[FF/PG-13] GLAMOURE Part 12

GLAMOURE CHAP 12


Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

 

===================================================

Previously~~

Heechul menyentil keningku kesal, “Daya ingatmu lemah sekali..”. Heechul mengecup bibirku sekali lagi. “Saranghae~~”

Aku mengerjap-ngerjap. Jadi maksudnya, pernyataan yang itu ya ?.

“Jawab…”, katanya manja.

Aku masih belum tahu bagaimana perasaanku. Koreksi ! Maksudku…belum yakin. Bagaimana ini ? Aku harus jawab apa ?

“OI~~!!”, panggilnya tak sabar.

Aku menunduk dan menggigit bibirku. “Aku belum tahu, Heechul… Mianhee~~”

Kami pun diam dalam detik-detik berikutnya. Tak ada yang bicara kecuali angin malam yang berhembus. Aku juga tak berani menatap Heechul sekarang ini. Aku takut..menatapnya akan membuat hatiku perih. Dia pasti terluka.

“Hahaha..”, Heechul tertawa tiba-tiba. Aku khawatir lalu mengangkat wajahku menatapnya. “Ayo pulang..ini sudah hampir pagi”


*********************************************************************************************************

 

Suasana subuh sudah mulai turun. Aku dan Heechul masih dalam keadaan diam yang sangat canggung. Hanya suara deru mobil volvonya saja yang terdengar saat ini.

Huuff~~apa yang sudah kulakukan padanya ? Apa aku salah jika belum bisa memutuskan pilihan hatiku ?

“Haemi..”, aku tersentak kaget karena lamunanku diganggu. Aku menoleh ke arah Heechul yang menatap nanar jalan di depan. “Kao tak perlu merasa bersalah.. Aku bisa mengerti”

Tak ada yang bisa kusahuti saat ini.

Dengan tangan nya sebelah, Heechul mengeluarkan lagi antingku dari sakunya. Dia menyerahkannya padaku, “Ambillah~~itu milikmu”

Saat mendengar kata ‘itu milikmu’, aku merasa hatiku sedikit perih. Aku merasa kalau Heechul sedang mengembalikan hatiku kembali. Kenapa bisa begini ?

“Gomawo”, ucapku singkat lalu kembali memandangi kaca mobil di sebelahku.

Kami kembali diam, tapi tak lama karena tiba-tiba mobil Volvo Heechul sedikit oleng.

Heechul menepikan mobilnya di tepi jalan, lalu turun. Aku ikut turun lalu mengikutinya yang sedang berjalan ke arah belakang mobil.

Tapi tiba-tiba saja, ponselku berdering. Ahh~~Donghae.

Aku melirik sekilas Heechul yang sedang berjongkok memeriksa ban mobil belakang, lalu menekan tombol hijau di ponselku. “Yeobseo ?”

“Haemi ? Haemi ?”, tanyanya agak senang. “Akhirnya kao mengangat telponku juga. Kao dimana ?”

“Aku bersama Heechul”, kataku. Aku memerhatikan Heechul yang sudah berdiri dan berjalan ke depan mobil lagi. “Ban mobil kami sepertinya kempes”

Donghae mendesah panik, “Kempes ?”

“Yaa..” Aku memerhatikan Heechul yang sedang mengobrak abrik sesuatu di depan kursi kemudi. “Tapi kurasa Heechul bisa mengatasinya”

Kupikir iya, Heechul bisa mengatasi ban mobil kami dengan menggantinya dengan ban serep mungkin. Tapi ternyata tidak, dia membongkar-bongkar sesuatu karena sedang mencari ponselnya.

“Kalian baik-baik saja kan ?”

Ingin sekali aku menjawab ‘tidak’, tapi yang malah keluar adalah..”kami baik-baik saja”

Kudengar Donghae mendesah lagi, “Apa kao bersama Heechul sejak tadi ?”

“Ne, aku bersamm—mmphhh..” Seseorang tiba-tiba menyekap mulutku dengan sapu tangan. Aku memberontak-berontak, mencoba melepaskan diri. Tapi karena bau chloroform yang menyeruak, mendadak tubuhku melemah. Perlahan-lahan pandanganku kabur dan pusing. Sebelum kesadaranku benar-benar hilang, aku bisa melihat bayangan Heechul yang meneriakkan sesuatu padaku. Maaf Heechul~~tapi aku tak bisa mendengar suaramu…

____________________________________________________________________________________

 

Author’s PoV


“HAEMIIIIIIIIIIII !!!”, teriak Heechul lalu melempar seenaknya ponselnya ke jalan dan berlari.

Matanya memerah marah melihat gadis yang dicintainya itu diseret masuk ke sebuah mobil oleh pria tak dikenal. Heechul hampir saja meraih gadis itu dari pria yang tak dikenal. Tapi tiba-tiba perutnya ditumbuk oleh pria lain. Darah segar keluar dari mulutnya, tapi baginya pukulan itu masih belum seberapa.

Heechul tersenyum penuh sinis lalu mulai menyepaki pria tadi yang memukulnya. Pria itu jatuh, tapi teman-temannya yang lain langsung turun tangan. Mereka ada sekitar empat orang pria bertubuh besar dan mulai berdiri mengelilingi Heechul.

Heechul menatap tiap muka pria bule hitam itu, senyumnya mengembang, tapi tak lama. Karena setelah saat Heechul bersiap mengeluarkan pukulannya pada mereka, mobil tempat Haemi disekap sudah meluncur.

Karena perhatian Heechul yang pecah, dia berhasil dipukul jatuh. Empat pria itu mengeroyokinya. Menendang, memukul perut dan wajah Heechul sampai Heechul jatuh terlentang menghadap udara. Tubuhnya sudah penuh luka dan sudah tak pantas lagi untuk menerima pukulan, tapi salah satu dari mereka malah menginjak keras perut Heechul hingga darah segar lagi-lagi muncrat keluar mulutnya.

Para pria itu tertawa mengejek, lalu kembali memasuki van mereka. Mereka meninggalkan Heechul yang terbaring tak berdaya di jalan.

Setelah starter mobil van mereka dihidupkan, Heechul bangkit dan memerhatikan plat no van mobil itu. Di tengah kesakitan yang melanda di sekitar tulang rusuknya, dia tersenyum. Walau tangannya agak kaku karena sakit, laki-laki itu tetap meraih ponselnya yang tadi sempat dibuangnya sembarangan dijalan. Jari-jari tangannya memencet-mencet beberapa angka, lalu dia menempelkan ponselnya erat ke telinga. “Hankyung~~Aku butuh bantuanmu…”


____________________________________________________________________________________

 

-at Hotel-

 

“HAEMI ? HAEMI ?”, Donghae kelihatan sangat panik karena suara Haemi di sebrang telepon sana menghilang tiba-tiba. Donghae mencoba menghubungi gadis itu lagi, tapi nihil ! Ponselnya tidak aktif.

Sekarang pikiran buruk mulai menghantui kepala Donghae secara berangsur-angsur. Kenapa dengan Haemi ? Kenapa tiba-tiba dia memutuskan teleponnya ? Apa yang terjadi ?

Donghae menggeleng-geleng untuk mengusir pikiran buruknya. Tapi tak bisa ! Hatinya tetap tak tenang. Tiba-tiba saja ide untuk menelpon Heechul muncul. Donghae pun segera memencet beberapa angka di ponselnya.

Tapi ponsel Heechul juga tak aktif ! Bagaimana ini ?

Donghae sudah tak bisa menghentikan rasa penasarannya. Dia memutuskan untuk mencari Haemi. Dia sudah setengah memakaikan cardigannya, saat tiba-tiba teringat sesuatu. Bagaimana dia bisa menemukan Haemi kalau dia tak tahu Haemi ada dimana ?

“Tuan~~”, Donghae menoleh cepat ke Hankyung yang sekarang ada di ambang pintu kamarnya. “Agashii—“

“Ada apa dengannya ?”, sela Donghae panik sambil berjalan cepat mendekati Hankyung.

Hankyung terlihat cemas, “Agashii di culik”

“Di culik ?”, Donghae menahan keras keinginannya untuk memekik keras tak percaya. “Kao bilang Haemi diculik ? Oleh siapa ?”

“Saya tak tahu tuan.. Saya diberitahu oleh tuan Heechul tadi melalui telepon dan—“

“MEREKA ADA DI MANA ?”, tanpa sadar sekarang Donghae benar-benar murka.

“Di gunung tempat patung kristus, gunung–“

“Aku pergi !”, sela Donghae cepat lalu melewati Hankyung. Kakinya terayun cepat, dan otaknya kalau. Dia bahkan tak mendengar suara Enhyuk dan Ryeowook yang menyapanya.

“Han~”, sapa Enhyuk saat mereka menemukan Hankyung yang sedang bersiap-siap untuk pergi juga. Hankyung menoleh ke arah dua tuan mudanya itu. “Apa yang terjadi ?”

“Nanti akan saya ceritakan. Tapi bisakah tuan muda sekalian ikut saya dulu ?”


************************************************************************************


“Dudukkan saja dia disitu !”

Para lelaki berjas hitam itu mengangguk lalu mendudukkan Haemi di sebuah kursi. Dia masih belum sadar dari pingsannya, tapi para penculik itu mengikat kaki dan tangannya kuat.

Sementara wanita setengah baya itu mulai berjalan mendekati Haemi dengan segelas anggur merah di tangannya. Dia memerhatikan wajah Haemi yang pingsan itu.

“Benar-benar mirip Ensung dan Inyeong~~”

“Kami sudah selesai nona Daera~~”, ucap para penculik itu.

Wanita setengah baya yang dipanggil Daera itu mengangguk dan melambai-lambaikan jemarinya menyuruh mereka keluar.

Setelah para penculik itu keluar, Daera berlutut di hadapan Haemi sambil tersenyum tipis. “Kao tahu ? Aku tak akan melakukan apa-apa untukmu~~. Kao tidak akan kuperlakukan sama seperti ibu dan bibimu”

Haemi tak bereaksi apa-apa karena masih dalam keadaan pingsan, dan wanita setengah baya itu berdiri lagi sambil tetap membawa gelas berisi anggurnya. Dia berjalan ke arah luar jendela kapal, lalu menatap matahari yang terbit. “Sudah pagi lagi ternyata~~”, ujarnya lalu meneguk minumannya.


*************************************************************************************


Heechul masih terlentang menghadap langit yang biru. Seluruh tubuhnya sakit, dia tak bisa berbuat banyak dan hanya menunggu pertolongan dari Hankyung datang.

Tiba-tiba dari arah ujung jalan, sebuah mobil melaju cepat dan berhenti tepat di dekat Heechul terkapar. Heechul bisa mendengar suara pintu mobil yang dibanting keras, lalu suara langkah kaki yang tergesa-gesa berjalan ke arahnya.

“Di mana Haemi ?”

Heechul meringis dan mencoba untuk duduk, “Kao tak mau membantu sodaramu dulu ?”

Donghae menarik kasar kerah Heechul hingga membuatnya berdiri, “Jangan berCANDA !! DIMANA HAEMI ?”

“Kalau kubilang tak tahu ?”

‘BUG!’. Pukulan keras Donghae mendarat di pipi Heechul. Heechul jatuh ke belakang karenanya.

“Lihat ? KAO BISA LIHAT KAN ?”, tanya Donghae yang tak bisa mengontrol emosinya. “Kao tetap tak bisa menjaga orang yang kao sayangi ! Kemarin ibu. Sekarang—“

“Cih ! Ibu mati karena kao tak sanggup menahannya  bukan ?”

‘BUG!’ Lagi-lagi Donghae mendaratkan pukulannya. “KAO TAK SADAR BODOH ?!!”

“SADAR !!!!”, balas Heechul berteriak. “KENAPA KITA HARUS BERTENGKAR SEPERTI INI HANYA KARENA HAEMI, HAH ? KAO LUPA KALAU KITA SODARA ?”

‘BUG!’ Donghae benar-benar tak bisa mengontrol tangannya. “KAO PIKIR INI SALAH SIAPA ? BUKANNYA SUDAH KUBILANG KAO MENYERAHKAN SAJA HAEMI PADAKU ?!!”

‘BUG!’ Kali ini Heechul yang mendaratkan pukulannya. “KAO PIKIR AKAN SEMUDAH ITU AKU MENYERAHKANNYA, HAH ??”

‘BAG! BUG! BAG! BUG!’ Kedua orang itu mulai berkelahi tak tentu arah. Mereka dikendalikan emosi yang meluap-luap. Heechul saja yang tadinya tak sanggup berbuat apa-apa, kini entah bagaimana bisa membalas pukulan Donghae.

‘CKIITTT’ Sebuah mobil Porsche mendecit keras lalu menepi di dekat kedua orang itu. Pintunya terbuka, dan tiga orang laki-laki berlari meleraikan pertengkaran mereka.

“Hei ! Sudah ! Kalian jadi terlihat seperti anak kecil”, perintah Ryeowook.

Akhirnya Heechul dan Donghae berhenti memberontak dalam rangkulan Enhyuk dan Hankyung. Mereka sadar kalau pertengkaran mereka tak akan ada gunanya.

Enhyuk dan Hankyung mulai melepaskan rangkulan mereka dari kedua orang itu. “Kami sudah menemukan petunjuk !”, ujar Enhyuk.

“Haemi dimana ?”, tanya Heechul sambil mengatur nafasnya yang sesak.

Ryeowook menggeleng, “Kami belum menemukannya”. Melihat raut wajah Donghae dan Heechul yang sedih lagi, Ryeowook cepat-cepat menambahkan. “Tapi kami menemukan orang yang bisa membantu kita”

Heechul dan Donghae diam dan menatap Ryeowook, menunggu dia melanjutkan ceritanya lagi.

“Mungkin kalian berdua akan terkejut…tapi hanya dia satu-satunya harapan kita”, ujar Enhyuk lalu menjetikkan jarinya ke mobil Porsche.

Perhatian mereka langsung tertuju pada mobil. Tiba-tiba saja pintu penumpang belakang terbuka dan keluarlah seorang gadis bule berambut merah menyala disusul wanita setengah baya.

“NENEK TUA ? ANGELAAA ?”, pekik Donghae dan Heechul tak percaya.

Victoria memaksakan sebuah senyum kecut dan melambaikan tangannya pada dua orang cucunya itu. Sebenarnya dia kesal karena cucunya itu tetap saja memanggilnya nenek tua. ‘Dasar tidak sopan’, gerutunya di dalam hati

“Nona Victoria sengaja terbang dari Prancis ke Brasil setelah mendengar berita agashi, tuan~”, jelas Hankyung.

“Lalu bagaimana dengan Angela ?”, tanya Donghae tak mengerti. “Kenapa Angela bisa membantu kita ?”

Angela terlihat gugup dan segera menunduk ketika tiba-tiba perhatian semua orang tertuju padanya. Dia ingin menjawab, tapi suaranya terasa tercekat. Akhirnya gadis itu hanya menggeleng lemah.

Merasa tahu dengan apa yang dihadapi oleh Angela, Hankyung segera membantunya bicara. “Nona Angela secara tak sengaja ikut terlibat dalam aksi penculikan ini”

Sedari tadi, sebenarnya tubuh Heechul sudah tak bisa dikompromi lagi. Rasa sakit di tubuhnya sudah minta untuk disembuhkan. Tapi Heechul menguatkan dirinya. Dia ingin mendengar semuanya dengan jelas. “Apa maksudmu, Han ?”

Sebelum Hankyung menjawab, Angela sudah mengangkat kepalanya dan menjawab, “Ibu yang menculiknya !” Gadis itu mendapat keberanian sedikit saat mendengar Hankyung membelanya. Padahal dia bukan secara ‘tak sengaja terlibat’, tapi memang disengaja.

“Aku..”, Angela mengigit bibirnya saat seakan-akan semua mata orang lain sedang menelannya hidup-hidup. “Aku merasa tidak enak pada kalian. Jadi kuberitahu Ahjussi soal ini”

“Tapi untuk apa bibi Daera menculik Haemi ?”, tanya Heechul tak mengerti.

“Aku tidak tahu”, Angela benar-benar merasa bersalah. “Maaf..aku benar-benar tak tahu”

Victoria yang keibuaan, tahu benar kalau gadis itu sedang diliputi kegelisahan. Jadi dirangkulnya cucunya itu, “Tak perlu khawatir, sayang~~. Aku tahu bagaimana Daera, walau dia bukan anak kandungku. Daera melakukan sesuatu pasti karena ada alasannya”, hibur Victoria. Walau kenyataanya itu tidak benar, Victoria tetap berbohong. Dia tahu bagaimana Daera sejak wanita itu diasuhnya, tapi dia tak ingin Angela merasa tertekan. Dia hanya ingin menghibur gadis itu.

Angela mengangguk lemah, walau dia sendiri tak yakin dengan ucapan Victoria.

“Kao tahu dimana Haemi diculik ?”, tanya Donghae.

“Aku tidak tahu pasti”, jawab gadis itu kembali dengan ragu-ragu. “Tapi kudengar ibu hari ini akan ke pelabuhan. Mungkin kita bisa menemukan Haemi disana”

“Pelabuhan ? Pelabuhan mana ?”, kali ini Enhyuk yang bersuara.

“Ada satu pelabuhan yang paling ibu senangi. Namanya San Vagous…”


TBC~~~~~~~~~~~~~~~~~

*************************************************************************************

©2011 S3FFIndo

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

i

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 26 Februari 2011, in AUTHOR, Mia Mentari, Super Fanfiction and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. kasian heechulnya, ga tega aku😥
    ditunggu part selanjutnya ya author, ga sabar dengan nasib heechul

  2. Pnasaran…haemix mw dbwa kmna tuh??next chaptx ditnggu ya chingu…

  3. widiw.. >_> jangan2 si haemi vampire yah ??? *sok tau*
    next chapter eonnie ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: