[FF/NC-17] Naughty Kiss (Teach Me, Please) – Part 3

Naughty Kiss (Teach Me, Please)/KimKi Fiksikopat/PART3

*gambar hanya sekekedar ilustrasi-penggambaran tokoh haejin ialah mendekati sulli dan tokoh yeon-ah mendekati krystal

Author :           KimKi Fiksikopat

Chapter            :           PART 3

Cast                 :           Taemin (SHINee – Lee Tae Min)

Kim Hae Jin (YOU, Readers)

Lee Yeon-Ah (OCs)

Support Cast    :           SHINee members

Length :           Chaptered

Rating               :           NC-17

Genre               :           Romance (FAIL!) Comedy (little little, LOLs)

Disclaimer        :           Para cast dan cameo menjadi diri mereka sendiri dalam ff ini. Saya selaku penulis hanya sebagai pemilik dari plot cerita ini.

Note                :           Jangan lupa RCL, RCL, dan RCL. jika banyak silent reader maka author anggap para pembaca tidak tertarik dengan cerita ini dan cerita-cerita selanjutnya tidak akan dilanjutkan. Harap dimaklumi. HAPPYREADING!

TEASER, PART 1, PART 2.

PART 3

Seandainya Haejin tahu jika aku pergi bukan untuk siaran bersama Key Hyung dan Jonghyun Hyung entah apa yang akan terjadi padanya, pikir Taemin.

Taemin yang sudah memakai topi dan kacamata hitam untuk menyamarkan diri melangkah keluar pintu utama hotel tempatnya menginap bersama Haejin tiga hari ini. Sebuah mobil menunggunya di depan hotel, bukan sebuah mobil! Lebih pas jika dikatakan seorang yang duduk dibelakang kemudi mobil itu yang menunggunya. Seorang gadis yang mengenakan gaun selutut berwarna hitam lengkap dengan make-up selaras mengulas senyum ceria ketika mendengar ketukan seorang Lee Taemin yang tengah menyamarkan diri pada kaca mobilnya. Setelah tAEMIN menghempaskan tubuhnya di jok depan tepat disebelah gadis cantik itu duduk di hadapan roda kemudi. Gadis itu menekan tuas gas mobil matic berwarna biru muda-nya.

“Kita tetap ke lotter world, Taeminnie?” tanya gadis cantik itu tanpa menoleh karena fokus menatap jalan.

“Terserah padamu saja, Yeon-Ah” jawab taemin dengan mata terpaku pada Yeon-Ah disampingnya.

Belum sampai seminggu sejak pertama kali melihatnya, ia tampak makin cantik saja!, batin Taemin.

Yeon-Ah tanpa menoleh pun tahu jika Taemin sedang menikmati dirinya melalui tatapan yang mudah saja ia artikan. dasar pria!, ujar Yeon-Ah dalam hati.

****

Taemin melangkahkan kakinya ke halaman apartemen tempat dorm SHINee berada. Ia meminta Yeon-Ah mengantarnya ke dorm, bukan ke hotel tempat Yeon-Ah menjemputnya tadi karena Haejin sudah check out dari hotel itu dan menunggunya di apartemen mereka, pemberian Key dan Onew Hyung yang tepat berada di sebelah dorm SHINee.

Sebelum taemin keluar dari mobil yeon ah, gadis cantik itu mendaratkan sebuah ciuman di pipi Taemin dan setelahnya ia ingim mencium bibir Taemin namun Taemin berhasil mengindar dan langsung pamit meninggalkan Yeon-Ah yang menatapnya bingung.

Taemin melangkahkan kakinya pelan menyusuri jalan ke apartemen, sengaja ia menyuruh Yeon-Ah berhenti di tempat yang tidak terlalu dekat dengan apartemen untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, seperti tertangkap basah misalnya.

dalam langkahnya Taemin memikirkan dua orang gadis disaat yang bersamaan, Yeon-Ah yang cantik dan seksi dan Haejin yang manis dan polos. Ia bingung dengan perasaannya saat ini. Pertanyaan pertanyaan aneh melayang layang di benaknya.seperti bisakah rasa cinta itu tumbuh untuk dua orang dalam waktu yang bersamaaan? Atau mengapa tuhan hanya menciptakan manusia dengan satu hati? Mengapa tidak dengan dua hati agar bisa digunakan untuk berjaga jaga jika hati yang satunya sedang sakit lalu hati yang satu lagi bisa mengobati dan pencari pengganti. Atau tuhan sengaja menciptakan satu hati agar manusia hanya bisa mencintai satu manusia lainnya saja? Tapi jika benar begitu kenapa masih banyak manusia yang mencari ‘hati-lain’ selain hati pasangannya.

‘Bugh’

Taemin menabrak seseorang tepat di dadanya hingga ia tersungkur jatuh terduduk. Baru saja ia ingin membuka suara untuk memaki orang yang menabraknya atau lebih tepat dikatakan yang ia tabrak. Orang itu sudah lebih dahulu mengarahkan tangannya yang terbuka ke arah Taemin untuk membantu berdiri. Ketika Taemin mendongakkan kepalanya, wajah Minho yang tengah tersenyum menyambutnya. Disambutnya telapak tangan Minho yang kemudian menariknya berdiri. Minho menepuk pundak taemin yang dibalas taemin dengan sikutan tepat diperut Minho.

“Kapan kau pulang dari pattaya, Hyung!” tanya Taemin.

“Sore tadi, kau kenapa berjalan sendirian? Tadi istrimu mengangkut koper sendiri! Apa kerjamu sebagai suami?” tanya Minho balas bertanya.

“Aa.. Aa.. Akuu.. Ttadi.. Aku..” Taemin tergagap oleh pertanyaan Minho yang seakan menghantam dadanya keras. ia bingung harus menjawab apa.

“Kibum dan Jonghyun Hyung hari ini sedang sibuk dengan urusan masing masing dan baru saja pulang. Kurasa syuting kalian dibatalkan” Minho mengedipkan sebelah matanya.

“Hyung! Aku cuma ingin bersenang senang diluar” Taemin melengos MENINGGALKAN Minho yang menatapnya sambil tersenyum penuh arti.

“Tanpa istrimu?” Minho menyusul dan menyamakan langkah dengan Taemin menuju ke dalam apartemen.

“Aku hanya…”

“Sebelum kau menabrakku tadi aku melihatmu di mobil dengan wanita cantik! Dan kelihatannya itu bukan istrimu karena aku baru saja menyuruh istrimu naik ke apartemen beberapa menit sebelum  kau dan gadis cantik itu datang dan memarkirkan mobil di tempat istrimu menunggu” Minho melibat tangannya. Seperti detektif yang mencoba memikirkan hal janggal dalam suatu kasus.

“Dia menungguku sampai selarut ini? Hyung.. Kumohon rahasiakan hal ini darinya dan yang lain!” Taemin merasa tak bisa mengelak lagi. Kartu mati-nya ada di tangan Minho saat ini.

“Ahh.. Masa masa seperti ini.. Masa labil seorang pria. Semuanya ada padamu taemin. Jika kau mampu menimbang yang baik dan yang tepat untukmu maka kau akan bahagia walaupun ada satu pihak tersakiti. Bisa jadi kau, bisa jadi istrimu, ataupun gadis cantik tadi” Minho menasihati Taemin dengan tetap melipat kedua tangannya.

“…”

“Ini adalah saat pendewasaanmu Taemin! Pertimbangkanlah, jangan hanya untuk kesenanganmu saat ini saja, pikirkan kedepannya nanti” Minho melangkah keluar lift meninggalkan Taemin lalu berbelok masuk ke dorm.

Taemin tertahan saat akan masuk ke dorm. Kakinya seakan ditarik oleh medan magnet berdaya besar yang berasal dari pintu apartemen yang terletak beberapa langkah dari pintu dorm SHINee. Ia bimbang. Ditimbangnya sesaat apakah ia siap melihat wajah Haejin yang telah ia khianati atau masuk ke dorm dan membiarkan Haejin sendirian menunggunya. Akhirnya Taemin memutuskan mengirim pesan singkat ke handphone Haejin untuk tidak usah menunggunya karena ia akan menginap di dorm malam ini. Ditutupnya filp handphone miliknya lalu Taemin melangkah masuk ke dorm menemui keempat saudaranya yang menyambutnya dengan hangat dan senyum mengembang di wajah keempatnya namun senyum Minho berbeda dengan senyum tiga lainnya. senyum Minho seakan mengatakan aku-yakin-padamu-adikku. Yang paling bersemangat menyambutnya tak lain adalah jonghyun. Setelah Key dan Onew puas menggoda Taemin habis habisan diiringi dengan gelak tawa JONGHYUn dan anggukan Minho yang kira kira berarti aku-tertawa-dalam-hati, lalu Jonghyun dengan senyum mesum khas milik-nya merayap mendekati Taemin dan kemudian mendudukan diri tepat di sebelah Taemin yang cemas melihat tingkah laku hyungnya yang sedikit aneh malam itu.

“Bagaimana rasanya? Berapa kali kalian melakukannya? Apakah dia masih bersegel? Atau jangan jangan dia lebih berpengalaman darimu?” Jonghyun mencerca Taemin dengan beberapa pertanyaan mesum sekaligus.

“Apa maksudmu hyung! Aku belum melakukan apapun dengannya” jawab Taemin.

“Aah.. Benarkah? Sayangnya aku tak percaya padamu bocah mesum!” Key menimpali.

“Serius! Sumpah!”

“Hei.. Kenapa sampai berteriak teriak seperti itu.. Santai saja” ujar Minho mulai bersuara.

“Apakah rasanya lebih enak dari AYAM, Taemin-ah?” tanya onew yang dijawab cepat oleh Key dengan pukulan tepat di ubun ubunnya.

Onew meratapi anggota tubuh barunya yang kini berseri menggairahkan di atas kepalanya, BENJOL.

Taemin beranjak meninggalkan keempat pria muda bertalenta yang sudah dianggapnya saudara sendiri. Apa jadinya aku tanpa salah satu dari mereka walaupun terkadang mereka mengesalkan seperti saat ini, batin Taemin sambil berjalan masuk ke kamar dan merebahkan diri di tempat ia biasa tidur di ‘kamar bersama’ kelima member SHINee.

Sebelum memejampan matanya, taemin membayangkan dirinya sendiri yang sedang mencium pipi Haejin namun di saat yang bersamaan pipinya sendiri sendang diihujami ciuman oleh Yeon-Ah. Entah apa yang terjadi kemudian karena taemin enggan melanjutkan khayalan anehnya itu dan lebih memilih memejamkan mata untuk menunjungi alam mimpinya.

****

Taemin mengendap endap masuk ke kamar apartemen miliknya dengan kunci yang diberikan minho

Semalam, Haejin sempat menitipkan kunci apartemen pada Minho saat mereka bertemu semalam. Taemin melangkah sepelan yang ia bisa agar tidak mengganggu Haejin yang mungkin masih tertidur.

“Sudah sarapan, Taemin-Ah?” tanya Haejin yang ternyata sedang duduk di meja makan tanpa sedikitpun menoleh ke arah Taemin.

Dengan dada yang makin terbebani oleh rasa bersalah Taemin berjalan ke arah Haejin dan duduk di sebelahnya. Haejin tengah sibuk mengoleskan selai ke roti di telapak tangannya sendiri lalu menyodorkannya pada Taemin.Haejin lagi lagi tanpa menoleh ke arah Taemin bertanya apa hari ini Taemin sekolah atau akan absen lagi untuk kesibukannya bersama SHINee.

Apa ia marah?, taemin bertanya pada hatinya sendiri. Namun sepertinya hatinya juga tak tahu jawaban atas pertanyaannya. Hatinya seakan menyuruh Taemin mencari tahu sendiri.

Setelah selesai menghabiskan roti buatan Haejin, Taemin berdiri di samping Haejin yang masih duduk di kursinya semula. Taemin menatap haejin walaupun Haejin sedikitpun tak mendongakkan wajahnya untuk balas menatapnya. Taemin menarik pelan dagu Haejin dan memaksa Haejin membalas tatapannya. Mau tidak mau haejin mengarahkan bola matanya ke mata Taemin yang seakan mencari penjelasan dari dalam matanya. Taemin menatap haejin dalam namun entah apa yang ia pikirkan. Taemin mendekatkan wajahnya ke wajah Haejin sehingga tubuhnya dalam posisi membungkuk sekarang. Haejin memejamkan matanya dan merasakan bibir tipis taemin menempel di ujung kiri bibirnya. Haejin membiarkan bibir basah taemin perlahan merayap ke tengah bibirnya dan membuat keduanya berpadu sempurna. Haejin merelakan suaminya sendiri mengambil First Kiss-nya, namun Taemin berpikiran lain. Taemin sengaja memberikan first kiss-nya sendiri pada haejin agar ia tak merasa bersalah nantinya karena ia yakin tak akan mampu bertahan lagi jika Yeon-Ah ingin menciumnya. Taemin melepaskan bibirnya dan melangkah meninggalkan haejin yang masih terdiam.

“Mian. Tadi ada sisa selai di bibirmu”

“ne Taemin-Ah.. gwenchana..”

Haejin merasakan sesuatu di dadanya. Bergemuruh dan bergejolak kencang sejak taemin menciumnya tadi. Seakan ada kupu-kupu menari di dadaku ini, Haejin membatin.

Untuk pertama kalinya Haejin dan Taemin menginjakkan kaki di sekolah dengan status sebagai suami istri. Walaupun tidak ada satupun warga sekolah yang tahu termasuk para Sonsaengnim, namun baik Taemin maupun Haejin merasa gugup dan cemas. Keduanya takut jika ada warga sekolah yang tahu dengan hubungan ‘rahasia’ mereka. Oleh karena itu, keduanya sepakat untuk bersikap biasa saja di sekolah seakan tidak pernah ada hubungan apapun diantara mereka.

Haejin bergegas masuk ke kelas meninggakan Taemin yang katanya ada keperluan sebentar. Keperluan yang dirahasiakan taemin dari Haejin, yaitu meghampiri Yeon-Ah dan menyapanya. Hanya menyapa. Karena taemin juga meminta Yeon-Ah untuk merahasiakan hubungan mereka berdua.

****

Yeon-Ah mengantar Taemin pulang setelah seharian berkencan sepulang sekolah. ia memegang jemari Taemin dan menautkan jari mereka berdua erat seakan tidak ingin melepaskannya lagi. namun, Taemin perlahan melepaskan genggaman Yeon-Ah dan beranjak keluar dari mobil matic Yeon-Ah. sebelum Taemin keluar dari mobilnya, Yeon-Ah menarik kasar satu sisi wajah Taemin dan melumat bibir Taemin yang sedikit terbuka. Yeon-Ah dengan pengalaman yang dimilikinya melumat habis bibir Taemin dan mulai melibatkan lidah dalam pertukaran ludah mereka. lidah Yeon-Ah liar mengabsen satu persatu gigi Taemin dan mulai memaksa menembus barisan rapi gigi Taemin untuk menemukan lidah Taemin yang masih bersembunyi didalamnya. Taemin mulai kewalahan dengan serangan serangan Yeon-Ah dan mencoba menarik diri lepas dari Yeon-Ah. Yeon-Ah seakan tak bosan menikmati manisnya bibir Taemin menolak tolakan pelan dari lawan mainnya itu. namun karena tak ada balasan dari Taemin sehingga dia bermain main sendirian, Yeon-Ah mundur dan melepaskan bibirnya dari bibir Taemin. keduanya berebut oksigen yang terbatas di dalam mobil Yeon-Ah, berusaha mengisi kembali kekosongan oksigen di rongga dada masing-masing.

“Taeminie” panggil Yeon-Ah.

“aku pulang dulu, Yeon-Ah. annyeong” ujar Taemin lalu bergegas keluar dari mobil Yeon-Ah.

****

“Aku pulang” kata Taemin bersuara pelan menyapa haejin yang sudah pulang sejak siang tadi. Bibirnya terasa kelu dan sedikit kebas karena serangan-serangan Yeon-Ah tadi.

“Kelihatannya kau capek, Taemin-Ah? Cepat mandi dan makan. Setelah itu segera tidur” Haejin kasihan melihat Taemin yang terlihat kelelahan terlebih bicaranya sedikit kurang jelas.

Hmmm.. Aku kewalahan dengan ciuman Yeon-Ah tadi. Kurasa aku harus banyak berlatih dan memperdalam ilmu ciumanku. Satu satunya yang bisa kuajak berlatih hanyalah Haejin! Mana mungkin aku mengajak Minho Hyung atau Hyung yang lainnya berlatih ciuman, batin Taemin.

“Haejin-Ah.. bolehkah aku meminta bantuanmu?” ujar Taemin saat ia tengah menyantap masakan Haejin.

Haejin yang duduk dihadapannya di meja makan walaupun ia sendiri tidak ikut makan bersama Taemin mengangguk mengiyakan permintaan Taemin. Haejin menatap Taemin mencoba menebak bantuan apa yang dibutuhkan Taemin darinya.

“bisakah kau membantuku berlatih errr.. errr.. ciuman?” tanya Taemin hati-hati.

Haejin tersentak mendengar permohonan Taemin. berlatih ciuman? Bukankah tadi beberapa hari yang lalu dia bilang tidak akan melakukannya sebelum aku siap?, pikir Haejin dalam hati.

“Mianhae.. Aku tidak akan memaksamu, Haejin-Ah. Jika kau belum siap lebih baik tidak usah”

Haejin mengangguk dengan sedikit ragu-ragu tapi ia menyanggupi permintaan Taemin. Haejin menyuruh Taemin menghabiskan makanannya dan ia sendiri bergegas masuk ke kamar, mencari buku yang dibelinya sore tadi. Ternyata tidak salah Haejin menbeli buku itu, buku cara cepat mahir berciuman.

Haejin membuka halaman pertama dan membaca tuntunan yang diberikan penulis buku itu. Teknik ciuman yang pertama adalah ciuman pipi. Mata Haejin terpaku pada ilustrasi yang terdapat di buku itu.

Taemin menyusul masuk ke kamar dan menarik Haejin ke ruang tengah apartemen mereka. Taemin dan Haejin duduk berhadapan di sofa lalu keduanya menarik nafas dalam. Tanpa aba-aba, Taemin mendekatkan wajahnya ke wajah haejin namun didorong haejin dengan cepat.

“Sebaiknya kita coba dengan tahap ciuman yang pertama, mencium pipi” kata Haejin.

“ternyata kau tahu banyak tentang ciuman, Haejin-Ah. tapi aku tidak mau mulai dari sana” Taemin menolak usul Haejin dan langsung menyambar bibir Haejin yang terlihat basah dan menggoda Taemin.

Taemin mulai melakukan seperti yang dilakukan Yeon-Ah pada bibirnya tadi, yaitu menghisap bibir haejin pelan dan melumatnya. Haejin hanya diam menikmati apa yang dilakukan taemin pada bibirnya tanpa balas menyerang. Taemin bosan karena haejin tidak membalas ciumannya sedikitpun lalu dilepaskannya bibirnya dari bibir Haejin.

“kenapa diam saja, seharusnya kau menciumku juga” sedikit kesal Taemin menjelaskan dan hanya dibalas anggukan oleh Haejin.

Taemin mendekatkan bibirnya lagi ke bibir Haejin. Disapunya perlahan bibir Haejin yang makin basah karena serangannya sendiri tadi. Kembali dihisapnya bibir Haejin dengan hati-hati dan kesabaran penuh. Menunggu reaksi dari Haejin, membalas atau tetap diam seperti tadi. Dirasakannya Haejin mulai menggerakan bibirnya sendiri menekan makin dalam ke bibir Taemin. Taemin sedikit bersemangat melumat kembali bibir Haejin dan di balas Haejin dengan ragu-ragu pada awalnya namun selanjutnya ia sendiri menikmati balasan yang ia berikan karena membuat Taemin semakin menggebu-gebu.

Setelah kurang lebih lima menit saling balas-membalas, Taemin melepaskan bibir Haejin dan berjalan ke balkon. Haejin menyusul Taemin dan berdiri bersebelahan di balkon. Menatap indahnya kota Seoul di malam hari dan dilengkapi dengan belaian mesra angin malam yang menggoda.

“Seharusnya jika kau ingin meninggalkanku dan mengakhiri semua ini aku akan rela melepasmu, haejin-ah. Tapi kenapa kau bertahan dan tetap disisiku?” tanpa menoleh Taemin bicara pada Haejin.

“Meninggalkan orang yang kucintai? Kurasa tidak akan, Taemin-Ah. Aku tidak ingin menjadi orang yang tidak bersyukur atas semua keberuntungan yang tuhan berikan padaku yaitu dengan meninggalkanmu.” Haejin menatap taemin dengan pandangan berkaca-kaca.

“Aku takut kau sakit Haejin-Ah, aku takut jika kau jatuh aku tak ada untuk membantumu berdiri, aku takut aku hanya akan membuatku jatuh semakin dalam”

“Kau dan aku hanya manusia biasa. Sekokoh apapun kita berdiri, jika tuhan menghendaki kita jatuh maka kita akan jatuh. Jika aku terjatuh karenamu maka aku akan berdiri karenamu juga, Taemin-Ah. Sedalam apapun aku jatuh karenamu, jika aku ditakdirkan untuk kembali berdiri maka aku akan kembali berdiri dan mencarimu. Bukan untuk membalas atau membuatmu menyesal karena membuatku jatuh. Tapi karena aku ingin kau mengobati luka yang kau ciptakan. Hanya kau! Hanya cinta yang bisa mengobati luka yang disebabkan oleh cinta” Haejin merasakan air mata yang menggenang di pelupuk matanya mendesak untuk keluar. Tanpa bisa ditahan lebih lama, air matanya mengalir begitu saja.

Haejin merangkul satu tangan Taemin dan bersandar disana. Mencoba menutupi air matanya yang makin deras mengalir.

Taemin mengelus puncak kepala Haejin yang bersandar dibahunya. Taemin membalik badannya menghadap Haejin, disekanya air mata yang mengalir di pipi Haejin. Air matamu terlalu berharga untuk mengalir sia-sia haejin-ah, batin Taemin.

Taemin mendaratkan sebuah ciuman di pelipis Haejin dan menahannya dalam pelukan untuk beberapa detik. Kemudian keduanya berpisah, haejin masuk ke dalam kamarnya dan Taemin pun begitu. Keduanya terlelap dengan senyum mengembang di wajah masing-masing, meresapi sisa-sisa kehangatan yang mereka rasakan tadi.

****

“Sudah siap Haejin-Ah?” tanya Taemin.

Haejin mengangguk mantap dan berinisiatif membuka sedikit bibirnya untuk menerima bibir Taemin yang makin mendekat. bibir keduanya bertautan erat dan saling mengisap untuk meraih sensasi untuk diri mereka masing-masing.

Sudah lima malam penuh mereka berdua saling melatih diri masing masing agar makin mahir dalam kegiatan bertukar perasaan yang satu itu. Haejin pura-pura melatih Taemin agar suaminya itu senang dan sekaligus membuat hubungan mereka berdua makin dekat. Sedangkan Taemin melatih dirinya untuk mahir berciuman agar tidak kewalahan menghadapi Yeon-Ah dan ia merasa beruntung memiliki teman berlatih seperti Haejin, istrinya sendiri.

Belum sampai lima menit keduanya bertukar ludah satu sama lain. Handphone Taemin berdering kencang sehingga membuat Taemin spontan menarik bibirnya dari bibir Haejin. Taemin cepat bergeser menjauh dari Haejin saat ia menekan tombol bergambar gagang telepon berwarna hijau di sudut handphonenya. Taemin berjalan cepat ke balkon dan menghabiskan waktu sekitar lima menitan di sana. Haejin menunggu Taemin karena menduga ‘latihan’ yang mereka lakukan bersama akan dilanjutkan lagi setelah sempat terganggu karena telpon dari seseorang yang sepertinya penting itu selesai namun ternyata Taemin pamit meninggalkannya sendirian dengan alasan ada urusan mendadak. Haejin yang mulai sedikit terbiasa atas ‘status’ suaminya yang buka orang biasa hanya mengangguk pasrah ditinggalkan Taemin sendirian.

****

Taemin yang setia dengan perlengkapan penyamarannya berjalan pelan dengan lengan digelayuti ‘kekasihnya’, Yeon-Ah. Keduanya keluar dari gedung bioskop tepat saat malam mencapai puncaknya di kota seoul. Yeon-Ah menarik taemin ke restoran 24 jam namun Taemin menolak dan ingin langsung pulang. Yeon-Ah memaksa dengan menunjukan puppy eyes-nya tapi Taemin tak bergeming, ia tetap ingin pulang. Rahangnya terlalu lelah untuk mengunyah apapun saat ini. Yeon-Ah mengemudikannya dengan sedikit kesal karena untuk pertama kalinya Taemin menolak permintaanya selama seminggu hubungan tanpa status yang jelas diantara mereka berdua berjalan.

“sudah sampai” ujar Yeon-Ah datar.

Taemin memandang wajah Yeon-Ah sejenak dan memastikan apakah Yeon-Ah akan ‘menyerangnya’ malam ini, seperti biasa. tetapi ternyata Yeon-Ah diam dan sedikitpun tak menoleh pada Taemin. Taemin merasa sedikit bersalah pada Yeon-Ah dan meraba lengan Yeon-Ah yang halus perlahan namun pasti. ia beralih ke pipi Yeon-Ah dan memberikan belaian-belaian pelan penuh arti disana, membuat Yeon-Ah merasa nyaman dengan sentuhan sentuhan yang diberikannya. Yeon-Ah mendekatkan bibirnya yang sedikit terbuka ke bibir Taemin yang menyambut dengan senang hati. setelah beberapa lama saling bertaut tanpa ada keterlibatan lebih dari lidah keduanya, Yeon-Ah berinisiatif melibatkan lidahnya dalam ‘permainan’ mereka dan disambut baik oleh Taemin yang turut menggunakan lidahnya juga. Yeon-Ah sedikit kewalahan menghadapi teknik-teknik lidah Taemin yang ternyata meningkat pesat dari seminggu yang lalu. Yeon-Ah menyerah dan kewalahan menerima ‘serangan-serangan’ Taemin yang makin buas menyerang bibir dan lidahnya. Taemin meyeringai puas atas kemenangannya malam ini dan menarik Yeon-Ah ke pelukannya. Yeon-Ah yang kaget karena Taemin menariknya cepat ke dalam dekapan, meringis kesakitan saat bibirnya yang masih basah oleh saliva taemin dan dirinya sendiri menabrak dada kurus taemin sehingga meninggalkan bekas cap bibirnya di kaos putih yang dikenakan Taemin. Yeon-Ah tidak menyadari tabrakan yang terjadi pada bibirnya dan dada Taemin tadi meninggalkan bekas langsung menyuruh Taemin cepat keluar dari mobilnya karena ingat jika Taemin tadi ingin cepat pulang. sebelum beranjak keluar dan membuka pintu mobil Yeon-Ah, Taemin menyempatkan mengecup singkat bibir Yeon-Ah yang terlihat sangat menggoda malam ini. namun kecupan singkatnya berlanjut menjadi ciuman ganas yang kembali merajai bibir Yeon-Ah dan terus berlangsung hingga keduanya merasa kelu di bibir masing masing.

****

“kau belum tidur, Haejin-Ah?” taemin menyapa haejin yang sedang menatap tajam Televisi LCD dihadapannya yang sedang menayangkan drama tengah malam.

Haejin menggeleng tanpa menoleh pada Taemin yang kini duduk di sampingnya. Haejin merasa mencium bau khas seorang wanita dari tubuh Taemin. dialihkannya pandangan ke arah Taemin disebelahnya yang ternyata sedang memperhatikannya. mata Haejin terfokus pada satu titik di baju Taemin tepat di bagian dadanya, tercetak jelas bekas lipstick dari bibir seorang gadis. bekas itu berwarna merah muda keunguan dan terlihat sedikit basah mungkin karena ludah atau cairan apapun yang berasal dari bibir gadis itu.

“habis bertemu dengan fansmu beratmu, Taemin-Ah?”

-TBC

Untuk part selanjutnya akan mulai memasuki rate NC-21, otomatis akan di proteksi oleh admin. jadi author akan menerima req password melalui satu jalur saja yaitu twitter. silahkan mention ke akun @helloimoki untuk mendapatkan password. dan untuk mendapatkan password ini akan didata apakah kalian memberikan komentar atau tidak. diharapkan kerjasamanya. terima kasih.

©2011 S3FFIndo Publishing

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

About Oktabri

procrastinator

Posted on 26 Maret 2011, in Oki Kim★fiksikopat, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 128 Komentar.

  1. Wah daebak deh thor…
    D tggu pw nya yah..(jangan kelamaan #plak)

  2. Makin kesini makin seru,jadi gemes ama taemin.selingkuh di belakang haejin..

  3. lanjut thor ,,,

    konflik ny dh mlai trsa d part nhe,,

  4. Taemin sadar lah. . . . Peyuk haejin

  5. Annyeonghaseyo eni imnida, saya new reader disini
    lg iseng browsing fanfict nc nya taemin ternyata nyasar kesini
    lumayan ceritanya tapi pas part awal agak kurang ngerti ._.
    serunya pas mulai taemin-haejin disuruh nikah
    aigoo kecil kecil udah nikah aja yaa

  6. Huuaaa
    Kasihan yaah haejin😦
    Keren min ^^

  7. lanjut thor. aku udah mention twitter author

  8. Kasian haejin😦
    Taemin kenapa kau begitu?

  9. Dtnggu part slnjtx thorr…
    Jgn lma2 ea… ^_^

  10. kereen thorr..
    Kajja dnext ^^

  11. belon ada pernyataan cinta tapi udah banyak chemistry nya
    puas bgt baca chapt ini,,

  12. Bagus banget thor, ditunggu yah yg selanjutnyaaaa=))

  13. taemin kurang ajar!! dia memanfaatkan si haejin untuk berlatih ciuman.. demi si nanak Lampir (yeon-ah) !!
    kasihan si haejin.ny…

    aQ sampek marah2 sendiri Loh thor..
    jengkeL sama si taemin and yeon-ah…

    oKEY thor.. d tunggu PW .ny yh.. jgan Lma2..

  14. Aku baru baca FF ini langsung kepart 3nya…..
    Tapi begitu baca langsung ngrti alur ceritanya…
    Aku mau demo nih sama taemin…tega banget ngeduain Istrinya!!Cwe gak mau digituin tau!!*CubutTaemin
    But ff ini daebakkkkkkkk!!!!!!!^^

  15. Uwah mkin pnas aja nih
    Ihhh taemin kok gitu sih
    Mendua
    Dasar masih bocah ingusan juga #plak
    Ehehe sorry kebawa emosi

  16. Yah ketawan….😳

  17. Aih… Taemin bisa berubah begitu ya… Ya ampun… Gak nyangka gitu…

  18. dan aq br tau klo ciuman da latihannya..😄 thor, aq minta pw dimana ya? coz aq cari twitter author udh ga ada. mungkin author udh ganti username ya? bales ya thor.. gumawo.. :3

  19. nyesek thor dipart ini…haejin hanya dianggap teman lahitan ciuman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: