[FF/PG/S/5] Beach – End

Title : Beach

Author : Yayang

Cast ::

Shin Hyo Soo =>> Riani Ps

Lee Donghae Super Junior

Choi Yeo Rin =>> anggap ja reader sendiri….

Other cast…

Donghae POV’s

 

Kemana sebenarnya HYo Soo?? Sudah tiga hari ini aku tidak dapat menemuinya. Setiap kerumahnya, eomma nya bilang kalau dia ke tempat teman-temannya dan terkadang eomma nya bilang kalau dia sedang ke pantai melihat pekerjaan nelayan ajuhssi. Setiap aku hubungi nomor handphone nya pun tidak pernah aktif, ada apa sebenarnya dengan Hyo Soo?? Kenapa tiba-tiba dia berubah menjadi sulit di hubungi. Terakhir kami bersama, seingatku kami baik-baik saja. Dia masih tersenyum dengan ceria padaku. Sulit sekali hanya untuk bertemu dengannya saja. Padahal besoh aku harus pergi kembali ke Jepang. Aku tidak tenang jika kepergianku, aku tidak bisa melihat Hyo Soo. Aku tidak ingin kejadian seperti empat tahun yang lalu kembali terjadi.

 

Akhirnya kuputuskan untuk membuat sebuah surat dan akan kutitipkan melalui eomma nya. Tidk ada jalan lain selain ini. aku sangat berharap dia ingin menemuiku lagi. aku mengetuk pintu rumahnya dengan sabar, tak tak lama kemudian sesosok yeoja paruh baya keluar membukakan pintunya untukku.

 

“Donghae-ya ada perlu apa?? Hyo Soo sedang tidak ada di rumah” gumam wanita paruh baya yang tak lain adalah eomma Hyo Soo itu begitu dia melihat yang datang ternyata adalah aku. Selalu saja jawaban itu yang aku dengar begitu aku datang ke rumahnya.

 

“Aku hanya ingin memberikan ini ajuhmma, aku mohon tolong berikan ini pada Hyo Soo. Besok aku harus kembali ke Jepang lagi” jawabku.

 

Aku memberikan surat itu pada eomma Hyo SOo. Eomma Hyo Soo tampak memperhatikan surat itu, kemudian pandangannya beralih padaku. “Akan kuberikan pada Hyo Soo”

 

“Jongmal gamsahamnida ajuhmma. Kalau begitu aku pamit” aku membungkukkan badanku lalu melangkah pergi.

 

“Donghae-ya kau darimana saja. Kau tau kan kita harus packing untuk keberangkatan besok?” aitu suara Yeo Rin, dia mengamit lenganku dan mengalungkan tangannya pada lenganku.

 

“Aku dari rumah Hyo Soo” jawabku singkat, aku melepaskan tangannya di lenganku dan melangkah lebih dulu menuju kamarku meninggalkannya yang sekarang sedang mematung di tempatnya.

 

Aku menerawang di jendela kamarku melihat langit terang yang penuh dengan bintang. Indah sekali, entah mengapa langit saat ini seolah sedang meledekku. “Aku sedang galau seperti ini kalian malah bersinar dengan terang di langit sana” gumamku.

 

*******************************************************************************

 

Hyo Soo POV’s

 

“Chagi, tadi Donghae kesini dan menitipkan ini untukmu” Eomma menghampiriku, duduk di tepi tempat duduk sambil memberikan seuntai kertas amplop padaku.

 

Aku meliriknya heran, “Igo mwoya eomma??” tanyaku pada eomma. Eomma terlihat mengangkat bahunya yang mengisyaratkan kalau dia tidak tahu. Aku menyambut amplop yang diberikan eomma padaku. Kubuka amplop itu dengan penasara, kulihat tulisan rapi disana, ternyata sebuah surat.

 

Aku melirik eomma dan menatapnya, aku tidak yakin ingin membacanya atau tidak tapi eomma memberikan tatapan seolah dia menyuruhku untuk membacanya. Aku menuruti perkataan eomma, membaca setiap kata yang tertulis disana dengan seksama.

 

To :: Hyo Soo

 

Kau tau Hyo So-ya? Perasaan bahagia mendera hatku saat aku bisa bertemu denganmu lagi. aku tidak bisa mengungkapnya dengan kata-kata, seolah ada yang menggelembung dalam hatiku membuat dadaku sesak, aku tidak bisa membendung rasa bahagiaku itu. setiap malam aku melihat langit, akankah ini semua hanya mimpi?.

Aku yakin ini bukanlah mimpi. Pertama, aku bisa merasakan kulit halusmu menyentuhku, senyuman khas yang selalu kubayangkan itu masih merekah untukku. Tidak mungkin itu mimpi, seindah apa pun mimpiku saat bertemu denganmu itu tidak seindah saat aku bisa melihatmu secara nyata.

Apa apa yang kau lakukan beberapa hari ini padaku seolah kau menghempaskan aku yang telah melambung tinggi Hyo Soo-ya. Rasanya sakit sekali. Aku tidak tahu apa salahku sehingga kau menghindariku, setidaknya itulah yang aku rasakan. Aku butuh penjelasanmu Hyo Soo-ya. Besok aku akan kembali ke Jepang. Jika kau masih mengharapkan aku untuk berada di kehidupanmu, kumohon tahan aku. Aku tidak tahu berada lama lagi setelah aku kembali ke Jepang aku akan kembali ke Mokpo. Tahan aku Hyo Soo-ya, ketika kau menahanku aku tidak akan melangkah lebih jauh lagi.

 

Tanpa terasa aku mengeluarkan airmata saat membaca kata demi kata yang tertulis di dalam suratnya. Dia benar, aku menghindarinya tapi itu kulakukan agar dia bahagia kulihat Yeo Rin eonnie adalah yeoja yang baik dan aku yakin Yeo Rin eonnie dapat membahagiakan Donghae oppa. Aku memang telah menghempaskannya, aku telah menyakitinya, maka dari itu aku tidak pantas untuknya.

 

Eomma mendekat lebih rapat lagi padaku. Dia menarik kepalaku dan membenamkannya ke dalam pelukannya. Aku menangis sejadi-jadinya disana. “Hyo Soo-ya, uljima…uljima” bisik eomma padaku sambil terus mengelus-elus rambutku dengan lembut.

 

“Eomma apa aku salah? Apa aku salah jika aku ingin melihatnya bahagia?” kataku ditengah isak tangis.

 

Eomma menarik nafas, “Begini chagi, kau tidak salah jika kau ingin dia bahagia. Tapi apa kau yakin dengan kelakuanmu ini kau sudah membuatnya bahagia? Eomma bisa melihat beberapa hari ini dia sering ke rumah dan dari suratnya itu, dia sangat menderita dengan sikapmu yang terus menghindar darinya. Ini soal hati, kau tidak akan bisa melihat seseorang bahagia atau tidak kalau kau hanya melihat dari sudut pandanganmu. Pikirkanlah itu baik-baik Hyo Soo-ya” jelas eomma padaku, aku menelan kata-kata yang dibicarakan eomma untukku.

 

*************************************************************************

 

“Hyo Soo-ya” sapa seseorang padaku. Aku membuka mataku yang terpajam melihat siapa yang datang. Begitumataku telah membuka dengan sempurna aku melihat Rae Bin, Je Ri, Yong Soon, dan Yeon JI telah berdiri di depan pintu. Aku membenahi posisiku menjadi duduk, mereka berjalan mendekat dan duduk di tepi tempat tidurku.

 

“Kalian kesini..??” gumamku pada diriku sendiri, aku tahu mereka bisa mendengarkannya.

 

“Kami kesini karena merasa ada yang tidak beres sedang terjadi pada sahabat kami” Jawab Je Ri.

 

Aku menautkan alisku bingung dengan pembicaraan mereka. “Yang tidak beres??” ulangku.

 

“Ayolah Hyo Soo-ya, kau tidak bisa menyembunyikan apa pun dari sahabat-sahabatmu ini. ajuhma menelpon kami kalau kau sedang dalam sebuah kebimbangan” Jelas Yong Soon dengan nada yang sedikit meninggi.

 

“Kami tahu masalah surat Donghae oppa dari ibu mu” sahut Yeon Ji dengan lebih tenang.

 

Aku menarik nafas dengan apa yang barusan mereka bicarakan. “Lalu kenapa?” tanyaku dengan lirih sambil beranjak dan mendekati jendela kamarku.

 

Rae Bin menaruh tangannya di bahuku. “Temui dia Hyo Soo-ya” gumam Rae Bin singkat padat dan jelas.

 

Aku mendesah, “AKu tidak bisa kalau aku hanya bisa menyakitinya. Aku ingin dia bahagia” aku memejamkan mataku ketika mengatakan itu. entahlah, kenapa aku menjadi tidak yakin akan hal yang sudah aku katakana.

 

“Kalau kau tidak menemuinya kau akan lebih menyakitinya lagi Hyo Soo-ya” celetuk Yeon Ji. Rae Bin Yong Soon dan Je Ri langsung mengelilinginya dan terkekeh mendengar kata-kata Yeon Ji barusan.

 

“Tumben sekali kau bisa bijaksana seperti itu Yeon Ji-ya” sahut Yong Soon.

 

Yeon Ji tampak mengembungkan pipinya kesal. “Ini serius  chingudeul. Masalah Hyo Soo lebih penting daripada meledekku” tukasnya, aku tersenyum melihat tingkah mereka.

 

“Kurasa Yeon Ji benar. Dari apa yang dilakukannya padamu, terlihat sekali kalau dia mencintaimu Hyo Soo-ya. Tidak ada yang lebih membahagiakan kecuali bersama dengan orang yang dicintai” Je Ri angkat bicara.

 

“Iya itu benar. Meskipun orang yang kau cintaiku itu tidak lebih tampan dari seekor monyet” sahut Yong Soon lagi.

 

PLETAK…

 

Sebuah jitakan mendarat dengan sempurna di kepala Yong Soon. “Yaaa, apa yang kau maksud. Hyukie lebih tampan dari monyet, seolah-olah sekali dirimu” sahut Rae Bin yang kesal dengan kata-kata Yong Soon, sedangkan Yong Soon hanya terkekeh geli melihat ekspresi Rae Bin.

 

“Kudengar sebentar lagi DOnghae oppa akan pergi” Rae Bin memberikan informasi untukku.

 

“Bagaimana kesana kalau hujan akan turun lihat saja awannya sudah gelap” Yeon Ji menunjuk ke luar jendelaku. Dia memancarkan ekspresi khawatirnya.

 

Kutolehkan pandanganku melihat luar yang dikatakan Yeon Ji akan turun hujan. Kuhembuskan nafasku, kupejamkan mataku bermaksud menemukan ketenangan dengan seperti ini. aku bisa mencim bau hujan dan hawa dinginnya. Seketika itu membawaku ke bayangan kejadian empat tahun yang lalu. Dimana aku kehilangannya karena hujan. Selalu bertahun-tahun bersama hujan adalah sahabatku dan Donghae oppa, aku selalu bermain dengannya saat hujan turun karena aku selalu menyukai hujan. Tapi karena hujanlah aku pun jadi kehilangan kesempatan bertemu dengan Donghae oppa saat detik-detik kepergian Donghae oppa ke Jepang.

 

“Kalian benar aku harus menemuinya. Kalau pun aku harus berpisah dengannya setidaknya aku mengucapkan selamat tinggal padanya” kataku dengan mantap begitu membuka mataku, aku menerawang keluar jendela. Aku tidak akan membiarkan hujan membuatku kehilangannya lagi. aku segera mengambil beberapa potong pakaian dari lemari pakaianku dan membawanya ke kamar mandi untuk memakaikannya ke tubuhku.

 

*****************************************************************

 

Donghae POV’s

 

Ini kedua kalinya aku merasakan harap-harap cemas untuk bertemu dengan Hyo Soo. Aku sangat mengharapkan kedatangannya, aku ingin dia menahan kepergianku. Aku tidak ingin peristiwa empat tahun yang lalu akan terulang lagi. aku tidak akan tenang pergi tanpa kata-kata perpisahan darinya. Selalu ini aku mengharapkannya, akankah hanya berakhir seperti ini saja?.

 

“Donghae-ya ayo naik. Nanti kita ketinggalan pesawat” Yeo Rin mengingatkanku dari dalam bis yang akan membawa kami ke bandara.

 

Aku tidak menghiraukankan perintah Yeo Rin padaku. Aku masih konsentrasi memikirkan Hyo Soo. Dari tadi aku hanya mondar mandir di sekitar bis, harap-harap cemas  menunggu kedatangan Hyo Soo.

 

“Donghae-ya kau menunggu apa lagi??” Tanya Yeo Rin lagi, namun sekarang dia sudah berdiri tepat disampingku sambil mengamit lenganku dan melingkarkan tangannya disana.

 

“Aku sedang menunggu Hyo Soo, Yeo Rin-ah. Aku tidak bisa pergi sebelum bertemu dengannya, aku tidak peduli harus berapa lama aku akan menunggunya disini” jelasku tanpa menandang Yeo Rin.

 

Yeo Rin terdiam kemudian dia melepaskan tangannya dari lenganku. Dia lebih memilih untuk kembali naik dan duduk manis di dalam bis yang akan membawa kami. aku memang punya kuasa untuk mengatur kapan bis ini akan berjalan. Tapi apakah aku adil mambawa-bawa Yeo Rin ke dalam masalahku menunggu Hyo Soo?? Sebenarnya aku tidak enak juga pada Yeo Rin tapi aku tidak ingin menyesal lagi. langit sudah gelap sepertinya akan turun hujan. Kenapa hujan ingin sekali turun di setiap detik-detik perpisahanku dengan Hyo Soo??.

 

*************************************************************

 

Hyo Soo POV’s

 

“Aku ingin menemuinya do’a kan aku” pamitku pada eomma, Rae Bin, Je Ri, Yong Soon, dan juga Yeon Ji saat mereka mengantarku sampai ke depan rumah.

 

Mereka mengangguk mantap, “Semoga berhasil” teriak mereka padaku smbil mengepalkan tangan dan mengangkatnya, memberikan semangat padaku.

 

Aku tersenyum melihat mereka yang memberikan semangat padaku. Aku segera membalikkan tubuhku dan mulai melangkah. Aku berlari menyusuri jalan setapak menuju rumah Donghae oppa, persisi seperti yang kulakukan seperti empat tahun yang lalu. Di tengah jalan aku merasakan titik-titik hujan mulai turun, aku semakin mempercepat langkahku, kali ini hujan yang turun mulai deras bukan hanya titik-titik seperti tadi. Aku memacu langkahku semakin kencang hingga paru-paruku rasanya ingin pecah, tapi aku tidak sanggup memacu tubuhku dan langkahku semakin cepat. Entah mengapa semakin aku berusaha untuk lebih cepat, aku merasakan langkahku makin melambat sementara aku menembus pohon-pohon bakau yang tumbuh dengan suburnya.

 

Tak jarang aku merasakan kakiku tersangkut di akar-akar kayu yang melintang. Airmataku telah jatuh dengan leluasa, takut kalau kejadian itu kembali terulang. Aku terlambat dan kehilangan dirinya untuk kesekian kalinya. Aku seperti mengulang mimpi burukku. Tuhan sepertinya adil padaku, aku melihat di ujung jalan bi situ masih terparkir disana, senyumku tersungging. Tapi tunggu, kenapa bisnya mulai bergerak. Tidak, tidak, ini tidak boleh terjadi. “ANDWE….” Teriakku melarang bi situ untuk melaju semakin kencang.

 

“HENTIKAN BISNYA….” Teriakku, tapi seolah tidak peduli, bis itu semakin menjauh.

 

Kurasakan kakiku melemas dan tidak sanggup menopang berat badanku. Aku tersungkur ke jalan. “KENAPA… KENAPA INI TERJADI LAGI…” teriakku sambil membenamkan wajahku pada tanganku.

 

“DONGHAE OPPAAAAAAAAAAAAA……” aku terus saja berteriak. Airmataku sudah membanjir tak terkendali. “AKU SALAH KARENA AK TIDAK JUJUR bahkan pada diriku sendiri. SARANGHAEYO OPPAAAAA…”

 

“Na ddo..” seseorang menyeletuk. Aku terdiam di tempatku, seketika aku berhenti terisak hanya tinggal sesegukan saja.

 

“Na ddo saranghae Hyo Soo-ya” bisiknya ketika dia telah tepat di hadapanku, dia berjongkok menyamakan posisinya denganku. Dia membantuku berdiri.

 

“ini aku Donghae. Kau masih tidak percaya ini aku” dia meyakinkanku. Aku memang sedang menatapnya tidak percaya. Bukankah dia ada di bis itu??. “Kau jelek sekali seperti ini, lihat dirimu sungguh berantakan. Apakah empat tahun yang lalu kau juga seperti ini??” aku masih tidak menjawab. “Arasso. Aku tidak peduli penampilanmu, aku tetap mencintaimu” sambungnya.

 

“Donghae oppa” gumamku lirih

 

“Aku yakin kau akan datang, maka aku tidak pergi. Cukup kau datang kesini itu sudah membuktikan padaku kalau kau juga mencintaiku Hyo Soo-ya” katanya sambil menunjukkan senyuman polosnya itu.

 

Aku mencubit lengannya. “Kau percaya diri sekali Oppa” kataku sambil memanyunkan bibirku.

 

Dia terkekeh melihat tingkahku. “Bogoshipoyo. Nan jongmal bogoshipoyo Hyo Soo-ya” dia menarikku ke dalam peluakannya. Aku pun membalas pelukannya dengan tulus.

 

Untuk beberapa saat aku melepaskan pelukan kami. “Tapi bagaimana dengan….” Kataku belum selesai, dia menempelkan telunjuknya di bibirku yang membuatku berhenti bicara.

 

“Semuanya sudah beres. Yang ada sekarang adalah hanya aku dan kau” potong Donghae oppa.

 

 

Donghae POV’s

 

 

Falshback On

 

 

“Donghae-ya” sapa Yeo Rin dengan serius padaku, aku langsung menengok karena tidak biasanya dia menyapaku dengan seserius itu.

 

“Aku ingin jujur padamu, tapi tolong selama aku bercerita jangan potong aku” pintanya padaku, aku mengangguk mantap karena penasaran juga apa yang akan dia katakan padaku.

 

“Bisa dibilang aku lah yang menyuruh Hyo Soo untuk menghindar darimu. Aku menyuruhnya mengalah demi aku. Karena aku pikir aku tidak bisa tanpamu disampingku Donghae-ya.  Tapi sekarang aku sadar, aku salah besar. Kau sangat mencintai yeoja itu, aku bisa melihat dari matamu kau sangat mencintainya. Selama ini ternyata Donghae yang kukenal adalah Donghae yang kehilangan jiwanya. Aku tidak pernah melihatmu sebahagia saat kau sedang bersamanya Donghae-ya, dan sekarang aku ikhlas jika aku harus kehilanganmu. Aku ingin melihat kalian bahagia. Kejarlah dia, jangan pernah melepaskannya lagi. sekali ini saja aku ingin meminta padamu, jagalah dia untukku aku sangat bersalah padanya” jelas Yeo Rin panjang lebar, airmatanya mengalir dengan deras di pipinya.

 

Aku marah saat dia mengucapkan kata-kata di awal. Aku tidak menyangka dia tega berbuat itu padaku sedangkan dia tahu persis perasaanku pada Hyo Soo. Tapi aku luluh mendengar kata-kata terakhirnya. Aku juga tidak menyangka dia akan mengalah dengan ikhlas. Entah mengapa aku merasa sangat bersalah padanya.

 

“jangan khawatirkan aku. Nan gwenchana, sepertinya nanti aku tidak langsung pergi ke Jepang. Aku ingin pergi ke Seoul lebih dulu, aku ingin menemui orang tuaku. Dan Donghae-ya, jongmal gomawo kau sudah menyadarkanku tentang cinta, kini aku sadar dia mencintaiku dengan tulus aku ingin meminta maaf padanya.” lanjut Yeo Rin.

 

Aku langsung menariknya ke dalam dekapanku. “Na ddo jongmal gomawo Yeo Rin-ah, aku telah mengerti perasaanku. Aku berjanji akan menjaganya” bisikku pada Yeo Rin.

 

Flashback Off

 

 

“Jadi Yeo Rin eonnie…..” gumamnya tidak percaya.

 

“Ne chagi, dia memilih untuk kembali pada tunangannya. Bolehkah aku memanggilmu chagi??” kataku.

 

“Kau boleh memanggilku dengan sebutan itu sepuasmu oppa” sahutnya sambil tersenyum.

 

Tanpa pikir panjang aku kembali mendekapnya dengan erat. Aku tidak akan meninggalkannya lagi. aku akan menjaganya dengan sekuat tenagaku, aku tidak ingin melihatnya menangis lagi.

 

 

The End….

*******************************************************************************************************

©2011 S3FFIndo

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

****************************************************************************

 

About azuhra

Hi... :) I'm just a little girl in a big world. I'm Indonesian. Nice to meet you all. I heart you all. Oh, i forget it, i'm moslem. and i'm not a terorist!!! there's no moslem is terorist. terorists aren't moslem. ^^

Posted on 15 Maret 2011, in AUTHOR. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. kren so sweet !!! akhirx end jga tp tetep kayakx gantung bkin sequelx thor!!! =]

  2. keren.. deg2an pas bisnya pergi.. akhirnya tamat jg.. tp penasaran kisah Yeo Rin ama Siwon.. Bikin kisah mereka thor..😀

  3. akhirnyaa.. beres juga.
    keren thour😀

  4. ea thor penasaran ma crta’y yeon ri ma siwon. . . Bkn skuel to dong thor.he.e.e

  5. daebakkkk

    ending yang sangad mengarukan,,ckckc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: