[FF/S/7/PG] Seven Years Of Love – End

Title : Seven Years Of Love

Author : Kim Taena Athena-Liyuuko

Lenght : Chaptered [7/7]

Rating : STRAIGHT/ PG – Memungkinkan terjadi tindakan yang tidak cocok dengan anak-anak

Cast :: KyuMin, YeWook, EunHae and Kim Young Woon

Genre :: Romance

Disclaimer :: Semua karakter hanya milik yang maha kuasa. Ceritanya aja yang punya author.. :3

~~~~~~~~

Aku hanya tersenyum.

” Heyo Lee Sungmin! Apa dia cowok yang kudengar berhasil mengalahkanmu dan menjadikanmu pesuruhnya?” Seruan seseoran membuat kami terhentak.

Aku menoleh, kutatap seorang cowok berbadan besar berdiri tak jauh dari kami dengan beberapa temannya yang juga berbadan besar. Siapa dia? Aku nggak kenal.

” Young Woon? Ada perlu apa kau?” Tanya Sungmin ketus.

Cowok yang sepertinya bernama Young Woon itu melotot menatap Sungmin. ” Jadi cowok berbadan kurus itu yang mengalahkanm?”

Apa? Kurus! Yang dia maksud aku, ya?

” Bukan urusanmu.” Ucap Sungmin lagi sambil melangkah dan berdiri dihadapanku.

” Sungmin, siapa dia?” Tanyaku pelan.

” Salah satu dari banyak orang yang menantangku dan kalah.”

Young Woon menatap kami kesal. “Kau!” Ia menunjuk kearahku. ” Ayo lawan aku!” Tantangnya dengan galak.

” Jauhi kami, Young Woon! Jangan ikut campur!” Bentak Sungmin lagi tak kalah galak.

Aku sepertinya mengerti ada apa disini.

” Kau sudah kalah Lee Sungmin. Diam saja kau!” Balas cowok berbadan besar itu.

Aku tersenyum sambil menarik Sungmin kebelakangnku.

Tentu Sungmin nggak terima diperlakukan begitu. Tapi kutahan dia agar tetap berdiri dibelakangku. ” Kau diam saja disini. Aku nggak mau melihatmu terluka atau melawan orang seperti ini.”

” Dia kuat, lho.”

” Tapi dia pernah kau kalahkan. Dan aku mengalahkanmu. Aku jauh lebih kuat darinya kalau begitu.” Aku maju beberapa langkah mendekati cowok itu.

Ia juga maju.

Dengan cepat ia menarik lenganku dan membuatku melayang bebas diudara.

_Kyuhyun pov end_

_Sungmin pov_

Aku tertegun menatap Young Woon yang dengan mudah menarik tubuh Kyuhyun. Kyuhyun melayang diudara.

Aakh! Dia akan dibanting dengan sempurna!

Kulihat Kyuhyun dengan gesit memutar tubuhnya dan berhasil mendarat dengan sempurna ditanah.

Dia.. Memang hebat..

Young Woon menatapnya marah dan terus melancarkan serangan- serangan karatenya. Kyuhyun menghindar dengan gesit. Sama seperti melawanku dulu, dia hanya menghindar dan disaat yang tepat di baru akan membalasnya, kan?

Young Woon terdesak. Sepertinya ia sudah kelelahan.

Perasaanku nggak enak, nih.

Tiba- tiba anak buah Young Woon maju dan mengepung Kyuhyun. Aku tersentak menatap mereka semua. ” Curang! Kalian curang!” Aku hendak berlari ketempat mereka. Tapi seruan Kyuhyun menghentikanku.

” Sudah kubilang kau diam saja disana!” Bentaknya kesal. ” Aku baik- baik saja, Sungmin!”

Aargh, tanganku rasanya gatal sekali ingin melawan mereka.

Perkelahian terjadi. Bukannya pertarungan antar dojo. Ini benar- benar perkelahian Kyuhyun dengan para karateka berbadan besar dari dojo Young Woon. Aduuuh.. Aku benar- benar nggak tahan melihat itu semua! Aku ingin ikutan! Tapi Kyuhyun pasti marah.

Kenapa aku takut Kyuhyun marah?

Brugh! Seorang terjatuh dan mendorong tas Kyuhyun kearahku. Isi tasnya berhamburan.

Disaat begini bukan saatnya ribet sama tas. Aku langsung merunduk dan dengan cepat memasukkan segala sesuatu yang ada berhamburan kembali kedalam tasnya. Namun tanganku memegang sesuatu yang membuatku kaget.

Kartu pelajal Cho Kyuhyun.

Disitu terlulis. Tanggal lahir : 3 Februari 1988.

Eh? Dia nggak seumur denganku. Berbeda dua tahun. Ia seumur dengan Wookie. Tunggu! Anak itu juga kan, nggak seumur denganku tapi seumur dengan Wookie.

Aku menatap kearah Kyuhyun yang masih asyik berkelahi. Jadi mereka memang satu!

Sepuluh menit berlalu. Akhirnya kawanan Young Woon berhasil tumbang semua.

Kyuhyun berlari kearahku dan langsung menarikku pergi dari tempat itu. Ia berlari dengan cepat. Kulirik wajahnya yang masih bersih tanpa luka. Hanya seragamnya saja yang berantakan.

Akhirnya kami berhenti saat sudah berada semakin dekat dengan dojo keluargaku.

” Wow.. Aku merasa senang bisa mengalahkan mereka. Aku memang kuat.” Sombongnya sambil hendak mengambil tasnya.

Aku menarik tas itu sambil menatapnya serius. Kyuhyun balas menatapku. ” Kau kenapa?”

” Kyuhyun. Jawab aku, berapa umurmu?”

Kyuhyun terdiam sejenak. ” Ng.. Tujuh belas tahun.”

” Bohong!” Seruku. Kuambil kartu pelajarnya dan kuarahkan kepadanya. ” Kau lebih muda dua tahun daripada aku, kan? Sekarang usiamu lima belas tahun! Seharusnya kau masih kelas satu SMA! Kenapa kau sudah kelas tiga?”

” Kau.. Sudah tahu?” Wajah Kyuhyun berubah serius.

” Kau dan anak tujuh tahun yang lalu itu.. Sama, kan?”

Kyuhyun tersenyum.

” Kau juga yang mengirimiku surat- surat itu, kan?”

Kyuhyun tetap tak menjawab.

” Cho Kyuhyun.. Kau yang_” Belum sempat aku bertanya, Kyuhyun mengunci bibirku dengan ciumannya.

Dia melumat bibirku. Aku berusaha memberontak. Namun lengannya yang kuat langsung menahan tubuhku dan memegangiku hingga aku nggak bisa bergerak.

Aku menyerah! Kubiarkan cowok itu mempermainkan diriku. Kubiarkan dia terus menciumku bahkan aku tetap diam saat ia mulai meyusupkan lidahnya dan memaksaku membuak mulutku.

Kenapa aku hanya diam?

” Kyuhyun.. Aku sesak..” Bisikku terengah- engah sambil mendorong dadanya.

Kyuhyun berhenti menciumku dan menatapku lembut. ” Aku mengikuti kata- katamu tujuh tahun yang lalu. Dulu kau meremehkanku hanya karena aku lebih muda darimu. Kau bilang, kalau aku kembali tujuh tahun lagi, baru kau akan melawanku.” Kyuhyun melepaskan tubuhku sambil terus menatapku dalam.

Aku nggak bisa mengalihkan pandanganku dari matanya. Dari tatapan teduhnya.

” Kau tahu, aku terus berlatih selama tujuh tahun ini. Aku yakin, kau juga akan semakin kuat. Jadi aku memikirkan tak tik agar kau bisa kujatuhkan. Lalu, aku pikir lagi kalau hanya mengalahkanmu, itu nggak akan merubah posisiku. Aku nggak mungkin menambah usiaku. Jadi aku bertekad belajar lebih giat agar aku bisa setara denganmu. Dan aku berhasil. Aku loncat dua kelas dan bisa berada diposisi yang sama dengamu.” Jelasnya dengan lembut.

” Kenapa kau ingin berada diposisi yang sama denganku?” Tanyaku pelan.

Kyuhyun menepuk kepalaku lembut. ” Karena dengan begini, aku nggak akan merasa malu berada disisimu. Bukankah dulu aku pernah bilang. Aku akan mengalahkanmu dan menjadikanmu milikku. Kalau aku nggak berada diposisi yang sama denganmu, itu semua akan sia- sia.”

” Kau merencanakan ini selama itu?”

” Tujuh tahun.” Kyuhyun tertawa kecil. ” Aku menerima tantanganmu tujuh tahun yang lalu dan aku menang. Aku sengaja mengirim tujuh surat untukmu. Setiap satu surat kuibaratkan satu tahun lamanya aku menunggu. Aku bahkan nggak bisa menulis apapun untuk kuceritakan selama satu tahun itu. Surat terakhir adalah surat ketujuh yang berarti tujuh tahun aku menunggumu, adalah ungkapan dari semua perasaanku. Aku sudah bersabar selama ini, Sungmin.. Hanya untuk mendapatkanmu.”

Aku mengalihkan pandanganku.

Hatiku bergetar mendengar setiap kata- kata yang diucapkannya. Dia mencintaiku sampai seperti ini? Aku pasti orang yang paling beruntung di dunia ini..

” Kau tahu apa yang kuucapkan saat kau pertama kali menjadi pesuruhku dulu?”

Aku kembali menatapnya. Aku ingat. Enam hari yang lalu, ia mengatakan sesuatu yang nggak kudengar dikelas. ” Apa?” Tanyaku. Jantungku berdegup keras.

Kyuhyun membuka mulutnya dan membentuk beberapa suku kata tanpa suara.

Dari jarak sedekat ini, aku bisa dengan jelas membacanya.

Sa-rang-hae.

” Aku benar- benar mendapatkanmu kan?” Ia nyengir menatapku.

Aku tersenyum kecil. Mataku berkaca- kaca namun aku nggak menangis. Sungguh cengeng kalau aku menangis karena hal ini.

Kyuhyun langsung memelukku lagi sambil mengecup kepalaku lembut.

Sentuhan bibirnya kembali membuat wajahku memanas. ” Apa aku boleh menjawab sesuatu, Kyuhyun?”

” Kau tentu harus menjawabnya!” Suaranya berubah tegas namun terdengar lembut untukku.

Aku melepaskan pelukannya dan menatap matanya sambil tersenyum. Ia memandangiku bingung. Dengan satu gerakan kutarik wajahnya dan mencium bibirnya untuk beberapa saat.

Kyuhyun merangkul pinggangku dan kami tetap begitu selama beberapa saat sampai akhirnya aku melepaskan bibir mungilnya dan tersenyum menatap cowok itu. ” Kau sudah tahu jawabanku.”

Seulas senyuman bahagia terkembang dibibir Kyuhyun yang merah. ” Aku tahu, kok!” Serunya senang sambil kembali memelukku erat.

Aku balas memeluknya. Kini, aku sudah menjadi miliknya. Kau benar- benar sudah kalah Lee Sungmin…

END

 

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Berikan komentar.

– BACA READ FIRST terlebih dahulu di Beranda.

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION

About azuhra

Hi... :) I'm just a little girl in a big world. I'm Indonesian. Nice to meet you all. I heart you all. Oh, i forget it, i'm moslem. and i'm not a terorist!!! there's no moslem is terorist. terorists aren't moslem. ^^

Posted on 11 Februari 2011, in AUTHOR, Freelance Author, KATEGORI, Super Fanfiction and tagged , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. happy ending *plok plok plok*

    kyu keren..
    bisa ngalahin youngwoon dkk..

  2. Annyeong onnie!
    hehe… aku Cho Seoryun! dongsaengmu…
    Aah… sudah kubilang ff na slalu bgs…😀

  3. bagus ceritanya author..
    sampe gak bisa ngomong apa2 lagi & cuma bisa nganga sambil cengar-cengir, hihihihi….

  4. happy ending ~
    terharu🙂 xixi~

    jadian juga akhir’a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: