[FF/PG-15] LOVE’S DISTANCE Chapt. 1

WARNING   : BAGI YANG TIDAK SUKA PAIRING, JANGAN BACA!!!

TITLE    :    LOVE’S DISTANCE Chapt. 1
Penuli    :     ArNy KIMTaemin
Genre     :    Romance, Friendly
Rating    :    PG-13
Main Cast    :    [SUPER JUNIOR] Choi Siwon—[F(x)] Choi Sulli
Type       :     Chapter [1/2]
A/N        :     PLEASE, BE A GOOD READER !! Arny minta maaf bagi yang gak suka dengan pairing. apalagi pairing SuJuF(x).. tapi, ini hanya A fanfiction aja kok.. hanya fiksi belaka. jgn marah ama arny yah. skli lagi, bagi yang gak suka jangan dibaca! bagi yang suka, dan jika mau baca.. yah silakan dibaca.. oa, catatan untuk reader : sebenar’a author kurang tahu semua yang mengangkut tentang F(x) dan segala sifat2 anggotanya..  jadi segala isi cerita di dalam FF ini benarbenar Arny buat sesuai character F(x) yg ada dipikiran Arny.. so, maaf klw ada yg salah. sekali lagi, ne cuma A Fanfiction aja kok…
~~HAPPY READING~~

(Sulli POV)

saat ini aku masih di jalan. Dan setelah ini juga masih harus ke kantor. Kita ketemu besok aja ya..
-My Chagiya-


KLEP!
Dengan tertutupnya flap ponsel yang kupegang aku mendesah pelan. Aku berharap dengan mendesah akan menghilangkan sedikit keresahan hati yang sudah memanasi hatiku sejak tadi..
Ah, lagi-lagi dia sibuk. Tak ada waktu untukku. Ia masih saja sibuk berkutik dengan pekerjaannya. Apa dia tak perduli padaku, Huh?
Aah, tidak.. tidak! Bukankah ini memang resiko yang sudah kuketahui sejak awal? Dan bukankah aku sudah berjanji untuk menerima resiko itu??!!
Aigooooo, Jin Ri!! kau pasti terlalu merindukannya sampai-sampai berfikir jelek seperti ini.. matilah kau Jin Ri, jika kau terus berfikir seperti itu lagi, kau mengerti kan?! camkan ini baik-baik dalam otakmu, Okey…
Siwon sibuk! Siwon sibuk! Itu memang perkerjaannya dan dari awal bukankah kau sudah berjanji bersedia menerima kenyataan serta resiko apapun yang akan kau dapatkan jika kau menjalin hubungan percintaan dengan seseorang yang sibuk seperti dia?!
Yah, profesi sebagai direktur utama pada sebuah pusat perbelanjaan terkenal di Seoul, benar-benar menaruh beban yang sangat-sangat berat di pundak Siwon. Siwon. Choi Siwon. dialah namja chinguku yang sudah lebih dari 4 tahun ini aku menjalani hari-hari suka maupun dukaku bersamanya sebagai kekasih wanitanya.
AKKHHH! Harus kuakui, dulu aku memang tak keberatan bahkan sama sekali tak ambil pusing dengan resiko itu..
But, WHY NOW???!!!
Kenapa sekarang malah begini jadinya? Kenapa aku malah merasa menyesal?
Aku sama sekali tak menyangka kalau akan begini kejadiannya!!
Untuk bertemu saja suuuusaaahnya minta ampuuuuuuuuuuuuuuuuuun gak ketulungan!
Jika Victoria Onnie dan Nickhun Oppa selalu bertemu setiap harinya. sebab mereka tinggal dalam satu komplek perumahan dan bertetangga pula. sedangkan Yuri Onnie, sahabatku yang merupakan salah seorang member SNSD , ia masih dapat sering bertemu dengan namjachingunya, Minho Oppa, walaupun kediaman mereka tak berdekatan. Setidaknya dalam satu minggu keduanya masih sering bertemu selama 3-4 kali.
Nah, aku???!
1 minggu berapa kali? Bisa kalian tebakkah?
HOHOHOHOHOOO~~~ tentu tidak karena perkiraan waktuku hanya berkisar sebulan.
Sebulan = 1 kali !!
Satu kali? Yah.. satu kali. Tidak pernah lebih. Bahkan, terkadang bisa berkisar 1 kali dalam 2 bulan, 3 bulan ataupun 5 bulan..
Aah, bisa kalian bayangkan betapa menderitanya diriku?
Yayaya, aku tahu jawaban kalian. Aku tahu apa yang akan kalian katakan. Hidupku ini memang ironis. Sangat I-R-O-N-I-S-! Tak ada kata lain yang cocok dibandingkan kata ‘indah’ itu!
Dengan malas, Kembali aku menyanderkan punggungku pada daun pintu apartment. Hhhhh, Lelah sekali rasanya tubuh ini.. bagaimana tidak lelah coba? aku sudah menunggu diluar seperti ini selama lebih dari 2 jam! Terus berdiri menunggu kepulangan Siwon dari kantornya.
Kemarin laki-laki itu bilang bahwa hari ini dia akan pulang 2 jam lebih cepat dari jam biasanya ia pulang kerja. Karena itu aku dan dia akhirnya berencana untuk pergi makan malam berdua malam ini. Tapi ternyata sekarang… dia malah tidak ada…. belum juga tampak batang hidungnya walau Cuma sekilas saja.
Tatapanku jatuh pada sebuah keranjang biru yang kusanderkan pada dinding samping pintu apartment. dimana sayur-sayuran dan bahan makanan mentah lainnya yang ada didalam keranjang itu sama sekali belum tersentuh sedikit pun. Padahal aku sudah membelinya dalam keadaan masih segar-segar tadi saat di Swalayan— begitu pulang kampus aku langsung meleset ke sana—. Rencananya aku ingin memasakkan sayur Kimci dan juga Bibimbap kesukaannya Siwon dengan memakai bahan-bahan itu. Tapi, ternyata….
Kenyataannya Siwon malah membatalkan janjinya. Dia masih harus kekantor. Bekerja dengan keras lagi. Tidak berhenti-berhenti sampai tubuhnya sendiri kelelahan. Sama seperti biasa. Dan aku? Juga sama seperti biasanya. Duduk, berdiri, bahkan kadang-kadang sering berjalan mondar-mandir sendiri di lorong apartment Siwon. menunggu kedatangan namja itu untuk pulang. Meski pada akhirnya, aku hanya akan menelan ludahku sendiri karena harapanku untuk bisa bertemu dengan dia itu sama sekali tak dapat terlaksana. Dia selalu pulang setelah aku keluar dari apartmentnya.
~~~~~LOVE’S DISTANCE~~~~~LOVE’S DISTANCE~~~~~

 

Hyy~~, semuanya..
Aku, Choi Jin Ri. Aku bisa juga dipanggil Sulli, cause is this my call name. tahun ini aku genap berumur 21 tahun.  Saat ini tengah sibuk menjalani kuliah akhir semesterku pada NamRan University, sebuah kampus tua di Seoul namun sudah terkenal pendidikannya yang baik sampai keseluruh pelosok Korea Selatan. Sedikit curhat, untuk masuk kesini sangat-sangatlah susah!
Huhuhuhuu, karena itu aku saja sampai harus mengorbankan banyak sekali waktu dan pikiranku ini untuk fokus kedalamnya. intinya, saat ini aku adalah seorang mahasiswi fakultas Namran University jurusan design tingkatan 56 yang saat ini sedang bahagia menjalani masa dewasaku untuk yang pertama kalinya. Yah, mengalami masa dewasa. Masa-masa dimana kita sudah dapat berfikir lebih matang dalam menghadapi semua masalah, kan? Masa dewasa, aku senang mengalami masa dewasaku yang dipenuhi banyak teman, pengetahuan semakin bertambah dan tak ketinggalan pula percintaan ikut andil didalam masa satu ini.
Percintaan? Aah, bicara soal hubungan percintaan.. aku jadi ingin acak-acak rambutku sendiri! wae?
HEEH??! Bukan bukan! Aku stress tentang hubungan percintaanku bukan karena aku menjadi perawan TUA! *gak enak nulisnya* tapi.. kalian tahulah karena apa. *nunjuk-nunjuk atas*
Tidak. Tidak. Aku stress dengan hubungan percintaanku bukan juga karena perbedaan umur diantara aku dan namjachinguku terpaut jauh. Meski umur kami terpaut 7 tahun, dengan umur namjachinguku lebih tua dariku, namun itu sama sekali tak menjadi penghalang bagi keharmonisan dan kelanggengan hubungan kami. Karena, dia begitu perhatian padaku dan itu membuatku sangat-sangat-sangat menyayanginya.
Lalu karena apa dong? Apa kalian berfikir seperti itu?
Yup, apalagi kalau bukan itu. Kalian semua tau jelas, aku stress dengan hubungan percintaanku sendiri gara-gara aku punya pacar yang seorang pengusaha perusahaan yang sibuk. Kesibukkannya yang super duper kliper-kluper luar biasa membuat kami berdua jarang sekali bertemu. Sama sekali tak ada waku untuk bertemu, meski hanya bertemu beberapa menit saja! selalu saja hubungan percintaan kami dibatasi dengan dinding kesibukan dari pekerjaannya itu!
Huu.. huu.. huu..*nangis mode : ON**author lebay ah..*
~~~~~LOVE’S DISTANCE~~~~~LOVE’S DISTANCE~~~~~
‘Sulli-ah,.. aku terima kau menjadi pacarku.’
‘benarkah Oppa?’ tanyaku senang sekaligus tak percaya pada apa yang kudengar.
‘ya. Tapi dengan satu syarat.’
‘mwo? Apa syaratnya? Katakan padaku?’
Namja yang berdiri dihadapanku itu sekarang menatap mataku lekat-kelat. seolah ada peringatan yang terpancar dari bola mata hitam pekat miliknya.  ‘setelah Super Junior Off dari dunia entertain Korea, kemungkinan besar aku akan dimasukkan oleh Appaku kedalam perusahaan yang dikelolanya dan jika itu terjadi aku pasti akan sangat sibuk dengan berbagai urusan pekerjaan itu. Dan karena itu aku yakin kau pasti tahu apa resiko yang akan kau ambil jika berhubungan dengan seseorang seperti aku..’
Aku terdiam sebentar. Mencoba berfikir dan mencerna maksud perkataannya. ‘jadi maksud Oppa.. kau menolakku? Begitu?’
Namja bertubuh tinggi dan tegap itu tertawa kecil mendengar ucapanku barusan. Apa yang dipikirkannya sih? apa nya yang lucu dari omonganku barusan?!
‘kau benar-benar menolakku, Siwon Oppa?’ kini aku bertanya dengan nada agak histeris. Perasaanku tiba-tiba saja mulai khawatir. Masa’ tadi dia bilang mau terima sekarang malah mau menolak ! tidak! Tidak! Tidak! Tidak bisa seperti itu! Dia harus memberitahuku dengan jelas dulu! tidak bisa langsung menolak seperti ini?! tidak-tidak-tidak!!
‘ani, Sulli-ah. Bukan seperti yang kau pikirkan. Aku tidak menolakmu. kok.’
‘Huh? La-lalu?’
‘aku hanya menanyakan padamu, apa kau siap menerima resiko jika berpacaran denganku? Jika aku akan jadi seseorang yang sibuk sekali dengan pekerjaanku nantinya, sehingga mungkin kita jarang bertemu. Apa kau siap menerimanya?’
‘begitu rupanya…’ gumamku, kemudian beralih berfikir. Siwon menunggu jawabanku dengan sabar.
‘Oppa.. ‘
‘mm?’
‘ jika aku siap menerimanya.. apa kau akan menerimaku dan kita resmi pacaran?’ tanyaku hati-hati. Aku sendiri tak tahu darimana asal pikiran ku bertanya seperti itu.
Aku melihat satu alis Siwon sedikit terangkat. tapi kemudian jatuh dan laki-laki tampan itu tersenyum kembali. ‘tentu saja.’
‘kalau begitu aku siap!’ ujarku lantang. Kali ini kening Siwon beralih mengerut. ‘Heeh?’
‘aku. Choi Sulli! akan siap melakukan apapun dan menerima resiko apapun asalkan bisa berpacaran dengan Choi Siwon. ‘ lanjutku sambil masih tersenyum. ‘nah, Siwon Oppa.. sekarang kita resmi berpacarankah?’
Siwon menatapku dengan tatapan seolah tidak percayanya, namun hanya selama beberapa saat saja ia menatapku seperti itu. karena tak harus aku menunggu lama, namja yang paling tampan dan paling baik yang pernah kutemui disepanjang hidupku itu— yang saat ini berdiri tepat dihadapanku –langsung menampakkan sederetan gigi putihnya. Senyum terukir jelas dengan 2 buah ‘koma’ terbentuk di pipi kanan maupun kiri, yang menambah ketampanan sang namja tampan itu. Dengan satu senyuman itu saja, sudah berhasil membuat jantungku berdebar keras dan tubuhku keringatan.
‘ya! mulai hari ini, Choi Siwon dan Choi Jin Ri  resmi menjadi sepasang kekasih!’ ucapan Siwon yang disertai dengan senyuman ramah seramah ramah ramahnya (?) itu, berhasil melebarkan senyuman di wajahku. Namun, ketika menyadari sesuatu, keningku berkerut. ‘Choi Jin Ri? Oppa menyebutku dengan nama Jin Ri?’ bingungku. Karena biasanya Siwon selalu memanggiliku dengan Sulli saja. bukan Jin Ri.
Aku melihat senyum jahil di bibir Siwon. ‘sekarang kan kau resmi jadi pacarku. Jadi.. tidak ada salahnya kan, jika aku memanggilimu dengan nama aslimu?’
Mendengar itu, pipiku merona. Aku sedikit merundukkan kepalaku, menyembunyikan wajahku lalu mengangguk pelan. ‘ya. boleh kok. Itu akan membuat kita jauh lebih akrab.’
‘itu benar sekali!’
aku mengangkat wajahku lagi, dan menatap Siwon. ‘KALAU BEGITU, SEKARANG KITA MULAI RESMI BERPACARAN! He..he..heee’ kataku tegas untuk menyatakan hubungan kami berdua sekali lagi. Akhirnya, aku dan Siwon sama-sama saling tertawa lepas.
‘Gomawo, Siwon Oppa~~! Aku sayang sekali padamu!!’ kataku tanpa malu-malu, sambil memeluk tubuh Siwon secara tiba-tiba. Meski awalnya terkejut dengan tindakanku yang tiba-tiba ini, tapi akhirnya Siwon pun membalas pelukanku. Membalasnya dengan pelukan yang lebih erat dari pelukanku dan dia mengakhirinya dengan mendaratkan sebuah ciuman mesra di bibirku.
Salah satu kebahagian dalam hidupku. Aku bisa mendapatkanmu, Choi Siwon.
‘Siwon Oppa.. ‘
‘Mmmm..’
‘Oppa.. Chu~~’

~~~~~LOVE’S DISTANCE~~~~~LOVE’S DISTANCE~~~~~

‘Chuu~~’

BRRRUUUKKK~~~~!!!

Aku tersentak dari tidur. Yang kulihat sekarang adalah pemandangan sungguh menakjubkan. Yeah~ bagus Jin Ri! Sekarang sayur-sayuran itu bukan hanya tidak jadi dimasak tapi juga tidak bisa dimasak lagi!
Dengan sangat malas aku memunguti sayur-sayuran dan bumbu-bumbu masakan lain yang telah tumpah berserakan di atas lantai karena tindakanku yang aneh sendiri. iya, aku sendiri bingung. Kok bisa-bisanya aku ketiduran dengan badan bersander pada pintu dan sambil memeluk keranjang belanjaanku. yang lebih memalukan, kenapa harus pakai acara cium-cium keranjang segala sih??! Iiih, malu sekali Jin Ri! Apa yang kau lakukan, Huuh?! Untung saja tidak ada yang melihatmu? Tapi benarkah tidak ada yang melihat? Yah mana kau tahulah orang tadi kau tidur! Tertidur pulas sekali bahkan pakai mimpi segala lagi.
Mimpi? Aah iya.. aku baru ingat. Barusan itu aku mimpi ya..
‘HHHH’ aku kembali mendesah dan satu buah ketimun, sayuran terakhir yang ada dilantai sudah berhasil kumasukkan kegawangnya…eh maksudku ke ke dalam keranjangnya. Setelah menaruh keranjang biru itu disebelahku lagi, aku kembali bersander pada daun pintu.
Ku coba ingat kejadian yang kumimpikan tadi. aissh, Lagi-lagi mimpi itu.. sudah berapa kali aku mimpi kejadian yang pernah terjadi dalam kehidupanku itu.
Yah, mimpiku barusan tadi itu adalah sepenggal kisah sewaktu aku dan namjachinguku, Siwon, resmi mulai berpacaran, Resmi mulai menjalin hubungan percintaan saat aku masih berusia 16 tahun sedang Siwon berusia 23 tahun. Saat itu selama satu tahun kedepannya, hubungan yang kami jalani bisa dikatakan cukup dekat. Karena ketika itu kami berdua masih sama-sama berada pada satu atap label Entertain musik Seoul, yakni SMEntertainment.
Oh iya.. aku lupa bilang dulu aku dan Siwon Oppa termasuk dalam salah satu Boyband dan Girlband yang cukup terkenal di Korea Selatan. Aku anggota F(x)sedang Siwon Oppa sendiri termasuk anggota Super Junior / SuJu yang merupakan boyband senior daripada grup F(x). Tapi setelah beberapa tahun kedepannya, Super Junior mulai off sedang F(x) sendiri masih aktif di dunia permusikkan Korea Selatan. Hanya saja, jika dulu aku tidak disibukkan dengan kesibukkan kuliah karena aku masih bersekolah di kelas XI SMA sehingga untuk mengikuti jadwal manggungku bersama anggota F(x) lainnya, aku masih bisa lebih leluasa atau lebih bebas. Karena setiap saat waktu manggungku bertentengan dengan waktu sekolahku, aku masih diberikan izin untuk manggung oleh pihak sekolah. Dan yang lebih penting lagi, oleh pihak keluargaku juga.
tapi sekarang ditengah-tengah kegiatanku bersama anggota  F(x) lainnya, aku sudah bisa melakukan kegiatan pentingku lainnya dengan Full—tanpa menganggu jadwal ku menuntut ilmu.— yaitu berkuliah di sebuah universitas Seoul.
Sementara itu Siwon Oppa mulai disibukkan dengan berbagai tugas-tugasnya karena seperti yang pernah ia katakan dulu, setelah SuJu Off, dia akan bekerja diperusahaan milik Appanya. Itulah .. pekerjaannya yang sekarang membuatnya sangat-sangat S-I-B-U-K-!!!
‘Oppa.. cepat pulang dong.. aku ingin ketemu Oppaa… cepatlah pulang, Oppa..’ batinku mulai memerintah.
Tiba-tiba saja, aku mendengar samar-samar suara langkah kaki. Aku menoleh kesamping, kearah bilik lorong, dimana suara itu terdengar.
‘semoga itu Siwon Oppa!’ harapku dalam hati dengan segera bangkit berdiri dan hendak berjalan menuju lorong dan suara derap kaki itu itu semakin lama semakin terdengar jelas dan mendekat.
‘Siwon Op-‘ kalimatku tertahan ketika melihat seseorang yang benar-benar datang dari balik lorong apartment. Yah, Laki-laki. Tapi bukan Siwon.
Mataku yang tadi mulai memancarkan kesenangan kini menjadi layu seperti sedia kala kembali. Laki-laki itu melewatiku dengan tenang. Tentu saja karena dia tak mengenalku. Dan akupun tak mengenalnya. Tapi kurasa dia tinggal diapartment ini juga.
Sepeninggal laki-laki itu aku tidak kembali keposisiku semula, yakni kembali ke depan pintu apartment Siwon, melainkan hanya membalikkan badan saja, tidak berjalan, hanya berdiri terpaku. Untuk melangkahkan kakiku saja rasanya terasa lemas sekali sekarang ini.
‘Siwon Oppa.. aku sudah lelah menunggumu, kau tahu, huh?’ batinku menangis. Wajahkupun ikut menangis. Yah,  aku menangis sekarang. airmata telah tumpah mengaliri pipiku. Aku terus saja menahan isakan tangis ini. apa kali ini juga akan sama saja? apa kali ini aku juga akan tetap pulang tanpa bertemu dengan Siwon Oppa? Apa harus seperti itu lagi? Tapi sampai kapan harus seperti itu terus? Aaah, coba saja aku punya kunci apartment Siwon. aku pasti akan bisa menunggu Siwon Oppa dengan tenang didalam apartmentnya dan sembari menunggu kepulangannya aku bisa membuatkannya makan malam. Andai saja… tapi apa boleh buat. Aku tidak mempunyai kunci apartment itu..
Aku memejamkan mataku, mencoba untuk menghirup sedikit udara segar yang lewat. Tidak bisa. hatiku malah semakin sesak rasanya..
‘Jin Ri?’
Spontan Aku membuka kedua mataku, ketika suara itu terdengar. Aku mengangkat wajah dan..
Sebuah senyum terukir di bibirku dan dengan sekali gerakan cepat aku membalikkan badanku.
‘Oppa!’ teriakku senang. Lalu, langsung berlari kearah namja yang berdiri 2 meter dari tempatku berdiri. aku tahu ia merasa sangat kaget ketika aku memeluknya. Dia sering sekali bertingkah seperti itu setiap kali aku melakukan hal yang serupa.
‘Oppa.. akhirnya kau pulang juga..’ ujarku dengan nada hampir ingin menangis sambil bergelendot manja didadanya yang bidang. Dia menatapku penuh kebingungan.
‘Jin Ri? Kenapa kau bisa disini?’
Aku menengadahkan wajahku agar bisa melihat wajah Siwon karena tubuh pria itu lebih tinggi dariku. ‘Oppa! Setelah 2 jam aku menunggu disini sampai kakiku mau patah rasanya, kau hanya mengatakan hal itu? Menanyai kenapa aku bisa ada disini, Huh ?? bukannya bilang yang lain, kek, yang bisa membuatku kembali bersemangat lagi.. misalnya ‘aku rindu padamu, Jin Ri..’ ‘aku senang kau ada disini, Jin Ri..  apa, kek, sejenisnya juga boleh. Eh, ini malah nanya begitu?! Oppa gimana sih?’ omelku panjang lebar sambil memanyunkan bibir. Sungguh, aku kesal sekali pada namjachinguku satu ini.
Siwon tertawa mendengar ucapanku. Diacak-acak olehnya, rambutku penuh kelembutan. ‘iya..iya maaf. Jin Ri, maaf yah telah membuatmu menunggu lama sampai kakimu sangat kelelahan begitu. Maaf ya. ’
Aku hanya diam. Tidak menjawab. Karena aku masih merasa kesal sekali.
“kalau begitu ayo masuk, “Siwon mengajakku berjalan menuju kamar apartmentnya.
‘tapi kenapa kau bisa disini sih? apa kau tidak baca E-mailku tadi? aku kan sudah bilang kalau kita ketemu besok saja. jadinya kau haru menunggu sampai selelah itu kan. nanti kau bisa sakit gara-gara lama berdiri diluar seperti tadi.. ’
‘Eung.. baca sih.. ta-tapi..’ aku memain-mainkan jari  telunjukku. Tiba-tiba saja aku merasa canggung dan merasa tidak enak. ‘memangnya aku tidak boleh seenaknya datang, yah?’
‘habisnya.. Oppa tidak bisa ditelfon. Di kirimin E-mail juga tidak pernah dibalas.. karena itu.. aku.. aku memutuskan untuk tetap menunggumu saja sampai kau pulang. Lagipula aku ingin bertemu dengan Oppa. soalnya.. aku sudah rindu pada Oppa…. maafkan aku… aku telah mengganggumu..’
Ketika melihat Siwon yang belum bereaksi aku melanjutkan perkataanku lagi, ‘tapi, Oppa tenang saja. setelah membuatkan Oppa makan malam, aku janji aku akan langsung pulang deh..’
‘…………….’ Siwon tetap diam dan malah membuka pintu apartmentnya dengan menggunakan kunci apartment yang baru saja ia keluarkan dari dalam kantong jas hitamnya.
‘maaf ya..’ ujarku merasa bersalah. ‘aku tahu, Oppa, kau masih capai karena pekerjaanmu.. tapi tidak bisakah kau mempertimbangkan perasaanku sedikit saja?? aku hanya ingin bertemu denganmu saja..’ tambahku. Masih dengan wajah tertunduk.
Bagaimana ini? bagaimana kalau Siwon sampai marah?
Aku dengar suara desahan Siwon. ‘aduh, Jin Ri. Kenapa pakai minta maaf sih? sekarang ayo kita masuk saja..’
Siwon membuka pintu apartmentnya lebar-lebar agar aku bisa masuk. Setelah aku berada didalam ruangan apartment dia, Siwon kembali menutup pintunya.
‘duduklah.. aku akan menyiapkan minuman untukmu. Kau mau minum apa?’
‘tidak usah.’ Aku menggeleng pelan dan duduk di salah satu sofa yang terdapat di ruang tengah apartment Siwon. ‘nanti biar aku saja yang ambil sendiri didapur. ‘
Siwon menganggukkan kepalanya pertanda setuju, ‘baiklah.’ Katanya, dan kulihat ia sedang membuka jas hitamnya yang tebal lalu melemparkannya begitu saja kesofa.
Sementara ia melakukan itu, aku duduk dalam kegelisahanku.
Bagaimana ini? Aku jadi tidak enak sekarang. Sepertinya Siwon tidak menyukai kedatanganku saat ini. mungkin lebih baik aku pulang saja. tapi, aku tetap ingin membuatkannya makan malam dulu. Hmmm.. baiklah ! aku akan membuatkannya makan malam dulu baru aku akan pulang.
‘Habisnya.. E-mail ku aja tidak Oppa balas. Makanya, Aku jadi khawatir..’
Siwon menatapku sejenak. ‘ya ampun, Jin Ri-ah.. maafkan aku, ya.. Karena sampai terjadi seperti ini.’ Siwon berjalan menghampiriku. ia kini berdiri dihadapan aku yang masih saja duduk tertunduk. Aku menengadahkan wajahku agar bisa menatap Siwon.
Siwon menatap ku penuh kelembutan. Pancaran matanya seolah mengeluarkan hasrat permintaan maaf yang benar-benar dalam dan tulus.
‘Maaf.. Aku tidak bermaksud untuk tidak membalas E-mailmu. Tapi aku benar-benar tidak sempat. Bahkan untuk memegang Ponsel saja, aku jarang melakukannya ketika masih berada dalam kantor. Maaf ya, pasti kau sangat kesal karena itu yaa.. ’
Aku hanya diam. Tiba-tiba saja Siwon meraih tubuhku dan membawanya kedalam pelukan laki-laki itu.
‘aku juga rindu padamu, Choi Jin Ri !’ kudengar suara Siwon yang tegas namun lembut. Itu membuatku tertegun langsung ditempat. Terpaku pada ucapannya yang rasanya ingin sekali kumintai agar dia mau mengulanginya lagi.
‘apa? Jadi bukan Cuma aku yah yang merasakan rindu? Hwaa~~ senaaangnya.. ternyata Siwon Oppa juga merasakan kerinduan yang sama. Beruntungnya …..’ aku balas memeluk Siwon. pelukan kami kali ini sama seperti biasanya. Terasa menghangatkan. Erat. Hangat. Dan juga menyenangkan.
Aku bahagia jika bisa terus seperti ini..
‘benarkah, Oppa, apa yang kudengar? Apa benar kau juga merindukan aku?’ tanyaku.
Siwon melepaskan pelukan kami dan beralih mengangkat daguku, supaya ia bisa menatap mataku langsung. Aku sedikit menahan napas ketika menangkap sorot mata menenangkan dari bola mata Siwon yang sedang menatap mataku lekat-lekat. hampir saja rasanya aku ingin pingsan. Perasaan ini selalu saja terjadi setiap kali aku melihat matanya— dari semenjak kami pacaran dulu—
‘Oussh, Jin Ri.. kenapa harus ditanyakan lagi sih? ‘
Aku mengerutkan keningku karena tak mengerti maksud ucapannya itu. Aih, baboku kumat lagi deeh. Baru saja aku hendak bertanya pada Siwon tentang ketidak mengertianku tapi ucapanku keburu tertahan dengan bibir Siwon yang menyentuh bibirku. Aku terkesiap kaget.
Siwon memegang kepalaku. Perlahan aku memejamkan mataku dan tersenyum. Kemudian, aku mengaitkan kedua tanganku dilehernya. Siwon menciumiku lama, membuat akupun lantas membalas ciumannya itu. Lama kami berdua saling berciuman seperti ini. aku menahan napas setiap kali hidungku mencium aroma wangi tubuh Siwon yang saat ini berada sangat.. sangat.. sangat dekat sekali dengan tubuhku. Membuat jantungku tak henti-hentinya berdegup kencang, tidak karuan.
‘Aku mencintaimu, Choi Jin Ri.. ‘
Aku tersenyum mendengar bisikan Siwon ditelingaku. ‘mmm…. nado saranghae, Oppa..’

~~~~~LOVE’S DISTANCE~~~~~LOVE’S DISTANCE~~~~~

‘yah, saya mengerti. Tolong selagi saya tidak ada disana anda dulu yang mengurus proyek itu, Manajer Kim.. anda bisa kan?… baiklah, saya percayakan pada anda… yah, baik.. besok langsung saya cek……..ya, tenang saja…‘
Dengan suara pintu tertutup yang tertahan, supaya tidak terdengar oleh Siwon, aku menutup kembali pintu kamar Siwon. setelah pintu tertutup, aku membalikka tubuhku dan bersander sedikit pada papan pintu.
Suara Siwon masih terdengar. Ia masih berbicara di telfon dengan seseorang. Meski masih mendengar suaranya, Namun aku tidak tahu apa kalimat demi kalimat yang sedang diucapkan olehnya kepada lawan telponnya itu— karena sekarang aku sibuk dengan pikiranku sendiri.—
keinginanku untuk berbincang-bincang sebentar dengannya tadi sekarang jadi hilang. Siwon sedang sibuk tampaknya. Karena itu aku tak bisa menganggunya.
Pekerjaan Siwon ternyata benar-benar berat yah.. padahal Siwon baru saja pulang kerja tapi begitu sampai di rumah tugas lain dari pekerjaannya sudah menunggunya lagi dan mengharuskan Siwon untuk segera melaksanakannya.
‘HHHHHH……’ lagi-lagi aku menghembuskan sebuah desahan berat. Entah sudah yang keberapa ratus kalinya aku melakukan hal serupa semenjak datang ke apartmen Siwon tadi sore. Sekarang pundakku juga terasa seakan di timpa oleh besi berat berton-ton. Rasanya sakit dan lelah sekali..
Dengan langkah gontai aku berjalan ke arah dapur. Saat ini aku butuh segelas air dingin untuk mendinginkan hatiku yang terasa panas.
CKLEK! Aku menghidupkan lampu dapur yang tadinya mati. Siwon memang punya kebiasaan mematikan semua lampu diruangan apartmentnya jika ia sedang keluar, sekalipun itu pada malam hari.
Ketika mataku menangkap sebuah benda berbentuk lebar dan besar—lemari es— segera aku melesat ke depan benda tersebut. Membukanya dan mengeluarkan sebotol air jus jeruk dari sana. aku tahu Siwon memang selalu menyediakan jus jeruk di Lemari es apartmentnya. Bukan hanya jeruk tapi berbagai jenis buah-buahan lainnya. Namjachinguku satu itu memang selalu suka dengan buah-buahan.
Setelah menuangkan sedikit jus jeruk ke dalam gelas kaca yang kuambil dari lemari piring tadi, aku meneguk minuman itu habis. Setelahnya, Aku menghela napas lega. sekarang perasaanku memang terasa lebih dingin. Dan sepertinya otakku juga. syukurlah.
Aku meletakkan botol jus beserta gelas kaca tadi ke atas meja dapur. aku berbalik untuk melihat kesekeliling dapur. bahan-bahan masakan tampak masih lengkap, sama sekali tidak tersentuh sedikitpun sebab masih tersusun rapi di dalam lemari kaca. Aku mengedarkan pandanganku kearah lain dan mataku terpaku pada setumpukan piring-piring dan gelas yang menggunung dalam westafel. Kotoran-kotoran seperti sisa minyak dan juga bumbu-bumbu makanan menghiasi piring-piring dan gelas-gelas tersebut.
Dengan segera aku menghampiri wastafel dan melihati tumpukan piring serta gelas itu dari dasarnya. Whooaa~~~ begitu tinggi!. Sepertinya piring-piring dan gelas-gelas kotor ini sudah menumpuk di wastafel dari beberapa hari yang lalu. Mungkin saja lebih lama.. Lihat, kotoran-kotorannya saja sudah terlihat kering begitu.
Aihh, Siwon! laki-laki itu tidak pernah berubah! Terus sibuk bekerja sampai-sampai ada piring kotor begini juga tidak ingat! Aku rasa dia akan ingat jika seluruh bagian apartmentnya sudah penuh dengan tumpukkan piring dan gelas-gelas kotor!
Baiklah, aku bisa memaklumi Siwon. Hey! Ini bukan pertama kalinya aku memaklumi dia dan .. membantunya mencuci piring. Sudah hal yang wajar bagiku setiap kali datang ke apartmentnya pasti selalu tumpukkan piring+gelas kotor ditambah dengan tumpukkan pakaian-pakaian dan celananya yang berserakkan kemana-mana sudah menjadi penyambut tetap bagiku yang masuk ke apartment miliknya!
Sambil bernyanyi-nyanyi kecil aku memasang celemek dapur—yang kuambil dari gantungan pintu dapur— kemudian segera menyalakan kompor gas. Aku memang berencana untuk memasakkan Siwon nasi goreng dan steak kesukaannya agar laki-laki itu bisa makan malam nanti. Soalnya jika aku tidak memasaknya aku yakin dia pasti akan lupa makan. Dan alasan lupanya itu pasti lagi-lagi berupa pekerjaannya.
Dengan memakai peralatan-peralatan dapur yang masih belum terpakai serta bahan-bahan dari lemari es, aku membuat nasi goreng dan Steak. Meskipun dengan bahan yang sederhana— karena hanya memakai bahan-bahan dalam lemari yang seadanya—, tapi aku berharap masakanku ini akan terasa enak dan Siwon menyukainya ketika ia memakannya nanti—. Aku jadi ingin mendengarnya mengatakan padaku, ‘aku suka masakanmu. Enak sekali. Lain kali masakan lagi untukku ya.’
Aku meringis sendiri sambil loncat-locat kecil karena geram dengan bayangan ku barusan. Aih, Jin Ri .. kau ini selalu saja berkhayal. Belum tentu juga khayalanmu akan terkabul, kan. >//<
Cuci piring? Oh tenang! Bukan Jin Ri namanya jika tidak dapat melakukan 2 hal pekerjaan sekaligus dan menghasilkan 2 pekerjaan itu berhasil. Apa gunanya pepatah ‘sambil menyelam minum air’ huh?
Hehehehe…. tentu saja.. sambil menunggu masakanku matang, aku mencuci tumpukan piring+gelas+wajan+dan peralatan makan lainnya yang sudah menunggu untuk dibersihkan itu! Setelah selesai mencuci, dan setelah masakanku masak, aku menaruh nasi goreng hasil masakanku juga steaknya kedalam beberapa piring yang rencananya akan kuberikan pada Siwon nanti.
Dengan perasaan amat senang, aku meletakkan hidangan dari masakanku ini keatas meja makan yang ada di ruang tengah, disamping ruang TV. Hhmmm.. dari aromanya saja sepertinya hasil masakanku kali ini enak. Aku berdoa sebentar dalam hati, semoga Siwon menyukai masakanku yang khusus kubuat untuknya ini.
Aku melirik ke arah kamar Siwon sekilas. Pintu nya masih tertutup rapat.
‘kenapa siwon lama sekali keluarnya ya? apa dia belum selesai telfonannya?’ tanyaku lebih pada diri sendiri dalam hati. Tiba-tiba saja perasaan kesal mulai kembali melandaku. Aduh, aku geram sendiri dengan perasaanku ini! kenapa aku harus kesal sih?!!
Dengan wajah cemberut, aku berdiri membelakangi pintu kamar Siwon— menghadap meja makan—dan mengaduk-aduk jus jerukku sendiri yang juga ku hidangkan di atas meja makan.
“Jin Ri-ah,”
Aku kaget mendapati sebuah tangan memeluk pinggangku dari belakang. Dengan gerakan cepat, aku menolekan kepalaku kebelakang untuk melihat siapa orang yang memelukku.
Tampak wajah Siwon yang tenang. Aku menghela napas lega begitu menyadari yang memeluikku adalah Siwon. aku pikir orang lain. (maling kali!)
‘Oppa! Kau mengagetkanku saja!’ gerutuku. Namun Siwon tak menggubris penggerutuanku malah ia bertanya,  ‘ini semua masakanmu?’mata Siwon melihati setiap makanan yang terhidang di atas meja.
Aku mengangguk bangga. ‘ya. aku sengaja memasakannya untuk Oppa, karena aku tahu Oppa pasti belum makan kan?!’
Aku senang karena dari wajahnya sepertinya Siwon tertarik dengan makanan yang ku buat untuknya ini. Tinggal ia cicipi saja deh.
‘Hmm.. harumnya.. ‘ senyuman dan raut wajah yang tampak seperti orang yang sedang mencium aroma wangi makanan timbul jelas dari wajah Siwon.
Aku tersipu malu. Entah kenapa pipiku terasa memanas saat Siwon mengatakan kalimatnya barusan.
‘benarkah? Kalau begitu Oppa makanlah.. aku memang memasaknya khusus untuk Oppa, kok, dan… aku harap Oppa suka! >//<’
‘Mmm.. aku akan memakannya nanti.’ ujar Siwon yang langsung membuat diriku menaikkan satu alisku.
‘nanti? Lho? Kenapa tidak sekarang saja? aku memasaknya lebih. Jadi kita bisa makan berdua.’
Siwon tidak menjawab. Ia hanya melepaskan tangannya dan mengambil air ‘lime tea’ dalam gelas kaca yang kusediakan untuknya dari atas meja dan pria itu meneguknya beberapa kali.
‘Oppa. Kau belum jawab pertanyaanku. Kenapa kau tidak mau memakannya sekarang? Apa.. kau tidak mau memakannya bersamaku, ya?’ tanyaku hati-hati. Takut menyinggung perasaan Siwon.
Siwon tersenyum ramah. Dan sambil mengelus puncak kepalaku, ia berkata, ‘ini sudah malam. Sebaiknya kamu cepat pulang.. ‘ hanya itu yang ia lakukan.
Aku terhenyak mendengar ucapan Siwon. Mendadak perasaanku menjadi kesal, marah, dan tidak tahulah apalagi— yang jelas aku sangat kecewa karena Siwon mengatakan ucapannya seperti barusan yang ia ucapkan padaku—. Wajahku pun sudah mulai berubah dari yang tadinya ceria mejadi wajah kesal+cemberut sekarang.
‘kenapa?’ aku tertunduk, suaraku sudah berubah parau. Aku tidak tau Siwon menyadarinya atau tidak. Yang jelas, saat ini pandanganku Cuma terjuju pada satu titik, yakni ujung gelas kaca yang dipegang Siwon, yang mana airnya itu sudah hampir tinggal setengah lagi karena telah diteguk Siwon setengahnya yang lain tadi. dengan perasaan galau, aku meremas ujung baju rajutku. Aku tidak berani menatap wajah Siwon jika sudah saat-saatnya seperti sekarang ini.
‘besok hari sabtu, jadi aku tidak pergi ke kampus. Besok juga tidak ada jadwal bersama anak-anak F(x). Kenapa? Padahal aku ingin menginap disini malam ini.. sekali ini saja.. aku ingin menemanimu, Oppa. aku masih ingin bersamamu, Wonnie- Oppa.. jadi biarkan a—‘
‘maaf. Tapi besok aku harus ke kantor pagi-pagi sekali.’
Kapalaku semakin tertunduk. Tubuhku mendadak lemas. Tidak bersemangat. Pandanganku hampir kabur. Tiba-tiba saja setetes air jatuh dari mataku, bergulir lembut di pipiku. Ketika menyadari hal itu, aku segera menghapusnya dengan jemari tanganku. Aku tidak ingin Siwon melihatnya. Aku tidak ingin jika dia menjadi tambah khawatir lagi. Aku tidak ingin merepotkannya lagi.
Aku sengaja mengangkat wajahku untuk menatap Siwon yang ada di depanku. Kucoba untuk memakluminya, lagi. Aku tersenyum, meski sangat berat rasanya untuk mengukirkan sebuah senyum saja, walau hanya sedikit. ‘ya. baiklah. Aku mengerti kok. Padahal kamu baru pulang kerja ya, tapi sudah harus bekerja lagi. Jangan lupa makan supaya punya tenaga dan jangan sampai sakit, okey!’
Siwon tersenyum. Tersenyum dengan sangat lembut. Dielusnya puncak kepalaku lagi dengan pelan. Dengan matanya yang menatap dalam-dalam kemataku seolah menembus jantungku saat ini juga, ia berkata, ‘ini kan memang pekerjaanku.’
Aku mengangguk menyetujuinya. ‘kau benar.’ Aku mengalihkan pandanganku pada makanan-makanan yang belum tersentuh sedikitpun di atas meja makan.
‘ng… tadi aku buat nasi goreng keju kesukaan Oppa… nanti dimakan yah. ah, iya ada Steak juga.. Oppa, kau harus memakannya.’
Lagi-lagi senyuman indah plus dua lesung pipi yang terbentuk di wajah putihnya, terukir jelas di wajah Siwon. ’ Iya.. iya.. nanti kuhabiskan semuanya.. tidak akan kusisakan sedikitpun! Pasti! Karena itu ayo pulang sekarang… nanti orang tuamu khawatir lagi.’
Aku hanya mampu tersenyum pada Siwon. setidaknya aku sedikit merasa senang sekarang karena Siwon mengatakan bahwa ia mau memakan dan menghabiskan makanan yang kumasak untuknya tadi .
‘Mmm…. baiklah.’ Anggukku sambil mengambil tas tanganku yang tadi kutaruh di atas sofa ruang tengah. Siwon berjalan menghampiriku dan lagi-lagi ia memeluki tubuhku dari belakang. Hal itu nyaris membuatku kaget dan tak melanjutkan langkahku.
Siwon meletakkan kepalanya di bahu kananku. Aku tidak bisa melihat wajahnya namun aku yakin saat ini ia sedang memejamkan matanya. ‘maaf ya.. padahal aku juga ingin bersamamu malam ini..’kudengar suara lirih Siwon.
Aku berusaha tersenyum lembut. ‘tidak apa-apa. Aku sudah mengerti ko—‘ aku terhenyak kaget. Karena ketika aku membalikkan tubuhku untuk menghadap Siwon, Siwon malah mengunci bibirku dengan sebuah ciuman lembutnya.
Beberapa menit kami berdua saling berciuman, lalu setelahnya, ia membisikkan sesuatu ditelinga kananku, ‘aku mencintaimu. Jaga dirimu baik-baik. Maaf karena aku tak bisa menjagamu karena pekerjaanku membuat jarak jauh diantara kita.. ‘
Untuk kesekian kalinya aku mengangguk. Aku senang sekali rasanya. Siwon perduli dan perhatian sekali kepadaku. Bahkan ia menciumiku lama tadi. itu tandanya ia benar-benar rindu padaku, kan. ya, ini saja sudah cukup bagiku. sekarang aku percaya kalau sebenarnya kali ini Siwon juga menginginkan hal yang sama seperti yang aku inginkan.— bersama berdua malam ini—
‘mmm…. aku mengerti. Oppa juga.. jangan lupa makan yaa~’
Siwon mengangguk dan lantas setelah meraih jaket dari atas kursi, ia menggenakan jaketnya sambil berkata padaku, ‘ayo. aku akan antar kau pulang.’
Dengan segera, aku mengibas-ngibaskan tanganku di depan dada. ‘tidak. tidak usah. Aku pulang sendiri saja. Oppa kan pasti masih capai..’
Aku melihati Siwon yang mengambil kunci mobilnya. Dia berkata tanpa menolehiku. ‘tidak usah khawatir. Aku lebih tidak akan tenang lagi jika kau pulang sendirian di malam hari begini..’

~~~~~LOVE’S DISTANCE~~~~~LOVE’S DISTANCE~~~~~

Aku tidak mengizinkan Siwon untuk membukakan pintu mobil untukku dengan alasan aku tidak ingin merepotkannya. Karena itu, aku membuka pintu mobil Siwon sendiri dan segera turun dari dalam mobilnya.
aku melambai kan tangan pada Siwon yang duduk di jok kemudi mobilnya.
‘Daah…’ lambaiku. Siwon tersenyum. Seperti biasa, Dua buah lesung pipit menghiasi pipinya yang putih. Pipiku agak terasa panas saat tangan Siwon mengelus puncak kepalaku. ‘langsung tidur, ya! Jangan tidur sampai larut malam. ‘ perintahnya, dengan suara lembut namun tegas. Membuatku tak bisa berkutik melawannya.
‘ya.. aku tau, pak Direktur!’ kataku sambil memasang posisi tangan hormat padanya. Siwon tertawa melihat kelakuanku.
‘nanti kutelfon untuk memastikan kau sudah tidur atau belum, hmm..’
‘ya ya.. baik.. aku sudah mengerti. Tidak usah Oppa menjelaskannya berulang kali padaku. aku sudah bosan mendengar Oppa berkata seperti itu dari semenjak kita pacaran dulu!’
‘hehehehe,’ Siwon kembali tertawa. namun kali ini, tawanya lebih lepas. Ada seberkas rasa senang di hatiku bisa membuat Siwon tertawa lagi, yah meski hanya sebentar, tapi setidaknya laki-laki itu tak berwajah tegang lagi seperti wajahnya yang kulihat ketika pertama kali aku bertemu dengannya tadi di apartment.
‘baiklah. Bagus kalau kau sudah mengerti. dengan begitu aku bisa lebih tenang sekarang. Kalau begitu aku pulang dulu yah, Bye~’
‘Hmm.. hati-hati yah..’
Setelah mengecup keningku sekali Siwon langsung menjalankan mobilnya menuju gerbang perkomplekkan rumahku untuk keluar dari daerah perkomplekkan ini.
Aku yang berdiri sendiriran di halaman rumahku hanya dapat memandangi mobil Jazz merah yang baru saja keluar gerbang sampai mobil itu menghilang dari pandangan mataku.
‘Hhhh’ aku menghela napas kembali. Lagi-lagi aku tidak semangat. Ah, teernyata semagatku akan datang jika aku melihat wajah Siwon saja. tak melihat wajahnya seperti sekarang ini, tak berada didekatnya seperti sekarang ini.. benar-benar membuatku hilang semangat seketika. Lemas sekali rasanya tubuhku ini. hampir seharian aku menunggui Siwon dengan berdiri di depan apartmentnya, jadi tidak mungkin jika aku tidak merasa kelelahan sekarang.

Tidak boleh ya…? aku tidak boleh ya terus bersamanya…..?
Aku sangat merasa  kesepian…
Ah, iya, .. benar juga..
Karena dari awal kamu sudah menetapkan begitu…
Aku jadi tidak bisa bilang apa-apa…
Meski begitu….
Ingin.. ingin sekali…
Aku ingin lebih sering ketemu…
Tapi, kenapa kamu tidak mengerti perasaanku ini juga, sih, Oppa?

~~~~~LOVE’S DISTANCE~~~~~LOVE’S DISTANCE~~~~~

~3 HARI KEMUDIAN~

Suasana kampusku memang selalu ramai pada jam segini. Maklumlah, sedang jam istirahat. Khusus untuk kelas design I, kami sedang diberikan waktu beristirahat 1 jam. Namun istirahat itu bukan untuk bermain-main saja.. melainkan untuk berfikir mencari ide desain baju terbaru yang akan kami jadikan sebagai bahan presentasi dalam ujian semester akhir bulan nanti.
Sore ini, sebenarnya aku juga ada jadwal manggung dengan anak-anak F(X) di SEOULMusic. Tapi, karena aku dan Siwon sudah janjian untuk pergi jalan-jalan sore ini, jadi aku sengaja mengabsenkan diriku dalam jadwal di SEOULMusic itu. Meski Victoria Onnie telah menceramahiku habis-habisan tadi— seperti biasanya jika ia tahu bahwa aku absen dari jadwal hanya untuk bertemu dengan Siwon—, tapi memang dasarnya Victor Onnie itu orang yang sangat baik dan penuh pengertian siihh.. ^___^, jadinya, pada akhirnya ia mengizinkanku absen deh! — yah walau tidak gratis juga sih, sebab Victor Onnie tidak memberikanku jatah gaji dari hasil manggung tersebut*Huuuhuuhhuuu…*author ikutan nangis. Author aja gak pernah dikasih uang nulis*ditimpuk Reader pake Sandal*—.
Tapi tidak apa-apa. Yang penting aku bisa bertemu dengan Siwon dan bisa bersama dengannya malam ini. itu yang paling penting bagiku saat ini! hehehehe, >//<
Aku berjalan penuh hati-hati—dengan mengendap-ngendap layaknya maling(??)— dan segera bersembunyi di balik pohon taman belakang sekolah. Aku tidak ingin Kwon Jiyoung, ketua kelompokku dalam presentasi kelas, menjumpaiku disini dan menyuruhku membuat tugas presentasi kelompok kami.
Huhh! Dia memang selalu seperti itu! Orang yang menyebalkan! Padahal kan aku sudah membuat beberapa bagian tugas dari presentasi kami ketika pelajaran tadi berlangsung.. apa itu tidak cukup? Masa’ dia mau menyuruhku membuat yang lainnya lagi? Lalu tugas anggota kelompok kami yang lainnya apa dong?!
Ah, sudah lah hanya menambah kekesalanku saja jika mengingat laki-laki menyebalkan itu! Daripada memikirkan dia kan lebih baik aku memeriksa ponselku. Mungkin saja ada pesan yang masuk.
Ah benar ternyata. Aku segera membuka pesan itu..
AH! Wajahku mengembangkan senyum lebar. DARI SIWON TERNYATA!
Aku tidak sabar membaca isi dari pesannya. Kira-kira apa yah? apa dia ingin mempercepat waktu bertemu kami? Atau mau..
Mataku terbelalak ketika selesai membaca sebuah kalimat yang tertera dalam pesan masuk di ponselku yang berasal dari Siwon ini.

Maaf. Tiba-tiba saja aku harus rapat. Karena itu janji kita batal hari ini. lain kali aja, ya! tapi, nanti begitu rapatnya selesai aku akan langsung menelfonmu! Tenang saja. Saranghae, chagi~~<3
-My Chagiya-

Mataku terbelalak lebar, menatap layer ponselku.
Dia membatalkan janji kami lagi?!!
HOOOAAAA~~~~~~~*nangis mode : on*
aku menutup flap ponsel milikku dengan bantingan keras. Dengan langkah kesal,  aku akhirnya berjalan keluar taman sambil menggerutu kesal.
’kenapa harus batal lagi sih?! Huh! Padahal aku sudah rela-relain untuk tidak manggung hari ini! but, now… aku tak dapat keuntungan apapun! 2 keuntunganku menghilang ditelan bumi lebur bersama harapan. Tak dapat uang manggung dan juga tak dapat berkencan bersama namjachinguku yang ngeselin satu itu!!! HOOOAAAA~~~~ rasanya aku ingin mati saja… aku ingin mati.. ingin mati!!!*tusuk2 garpu ke batang pohon**author : eeh! Jangan! Kalau lu mati masa’ gue harus ganti cast utama lagi???!!! Ngomong-ngemeng tuh garpu dapat darimana buk? Habis nyolong yah?**author diseruduk ama banteng ..eh reader maksudnya >//<**ditimpuk reader*
aku menghela napas berat. Sambil menyanderkan sedikit punggungku pada dinding kelas, aku mengusap-usap wajahku yang entah kenapa terasa berkeringat.
‘Hhhh..’ helaku pasrah. ‘apa boleh buat, deh.. dia pasti sedang sibuk. Kau tak boleh egois, Jin Ri!’ ujarku dalam hati berusaha untuk menyemangati diriku sendiri. Hhhhmm… dengan begini setidaknya aku bisa sedikit merasa tenang. Tidak sekesal dan sekecewa tadi.
‘Jin Ri!’
Aku menoleh keasal suara, dan segera tersenyum ketika tampak olehku 2 orang sahabat dekatku yang merupakan mahasiswi kampus ini namun mereka lebih tua beberapa tahun dariku. Luna dan Krystal. Mereka juga merupakan anggota F(x). Mereka akan ikut manggung tapi ketika pulang dari kampus nanti. Sekarang ini, anehnya mereka sedang berlari-lari kecil kearahku.
‘ada apa?’ tanyaku karena penasaran dengan tindakan mereka yang berlari terburu-buru tadi, ketika keduanya sudah berada di hadapanku saat ini.
Krystal berusaha mengatur napasnya yang tersengal-sengal karena berlari tadi, sedang Luna yang berdiri disebelah gadis berambut panjang itu, berkata kepadaku disela-sela napasnya yang tersengal-sengal akibat berlari juga. namun Luna sepertinya lebih mementingkan untuk segera bicara denganku, daripada mengatur napasnya dulu.
Aku tertegun mendengar ucapan Luna. Awalnya aku tidak percaya pada ucapannya itu, tapi melihat Krystal yang mengangguk-anggukkan kepalanya— seolah menandakan bahwa dirinya membenarkan ucapan Luna— perasaanku mulai merasa tidak tenang.
Kakiku mendadadak saja lemas. Rasanya telingaku ingin kutulikan untuk saat ini saja…
Tidak! Itu tidak mungkin! Bilang padaku kalau apa yang diucapkan Luna, itu semuanya BOHONG!!!
BOHONG!!!
Aku tidak percaya. Dan tidak akan pernah percaya…
Tapi…. kenapa tiba-tiba saja galau dan gelisah mengelubungi hatiku saat ini??
Apa ini berarti aku mempercayai perkataan Luna dan mengabaikan janji setia seseorang yang berarti dalam hidupku?
aku tak sanggup untuk berkata-kata lagi sekarang. Yang aku sanggup hanya berlari menerobos kedua sahabatku dan juga menerobos beberapa orang mahasiswa/i yang kulewati ketika aku berlari menuju keluar kampus. Tak kuperdulikan suara Luna maupun Krystal yang berteriak-teriak memanggil namaku. Karena sekarang aku harus terus berlari. Terus, tanpa henti.
Tak perduli harus terjatuh ataupun tertabrak sesuatu sebanyak berapa kali pun. Bagiku saat ini, yang terpenting, aku harus segera  menemuinya dan meminta penjelasan darinya. Mengetahui kenyataan yang sebenarnya terjadi dengan mata kepala ku sendiri.

.::. TBC .::.

About Arliani_95 Suharli

i'm ordinary Girl~~ Im like Koreaaa and All about Korea~~~!! I'm ELF, VIP, Sone and Shawool!! in SuJu, I love Kibum, Yesung and Kyuhyun..... in SHINee, I love Keyyyy!!!! and Taeminnnnn!!!Second (?) Husband.. kkkekek, An the last in Sone, I veri love all member, specially Taeyeon, Yoona, Tiffany, and Sunny... :) :) :) In BIG BANG, GD Is My hehehehe... gomawoo..

Posted on 26 Februari 2011, in Super Fanfiction and tagged , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. huuaahh..siwon knp?selingkukah??lanjut thor

  2. wdh oppa knp???
    wah jd pnsrn nih..
    lnjt…🙂

  3. wah.. siwon oppa knp???
    jd pnsrn nih…🙂

  4. onnie,part 2 nya mohon cepat di publish… udah mati panasaran nih ma siwon oppa,xixixi,,,,

  5. wahh ffnya DAEBAK bgt…!!!
    mian numpang baca yaa…
    lain kali bwt castnya siwon ama sulli lagi ya author,..
    hehe..

    #ngarep..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: