[FF/PG15] The Half Blood ELF Part 1

Author:  deson

Tittle: The Half Blood ELF

Chapter: 1

Cast: Kim Heechul & Super Junior

Genre: Fantasi & Romance

Rating: PG 15

Masih adakah logika ketika sakit ini menyerapmu. Bahkan seorang dokter pun tidak mempunyai obat sakit hati.

Pada suatu titik yang tidak terengkuh masa. Tak ada siang maupun malam. Tak ada pagi ataupun senja. Tak ada tua, tak ada muda. Tak ada terbesit satu pikiran tentang kematian.

Mereka semua terlahir dari kelopak bunga dengan ukuran yang mini. Tidak akan tumbuh dan berkembang. Kematian adalah kecerobohan. Kematian dapat dihindari dengan kehati-hatian dan kesetian. Pengkhianatan adalah hal yang tidak termaafkan.

Didalam dimensi yang sama, seorang gadis duduk termenung dibawah pohon apel yang rindang. Lewat matanya yang berwarna safir, ia melihat teman-temannya yang sedang bermain.

Aku juga ingin bermain… Tatapannya terlihat sendu. Gadis itu ingin sekali bermain tapi teman-temannya selalu mengucilkannya. Menjauhinya.

Ia memainkan kalung yang yang ada di lehernya. Kalung denangan bandul permata berwarna safir.

Dari kejauhan muncul gadis lain dengan rambut ikal sebahu. Ia menghampiri gadis bermata safir. Gadis safir itu menoleh saat gadis ikal itu menghampirinya. Mata mereka saling bertatapan.

Mereka tidak bernama. Lebih tepatnya, tidak memerlukan nama. Mereka berbicara pada gelombang pikiran. Mereka tidak memerlukan bahasa meski mereka tau semua bahasa.

Ibu menyuruhmu pergi menabur bunga musim semi, gadis berambut ikal menarik ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman.

Gadis bermata safir itu juga tersenyum. Satu-satunya teman yang dekat dengannya adalah gadis ikal ini. Hanya gadis ikal yang mau mendekati dan memberinya senyum.

Aku akan pergi sekarang, Gadis bermata safir itu bangkit dari duduknya.

Waktumu sampai titik musim dingin berakhir, gadis ikal itu memperingatkan temannya, kau harus kembali sebelum waktu itu jika tidak kau akan musnah.

Aku mengerti, gadis bermata safir itu menoleh sesaat sebelum pergi.

__________d_e_s_o_n__________

_pesta tahun baru 20110101_

Heechul memandang geram pada pasangan di hadapannya. Matanya panas dan hatinya merasa tersiksa.

Sungmin yang ada di sampingnya mencoba menenangkannya. Sungmin berhasil, Heechul masih bisa menahan emosinya.

Tapi beberapa detik kemudian, saat tangan Lee Junho menggengan tangan mungil Choi Eunhee. Heechul merasa semua darahnya naik ke otak. Eunhee adalah miliknya.

Sungmin menyentuh pundak Heechul. Mengalihkan tatapan Heechul agar tidak melihat ke pasangan panas itu.

Heechul mengalihkan pandangannya. Mencoba bersikap tidak apa-apa. Eunhee memang kekasihnya. Mereka bahkan sudah berpacaran selama dua tahun belakangan. Hubungan mereka memang sengaja di tutupi karena profesi mereka yang sama-sama di bidang entertaiment. Meski pun begitu, Heechul sangat menyukai Eunhee. bukan salahnya bila ia subuk, ia hanya mencoba untuk bersikap Profesional.

“dari ribuan ilalang, hanya satu yang diam saat angin menerpa. Dari ribuan bintang, hanya satu yang sinarnya benderang. Dari ribuan mawar, hanya satu yang harumnya terus memancar. Itulah aku, saat aku melihatmu dan hatiku berkata kaulah hidupku. Maukah kau menjadi kekasihku, Choi Eunhee??”

Jlebb… kata-kata itu membuat merah wajah Eunhee karena tersipu dan membuat merah wajah Heechul karena marah. Kata-kata yang indah untuk Eunhee namun begutu menyayat hati Heechul.

Eunhee menoleh pada Heechul sebentar. Ia ingin melihat kekasihnya itu marah atau tidak. Tapi yang dilihatnya Heechul menatap kearah lain, seakan memang tidak terjadi hal apa-apa diantara mereka.

Heechul mengepalkan tangannya erat. Ia berharap agar Eunhee menolak Junho. Ia akan berdoa pada Tuhan dengan sepenuh hati, bila memang itu satu-satunya cara agar Eunhee menolak Heechul.

“Ya, aku mau!”

Heechul memandang cincin silver di jari manisnya. Ia sangat terkhianati. Ia menoleh pada Eunhee dan melihat ke tangan kanannya. Tak ada satu cincin pun yang tersemat di jarinya.

Kenapa?

Padahal Eunhee yang menginginkan cincin pasangan itu.

Heechul geram. Ia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Ia berjalan ke arah pasangan baru lalu..

Brukkk…

Heechul meninju wajah Junho. Junho terpental kebelakang. Heechul menatap Eunhee lalu menarik tangannya.

Eunhee menarik tangannya, melepaskan genggaman Heechul. Heechul menatapnya tidak mengerti.

Eunhee  mengeluarkan sesuatu dari kantongnya lalu menyerahkannya pada Heechul.

Heechul menatap sebuah cincin silver ditangannya. Ia menatap Eunhee tidak mengerti.

“Cincin itu terlalu kecil untukku. Cari saja yang lain yang lebih pantas.” Ucap Eunhee tajam lalu membantu Junho berdiri, “kita tidak punya hubungan selain hubungan kerja, Heechul-ssi.”

Heechul semakin geram. Ia sudah mengepalkan tangannya hendak melayangkan pukulnya ketika ribuan lampu blizz menghujaninya.

Puluhan wartawan dengan kameranya telah mengelilingi Heechul. Mereka mencari gambar yang bagus untuk foto Headline news di koran masing-masing. Seorang Super Junior Heechul memukul 2PM Junho sampai bibirnya robek.

Heechul menutup matanya yang kesilauan karena sorotan lampu blizz. Ia lalu menerobos wartawan dihadapannya lalu berjalan keluar menuju mobilnya. Kilatan lampu bliz itu berhenti saat mobil yang dikendarainya melesat membelah malam di kota Seoul.

Heechul berhenti disebuah danau di pinggir kota Seoul. Ia lalu berjalan sempoyongan kearah danau. Ia menendang segala sesuatu yang ada dihadapannya. Hatinya sakit dan perih.

“Kenapa harus Lee Junho, kenapa tidak Hwang Chansung saja yang lebih tampan, atau Nickhun jika ingin produk import. Atau Junsu yang suaranya lebih bagus, atau Taecyeon atau Jang Wooyoung atau… atau aku yang mencintamu.” Ucap Heechul lirih.

Ia memandang cincin silver yang ada di tangannya. Ia melihat ukiran yang ada di dalam cincin itu. EunHeeChul forever.

Heechul meremas cincin itu lalu melemparnya kesembarang arah. Ia lalu berjalan sempoyongan ke arah danau. Udara yang dingin tak menghalanginya untuk mecelupkan diri ke air.

Matanya terpejam. Air danau yang dingin menusuk kedalam tulangnya. Heechul menutup matanya terus berjalan sampai ke tengah danau hingga seluruh badannya masuk kedalam air.

Heechul merasakan lehernya tercekik. Ia merasakan tekanan udara dalam tubuhnya semakin besar dan membuat paru-parunya memberikan perintah untuk segera mengambil oksigen. Namun otaknya tidak merepon perintah dari sang paru-paru. Otaknya tidak beku karena air danau yang dingin, tapi otaknya benar-benar beku saat mendengar balasan cinta Eunhee untuk Junho.

Andai ia bisa pergi ke hari seminggu yang lalu, saat ia dan Eunhee bertengkar. Saat ia lupa pada ulangtahun kekasihnya itu. Andai ia bisa lebih meluangkan waktunya untuk Eunhee. andai ia bisa lebih bersikap manis di depan Eunhee saat mereka berdua. Andai. Andai semua itu sudah berlalu.

Heechul membuka matanya perlahan. Ada benda berpendar di hadapannya. Sesosok makhluk bersayap sebesar tangannya berputar-putar di hadapannya. Makhluk itu terus bergerak secara leluasa, seakan air bukan material penghalang baginya.

Heechul tersenyum melihat makhluk itu. Kemudian ia membuka mulutnya membiarkan air masuk kedalam paru-parunya. Ia menutup matanya dan membiarkan tubuhnya dibawa air.

Ia merasakan dadanya semakin sesak dan beberapa detik kemudian ia tidak dapat merasakan apa-apa.

__________d_e_s_o_n__________

Gadis bermata biru safir itu tersenyum saat melihat pekerjaannya telah selesai. Bunga-bunga musim semi akan bermekaran tepat pada waktunya. Musim dingin hampir berakhir, musim semi akan segera datang. gadis itu segera bergegas menuju pintu penghubung ke dunianya.

Ia mengepakkan sayapnya dengan sepat. Dia meleng dan hampir menabrak seorang pemuda yang berantakan. Berdekatan dengan manusia membuat tubuhnya ngilu. Ia segera menjauhi pemuda itu.

Berdekatan dengan manusia merupakan hal yang menyakitkan.

Dasar pria gila, inikan masih musim dingin. Kenapa dia tidak memakai jaket??

Gadis itu berjalan lebih pelan dari yang sebelumnya. ia hampir sampai, ketika ia melintas sesuatu yang terbuat dari perak menghampirinya dan masuk kedalam pintu.

Sleb…

Gadis itu menoleh pada pemuda di belakangnya. Ia menatap pemuda itu tidak percaya. Baru saja pemuda mortal itu melemparkan sebuah cincin perak kedalam dunianya dan menghapus jalan satu-satunya baginya untuk pulang.

Gadis itu masih diam di tempatnya.

Perak, bukan perak asli. Perak campuran yang sudah di buat oleh manusia adalah hal yang tidak boleh masuk kedalam dunianya. Itu terlarang. Tapi bagaimana bisa manusia itu memasukan cincinya dengan tepat, mengingat manusia tidak bisa melihat pintu itu.

Pemuda itu berjalan ke air. Terus berjalan hingga tubuhnya tertutupi air semua.

Gadis itu menatap pemuda itu dengan tatapan hampa. Gadis itu menunggu si pemuda keluar dari air. Namun sayangnya pemuda itu tidak keluar-keluar.

Gadis itu mengepakan sayapnya lalu terjun kedalam air. Ia melihat tubuh pemuda itu kian membiru. Air danau telah masuk kedalam tubuhnya, namun pemuda itu tetap tersenyum.

Kaumnya tidak mempunyai jantung atau pun hati. Mereka abadi. Tapi ia merasakan sesuatu, ada yang berbisik padanya agar ia menolong pemuda itu.

Aura pemuda itu makin redup. Gadis itu panik lalu merubah wujudnya menjadi wujud manusia. Ia memeluk pemuda itu. Perih.

Tubuhnya kesakitan saat memeluk pemuda itu.

__________d_e_s_o_n__________

Heechul membuka matanya. Kejadian semalam terlintas di otaknya. Sakit. Heechul menatap lurus. Inikah surga?? Heechul mengedarkan pandangannya.

Ia tertidur dari ranjang yang terbuat dari kayu. Ada meja dan bangku dari kayu. Disebelahnya ada jendela yang juga terbuat dari kayu. Jendela itu terbuka Heechul bisa melihat pohon-pohon pinus berjejer rapi diluar.

Heechul bangun lalu duduk di tepi tempat tidur. Ia memegang kepalanya. Bukankah semalam ia mencoba bunuh diri? Tapi kenapa badannya sehat-sehat saja. Malah semakin bugar. Hanya hatinya yang masih sakit.

Kau sudah bangun??

Heechul tersentak lalu menoleh kesumber suara. Ia melihat seorang gadis dengan gaun selutut sedang berdiri didepan pintu.

“Kau siapa??” tanya Heechul penasaran

Aku yang menolongmu. Gadis itu masih dengan ekspresi yang sama

Heechul mengerutkan keningnya. Suara gadis itu tampak jelas di telinganya tapi tak sedikitpun ia melihat bibir gadis itu terbuka.

“Terimakasih karena telah menolongku dan aku hargai pertolonganmu. Katakan padaku aku ada dimana?” Heechul to the point.

Aku tidak tau, aku hanya pergi ke tempat yang aku mau dan kita kemari.

“Oke baiklah, sekarang katakan padaku apa yang kau mau. Sebutkan saja.” Gadis itu memiringkan kepalanya tidak mengerti.

“sebutkan permintaanmu, akan ku berikan apa yang kau mau.” Ucap Heechul lagi

Gadis itu menarik ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman, ia membuka mulutnya perlahan, “Aku ingin pulang ke rumah.”

Heechul terpana mendengar suara gadis itu. Suaranya seperti angin yang berhembus, merdu dan dingin. Ada sensasi mengelitik ketika mendengarnya. Benar-benar suara yang unik dan meneduhkan.

“Dimana rumahmu? Seoul? Busan?” Heechul menatap mata biru safir gadis itu. Kemungkinan ia bukan orang Korea, “Hongkong? Indonesia? Amerika? Afrika?”

“Nirwana.”

Wuizzzzzz…..

Angin berhembus kencang menerpa wajah Heechul saat gadis itu mengatakan Nirwana. Bulu kuduk Heechul meremang seketika.

“hahaaa…” Heechul mencoba untuk tertawa, “kalau begitu pulangkan aku ke neraka.” (?)

Aku serius, kau telah menutup jalan ke rumahku. Aku tidak bisa pulang. Ku mohon bantu aku. Gadis itu berbicara panjang lebar tapi tidak sedikitpun mulutnya bergerak. Raut wajahnya sedikit mengeras.

Heechul ternganga melihat gadis itu. Berbagai asumsi masuk kedalam pikiran Heechul. Makhluk yang ada di hadapannya terlalu indah untuk menjadi manusia biasa. Tapi pikiran itu ia tepis, tidak mungkin ada makhluk selain manusia dibumi ini.

Kau menutup jalan pulangku. Gadis itu tertunduk.

Heechul melihat butiran kristal turun dari matanya kemudian jatuh merembes ke lantai. Ia menatap mata biru safir gadis itu. Ia merasa tidak enak hati telah membuat gadis itu menangis.

Heechul menatap gadis di depannya dengan tatapan bingung. Namun ia mencoba untuk berpikiran rasional.

“jadi, kau yang menarikku dari danau dan kau kehilangan tiketmu? Maksudmu begitu?” ucap Heechul sambil menatapnya kacau, “Terimakasih kau memang fans yang baik. Berapa harga tiketmu akan ku ganti semunya sampai kau tiba dirumahmu.”

Gadis itu terdiam…

“Hei… aku sedang bicara padamu??”

Gadis itu membalikkan tubuhnya dan meninggalkan Heechul. Heechul bangkit dari tempat tidur dan menyusul gadis itu.

“katakan tempat apa ini? siapa kau dan apa maumu?” Heechul menarik tangan gadis itu dengan paksa.

Gadis itu meringis kesakitan. Ia menatap Heechul dengan tatapan memohon.

Heechul melepaskan tangannya.

Gadis itu meringis kesakitan. Heechul melihat tangan gadis itu merah. Dan anehnya tanda merah itu seperti jiplakan genggaman tangan Heechul. Padahal Heechul hanya memegang tangan gadis itu tidak lebih.

Gadis itu menjauhi Heechul.

“kau kenapa?” tanya Heechul mencoba mendekati gadis itu

Gadis itu melayangkan tatapan tajamnya sambil mengeleng, Tidak jangan dekati aku…

“kenapa? Bisa kau jelaskan!”

Aku hanya ingin pulang dan kau menutup jalanku… gadis itu masih meringis kesakitan.

“Aku tidak mengerti. Kau yang menolongku dan sekarang kau bilang kalau aku yang menutup jalanmu.” Heechul tidak yakin bahwa gadis itu berbicara padanya, tapi ia yakin kalau dirinya mendengar suara gadis itu, “aku punya mobil. Kau sebutkankan saja dimana rumahmu dan aku akan mengantarmu sampai rumahmu.”

Gadis itu masih menunduk kesakitan. Heechul mengira kalau gadis itu gila.

“Aku mengerti sekarang.” Heechul menarik nafasnya berat, “Kupikir kau tulus ikhlas menolongku. Tapi kau memang sama seperti fansku yang lain. Stalker.”

Gadis itu mengangkat dagunya melihat ke arah Heechul.

“kau sama seperti E.L.F lainnya.”

Gadis itu tersentak kaget. Elf.

“aku yakin jika dia E.L.F maniak.” Batin Heechul

Gadis itu menatap Heechul tidak percaya, bagaimana kau tau aku seorang Elf? *Elf=Peri

Heechul memutar bola matanya, “kau itu bodoh yah, tidak ada satu E.L.F didunia ini yang tidak pernah mengikuti kami. Mereka mencintai kami termasuk aku.”

Gadis itu menarik bibirnya membuka mulutnya, “Kalian tidak seharusnya tau tentang kami.”

Heechul mencondongkan badannya ke depan, “hei… E.L.F ada karena kami ada…”

“Tidak… itu tidak mungkin…” gadis itu menatap Heechul marah.

“kau sama dengan yang lainnya, kau mengikuti kami kemanapun kami pergi. Mencari berita di website, mengambil foto kami diam-diam.”

Gadis itu mengerutkan keningnya.

“begitulah kira-kira, E.L.F tercipta memang untuk Super Junior. Karena Super Junior ada untuk E.L.F. EverLasting Friend…”

Gadis itu menatap pemuda yang ada di hadapannya. Jatungnya-jika ia punya jantung pasti akan meledak jika rahasia besarnya terbongkar. Tapi kemudian pemuda di hadapannya benar-benar membuatnya gila.

Ia harus menemukan cara agar bisa pulang kedunianya. Ia tidak bisa terus-terusan didunia manusia, karena ia akan merasa kesakitan. Ia akan hancur sedikit-demi sedikit.

TBC…

My First post in S3FFindo, Hope u like…

Leave Comment Please

deep bow

_deson_

About -deson-

Everybody loves me, coz I’m made of chocolate

Posted on 19 Februari 2011, in Han Yeosin, Super Fanfiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 25 Komentar.

  1. Bagus, ayo lanjut. Bahasanya rapi banget.

  2. Ahhh deson. . . Keren banget ini. Imajinasiku melambung tinggi. Pas terakhirnya geget. Hahahaha, pokoknya ini bagus. Keren. Daebak lah! Kamu bikin FF udah lama ya? Ayo cepet lanjut ya ? :”)

  3. Oya itu nanti FFmu dikategori sesuai namamu yah? Tag FFnya diisi aja sama nama castnya + genre nya (FANTASY, ROMANCE) .

  4. Nice post n good blog sob…
    Lanjut terus…
    Ditunggu posting selanjutnya ya…

    Jangan lupa juga kunjungan balik ya…
    Dan kasi komennya ya sob di blog saya…🙂

  5. wihihihi kereeennn, hee nya rada lemot juga ya *dilempar heechul*
    haha ayo ditunggu lanjutannya

  6. Chingu~
    akhirny ff ne u publish jg..
    Like it..
    Saia slalu suka smua ff u chingu..

    Aigo,,
    saia ampe lupa mperkenalkan diri..
    Annyeong saia reader bru dblog neh..

    Ayo chingu lanjutkan ffny..

  7. Hua bagus bgt! Cepetan lanjutanyaaaa
    suka bgt yg fantasy gini. .Cepet yaaa. Hoho

  8. hua hua keren hua

    *kkk*

  9. suka >___<
    aah keren keren,,itu pacarnya chul jahat bgt ikh :((
    lanjut ya ^^

  10. Wow~
    Keren yah FFnya~
    Heechul kasian skali~🙂

  11. wah kyk y seru nih, cerita tentang peri. . .
    Lanjut ke part 2

  12. keren author, bahasanya indah banget. Mian ya aku reader baru dipost ini🙂

  13. Bagus chingu. Kata2 nya juga rapih ^^

  14. waaah suka suka, jatang nih yanh castnya heevhul. semoga tuh peri dibawa ke dorm ya wkwk

  1. Ping-balik: [FF/PG15] The Half Blood ELF part 2 « SHINee Super Shinki FF Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: