[FF/PG-15] Naughty Kiss (Teach Me, Please) – Part 2

Naughty Kiss (Teach Me, Please)/KimKi Fiksikopat/PART2

*gambar hanya sekekedar ilustrasi-penggambaran tokoh haejin ialah mendekati sulli dan tokoh yeon-ah mendekati krystal

Author :           KimKi Fiksikopat

Chapter            :           PART 2

Cast                 :           Taemin (SHINee – Lee Tae Min)

Kim Hae Jin (YOU, Readers)

Lee Yeon-Ah (OCs)

Support Cast    :           SHINee members

Length :           Chaptered

Rating               :           PG-15

Genre               :           Romance (FAIL!) Comedy (little little, LOLs)

Disclaimer        :           Para cast dan cameo menjadi diri mereka sendiri dalam ff ini. Saya selaku                                              penulis hanya sebagai pemilik dari plot cerita ini.

Note                :           Jangan lupa RCL, RCL, dan RCL. jika banyak silent reader maka author anggap para pembaca tidak tertarik dengan cerita ini dan cerita-cerita selanjutnya tidak akan dilanjutkan. Harap dimaklumi. HAPPYREADING!

 

PART 2

Taemin berdiri dan berlari secepat yang ia bisa lalu menarik haejin ke dalam dekapannya. Kembali terdengar suara botol plastik yang pecah di aspal karena tidak berhasil ‘menyentuh’ sasarannya sedikitpun. Taemin memutar badannya menghindari mobil yang terparkir di depan mereka. Ia sengaja memutar tubuhnya agar haejin terhindar dari aspal yang menjadi tempat ‘pendaratan’ mereka. Punggung taemin keras menghatam aspal ditambah haejin yang mendarat tepat di atas tubuhnya sehingga sakit yang dirasakan taemin menjadi dua kali lipat.

 

“YYA!! apa yang kalian lakukan disana!”

 

Suara menggelegar Chullie Sonsaengnim membahana ke seluruh penjuru mata angin dan membuat lelah puluhan telinga yang mendengarnya.

 

Haejin berdiri dan merapikan seragamnya yang tersingkap ketika ia jatuh diatas taemin tadi. Taemin ikut berdiri dan meraba pelan punggungnya yang terasa nyeri. Pendaratan tadi ternyata tidak hanya menciptakan rasa nyeri di sekujur tubuh Taemin tapi juga membuat masalah baru yang sangat besar. Yaitu Chullie Sonsaengnim mengira mereka berdua berbuat mesum di balik mobil yang tengah terparkir. Parahnya Chullie Sonsaengnim adalah tipe orang yang hanya percaya dengan apa yang ia lihat dan tidak mau mendengar alas an orang ataupun kesaksian dari orang lain. Haejin dan Taemin hanya bisa pasrah saat Chullie Sonsaengnim memerintahkan mereka mengikuti dirinya ke ruangan kepala sekolah.

 

Di ruang kepala sekolah, Taemin dan Haejin hanya diberi surat peringatan untuk orang tua masing masing. Untuk kesalahan ‘sejenis’ biasanya hukuman yang paling ringan ialah skorsing dua minggu penuh tanpa tawar menawar. Taemin dan Haejin sangat bersyukur karena hanya diberi surat peringatan untuk orang tua karena keduanya ialah siswa dan siswi yang mengharumkan nama sekolah, taemin jelas membanggakan sekolah karena ia adalah seorang artis besar sedangkan Haejin adalah siswa terpandai yang selalu menempai posisi juara umum di angkatannya dan sering kali membawa nama sekolah ke tingkat nasional dengan menjuarai lomba lomba yang ia ikuti. Keduanya bisa dikatakan ‘pusat perhatian dan penilaian’ orang luar kepada sekolah mereka.

 

***

 

Taemin POV.

“Aduuhh.. Auhh.. Aww.. Uhhh..”

 

Sakit sekali rasanya seluruh tubuhku saat ini. ‘Pendaratan mulus’ kemarin membuatku dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan dan pengecekan. ‘Boss-ku’ takut jika terjadi sesuatu pada tubuhku sehingga ia memerintahkan manajer kami untuk langsung membawaku ke rumah sakit. ‘Boss-ku’ mungkin takut jika salah satu mesin-pencetak-uangnya mengalami cidera sehingga membuat ia merugi. Darah pebisnis sejati mengalir di tubuh tua-nya. Menurutku sakit di tubuhku hanya nyeri biasa namun ‘boss-ku yang-kalian-tahu-siapa’ memaksa dan memerintahkan aku untuk dirawat inap.

 

Kedua orang tuaku yang biasanya sangat sibuk dengan bisnis mereka kini duduk disampingku dengan wajah tua mereka dihiasi kecemasan dan ketidak-percayaan. Cemas karena aku sampai dirawat di rumah sakit dan tidak percaya jika sehari sebelumnya aku ‘berbuat yang tidak tidak’ disekolah. Surat peringatan untuk orang tuaku diantar oleh seorang pria muda berwajah dingin tanpa ekspresi, Chullie Sonsaengnim! Ahh.. Sonsaengnim-ku yang satu itu.

 

Untungnya kedua orang tuaku bukan tipe orang semacam Chullie Sonsaengnim yang langsung percaya dengan apa yang mereka lihat dan aku yakin mereka percaya setelah tadi kujelaskan ‘masalah’ yang sebenarnya walaupun terlihat dari wajah mereka jika tersirat sedikit kekecewaan.

 

Terdengar ketukan pelan di pintu ruang rawatku ternyata seorang perawat mengantar teman sekolahku yang ingin berkunjung, Kim Haejin.

 

“Annyeonghaseyo” haejin membungkukkan badannya 90 derajat pada ayah dan ibuku.

 

“Annyeonghaseyo” balas kedua orang tuaku serentak.

 

Kulihat ibuku membaca name-tag di seragam Haejin, kulihat ekspresi ibuku langsung berubah. Bukan marah atau mengusir Haejin tapi malah meminta Haejin duduk disebelahku dan menjagaku sebentar karena ibuku beralasan akan keluar sebentar untuk membeli makanan. Ibuku menarik ayahku keluar ruang rawat dan kulihat saat menutup pintu, ibuku sekilas berkedip padaku. Ahh, pasti ibuku salah paham dan mengira haejin adalah kekasihku. Ini semua pasti karena surat peringatan itu. Aigooo..

 

“kenapa melamun Taemin-Ssi. eh, Taemin-Ah” ujar Haejin masih sedikit canggung.

 

“Ahni.. Aku hanya bingung kenapa kau bisa tahu aku disini, Haejin-Ah?”

 

“Tadi aku jemput Minho Oppa saat pulang sekolah. Katanya kau dirawat dirumah sakit, jadi aku ikut bersamanya” jawab haejin dengan polosnya.

 

“Aigoo.. Bagaimana jika yang menjemputmu itu orang asing dan bicara seperti itu juga padamu, apa kau akan ikut juga bersamanya?” aku bertanya lagi, heran melihat kepolosannya.

 

Haejin mengangguk pelan dan kubalas dengan gelengan kepalaku. Ahhh, gadis ini begitu polos rupanya. Bagaimana jika benar benar orang asing yang berkata aku sakit dan mengajaknya menjengukku padahal orang itu akan berbuat jahat padanya.

 

“Itu semua karena kau, Taemin-Ah” seakan bisa membaca pikiranku dan membuatku kaget dengan ucapannya. Kulihat ia juga kaget dengan apa yang ia sendiri katakan.

 

Aku mengulas senyum termanisku padanya. Hanya ini yang bisa kulakukan padanya saat ini dengan kondisi badan remuk redam seperti ini. Ia membalas dengan senyuman yang tidak kalah manisnya dari senyumku.

 

“Senang bisa dekat denganmu seperti ini, Haejin-Ah” ucapku malu.

 

“Aku juga, Taemin-Ah” balas haejin pelan.

Taemin POV end

 

“Maukah kau melakukannya untukku?”

 

“baiklah”

 

“pelan pelan”

 

“awww.. Sakit”

 

“kau berdarah, haejin-ah”

 

“tolong ambilkan tissue untukku, perih..”

 

“ini.. Eh, tunggu! Aaaahh ahhh haah….”

 

“…………”

 

“Huaaah, leganya”

 

“tissue-nya taemin-ah! Ppali”

 

“ah, mian..”

 

“……..”

 

“……..”

 

Kedua orang tua taemin yang diam diam mengupimg dari sela pintu yang sengaja tidak mereka tutup rapat jadi merinding sendiri membayangkan adegan yang terjadi di dalam ruang rawat Taemin. Ternyata sudah sejauh itu hubungan mereka, batin keduanya.

 

‘Braaaak’

 

“Tenyata sudah sejauh itu hubungan kalian berdua!!”

 

Ayah Taemin membuka pintu ruang rawat taemin dengan keras, bermaksud dramatis agar seperti di drama-drama televisi. Tapi apa yang ia lihat ternyata berbeda jauh dengan apa yang ia dan istrinya bayangkan.

 

Taemin tetap terbaring tak berdaya di ranjang rawatnya dan Haejin sedang menyuapi taemin dengan apel yang sepertinya baru dikupas dan dipotong kecil kecil.

 

Ayah dan ibu Taemin jadi salah tingkah dan merasa tidak enak hati karena telah menduga yang tidak-tidak pada putra bungsu mereka. Ibu Taemin mendekat dan memperhatikan Haejin dan Taemin yang tampak begitu serasi di matanya.

 

Ah, mana mungkin mereka melakukan hal itu karena keduanya masih sama sama polos seperti ini, ujar ibu Taemin dalam hati. Tapi pikiran tersebut terbantahkan seketika setelah di tangannya menempel tissue yang lengkap dengan cairan lengket berwarna keputihan dan ia melihat tissue lainnya yang terdapat bercak darah.

 

“Kyaaaaaa!! Eomma tidak mau tahu! Pokoknya kalian harus menikah!” pekik ibu Taemin histeris.

 

“Menikah??” Taemin dan Haejin mendengar kata menikah seakan petir menggelegar tepat di sebelah telinga mereka.

 

“Ne! Menikah!! Secepatnya!!”

 

*****

 

“mianhae Haejin-Ah. jeongmal mianhae..” Taemin meminta maaf dengan memegang bahu Haejin yang masih mengenakan gaun pengantin sederhana namun tampak cantik dan anggun di pernikahan serba sederhana dan tertutup mereka berdua.

 

“…………” tak ada jawaban dari Haejin.

 

“Kumohon Haejin-Ah. Maafkan aku.. Seandainya saja tissue itu langsung kubuang ke tempat sampah. mungkin semua ini tidak akan terjadi”

 

“tidak ada yang perlu disesali Taemin-Ah, ini semua sudah terjadi. lagipula pernikahan kita ini rahasia dan hanya keluarga kita ditambah beberapa orang lain yang tahu”

 

“Aku hanya merasa tidak enak padamu. Aku takut kehidupanmu akan kacau jika kau bersamaku, aku ini hanya ‘bocah pelengkap’ yang tidak berarti” Taemin menunduk tidak berani menatap Haejin.

 

“Kau sangat berati untuk banyak orang Taemin-Ah! Apa jadinya shinee tanpa adanya dirimu atapun salah satu dari kalian. SHINee World dan Taemints-mu sangat memuja dan mencintaimu! Begitupun denganku. Baik saat aku menjadi Taemints bersama ribuan orang lainnya atapun saat aku secara personal mengagumimu sebagai anak sekolahan biasa yang duduk di sebelahku di sekolah. Kau itu penting! Untuk SHINee, untuk SHINee World, untuk Taemints, untuk keluargamu, untuk teman temanmu, juga untukku saat sebelum semua ini terjadi ataupun saat sekarang ini. Jadi jangan pernah berkata seperti itu lagi!!” Haejin panjang lebar berkata dengan emosi tertahan.

 

“Haejin-Ah..” Taemin tersentuh dan tak menduga ternyata Haejin memiliki perasaan kepadanya sejauh itu.

 

Haejin mengelus pelan pipi Taemin dan beranjak masuk ke dalam kamar hotel untuk berganti gaun pengantin yang masih dikenakannya. Kamar hotel? Yap, Taemin dan Haejin sedang menginap di sebuah hotel mewah dan berbintang lima setengah yang sangat berkelas. Hadiah pernikahan dari Minho yang tidak bisa hadir di pernikahannya Karena sedang berada di Pattaya bersama Onew, sedangkan Jonghyun membelikan sebuah cincin pernikahan yang sangat indah dan membiayai pesta pernikahan Taemin dan haejin yang sederhana namun berkelas tinggi, Key dan Onew menghadiahkan sebuah apartemen tepat di sebelah dorm shinee yang baru saja dijual oleh pemilik lamanya, padahal rencananya apartemen itu akan mereka gunakan untuk ‘kepentingan pribadi’.

 

Taemin tersadar dari lamunannya karena haejin memanggilnya dari dalam kamar dan meminta bantuannya untuk membuka resleting gaun yang terletak di punggung. Setelah terbuka, taemin menyingkap gaun haejin ke samping melalui bahu Haejin. Haejin menahannya. Namun, membiarkan tangan taemin tetap dibahunya.

 

“Mianhae, Haejin-Ah”

 

“Gwenchana taemin-ah. Justru aku yang meminta maaf padamu karena aku belum siap seperti pasangan suami istri lainnya” Haejin berkata pelan dan hampir berbisik.

 

Taemin mengecup singkat bahu haejin dan beranjak keluar dari kamar menuju ke ruang tamu kamar hotel yang lebih menyerupai apartemen. Sebelum menutup pintu, taemin berbalik dan meminta Haejin mengunci pintunya dari dalam karena takut ia khilaf dan menerobos masuk ke kamar itu. Haejin tertawa pelan dan berjalan mendekat ke arah Taemin berdiri.

 

“Wae?” tanya Taemin.

 

“Ahni” jawab haejin lalu mencubit pelan hidung Taemin lalu menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam.

 

****

 

Sudah jam dua malam, tapi Haejin belum bisa memejamkan matanya sekejap pun. Ia khawatir dengan Taemin yang tidur di sofa di luar kamar tempatnya berbaring saat ini. Ia pasti kedinginan, batin Haejin.

 

Setelah meningkap selimut yang menutupi tubuhnya, Haejin mengambil selimut lainnya. Lalu dengan selimut tebal di pelukannya, Haejin melangkah pelan dan seperti mengendap endap ke arah Taemin yang sedang berbaring terlentang. Haejin melebarkan selimut yang dibawanya dan menyampirkan di tubuh Taemin yang kini resmi berstatus sebagai suaminya. Dirabanya perlahan pipi Taemin, untuk kedua kalinya. Ia merasa sangat beruntung, menjadi seorang Taemints sejak awal SHINee debut, ketika masuk sekolah tingkat atas ia bisa menjadi siswi yang di sekolah yang sama dengan Taemin, sekelas dengan Taemin ketika kelas tiga dan duduk tepat di sebelah Taemin, dan sekarang ia bisa menikah dengan Taemin. Tuhan sangat baik padaku, kata Haejin dalam hati.

 

Perlahan Haejin mendekatkan wajahnya ke wajah Taemin yang terlihat sangat polos ketika ia tertidur. Dikecupnya pelan pelipis Taemin lalu ia berdiri dan berbalik ke kamar. Namun, tangan Taemin menggenggam perat pergelangannya.

 

“Good night, Haejin-ah” lirih Taemin sambil tersenyum.

 

Haejin terdiam sesaat, ia sedikit kaget karena taemin ternyata belum tidur. Ia tersadar saat taemin melepaskan tangannya dan langsung menjawab.

 

“Good night, Taemin-Ah”

 

*****

 

“Taemin-Ah.. bangun! kita harus cepat-cepat” Haejin mengoyang-goyang tubuh kurus kering Taemin yang masih tergeletak lelap.

 

Taemin menggeliatkan badannya perlahan lalu mengerjapkan matanya beberapa kali kemudian menatap wajah Haejin yang berkerut melihat kebiasaan yang selalu dilakukannya setiap bangun tidur barusan. Sedikit kekanakan dan terkesan manja, pasti itu yang ada di benak Haejin saat ini, batin Taemin.

 

“Wae? Kenapa kau terlihat cemas begitu?”

 

“Kita sudah terlambat untuk sekolah, Taemin-Ah” ujar Haejin.

 

“Tenang saja.. Aku sudah terbiasa datang terlambat.. Jadi kau tak perlu cemas” taemin bermaksud menenangkan Haejin dengan menggodanya.

 

Tanpa diduga oleh Taemin sebelumnya, ternyata pernyataannya yang ditujukan untuk menenangkan haejin malah membuat haejin marah dan membentaknya.

 

“Jangan karena kau seorang bintang jadi kau bisa seenaknya datang ke sekolah, Lee Taemin! Sekolah punya peraturan dan kau sebagai siswa harus mentaati peraturan itu!  Jika kau terbiasa datang terlambat ke sekolah karena kau artis, maka tidak denganku! Aku bukan artis jadi aku tidak bisa datang ke sekolah semauku, tuan Lee Taemin yang agung!”

 

 

Taemin tercekat mendengar haejin meledak marah karena pernyataan singkat yang ia duga hanya kalimat biasa yang mungkin akan membuat haejin tenang tadinya. Belum genap dua puluh empat jam Haejin menjadi istrinya, Taemin sudah melihat bagaimana seutuhnya Haejin. Saat Haejin sedih, saat Haejin galau, saat Haejin bahagia, saat Haejin hangat, bahkan saat Haejin marah seperti saat ini. Berada dalam satu kelas yang sama bahkan duduk bersebelahan selama hampir setengah tahun ajaran lebih, baru kali ini Taemin melihat Haejin meledak marah dan terlihat hampir seperti orang kesurupan baginya. Biasanya jika marah atau kesal, Haejin hanya diam dan terkesan tidak ingin orang lain tahu jika ia marah atau kesal. Taemin menunduk tak berani menatap wajah Haejin.

 

Haejin memegang bahu taemin pelan dan meminta maaf atas sikapnya barusan. Ia hanya tidak ingin Taemin menganggap enteng masalah sekolah, ujar Haejin. Taemin hanya terdiam. bibir tipisnya terkatup rapat dan matanya berkaca-kaca. haejin tidak menyangka perkataanya tadi akan membuat Taemin sesedih ini.

 

Mungkin yang aku katakan tadi terlalu kasar baginya atau perasaannya terlalu ‘lembut’ untuk menerima kata-kataku, batin Haejin.

 

“Taemin-Ah, gwenchana-yo?” tanya Haejin pelan.

 

“padahal tadi aku cuma ingin bercanda. tak kusangka kau marah sedahsyat tadi” ujar tAEMIN pelan, sambil mengembungkan pipinya manja.

 

“Bercanda? Maksudmu?”

 

“Manajerku sudah mengatur semuanya. Ia sudah mengirim surat ijin untuk kita berdua. Kita bisa absen selama beberapa hari” jelas Taemin.

 

Haejin ingin membantah tapi langsung dipotong Taemin.

 

“Lagipula kita sedang di hotel. Kita mau berangkat ke sekolah memakai apa? Baju piyama ini? Atau baju pernikahan kita kemarin?” canda Taemin.

 

Haejin merajuk dan memalingkan wajahnya ke arah balkon yang mengendarkan cahaya mentari pagi yang hangat namun sedikit menyilaukan, menghindari taemin yang kembali memasang tatapan manjanya.

 

“Sudahlah, tak ada salahnya libur beberapa hari. Kau juga butuh refreshing, Haejin-Ah” Taemin menggenggam pelan jemari Haejin lalu bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi.

 

Pria kurus dengan rambut kekuningan yang dipuja banyak gadis karena keimutan dan tingkah manjanya kini berada satu kamar bersamaku, ia resmi berstatus sebagai suamiku sekarang. Apa yang harus kulalukan selanjutnya. Bagaimana jika aku hanya menjadi bebannya dan membuat masalah. Ah, aku harus bisa menjadi istri yang baik, bagaimanapun caranya akan kulakukan untuk membuatnya bahagia. Rasa cintaku kepadanya yang selama ini hanya bisa kusimpan rapat-rapat akan kutunjukan padanya perlahan lahan. Jangan sampai aku menjadi orang yang tidak bersyukur atas ‘salah satu hadiah terbesar’ yang diberikan tuhan padaku.

 

Ahhh, desah Taemin saat menghempaskan tubuhnya tepat di sebelah Haejin yang masih duduk terpaku menatap ke arah balkon yang makin silau oleh sinar mentari pagi.

 

“Kyaaaaaaa..” Haejin melompat menjauh dari Taemin yang duduk di sebelahnya. Ia kaget saat menoleh pada Taemin yang baru saja keluar dari kamar mandi. Taemin duduk di sampingnya dengan hanya menggunakan selembar handuk yang hanya menutupi bagian bawah tubuhnya. bagian atas tubuh taemin yang sedikit basah ternyata memiliki sedikit otot di beberapa bagian. abs-nya tertata rapi, walaupun tidak sesempurna abs milik Minho atau Jonghyun. Haejin merasakan tubuhnya sedikit menggigil saat melihat Taemin yang tersenyum simpul melihatnya kaget. mendadak beberapa pikiran kotor dan hal yang sangat jarang mampir di otaknya kini berkelebat silih berganti.

 

Bagaimanapun pendiamnya aku, aku juga seorang wanita normal Taemin pabo! jangan mendekatiku dengan hanya memakai handuk seperti itu, batin Haejin.

 

Taemin yang memang sengaja ingin menggoda haejin dengan tubuh setengah telanjangnya kini mulai melancarkan aksi selanjutnya. Tak dipedulikannya haejin yang masih menganga kaget melihatnya, ia mengarahkan tangannya perlahan ke arah lipatan yang mengunci handuk yang rapat menutupi bagian bawah tubuhnya. Ditariknya lipatan itu lalu  ia berdiri dengan gerakan menggoda tak mempedulikan haejin yang kini menutup mulutnya sendiri. Dalam posisi berdiri, Taemin membiarkan handuk yang kini tak terkait dengan benar meluncur begitu saja dari pinggangnya. Haejin berteriak tertahan dan menutup kedua wajahnya dengan buku jari yang terbuka lebar sehingga walaupun ia menutup wajahnya, matanya tetap terbelalak ke arah taemin yang meloloskan handuk di hadapannya. Handuk yang dikenakan Taemin sudah tergeletak pasrah di lantai. Dan bagian bawah tubuh taemin kini dibiarkannya terekspose di hadapan Haejin. Haejin mengehela nafas karena milik taemin yang terpapar dihadapannya MASIH TERSIMPAN AMAN DIBALIK BOXER yang dikenakan taemin dibalik handuknya tadi.

 

“Ketipu!! Ke ke ke” Taemin meledak tertawa melihat ekspresi haejin karena berhasil ia tipu. Taemin melihat sedikit rasa kecewa berkelebat di mata Haejin yang kemudian langsung berubah dengan tatapan jengah. Sedikit kesal karena ditipu mentah-mentah oleh pemuda yang hanya lebih tua beberapa bulan darinya itu.

 

“Taemin-ah, kita mau kemana hari ini?” tanya Haejin pada Taemin yang tengah menikmati nasi campur buatan Haejin.

 

“Sepertinya hari ini kita tidak akan kemana mana, Haejin-ah. Aku harus pergi karena ada siaran dengan Key hyung dan Jonghyun hyung. Mianhae” ujar Taemin.

 

“Ah.. Ne ne.. Aku istri seorang bintang, aku hampir lupa” Haejin menekan kata ‘bintang’ saat mengucapkannya.

 

“jhanghan mwaraah, Hwaeehyiin-aah. akkhu jwanjhi bhewsook kiitha awkhan bwershamaa shehwariyan! (jangan marah, Haejin-Ah. Aku janji besok kita akan bersama seharian!)” dengan mulut penuh nasi campur Taemin melakukan V-pose untuk meyakinkan istrinya.

 

“Jelas besok kita seharian bersama, kan besok kita mulai masuk sekolah. Hummph”

 

Haejin menutup mulut dengan sebelah tangannya untuk menahan tawa saat melihat Taemin tersedak setelah melakukan v-pose untuknya. Disambarnya gelas berisi air putih miliknya lalu ditempelkannya ujung gelas perlahan ke bibir tipis Taemin. Taemin meneguk habis segelas air yang disodorkan Haejin padanya untuk melancarkan entah nasi atau sayur-mayur yang tersangkut di kerongkongannya. Taemin menghela nafas panjang, lega.

 

Haejin masih tersenyum geli karena tingkah Taemin beberapa saat lalu namun langsung terdiam saat Taemin bangkit dan mengecup keningnya singkat. Taemin beranjak mengambil mantel hangatnya lalu berjalan ke arah pintu utama dan bergegeas memakai boots untuk mengurangi kadar dinginnya udara diluar yang akan menerpa tubuhnya. Haejin menyusul dan menarik tangan Taemin sebelum taemin melangkah keluar.

 

“Wae? Mau kucium lagi keningmu, Haejin-Ah? atau mau kucium yang lain?” tanya Taemin.

 

Sebuah cubitan pelan mendarat di perut Taemin dan haejin meletakkan handphone di tangan Taemin yang masih digenggamnya.

 

“Dasar pelupa!” ejek Haejin pelan.

 

Taemin membalas ejekan Haejin dengan sebuah senyum manis khasnya. Taemin mengarahkan bibirnya perlahan ke bibir Haejin, membuat Haejin gugup dan langsung menutup matanya. Taemin mengalihkan arah bibirnya ke arah pipi Haejin dan mengecup pelan pipi halus milik Haejin. Haejin membuka matanya perlahan saat Taemin membisikan sesuatu di telinganya.

 

“Aku tidak akan melakukannya sebelum kau siap dan aku akan menunggu hingga saat itu tiba”

 

-TBC

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About Oktabri

procrastinator

Posted on 18 Maret 2011, in Oki Kim★fiksikopat, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 66 Komentar.

  1. duh..deg2an bacanya-_-kirain taemin bener2 ga pake apa😄 wkwkwk~ iri nih sama haejin-,-enak ngt sm taemin, padahal dia biasku :”( #lebay

  2. taemin iseng bgd dh nggodain haejin,
    taemin ska g ci am haejin?

  3. Kirain taemin bener bener naked O.O #plak kalo iya gemeteran (?)
    Makin niat ngikutin ceritanya nih😀

  4. Weeeh makin seru iniii. Bikin makin penasaran😀 alur ceritanya sama bahasanya enak dibaca😀

  5. Wkwkwk…daebak author!!! ‘3’ rasanya keringat dingin baca nya…aku kira ni ff yadong😄

  6. Kyaaaaaaaaaaaa #teriak pke toa…
    Itu bagian akhirr sumpaahhh gemesssss y Tuhann.. Taemin sweet bangat y owoh aaaaaa… #peluk,cium,geret Taemin kekamar. *ditendangJaejoong.
    Muahahahahaahahah
    ♥(>̯┌┐<)•° g nyangka sih awalnya kalau pada akhirnya taemin dan haejin bakalan nikah, wuihh, dan menjadi pertanyaan, bekas apakah tisu itu, yg menjadi sumber yang membuat ortu taemin mengira itu tisu bekas yg "iya-iya"? Gyahahah tapi seriusan senang bgt taemin nikah muahahahahah

  7. aku udah duga kalo mereka ga ngapa2in pas dirumah sakit, tapi pas di hotel??? Aduhhhh taemin geregetan dehhh, next part deh..

  8. Galau..ama tissue yang lengket+darah,apa coba???siapapun kasih tau aq dong…ke..kkkkk

  9. msak gra” tissue d sruh nikah
    wkwkwkwkk.

    next part d tnggu🙂

  10. So sweet ~
    Taeminku keren ,hehehe😀
    Daebak ff ny min ^^

  11. Ortu taemin lebay.!! cuma karna tisu sampe nikahin taemin dengan haejin -_-
    Haha haejin kau beruntung >.<

  12. Aish manis bgt lee taemin
    Mau dong dicium

  13. sarap juga itu mamak.ny taemin..
    baru d Lihat.ny begitu Langsung d suruh menikah…

    tapi tetep daebak kog thor… (y)

  14. wah seru thor ceritanya…tapi kasian haejinnya dihianati sama taemin😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: