[FF/S/2/PG] Smile For Me

Title: Smile For Me

Author : Yohana Nathalea Vebriana

Chapter : 2

Cast:

– Eunhyuk a.k.a Lee Hyuk Jae

– Park Eun Kyung/you readers as Baek Sun Ja

-Genre:Romance, little ada komedi*opotho?*,menurutku ini ff yang paling so swiit yang saya pernah buat…hehehehe

-Dis:Cerita fiktif,tokoh bukan milik saya tapi cerita punya saya.

 

~~~~~~~~~~

 

Aku berjalan gontai kelelahan di trotoar kota Seoul, malam minggu seperti ini. Sudah dapat dipastikan Seoul akan ramai dan penuh sesak. Tapi lagi-lagi aku melihat Sun Ja melintas di hadapanku lagi, hei? apakah separah ini pikiranku dipenuhi oleh Sun Ja?
Aku menampari pipiku sendiri. Sakit. Berarti ini bukan halusinasi?
Kubuntuti kemana Sun Ja pergi,untung saja ia tak merasa dibuntuti. Dia menuju sebuah gedung tak terpakai, aku agak ragu untuk menyusulnya lagi, tapi rasa penasaranku terus mendorong untuk tetap membuntuti Sun Ja.
Aku agak menjaga jarak yang cukup jauh dengannya, sesekali aku bersembunyi di balik pilar ataupun tembok gedung agar Sun Ja tak melihat kehadiranku.
Hingga akhirnya kami sampai di toproof gedung ini, Sun Ja berdiri di tepi toproof. Rambutnya beterbangan diterpa angin malam. Ia terlihat anggun dengan dress warna putihnya. Tapi tiba-tiba ia mengeluarkan sebuah pisau lipat yang entah dari mana asalnya, kini pisau lipat itu tergenggam di tangannya. Siap dihunuskan ke perutnya.
“Jangan…!!!!!”
aku berlari ke arah Sun Ja, memeluknya dari belakang. Mengontrol tangannya agar pisau lipat itu tidak terjun bebas menghunus perutnya. Ia hanya menangis dan meronta.
“Jangan halamngi aku…!!!!” ia mulai berteriak.
“Kau bisa mati..!!”
“Memang itu yang kuinginkan..!!jangan halangi aku..!!”
“Aku bilang jangan..!!”
Dia melemas,tak lagi meronta. pisau lipatnya tadi ia jatuhkan begitu saja. Ia terus menangis, dan sebagai laki-laki aku memeluknya. Merengkuhnya dalam dekapanku, mencoba menenangkannya.
“Pabbo…” kataku lirih.
“Aku tak mau itu terjadii…”
Kuposisikan Sun Ja menghadap ke arahku, untuk pertama kalinya aku menatap langsung wajah manis itu. Wajahnya memerah dan sembap karena menangis.
“Apa maksudmu…???”
“Ataxia..aku orang tak berguna aku tak punya harapan…!!!apa kau tahu itu???”
“Yah aku memang tak tahu?? tapi apa lebih baik mengambil nyawa yang belum saatnya diambil? kau menyalahi aturan Tuhan..!! dia tak akan memaafkanmu..!!”
“Percayalah…semua akan baik-baik saja…panggil aku Hyuk Jae..aku akan jadi badut penghiburmu secara sukarela..”
Dia menatapku penuh arti, air matanya berlinang lagi. Sungguh terimakasih engkau mau dekat denganku..seorang Le Hyuk Jae.

—————————————————————————————————————————————————

Semenjak kejadian itu, Sun Ja lambat laun mengurangi kebisuannya.
Hari ini aku menemaninya di bangku biasa ia duduk untuk melukis.
“Hyuk Jae-ya…”
“Mwo??”
“Berposelah sebentar..” aku segera melakukan apa yang Sun Ja minta.
Cekrreekkk…!!!!
Ia mengambil fotoku dengan polaroidnya.
“Tunggu beberapa hari..aku hendak melukismu..” katnya sambil tesenyum.
“Gomawo..” aku mencubit dgemas kedua pipinya.
“Temui aku di Namsan 2 hari dari sekarang…jam 4 sore..”
“Ne…”
Setelah itu 2 hari berikutnya sesuai perjanjian yang telah aku dan Sun Ja buat, aku sudah datang ke Namsan tower.
Aku menungunya dengan sukacita,cengengesan sendiri membayangkan bagaimana nanti saat aku berkata, ‘Saranghae Sun Ja-ya..kau mau jadi yeojaku??’
Aish konyol..!!memang hari ini aku juga berencana menyatakan perasaanku pada Sun Ja.
Hampir jam 5, dia tak kunjung juga datang. Pukul 6, pukul 7, pukul 8. Hingga akhirnya pukul 10 malam. Sun Ja tak datang juga.
Sudahlah Hyuk Jae,bukan harimu.
Aku mencoba menenangkan diriku,lalu memutuskan untuk meninggalkan namsan.
Ketika hampir sampai di rumah sewaku,Donghae dan Fino kuningnya kudapati telah terparkir di depan rumah sewaku.
“Donhae-ya!”
Donghae yang tadinya duduk di jok fino kuningnya,segera beranjak menghampiriku.
“Hyuk-ah..ini tentang Sun Ja..”
Donghae menampakkan raut muka tak beres,pastilah ada apa-apa menimpa Sun Ja.
“Katakan!ada apa dengan Sun Ja?”
“Ikut aku!” Donghae menarikku ke arah Fino-nya terparkir,beberapa menit kemudian ia melajukan skuternya menuju sebuah rumah sakit swasta di Seoul.
Langkahku di tuntun Donghae yang berada selangkah di depanku sebagai penunjuk jalan.
Hingga sampailah kami pada sebuah kamar rawat inap.
“Ayo masuk…”
Donghae membukakan pintu kamar it untukku,memberiku jalan agar aku dapat masuk terlebih dahulu.
Dia yang mengikat janji denganku di Namsan Tower,gadis yang hampir kehilangan senyum dan harapan hidup,ia terbaring lemas di ranjang rumah sakit.
“Donghae,inikah Hyuk Jae?”
Donghae hanya mengangguk,saat seorang noona menghampiri kami berdua.
“Temui Sun Ja…” kata Donghae melirik memohon padaku.
Aku memandang mereka bergantian.
“Aku jelaskan semua nanti…”kata Donghae meyakinkanku.
“Kami pergi sebentar,jagalah Sun Ja sebentar” noona itu melengos pergi meninggalkan senyum ramahnya,lalu diikuti Donghae yang mengikuti langkahnya pergi keluar.
Perlahan langkahku mendekat ke Sun Ja yang sedang terbaring.
Ku tatap yeojaku itu,walaupun aku belum resmi jadi namjachingunya.Tanganku meraih keningnya yang tak terhalang poni,ku elus pelan lalu ku kecup lembut.
Tapi tiba-tiba ia terbangun.
“Ah..mianhae Sun Ja-ya..”
Aku tertunduk malu,Sun Ja sepertinya tak keberatan aku mengecup keningnya.Ia tersenyum memandangku,dan menggenggam tanganku.
“Aku yang harusnya bilang begitu…kau telah menungguku terlalu lama..dan lukisan itu belum jadi..” ucapnya penuh sesal.
“Jangan ucapkan itu!aku tidak akan memaafkanmu..aku tak pernah kecewa kau tak datang tadi dan lukisan itu,kau sudah punya aku ”
“Kau tahu Hyuk Jae..kau adalah namja istimewa bagiku..aku membuatkan lukisan itu untukmu maka jangan tolak aku melakukan itu sebelum semua motorikku mati dan aku cacat..” aku meletakkan jari telunjukku di bibir Sun Ja.
“Sstt..kau takkan cacat…sudah kubilang ada aku,kau punya aku..saat tanganmu tak mampu melakukan apa inginmu,dua tanganku bisa melakukannya untukmu..dan saat kakimu tak mampu digerakkan untuk melangkah..aku akan menggendongmu,karena kakiku akan membantumu untuk berjalan-jalan keluar..”
“Kau tahu aku akan mati…”
“Maka dari itu,harus ada aku untuk mengisi hidupmu..dan kumohon hadapi ini semua dengan senyummu jangan menangis!dan tersenyumlah untukku…kau mau berjanji??” aku mengacungkan kelingkingku,disambut kelingking Sun Ja,dan kami telah berjanji.

—————————————————————————————————————————————

TBC…

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UTOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu di Beranda.

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About azuhra

Hi... :) I'm just a little girl in a big world. I'm Indonesian. Nice to meet you all. I heart you all. Oh, i forget it, i'm moslem. and i'm not a terorist!!! there's no moslem is terorist. terorists aren't moslem. ^^

Posted on 20 Februari 2011, in AUTHOR, KATEGORI, Super Fanfiction, Yohana Nathalea Vebriana and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. pendek. . .
    huua. .tapi aku suka. .
    hyukjae romantis bangeet.suka sama kata-katanya. .
    ayo lanjutkan.

  2. Waaa, hyukjee d part 1 sama part ini berbeda bgt !!
    di part 1 hyukjee konyol n cengengesan, tp d part ini? dewasa n romantiss bgt ><

    ga nyangka hyuk ci cute monkey #dijitak hyukppa# biza seromantis itu….

    thor lanjut truss…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: