunjukkan apa yang dibawanya. Sebuah ikat rambut dan jepitan berbentuk kupu-kupu berwarna kuning.

“Untuk apa itu Myuu?” Tanya Donghae heran.

“Untuk taeminnie kita oppa…” jawab Myuu polos.

Taemin terlihat kesal dan hanya mengalihkan pandangannya. Supaya tak terpengaruh oleh wajah memelas Myuu yang selama ini adalah kelemahan taemin.

“Minnie~” panggil Myuu manja, seraya memainkan jepitan itu ke arah taemin. Taemin hanya sedikit menghindar dan berlindung di balik punggung Donghae.

“Yya-, Myuu, jangan begitu… kasian Taemin. Dia kan bukan anak perempuan. Kamu saja yang pakai” Dongahae mengambil jepitan yang ada di tangan Myuu dengan lembut, tak tertinggal senyum yang selalu menebar dari bibirya. Myuu balas tersenyum tapi malah menyembunyikan jepitannya belakang badannya, mundur selangkah, memiringkan badabnya ke kiri dan akhirnya berhasil menarik taemin.

“Hyaa~ minnie,, pakai ini ya! aku mohon~” lagi-lagi Myuu memasang wajah memelasnya.

Entah ada sihir apa yang merasuki tubuh taemin, membuatnya begitu saja mengangguk. Membiarkan sepasang jepitan kupu-kupu kuning melekat di rambutnya. Tentu saja Myuu hanya melompat-lompat kegirangan. Ia merasa Taemin memang lebih cantik seperti ini. Tak lupa ia membangga-banggakannya pada donghae. Donghae hanya tersenyum manis melihat tingkah lucu saeng-saengnya. Taemin yang mencibirkan bibirnya kesal dengan tingkah Myuu tapi tidak bisa berbuat apa-apa, Myuu yang selalu memperlakukan taemin seperti perempuan tampak senang dengan hasil make over-nya terhadap taemin.

Donghae mengambil ponsel cameranya, secara diam-diam ia memotret Taemin dan Myuu. Mereka terlihat sangat bahagia. Donghae menyukai itu. Tidak ingin membuat salah satunya terluka.

 

“Nahh, Myuu… bagaimana kalau kita gantian,,” ucap Donghae tiba-tiba.

“Mwo??” tanya Taemin dan Myuu bersamaan.

“Ne,, gantian- Kamu tetap jadi pengantin wanita,, dan yang menjadi pengantin laki-laki… Taemin.”

Ucapan Donghae benar-benar mengaggetkan Myuu. Raut wajahnya berubah. Tampak cemberut dan terlihat ingin sekali menolak. Taemin hanya diam tak bergeming.

“bagaimana??” tanya Donghae memastikan.

“ANDWAE~ SHIREOYO~ Aku tidak mau!” teriak Myuu tiba-tiba.

“kenapa Myuu? inikan hanya main-main. Kita harus bergantian. Biar aku yang menjadi pendampingmu.” jelas Donghae halus.

“TIDAK MAUU!!” lagi-lagi Myuu teriak.

“Sudahlah hyung,, aku juga tidak mau pura-pura menikah dengan dia… nanti aku setiap hari di suruh pake pakaian wanita lagi (?)” ledek Taemin berusaha mencairkan suasana.

“Aku juga tidak mau menikah denganmu! Taemin jelek!!” Myuu mulai ‘terpancing’ dengan ledekan Taemin.

“issh,, kau yang selalu memperlakukanku seperti anak perempuan,, mana mau donghae oppa menikah denganmu!” tegas taemin semakin menjadi meledek Myuu.

“Kaunya saja yang memang sudah seperti perempuan”

Donghae bingung harus berbuat apa bila saeng-saengnya sudah menjadi-jadi seperti ini. Ya, ini salahnya memancing keadaan yang semula baik-baik saja. Tapi memang tak di duga sebelumnya.

“Sudah.. sudah… Mianhae… aku minta maaf, aku kan hanya ingin bergantian dengan Taemin. Biarkan dia merasakan pura-pura menjadi pengantin priamu Myuu…” jelas Donghae di sela-sela pertengkaran saeng-saengnya.

 

“ANDWAE~ Ingat ya Oppa, dan Kau Lee Taemin… AKU TIDAK AKAN PERNAH MAU MENIKAH DENGANMU LEE TAEMIN…”

 

***

 

~Myuu POV~

“Hahaha… Kau masih saja mengingatnya Minnie…” godaku pada Taemin yang sedang mencibirnya bibirnya.

“issh,, Berhenti memanggiku ‘Minnie’ >,<” sepertinya aku sukses membuat taemin ngambek. Taemin masih saja mencibirkan bibirnya. Aku hanya terkekeh kecil melihat sikap taemin.

Ya,, kami sedang bernostalgia kenangan 6 tahun yang lalu waktu umur kami masih 6 tahun, sekarang kami sudah kelas 6 SD. Hae-oppa kelas 3 SMA, jadi sudah jarang menemani kami bermain. Aku tau pasti dia sangat sibuk mengurusi tugas sekolahnya dan juga untuk menghadapi ujian kelulusan dan ujian masuk perguruan tinggi.

Kami duduk di bangku taman tempat kami sering bermain dari dulu. Suasana tampak hening sejenak. Taemin masih saja mengalihkan wajahnya dariku. Ia memainkan kakinya mengayun-ayunkan seperti bermain ayunan.

“Taeminnie…” panggilku tampaknya mengageti ia yang sedang melamun.

“Mwo?” tanyanya mengerutkan keningnya.

” -hm…  apa kita dengan Hae-oppa bisa seperti dulu? Aku… Aku…” ucapku sedikit ragu-ragu.

“Kau masih menyukai Hae-hyung ya?” Pertanyaan taemin membuatku tambah gugup.

Aku hanya mengangguk pelan, aku tau taemin pasti mengerti. Karena selama ini memang hanya dia yang mengerti keadaanku. Aku tau jarak umurku dan Hae-oppa terbilang cukup jauh, tapi apa daya. Dari dulu aku menyukainya, entah kenapa, mungkin selama ini hanya dialah yang selalu menjagaku. Senyumnya sangat membuatku senang. Sikapnya yang tenang dan dewasa juga sangat membuatku nyaman berada di sisinya. Mungkin,, karena aku tak punya sosok seorang ayah yang dapat membuatku tenang kala aku galau, mendekapku kala aku menangis, menasehatiku kala aku berbuat salah, dan selalu menyemangatiku dalam keadaan apapun.

Tapi akhir-akhir ini Hae-oppa tampak menghindariku. Membuatku berpikir keras apa aku tanpa sengaja telah membuatnya marah. Walau bila bertemu atau berpapasan dia tetap memberi senyum termanisnya padaku, tapi tetap saja aku tak tenang bila seperti ini.

“Heii~ kenapa kau jadi bengong begitu?” Taemin mengibas-ibaskan tangannya di depan wajahku dan memandangku bingung. Wajahnya mendekati wajahku, jarak wajah kami kurang lebih mungkin hanya sekitar 7 senti.

Aku mengedip-kedipkan mataku kaget, wajah taemin terlalu dekat. Membuatku kaget dan refleks mendorongnya menjauh.

“Yya~ apa yang kau lakukan?” jujur Taemin membuatku kaget.

“issh,, tapi kau tak perlu mendorongku sekeras itukan!” marah taemin “lagian kau yang bengong seperti itu…” lajut taemin menatapku kesal.

“ahh,, Minhae Taeminnie~” sesalku sambil membantunya bangun. Tapi taemin menepis tanganku.

“Aku bisa bangun sendiri…”

Aku hanya diam dan menundukkan kepala. Sepertinya taemin masih memandangku dengan tatapan kesal.

“Myuu, Taemin, apa yang kalian lakukan?” Tanya seseorang tiba-tiba, ahh, rupanya Hae-oppa.

Aku hanya tersenyum. aku senang sekali Hae-oppa mau menghampiriku duluan, walau yaa, tentunya karena ada Taemin pula. Tapi aku tetap senang.

“issh,, kenapa kau senyam-senyum sendiri seperti itu?” tanya taemin masih kesal dan menghampiri Hae-oppa.

“a- aniyo-” jawabku terbata.

“Hyung,, Kau tidak les? tadi umma menyuruhku untuk tidak mengganggumu untuk latihan piano dalam dua bulan kedepan”

“ahh, Ne… Gwenchana Taemin-ah,, nanti kita tetap latihan… bulan depan kau ada kompetisi kan?”

“Tapi hyung, nanti umma marah padaku…”

“issh,, aku di kacangin…” ku potong ucapan taemin, mereka memandangku bingung.

“Anni- bukan begitu Myuu…” selah hae-oppa. Dan tersenyum padaku.

“hehhe,, gwenchana oppa, aku becanda” aku senang melihat senyumnya padaku. Membuat jantungku berdebar kencang, huhh rasanya jantungku seperti ingin lompat keluar dari rongga dadaku.

“Hyung,, tadi kan aku tanya, kau tidak les? nanti umma dan appa marah…” omel Taemin, ahh… mengganggu saja Taemin ini, tidak tau sikon yang tepat.

Aku memandang Taemin sinis. iss-mengganggu-saja-kau-taemin. Tapi taemin malah tertawa sinis. Sepertinya ia sengaja ingin mengganggu aku yang baru saja ngobrol dengan Hae-oppa.

“Ne,, Taemin-ah… Myuu,, aku pergi dulu ya, annyeong~” pamit Hae-oppa sambil mengusap lembut kepalaku dan menebar senyum manisnya seperti biasa.

“Ne, annyeong oppa~” mengangguk kepalaku dan melambaikan tanganku padanya yang baru saja berlalu.

issh,, aku mengalihkan pandanganku pada taemin. Memandangnya kesal. Tapi taemin malah mengacuhkanku dan terkekeh kecil.

Ahh, aku jadi ingat sesuatu, ada yang ingin aku bicarakan dengan Hae-oppa.

“…ahh, Hae-oppa!!” panggilku, Hae-oppa belum terlalu jauh perginya.

“Mwo, Myuu?” Hae-oppa menghentikan langkahnya.

Aku berlari menghampirinya, tidak memperdulikan taemin yang sedari tadi menyebalkan sekali tampangnya.

“…Oppa,, boleh aku memohon sesuatu padamu???”

“Mwo??”

“Hm… Hae-oppa bilang kalau cerpenku berhasil dimuat di majalah, oppa akan mengajakku ke taman bermain. Apa itu boleh ku tagih?” tanyaku sedikit ragu.

“Cerpenmu berhasil dimuat Myuu?” tanya Hae-oppa seperti tak percaya.

“Ne, oppa…” jawabku malu-malu.

“Yya~ tapi kan aku bilang aku akan membacanya dulu sebelum aku tepati janjiku…”

“…Tapi, oppa…” belum sempat menjelaskan tapi oppa sudah memotong ucapanku.

“Baiklah,, setelah aku membacanya… kita bertiga akan ke taman bermain..Hebatnya saengku…” ia mengusap-usap halus kepalaku.

ehh, tapi nanti dulu, bertiga??? dengan taemin?? ahh… tidak! aku kan hanya ingin berdua dengan Hae-oppa, kenapa harus dengan taemin yang menyebalkan itu. Tidak sudi dan tidak boleh!. aku hanya dapat bergerutu dalam hati. menggigit bibir bawahku menahan kesal.

Hae-oppa pamit pergi dan berlalu hilang dari pandanganku.

Kini pandanganku ku alihkan pada taemin yang tampaknya terkekeh dengan ucapan Hae-oppa, Dia tau jelas bahwa aku hanya ingin pergi dengan Hae-oppa tapi, Hae-oppa malah meminta pergi bertiga dengan taemin juga. iss, menyebalkan.

Aku pandang taemin sinis, dia makin terkekeh.

“Hei,, Myuu! kenapa dengan wajahmu? tampak panik begitu…” taemin makin meledek dengan ucapannya.

“Issh,, kenapa Hae-oppa harus mengajak kau juga? kau tak boleh ikut~”

“Hehh?? Yang mengajakku itu Hae-hyung,, kau saja yang bilang kalau tidak mau aku ikut…” timbal Taemin.

“Hahh… Kau ini menyebalkan sekali>,< pokoknya kau tak boleh ikut!!”

Ahh, aku memakai jurusku saja memohon padanya dengan wajah memelasku. gumamku dengan dalam hati.

“Taeminnie,, aku mohon~ tak maukah kau membiarkan aku pergi berdua dengan Hae-oppa? Taeminnie, kau kan teman baikku, aku mohon~”

“issh,, kau kira aku taemin 6 tahun lalu yang lemah akan wajah melasmu itu., kau tidak akan bisa pergi berdua dengannya. hahha…” ledek taemin semakin menjadi dan tertawa sinis.

Aku hanya cemberut kesal, aku sebal sekali dengan sikap taemin yang seperti ini.

“Hehh… Myuu Ki, lagian sebenarnya yang kau khawatirkan itu kita pergi bertiga atau…” taemin mencubit kedua pipiku.

“… cerpen itu??” lanjutnya dengan menaikan satu alis matanya, raut wajahnya benar-benar memperlihatkan kalau dia benar-benar sedang meledekku. eh?? tapi nanti dulu… Cerpen??? oh, iya.. isi cerpen itu kan tentang Hae-oppa, bagaimana kalau ia benar-benar membacanya?? hyaaa~ ottokhae?? >,<

“issh,, benarkan kau tidak menyadarinya. kau pikir aku tak tau isi cerpenmu. Ingatkah kau kalau kau meminta aku yang mengedit sebelum kau kirim ke penerbit??”

“ahh… aku lupa…” aku mulai gelagapan dan jadi tak tenang.

Taemin hanya terkekeh melihat betapa gelagapannya aku, double gelagapan.. yang pertama karena harus pergi ke taman bermain bertiga dengan taemin, huhh padahal aku hanya ingin berdua dengan hae-oppa. Dan yang kedua,, isi cerpen itu sangat-sangat memperlihatkan kalau itu tentang hae-oppa.

“Hyaa~ Ottokhae??? >,<”

 

***TBC***

==========================================================================================

Maaf ya klo cast ini2 aja yg aku pake🙂

cz susah lagi nii klo mau diganti :p

jangan bosen2 ya :DD hahha

Makasih udah baca🙂

jangan lupa COMMENT ya sehabis baca!!

 

^^arigatChuu~

********************************************************************************************************************

©2011 S3FFIndo

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

 

About aLma_chuu 貴久

Aku ga polos,, tapi selalu dianggap kya anak kecil,, hm... mungkin karena sangat ceroboh T,T

Posted on 5 Februari 2011, in Alma_cchu, AUTHOR, KATEGORI, SHINee Fanfiction and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 24 Komentar.

  1. Annyeong Cha Yeon imnida
    Critanya Mirip2an Kayak film sitcom-nya taemin dehh ,nie crita mirip Taehee Haegyo Jihyun…kekeke tapi bagus kok thor ^^;;
    Daebak!

  2. Taemin Oppa kasian…di cuekin mulu sama Myuu Ki kalo main bertiga…😦
    ntar Taemin Oppa nyari cewek lain aja deh buat di ajak main….hehe!
    Nice FF author!!!😀

  3. Aa seru!! Myuu akhirnya sama tetem apa sama hae?Tapi kalo sama hae umurnya jauh bgt,
    next part ditunggu^^

  4. seru ditunggu lanjutannya..^^

  5. kasihan Taem-oppa dicuekin mulu sama Myuu…
    cup-cup sini oppa sama aku *tarik oppa* /plaak😀
    nice ff…di tunggu lanjutanx admin..^^

  6. Weww,kereenn .. Tapi kasian taem di cuekin Mulu ih ..

  7. Seru bgt admin…
    Ksian si tetem sewaktu kecilnya….

    Ntar jadiannya pasti sm taemin kan…?
    Trus hae oppa sm cwe seumuran dy…
    Betul gk?

  8. kayanya seru xD
    lanjut yaaa~
    tapi harusnya loncat ke smp min, sd mah masih ga berdosa (?) hehe

  9. hwaaa.. bagus banget >< Taemin-ah, hwaiting!! jgn2 dia yg suka ya? *nebak2* part2 nya ASAP dong..^^

  10. ckckckck…….kasian taeminie

  11. maibhie_prince

    crta fffx ky di film2…
    tp kshn jg ssi taemin…
    untgx sj dya pngrtian…🙂

  12. jd pingin jatuh cinta lagi…hehee….

  13. Hahahaha
    lucu sx ni ff.
    Ank 6 taun dah tw nma’a cinta.
    Xixixi
    myuu genit bgt c,, ska ma yg lbh dwsa.
    Gk kra” bda’a ampe 6taun..
    #aq ngri..
    Ck.

  1. Ping-balik: [FF/S/5/PG-15] Can You Love Me??? (Part 5) « SHINee Super Shinki FF Indo

  2. Ping-balik: [FF/S/6/PG-15/] Can You Love Me??? part 6 « SHINee Super Shinki FF Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: