FF/PG-13/ GLAMOURE Part 15 -END-

GLAMOURE CHAP 15


Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

 

===================================================

Previously~~

Haemi membiarkan tangan Heechul menghapus air matanya. Tiba-tiba dia merasa hangat ketika tangan itu menyentuhnya. Tapi disisi lain, hatinya seperti teriris. Dia tak sanggup menghadapi kenyataan pahit.

“Haemi ? Kao baik-baik saja ?”, tanya Heechul khawatir saat tiba-tiba air mata gadis itu makin deras.

Haemi menggeleng-geleng, “Aku…aku…”

************************************************************************************

GLAMOURE CHAP 15 #END#

“Kita tak bisa bersama Heechul-aahh”

Heechul merasakan sebagian hatinya hancur. Kenapa gadis ini tiba-tiba mengatakan hal itu ?

“Wae-waeyo ?”, tanpa disadari suara Heechul pun bergetar.

“Kita…” Haemi terisak “Kita bersodara”

“Aku tahu itu ! Tapi kita bukan sodara sekandung bukan ? Siapa yang melara—“

“Kita sodara sedarah !”, tukas Haemi cepat. Dia mengigit bibirnya, untuk menahan air matanya yang semakin deras, “Kao dan aku… Ibuku dan Ibumu…”, Haemi merasa sedikit sesak, “Ibu kita bersodara Heechul ! Bersodara !”

“APA ?”, Heechul merasakan hatinya tak ada lagi. Hatinya sudah pecah tak bersisa, “Kao yakin kita bersodara ?”

“Aku sudah tanya pada bibi dan nenek”, Haemi mengusap wajahnya frustasi. “Mereka bilang iyaa”

“Tidak” Heechul menarik rambutnya kuat, rasa pusing mungkin sudah membuatnya berpikir tak jernih. “Tidak mungkin !”

Haemi menangis tersedu-sedu hingga jatuh terduduk di lantai. Sekarang dia merasakan gravitasi ingin menelannya hidup-hidup. Tubuhnya terasa berat dan kaku, dia tak sanggup bergerak lagi.

“TIDAAAAKK !!! ITU TIDAK MUNGKINNN !!”, jerit Heechul perih. Dia sudah seperti orang putus asa. Baru saja Heechul merasakan bahagia seperti diterbangkan ke langit, tapi sekarang dia mesti jatuh ? Jatuh karena dia dan Haemi bersodara.

“Karena itulah aku mirip ibumu”, ucap Haemi disela tangisnya. “Aku…aku keponakan ibumu, Heechul-aah”

Heechul menendang semua benda dengan marah, tak peduli kakinya sakit karena jiwanya lebih sakit.

Haemi menghapus airmatanya, mencoba lebih tegar, “Aku akan pergi”

Mendadak tubuh Heechul kaku. Langkahnya yang tadi seperti orang gila, mendadak mematung persis seperti patung. “Pergi ?”, tanyanya lirih. “Pergi kemana ?”

Haemi menghela nafasnya, “Tidak tahu ! Yang pasti aku tidak akan berada di dekatmu lagi”

Heechul merasa perih lagi. “Tidak berada didekatku lagi ?”, ulang Heechul

“Tidak. Sama sekali tidak akan berada di dekatmu lagi. Tidak dalam mimpi atau apa pun”, jawab Haemi mantap

“Tidak dalam mimpi ?”, ulang Heechul seperti orang gila.

“Bukannya kalau seseorang tak berada di dekatmu lagi, maka kao akan melupakan bagaimana wajahnya ? Kao tak akan memimpikannya lagi kan ?”

Heechul terdiam seribu bahasa. Kali ini bibirnya yang mati rasa dan tak ingin bergerak.

Haemi bangkit dari duduknya. “Selamat tinggal, Kim Heechul” Haemi berjalan menuju pintu keluar atap rumah sakit itu dengan langkah tegap. Setiap langkahnya, terasa amat berat, tapi gadis itu menegarkan hatinya. “Ini lah yang terbaik. Inilah yang terbaik”, gumamnya tanpa henti.

“Haemi..” Haemi menghentikan gerakan tangannya yang hampir memutar kenop pintu. “Jangan panggil aku Heechul lagi. Terlalu menyakitkan. Panggil Chullie saja”

Mendadak gadis itu sesak, matanya mengerjap-ngerjap menahan air mata yang hampir tumpah lagi, “A-aku tak bisa. Aku tak bisa seanggun ibumu. Lagipula kita tidak akan bertemu lagi”

*************************************************************************************

-Lima tahun kemudian, Seoul-

Kao bilang tak akan bertemu dalam mimpi lagi kan ?

Apanya yang tidak ? Kao bohong !! Aku memimpikanmu setiap malam..

Dan wajahmuuu… Tidak seinci pun terlupakan olehku.

“Oi ! Kao melamun lagi !”, kata Enhyuk yang mencoba mengkagetkan sodaranya.

Heechul mendengus sebal, “Kalau kerjaanmu ke sini hanya untuk mengangguku, lebih baik kao pergi pulang sana ! Aku tak mau diganggu”

Enhyuk mengerucutkan bibirnya, “Sombong sekali, Mr.Kim itu ! Mentang-mentang sudah jadi bos”

Heechul berdeham keras, “Mau kupanggilkan satpam, artis papan atas Lee Hyukjae ?”

“Aaa..arraso ! Arraso ! Lebih baik aku mengunjungi Ryeowook saja di restorannya !”, Enhyuk bangkit dari sofa di kantor Heechul dan berjalan keluar sambil menggerutu, “Aku tak kan mau memberitahunya berita gembira. Biar saja dia yang telat tahu nanti…”

*************************************************************************************

“Heh ? Reuni SMA ?”, pekik Ryeowook terkejut.

Enhyuk mengigit roti kejunya, sambil mengangguk. Ryeowook memutari meja makan Enhyuk dan ikut duduk di sebelahnya, “Reuni SMA itu berarti kita bertemu teman-teman lama kan ?” Enhyuk mengangguk. “Bisa bertemu Haemi juga kan ?”

Enhyuk tampak berpikir, “Mm..iya. Tapi kemungkinannya hanya sebesar 50 persen”

“50 persen katamu ?!!”, alis Ryeowook terangkat.

Enhyuk mengangguk lagi, “Donghae sudah hampir mengunjungi tiga perempat daratan dunia untuk mencarinya. Jadi kemungkinan mereka bertemu adalah 20 persen”

Ryeowook mengangkat alisnya tak mengerti, “20 persen ? Jadi tiga puluh persennya kemana ?”, gumam Ryeowook.

“Aaahh..sudah jangan bahas itu lagi ! Sekarang bagaimana ? Kao sudah menemukan gadis yang bisa kao ajak ke acara pesta dansa itu ? Katanya pesta itu..pesta topeng—“

*************************************************************************************

-Paris, malam hari-

Haemi sedang berjalan menuju apartemennya saat tiba-tiba dia merasakan ada yang mengintainya. Langkah gadis itu berhenti, lalu menoleh ke belakang. Kepalanya berputar miring saat melihat tak apa-apa kecuali orang-orang yang lalu lalang.

“Mungkin perasaanku saja..”, gumamnya lalu berjalan lagi.

Tapi setelah berjalan di daerah yang lumayan sepi, gadis itu bisa mendengar derap langkah kaki yang mengikutinya dari belakang. Gadis itu mulai mengeluarkan buku paling tebal dari tas tangannya. Lalu setelah merasa timing waktunya untuk menyerang sudah tepat, gadis itu berbalik dan mengangkat tinggi-tinggi bukunya ke udara, “HYAAAATTT !!!”

‘BLITZ ! BLITZ !’ Haemi mengerjap-ngerjap karena silau. Mendadak tubuhnya kaku karena wajahnya diterpa beberapa kilatan cahaya.

“Annyong haseo, uri Haeminie…”

Haemi masih mengerjap-ngerjap tak percaya dengan laki-laki yang berdiri di depannya sekarang. Tangannya yang memegangi buku turun perlahan-lahan. “Donghae oppa ?”

*************************************************************************************

-Seoul, Kediaman Choi, malam Hari-

“Apa ini Han ?”, tanya Heechul kesal saat melihat kartu undangan di meja kerjanya.

Hankyung membuka mulutnya untuk menjawab, tapi Enhyuk tiba-tiba muncul dan lebih dulu menjawab, “Undangan reuni..”, ucapnya lalu duduk di tepi ranjang Heechul. “Sudah lihat ?”

“Reuni ?”, alis Heechul terangkat. “Aku tidak berminat !”

“Kao yakin ?”, tanya Enhyuk sambil menghempaskan tubuhnya di kasur. “Kalau ke sana kao mungkin bisa bertemu—“

“Tidak mungkin !”, tukas Heechul cepat. Dia melonggarkan dasinya sambil melihat ke sekeliling kamar, “Mana Wookie ? Biasanya dia selalu ada kalau kao ada kan ?”

“Sedang mencari wanita”, jawab Enhyuk santai. “Kao yakin tak ingin bertemu—“

“Tidak !”, jawab Heechul kesal. Dia jadi jengkel karena Enhyuk selalu menanyakan hal yang mustahil padanya. “Kao tak cari juga seperti Wookie ?”, tanya Heechul mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Untuk apa ? Para Yeoja lah yang mencariku”

Heechul memiringkan senyumnya. Enhyuk ternyata tak berubah dari dulu. Playboy.

Enhyuk mulai duduk lagi, “Kao yakin tak ingin bertemu ? Bagaimana nanti kalau aku yang bertemu dengannya ? Kao mau merelakannya untukku ?”

Heechul membuka dan menutup kembali mulutnya. Tadi dia ingin bilang, ‘Ambil saja ! Dia itu sodaraku’, tapi tak jadi. Walaupun Heechul sadar benar dia dan Haemi bersodara, tapi dia masih mencintai gadis itu. Heechul sedikit heran juga dengan perasaannya. Kalau mereka memang bersodara, kenapa Heechul tetap tak bisa melupakan Haemi ? Seharusnya darahnya yang sama yang dimiliki Haemi akan menghapus cintanya kan ? Tapi kenapa malah sebaliknya ?

“Hei ! Kao melamun lagi !”

Heechul menggeleng-geleng, lalu berjalan ke kamar mandi, “Aku lelah, aku mau mandi dulu”

*************************************************************************************

-Hari Reuni, Seoul-

Haemi PoV~~

Suara deru mobil taksi lagi-lagi membuyarkan lamunanku. Apa yang kulakukan ? Kenapa tiba-tiba aku ada di Seoul dan pergi ke acara reuni ini ? Apa setan sedang merasukiku ?

“Agashii..kita sudah sampai”

Aku mengerjap-ngerjap memandangi pemandangan di luar jendela taksi, tepatnya memandangi sekolahku. Cahaya temaram pesta membuatku mengigil ragu. Haruskah aku turun ?

“Agashii..?”, Aku mengangguk lalu memberikan sejumlah uang pada supir taksi itu. Setelah itu aku turun dan berjalan melewati parkiran seperti orang yang kosong.

Aku tak tahu, tapi kakiku melangkah begitu saja. Apa yang salah denganku ya ?

“Agashiii..kartu undanganmu ?”, lagi-lagi aku mengerjap-ngerjap. Ya ampuuunn..aku mau masuk ke sini tanpa ada kartu undangan ? Kenapa aku jadi bodoh sekali ? Aku kan tak punya kartu undangannya.

“Mianhee..ak—“

“Dia pasanganku”, aku menoleh cepat ke arah laki-laki yang mengantri di belakangku. Senyum laki-laki itu mengembang pada para panitia pesta, “Boleh membawa pasangan kan ?”

“K-Kao ?”, tanyaku gagap. Aku tak kenal dengan pemilik wajah dibalik topeng hitam itu. Tapi aku kenal suaranya. Tapi siapa ?

“Ayo masuk..”, laki-laki itu mengenggam tanganku dan menarikku masuk ke pesta.

************************************************************************************

Author’s PoV~~

Heechul bingung dengan tingkahnya. Tadi dia sedang mandi di kamarnya, lalu tiba-tiba kenapa dia memakai jasnya ? Dan kenapa dia bisa sampai di pesta reuni ?

“Aissshh~~aku sudah gila !”, gumamnya sambil menstarter Volvo hitamnya. Tapi tangannya yang memegang kunci, tiba-tiba memutar lagi untuk mematikan mesin mobil. Matanya terbelalak tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang di depan mobilnya, “Haemi ?”

Tanpa sadar, Heechul turun dari mobilnya dan mengikuti gadis itu dari belakang. Dia sempat ragu dengan apa yang dirasakannya. Mungkin saja gadis yang diikutinya bukan Haemi. Gadis ini kan memakai topeng pesta, bagaimana bisa dia yakin itu adalah Haemi ?

“Mianhee, ak—“

Sekarang Heechul yakin benar dengan perasaannya saat mendengar suara gadis itu. Suara yang mengalun lembut itu milik Haemi !

“Dia pasanganku”, kata Heechul mantap.

Para panitia maupun Haemi menatapnya heran. Akhirnya dia tersenyum agar terlihat meyakinkan, “Boleh membawa pasangan kan ?”

“K-kao ?”, suara lembut itu mengalun lagi. Membuat hati Heechul yang dingin menjadi hangat lagi.

“Ayo masuk”, ucapnya sambil menarik Haemi masuk.

Heechul menarik Haemi dan membawa gadis itu ke meja penuh makanan. Dia geli menatap wajah penasaran Haemi sedang memandanginya. Akhirnya dia tertawa, “Penasaran siapa aku, agashii ?”

Meski mata Haemi tertutup sebagian karena topeng, taoi Heechul bisa melihat mata nya mengerjap-ngerjap. “K-kao siapa ?”

Heechul tersenyum, lalu meninggalkan Haemi sendirian di sana. “Lebih cantik dari yang dulu..”, gumam Heechul sambil berjalan. “Tunggu…ada yang berbeda juga” Heechul berpikir sesaat, “Anggun..” Lalu berhenti dan berbalik, “Dia menggeraikan rambutnya ?” Heechul memandangi Haemi yang sedang bingung memandang keramaian.

Gadis itu bergaun biru sapphire, persis seperti yang dulu dipakainya waktu tragedy dulu. Rambutnya tergerai dan sedikit keriting sana sini. Rambut itu tergerai ke belakang, disisipkan di belakang telinga, hingga telinganya terlihat. Mata Heechul memicing tajam, melihat sesuatu menggantung di telinganya. “Anting ?”, gumamnya tak percaya. Itu anting yang ditemukannya dulu !

“Oi ! Kao datang juga ? Sedang lihat apa ?”, tiba-tiba Enhyuk mengkagetkannya  dengan menepuk pundaknya.

Heechul kaget dan buru-buru menjawab , “Tidak ada ! Ayo pergi” Entah kenapa, Heechul merasa dirinya harus berbohong. Dia tak ingin ada yang tahu kalau Haemi ada disini, dia tak suka jika orang lain akan merebutnya

Tapi Heechul salah, ada seseorang yang sudah tahu kedatangan Haemi. Dan dia sedang berjalan ke arah Haemi sekarang. “Haemi ?”, sapa Donghae.

Haemi berbalik dan menatap laki-laki bertopeng putih di depannya. Keningnya berkerut, “Siapa ?”

Donghae tertawa, “Pangeranmuu..”

“Donghae oppa ?”, tanya Haemi tak percaya.

“Siapa lagi ?”, gurau Donghae sambil mengangkat bahu. “Kao datang dengan siapa ?” Haemi baru saja akan menceritakan pengalamannya tadi saat tiba-tiba si pembawa acara mengumumkan sesuatu.

“HADIRIN SEKALIAN !! TERIMA KASIH SUDAH DATANG DALAM ACARA PESTA REUNI INI. HAHA~~SEBENARNYA SAYA TAK MENYANGKA AKAN BANYAK YANG DATANG, HAHA~~”

“Orang gila…”, secara tak sengaja Donghae dan Heechul menggumamkan yang sama. Padahal mereka berada di jarak yang jauh.

“HADIRIN SEKALIAN~~~SEBENARNYA INI BUKAN HANYA PESTA REUNIAN BIASA !! TAPI JUGA AJANG LOMBA !! APAKAH ADA YANG TERTARIK DENGAN LOMBA ??”

Para tamu tak ada yang tertarik ! Mereka hanya diam.

“AKAN ADA HADIAHNYAAA~~~”

Beberapa orang mulai mengangkat jarinya, dan berseru-seru riuh.

“HAHAHA~~SUDAH SAYA DUGA !! INI ADALAH LOMBA AJANG PENCARIAN JULIETT… ANDA SEMUA LIHATKAN ? BANYAK SEKALI WANITA YANG BERGAUN BIRU SAPPHIRE ??”

Haemi segera memandangi gaunnya, “Omoo..aku bergaun biru sapphire juga”

Donghae tersenyum, “Memangnya kenapa ? Tak ada hal yang akan terjadi kan ?”

Sementara Haemi dan Donghae berbicara, Heechul memandangi mereka dengan tajam dari kejauhan. Matanya terpicing saat melihat laki-laki yang berada di dekat Haemi, “Donghae ?”

“….BEGITULAH PERATURANNYA SODARA-SODARA ! ANDA PARA LELAKI HARUS MENEMUKAN JULIETT YANG TEPAT ! KALAU BENAR, ANDA AKAN DAPAT HADIAHNYA !!” Para tamu laki-laki mengangguk-angguk mengerti “BAIKLAH…SEKARANG WAKTUNYA MENARIK PARA GADIS BERGAUN BIRU”

Setelah itu, Haemi ditarik oleh beberapa pria. “Yaa !” Haemi menoleh minta tolong pada Donghae, “Oppaa~~ tolong aku !”

Donghae tersenyum, “Mianhee Haemi-yaa. Aku ingin sekali main lomba ini”

Haemi mendesah pasrah, lalu membiarkan dirinya ditarik maju ke tengah ruangan. Di sana, gadis itu bergabung dengan berpuluh-puluhan gadis bergaun biru. Dia jadi heran juga, kenapa banyak juga yang bergaun biru persis sepertinya ?

“BAIKLAH LADIES !! SEKARANG DUDUKLAH YANG TENANG DI KURSI MASING-MASING”

Haemi mencoba bicara dengan seorang gadis di sebelahnya, “Kita mau diapain ya ?”

“Nan molla”

Haemi tersentak kaget. Dia mengusap-ngusap telinganya yang mungkin rusak. Apa tadi dia salah dengar ? Suara itu..

“BAIKLAH….SEKARANG PARA NAMJA YANG INGIN IKUT LOMBA, HARAP SEGERA MAJU DAN BERDIRI DI DEPAN PARA JULIET..”

Beberapa maju, dan Enhyuk tiba-tiba merasa bersemangat. “Yeoja itu cantik-cantik juga. Aku ikut saja”

Heechul menatap kepergian sodaranya dengan aneh, lalu menoleh ke wookie yang entah sejak kapan ada disana. “Aku ikut juga. Untuk mengobati sakit hatiku..”, gumam wookie lalu mulai ikut berjalan bersama Enhyuk.

Heechul mengeleng-geleng kepalanya melihat tingkah sodaranya. Tadi wookie memang pergi edngan seorang yeoja. Tapi setelah itu, yeoja nya itu lengket ke laki-laki lain dan meninggalkan wookie sendirian. Heechul jadi sedikit kasihan.

Lalu Heechul tiba-tiba teringat dengan Donghae, dia melirik sodaranya itu dari jauh. Ternyata Donghae sedang berjalan ke tengah juga. Heechul merasakan ada penyesalan jika membiarkan Donghae ikut juga. Mau tak mau, Heechul akhirnya ikut juga.

Heechul melangkah sambil melirik beberapa yeoja yang duduk di sana. Ternyata mereka mirip-mirip. Gaun, rambut, topeng, hingga bentuk tubuh. Heechul jadi curiga dengan si provokator pembuat lomba.

Setelah itu, ternyata Heechul dapat bagian berdiri sejajar bersama keempat sodaranya. Donghae disisi kirinya, sementara Enhyuk dan Ryeowook di sisi kanannya.

“Bagaimana perjalananmu keliling dunia ?”, tanya Heechul sedikit berbisik pada Donghae.

Donghae mengangkat bahunya. Dia tidak kaget kalau yang disebelahnya adalah Heechul. “Baik-baik saja” Donghae lalu menghela nafas, “Aku punya berita baik untuk mu”

“Apa ?”

“HADIRIN SEKALIAN~~~ LOMBA AKAN SEGERA DIMULAI !! HARAP BERSIAP-SIAP DAN TOLONG MATIKAN LAMPUNYAA”

‘BLAP’ Lampu yang terang benderang itu mati, dan diganti dengan lampu yang menguning yang hanya menerangi tempat para gadis itu duduk.

Mata para Dou-Ki-El segera memicing tajam, untuk melihat wajah para gadis itu. Sedikit silau dan tak jelas. Mereka jadi sedikit bingung.

“PILIHLAH SALAH SATU DARI PARA YEOJA INI SEBAGAI JULIETT KALIAN !! HAHA..MARI KITA SAKSIKAN BERSAMA-SAMA !! LOMBAAA~~DIMULAIIII”

Para namja mulai sudah berjalan mendekati gadis-gadis yang mereka pilih. Enhyuk dan Ryeowook juga sudah mulai berjalan. “Semoga beruntung !”, kata mereka bersamaan sambil melambaikan tangan.

Heechul panik. Dia belum juga bisa menemukan Haemi. Bagaimana ini ?

Matanya berputar-putar menyapu puluhan orang yang sekarang berlutut di depan para gadis itu, meminta salah satu dari mereka mau berdansa. Kening Heechul berkeringat, dan akhirnya dia menemukannya !

Dengan mantap, laki-laki itu berjalan melewati beberapa pasangan yang bergerak berjalan ke lantai dansa. Matanya lurus tepat ke satu wajah. Wajah yang kelihatan bingung, saat beberapa orang—termasuk Enhyuk, Ryeowook—sedang memintanya berdansa.

Tinggal beberapa langkah lagi Heechul mendekatinya, Donghae juga sudah berada disitu. Membungkuk penuh hormat dan meminta Haemi berdansa dengannya.

Haemi kelihatan ragu, dia berbisik lirih, “Aku bukan juliett yang kalian maksud”

Heechul tersenyum dengan tingkah polos Haemi, lalu dengan cepat menarik gadis itu bangkit dari kursinya. “Tak peduli kao juliett atau bukan, tapi kao milikku”, kata Heechul lalu mengenggam tangan Haemi ke lantai dansa.

Enhyuk dan Ryeowook mengerutu kesal dan meninggalkan ajang lomba. Sementara Donghae menatap kepergian mereka dengan penuh sedih. Sebelah tangannya terangkat dan menyentuh dadanya yang terasa sesak.

“Aku yang menemukanmu duluan. Aku yang mencintaimu lebih dulu”, gumamnya lirih.

Sementara itu, Heechul segera memeluk pinggang Haemi dan meletakkan kedua tangan gadis itu di lehernya. “Kao kurus sekali..”

Seiring music mengalun, mereka pun berdansa. Haemi yang masih dalam keadaan shock tak percaya, mengerjap-ngerjap. Dihadapannya lagi-lagi laki-laki bertopeng hitam yang menolongnya. Apa dia kenal dengan orang ini ?, pikirnya dalam hati.

“Masih bingung siapa aku ?”

Haemi mengangguk, “Apa aku mengenalmu ?”

Heechul menarik sebelah tangan Haemi yang melingkar di lehernya, dan meletakkannya di dada Heechul. “Ingat berapa kali detak jantung ini berdetak dalam 1 detik ?”

Haemi tersentak kaget, “Heechul !”

“Sudah kubilang jangan panggil Heechul”, ucapnya pura-pura kecewa sambil meletakkan tangan Haemi di lehernya lagi. “Chulliee.. ! Ingat ?”

Haemi mengeleng-geleng, masih dalam keadaan tak percaya, “Tak bisa ! Tetap tak bisa !”

Alis Heechul terangkat menatap gadis itu menunduk lagi, tapi kemudian dia mengerti dan menghela nafas, “Aku tahuu..kita bersodara kan ?” Heechul menunggu gadis itu mengangkat wajahnya, tapi lama hingga akhirnya dia mengangkat wajah Haemi dengan tangannya. “Aku tak yakin..tapi aku bisa merasakan setiap kali aku bernafas, darah ini selalu membuatku ingat padamu. Bukan ingat pada sodara ke sodara, tapi ingat seorang pria pada wanita. Membuatku frustasi, gila. Darah ini seperti bukan darah sodara, tapi darah seorang pria yang merindukan gadisnya”

Haemi menitikkan air mata mendengar pernyataan Heechul. Dia juga merasakan hal yang sama sejak lima tahun yang lalu. “Aku..aku..” Haemi terisak “Maksudku..kita..”

Heechul tak sabar, “Apa ?” Dia yakin sekali Haemi akan mengatakan hal yang sama dengannya.

“Mianhee” Hati Heechul mengerut. Kenapa gadis ini hanya mengucapkan ’Mianhee’ ?

“Ternyata kita tak bersodara”, lanjut Haemi lagi.

“Apa ?”, Heechul yakin mungkin telinganya salah. “Kau bilang apa tadi ?”

Haemi tersenyum sambil menghapus air matanya, “Kita tidak bersodara” Heechul merasa hatinya sedang mengadakan pesta kembang api riang. Haemi melanjutkan lagi, “Donghae oppa yang bilang padaku ! Beberapa hari yang lalu, oppa mengunjungiku ke paris—“

“Tunggu dulu !”, tukas Heechul cepat. “Oppa ? Lalu Paris ? Kao ada di Paris ?”

Haemi mengangguk, “Aku menjalani terapi panjang untuk mengobati penyakitku. Ingat penyakit Mirrorphobia ? Sekarang tak ada lagi”, katanya dengan gembira.

Heechul tertawa ikut gembira, lalu bertanya lagi, “Lalu ? Apa yang diceritakan Donghae padamu ?”

Haemi memutar bola matanya dengan bahagia, “Oppa bilang dia bertemu dengan orang yang kenal dengan ibuku dan ibumu di suatu tempat. Orang itu bilang, Ensung dan Inyeong bukan sodara kandung, tapi sodara angkat !”

Heechul tak bisa menahan lagi rasa gembiranya, sehingga dia memutar tubuh Haemi cepat, “Maaf”, ucapnya saat melihat Haemi sedikit pusing. “Lalu ?”, katanya tak sabar.

“Orang itu bilang, Ibuku itu diangkat dari panti asuhan oleh orang tua ibumu. Karena itu aku tak punya sodara..”

“Lalu ?”

“Oppa hanya mengatakan itu”, ucap Haemi sambil mengangkat bahunya.

“Lalu ?”

“Apanya yang lalu ?”, jengkel Haemi.

“Kenapa kao kemari ?”

“Kenapa ?”, Haemi menundukkan kepalanya malu. “Aku juga tidak tahu. Yang aku ingat, aku menolak ajakan oppa untuk pulang kemari. Tapi entah mengapa saat aku pulang kerja, tingkahku jadi aneh” Haemi mengeleng-geleng tak percaya dengan ceritanya. “Saat sadar, aku sudah bergaun biru dan berada di dalam taksi menuju kemari. Aneh kan ?”

“Bodoh !”, ejek Heechul sambil menyentil jidat Haemi. Lalu dia ingat sesuatu, “Aku juga seperti itu. Tadinya aku tak berminat kemari dan ingin tidur saja. Tapi saat sadar, aku sudah berada di dalam mobilku dan melihatmu berjalan seperti orang bodoh ke dalam pesta”

“Orang bodoh katamu ?”, tanya Haemi pura-pura kesal. Tapi kemudian tertawa, “Hidup memang aneh ya ? Hmm..” Haemi menatap sekelilingnya. “Kao tahu ? Aku heran melihat para lelaki itu memakai gaun”

“Siapa ?”, Heechul ikut mengedarkan matanya ke sekitar. “Maksudmu para yeoja itu ?”

Haemi mengangguk, “Tadi aku mendengar suara mereka. Ternyata semuanya laki-laki. Kao tahu ini kerjaannya siapa ?”

Heechul tersenyum, “Tidak tahu !”, bohongnya. Dalam hati dia berjanji akan memanggil neneknya itu dengan ‘Nona Victoria’ sekali-sekali. Karena sekarang dia melihat wanita setengah baya itu melambai-lambaikan tangannya dari lantai atas.

Haemi kemudian mengigit bibirnya, “Jadi bagaimana ?”

“Bagaimana apa ?”, alis Heechul terangkat.

“Kao tahu kan ?”

“Tahu apa ?”

Haemi kesal dan menepuk dada laki-laki itu jengkel, “Kao sudah punya wanita lain di hatimu ?”

“Menurutmu ?”

“Aku tak suka main tebak-tebakan !”

“Bagaimana kalau iya ?”

“Iya ?”, Haemi menunduk lirih. “Kalau begitu aku akan pulang ke Paris dan menjalankan butikku di sana”

“Kao punya butik ?”, tanya Heechul tak percaya.

Haemi mengangguk, “Aku seorang perancang busana”

Heechul tersenyum remeh. Baginya berita ini adlah keajaiban dunia yang kedelapan.

“Jadi ?”, tanya Haemi lagi. Kali ini dengan nada malu dan manja. “Aku sudah terlambat ?”

“Sangat terlambat” Haemi mendesah lirih. “Tapi selama itu aku selalu memimpikanmu, mengingat setiap inci wajahmu. Kao tahu ?”, kata Heechul. Haemi hanya menunduk bersalah. “Semua teori kemarin, semuanya tak berjalan dengan baik”

“Mianhee” Haemi menggigit bibir bawahnya dengan menyesal. “Aku tak tahu kalau akan begini jadinya. Aku—“

“Aku tahu”, jawab Heechul lalu menghentikan dansa mereka. “Kao bisa kembali padaku kapan saja” Haemi tersenyum, “Tapi ada syaratnya…”

“Syarat ?”

Heechul mengangguk, “Kao harus mau tinggal disini lagi, bukan di Paris atau pun dimana lagi”

“Arraso ! Aku akan tinggal di Seoul, selama-selamanya”, jawab Haemi sambil merentangkan tangannya lebar-lebar

“Dan..”

“Dan apa ?”

“Menikahlah denganku..”

“Hah ?!!!”

THE END~~~~

*************************************************************************************

EPILOG

Victoria melambai-lambaikan tangannya saat merasa Heechul sedang menatapnya. “Aaa~~cucuku ternyata lebih romantic daripada yang kuduga”

Hankyung dan Siwon yang berdiri di sisi perempuan itu hanya mengangguk setuju.

“Sekarang kao sudah mau menerima kenyataan kalau putramu menyukai sodaranya kan ?”

Siwon mengerutkan dahinya dan berpikir, “Meski nanti perusahaan akan dilanda sedkit masalah karena masalah hubungan sodara ? Kurasa aku dan Heechul bisa atasi itu”

Victoria tersenyum pada anaknya, “Kao memang ayah yang baik”

“Nona~~”, panggil Hankyung. Victoria menoleh. “Apa tidak apa laki-laki yang berdansa dengan para banci itu ?”, tanya Hankyung khawatir pada Victoria.

“Tentu saja tidak apa-apa. Ini kan ajang lomba”, jawab Victoria santai. Tapi kemudian bergumam, “Asal jangan para cucuku yang tertipu dengan para banci itu”

“NONA LIHAAAT !!!”, Hankyung mengejutkan Victoria sambil menunjuk ke bawah.

“Heh ? Kenapa Enhyuk dan Ryeowook berdansa dengan mereka ??”

Sementara itu dibawah..

“HYAAA !!! PERGI SANA ! TERNYATA KAO BANCI !!”, usir Enhyuk jijik pada para banci itu.

Ryeowook juga ikut dikejar banci, “HUAA~~~SIAPA YANG MENGERJAI KITA ??”

Victoria mendesah lirih, “akuuu”

*************************************************************************************

Mianhamnida~ kalo geje + gk sesuai am yg d harapkan reader ^^~

Aku gak bakat bikin ending yang pas, hiks😦

Jadi yang pengen protes atau kritik, ayo silahkan ~~~

 

Promos

@my_ae (on twitter)

@flowbloom.wordpress.com (on WP)

@Mia Mentari (on Fb)


About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 11 Maret 2011, in AUTHOR. Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. wuaaa bagus… bagus…
    aq suka endingnya,
    akhirnya mereka bersatu jg, tp rada kasian jg ama hae
    eum… lucu jg si hyuk ama wokkie, bisa ktipu ama banci

    oia mian g ikut comment dpart sebelum”nya

  2. aaaaaaaaaaa….akhirnya selesai.
    chukkae..chukkae author.Bagus banget, endingnya aku suka!

    lanjut bkin FF yg lain ya..

    Like it like ti like it like it like it! ^^

  3. akhirnya selesai.. bagus deh ternyata mereka bukan saudara.. tp kasian Hae, udah nyari2 tp malah jadinya sama chullie..

  4. anding nya bagus..
    jadi iri sama haemi, hihihi..

  5. ending yang bagusssss :DDDD
    aku suka aku suka aku suka ff ini :DDD

  6. Ngakak guling” aq bcny, , ,!
    Eunhyuk Pabo, ,
    wkwkwkKkK
    #bruak, ! !d tendang wo0kie,d0nghae,ma hyukie, , !

  7. Wahhhh…
    sumpah admin, kereeennn ini FF..
    aku brusan ngikut critanya, tp udah bkinaku ketaguhan baca…
    Bagiku smuanya almost perfect…
    Bnyak2.in bkin fict yang heechul.a jd namja yah admin..
    hhe^^

  8. sebenernya .. iya sih epilognya gantung T^T
    kenapa gak nikahin aja langsung ~
    ihh ~ eunhyuk ma wookie gak peka deh wkwkwk~

  9. Wahaha,, ternyata keluarganya chullie pemuh dengan sodara angkat ya?? Hahaha
    aku jg mau deh dansa sama eunhyuk walaopun disebut banci xD wkwkwwk~
    daebak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: