[FF/S/3/PG-15] Can You Love Me??? (part 3)

TITTLE : CAN YOU LOVE ME???

AUTHOR : aLma_cchu

CAST : Lee Taemin a.k.a Taemin/Taeminnie

Lee Donghae a.k.a Donghae/Hae

Myuu Ki

SUPORT CAST : All SHINee member

LENGTH : Series

GENRE : Family, Friendship, Romance

RATING : PG-15

Ini alurnya maju mundur,, jadi maaf ya klo ngebingungin^^ haha

Happy reading chingu~

>,<Miann~ lama bgt ya lanjutannya😀 hahha maaf bgt lho^^ hehhe mudah-mudahan masih ngerti sama jalan ceritanya klo enggak ngerti baca dulu part 1 dan part 2 oKEY^_^

~Myuu POV~

Aku berlari di koridor sekolah menuju gerbang depan, terengah-engah lelah, degup jantung berdebar cepat seraya keringat yang bercucuran di sekujur tubuhku. Ku atur sedikit demi sedikit nafasku dan debaran jantungku yang cepat ini agar dapat berdetak normal. Lelah, bahkan sangat lelah. Bayangkan saja aku berlari dari kelasku yang dilantas 3 sampai ke depan gerbang ini. Huhh. Hebat juga aku. Aku hanya berdecak kesal, ini gara-gara Taemin.

Berharap Taemin tak mendahuluiku pulang, aku bersembunyi di balik gerbang. Menunggunya keluar sekolah dan aku akan menjegatnya untuk tidak pulang dulu ke rumah sebelum ia berjanji untuk tidak memberitahu hal tadi pada Hae-oppa.

Aku masih mengatur nafasku yang masih sedikit terengah-engah. Ku lihat Taemin keluar pintu utama sekolah dengan Key. Aku belum menghampirinya. Setelah ia melewati gerbang ku tarik kuat tangannya hingga ia menghimpitku ke dinding gerbang.

“Auch.. appoyo,, taeminnie…” aku hanya meringis karena tubuhku terhentak lumayan kuat ke dinding, terlebih terhimpit tubuh taemin.

“Yya~ Myuu,, kenapa kau menarikku?” Taemin membenarkan posisi berdirinya, mundur dua langkah dan menarik pelan lenganku agar aku tak bersender dinding seperti itu.

“Mianhae, Minnie~ Aku.. ak..aku…” kenapa aku jadi gugup begini.

“Kepalamu sakit Myuu?” Raut wajah taemin tampak cemas, ia mengusap-usap halus kepala belakangku. Mungkin ia pikir aku terhentak begitu keras. Nyatanya tidak sih, hanya aku tak berani untuk memohon agar taemin tidak membocorkan rahasia itu.

“Myuu, kau tidak apa-apa?? Yya~ Taemin, kau membuatnya hilang ingatan ya?” Key angkat bicara, berhasil membuat taemin lebih cemas dan memandangku dengan takut.

“Myuu, kau ti…” aku tak membiarkan taemin menyelesaikan ucapannya. Ku tarik kuat lengannya dan ku seret ia berlari. Bahkan aku juga meninggalkan Key tanpa pamit dengan raut wajah Key yang bertanya-tanya.

“Kenapa sekarang kau menyeretku Myuu?” tanya taemin berusaha menghentikan langkah lariku.

Ku hentikan langkahku, diam sejenak.

“Taeminnie,, apa kau akan benar-benar memberitahu Hae-oppa tentang semua rahasiaku??” tanyaku to the point.

Entah kenapa seketika taemin tiba-tiba tertawa geli. Issh,, menjengkelkan, pasti ia mau menggodaku lagi.

“Jadi,, dari tadi kau bersikap aneh hanya karna takut aku memberitahu Hae-hyung tentang rahasiamu itu??” taemin malah balik bertanya, bukan menjawab pertanyaanku.

Aku hanya mengangguk. Ia kembali terkekeh. Begitu geli tertawanya hingga air mata terlihat di pelupuk matanya.

“Cukup taeminnie! aku tak menyuruhmu tertawa! aku menyuruhku untuk menjawab pertanyaanku!” aku semakin gemas dengan sikap taemin ini. Sangat menjengkelkan.

“Ne,, Ne,, Arraseo… Aku hanya lucu saja melihat wajah khawatirmu itu,, apa sebegitu cemasnyakah kau Myuu?” Ia mengangkat sebelah alisnya sambil mendekatkan wajahnya ke arahku, terus saja menggodaku.

“Issh, kau ini menyebalkan! sudah LUPAKAN!” ku tonjok keras bahunya hingga tubuhnya terhentak ke belakang. Ia malah semakin terkekeh sambil meringis kecil memegang bahunya yang ku tonjok.

Aku hanya mencibirkan bibirku, sesekali mengembungkan pipiku kesal dengan sikap menyebalkan taemin.

“Hahhah.. oke! aku berhenti tertawa tapi kau jangan marah seperti itu…” Taemin mulai berhenti tertawa walau masih terkekeh kecil, mengusap air matanya yang keluar karena terlalu banyak tertawa.

“Janji!! jangan tertawa lagi! >,<” aku mengacungkan jari kelingkingku.

“Iya,, iya… aku janji…” taemin mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingkingku, saling bertautan.

Aku mengangguk mantap “Kajja~” ku tarik taemin, masih dengan jari kelingking saling bertautan.

“mau kemana Myuu?” taemin menghentikan langkah kami, menarik jari kelingkingku yang masih bertautan di jarinya.

“Temani aku ke toko buku ya, Kajja!”

***

~Taemin POV~

“Sudah ketemu Myuu buku yang kamu cari?”

“Iya” jawabnya singkat, Myuu malah asik dengan bukunya, tidak mengalihkan pandangannya sedari tadi walau ku ajak bicara tanggapannya hanya “iya” atau “tidak tau” ckckck kadang tidak nyambung jawabannya.

BUKK

Ku tutup dengan kencang buku hardcover yang ku pegang sedari tadi, jengkel dengan sikap Myuu yang mengacuhkanku dari tadi.

“Yya~ kau ini apa-apaan sih Minnie >,<” Myuu terlihat jengkel karena aku menutup buku dengan kencang yang sepertinya mengganggu konsentrasi bacanya, bagus… aku sukses mengalihkan perhatiannya.

Aku hanya memandangnya tajam. Tapi ia malah mencibirkan bibirnya, membuatku tak tahan ingin mencubit pipinya.

“Sudah sore Jung Myuu Ki, kau tak mau pulang?? sudah ketemu belum buku yang kau cari?” karena gemas kucubit kedua pipinya membuat bibir mungilnya melebar kesamping (?), gemas.

“Appoyo taeminnie~” ringis Myuu memegang kedua pipinya.

Aku hanya mengacak-acak rambutnya gemas, Myuu semakin mencibirkan bibirnya, mungkin jengkel.

“Taemin-ahh, Myuu… kalian sedang apa di sini?” tanya seorang namja tiba-tiba.

“Ahh, Hae-oppa…”

“Hyung,, kau di sini juga!?” Aku dan Myuu kaget dengan kehadiran Hae-hyung yang tiba-tiba.

“Aku sedang….”

“Donghae-sshi,, ini bukunya sudah ketemu…” ujar seorang yeoja yang tiba-tiba datang menghampiri hae-hyung.

“Ahh,, Hyu Ri… sini ku kenalkan pada saeng-saeng ku! Ini Taemin,, dan ini Myuu Ki…” kami saling membungkuk memberi hormat, memperkenalkan diri.

Aku melirik ke arah Myuu, benar saja dugaan ku, dia sudah mencibirkan bibirnya menahan kesal dengan yeoja yang bersama Hae-hyung. Tapi yeoja itu terus tersenyum manis.

Melihat sinyal-sinyal tak enak Hae-hyung mencoba mencairkan suasana.

“Kalian sudah makan siang, ayo ku traktir makan!” usul Hae-hyung.

“Ayo,, aku juga ingin lebih mengenal adik-adik Hae-oppa” ujar Hyu Ri-noona ramah, berpindah ke sebelah Myuu dan mengusap halus kepala Myuu, tapi buru-buru ditepis karena risih.

“Aku bukan adik Hae-oppa >,<” tegas Myuu, mempercepat jalannya di depan kami.

Aku, Hae-hyung, dan Hyu Ri noona hanya saling berpandangan heran dengan sikap Myuu. Di balik itu semua, aku tau jelas kenapa dengan sikap Myuu. Dia masih terlalu labil.

“Kalian makan berdua saya ya, hyung. Aku harus mengantar Myuu ke suatu tempat” ucap ku tiba-tiba, hanya itu yang terbersit diotakku.

Myuu membelalakan matanya kaget dan juga bingung. Aku buru-buru menarik tangannya hendak berlalu, membiarkannya yang kebingungan dengan sikapku.

“Annyeong noona, annyeong hyung…” pamitku dan dengan cepat berlalu.

Awalnya Myuu mencoba melepaskan genggaman tanganku, tapi aku semakin mempererat genggamanku, tanpa mengalihkan pandanganku padanya, berharap Myuu luluh dan tak lagi memaksakan diri. Ku rasakan tangannya sedikit gemetar, ku reganggakan genggamanku, menoleh padanya. Ya, dia sedikit terisak, perlahan air matanya mengalir.

“Kenapa kau membawaku pergi, minnie?? Itu… Dia… dia siapa?? ” isak Myuu.

Entah,, aku juga tak tau kenapa membawanya pergi, entahlah,, mungkin karena aku tak mau melihatnya uring-uringan tak jelas melihat Hae-hyung bersama ‘temannya’ Hyu Ri noona. Walau aku tak tau jelas apa hubungan Hae-hyung dengan Hyu Ri noona tapi, ada baiknya antisipasi, aku hanya tak ingin melihat Myuu sedih dan kecewa.

Suasana sejenak hening, hanya terdengar hanya isak kecil tangisan Myuu. Aku tak menjawab, diam. Memandangnya yang menangis tertunduk.

“Maafkan aku Myuu…” jawabku lirih, ku hapus perlahan air matanya.

“Taeminnie jahat! aku… aku… hanya ingin tau dia siapa??” masih sedikit terisak,, dipukul-pukulnya bahuku  pelan. Mungkin ia kesal, tepatnya pada diri sendiri. Ya,, lampiaskanlah,, semua…semua kekesalanmu padaku.

Aku hanya diam, membiarkan dada dan bahuku jadi pelampiasan tinjuan-tinjuan dari tangan mungilnya. Padahal aku dan Myuu sama-sama masih labil, tapi tetap saja aku tak tega melihat dia menagis, apa lagi kalau itu menyangkut Hae-hyung.

Aku merengkuh tangan kecilnya, mengenggamnya erat.

“Kita pulang ya!” ajakku sedikit terdengar lirih.

Dia hanya mengangguk lemah.

*****

Ini sudah ke 25 kalinya aku bulak balik di ruang tamu sampai ruang keluarga,, tapi belum juga muncul ‘batang hidung’ Hae-hyung. Sedari tadi habis bertemu di toko buku dia belum pulang, padahal sekarang jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Aku sangat gelisah, bukan karena gelisah karena Hae-hyung belum pulang sampai larut malam begini, tapi karena Hae0-hyung bersama seorang yeoja,, aku hanya penasaran ingin tau siapa yeoja yg bersamanya tadi. Aku sangat cemas dengan Myuu, setidaknya kalau Myuu tau bahwa itu hanya teman Hae-hyung, aku tenang. Aku hanya ingin melihat Myuu tersenyum bahagia. Itu juga tak akan menyakitkanku walau senyumnya bukan untukku dan bukan karenaku.

krekk…

Bunyi pintu yang terbuka membuyarkan lamunanku.

“Aku pulang…”

Benar saja, orang yang sedari tadi ku tunggu-tunggu akhirnya pulang.

“Taemin-ah, sedang apa kau? menunggu ku pulang?” tanyanya dengan wajah bingung. Aku hanya menggaruk kepala tak gatal, hanya bingung bagaimana menanyainya masalah tadi.

“itu… hm… tadi itu… siapa hyung?” tanya gugup.

“kau ini, tidak sopan. Aku kan bertanya duluan, kenapa kau balik bertanya begitu?” ucapnya sambil duduk di sofa ruang tamu.

Aku hanya tersenyum, memperlihatkan deretan gigi putihku. sebenarnya aku hanya bingung untuk basa basi jadi langsung to the point saja bertanya. Aku pun ikut duduk di sebelahnya.

“Tadi itu,, hanya teman…” ucapnya terdengar lirih.

Entah kenapa itu terdengar lirih di telingaku, apa aku yang salah dengar? apa teliaku bermasalah? entah…

“owh… hyung yakin kan itu hanya teman?” tanyaku (lagi) memastikan.

“begitulah…” jawabnya singkat, hendak bangun berjalan ke arah dapur.

“Hyung…”

Ia hanya menoleh, raut wajahnya berubah ketika pulang dan langsung ku tanya masalah itu. Mungkin ia sedang lelah dan mau membahasnya, atau… ada yang ia rahasiakan? entah…

“Aku… hanya cemas…” ucapku lirih.

“Aku tau…” jawabnya singkat dan kembali beranjak pergi ke dapur.

Huft… ini salahku,, bertanya di waktu yang tak tepat. Pabo taemin.

***

~Myuu POV~

Mungkin aku memang masih terlalu kekanak-kanakan untuk Hae-hyung. Umurku pun terlampau cukup jauh, tapi tak bisakah?? tak bolehkah aku berharap??. Apa salah gadis berusia 12 tahun menyukai laki-laki berumur 18 tahun? Tidak!! tapi mungkin,, Iya…

Entah bagaimana perasaanku padanya, aneh. Tapi aku sangat nyaman berada di sisinya. Sifatnya yang hangat, tutur katanya yang begitu sopan, sikapnya yang bijak, ucapan semangatnya saat aku galau membuat ku seketika langsung bangkit. Ya, dia mirip seperti sosok ayah ku.

drrrt….drrrttt….

Getar handphone membuyarkan lamunanku. Ku lihat nama yang tertera dilayar handphone ku. Taeminnie.

“Yeobseyo…” ucapku lirih.

“Myuu, kau sudah tidak apa-apa?” tanya taemin cemas.

“ya” jawabku singkat, sambil mengangguk lemah. Walau aku tau Taeminnie tak mungkin dapat melihat aku mengangguk.

“…”

Sejenak kami tak saling bicara, hanya deru nafas kami saja yang terdengar. Mungkin dia berada di luar rumah padahal cuaca dingin.

“masalah tadi…”

“tak perlu dibahas minnie, aku sudah tak apa-apa…” sebelum dia melanjutkan kata-katanya aku sudah memotong, aku tak mau mendengar. Aku rasa aku sudah baik-baik saja, tepatnya,, akan baik-baik saja…

“…ok,, hm… kau tidurlah. slamat tidur.” sebelum aku menjawab ia sudah memutus telponnya.

Ya,, setidaknya aku punya Taeminnie.

***

~Author POV~

Hari berjalan begitu cepat, ini sudah lewat sebulan dari kejadian di toko buku itu. Terlihat Myuu dan Taemin tampak seperti biasa saja, tapi keadaan berbeda dengan Hae, Myuu belum bisa bersikap seperti biasa pada Hae. Kalau sempat pasti ia selalu menghindar dengan berbagai alasan, ia hanya tak siap mendengar penjelasan Hae tentang yeoja itu. Walau kemungkinan belum tentu Hae menjelaskan tentang itu, tapi tetap saja Myuu menghindar.

“Myuu, ayo kita pulang!” ajak Taemin, tapi Myuu tak sedikitpun menoleh. Sibuk dengan lamunannya. Karena gemas Taemin mencubit kedua belah pipi Myuu, refleks Myuu berdiri dari bangkunya sambil menginjak kaki Taemin mencoba melepaskan diri. Seketika Taemin melepas cubitannya dan meringis sakit memegangi kakinya.

“Yya~ Myuu, appoyo~ kau ini selalu saja mainnya injak-injak kaki begitu, sakit tau…”

“salah kau sendiri mengageti aku saja, selalu saja main cubit-cubit pipi, sakit juga tau…” balasnya cuek dan beranjak pergi.

“kita impas,, week XP” lanjutnya mehrong-mehrong dan berlari keluar kelas di susul Taemin yang mengejarnya berlari sampai di gerbang sekolah.

~Taemin POV~

Ya, aku senang akhirnya dia dapat tersenyum apalagi tertawa lepas seperti ini. Hentikan waktu, tuhan! aku mohon! hanya untuk saat ini, karena gadis yang berada dalam kejaranku ini tertawa karenaku. Taukah kau betapa bahagianya aku kini?.

Tiba-tiba langkahnya berhenti, aku dapat menggapai tangannya. Ternyata ia berhenti bukan karena lelah ataupun ingin aku menangkapnya, tapi ada yang menunggu kami di depan gerbang, tepatnya mungkin menunggunya.

“Annyeong Myuu, Taemin-ah…” sapa namja di depan kami ini, yang tak lain adalah Hae-hyung.

“Annyeong hyung,, kau mau menjemput kami hyung?” tanya ku basa-basi, ya, sebenarnya aku sudah tau rencananya untuk kesekolah, tepatnya ingin menepati janjinya pada Myuu bulan lalu.

“Ayo kita ke taman bermain, Myuu! aku kan sudah janji.” ajak Hae-hyung sambil menebar senyum khasnya. Ku lirik Myuu, dia hanya tertunduk diam, tak merespon atau pun menerima ajakan Hae-hyung, padahal biasanya dia pasti langsung bahagia dan berbinar-binar apalagi Hae-hyung yang nengajak lebih dulu.

“Ayo!” hae-hyung langsung menarik lembut tangan Myuu dan beranjak ke arah parkiran mobil.

“…Tunggu, Taeminnie??” tanyanya menghentikan langkah dan berpaling menghadapku yang jauh di belakangnya.

Aku menghampirinya perlahan.

“Bersenag-senanglah Myuu! ini saat yang kamu tunggu-tunggu kan?” tegasku menebar senyum padanya.

Walau bukan pertama kalinya aku selembut ini pada Myuu, tapi untuk saat ini saja, entah ini untuk terakhir kalinya. Aku hanya ingin melihatnya bahagia seperti sedia kala ketika ia bersama Hae-hyung.

***

“Hyung, kau yakin mau secepat ini?” tanyaku panik dengan pernyataan yang baru saja ku dengar terlontar dari mulut hyung ku satu-satunya ini.

“Maafkan aku, taemin-ah! jeongmal mianhae…”

“Tapi hyung…”

“Husst… sudahlah taemin, ini sudah keputusanku” Dia masih saja sibuk membereskan pakaiannya dan memasukkannya ke koper.

“Apa yang harus aku jelaskan padanya, hyung??” tanyaku lirih. Aku benar-benar bingung dengan hyung ku satu-satunya ini.

“Aku akan menceritakannya sendiri…” ucapannya begitu yakin, membuatku semakin bingung.

“Tapi kita sudah berjanji untuk menjaganya kan, hyung?” tanyaku masih dengan cemas dan panik.

“Kalau begitu,, yang pergi hanya Aku, umma, dan appa. Dan kau, di sini… menjaganya…”

***TBC***

hohoho makin bingung ya sama ceritanya😀 maafkan aku yang kurang bertanggung jawab ini~.~ huhhu

mudah-mudahan kalian bisa menikmati ^_^

Pesanku semoga kalian jadi Good Reader yaa~~

jangan lupa RCL^_^

About aLma_chuu 貴久

Aku ga polos,, tapi selalu dianggap kya anak kecil,, hm... mungkin karena sangat ceroboh T,T

Posted on 17 Maret 2011, in Alma_cchu, AUTHOR, SHINee Fanfiction and tagged , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. taemin ma hae mau pergi keluar negri dah pasti, gmn myu y pasti ngamuk? Lanjut

  2. lanjuddd authorr
    Cepedd yach? #gubrakk,,,
    *penasarran abizz ne😄

  3. Lanjutannya yg cepet ya author aku penasaran hhe

  4. say unyu2 ><~~!!
    aku cemburu T_____T
    haduhh..taem ku sayang kog bae bnget sii am al al ?
    huee..taem jahaaat x(( *lari k plukan kyu* #apaansii aku ?

    it s donge crita na suka am myu ap gak sii ? jadi bingung saiaa =.=~

    cpet d lanjutin y saay~

  5. makin penasaran ma cerita selanjtunya nih,….lanjut bca part 4 ^^

  1. Ping-balik: [FF/S/4/PG-15] Can You Love Me??? (part 4) « SHINee Super Shinki FF Indo

  2. Ping-balik: [FF/S/6/PG-15/] Can You Love Me??? part 6 « SHINee Super Shinki FF Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: