[FF/PG-13] GLAMOURE Part 13

GLAMOURE CHAP 13


Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

 

===================================================

Wajah Dou-Ki-El benar-benar menunjukkan kalau mereka tak suka dengan ide neneknya. Mereka terus memandangi gaun kembang yang dipinjami oleh neneknya. Topi, rambut palsu, berhasil menyamarkan mereka seperti gadis-gadis desa Brasil.

“HAHAHAHA~~!!!”, tawa Victoria geli ketika melihat empat cucunya itu. Sangking gelinya, tawa wanita setengah baya ini bahkan secara tak sengaja menggelegar. Membuat burung-burung camar di pelabuhan San Vagous melarikan diri.

Heechul yang paling terlihat cantik di antara mereka, mengerucutkan bibirnya kesal. “Kao benar-benar gila, nek !”

‘PLETAK!’ “Jaga bicaramu~~!”, protes sang nenek. Lalu memandang Angela yang sedang berbincang dengan para pelaut disana.

“Terima kasih”, ujar Angela pada seorang pelaut sebelum mereka mengakhiri percakapan mereka dan berpisah.

“Ottokhe ?”, tanya Victoria penasaran.

Angela menghela nafas, “Seperti yang kuduga, ibu sudah pergi ke pulau Carlos sejak tadi pagi”

Heechul melirik jam tangannya, “Sejak tadi pagi ? Berarti sudah sekitar lima atau enam jam tadi kan ?”

“Mm”, jawab Angela sambil mengangguk. Matanya menatap sepupunya satu-satu, lalu berkata dengan mantap. “Kita akan berangkat ke sana dua belas menit lagi. Sesuai rencana, kalian akan menyamar sebagai gadis desa yang dibawa olehku untuk melamar pekerjaan jadi pembantu ibuku. Dengar baik-baik, jangan pernah satu pun dari kalian yang mengeluarkan sisi kejantanan kalian di depan ibuku. Karena ibu sangat tak suka jika ada laki-laki yang mengunjungi pulau pribadinya—“

*************************************************************************************

Haemi’s PoV~~

-Small island, Carolous-

Kepalaku cukup pusing saat baru saja membuka mata dan mendapati diriku sudah berada di tempat lain. Aku belum ingat kalau aku diculik beberapa detik yang lalu sebelum aku merasakan sesuatu mengikat tangan dan kakiku erat.

Sebenarnya bukan kaki dan tanganku saja yang tak dibiarkan bergerak bebas, tapi juga mulutku. Mulutku juga diikat kuat dengan sebuah kain. Ya ampunn..aku ada dimana ?

Panik. Aku memberontak-berontak marah di kursi ini. Tapi nihil ! Talinya terikat kuat.

Masih dengan panik, mataku segera beredar cepat mencari orang yang bisa kumintai tolong. Tapi ternyata tak ada orang di ruangan ini. Ya ampunnn…

Aku mulai pasrah dan berdoa dalam hati semoga Heechul datang bersama yang lain untuk menolongku. Lalu tiba-tiba aku menyadari sesuatu, mungkin saja penculik itu menculik Heechul juga kan ? Tapi kemudian cepat-cepat kutepis pikiran itu, dan berharap penculik itu tak menculik Heechul.

Tapi kemudian aku jadi berpikir lagi. Siapa yang menculikku ya ? Dan untuk apa menculikku ? Seingatku aku tak begitu berharga untuk diculik dan aku juga tak punya musuh. Lalu kenapa aku diculik ?

‘SREETT~~’ Tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka, dan mataku langsung membulat besar melihat siapa yang masuk. WANITA BULE TEMAN IBUKU ??

“Selamat siang, Haemi… Bagaimana tidurmu ?”

Aku ingin sekali berteriak, ‘Baik sekali ! Dan terima kasih karena sudah menculikku’. Tapi yang terdengar malah, “Mmmphh ! Mmmmph !!!!”

Wanita itu tertawa. Tiba-tiba aku jadi ingat suara nenek lampir mendengar tawanya itu.

“Kao pasti ingin tahu kenapa kao aku culik kan ?”

Karena kain penutup mulut sialan itu, aku hanya bisa membulatkan mataku ke arahnya. Padahal aku ingin sekali memarah-marahi kebodohannya. Karena tak ada gunanya menculikku.

“Ingat saat aku bilang aku tahu siapa pembunuh ibumu ?”

Tiba-tiba saja nafasku serasa tercekat. Apa perasaanku saja, atau memang wanita inilah yang membunuh ibuku ?

“Aku lah pembunuhnya…”, katanya dengan senyum penuh.

Tiba-tiba saja jantungku serasa berhenti berdetak. Aku tak tahu harus bagaimana. Aku belum benar-benar siap menghadapi pembunuh ibu.

“Kao mau tahu kenapa ? Aku membunuhnya karena cemburu” Cemburu ? “Inyeong punya segalanya, sedangkan aku tidak…”

Sebenarnya aku marah besar sekarang, karena dia mengucapkan itu seperti sedang menceritakan pengalamannya bertamasya ke Paris padaku. Tapi rasa penasaranku lebih besar. Apa maksudnya dengan ibuku punya segalanya ? Setahuku hidup wanita ini ‘lebih’ daripada ibu. Bukannya dia yang punya segalanya ?

“Padahal aku sudah merebut Lee Jonghyun darinya, membuat Ensung mati, dan membuat hidupnya menderita. Tapi ternyata hidupnya masih tetap bahagia. Dia masih tetap saja punya orang lain yang menyayanginya”

Apa ? Apa ? Lee Jonghyun itu siapa ? Nama ayah bukan Lee Jonghyun kan ? Nama ayahku Song Dongwook. Lalu siapa juga Ensung ? Kenapa ibu tak pernah cerita ?

“Kao pasti bertanya siapa mereka kan ?” Lalu dia tertawa. Aku yakin dia tertawa, karena melihat alisku yang terangkat.

“Lee Jonghyun itu ayah kandungmu, almarhum suamiku yang sudah lama meninggal dunia…”

Rasanya jantungku hampir akan mati karena terkejut. Aku bukan anak Song Dongwook ? Bukan anak ayahku ?

“..dan Ensung itu bibimu. Kakak dari ibumu, Na Ensung. Ibu nya Heechul”

‘DEG!’ Kali ini hatiku seperti teriris-iris tipis. Aku memang masih belum yakin dengan perasaanku pada Heechul memang. Tapi kenapa harus Heechul ? Kenapa aku harus benar-benar bersaudara dengan Heechul ?

“Kao kaget ?”, tanyanya dengan senang. Melihatku yang hanya tertunduk dia melanjutkan lagi, “Memang harusnya begitu. Karma adalah karma. Dulu ibumu yang membuatku kaget sama sepertimu sekarang ini. Sekarang kao”

Dia mengangkat daguku, “Sakit kan rasanya ? Sakit kan rasanya saat TAHU KALAU KAO TERNYATA MENCINTAI SODARAMU SENDIRIII ?!!!!!!!!!!!”

Hatiku bergetar. Mataku serasa panas. Aku tak tahu, tapi aku yakin kalau yaa..aku–aku mencintai Heechul. Dan sekarang hatiku terluka.

Dia membuang daguku kasar. “Kao tahu ? Dulu aku juga pernah sepertimu ! Aku mencintai Siwon, saudara tiriku. Awalnya aku pikir dia adalah sodara angkatku, seperti kebanyakan sodaraku. Tapi ternyata tidak ! Inyeong memberitahuku hari itu dengan penuh semangat, kalau siwon kakakku itu benar-benar sodaraku. Dan siwon akan melamar kakaknya, Ensung secepatnya !”

Aku tak tahu, tapi aku ikut menangis bersamanya. Aku merasakan hal yang sama. Hal menyakitkan. Hal yang paling mustahil untuk diubah, walau kao harus mengorbankan semua perasaan cintamu.

“Karena kesal, akhirnya aku merebut Jonghyun, pacarnya Inyeong dan membuatnya menikahiku. Aku hampir melupakan Siwon karena Jonghyun sangatlah baik dan perhatian padaku. Tapi ternyata ibumu mengandungmu, dan dia pergi memberitahukan itu pada Jong-ku” Dia jadi terisak-isak, “Padahal saat itu aku juga sedang mengandung Angela, tapi Jonghyun tetap meninggalkan aku untuk kembali pada Inyeong”

Ya Tuhan..kasihan ibukuu

“Tapi Jonghyun yang malang sudah terlambat. Inyeong sudah menikah dengan Dongwook. Inyeong bahagia, tapi hidupku jadi lebih menderita” Tangannya menutup wajahnya kuat, “Jonghyun bunuh diri ! Orang gila ! Dia meninggalkan aku dan Angela sendirian”

Sekarang dia menatapku, “Tapi aku tak menderita lebih lama, karena setelah itu ayah tirimu itu meninggal dalam kecelakaan pesawat kan ?” Padahal dia masih dalam keadaan menangis, tapi dia tertawa riang. “Aku tak ingat betapa senangnya aku hari itu melihat ibumu menderita. Tapi kemudian, aku iri lagi. Ensung, bibimu itu sangat dicintai oleh ibuku, Victoria. Ibu tiriku, ibunya Siwon itu mencintainya karena Ensung berhasil melahirkan seorang cucu laki-laki untuknya”

“Aku jadi gila lagi karena iri. Lalu aku membuatnya naik ke atap, dan mendorongnya jatuh”

Tiba-tiba aku ingat ucapan Heechul tentang ibunya. Dia mengalami mimpi buruk setiap malam, karena ketakutan telah membunuh ibunya itu. Tapi kenyataannya bukan Heechul yang membunuh ibunya kan ? Wanita ini yang membunuhnya.

“Hidupku jadi bahagia lagi, karena Inyeong tak punya siapa-siapa lagi yang menyayanginya. Aku sering menemui Inyeong lagi, berpura-pura menjadi teman baik, tapi kenyataannya aku menertawakan semua penderitaannya. Satu dua tahun, aku bahkan mengajak Angela saat menemui Inyeong dan ibumu..”

Oohh..karena itu aku merasa seperti pernah mengenal Angela. Ternyata Angela adalah anak teman ibuku yang sering mengunjunginya.

“..tapi setelah dua tahun itu, aku tak pernah menemuinya lagi. Tapi beberapa bulan yang lalu, tanpa sengaja aku melihat Inyeong dekat dengan Siwon. Aku benci hal itu, jadi kutabrak saja ibumu saat dia pulang kerja. Tapi setelah itu, kudengar Siwon mengangkatmu sebagai anaknya. Aku jadi kembali tambah pusing dan iri”

Ya ampuunn..jadi kecurigaan aku pada Mr.Cho benar sudah ! Mr.Cho memang kenal aku dan ibuku dengan baik. Ya tuhaann..

“Kao sekarang tahu siapa kan pembunuh ibumu ?”, tanyanya sambil menghapus air matanya. “Kao tahu ? Aku bahkan merebut gaun biru sapphire yang ibumu beli untukmu saat menabraknya” Matanya sekarang menatap sebuah gaun biru sapphire yang tergantung di dinding. “Aku menculikmu untuk membuatmu merasakan hal yang sama denganku. Dan untuk tahu, apakah penyakitmu masih ada”

Mendadak tubuhku beku.

“Mirrorphobia kan ? Penyakit trauma yang aku tinggalkan untukmu..”

Apa ? Penyakitku itu ternyata karena perbuatannya ?

“Sewaktu kao kecil. Aku sering menakut-nakuti mu tentang cermin. Awalnya itu hanya hiburan kecil untukku melihatmu berteriak-teriak takut karena cermin. Tapi akhirnya itu menjadi sebuah kepuasan yang teramat menyenangkan bagiku lebih daripada aku meneguk anggur mahal”

Jemarinya mulai bergerak-gerak menyusuri lekuk wajahku, “Kao cantik ! Tapi sayangnya tak suka bercermin. Bodohkan ?”

Dia tertawa lagi, “Mari kita lihat, seberapa puasnya aku melihatmu menangis ketakutan..”

*************************************************************************************

Author’s PoV~~

“Ya ! Nenek ! Kao jangan tertawa saja ! Cepat bantu kami mengangkat teh ini”, kesal Heechul

Mereka sekarang sudah berhasil masuk ke pulau dan menyamar jadi pelayan di rumah Daera. Mereka juga lagi sedang berpencar. Donghae, Enhyuk, dan Ryeowook sedang menyamar menjadi pelayan yang membersih-bersihkan kamar. Sedangkan Heechul dan neneknya mendapat tugas menjadi pelayan yang mengantar-antar makanan.

“Kenapa kao tega sekali padaku ? Kao tega menyuruhku yang lebih tua mengantar teh itu ?”, Victoria mendengus. “Bahkan dirumahku saja aku tak pernah menyentuh nampan”, gumamnya

Heechul tertawa sinis karena menyadari kalau neneknya tak ingin menyebut dirinya sebagai ‘nenek’, tapi ‘yang lebih tua’. Wanita anggun di hadapannya itu memang tidak kelihatan tua, malah mirip dengan wanita berumuran 30-an. Tapi Heechul tetap saja menganggunya, “Kenapa tidak bilang ‘aku tak mau’ saja ? Tidak mau gigi-gigimu yang sudah tua itu copot ya ?”

Victoria marah dan bersiap memukulnya, saat tiba-tiba seorang pelayan lain menghampiri mereka. “Kalian sedang apa ? Cepat bawa tehnyaa”

Heechul mengangguk lalu segera membawa nampan berisi cangkir-cangkir teh. Dia ditugasi membawa nampan teh itu ke taman, tempat Angela, anak pemilik rumah ini.

Heechul sedang berjalan melewati ruang tengah menuju taman, saat dia tiba-tiba melihat seseorang yang teramat sangat dikenalnya itu, menuruni tangga.

Sama seperti biasanya, Haemi selalu kelihatan cantik dan anggun memakai gaun. Tapi kali ini entah kenapa Haemi terlihat lebih cantik di mata Heechul. Jantung Heechul hampir tak terasa berdegup lagi, karena terlalu cepat berdetak.

Tapi Heechul sedikit heran melihat sembab di mata gadis kesukaannya itu. Apalagi wajah Haemi tak semangat sama sekali. Dia terus menunduk mengikuti Daera yang turun dari tangga. Tapi dia segera menepis pikirannya yang terlalu jauh, karena menurutnya Haemi pasti sedih karena diculik. Dia mungkin ketakutan hingga menangis dan jadi tak bersemangat seperti itu.

Heechul menunggu Haemi dan bibinya menuruni tangga baru berjalan lagi ke arah taman. Heechul tak mau jika dia yang berjalan di depan, bibinya itu akan dapat mengenalinya.ena itu dia berjalan pelan mengikuti mereka dari belakang.

Ternyata tujuan mereka dan Heechul sama, yaitu keluar menuju taman. Diam-diam laki-laki itu tersenyum tipis, karena nati tak perlu mencari Haemi lagi ada dimana.

“Ma cherie~~”, sapa Daera pada anaknya lalu memeluknya.

“Ibu..”, balas Angela memeluknya. Setelah berpelukan, Angela memandang Haemi yang masih menunduk. “Ibu..kenapa dia ada disini ?”

Daera mengangkat alisnya tak mengerti, tapi kemudian mengangguk saat melirik Haemi. “Maksudmu Haemi ? Oohh..katanya dia ingin tinggal bersama kita”

Heechul yang sedang meletakkan cangkir ke meja kecil taman, jadi sedikit tersentak. ‘Haemi mau tinggal bersama mereka ?’, batinnya tak percaya.

“Ya kan Haemi ?”, tanya Daera pada Haemi. Yang ditanyai hanya mengangguk saja.

“Tapi bagaimana dengan para Dou-Ki-El ? Kenapa dia tak mau tinggal bersama Dou-Ki-El lagi ?”, tanya Angela tak mengerti.

“Ooh..itu karena menurutnya para Dou-Ki-El itu membosankan. Baginya, keluarga mereka itu seperti permen karet. Tahu kata pepatah kan ? Habis manis, sempah dibuang”

Daera tertawa riang, sementara Heechul dan Angela menatap Haemi meminta penjelasannya. Tapi yang ditatapi itu hanya duduk dan menunduk diam seperti boneka.

“Ohh..geurayo ?”, ujar Angela pura-pura senang seperti ibunya. “Tapi kenapa begitu ? Apa mereka sedang bertengkar ?”

Daera mengangkat bahunya tak peduli lalu menyesap tehnya. Lalu dia menatap Haemi lagi dan dengan sengaja menumpahkan teh ke baju Haemi. “MINUMMM !!”

Angela maupun Heechul tersentak kaget. Belum pernah mereka melihat Daera sekejam ini kepada siapa pun. Tapi Haemi yang tertunduk lemah itu hanya meringis pelan sambil menepuk-nepuk gaunnya yang terkena teh. Walaupun dia menunduk, Heechul bisa melihat gadis itu menangis.

Tak tahan lagi, Heechul yang dari tadi tugasnya berdiri di sana sampai minuman mereka habis, segera mendekati Haemi dan menariknya bangun.

“Hei !”, Daera juga ikut bangkit dari kursinya. Awalnya dia hanya mengira Heechul adalah pelayannya yang tak patuh, tapi setelah melihatnya lebih lama, Daera segera tahu kalau itu keponakannya, Heechul. Dengan segera Daera menjentikkan jarinya dan berteriak, “Tangkap mereka !”

Bersamaan dengan itu, terjadilah beberapa renretan peristiwa secara bersamaan. Pertama, setelah mendengar teriakan itu, Heechul dan Haemi berlari. Kedua, dari balik semak-semak dan dalam rumah, segerombolan pria sangar berjas hitam keluar. Dan ketiga, Donghae beserta kawan-kawan juga muncul dari arah berlawanan dengan arah Heechul dan Haemi berlari.

Heechul berdecak kesal, “Cih ! Kata Angela di rumah ini di larang ada laki-laki ! Tapi apa buktinya ?”

Mendengar suara Heechul, Haemi menoleh dan mendongak menatap Heechul. Dia yakin mendengar suara Heechul, tapi kenapa yang dilihatnya adalah seorang wanita ? Haemi memandangnya lagi dengan lama, tapi nihil karena matanya berkabut akibat air mata.

“Hei ! Kemari !”, teriak Enhyuk sambil melambai-lambaikan tangannya ke Heechul

Heechul mengangguk dan terus berlari ke arah sodara-sodaranya itu, tapi setelah beberapa meter lagi mereka sampai, sekelompok pria itu menghalangi mereka.

Heechul berdecak kesal, lalu melepas tangannya dari Haemi untuk berkelahi. Dia kira Haemi juga bisa menjaga diri karena mereka pernah berkelahi dulu. Ternyata dugaannya salah, karena Haemi sedang dalam keadaan yang tak stabil. Jadi Haemi sekarang ditangkap dengan mudah oleh para pria itu tanpa diketahui oleh Heechul.

“Chullie ! Haemi !!!”, teriak Donghae. Tanpa sadar, Enhyuk, Donghae dan Ryeowook pun berlari dan terlibat dalam perkelahian itu.

Heechul sadar, lalu menoleh cepat ke arah Haemi yang pingsan dan sedang di seret ke bibinya Daera. Daera tersenyum menang, lalu melambaikan tangannya ke Heechul.

Saat itu juga, tiba-tiba pipi kiri Heechul memanas. Dia dipukul di pipi dan ambruk ke tanah. “YA!!!”, teriak Heechul lalu bangkit dan menghajar habis-habisan pria yang tadi menumbuki pipinya.

Setelah membuat pria itu ambruk, Heechul berlari mengejar Daera. Saat dia berlari, dia melewati Angela yang berdiri kaku sambil berbisik, “Mianhee”

Heechul tak menjawab tapi dalam hatinya dia memaafkan sepupunya itu. Dia tak sempat melakukan apa-apa, karena otaknya terus berteriak-teriak mengatakan sesuatu. SELAMATKAN HAEMI !!!

TBC~~~

*******************************************************************************************************

©2011 S3FFIndo

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

********************************************************************************************************

Thanks buat yang masi setia buat ngikutin cerita ini🙂

❤ #hug my reader

About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 5 Maret 2011, in AUTHOR, KATEGORI, Mia Mentari, Super Fanfiction and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. wah mkin seru aja nie!!!! penasaran jdix!!! part slanjutx jgn lama2 thor!!!! =]

  2. waaaaaaahhh ayo heechul…!!! selametin haemi!!
    aduuh gregetan..!!

    penasaran bgt nih author.-_____-”
    ngepost’a jgn lama2 y..
    10 jempol buat author!!!!!!!!!! ^^ ^^ ^^ ^^ ^^ ^^ ^^ ^^ ^^ ^^

  3. hoa…
    seru banget..

    next part ditunggu ya🙂

  4. nyesek kalo tau orang yang kita suka itu masih sodara kita juga.

    ditunggu next partnya, tapi jangan kelamaan ya author😀

  5. Hua itu daera stress!
    Gapapa kok sodara sepupu bs nikah. .Haha
    next part ditunggu. .

  6. Aigoo! Daebak!

    Heechul harus jadian ama haemi author. Kekeke
    Pcaran ama spupukan gpp!

  7. keren autor, lanjut ya !🙂

  8. koment selanjtnya di FF terakhir boleh😀
    soalnya banyak juga nih yg partnya yg belom kebaca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: