[FF/S/3/PG] Smile For Me – End

Title: Smile For Me

Author : Yohana Nathalea Vebriana

Chapter : 3

Cast:

– Eunhyuk a.k.a Lee Hyuk Jae

– Park Eun Kyung/you readers as Baek Sun Ja

-Genre:Romance, little ada komedi

-Dis:Cerita fiktif,tokoh bukan milik saya tapi cerita punya saya.

 

~~~~~~~~~~

Setengah tahun,waktu yang telah kulewati bersama Sun Ja.
Aku tak pernah mengungkapkan perasaanku toh Sun Ja sudah tahu apa isi hatiku.Tanpa kata jadian,kami sudah menjadi kekasih.
Dan ternyata,takdir berkata lain.Penyakit Sun Ja lebih cepat bertindak daripada obat-obat yang berusaha mengahalau perkembangan penyakitnya.
“Noona kami pergi..!!” Aku berpamit pada kakak Sun Ja yang ternyata teman wanita Donghae, dasar Donghae dia tak memberitahuku dari dulu jika ia kenal dengan kakak Sun Ja. Dengan begitu aku tak perlu susah payah mengamatinya terus-terusan? tapi aku tahu niat Donghae yang ingin aku lebih berusaha.
“Hati-hati.. jaga Sun Ja..” teriak Sun Hyong noona saat kami sudah keluar dari pekarangn rumah Sun Ja.
seperti biasa sore ini kami jalan-jalan hanya di sekitar perumahan tempat tinggal Sun Ja. Aku mendorong kursi rodanya ke arah taman tempat kami biasa menghabiskan sore bersama.
“Hyu Ja…” Sun Ja menolak ketika aku inginmenurunkannya ke hamparan rumput hijau tempat kami berlesehan ria di taman ini.
“Mwo..?? kau tidak mau ke sini??”
Sun Ja mengeleng pelan.
“Lalu kau mau kemana??”
“Han..”
“Sungai Han??” ia mengangguk senang. Tapi itu begitu jauh?? ah tak apalah demi Sun Ja..!!
Kami akhirnya menghabiskan sore ini di sungai Han, setelah beberapa kali transit di terminal bus, akhirnya sampailah kami di sungai Han.
Kali ini Sun Ja tak menolak ketika kuturunkan dari kursi rodanya dan kududukan di bangku yang telah disediakan untuk pengunjung sungai Han.
“Gomao…” katanya setelah aku ikut duduk di sampingnya dan menyangga tubuhnya dengan merangkulkan tanganku di bahunya.
kami terdiam beberapa saat, lalu aku ingat akan barang bawaanku yang sudah kusiapkan jauh-jauh hari.
Sebuah cincin, yang akan kugunkanuntuk melamr Sun Ja. Walau terlihat sangat cepat, tapi aku tulus ingin menjadi pendampingnya..mendampinginya hingga waktunya Sun Ja pergi.
“Aku akan tinggal di dekatmu..selama sisa hidupku,Melalui hujan dan salju saya akan menghargaimu, aku akanmengurusmu, dan itu akan terjadi…aku membayangkan kau dalam gaun putih, aku dalam tuksedo.Kita berjalan di bawah bulan. apa kau ingin itu??”
Aku menoleh ke arah Sun Ja, dan ia hanya tersenyum dan semakin merapatkan tubuhnya padaku.
“Tentu..tapi..waktuku tinggal sedikit..kau hanya bisa memilikiku untuk waktu yang sebentar? apa tidak jahat bagimu?”
“Justru,jahat bagiku sampai kau tak mengijinkanku menjadi suamimu..”
“Tapi tidak jahat, aku mau jadi isterimu..”

——————————————————————————————————————————————–

(2 bulan kemudian)

Kapel kecil ini berhiaskan bunga warna putih, sangta seerhana namun anggun.
Ini hari pernikahanku, dan aku bahagia karena mempelai perempuannya Sun Ja. Yah sangat mendadak memang tapi orangtuaku dan Sun Ja telah memberi restu dan mengijinkan kami menikah walau kami masih sama-sama kuliah, dna karena juga kondisi Sun Ja yang Kian menurun.
Kini aku berdiri di depan altar, menunggu mempelai wanita datang.
Lagu gereja dilantunkan, pertanda mempelai wanita sudah datang, aku menoleh ke arah pintu kapel yang terbuka,
Sun Ja dengan gaun pengantin, dia nampak sangat cantik. Sungguh cantik dari biasanya. dengan senyumnya yang tak kunjung surut ia telah sampai di sampingku. Melangsungkan upacara penikahan dan mengikat janji sehidup semati, senang ataupun susah, sehat ataupun sakit. Hubungan kami telah disakralkan oleh Tuhan.
Seusai acara pemberkatan, Sun Ja mengajkku ke Sungai Han. Masih denga pakaian pengantin kami, aku menggendongnya dan kami duduk kembali di salah satu bangku.
“Yeobbo…buanah ii sebua awal??”kata Sun Ja dengan pelafalan yang lemah.
“Yeah..chagi..aku akan disampingmu, mari kita jalani hidup bersama lakukan apapun bersama..”
“Au lelah..boeh au besanda? upaaa hari ii mmbuaku llah..”
“Bersandarlah…”
“Au tiduu seentaa…” ia mempererat pelukannya padaku lalu tertidur.
Aku memandang matahari terdenam di seberang, sudah pukul 5 sore. Aku harus membnagunkan Sun Ja untuk pulang.
“Chagi…Chagii…” aku menpuk bahunya, tak ada reaksi, lalu ku goncankan badannya. Dan….
Tangannya dengan lemas melepaskan pelukannya tadi.
“Sun Ja?? kau tidur?? apa kau sangat lelah?? Tidurlah Sun Ja..aku akan rela..” Aku menyadari Sun Ja telah tiada, ia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Saat kami baru saja akan memulai hidup bersama sebagai sepasang suami-isteri.
Tenanglah dalam tidurmu, terbanglah ke surga..aku takkan menghalangi kebahagianmu..semoga di kehidupan berikutnya kita kan bertemu lagi Baek Sun Ja.

 

END…

©2010 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UTOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu di Beranda.

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About azuhra

Hi... :) I'm just a little girl in a big world. I'm Indonesian. Nice to meet you all. I heart you all. Oh, i forget it, i'm moslem. and i'm not a terorist!!! there's no moslem is terorist. terorists aren't moslem. ^^

Posted on 21 Februari 2011, in AUTHOR. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. hikz…hikz… kasihan bgt eunhyuk hwaiting oppa q mw k’ jd pengganti sun ja hehehe….
    *ngarep.com*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: