[FF/1S/PG] LOVE SURPRISES

Title                     : Love Surprises

Penulis                 : ArNy KIMTaemin

Genre                   : Romance

Rating                  : PG15 yang paling bawah jangan dikira macam-macam yah..)*author ditampar reader*

Length                 : 1SHOOT

Main Cast            : [YOU] Lee Sunny—[SHINee] Choi Minho

Minor Cast          : [AUTHOR] Kwon Hyerin—[SHINee] Lee Jinki

A/N                      : Hey!! ALL! Saya kirim FF lagi nih dan ini adalah FF lama saya. Smoga suka yah.. ngomong-ngomong, author ikutan nimbrung nih! Hehehe, biar gini-gini author juga mau ikutan eksit dong~~*dicekek reader* Kekekek~ eits! Jangan marah-marah ama author dulu! ingat! ini kan hanya fiksi semata~~(sama ajae, yang penting author ikutan ngeksit*digorok*). Kembali ke soal cerita, anggaplah Sunny itu adalah nama kamu (reader), okey. Maaf klo byk typo, INGAT! Author jg manusia.. hahahaha*diBOM*

WARNING                   : HEY! NOT FOR SILENT READER!!!! THE READERS MUST GIVE COMENTS ! BE A GOOD READER, OKEY!!

Ok, Happy Read All~~

***************************************

pasangan terakhir, Lee Taemin dan Shin Minrin..” Sunny menepuk-nepuk tangannya dengan perasaan bangga.

“Wah, hebat kamu Sun, udah 36 orang kamu comblangin. Saran aku nih ya, lebih baik kamu buka BC aja,” Hyerin, sahabat karib Sunny mengajukan saran yang tiba-tiba terpikir dibenaknya kepada Sunny.

“BC?” mata Sunny menyipit menatap Hyerin yang duduk diseberangnya. “Apaan tuh?”

“Biro Comblang!” ledek Hyerin tertawa yang langsung disambut dengan pelototan mata Suny serta dengusan kecil gadis berumur 19 tahun itu.

“sialan kamu, Hyerin!” timpal Sunny kesal. namun Hyerin terus tertawa cekikikan.

Sunny memalingkan pandangannya kearah lain. Siang itu, suasana kantin sekolahnya sepi. Soalnya, memang sudah jam pulang sekolah. namun cuaca kantin yang sejuk karena angin yang berasal dari taman sekolah didepan kantin, dapat menenangkan perasaan Sunny yang sedang kesal karena capai mengikuti pelajaran tadi. saat ini, ia dan Hyerin, sedang duduk mengobrol dikantin sekolah mereka.

saat usai bel sekolah berbunyi tadi dan Suny baru keluar dari kelas, ia langsung menyeret Hyerin kekantin karena ingin memakan jajangmyeon kesukaannya yang sudah sangat lama tidak dicicpinya itu karena selama seminggu kedepan ia sakit flu.

“lama sekali sih, jajangmyeonnyaa,” gerutu Sunny tidak sabaran sambil memegangi perutnya sendiri. “duh, lapar sekali, nih!”

“sabar dong Sun.. nanti juga datang, kok,.. dan begitu datang nanti langsung deh kamu bisa sambar semuanya sampai perut kamu meletus !” timpal Hyerin. Gadis itu memang sudah menebak apa yang akan dicerocosin sahabatnya itu jika tentang makanan yang selalu dipesannya, makanya ia cepat-cepat mencari jawabannya. Ia selalu merasa heran pada satu temannya itu. setiap kali memesan makanan belum hanya satu menit Sunny sudah menggerutu kesal dengan berkata, “kenapa lama sekali sih?!” seperti tadi. tapi memang itulah Sunny. Gadis bertubuh mungil itu memang suka sekali makan tapi entah kenapa tubuhnya tidak pernah gemuk.

5 menit kemudian, dua mangkuk porsi besar jajangmyeon sudaj mendarat diatas meja Sunny dan Hyerin.. Sunny memandangi makanan itu dengan pandangan tidak sabar untuk mencicipinya. Namun tiba-tiba, keningnya berkerut. “lho? Kok jajangmyeonnya ada 2, sih? Terus porsinya kenapa besar sekali?” Protes Sunny, mengingat bahwa tadi ia hanya memesan porsi sedang seperti biasanya dan hanya satu mangkuk tidak lebih. Dan seingatnya, tadi Hyerin juga tidak memesan apapun karena gadis itu beralasan masih kenyang dengan makanan istirahat tadi yang dimakannya sendiri. ia berpaling pada Hyerin, “Kamu mesan juga tadi, Hye?.. kok seingatku, tadi saat kutawari kau tidak mau, ya?” lanjutnya bertanya.

Hyerin menggeleng. “tidak. Aku kan sudah bilang kalau aku masih kenyang..”

“lalu siapa yang mesanin porsi jumbo begini?”

Kali ini Hyerin mengangkat bahu, “entah.. mana aku tahu..”

Sunny semakin mengerutkan keningnya, lalu pandangannya beralih pada seorang wanita setegah baya yang merupakan penjual kantin sekolahnya serta yang barusan membawa jajangmyeon kemejanya, “Adhjumma, salah ngasih pesanan, nih.. saya tadi Cuma mesan satu porsi dan ukuran biasa, kok..” kata Sunny mengingatkan.

Sunny mengerutkan keningnya ketika melihat wanita setengah baya itu hanya tersenyum, “Oh.. tidak dik.. ini memang pesanan untuk adik. Tadi ada seseorang yang sengaja memesankan untuk adik porsi besar sebanyak 2 mangkuk.. bahkan, ini ada pesannya.. ada kartunya di samping mangkuk.” Ucap ibu itu menjelaskan, sembari mengulurkan sebuah kartu ke Suny. Sunny menerimanya dengan semangat dan tersenyum, “kamsahamnida, adhjumma..”.

namun setelah ibu kantin itu beranjak pergi, Sunny malah membiarkan saja kartu itu tergeletak diatas meja. Dia lebih memilih untuk melahap jajangmyeon kesukaannya dulu.

“siapa yang ngasih kartunya, yah, Sun?” tanya Hyerin penasaran.

Sunny mengangkat bahu, “entah. Buka aja. Paling juga ucapan dari terima kasih dari salah salah satu pasangan yang berhasil aku comblangin.” Ujar Sunny pede. Sedangkan Hyerin hanya manyun mnedengar kepercayaan diri temannya itu yang begitu besar. dengan semangat ia lalu meraih kartu didepannya dan segera membuka kartu ungu yang harum itu. ia membaca isinya didalam hati.

“OMO!!” Hyerin berseru kaget. “SUN! SUN! Ini berkah!”

“berkah apaan? Aku dapat uang?  Aku, kan, bukan mak comblang profesioanal yang musti dibayar. Tapi…, boleh juga sih kalau ada..” cerocos Sunny sambil tetap melahap jajangmyeonnya.

“Bukan.” Hyerin menggeleng cepat. jarinya menunjuk-nunjuk kertas itu. “ ada namja yang suka sama kamu…”

Sunny langsung tersedak ! Hyerin buru-buru bangun dari kursinya dan menepuk-nepuk bahu Sunny.

“Uhuk.. uhuk.. mana, coba aku lihat?” sambil terbatuk-batuk Sunny langsung merebut kartu ungu itu dari tangan Hyerin. Dibacanya isi yang tertera dilembar dalam kartu itu yang ditulis dengan tulisan tangan miring. Terlihat rapi dan indah.

To : My Princess, Sunny..

Aku suka sama kamu, Sunny,

Benar-benar suka sampai mataku tak bosannya untuk menatap wajah cantikmu,

Selama ini aku selalu memperhatikanmu dari jauh,

Karena itu aku ingin mengajakmu jalan-jalan..

Kuharap kau mau..

_Surprise From Love_

Sunny tertegun. lalu sebuah senyum kecil terukir manis dibibirnya.

“Ha Ha Ha… bercanda nih orang..” ujar Sunny lalu seolah tak terjadi apapun, ia kembali melahap jajangmyeonnya lagi.

Hyerin mengerutkan kening untuk berfikir. kemudian ia bertanya lagi pada Sunny, “Jadi gimana?”

“gimana apanya? Ngajak jalan-jalannya” Sunny tertawa. “gimana aku mau pergi, orang ngajaknya juga tidak jelas, dimana dan kapan.”

“iya yah…” Hyerin mengangguk-angguk mengiyakan pendapat Sunny. Sementara Sunny masih melahap jajangmyeonnya, Hyerin malah menciumi kartu ungu itu sambil tersenyum, “ orang yang ngirim ini benar-benar niat nih.. sampai kartunya wangi begini.. dia pasti suka sekali sama kamu, Sun,”

Sunny hanya melongos dan mengangkat bahu. Ia tidak bisa menjawab karena kebanyakan mengunyah jajangmyeon dimulutnya.

**

“cepatan, dong, Hyerin!” tukas Sunny sambil terus melangkah buru-buru, sementara Hyerin yang berjalan dibelakangnya dengan satu tangan gadis itu ditarik oleh Sunny, hanya memasrahkan dirinya diseret dengan sahbatnya yang saat ini sangat menyebalkan itu.

Begitu keluar dari puntu gerbang, mereka berdua  berpapasan dengan seorang cowok yang tampak sedang terburu-buru sekali, dan,

BRUK !!

Mereka bertabrakan.

Hanya Sunny yang terjatuh karena berjalan didepan Hyerin, sedangkan Hyerin hanya terkesiap berdiri dibelakangnya. “Sun, kamu tidak apa-apa?” tanya Hyerin khawatir, menepuk-nepuk bahu Sunny. Sunny menggeleng dan dengan sekuat tenaga ia bangkit berdiri kembali dari jatuhnya, sebab lututnya tadi sedikit tergores kerikil tanah.

“Sorry.. sorry.. maaf, aku tidak sengaja. Maaf, yah..”

Sunny mengangkat wajah, menoleh keasal suara yang entah kenapa terasa familier ditelinganya itu. ia terkesiap. OMO !!! batinnya.

Laki-laki itu juga tampak terkejut ketika melihat wajah Sunny dan juga Hyerin disamping gadis itu. “Eh, kalian? Hy~Sunny… hy~Hyerin.”

“Minho-oppa !” Hyerin berseru tiba-tiba, dengan melangkah melewati Sunny. Nada suaranya terdengar riang. Hal itu membuat Sunny menelan ludah.

‘ternyata aku memang tidak salah lihat. Laki-laki dihadapanku ini memang Minho-oppa !’ batin Sunny. Ia berusaha memalingkan wajahnya kearah lain. Ini nih.. sifat dia yang paling dia benci selalu muncul disaat-saat setiap kali bertemu dnegan Minho. Nervous !

Bagaimana tidak? Ok. Kita kembali. Mari kita perdalam tentang seorang Minho lebih dalam lagi. Terutama bagi Sunny. Minho. Choi Minho. Cowok  bertubuh tinggi dengan kulit putih dan berwajah tampan merupakan salah satu model paling terkenal di Korea. ia mempunyai banyak fans yang fanatic, tak jarang di sekolahpun sama. Flaming charismanya dan matanya yang indah dengan warna coklat kehangatan selalu membuat para siswi di sekolah klepek-klepek padanya. Hal itu pula yang terjadi pada diri Sunny. Gadis itu sudah sangat lama menyukai Minho. namun ia belum pernah berani untuk menyatakannya kepada Minho yang lebih tua 2 tahun darinya. Minho merupakan murid kelas 3 SMA SEIREI dan Sunny murid SMA SEIREI kelas 1 tahun ini.

Sosok Minho yang selalu berkharisma terlihat menarik dimata Sunny. Cowok yang super sibuk karena jabatannya sebagai ketua OSIS juga ketua Paskibraka sekolahnya itu berhasil membuat Sunny klepek-klepek dan bisa sampai menangis jika melihat wajahnya. Bukan menyeramkan, hanya saja Sunny bisa tidak tahan memandangi wajah Minho yang tampan, walau hanya melihatnya dari jarak jauh sekalipun.

Seluruh gadis selalu terkesima kepada Choi Minho, bahkan sampai dengan guru-guru perempuan di SMA SEIREI sekalipun. nah itu dia.. itu dia alasan kenapa Sunny tidak pernah berani menyatakan rasa sukanya pada Hyerin. Ia selalu berfikiran bahwa ia tidak mungkin dapat bersaing dengan banyak cewek lainnya yang juga menaruh hati kepada senior cowok tampan di sekolah mereka. cowok yang saat ini sudah berada tepat dihadapan Sunny. >//<

Minho bagaikan sebuah bintang di langit angkasa yang bersinar paling terang. dan disekeliling Minho terdapat banyak sekali planet-planet indah yang saling berebut mendekati Minho. sedang Sunny? Sunny merasa ia seperti hanya sebuah kerikil yang ada pada permukaan bulan. sangat jelek.

sekarang ini, Sunny mendengar Hyerin dan Minho yang sedang mengobrol. Tapi dia tak ikut mengobrol. Hanya diam berdiri disamping Hyerin yang malah bersemangat berbincang-bincang dengan Minho. Sunny yakin sekali, kalau sahabatnya yang manis dengan warna kulit lebih coklat dari kulit perempuan Korea pada umumnya itu akan betah bicara sampai 24 jam FULL tanpa henti jika sudah berbicara dengan seorang Choi Minho. yah, Hyerin memang salah satu dari fans sejatinya Minho.

Merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, Sunny ingin sekali membekap mulut Hyerin yang terus saja bicara itu dan apabila berhasil, segera membawa kabur gadis itu pergi bersamanya menjauh dari Minho. tapi sayang, Sunny tak mungkin melakukan hal itu. selain karena rasa takut yang menghantuinya karena Hyerin akan memberikan ‘bom atom’ dari mulutnya kepada Sunny, Sunny juga akan merasa tidak enak dengan Minho. ia bisa dianggap gadis tidak sopan oleh pria itu.

Sunny mencoba memalingkan wajahnya kearah lain, namun tiba-tiba saja matanya bertemu dengan mata Minho. jantungnya langsung berdegup cepat bagai ada aliran listrik yang merambat lancar di tubuhnya ketika Minho melemparkan senyum manis kearahnya. sangat manis.. >//<. Kemudian, dengan sangat susah payah –karena terlalu gugup- Sunny mengukir senyum diwajahnya, balas melemparkannya kepada Minho, walau dengan sangat ‘me-nyu-sah-kan’ !

Hyerin melirik Sunny dan mengerutkan keningnya karena mendapati gadis itu sedang berpaling wajah kembali. Ia baru sadar kalau Sunny sedari tadi diam membisu.

Merasa tidak enak pada Minho, Segera disikutnya lengan Sunny.

“Sun.. sun !” panggil Hyerin dengan nada agak keras agar Sunny mendengar panggilannya.

Untungnya, Sunny langsung terkesiap dan menoleh kepada Hyerin. Sementara itu Hyerin menunjuk Minho dengan dagunya.

Sunny ingin mengeluarkan suaranya tapi wajah Minho yang begitu manis dimatanya membuat tenggorokannya langsung tercekat. Ia tak dapat mengeluarkan sepatah katapun. Hyerin yang melihat kelakuan sahabatnya itu langsung mendengus kesal.

“ kalian berdua baru mau pulang, yah? Kok, tumben lama?” tanya Minho akhirnya membuka perbincangan dianatar ketiganya kembali.

“Ha Ha Ha… Iya, nih.. tadi si Sunny minta ditemanani kekantin. Katanya sih mau makan jajangmyeon kesukaannya itu.. biasa..” kata Hyerin sambil menyikut kembali lengan Sunny yang tidak bisa menjawab karena nervous. “Iya, kan, Sun?”tambah Hyerin bertanya pada Sunny.  Sunny tidak menjawab. Minho tampak mengangkat satu alisnya , heran melihat sikap Sunny. Sedang Hyerin yang melihat itu semua langsung berdesah pelan, ‘MATI KAU, LEE SUNNY, NANTI DENGAN TANGANKU!!’

Hyerin tak menyerah. Di gotyag-goyangkannya lagi bahu Sunny. “Sun.. Sun.. SUN !” sampai akhirnya Sunny tersentak sangat kaget. Hyerin mengira sepertinya Sunny sedang melamun barusan sampai kaget seperti itu.

“Eh.. ee, i-iya,…ba-baik…”

Hyerin menatap bingung sahabat perempuan disampingnya itu yang akhirnya baru bisa mengeluarkan suara. Baru bisa menjawab.

Sementara itu, Sunnny hanya terlihat menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal dan Hyerin langsung menggeleng-gelengkan kepala karena merasa aneh dengan tingkah Sunny yang sangat kaku.

sementara Minho—lagi-lagi— hanya tersenyum manis menatap kedua sahabat yang aneh itu.

“Sunny.. sunny..” gerutu Hyerin dalam hati.

**

_Besoknya_

Apa kabar my princess?

Kuharap kau baik-baik saja.

Karena jika kau baik-baik saja, aku akan senang . senang sekali sampai ingin melompat..

Karena aku maish bisa melihat senyummu..

Senyum itu..

Kau tahu, senyum itu adalah senyum terindah yang sangat kusuka.. senyum paling indah yang kulihat..

Mungkin kau agak kaget dengan surat-surat yang kukirimkan belakangan hari ini padamu..

Tapi, percayalah.. bahwa aku tidak ada maksud untuk menyakitimu atau menganggumu..

Aku hanya ingin mengungkapkan isi hatiku selama ini tentangmu..

Karena, aku sudah tidak tahan lagi untuk menyimpan semua perasaan kasih dihatiku ini pada seorang gadis..

Dan gadis itu kau..

Tapi selama ini aku tidak pernah berani untuk mendekatimu ..

Sebab, kau terlihat menghindar dariku..

Jujur, aku sedih..

Apakah kau tahu bahwa kau adalah yang paling berharga bagiku?

Senyummu selalu tersimpan jelas dimemori otakku..

Karena senyum itu, bagaikan matahari yang selalu membangunkanku dari setiap keterpurukanku..

Kaulah matahriku, Sunny..

Dan sekali lagi aku hanya bisa bilang..

Saraghae..

_Surprise From Love_

Sunny melipat kartu hijau yang terlihat cantik dengan butir-butir perak dipinggir sisi kartu yang harum itu. ia menghela napas lelah dan merebahkan kepalanya diatas meja belajarnya dikelas. Dipejamkannya mata sejenak. berusaha menetralisir otaknya yang lelah. Pikirannya sudah kalut dengan pelajaran-pelajaran susah sebelum istirahat siang dikelasnya tadi, sekarang pikirannya bertambah berfikir gara-gara kartu itu datang lagi. Kartu itu.. kartu yang si pengirimnya adalah orang yang mengiriminya kartu saat dikantin kemarin..

Sunny mengangkat wajahnya. Ia mengedarkan pandangan matanya ke seluruh penjuru kelas XIPA2. Sunny baru sadar, Ternyata dia sendirian dikelas. Semua teman-teman sekelasnya sudah pada keluar untuk melakukan kegiatan sibuk mereka masing-masing. makan, minum, ke perpustakaan.. ah, semuanya terasa menyenangkan.. namun Sunny tidak dapat melakukannya.. ia menjadi mengeluh sendiri ketika mengingat bahwa tubuhnya sudah tidak dapat berjalan keluar lagi.

Ah, mungkin ini lebay. Lebih tepatnya, Sunny merasa capai sehabis melakukan lari stimer dipelajaran olahraga tadi. tubuhnya sakit semua. Seakan remuk rasanya. Karena itu ia lebih memilih untuk beristirahat saja dikelas.

“Hyerin kemana, sih? Beli bakpau ayam kok lama sekali?” gerutu Sunny sambil menopang dagunya.

“Sunny-Nuna!”

Sunny menoleh keasal suara. seorang anak kecil (Sunny tahu bahwa itu adalah seorang murid SD yang bersekolah di SD dalam naungan yang sama dengan SMA nya, yakni SD SEIREI namanya) menyodorkan sepaket bunga mawar putih padanya. Sunny manyatukan alis. “apa ini?”

“ini bunga.. untuk Sunny-Nuna !”

“Huh?? Da-dari siapa?”

“dari seorang namja tampan disekolah ini..!”

Mata Sunny membelo. “apa maksud anak kecil ini? Jangan-jangan.. maksud nya “laki-laki tampan itu adalah… teman anak SD ini yang peringkat kelasnya sama.. jadi yang memberikan bunga iniuntuknya adalah anak SD???

HUUH?? Apa-apaan itu?

Sunny cepat-cepat menggeleng. Ah, tidak.. tidak mungkin seperti itu !

Ini hanya halusinasi dia yang berlebihan saking tubuhnya terasa sangat lelah.

“Nuna tidak mau nengambilnya?” anak laki-laki SD itu bertanya lagi, dan Sunny yang baru menyadari kembali kalau anak laki-laki itu menyodorkan bunga kearahnya langsung mengambil bunga itu meskipun dengan perasaan yang tidak enak. Tapi ia berusaha tersenyum. ini kan hanya anak kecil. pikirnya.

“terima kasih,” kata Sunny dan anak laki-laki SD itu tersenyum. kemudian tanpa berkata apapun lagi ia langsung keluar dari kelas Sunny. Sementara itu Sunny segera menaruh bunga itu disisi pinggir meja. Baru saja saat ia akan merebahkan kepalanya lagi keatas meja, seorang anak perempuan kecil (SD juga dari seragam sekolah dan lambang didada kiri seragamnya) masuk kekelas Sunny sambil membawa dua paket bunga mawar putih.

Sentak Sunny mengangkat kepalanya. Ditatapnya penuh kebingungan anak perempuan kecil tersebut.

“Nuna.. Sunny-Onnie, kan?”

Sunny menjawab dengan gagap. “i-iya..”

“ini..” anak menyodorkan bunga mawar putih tadi kepadanya. ” ini bunga untuk Onnie, ..” tambahnya sambil tersenyum manis.

Sunny terpaksa menerima bunga itu.. lagi.. kali ini bunganya ada sebanyak 2 paket. “Ini… dari siapa?”

“seorang laki-laki tampan yang mencintaimu..” jawab anak perempuan kecil itu dengan senyum yang tak kunjung lepas dari wajah mungilnya.

“Huh?” bego Sunny.

Tanpa menghiraukan Sunny yang sudah membeku dengan mata belonya, perempuan  kecil itu langsung keluar dari kelas Sunny meninggalkan Sunny sendirian lagi. Sunny memandangi kedua paket bunga itu bergantian selama 10 detik kedepan, dan…

“ini untuk Onni !”

Sunny langsung menoleh ke arah pintu kelas, dan pada detik ke-15 dia menghela napas berat.

Sepasang anak SD, laki-laki dan perempuan, berdiri berdampingan dihadapannya sambil memegang sebuah paket bunga ukuran besar. besar sekali sampai membuat Sunny menganga lebar. bahkan  terlalu lebar.  (?) “setinggi pohon!” batin Sunny.

“dari laki-laki tampan.. dan mencintaiku.. lagikah?”

“iya Onnie!” “iya, Nuna!” jawab kedua anak itu secara bersamaan. Sunny tertawa kecil. “benar-benar..” geramnya.

“ini ditaruh dimana, nuna?”

“ah disitu saja.. didekat lemari..” perintah sunny dan kedua anak itu mengikuti kata-katanya. Sunny berfikir, biarlah bunga itu ditaruh didekat lemari. Meskipun ia tahu bahwa semua teman-teman dan gurunya nanti akan melihati bunga itu dengan heran.. biarlah.. ia hanya akan menjawab punyanya.. untuk apa musti malu..toh, kalau menolak bunga itu sama saja menolak rezeki kan??..XD

Setelah kedua anak itu keluar kelas, Sunny mengarahkan tatapannya hanya pada pintu kelasnya. Mewanti-wanti apakah masih akan ada muncul lagi anak-anak SD lainnya yang akan membawakansebuah benda sama. Setelah 5 menit memandangi, Sunny mengelus dadanya. Ternyata sudah tidak ada. Hanya 4 orang anak SD dan 4 paket bunga.

Sunny kembali memandangi ketiga bunga mawar putih yang tergelatak manis di atas mejanya. Ia mengambil sebuahnya dan diciumnya..”harum sekali…”

Sunny mendapatkan sebuah kartu pink cantik dan wangi disisi dalam bunga itu. diraihnya kartu tersebut dan dibaca isi didalamnya.

“Hai, My Princess, Sunny..

Bagaimana?

Apa kau suka?

Aku harap kau suka..

Bunga-bunga ini smeua untukmu..

Cantik tidak?

Menurutku bunga yangkukirim ini sangat cantik..

Meskipun begitu

Tak bisa mengalahkan kecantikanmu lagi..

Karena kau lebih cantik..

4 bunga mawar putih cantik untuk seorang gadis cantik ..

Terimalah hadiahku ini..

_Surprise From Love_

Sunny perlahan mengulum senyum. Diam-diam, perasaannya merasa senang sendiri. entah kenapa ia merasa suka diperlakukan seperti ini.

“benar-benar tipe cowok yang sangat romantis,” gumam Sunny sendiri sambil menopang dagu tersenyum puas. Ditatapnya bunga yang sedang dipegangnya. Ia memeluki bunga itu. entah kenapa, perasaannya tiba-tiba saja menjadi senang. Ah tidak. sangat senang lebih tepatnya. Sunny bahagia mengetahui bahwa di dunia ini ada seorang laki-laki yang benar-benar mencintainya sampai seperti itu. semua yang dilakukan laki-laki misterius itu terasa sangat romantis bagi Sunny. Dan Sunny menyukai hal itu.

Sunny hendak bangkit dari duduknya karena ia ingin ke kamar mandi, namun… tiba-tiba saja dirinya tertegun. Matanya terbuka lebar. matanya terpaku pada sesosok manusia bertubuh tinggi yang menggenakan seragam sekolah SEIREI. Sosok itu sedang berdiri bawah pohon rindang di taman SMA SEIREI. Ia tidak sendiri disana. Nah, ini dia! Ini dia yang membuat kening Sunny langsung berkerut kasar.

“Hyerin?” ucap Sunny pada dirinya sendiri menyebut nama sosok itu. ditaman halaman SMA SEIREI, Hyerin sedang berbincang-bincang dengan seorang laki-laki yang berdiri dihadapannya. Jarak mereka sangat dekat.

SREEET!!

Hati Sunny langsung terasa teriris sewaktu melihat 2 orang itu. ia membungkam mulutnya dengan menggunakan telapak tangan kanannya sendiri. ia tidak percaya ini..

Tiba-tiba Sunny mendapati sosok laki-laki di hadapan Hyerin itu—yang baru saja mengalihkan pandangannya kearah jendela kelas XIPA2—menatap kearahnya. sentak Sunny langsung memalingkan wajahnya kearah lain.

“sedang apa Hyerin bersama Minho-oppa?” pertanyaan itu terus berputar dikepala Sunny. Membuat tubuhnya yang beberapa menit belakangan tadi sudah agak terasa enakan, kini malah terasa sakit lagi. Ada benda berat berton-ton rasanya yang menimpa pundak Sunny. Kakinya lemas begitu saja. Sekarang, Sunny benar-benar merasa kepalanya pusing. dengan berusaha segala tenaga yang tersisa. Sunny berjalan menuju kantin sekolahnya. ia butuh segelas air dingin untuk mendinginkan otak serta hatinya sudah terasa panas.

**

Sunny melengos masuk kedalam mobilnya. Siang ini ia dijemput oleh Lee Jinki, kakak laki-laki semata wayangnya. Saat dijalan Sunny masih ingat sikap Hyerin yang kegirangan sambil gigit jari ketika melihat Jinki menjemput dirinya. Sunny selalu tertawa setiap kali memikirkan sikap gregetan sahabatnya itu setiap kali bertemu dengan kakaknya, Jinki. Sunny heran sampai sekarang, kenapa sih sahabatnya yang jelas-jelas cantik + bertubuh tinggi langsing seperti model itu bisa jatuh cinta pada kakaknya? Yah memang sih.. Jinki itu imut. Sangat imut malahan. Sunny mengakuinya. Tapi disamping sikap keimutan Jinki itu, orang-orang tak akan menyangka bahwa Lee Jinki sering sekali bersikap bolot. (*DIjewer Jinki + MVP*)

Hehehe.. yah itu kekurangannya. Tapi, lebih daripada itu, Jinki mempunya sikap yang bagus juga kok. Ia sangat baik, penuh perhatian, dan bijaksana- mungkin Karena itu Jinki terpilih menjadi ketua dalam setiap kelompok organisasi yang diikutinya-

Mencomblangi? Yeah…. Sunny pernah berfikir untuk mencomblangi Hyerin dengan Jinki. tapi percuma. Kakak lelakinya sudah mengetahui semua trik-trik jitu adiknya. Yang lebih tepatnya, Jinki tidak mau dicomblangi. Ia lebih memilih untuk mencari pasangannya sendiri dalam arti memilih perempuan sendiri untuk menjadi pendamping hidupnya nanti. lagipula,menurut Jinki, Hyerin masih terlalu kecil.

“Tumben diam aja…,” ujar Jinki saat mobil tengah melaju dengan kecepatan sedang dijalan raya kota Seoul. Ia menoleh sekilas ke Sunny yang relihat sedang berfikir.

Sunny tersadar dari lamunan. “Hah? Ooooh.. aniyo…. cuma lagi malas ngomong aja… Oh, yah.. ngomong-ngomong, tumben Oppa menjemputku. Apa tidak ada latihan kelompok pecinta alam lagi kali ini ?”

Jinki menggeleng. “tidak.. hari ini kami libur sampai 2 hari kedepan..” jawab Jinki datar.

“Ooh..” gumam Sunny kemudian, lalu pandangannya berpaling ke luar jendela lagi.

**

Besoknya sabtu pagi yang cerah, Jinki berlari pagi mengajak Dubby, anjing peliharaannya. Dubby menggonggong keras ketika melihat seseorang naik sepeda dan menaruh sesuatu didepan pagar rumah. Dubby hendak mengejar sipengendara sepeda itu, namun Jinki memegang kuat tali yang mengikat leher Dubby. Jinki tidak sempat melihat siapa pengendara sepeda tadi. ia lalu berjalan sampai didepan pintu pagar dan diambilnya suatu benda yang diletakkan sipengendara tadi. setangkai bunga mawar putih dan sebuah kartu pink sekarang ada ditangannya dan dipandangi Jinki dengan tatapan bingung.

“Keren sekali.. sampai ada tetesan embunnya..” Jinki terpesona melihat bunga yang segar dan embun membasahi kelopaknya. Dia membaca sebuah kalimat yang tertulis di cover kartu pink yang harumnya wangi itu. ia tersenyum saja ketika selesai membaca tulisan itu,

To : My Princes, Sunny

**

“Ya ampun!” Sunny refleks mundur kebelakang selangkah serta mengelus-elus dadanya sendiri. “Oppak kagetin aja, sih?!” ia menggerutu kesal sembari memukul bahu Jinki. Jinki hanya senyum-senyum tidak jelas. Alis Sunny menjadi terangkat satu melihat ekspressi kakaknya yang tampak seperti seperti orang yang baru saja menang loterai atau mendapatkan kekasih baru.

“Oppa salah makan, yah, tadi pagi? Ngapain senyam-senyum begitu seperti orang gila saja..”

PLETAK !

Satu jitakan berhasil melayang dikepala Sunny. Sunny meringis.

“tidak sopan mengatai Oppa-mu ini orang gila..” gerutu Jinki yang langsung memenyunkan bibir Sunny. Gadis itu hanya mengelus-elus kepalanya yang terasa sedikit sakit karena jitakan tadi. “iya.. iya.. maaf..” katanya akhirnya.

“Oh, ya.. ini ! ada kiriman bunga untuk kamu..”

Sunny tertegun menerima bunga dan kartu yang disodorkan kakak laki-lakinya itu.

“dari siapa, oppa?”

“Your Prince !” jawab Jinki singkat dengan senyuman.

Sunny semakin tertegun mendengar jawaban yang keluar dari mulut Jinki. cepat-cepat ia melihat lembar bagian depan kartu pink itu. kemudian dia mendesah.

‘Lagi-lagi.. ‘kiriman’..” gerutu Sunny.

“Cieeeeh… cieeh…” Jinki menggoda Sunny sementara Sunny langsung mendengus pelan.

“congrats ya !” seru Jinki. “ nah, sekarang kita sarapan dulu, deh.. Ja ! ^,^ “

‘’Tunggu !” Sunny menahan langkah Jinki yang hendak menarik dirinya dengan satu gerakan tangan pertanda, “STOP”. “aku tutup pintu kamarku dulu..”

Jinki menunggu Sunny menutup pintu kamarnya. Setelah itu ia segera melingkarkan tangannya di bahu Sunny. Sunny membiarkan saja Jinki menuntunnya menuju ruang makan.

Sementara itu, sambil berjalan, Sunny tidak dapat juga berhenti memikirkan kartu pink tadi. beberapa menit yang lalu, saat membacanya, Jantung Sunny seakan berhenti berdetak walau hanya sedetik. Setelah itu jantungnya berdetak kencang lagi. Namun lebih kencang lagi.

Selain itu, Sunny juga suka sekali bunga mawar putih. ‘Tapi kenapa sipengirim bunga itu tahu yah? Dia tahu dari mana yah?’ Pertanyaan itu terus terlintas dan menganggu benak Sunny. Saat sudah sampai di  meja makan dan baru saja duduk dikursinya yang biasa—sementara Jinki sibuk mengambil beberapa makanan dari dapur untuk menu makanan mereka pagi hari itu—, hati-hati Sunny membuka kartu pink itu dan membaca isinya.

Sunny terkejut bukan main !

“OMO ! teriaknya tak percaya sambil membungkam mulutnya sendiri yang ternganga lebar.

**

“Kwon ! Kwon ! Kwon Hyerin !…. gawat ! gawat !!! ini GAWAAAA~~TTTTT !! ” Sunny berseru dengan sebuah Handphone yang ditempelkan ketelinga kanannya. sedari tadi, Gadis itu terus melangkah mondar-mandir di depan ranjang tidur kamarnya. Usai sarapan bersama Jinki tadi, Sunny langsung melengos ke kamar dan menelpon Hyerin yang sudah diyakini oleh Sunny sebenarnya bahwa sahabat karibnya itu pasti masih tidur pada jam setengah 8 seperti ini.

“Apaan, sih, Sun? Kamu teriak-teriak seperti itu ! aku tidak tuli tahu!.. lagian.. gawat apanya? Barang kamu hilang? Apanya… Handphone, televisi, pakaian, sepatu sandal, atau pakaian dalam?” cerocos Hyerin panjang lebar tidak jelas.

Sunny berjanji, jika saja saat ini Hyerin ada dihadapannya, ia langsung menjitak kepaLa gadis itu. namun sayang,… jarak mereka hanya terpisahkan antara daerah namkkkk dengan daerah kkkkkkkkkkk. Tanpa mempedulikan cerocosan tidak jelas Hyerin lagi, Sunny langsung melanjutkan perkataannya, “bukan, Hye ! bukan ! ini lebih parah !”

“Huh? Apanya?? Kamu kehilangan rumah?? Kamu diusir dari rumah ama Jinki?? Atau jangan-jangan rumahmu kebakaran, yah??”

“Hye! STOP ! Please ! mendingan kamu cepatan cuci muka sana dikamar mandi, daripada kamu terus nyerocos hal-hal mengerikan seperti itu !”

“Huh?? Apa? Apa, Sunn? I… iya! Ini juga aku udah di….PRANG.. PLUK.. PRANG BRUK… PRARARAAAA~~NGGGGGG~~~TRUMPRRAAA~~~NGG~~~!!”

Terdengar suara tumpang tindih dari seberang telfon, membuat Sunny spontan menjauhkan ponsel dari telinganya. Dalam hati Sunny mengutuk sahabatnya sendiri yang mempunyai penyakit susah sekali bangun pagi.

3 menit kemudian, terdengar kembali suara Hyerin diponsel, Sunny buru-buru menempelkan ponselnya ketelinganya lagi.

“Aku sudah mandi nih..” sahut Hyerin membuat Sunny menganga. “Huh? Mandi?! Gila, kau! Baru 3 menit tadi, dan kau bisa mandi dalam waktu 3 menit? Ya ampun Hyerin, sepertinya kau sudah berhasil menaikkan rekor mandimu!”

“maksudmu?”

“dari 5 menit menjadi 3 menit! Bukankah itu hebat ?!!!!”

“seandainya saja aku ada disana, aku pasti akan melayangkan sebuah hadiah bagus kekepalamu, Lee Sunny !” gerutu Hyerin kesal.

Sunny cekikikan.

“Sudahlah, sekarang katakan saja dengan jelas, ada apa kau menelfonku pagi-pagi begini!”

“ya ampun Hyerin! Ini kan hari Minggu! Jadi boleh dong aku menelfonmu pagi2!”

“iya, siih… Tapiiiiiiii, JUSTRU KARENA HARI INI HARI MINGGU LAAAH~~! Kau kan tahu aku ingin tidur dengan puas seharian dikamarku setelah seharian kemarin tubuhku remuk gara-gara strip jam sialan itu!”

Sunny tertawa lagi mendengar ocehan sahabatnya itu, namun kemudian ia beralih serius. “eh, dengar-dengar.. sekarang saatnya serius!”

“serius apanya? Jinki-oppa mu sudah beralih pikiran, mau jadi kekasih baruku?”

“seandainya saja aku ada disampingmu, aku pasti akan menghadiahkan sebuah hadiah bagus dikepalamu Hye!”

Terdengar suara tawa Hyerin diujung telfon. “iya..iya.. baiklah, aku sekarang serius. Sekarang katakan, apa yang hendak kau katakan, Lee Sunny,” katanya. Sunny berdeham.

“kau tahu, tadi pagi aku menerima apa?”

“apa?”

Sunny menghela napas panjang. “lagi. Lagi-lagi kiriman bunga mawar putih yang indah dan harum, dengan sebuah surat berisikan tulisan to : My princess, Sunny..”

“OMOO~~!! dia mengantarnya sampai kerumahmu?!!” teriak Hyerin tidak percaya dari ujung telfon. “Owwh, bagaimana bisa?” teriaknya lagi menambahkan.

“ya mana aku tahu, Hye. yang jelas Jinki-oppa tadi menemukan kartu itu di depan pagar rumah kami, dan sekarang, yang ingin kudiskusikan denganmu adalah suatu masalah  yang gawat! Ini benar-benar gawat!:”

“HEEH? Oh yah? Memangnya masalah apa?”

“laki-laki itu mengajakku bertemu..”

“Huh? Serius? Dimana? Kapan? Jam berapa?”

“ditaman dekat sungai Han. Jam 4 sore, katanya..”

“ya ampun! Laki-laki itu ternyata benaran suka ama kamu, Sun! duh, senangnya yang lagi dipuja seorang cowok,”

“gimana nih, Hye? Gimana?”

“gimana apa nya? Kau takut? Ya ampun, Sunny! Masa seorang MC Sunny yang pemberani takut sih untuk ketemu sama seorang cowok yang cinta sama kamu?”

“itu dia masalahnya. Aku nervous, Hye! Kau, kan, tahu sendiri kalau aku tidak pernah diperlakukan istimewa seperti ini oleh seorang cowok. apalagi pakai acara kirim bunga dan  kirim kartu segala lagi.. misterius sekali….”

“Hahahahah! “ tawa Hyerin meledak. Sunny rasanya ingin sekali menjitak kepala gadis itu seandainya saja ia berada bersamanya sekarang. Nih, si Hyerin, bagaimana sih.. tertawa mulu dari tadi.. orang lagi serius-serius juga, eh dia malah ketawa.. Sunny terus menggerutu dalam hati.

“Hmm… Bukannya kau juga suka sekali pakai cara-cara misterius kalau nyomblangin orang, Sun? Karma atau berkah nih?”

“entahlah..” cuek Sunny.

“aku rasa berkah , deh, Sun. begini, loh… selama ini kan kau yang terus sibuk menjemput cinta orang lain.. mungkin udah saatnya sekarang cinta yang menjemputmu..”

“aduh! Mulai lagi deh puitisnya!”

“Ha Ha Ha! Ya udahlah! Tenang.. Kau tidak perlu takut. Dengar, Sunny. Aku yakin kau akan senang, kok, ketika bertemu laki-laki itu nanti. Yang penting kau tenang saja.. hanya itu yang kau perlukan.. atau apa perlu aku menemanimu? Kalau iya, aku tidak menyangka kau penakut juga..”

“penakut?” Sunny menyahut kaget. kemudian dia berkata lagi, “tidak usah! kau tidak usah temani aku !”

**

~Esoknya~

Minggu sore yang cerah. Sunny bergidik karena Suasana taman HAN terlihat sepi namun teduh dan menenangkan. Air sungai Han pun tidak keruh membuat siapa saja yang memandang pemandangan ini bahgaia hatinya. Perasaan damai, tentram. Sunny melirik jam tangannya. Masih jam 3.30 P.M. dia datang 3o menit lebih awal dari perjanjian.

Enggan duduk sendirian dibangku yang letaknya pada sisi pinggir sungai Han, Sunny memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar, menjelajahi daerah taman sungai Han yang sudah lama sekali tidak ia kunjungi. Sunny ingat terakhir kali dia kesini bersama kakaknya, Jinki, saat hari ultahnya yang ke 16. saat ini sudah berumur 17 tahun. Intinya, sudah hampir setahun lebih ia tak pernah jalan-jalan atau hanya sekedar melihat suasana taman Sungai Han juga sungai indah itu.

Saat ini, langkahnya sudah berada di area taman pohon Sungai Han. Cukup banyak orang disana yang sedang asyik menikmati udara sejuk dibawah pohon rindang.

“Uh! Kenapa laki-laki itu lama sekali sih? Apa dia lupa? Aish.. awas saja kalau dia sampai lupa! Dia sendiri, ‘kan yang buat janji, tempat, dan jamnya..” sambil berjalan, Sunny menggerutu, lalu diliriknya lagi jam ditangannya yang menunjukkan waktu saat itu. 15 menit lagi tepat jam 4 sore. ‘Hmm.. baiklah..” gumam Sunny, “ternyata masih baru 15 menit. Kalau begitu aku akan menungguinya lima belas menit lagi. Kalau sampai ia tidak datang juga, awas saja!” batinnya lalu ia melanjutkan langkahnya untuk berjalan kembali. Toh, dirinya masih punya waktu sebanyak 15 menit.

Lama-lama Sunny bosan juga menunggu sambil jalan-jalan. tapi kebosanannya segera sirna , karena matanya menangkap dua sosok yang sangat dikenalnya. Sunny cepat-cepat menyelinap di balik sebuah pohon rindang disampinya yang lumayan besar. matanya terbelalak. Ia menahan napas. Begitu terkejut serta juga merasa sangat sedih. Hanya dalam hitungan sepersekian detik, dunia terasa runtuh. Mulutnya yang menganga refleks dibungkamnya dengan tangannya sendiri. ia menatap nanar pada sosok Hyerin dan Minho, 2 sosok yang berdiri tidak jauh darinya dan saat itu tengah mengobrol berdua diantara pohon-pohon.

Dalam sejenak, pikiran dan emosi Sunny beradu.

Kok Hyerin jalan berdua sama Minho-oppa, sih?… Apa mereka tidak sengaja bertemu?… Atau mereka memang sedang berkencan berdua?…. Kencan?!… Apa mereka memang benar-benar kencan?… Tapi Hyerin, kok, tidak cerita padaku sih?… Kenapa?…. Kenapa…?…. Ini menyebalkan!…. Kok, Hyerin tega sih?!

Pikiran itu terus saja muncul dibenak Sunny. Gadis itu tiba-tiba memegang kepalanya. Menahannnya agar tidak jatuh, sebab ia merasa kepalanya seakan ditimpa oleh benda berat. Sangat berat. Ok, mungkin ini berlebihan. Karena Sunny memang bukan kekasih dari Minho. Meskipun selama ini hubungan mereka selalu baik, tapi Sunny terus saja merasa minder dan pada akhirnya ia juga tahu bahwa Minho tidak mungkin menyukainya. Tapi, lalu apa maksud semua ini? apa maksud kejadian yang dilihatnya saat ini. Hyerin juga mencintai Minho-Oppa kah? Dan apa Minho –Oppa juga mencintainya? Kalau memang iya, kenapa Hyerin tak pernah memberitahu dirinya?? bukankah ia adalah sahabatnya Hyerin?? Bukankah Hyerin tahu tentang perasaannya terhadap Minho-Oppa? Sunny menghela napas berat. Kalau memang seperti itu kenyataannya, kenapa Hyerin tidak memberitahu hal yang sebenarnya saja pada dia. Itu akan lebih baik daripada dirinya terus-terusan menaruh perasaan cinta pada sang pujaan hatinya itu yang otomatis akan membuat hatinya, walau sedikit, berharap untuk bisa menjalin cinta.

Kalau memang Hyerin dan Minho saling menyukai, ia ikhlas, kok. Ia tidak akan kenapa-kenapa. Asalkan mereka memberitahu perasaan mereka itu padanya. Tapi, Bukan dengan cara seperti ini.

Tak lama kemudian, segera Sunny mengambil ponselnya dari dalam tas sandang. Ia menekan angka 8. dan terdengar suara sambungan diujng telfon. Dipandanginya Hyerin dengan serius. ia ingin lihat reaksi sahabatnya itu jika dipergoki. Sahabat? Masihkah pantas Hyerin disebut sebagai sahabatku? Batinnya.

“Yeobseyo, Sunny-ah,” sapa Hyerin dengan nada riang di telfon.

Sunny mencoba mengatur napasnya. Juga jantungnya yang sedari tadi terus bedetak cepat dan tidak beraturan. “Yeobseyo, Hyerin.. kau.., ada dimana sekarang?”

“aku?…. ooh… aku lagi… ee… dirumahku lah.. dimana lagi? Kau kan tahu ini hari minggu, jadinya aku Cuma ingin beristirahat dirumah.. Oh, ya.. gimana? Kamu sudah bertemu dia belum?”

“dia?” dia siapa?”

“aish, laki-laki itu, lho~~.. princemu itu,” goda Hyerin, Sementara Sunny hanya merengut.

“belum. Aku belum bertemu dengannya. Saat ini aku masih dijalan. Sebentar lagi juga sampai…”

‘Ooh…”

“aku bosan nih juga nervous berat. Kau temani kau ngobrol sebentar yah, sampai aku ditaman ..”

“Eh?”

Sunny melihat Hyerin menolehi Minho sedikit lalu dnegan nada ragu-ragu ia kembali berkata, “ee.. ba..baiklah.. tapi., tidak apa-apa nih..?”

“tentu saja tidak apa-apa… kenapa harus kenapa-kenapa?…”

Sunny terus bicara sambil berjalan mendekati Hyerin dan Minho. Saat sampai, ia berdiri dibelakang tepat dibelakang mereka berdua. Dipegangnya bahu kiri Hyerin. Hyerin spontan menoleh dan tersentak. Ponsel ditelinganya hampir saja jatuh, kalau saja ia tidak segera menahannya. Minho yang juga ikut menoleh kebelakang Hyerin— sama seperti Hyerin— langsung tersentak kaget. tingkahnya jadi seperti orang kelagapan dan kebingungan.

Sunny menatap kedua orang di hadapannya bergantian dengan tatapan nanar dan air mata yang telah menggumpal disudut matanya. Hyerin dan Minho langsung bingung. keduanya sangat merasa tidak enak dengan tatapan Hyerin kepada mereka itu.

“ka.. kamu bohong, Hye,” ujar Sunny dengan nada terisak. Air matanya hampir jatuh. Ia tidak perduli lagi pada Minho yang melihatnya ataupun merasa malu lagi, itu tidak. Biarlah, toh sekarang tidak ada gunanya lagi.. pikirnya.

“Heeh? a.. aku.. aku sama sekali tidak bermaksud membohongimu, Sun! ma.. maksudku.. aku.. aku tuh.. aku Cuma white lie.. Cuma me..me.. aduh, gimana yah menjelaskannya..” ungkap Hyerin gelagapan seraya mengacak-acak rambut pendeknya yang sebahu. Gadis itu benar-benar merasa tidak enak pada Sunny, dan ia benar-benar bingung harus bagaimana caranya menjelaskan hal yang sebenarnya pada sahabatnya itu agar Sunny mengerti keadaannya. ia takut jika kata-katanya salah, Sunny akan semakin salah paham lalu membencinya. Tidak. Dia tidak mau itu semua terjadi.

Sementara itu, Minho yang merasa tidak enak dengan ekspressi kedua sahabat itu langsung mencoba menjelaskan sesuatu kepada Sunny.

“Sun.. dengar dulu. begini,..” ujarnya angkat bicara tiba-tiba namun tertahan karena Sunny sudah mengayunkan sebuah telapak tangan ke depan wajahnya. “tidak usah Oppa. Tidak apa-apa.. aku mohon, jangan ikut campur, ini urusan antara aku dan Hyerin saja,” sahut Sunny.

Mendengar itu, Minho langsung menggeleng kuat. “tidak. Ini juga urusan aku. karena.. “ Minho terdiam sebentar. Ia sadar sekarang, kalau ia tidak bisa menyembunyikan kenyataan dalam dirinya lagi. Ia harus mengakhiri semua kesalahan pahaman ini. ia tidak mau persahabatan kedua juniornya di sekolah itu rusak hanya gara-gara dirinya. hanya gara-gara perasaan Minho yang tak dapat ditangkap dengan benar oleh sepasang sahabat itu. “karena kalian berdua bisa salah paham begini, itu semua karena aku. mianhe Sunny-ah.. Hyerin-ah…”

Hyerin dan Sunny sama-sama menolehi Minho dengan gerakan kepala cepat.

“karena Oppa? Apa maksudnya?” tanya Sunny mengerutkan kening. Ia benar-benar bingung dengan perkataan Minho.

Minho malah tampak gugup sekarang. Bebarapa kali ia menggaruk-garuk kepalanya sendiri yang sebenarnya sama sekali tidak gatal. “kartu itu,”

“Kartu?” kening Sunny semakin berkerut. Sementara Hyerin langsung menggigit bibirnya sendiri.

“se.. sebenarnya… selama ini.. kartu ungu itu.. bunga mawar putih juga kartu pink itu.. semuanya itu.. adalah aku yang mengirimkannya untukmu..”

Sunny tertegun. Matanya membelo. Ia sama sekali tidak mempercayai apa yang barusan di denagrnya. ‘APAAA ?’ Batinnya tidak percaya.

“dan yang mau bertemu denganmu jam 4 sore di taman Sungai Han ini, itu juga aku. aku yang selalu mengirimimu surat dnegan berisikan, “My Princess Sunny” Minho terdiam sebentar lalu melirik Hyerin sekilas yang juga sedang menatapnya.”lalu, Hyerin… sesungguhnya, kami tidak punya hubungan seperti yang kau fikirkan, Sunny. Aku hanya meminta bantuan  darinya untuk mencari tahu tentang dirimu. Dan dia yang memberi tahuku bahwa kau sangat menyukai bunga mawar putih. aku yang melakukan semua itu. maafkan aku karena gara-gara aku kalian berdua sampai bertengkar seperti ini.. “ Minho menyudahi ucapannya dan akhirnya  menghela napas lega. Ia benar-benar merasa lega karena akhirnya perasaannya tersampaikan juga pada Sunny, gadis pujaannya yang sangat dicintainya sudah semenjak lama itu.

Hening. Untuk beberapa saat lamanya Sunny terdiam. Perlahan hatinya berangsur tenang. Segera dipeluknya Hyerin yang masih menggigit bibirnya sendiri. air mata mulai membanjiri pipi putih dan lembuit Sunny. ia menangis deras. Ia benar-benar menyesal karena telah sempat membenci sahabatnya sendiri. pasti Hyerin sangat terluka karenanya.

“Mi.. mianhe, Hyerin-ah,” ujar Sunny terbata-bata disela-sela isak tangisnya. Hyerin hanya tersenyum lembut dan membelai rambut Sunny. “kau sadar tidak, sih? Kalau Minho-Oppa itu cinta sama kamu. Dia benar-benar mencintaimu.. dan sekarang dia ingin mengajakmu jalan-jalan.. ngedate gitu.. dan aku tahu kau masih mencintainya, jadi kau harus mau! Arrae?” bisisknya di telinga Sunny.

Sunny ikut tersenyum lembut. Ia melepaskan pelukannya. Pipinya yang putih langsung merona. Malu-malu tapi perlahan ia sedikit tersenyum sumringah.

“sana cepat pergi jalan-jalan, sayang, ‘kan. Sudah sampai disini, tapi kalian tidak berkencan,”kata Hyerin dengan nada menggoda seraya melirik Sunny dan Minho bergantian. Sementara itu Minho dan Sunny hanya tersenyum malu-malu. Keduanya seakan tidak berani menatap wajah satu sama lain lagi. “sudah cepat sana!” Hyerin beralih pada Minho disampingnya, “Hyerin -Oppa! Pokoknya kau harus menjaga sahabatku yang baik dan cantik ini, Ok! Awas saja jika kau menyakitinya! Kau harus menepati janjimu padaku disaat kau memintaku untuk membantuimu kemarin lalu. Kau mengerti kan, Oppa?”

“arrae!” kata Minho mantap sambil tersenyum manis. semanis mungkin.

“terus kamu pergi kemana?” pertanyaan Sunny membuat Hyerin menoleh kearahnya. Hyerin tersenyum. “Eee… iya juga, ya… kemana ya?.. eh, tapi tadi aku ada lihat Jinki-Oppa, deh., lagi makan bakso daging bakar diwarung seberang sana. aku kesana aja, deh.”

“iya! Tadi aku memang menyuruh Oppa mengantarkanku kesini..”

Hyerin mengangguk mengerti.

“ya sudah, sana, pergi! Ayo cepatan kalian berdua pergi!” ujar Hyerin lagi sambil mendorong tubuh Minho dan mendekatkan tubuh pria tinggi itu tepat di hadapan Sunny. Minho menolehi Hyerin dengan kesal. “lebih baik kamu ajah dulu deh yag pergi,” katanya.

Hyerin ternganga sebentar. Ia tak menyangka kalau seorang superstar seperti Choi Minho adalah pria yang benar-benar pemalu seperti ini. benar-benar gugup jika berhadapan dengan gadis yang disukainya.

Hyerin beralih menggeleng-gelengkan kepalanya lalu tersenyum karena merasa lucu. “dasar dua orang ini! ya sudahlah, kalau begitu aku duluan yang pergi dari sini.. ok, selamat berkencan, yah, Sunny-ah, Minho-Oppa! Selamat~ selamat~”

Minho menganggguk sementara Sunny masih malu-malu untuk mengangguk menyetujui perkataan Hyerin.

“ aku pergi! DADAAH~~!” setelah berkata seperti itu sambiol melamba-lambaikan tangannya, Hyerin langsung meleset pergi meninggalkan kedua orang yang masih berdiri diantara pepohonana taman HAN.

Sepeninggal Hyerin itulah, Minho berusaha mengarahkan tatapannya kepada Sunny yang sekarang berdiri sangat dekat dengannya.

Sunny agak kaget ketika mendengar dehaman dari Minho. keduanya merasa malu-malu dan canggung. Akhirnya Minho lah yang membuka suara lebih dulu. “apa kabar, My princes?”

Sunny tertegun ditempat menengadah menatap Minho. Minho meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya dengan penuh kelembutan. “tidak kebaratan kah kau untuk berjalan-jalan sebentar denganku?”

‘Owh!! Berhentilah tersenyum padaku seperti, Oppa! Aku tidak tahan melihat senyummu itu..’ batin Sunny. Ia seakan ingin berteriak karena saking senangnya dengan apa yang dialaminya saat ini, meskipun ia masih rada-rada tidak percaya.

“Sunny!”

Sunny tersentak ketika Minho mengibas-ngibaskan satu tangannya didepan wajah gadis itu. “a-apa? Oppa bilang apa tadi?” Minho menghela napas. namun ia mengulang kembali pertanyaannya. “kau, keberatan atau tidak jika aku mengajakmu jalan-jalan sebentar?”

Sunny tetap tidak percaya, meskipun begitu ia berusaha tersenyum dan berhasil. Ia mengeluarkan senyuman termanis yang dimilikinya, dan menjawab tegas, “Tentu saja….. tidak!”

Sunny bisa melihat Minho tersenyum lebar, lalu puncak kepalanya diacak-acak. Minho mengelus-elus puncak kepalanya, “kalau begitu, ayo kita pergi.” Ajaknya.

“kemana?”

“nanti juga kau tahu, My Princess..”

Sunny merasa senang sekali mendengar sebutan itu keluar dari mulut cowok pujaannya untuk dirinya. sementara itu, Minho juga sudah tidak malu-malu lagi mengungkapkan perasaannya pada gadis yang menerima gandengan lengannya dan saat ini berjalan berdampingan bersamanya. Ia sudah berani, menyebut Sunny dengan sebutan yang ia buat sendiri dan sangat disukainya, “My princess.”.

Mereka berdua terus berjalan bersama menyusuri pinggir sungai Han yang teang. Uadara yang teduh seolah bersahabat dengan mereka. keduanya saling terdiam selama beberapa saat, sampai Sunny akhirnya mengeluarkan suara, memecahkan keheningan diantara merka juga. “Oppa!” Ia memanggil Minho. Laki-laki itu menoleh ke padanya.

“jujur… sampai sekarang aku masih tidak percaya bahwa yang selama ini mengirimu kartu dan bunga-bunga indah itu adalah… Oppa..” katanya menatap Minho dengan lembut. Minho hanya tersenyum. “kenapa memangnya? Kau kecewa bahwa akulah laki-laki yang mengirimu kartu dan bunga-buaga itu.. serta yang mengajakmu jalan disini?”

Cepat-cepat Sunny mengibaskan-ngibaskan tangannya didepan . ”Bukan. Bukan seperti itu, Oppa. Bukan seperti itu…”

Minho menaikkan satu alis nya. “lalu seperti apa sebenarnya?” mata Minho menatap mata Sunny.

Sunny langsung mengalihkan wajahnya ke arah lain dan tertunduk. Ia malu ditatap seperti itu oleh Minho.

“a.. aku hanya tidak percaya bahwa yang selama ini yang menyatakan rasa sukanya kepadaku dengan cara misterius tersebut adalah Oppa!…

“karena,…. aku mengira Oppa tidak menyukai ku..” tambahnya dengan nada suara pelan.

Tiba-tiba saja, Sunny mendengar suara tawa. Ternyata Minho yang tertawa. Sunny menatapnya heran. “kenapa, Oppa? Apa ada yang lucu?”

Minho memandang kedepan, menatap lurus ke jalan yang mereka berdua lalui saat ini.

“aku memang tidak menyukaimu..”

“apa?” kaget Sunny.

Minho menolehi Sunny disampingnya, dan menatap gadis itu lekat-lekat. “karena aku mencintaimu. Dan aku memang mencintaimu.. dan itu sebuah kenyataan, bukanlah fiksi!” bisiknya ditelinga kanan Sunny.

Suny tertegun sesaat, namun kakinya masih terus melangkah. Seakan ikut terseret dengan langkah Minho.

“seperti yang pernah kutulis dikartu ungu itu, aku telah menyukaimu sejak lama. Selalu melihatimu dari jauh dan suka sekali dengan sneyummu. Itulah sebabnya, perlahan aku merasakan hatiku telah jatuh cinta padamu. Aku menyayangimu.. ” Ujar Minho lagi membuat Sunny lagi-lagi tak dapat mengeluarkan suara sepatah katapun. Tenggorokan gadis itu tercekat karena terlalu kaget dan tidak percaya pada ucapan Minho kepadanya.

Karena itu Minho teruslah yang berbicara. Setelah berjalan-jalan sekita 10 menit kedepannya, Minho menghentikan langkah tiba-tiba. Hal itu, membuat langkah Sunny ikut terhenti pula. Sunny menatap Minho dengan kerutan di dahinya. “kenapa berhenti, Oppa?”

Minho menatap Sunny dengan ulasan senyum manis dibibirnya. ia berbisik untuk kedua kalinya ditelinga kanan gadis itu, “I’m Fallin In love with You, My princess, maukah kau menerima cintaku ini and be a My Girl For Unlimited Time forever ?” ♥☻☻

Minho menunggu jawaban dari bibir kecil Sunny dengan perasaan gugup.

Setelah Minho menjauhkan wajahnya, Sunny menggumam sesuatu, “ehmm…….”

“Ehmm….?”

Sunny tersenyum semanis mungkin dan langsung memeluk tubuh tegap Minho.

“Of Course.. My Prince.. I would !”☻♥. gugup Sunny malu-malu kucing (?)

Minho tertawa mendengar Sunny menyebutnya seperti itu. dielusnya puncak kepala gadis itu pelan dengan tangan kanannya.

Perlahan, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Sunny. Sunny memejamkan matanya disaat Minho mengecup penuh kelembutan bibirnya yang merah. Ia membiarkan Minho menikmati bibirnya beberapa saat lamanya.

Beberapa orang yang lewat disekitar mereka tampak tercengangdan berbisik-bisik, membuat Sunny hendak ingin melepaskan ciumannya dari Minho. Tapi,

“Oppa…”

“Hmm…?” gumam Minho tanpa melepaskan ciuman hangatnya. Ia terlalu senang bisa mencium gadis yang ia cintai sejak dulu.

“disini.. banyak sekali orangnya.”

“jadi?”

“tolong.. lepaskan ciumanmu.. malu, Oppa”

Berhasil. Minho melepaskan ciumannya. Sunny langsung mendesah lega dan mengelus-elus dadanya. ‘untung saja.. kalayu tidak kau pasti akan dikejar-kejar para wartawan jika ada wartawan yang melihatmu.“

Minho tersenyum jahil. Kening Sunny berkerut melihat senyuman itu. tak biasanya, Minho tersenyum seperti itu. aneh sekali.

“bukankah memang sudah ada wartawan sejak tadi? sejak saat kita berjalan bersama.” ujar Minho tiba-tiba.

“APA??!” teriak Sunny kaget. ia mengedarkan pandangan matanya kesekelilingnya. “Ma-maksudmu.. apa?”

“itu.. di dekat pohon taman. Mereka sudah mengikuti kita semenjak kita jalan tadi. “

Minho benar. Ketika Sunny menlihat kearah pohon cemara rindang, beberapa meter disamping ia dan Minho berada, telah ada 2 orang yang berpakaian serba tertutup plus kacamata hitam. Tak lupa, terdapat kamera-kamera di tangan mereka. ketika Sunny melihati mereka, kedua orang itu langsung memalingkan wajah kearah lain dengan sikap gelagapan. Berpura-pura memfoto pohon cemara ataupun memfoto jalan di depan pohon cemara tersebut.

Sunny mengalihkan pandangannya lagi pada Minho yang berdiri di hadapannya. “Oppa sengaja membawa mereka?”

“ani. “ geleng Minho. “aku juga baru tahu tadi ketika aku menciummu tadi..”

“apa? Lalu kalau begitu .. ciuman tadi..”

“tidak. aku tidak pura-pura menciummu, hanya untuk mengedarkan sensasi. Aku benar-benar mencintaimu, Lee Sunny..”

Sunny tampak ragu-ragu menatap Minho. “

“kau tidak percaya?”

Sunny diam. Lalu Cuma bias menggeleng. Ia tidak yakin dengan pikirannya sendiri.

“percayalah, Sunny..ak mencintaimu.. itu nyata dan benar.”

“……………….” Sunny Cuma diam, tak berani memandang Minho didepannya yang lagi-lagi nyengir lebar. “karena itu biarkan aku menciummu sekali lagi ya..” ucap Minho tiba-tiba, dan..

“AP—“ ucapan Sunny terpotong karena bibir Minho sudah menyentuh bibir merahnya kembali. Kali ini ciuman Minho jauh terasa lebih hangat. Hangat sekali sampai membuat Sunny sendiri bahkan lupa dengan kehadiran dua orang wartawan yang masih bersembunyi di balik pohon cemara tadi, sementara dua wartawan itu, begitu mereka melihat adegan yang tak boleh terlewati oleh mereka—seorang model terkenal korea, Choi Minho yang sedang mencium kekasihnya—, langsung keduanya bersiap motret adegan yang diyakini keduanya pasti akan menjadi kabar paling panas dan gencar di Korea Selatan tahun ini.

“Oppa.. apa-apaan ka-“

Minho semakin merapatkan tubuhnya dengan tubuh Sunny. Ia masih enggan untuk mengakhiri ciumannya.

“bagaimana… dengan.. para..wartawan.. itu.. oppa??”  Sunny berusaha berkata disela bibirnya yang terus dicum oleh Minho.

Minho melepaskan ciumannya dan menatap mata Sunny dalam, sambil tersenyum jahil lagi ia berkata, “biarkanlah. Jika nanti mereka tanya.. maka aku akan bilang bahwa aku butuh waktu untuk mencium kekasih tercintaku dulu.. “

Sunny tertegun. belum sempat ketergunannya hilang, lagi-lagi bibir lembut Minho sudah mengunci bibir mungilnya yang semakin memerah karena dicium oleh Minho beberapa saat yang lalu.

~FIND~

About Arliani_95 Suharli

i'm ordinary Girl~~ Im like Koreaaa and All about Korea~~~!! I'm ELF, VIP, Sone and Shawool!! in SuJu, I love Kibum, Yesung and Kyuhyun..... in SHINee, I love Keyyyy!!!! and Taeminnnnn!!!Second (?) Husband.. kkkekek, An the last in Sone, I veri love all member, specially Taeyeon, Yoona, Tiffany, and Sunny... :) :) :) In BIG BANG, GD Is My hehehehe... gomawoo..

Posted on 16 Februari 2011, in SHINee Fanfiction and tagged , , . Bookmark the permalink. 14 Komentar.

  1. anyeong. hahaha. secara keseluruhan, q suka ceritanya. bagus. cuman kayaknya bahasanya kurang bagus deh. cz td kayaknya ada beberapa nama n kalimat yg salah ketik. tp keseluruhan ceritany bagus kok… ^^

    • iya maaf chingu. itu slh ngepost kmrn.. yang kepost FF LS yang belum sempat kuedit.. slh ambil kmrn dr plasd.. sorry yae.. makash udh baca.dan makasih sarannya..
      sering-sering baca FF ku yae..

  2. aaaaaaaaa.. oppa , yang bener ajah baru pacaran udah maen cium2.
    nanti jadi hot gosip tau rasa!! haha..

    • gapapa kan..*dcekek*

      kalau aku sih rela, asal ‘Sunny’ nya itu aku.. *dgeplak*
      makasih udh baca. dan maaf yah, pas kamu baca banyak bgt kata-kata yang gak bagus alias gak kuedit.

      sering-sering baca FF ku yah teman.. *promosi ni??*

  3. Minho genit. Hahahaha. Like this

    • Thanks.

      Chingu, makasih udh baca. maaf jg karena FF yang kamu baca ini terlalu banyak kesalahn dlm penulisannya. coz, kmrn belum kuedit. salah ngepost .. maaf yah.. harap maklum ya, chingu..

      iya.. Minho Oppa genit banget..

  4. “KYA….” *teriak histeris* pengen deh jadi Sunny,dpt suprise terus..
    ga nyangka minho genit juga,hehehe #plak
    over all ceritanya keren,menghibur htiku yg lg sedh…

    thor kunjungi blog aku yah🙂
    http://imaginasfanfic94.wordpress.com/
    meski ffnya masih perlu perbaikan,dan belajar lagi..

    • KYAA! *ikut tereak juga*

      iya, aku jg pengen banget jd Sunny.
      emang Minho itu genit.. *ditampar Minho asli*

      thanks udh baca. maaf yah, gak enak kamu bacanya kemrn gara-gara penulisanku banyak yg salah.. itu karena slh ngepost.

      ok..ok.. oa, nanti aku berkunjung deh kblog mu.
      oa, jangan lupa mampir kblog ku (blog bersama sebenarnya) juga ya..

      http://WWW.ITSOURDREAM.WORDPRESS.COM

      gomawo….

  5. aduh, iya nih..
    Buat smua’a maaf ya…
    Sy mau blg itu dr kmrn tp gx smpet bk blog..
    Emang ada banyak bgt kt2’a yang slh. Soal’a kmrn itu saya slh post. Yang sy post yg punya sblum diediting. Tau’a wktu udh gax join dblog lg dn blm sempet di perbaiki. Jd mohon maaf yh yg sbesar2’a buat pr reader yg udh baca. Tlg dmaklumi, tp ntar bkln sy sunting secepat’a lg kok. Trima ksh yang udh baca..

  6. walopun ada kesalahan,,aq suka ama ff ini.
    apalagi ada min ho. huaaahh,,namja ku… :))

  7. Huaaa,so sweet bgt minho nya..
    itu cium2 mulu si, eh tp gpp, aku jg dicium ama key mulu #plak #digoroklockey
    huahahaha
    Sempet bngung tiba2 muncul shiwon,yuri ama taecyeon.. Tp trnyta slh ktik toh..hhe

  8. Jd iri ma sunny.
    Minho aq jg ma donk.
    Kissingx bikin iri.
    Sunny selingkuh dr umin oppa.
    Ffx bagus chingu

  9. Jd iri ma sunny.
    Minho aq jg mau donk.
    Kissingx bikin iri.
    Sunny selingkuh dr umin oppa.
    Ffx bagus chingu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: