FF/PG-13/14 GLAMOURE

GLAMOURE CHAP 14


Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

 

===================================================

Heechul berhasil mengikuti bibinya sampai di depan sebuah ruangan. Tapi sebelum dia bergerak cepat, Haemi sudah dimasukkan ke dalam ruangan itu, sementara bibi dan bodyguardnya itu diluar.

“Oouu..sepertinya keponakanku sudah gila”, sindir Daera sambil memandang remeh baju yang dikenakan Heechul.

Meski dia kesal diejek seperti itu, Heechul tidak berkomentar apa-apa. Tangannya menggepal keras, dan pandangannya lurus dan tajam ke wajah bibinya.

“Apa ? Ada yang ingin kao katakan padaku Heechul ?”, tanya Daera sombong

“Memangnya ada yang perlu kutanyakan padamu, bibi ?”, tanya Heechul balik dengan senyum miringnya yang khas.

Pertanyaan yang mengena untuk Choi Daera ! Dia merasa tersudut dan jengkel dengan sikap keponakannya. “Kao ! Ah sudah laaah..bereskan saja dia”, perintahnya pada para bodyguardnya.

Heechul sudah memasang kuda-kudanya. Dia siap menghadapi empat orang pria itu. “Jangan pernah menyesal..”, gerutu Heechul sebelum akhirnya melompat dan menyerang.

*************************************************************************************

Haemi PoV~~

“Oemma !”, teriakku mengejar oemma. Tapi oemma tak pernah mendengarku dan malaah terus berlari menjauh.

Aku ketakutan setengah mati, karena setiap inchi nya aku berlari, kegelapan semakin melebar di belakangku seakan-akan ingin menelanku hidup-hidup.

“Oemma~~kumohon berhenti”, ucapku yang mulai lelah. Tanganku terulur ke depan berusaha menggapai oemma, tapi tak bisa. Akhirnya kakiku terkulai lemas dan jatuh ke lantai yang dingin. Serta merta aku merasakan dingin dan gelap menelanku.

‘ZSREEEETTTHHHHH’ Aku tersentak kaget dari pingsanku. Ternyata tadi hanya mimpi. Aku mengerjap-ngerjap dan mendadak mataku terbelalak. Cermin ! Cermin ! Cermin ! Cermin ! Sejauh mataku memandang, aku hanya melihat cermin dimana-mana. Sekujur tubuhku mulai bergetar hebat, aku yakin sebentar lagi monster di tubuhku itu akan mengamuk.

“Bagaimana rasanya ?”

“HYAAAAAAAAAAAAAAA !!!!!!!!!!!!!”, teriakku keras. Bukannya menjawab pertanyaan Daera, si wanita bule jahat itu kepadaku, aku malah berteriak keras.

Tawa nenek lampirnya mulai menggema. Dan aku segera berbalik cepat. Aku merasakan sekujur tubuhku membara panas, dan bisa kupastikan mataku melotot hampir keluar.

Daera tampak kaget melihatku berubah. Lalu sesuatu merasuki otakku, dan memerintah kakiku untuk bergerak cepat mendekati Daera.

Mungkin karena sekarang aku terlihat menakutkan, Daera mundur menjauhiku, “Kao mau apa ?”

Aku mengerang semenakutkan mungkin, lalu mendorongnya keras hingga terpental keras ke dinding. Daera pingsan dan kepalanya mengeluarkan darah.

Aku kembali berteriak histeris dan menjambaki rambutku yang tertata rapi. Gaunku juga sudah robek sana sini, karena aku menariknya kuat-kuat. Semua bayangan diriku di cermin tiba-tiba berputar cepat dan seakan berbicara padaku. ‘Kao jelek Haemi ! Si buruk rupa Haemi ! Haemi si Perkasa !’

Telingaku berdesis keras, kepalaku sakit. Aku mengerang sekali lagi. Lalu berjalan cepat ke cermin dan memukulnya hingga retak. Tingkahku sudah seperti orang gila.

*************************************************************************************

Author’s PoV~~

“HYAAAAAAAAAA !!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Heechul berhenti sebentar ketika mendengar jeritan Haemi. Haemi berteriak denagn perih dan meyayat hati siapa pun yang mendengarnya. Heechul merasa perih mendengar lolongan itu.

‘BUG!’ Selagi Heechul berhenti, ternyata seorang pria menumbuknya tepat dibagian luka tadi pagi yang didapatinya. Sebenarnya luka itu belum sembuh benar, tapi demi Haemi, Heechul berbohong dan mengatakan lukanya sudah tak apa-apa.

Heechul meringis pelan, dan menguatkan dirinya untuk bangkit lagi. Dia berhasil memukul laki-laki itu, ketika Haemi menjerit lagi. Kali ini lebih terdengar seperti lolongan aneh.

Hati Heechul makin perih, dengan ganas dia memukuli semua pria itu tanpa ampun. Tadinya gerakannya sangat berirama dan masih tergolong biasa karena dia tak berniat untuk membunuh para pria itu. Tapi karena takut dan cemas karena Haemi, laki-laki kurus ramping itu berubah ganas dengan hawa pembunuh.

Tak berapa lama kemudian, Heechul sudah berhasil menjatuhkan seluruh pria itu. Sebagian dari mereka pingsan, dan sebagian lagi mungkin sudah mati karena pukulannya itu.

Heechul segera meninggalkan mereka dan masuk ke ruangan tempat Haemi dikurung.

Awalnya Heechul pikir akan mendapati Haemi yang terkulai lemah disana. Tapi yang dilihatnya malah bibinya yang terkulai lemah. Spontan karena hati nurani, Heechul bergerak cepat mendekati bibinya. Sang bibi ternyata pingsan dan sedikit luka di kepala. Heechul bernafas lega dan berniat akan menggendong bibinya keluar saat tiba-tiba dia mendengar lolongan Haemi lagi.

Heechul mendapati hatinya terluka lagi. Dengan cepat, Heechul meletakkan hati-hati bibinya di lantai lagi dan berlari ke arah sumber suara.

Selama berlari, kepala Heechul tak henti-hentinya melirik sana sini ke pecahan kaca. Ruangan itu memang ruangan cermin, seluruh dinding itu tertempel cermin panjang. Tapi sekarang, cermin-cermin itu pecah, dan menjadi puing.

“Haemiiiii !!”, panggil Heechul khawatir. Kepalanya sudah dipenuhi pikiran-pikiran aneh. Sebagian memikirkan kalau Haemi mungkin diculik monster dan monster itu mengamuk-ngamuk mengejarnya yang berlari ketakutan. Tapi sebagian lagi mengatakan kalau Haemi lah monsternya. Haemi mengamuk-ngamuk marah karena diculik bibinya.

“Haemiii ?”, suara Heechul nyaris lirih karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Matanya membulat melihat gadis yang dicintainya itu meng-antuk-antukkan tubuhnya ke cermin. Tubuh gadis itu penuh luka dan darah

“Haemiii…hentikan !”, Heechul sekarang berusaha menghentikannya dengan memeluknya.

Gadis itu mengerang keras, lalu mencakar tangan Heechul yang mencoba merangkulnya.

Heechul mau tak mau, melepas tangannya karena kulitnya perih terkena cakaran. “Haemiii”, dengusnya pelan. Haemi sedang menunduk dan pundaknya turun naik turun naik dengan berirama. Heechul yakin kalau gadis itu sedang menenangkan dirinya.

Dengan perlahan, Heechul mengulurkan tangannya, mencoba menyentuh Haemi. Tapi Haemi mendongak cepat, dan mendorong Heechul hingga jatuh menimpa dinding cermin lagi.

Heechul jatuh tepat mengenai lukanya. Tubuhnya sudah tak kuat lagi. Bibirnya mulai mengeluarkan cairan darah dan dia meringis sakit.

Haemi mulai mengantuk-antukan lagi tubuhnya ke cermin dan itu membuat hati Heechul makin perih. Secara perlahan, Heechul bangkit dan mulai merangkul gadis itu lagi dari belakang. Kali ini Heechul sengaja memeluknya erat, berharap kehangatan tubuhnya akan membuat gadis itu sadar.

“Haemii..hentikan~~”, bisik Heechul di telinga gadis itu.

Berhasil ! Haemi memang diam dan berhenti, tapi air matanya mulai mengalir.

“Jangan menangis…”, Heechul menciumi bahunya. “Kao tetap gadis yang paling indah yang aku temui”

Entah apa yang mendorong Heechul berkata seperti itu. Tapi Haemi berhasil kembali normal. Walau tubuhnya masih bergetar-getar, Haemi berusaha mengatakan sesuatu.

“Apa ?”, tanya Heechul memastikan. Dia yakin tadi mendengar Haemi mengatakan ‘Saranghaeyo’, tapi karena bisikannya cukup lirih, Heechul jadi kurang mendengarnya.

“Sss..sarang, hah.. Saranghaeyo”, ucap Haemi dengan nafas tersengal-sengal.

Heechul tersenyum tapi kemudian jatuh pingsan. Luka di tubuhnya sudah tak bisa diajak kompromi lagi. Tapi dia merasa lega. Lega karena akhirnya Haemi membalas cintanya.

*************************************************************************************

Haemi PoV~~

Mataku tak henti-hentinya menatap sosok yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit saat ini. Karena sikapku, Heechul jadi terbaring lemah sekarang.

“Kao tak mau makan dulu Haemi ?”, tanya nona Victoria, yang ternyata nenekku dan sodara-sodaraku itu.

Aku mengeleng-geleng lalu mengembangkan senyumku, “Aku belum lapar. Tapi nanti aku akan makan setelah Heechul bangun”

Nona Victoria, menarik sebuah kursi dan duduk di dekatku, “Kao—“ Aku melihatnya yang ragu-ragu mengatakan sesuatu, “kao seorang mirrorphobia ?”

Aku mengangguk lemah dengan helaian nafas, “Mm..aku seorang mirrorphobia”

“Lalu kao anaknya Inyeong ?”

Lagi-lagi aku mengangguk, “Mm..”

“Sudah kuduga ! Kao memang mirip sekali dengannya”

Aku tak tahu apa yang membuat wanita setengah baya itu terdengar riang. Dan jujur aku malas menebaknya. Aku cukup pusing dengan semua masalahku.

“Kao ingin menjadi normal lagi ?”, tanya Nona Victoria tiba-tiba. “Maksudku..kao mau tidak ikut terapi penyakit itu ?”

Alisku terangkat, “Mianhee, tapi memangnya penyakitku itu bisa diobati ?”

“Semua penyakit itu pasti ada obatnya !”, jawabnya mantap. “Aku kenal baik dokter-dokter hebat di Prancis. Kao bisa ikut aku pulang ke sana, kalau kau mau..”

Prancis ? Ya ampunn..kota impianku ! Tapi aku tak punya cukup uang ke sana.

“Tak perlu cemas soal uang”, jawab Nona Victoria. Heh ? Bagaimana dia tahu apa yang kupikirkan ? “Aku kan nenekmu…kau ingat ?”

“Gamsahamnida”, ucapku yang lalu disambut pelukan oleh Nona Victoria.

*************************************************************************************

Author’s PoV~~

Heechul membuka matanya perlahan-lahan. Orang yang pertama ingin dilihatnya dalah Haemi. Tapi kemana pun Heechul melihat, dia tak menemukan gadis itu.

“Ceritakan pada kami apa terjadi antara kao dan Haemi”, kata Ryeowook sambil melipat tangannya di dada. Dia, Enhyuk, dan Donghae sedang berdiri di tepi ranjang Heechul.

“Kalian tidak tanya aku bagaimana ? Tak saying pada sodara sendiri ?”, kata Heechul mencoba melucu.

Enhyuk melotot, “Kao jadi aneh chullie ! Sejak kapan kao suka melucu ?”

“Hah ?”, Heechul bingung lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Sejak aku mendengar Haemi bilang cinta padaku, mungkin”, ucapnya dengan suara pelan.

“APA ?”, pekik kaget Enhyuk dan Ryeowook.

Heechul tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya lagi. Dia merasa malu membicarakan ini pada sodara-sodaranya.

Sementara Enhyuk dan Ryeowook merengek-rengek minta diceritakan bagaimana kejadiannya pada Heechul, Donghae menghela nafasnya. Sejak tadi tubuhnya menegang mendengar cerita Heechul. Dia juga sempat curiga dengan sikap Haemi yang perhatian sekali pada Heechul. Ternyata hal yang ditakutinya benar-benar terjadi. Sekarang apa yang harus dilakukannya ?

Enhyuk dan Ryeowook mengangguk-angguk mengerti mendengar cerita Heechul. “Jadi adik seksiku ternyata mencintai chullie juga ?”, Enhyuk tampak berpikir. “Mungkin aku harus menyerah sekarang”

“Mm..aku juga”, Ryeowook mengangguk juga.

Heechul tersenyum menatap kedua sodaranya. Lalu dia menatap Donghae dengan pandangan bersalah dan maaf, “Mianhee”

Donghae mencoba tersenyum pada sodaranya, “Gwenchana. Kao dan Haemi memang cocok”

Heechul tersenyum terima kasih pada Donghae. Dia merasa lega karena akhirnya Donghae bisa menerimanya.

*************************************************************************************

Malam pun tiba. Mereka semua akhirnya bisa tidur dengan lega. Sekarang Haemi tak akan diganggu siapa pun lagi. Daera sekarang sudah berada di rumah sakit jiwa, karena diklaim telah mengalami gangguan jiwa karena stress. Angela juga sudah merelakan kalau ibunya itu gila, dia menerimanya dan akan selalu menemani ibunya sampai sembuh nanti.

Haemi menatap koper-kopernya. Helaian nafas muncul dari bibir mungilnya saat mengingat Heechul. Dia akan pergi tanpa memberitahu Heechul. Benarkah yang dilakukannya sekarang ?

“Haeminie-yaa~~”, panggil Victoria dari ambang pintu kamar Hotel. “Kao yakin tak memberitahu siapa pun kao akan pergi ? Lalu tak mau pergi denganku juga ?”, tanya sang Nenek dengan bertubi-tubi.

Haemi tersenyum, “Ini yang terbaik nek..” Lagi-lagi dia menghela nafasnya, “Tapi aku akan memberitahu Heechul”, gumamnya pelan.

“Kao akan ke rumah sakit sekarang ?”

Haemi mengangguk, lalu bertanya, “Apa nenek melihat Ahjussi dimana ?”

“Saya disini agashii”, jawab Hankyung lalu memeperlihatkan dirinya yang berdiri di belakang Victoria.

“Aku akan pergi”, Haemi berlari dan memeluk Hankyung. “Aku akan sangat merindukan Ahjussi”

“Saya juga agashii. Jagalah diri anda baik-baik”

“Ahjussi mau lakukan sesuatu untukku ?”

Alis Hankyung terangkat, “Melakukan apa ?”

Haemi melepaskan pelukannya, “Jangan bilang pada siapa-siapa kemana aku akan pergi, arraso ?”, ucapnya sambil mengulurkan kelingkingnnya pada Hankyung.

“Ne..arra”, ucap Hankyung penuh senyum lalu mengikat kelingkingnya dengan kelingking Haemi. Tapi kemudia kening Hankyung berkerut, “Pada ibu koki juga ?”, tanya Hankyung yang merujuk pada tetangga Haemi yang bekerja sebagai koki.

Haemi menggeleng lemah, “Tidak juga pada ahjumma” Haemi menghela nafas, “Ahjumma sudah tua. Aku tak mau dia khawatir padaku”

*************************************************************************************

Haemi membuka perlahan pintu kamar Heechul tanpa suara. Seharusnya ini bukan jam membesuk lagi, tapi gadis itu memohon pada seorang perawat agar mengijinkannya. Si perawat akhirnya menyetujuinya setelah mendengar cerita Haemi.

Haemi tersenyum ketika melihat Heechul yang tertidur pulas di kasurnya. Cahaya rembulan menerpa wajah Heechul membuat wajah laki-laki itu semakin damai.

Haemi mengelus kepala Heechul lembut, “Sekarang tak ada yang perlu kao mimpi burukkan lagi, chullii—ups, maksudku Heechul”

Heechul membuka matanya dan menangkap tangan Haemi cepat, “Kenapa baru membesukku sekarang ?”

Haemi tersentak kaget. Dia membuka mulutnya untuk membantah, tapi menutupnya lagi. Kepalanya tertunduk, “Mianhee..”

Heechul membuat posisinya jadi setengah duduk sekarang, “Mianhee ? Hanya itu ?”

“Lalu kao mau apa ?”, tanya Haemi sambil mengangkat kepalanya lagi.

“Katakan sekali lagi…”

“Apa ?”

Heechul membuka mulutnya, tapi menutupnya lagi. Dia agak malu menyuruh gadis itu mengucapkan ‘Saranghaeyo’ kepadanya. “Aaah~~tidak jadi”

Haemi mendengus pelan, “Bodoh !”

Heechul menjitak jidat Haemi kesal, “Apa kao bilang ?”

Haemi meringis sambil mengelus-elus jidatnya, tapi kemudian tersenyum, “Mau jalan-jalan ke atap sebentar ?”

*************************************************************************************

“Kao sedang ingin hal-hal yang romantis ya ?”, goda Heechul sambil memperhatikan pemandangan gelap yang terpampar di atap

Haemi hanya diam sambil menatap langit yang menggelap.

“Yaa ! Aku sedang bicara padamu !”, kesal Heechul sambil berlari mendekati Haemi. Dia hampir menjitak kepala Haemi lagi saat dia melihat wajah sedih gadis itu, Heechul mengurungkan niatnya. “Kao sedang ada masalah ?”

“Kao suka awan ?”, tanya Haemi tiba-tiba.

“Hah ? Apa ?”, Heechul kaget karena tiba-tiba gadis bertanya yang aneh-aneh. “Mm..ya. Tapi tidak terlalu” Heechul memutar kepalanya dan melihat ke sekitar. Wajahnya penuh raut gembira saat melihat sesuatu, “Heii..lihat ! Matahari terbit di dekat patung Kristus yang kita kunjungi kemarin”

“Heechul…”, panggil lirih Haemi

“Ya ?”, jawab Heechul menoleh kepadanya.

“Kita…” Haemi menunduk dan mengigit bibirnya, baginya sulit sekali mengatakan ini. “Kita tak bisa bersama..”

“APA ?”, pekik Heechul tak percaya. “Kao sudah mulai merasa kalau kao menyukai Donghae ?”

Haemi mengangkat kepalanya, “Yaa ! Donghae dan aku hanya kakak adik. Jangan berpikir yang macam-macam”

Heechul tersenyum, tapi langsung pudar karena melihat mata gadis itu berkaca-kaca. “Kao kenapa ?”

Haemi membiarkan tangan Heechul menghapus air matanya. Tiba-tiba dia merasa hangat ketika tangan itu menyentuhnya. Tapi disisi lain, hatinya seperti teriris. Dia tak sanggup menghadapi kenyataan pahit.

“Haemi ? Kao baik-baik saja ?”, tanya Heechul khawatir saat tiba-tiba air mata gadis itu makin deras.

Haemi menggeleng-geleng, “Aku…aku…”

********************************************************************

©2011 S3FFIndo

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

********************************************************************

Gomawo for my all reader #hug ♥

Karena kalian uda setia dengan cerita ini dari awal, aku akan ngpost dua chapter hari ini, hehe🙂

Silahkan lanjut ke part END na yaa ~~ ^O^//



About Flowbloom

Hi, I'm a girl from Aceh. I started to like writing since I was in junior high school and began writing a blog well when I was senior high school. I like to hear a few songs. sometimes I'll write some lyrics here or I'd rather discuss it. I hope you like it and have no regrets for having a comfortable time while visiting my blog.

Posted on 11 Maret 2011, in AUTHOR, Mia Mentari and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. hiksss kasian heechul😥

  2. lagi dong lagi dong !!! *teriak penuh semangat*😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: