[FF/PG-13] GLAMOURE Part 11

GLAMOURE CHAP 11

Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

===================================================

Setelah menutup flip telponku, aku segera menonaktifkannya. Gadis yang katanya bernama Angela Cho itu tersenyum. “Aku janji..tidak akan terjadi apa-apa padamu”, ucapnya.

Kami mulai berjalan lagi menyusuri jalan setapak. Mobil yang kami tumpangi –mobil Angela—, diparkir jauh di taman sana. Entah apa maksudnya, aku juga kurang tahu.

Yang kutahu adalah bahwa gadis ini adalah gadis yang sama yang kutemui di pemakaman Orang tuaku di Daegu. Dia bilang, dia adalah anak dari teman ibuku. Katanya lagi, ibunya tahu siapa pembunuh ibuku. Dan sekarang dia ingin bertemu denganku. Dia ingin menjelaskan semuanya.

Kupandangi sosok gadis yang sekarang berjalan di depanku. Rambutnya yang pirang kemerahan itu tampak sangat kontras di malam hari. Tubuhnya kurus dan hmm…kupikir mungkin umurnya juga sama denganku. Yang membuatku heran adalah..apa maksudnya pergi berziarah ke pamakaman ibuku beberapa hari yang lalu ? Mungkin memang wajar  jika dia berziarah ke sana. Tapi…kenapa ? Kenapa segala sesuatu yang terjadi sekarang membuatku mencurigainya ya ?

Tak berapa lama kemudian, aku dan Angela sudah memasuki pekarangan rumah besar bergaya –yang lagi-lagi Eropa. Kenapa aku sering menemui rumah bergaya seperti ini ?—. Angela membawaku masuk dan melewati beberapa ruangan terbuka hingga akhirnya masuk ke ruangan yang penuh cahaya.Ruangan itu penuh dengan lampu-lampu putih. Mataku sampai silau saat masuk ke sana.

“Annyong…”, butuh beberapa detik bagiku untuk menyesuaikan mataku. Mataku sampai mengerjap beberapa kali untuk menyadari sosok wanita yang duduk di sofa itu adalah orang yang sama. –Lagi-lagi orang yang sama ya ?—. Orang yang sama di malam aku bertemu bule gila yang hampir membunuhku. Hei tunggu ! Bule gila itu adalah teman ibuku ?

“Angela..pergi lah ! Ibu ingin bicara dengan Haemi”, kata wanita itu lagi.

Angela mengangguk lalu keluar dan menutup pintu ruangan ini. Kurasa dia tak akan keberatan keluar, toh ruangan ini kan transparan sekali jika dilihat dari luar. –maklum saja, semua dinding di ruangan ini diganti dengan kaca—

“Duduklah”, perintahnya sambil menunjuki sofa di hadapannya dengan mata hijau lumutnya.

Aku duduk di sana.

“Kao bahagia ?”, tanyanya sambil menuangkan minuman alcohol ke dalam gelas di hadapannya.

Aku mengernyit, “Mianhee..tapi apa maksud anda ?”

Dia meneguk cairan merah ungu gelap tua itu, lalu melihatku, ”Sekarang kao putrinya Siwon kan ? Bagaimana ? Apa kao bahagia menjalani hidup barumu ?”

Aku menggaruk leherku ragu, ragu dengan jawaban yang akan kuberikan. “Yaa..sedikit”. Jujur saja, dalam kamusku, bahagia itu berarti kao hidup bersama ayah dan ibumu sendiri walau kau tak punya cukup uang untuk memenuhi semua kebutuhanmu.

“Kao suka uang mereka ?”

Pertanyaan apa itu ?. “Miann ?”, tanyaku sedikit marah.

Dia tertawa nyaring, “Kao benar-benar mirip Inyeong”

Aku semakin tak mengerti dengan arah pembicaraannya. “Mianhee..saya tak mengerti. Sebenarnya apa yang ingin anda bicarakan dengan saya ? Apa benar anda ingin memberitahu saya siapa pembunuh ibu ?”

Dia terkekeh saat akan meneguk cairan kental itu lagi. Entah kenapa aku jadi ingat vampire saat melihatnya minum cairan itu. “Kao benar-benar mirip Inyeong !!!” Ohh..tentu saja aku mirip dengannya. Dia kan ibuku~~~ “Kita akan bicarakan ini nanti”

“Nanti ?” Nanti kapan ?

“Yaa..nanti. Hari ini aku hanya ingin melihat wajahmu saja. Boleh kan ?”

Aku dipermainkan. “Baiklah..saya rasa, saya harus pulang sekarang”, kataku sambil bangkit dari sofa itu. Aku segera keluar dari ruangan penuh cahaya itu, dan menemui Angela yang berada di taman di dekat sana. Kukatakan padanya, “Mianhee..tapi aku ingin segera pulang dari sini”

Angela menatapku tak mengerti lalu menatap ruangan ibunya itu lagi. Ya ampuunnn..haruskah kujelaskan padanya ? “Ibumu mabuk..dia sepertinya tak ingin membicarakan soal kematian ibuku hari ini”, kataku asal. Tapi tidak sepenuhnya asal, wanita itu memang sedikit mabuk kan ?

_______________________________________________

Author’s PoV~~

Heechul mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena lelah. Dia sudah mengelilingi hampir seperempat kota kecil ini, tapi tak juga menemui Haemi.

“Kao ada dimana ?”, gumamnya sambil mengelap keringatnya yang bercucuran.

Tiba-tiba tanpa Heechul sadari dari seberang jalan sana, sebuah mobil ungu tua menepi. Dua orang gadis turun dari mobil itu. “Ingat..jangan beritahu siapa pun, arraso ?”, kata Angela mengingatkan Haemi.

Haemi hanya diam dan melambaikan tangannya saat Angela sudah berada di mobilnya lagi. Angela mengumbar senyumnya lalu mengemudikan mobilnya seperti pembalap di televisi.

“Dia agak sedikit aneh..”, gumam Haemi. Haemi mengangkat kakinya untuk menyebrangi jalan. Dan tiba-tiba matanya terpaku pada sosok laki-laki di seberang jalan sana. Tanpa perintah pun, kaki gadis itu sudah berlari sendiri menyebrangi jalan ke arah laki-laki itu. “Heechul ?”, tanya Haemi tak percaya.

Keadaan Heechul benar-benar lusuh. Kemeja biru mudanya kusut di sana sini, rambutnya basah. Haemi jadi curiga kalau tadi dia mencari-cari Haemi.

Heechul perlahan-lahan mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk untuk mengatur nafas. “Lalat kecil ?”, katanya tak percaya tapi langsung memeluk tubuh kecil Haemi.

Haemi tekejut dengan sikap hangat Heechul. “Heechul ?”, panggilnya lagi pelan. Kali ini bukan dengan nada terkejut tapi lebih dengan nada bersyukur.

“Gwenchana ?”, tanya Heechul saat dia melepas pelukannya pada Haemi.

Haemi masih tak percaya, jadi dia mengerjap-ngerjap. “Gwenchanayo”

Heechul mengangkat sebelah alisnya, “Jadi kao benar-benar baik-baik saja ?”

Haemi mengernyit, “Apa maksudmu ?”

Heechul memukul keningnya, “Sia-sia aku berlari mencarinya tadi..”, gumamnya sambil menelengkan kepalanya.

“Hah ? apa ?”

“Tak ada”, jawab Heechul kesal. “Kenapa hp mu kao matikan ?”

“Hmm..itu—”, Haemi menggaruk-garuk lehernya ragu. Apa dia harus menceritakan yang sebenarnya pada Heechul ? Tapi dia sudah janji tidak bilang siapa-siapa pada Angela kan ?

“Kao harus diberi hukuman !”, kata Heechul sambil menarik lengan gadis itu pergi.

Haemi terseret-seret menyamai langkahnya dengan langkah panjang Heechul. “Kenapa hukuman lagi ? SHIROOO !! Aku tak mau !!”, marahnya sambil memberontak-berontak dari genggaman Heechul.

Heechul tertawa keras seperti pemangsa yang mendapatkan mangsanya. “Kao akan menderita kali ini..LALAT KECILLL !!”

________________________________________________

Haemi PoV~~

Dasar laki-laki gila ! Kenapa dia mengebut seperti kerasukan setan seperti ini ? Omoo~~dia ingin bunuh diri bersamaku apa ?

‘CKIIIIIIIIITTTTTTTTT~~~~~~~!!!’ Mobil Volvo Hitamnya berdecit keras sekali. Aku jadi sampai mengigit bibirku karena suara decitannya itu.

“Cepat keluar~~”, perintahnya lalu keluar dari mobil.

“Enak saja memerintah !”, ujarku kesal sambil melepas seatbeltnya. Sebelum keluar dari mobil, aku sengaja menyempatkan diriku untuk melihat jam di dashbor mobilnya. Ya ampuunnn…apa dia sudah gila ? Ini sudah jam tiga pagi ?

Kudekati sosok paling arrogant di dunia itu. Dia sedang memandangi pemandangan di bawah gunung sana. “Hei ! Ini sudah jam tiga pagi”, kataku sambil menarik lengan bajunya.

Dia mengabaikan kata-kataku karena terus tetap memandangi pemandangan di bawah sana. Aku mengikuti arah pandangannya. Lalu menemukan berjuta-juta lampu di bawah sana. Padahal sudah hampir pagi, tapi kota ini tak mati-mati. Cantik juga sih kota Rio de Janeiro ini, hehe.. Apalagi sekarang kami sedang berada didekat patung paling terkenal di dunia itu. KRISTUS DE JANEIROO !!

“OI, lalat kecil ! Belikan aku minuman soda sana !”, katanya tiba-tiba.

“Heh ? Kenapa aku ?”

“Kenapa apanya ? Kan kao sedang menjalani hukuman~~~. Cepat pergi sana !”, katanya sambil mendorongku.

Tubuhku hampir jatuh karena dorongannya yang tiba-tiba. Dasar ! Mana aku tahu tempat mesin penjual minuman disini ?. Aku berbalik kesal, “Aku tak mau ! Aku tak tahu dimana mesin penjual minuman disini !”

Heechul mengarahkan telenjuknya di bawah gunung sana. “Disana ! Kao ingat telpon umum diujung jalan sana kan ? Nah..disitu”, katanya dengan lagak bos-bos.

Cihh~~ingin sekali rasanya memukul hidungnya itu lagi sampai patah. “Sabar..sabar”, kataku sambil mengelus-elus dadaku. Dengan kesal, aku berjalan menyusuri jalan turun dan agak sedikit terjal itu. Ya ampunnn..telpon umum itu kenapa jauh sekali sih ?

Tak beberapa lama kemudian aku berhasil menemukan telpon umum dan mesin penjual minuman itu. Setelah membeli dua soda, lalu kembali menanjaki jalan tadi.

Saat aku hampir sampai, tubuhku langsung membeku di tempat. Heechul sudah terbaring lemah di tanah. Dia kenapa ?

Aku berlari secepat yang kubisa lalu mengangkat kepala Heechul untuk kuletakkan di pangkuanku. “Heechul ? Heechul ?”, seruku panik sambil menepuk-nepuk pipinya.

Tapi Heechul tak juga bergerak. Ada apa ? Kenapa dia jadi berubah seperti mayat kaku begini ?

Ya Tuhaannn..jangan bilang kalau dia sudah matiii~~~

“He-he..heechul..”, isakku karena ketakutan.

Mataku sampai berkabut karena menangis. Tiba-tiba saja aku merasakan leherku di tarik. Dan dalam waktu yang bersamaan, bibirku jadi terasa hangat sekali. Aku mengerjap-ngerjap untuk menghilangkan kabut di mataku. Saat mataku sudah benar-benar bisa melihat dengan jelas, aku melihat wajah Heechul sangat dekat !

Ya Tuhaannn…aku dicium ? Oleh…Heechul ?

Entah karena apa, aku langsung melepas nya. “YAA !!!”, marahku.

Dia bangkit dari posisi berbaringnya, lalu duduk sambil tertawa. “HAHAHAHA~~”

Entah kenapa juga, aku tak marah melihatnya tertawa. Aku malah menunduk malu dan memegangi dadaku yang berdetak tak karuan. Ya Tuhann…jangan bilang aku jatuh cinta ><!!!

Tiba-tiba tawa Heechul berhenti. Lalu tangannya menarik tanganku yang memegangi dadaku. “Kao tak pernah jatuh cinta ya ?”

Apa ? Kenapa dia bisa baca pikiranku ?

Dia tertawa lagi lalu menarik tanganku untuk berdiri. Entah karena tarikannya yang lembut, aku menurut saja untuk berdiri. Lalu Heechul –entah bagamaina bisa dengan cepat— berdiri di belakangku. Tangannya mulai melingkar di pinggangku, sementara dagunya –yang seenak jidatnya— di letakkan ke pundakku yang polos tanpa kain.

“Apa sekarang detak jantungmu makin membaik ?”

Aku diam untuk mendengarkan detak jantungku. HYAA~~makin aneh kedengarannya. Suaranya jadi ‘DEG! DEGH! DEG! DEGH!’ dalam sedetik. Aku kenapa ?

“Jadi empat kali dalam sedetik kan ?”, tanyanya sinis sambil menciumi pundakku.

Ya Tuhaaannn..bagaimana dia bisa tahu ?

“Aku juga begitu”, katanya yang entah mengapa terdengar ‘malu-malu’ di telingaku. “Bahkan lebih parah. Detaknya jadi lima kali dalam sedetik”

Maksudnya apa ? (TT^TT) Aku semakin tak mengerti.

“Saranghae..”, bisiknya di telingaku.

‘DEG! DEG! DEG! DEG! DEG! DEG!’ HUAAA~~~Jantungku bisa copot T,T

Heechul melepas pelukannya, lalu berjalan lagi ke hadapanku. Dia merogoh saku celananya, lalu mengeluarkan sesuatu. Mataku membulat melihat benda berkilauan di tangannya, “Antinggkuuu !!”

Tanganku yang berusaha meraih anting itu, segera di tepis oleh Heechul. Aku menatapnya tak mengerti. “Kao ceroboh !”, hardiknya.

Ceroboh ? “ITU MILIKKU~~!!”, teriakku sambil berusaha merebutnya lagi.

Heechul tertawa karena aku lagi-lagi tak bisa merebut antingku, karena tangannya yang makin menaik saat tanganku berusaha meraihnya. “Kao pendek..”, ejeknya.

Pendek ? “HYAAA!!! JANGAN BUAT AKU MARAH”, ancamku.

“Makanya jawab dulu pernyataanku..”, kata Heechul kesal.

Pernyataan ? Yang mana ?

Heechul menyentil keningku kesal, “Daya ingatmu lemah sekali..”. Heechul mengecup bibirku sekali lagi. “Saranghae~~”

Aku mengerjap-ngerjap. Jadi maksudnya, pernyataan yang itu ya ?.

“Jawab…”, katanya manja.

Aku masih belum tahu bagaimana perasaanku. Koreksi ! Maksudku…belum yakin. Bagaimana ini ? Aku harus jawab apa ?

“OI~~!!”, panggilnya tak sabar.

Aku menunduk dan menggigit bibirku. “Aku belum tahu, Heechul… Mianhee~~”

Kami pun diam dalam detik-detik berikutnya. Tak ada yang bicara kecuali angin malam yang berhembus. Aku juga tak berani menatap Heechul sekarang ini. Aku takut..menatapnya akan membuat hatiku perih. Dia pasti terluka.

“Hahaha..”, Heechul tertawa tiba-tiba. Aku khawatir lalu mengangkat wajahku menatapnya. “Ayo pulang..ini sudah hampir pagi”

**************************************************************

©2011 S3FFIndo

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

i

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 18 Februari 2011, in AUTHOR, Mia Mentari, Super Fanfiction and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 13 Komentar.

  1. ffnya keren author..
    jd ikut penasaran.
    tp ga nyangka kl heechul bisa gitu. kasian heechul.
    tp so sweet.
    lanjutannya jangan lama2 ya author..
    fighting !!🙂

  2. Aa itu cewe bule siapa??
    Hua heechul,main nyosor aja,,

  3. waaaa omo reader cemburu !!!!
    Lanjutin ya author fighting !
    Ffnya makin keren+bikin penasaran. Ahh jealous jealous abis. Daebak deh buat authornya🙂

  4. Author, ffnya tambah keren aja, part selnjutnya jangan kelamaan ya, ga sabar baca part selanjutnya😀

  5. Cepet lanjut ya mi. Aduh aku melayang bacanya >< serasa jadi haemi. Palagi biasku di SUJU kan Heechul, xixi. Bagus ini.

  6. Lanjut….

    Haecul ma aku aja…
    Janji, g’ bakal miki2 langsung kujawab..
    Nado saranghae….
    *ngimpi*

  7. kkk.si heechul pasti lagi gelisah
    err.. enak amat dapet ciuman chullie lebih dari 1 kali >,<
    saya juga mauuuu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: