[FF/S/4/PG-15] Can You Love Me??? (part 4)

TITTLE : CAN YOU LOVE ME???

AUTHOR : aLma_cchu

CAST : Lee Taemin a.k.a Taemin/Taeminnie

Lee Donghae a.k.a Donghae/Hae

aLma_cchu a.k.a Myuu Ki

SUPORT CAST : All SHINee member

LENGTH : Series

GENRE : Family, Friendship, Romance

RATING : PG-15

^^ehemm… maap ya Part 4 nya baru di post😛 pasti tambah bingung ama nii cerita,, cz authornya aja bingung *ga bener emang nii hm… kalau pda pusing sm nii eps,, maen dulu dah dari part 1 ke part 2 dan part 3,, oKEY^^

Maaf juga udah lama ngpostnya ehh, malah ga muasin (?) XDD

 

^^yosh,, langsung aja yo ahh,, Happy Reading~~

 

~Myuu POV~

“Kenapa Minnie tidak mau ikut ya, oppa?” tanyaku ragu-ragu, mencoba memecahkan suasana hening kami di dalam mobil.

Hae-oppa hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Hari ini mereka semua aneh, membuatku bingung saja.

Harusnya aku senang hari ini bisa pergi dengan Hae-oppa tapi kenapa aku merasa ada yang mengganjal ya. Jujur, semenjak kejadian di toko buku aku selalu gugup kalau bertemu Hae-oppa. Mudah-mudahan oppa tidak ada niat untuk menceritakan masalah itu, karena aku sama sekali tidak ingin mendengarnya, biar saja terkesan ‘menggantung’. Aku sibuk bergelut dalam pikiranku.

“Myuu, kita hanya bisa bermain sampai jam 4, tidak apa-apa kan?” tanya Hae-oppa membuyarkan lamunanku.

“Ahh.. Ne,.” jawabku singkat.

“kau sedang memikirkan apa, Myuu? Melamun begitu…”

“an.. aniyo…” duh,, kenapa aku jadi gelagapan seperti ini?. Aku hanya senyum terpaksa. Hae-oppa hanya terkekeh kecil melihat tingkahku.

Setidaknya keadaan sudah seperti biasa, aku tidak mau telihat canggung atau gugup.

***

~Taemin POV~

Entah apa yang ku pikirkan, aku merasa galau, kebimbangan merajai pikiranku, kepenatan memenuhi semua ruang otakku. Tak seharusnya aku seperti ini, Ya, aku hanya perlu tenang. Tenang,, setenang mungkin.

Aku memasuki rumahku, hanya tinggal beberapa barang yang tersisa karena besok kami akan pindah, tepatnya mungkin orangtuaku dan hae-hyung. Aku?? entahlah,, aku belum memutuskan, haruskah aku ikut? Tapi aku merasa tak bisa meninggalkannya.

Ku rebahkan tubuhku dikasur empukku, sekedar melepas lelah,, paling tidak mampu menghilangkan penatku walau sedikit. Biarkan lelah lelapkan penatku.

***

~Author POV~

“Myuu, kita main satu permainan lagi! Itu…” ucap Hae seraya tangannya menunjuk tempat yang ingin dituju. Myuu mengalihkan pandangannya pada tempat yang di tunjuk. Bianglala.

“Ayo!” seketika senyum semangat menebar di bibir mungil Myuu.

“Kamu tidak takut ketinggian ‘kan Myuu?”

Myuu sejenak menggelengkan kepala dan sedikit berpikir

“Sepertinya tidak…” jawabnya tak begitu yakin.

“Ayo,, kalaupun kamu takut, kan ada oppa yang melindungimu. Ne?”

Phuss~~

Ucapan sederhana itu berhasil meronakan pipi tirus Myuu, membuatnya tak dapat memandang wajah Hae yang sedari tadi tak melepaskan senyuman yang melengkung di bibirnya, dan juga tak lepas erat genggaman tangannya.

~Hae POV~

Aku tak tau ada apa denganku, yang jelas, aku hanya ingin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Untuk rasa bersalahku,, dan untuk janjiku.

Aku hanya terus memandang gadis yang duduk di depanku, pandangannya hanya tertuju pada pemandangan di luar jendela, sesekali celotehan kecil keluar dari bibir mungilnya mengagumi pemandangan yang dilihat dari tempat setinggi ini.

“Huaaaa~ oppa~ lihat! Mereka semua jadi sekecil itu. Aku jadi tinggi, setinggi raksasa” celotehnya sambil tak bisa diam menggoyang-goyangkan seruang kecil bianglala yang kami naiki.

“Myuu, ayo duduk! Kamu mau membuat kita berdua jatuh dari ketinggian yang setinggi ini?” ucapku menenangkan kegaduhannya. Dia hanya terkekeh kecil, membuatku sedikit gugup.

“Hehhe.. Ne,, mianhae, oppa”

Lagi-lagi aku hanya memandangnya yang sedari tapi riang menikmati pemandangan di luar dari dalam ruang bianglala, begitu manis sikap saengku ini, selalu membuatku tersenyum dan tertawa bila bersamanya. Ya, aku hanya boleh menganggapnya dongsaeng, HANYA DONGSAENG, tak lebih Donghae! Dia dongsaengmu. Kalut batinku.

“Oppa~” panggilnya membuyarkan lamunanku.

“Waeyo??”

“Oppa tau,, aku sudah lama sekali ingin ke tempat ini bersama oppa, tapi oppa selalu sibuk dan sibuk sekali…” celotehnya lagi. Aku hanya tersenyum kecil, mengusap halus kepalanya.

“Ne, nae Dongsaeng…” ku usap halus pipinya yang sedikit merona. Entah apa hanya perasaanku saja atau memang begitu, sepertinya raut wajah tersenyumnya tiba-tiba berubah sedikit murung. Ia mengalihkan pandangannya ke pemandangan luar. Membiarkan keheningan menyelimuti kami.

###

Dalam keheningan,, tau kah oppa, seberapa takutnya aku akan terdengarnya debaran jantungku yang tak dapat berdetak normal ini?

Bahkan dalam keramaian pun aku masih takut,, takut oppa akan tau segugup apa aku berada di sampingmu…

Salahkah??? Bolehkah aku berharap???

Haruskah semua pupus tanpa terjawab???

Jawab!!! Aku mohon jawab aku!!!

…..

Tak ada jawab,, bahkan mungkin… Tidak akan pernah terjawab…

###

Mataku tepat terpaku pada barisan secarik kata-kata bercetak miring. Ya, tepatnya aku sedang membaca lagi cerpen Myuu yang telat di terbitkan. Sudah kesekian kalinya dari semenjak membelinya dua hari lalu, aku terus mengulang-ulang baca. Berusaha mencerna kata tiap kata yang tertoreh dalam cerpen ini. “Mianhae, Oppa! Saranghae…” itu judulnya,, terdengar terlalu dewasa mungkin untuk anak seumurnya, tapi,, tampaknya aku tak bisa menyepelekan masalah perasaan.

Taukah kau Myuu, betapa terbelenggunya aku. Kau adikku haruskah aku ingkari tali saudara yang telah ku ikat di hatimu??. Janjiku hanya menganggapmu sebagai adik. HANYA ADIK, dan akan tetap seperti itu. Apa harus aku berteriak pada semua orang bahwa kau itu adikku,, selamanya tetap seperti itu. Lagi-lagi aku hatiku dan pikiranku kalut.

“Ini…” ku sodorkan majalah yang menerbitkan cerpennya, tepat di depan halaman terdapatnya cerpennya.

Ia tampak tercengang, kaget. Tapi tak bergeming, hanya menundukkan kepalanya. Perlahan mengambilnya.

“Ceritanya bagus…” pujiku mengusap halus kepalanya.

“Gomapta…” jawabnya singkat tanpa mengalihkan pandangan padaku.

Lagi-lagi keheningan menyelimuti kami. Aku semakin kalut, tapi tetap berusaha tenang. Aku masih mengusap halus kepalanya.

Perlahan ia mengalihkan pandangannya padaku, kami saling bertatap mata. Ia memandangku tajam, aku hanya menebarkan senyum khasku. Paling tidak,, senyum dapat menenangkan sekalut apapun perasaan dan seberat apapun masalah yang dihadapi.

“Oppa, aku… aku…” ucapnya terbata.

“Waeyo??” tanyaku tanpa melepas senyumku.

“Aku… aku…su…”

Jebb (?)

Tiba-tiba bianglalanya berhenti pas di puncak atas. Ucapan Myuu pun terpotong, karena kaget. Tampak sedikit salah tingkah langsung mengalihkan pandangannya berdiri memandang pemandangan di luar. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya yang mudah ditebak.

“Mau kamu lanjutkan Myuu?”

“Itu… hm…” gugupnya salah tingkah.

“duduklah, tenang…” ucapku seraya memapahnya duduk di sampingku.

“akusukaoppa…” kilat ucapnya.

“Mwo??” tanyaku bingung, membulatkan mulutku membentuk huruf ‘o’

“Aku… suka… oppa…” kali ini sedikit berbisik, tapi aku dapat mendengar jelas maksudnya.

Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya. Menggenggam erat tangannya.

“Myuu coba kamu pejamkan matamu,, bayangkan dan rasakan bagaimana perasaanmu padaku…”

Ia mengikuti titahku, dipejamkan perlahan kedua matanya.

“sudah??” tanyaku meyakinkannya. Ia hanya menjawab dengan anggukan pelan.

“Sekarang,, coba kamu bayangkan ayahmu dan rasakan bagaimana perasaanmu padanya…” titahku lagi.

Aku hanya memandang lekat wajahnya yang masih terpejam. Perlahan ia membuka matanya. Mengerjap-erjapkan matanya, membiasakan bias cahaya yang masuk ke matanya.

Aku kembali menebar senyumku, ia pun ikut tersenyum.

“Bagaimana??? bisa membedakan?” tanyaku halus.

“hm…” ia terlihat memutar otak, berpikir sambil kembali memejam matanya.

“Hangat,, nyaman,, damai… aku merasakan hal yang sama antara Hae-oppa dan appa…” jawabnya yang masih terpejam.

“Tapi…” ia menggantungkan kata-katanya.

“Tapi???” aku berusaha memastikan.

“… ahh,, tidak ada… hanya itu…” jawabnya gugup, kaget begitu membuka matanya aku memandanganya lekat.

“Maafkan aku ya, Myuu… Tapi begitulah… Kau itu sama dengan Taemin,, sama-sama dongsaengku. Aku tetap akan menjagamu dan melindungimu selayaknya kakak kandung…” jelasku.

Ia lagi-lagi menundukkan kepalanya, wajahnya memerah. Terlihat seperti menahan tangis. Tapi perlahan,, air mata itu jatuh juga. Ia tak bisa lagi menahan isaknya. Mengalir deras airmata di pipinya. Ku dekap tubuh mungilnya, biarkan semua tumpah didadaku.

“Menangislah… sepuasmu…” kueratkan dekapanku, seraya bianglala yang kembali berputar.

***

~Myuu POV~

Ku buka perlahan mataku, membiasakan bias cahaya yang tiba-tiba secara perlahan memasuki mataku. Jendela kamar yang telah terbuka, membiarkan udara pagi berebut memasuki kamarku. Aku yang masih setengah sadar perlahan mencoba menerawang seisi kamarku. Dan kembali terpaku menatap satu bingkai foto yang terpasang rapi disudut meja. Ya,, fotoku, Taemin dan… Hae-oppa.

Maafkan aku ya, Myuu… Tapi begitulah… Kau itu sama dengan Taemin,, sama-sama dongsaengku. Aku tetap akan menjagamu dan melindungimu selayaknya kakak kandung…”

“Menangislah… Sepuasmu…”

Ia membiarkanku menangis di dekapan hangatnya, sengguh hangat dan… damai.

Aku kembali mengingat kejadian kemarin. Lagi-lagi aku tidak dapat menahan air mataku.

Tok.. Tokk.. tokk…

Ketukan pintu kamarku mengalihkan dari tangisku yang hampir tumpah.

“Myuu… kamu sudah bangun?? umma sudah siapkan sarapan” teriak umma dari balik pintu kamar.

“Ne,, umma. Aku sebentar lagi keluar…” aku bergegas keluar kamar.

~~~

“umma sarapan apa pagi ini?” tanyaku setiba di dapur.

“umma bikin sandwich,, ayo makan!” ajak umma menarikku duduk di meja makan.

Aku mulai melahap sarapanku dengan lahap, mungkin karena aku lelah. Sejak kemarin pulang dari taman bermain aku mengurung diri di kamar. Lelah juga aku menangis seharian. Apa mataku bengkak ya?. Aku sibuk dengan pertanyaan dan pernyataan di otakku, tiba-tiba pandanganku tertuju pada secarik kertas beramplop kuning tergeletak di samping salah satu piring kosong di meja makan.

Begitu penasaran aku meraihnya.

“Ini apa umma??” tanyaku bingung karena tak ada data pengirim di bagian depan maupun belakang amplop.

“Itu… ahh, umma lupa bilang,, itu dari Donghae, pagi-pagi sekali ia menitipkannya pada umma. Dan, oh iya,, mereka sekeluarga pindah pagi tadi…”

Seperti tersambar petir,, aku terbelalak kaget. Pindah??? siapa??? Hae-oppa dan Taemin???. Saking shock aku sampai tak berani membuka isi surat yang sekarang berada dalam genggamanku. Tanganku gemetar , tubuhku mulai memanas, air mata yang tertahan di pelupuk mataku tak dapat terbendung lagi.

Perlahan ku buka surat itu…

Myuu,, Mianhae…

Maafkan aku…

Mungkin berjuta kata maaf tak dapat menghapus salahku padamu,,

Saengku,, jagalah dirimu baik-baik…

Percayalah dari sini aku akan tetap dan terus menjagamu…

Kamu tau,,

Senyummu bagai oksigen untukku

Ceriamu bagai pelangi dalam hidupku

Dan,, Cintamu… bagai detak jantungku…

Ingatkah,,

Saat kau menangis,, aku selalu ingin mendekapmu…

Taukah seberapa sakitnya aku saat melihatmu menangis,,

Aku mohon,, jangan lagi menangis karenaku,, atau karena apapun

Sebab setelah ini,, aku tak dapat lagi mendekapmu

Membiarkan kau menumpahkan segala bebanmu dalam dekapku,,

Teruslah tersenyum,, hiasi harimu dengan keceriaan agar saat aku kembali nanti, aku tak kehilangan Oksigenku,, Pelangiku,, dan Cintaku…

Saranghae,, nae Dongsaeng

~DongHae~

~~~

(Backsound: Please don’t go—SHINee)

eojetbam kkumsoge , nega naege dagawa

(Last night in my dreams , you drew close to me)

soksagin geu mari , nae eolgul manjideon geu meoritgyeori

(Your whispered words , your hair that brushed against my face)

kkumeseo kkaeboni , neomunado seonmyeonghande

(When I woke up from my dream , it was all too clear)

nega inneun ge kkumieotdan geol , nae nungae goyeojin nunmuri malhaejwosseo

(That your presence was nothing but a dream ,The tears in my eyes told me)

 

Tanganku gemetar hebat,, Sesak, dadaku terasa sakit. Aku tak dapat menahan air mataku,, seraya air mata mengalir deras di pipiku. Seketika pikiranku kalut, memaksaku berpikir lebih tepatnya mencerna tiap kata-kata yang tertoreh dalam surat ini.

“Tidak,, Hae-oppa tak boleh pergi!!” refleks ku berlari meninggalkan kebingungan pada umma. Berlari sekuat tenaga mencari kemungkinan-kemungkinan yang mungkin dapat menjawab semua kekalutanku sekarang.

 

andwaeyo andwaeyo geureoke gajimayo

(You can’t, you can’t, don’t leave like this)

jebal han beonman han beonman nal dasi anajwoyo

(Please just one more time, one more time, hold me in your arms again)

dasi nungama neol boreo gamyeon geu jarie meomchun nareul anajwoyo

(The next time I close my eyes to meet you,Hold me as I stay still in that spot)

 

Segala kekalutan berkecambuk dalam otakku. Air mata tak henti-hentinya mengalir menyamarkan pandanganku.

Ku hapus kilat air mataku dengan punggung telapak tangan.

 

nuneul tteo boado

(Even when I open my eyes)

ne moseumman seonmyeonghande

(only your figure is clear)

nega inneunge kkumieotdan geol ,

(That your presence was nothing but a dream)

nae nunmure bichwojin seulpeumi malhaejwosseo

(The sadness reflected in my tears told me)

 

“Aku tak boleh menangis,, air mata berhentilah! Kau menyamarkan pandanganku, nanti aku tak dapat melihat keberadaan Hae-oppa”

Aku terus berlari, hiraukan semua mata memandangku aneh, masih memakai piyama, tak beralaskan sendal, terlebih air mata yang tak kunjung berhenti mengalir. Pikiranku hanya satu,, Mencegah Hae-oppa pergi meninggalkanku,

 

andwaeyo andwaeyo geureoke gajimayo

(You can’t, you can’t, don’t leave like this)

jebal hanbeon man hanbeon man nal dasi anajwoyo

(Please just one more time, one more time, hold me in your arms again)

dasi nungama neol boge doemyeon ,

(The next time I close my eyes to meet you)

geu jarie meomchun nareul anajwoyo

(Hold me as I stay still in that spot)

 

“Oppa jahat,, Oppa dan Taeminnie jahat, kalian janji akan terus bersamaku dan menjagaku,, tapi kalian ingkar janji, meninggalkanku seorang diri. Kalian sama dengan appa, berjanji akan menjagaku tapi malah meninggalkanku tanpa memberitahuku…”

“…Hae-oppa,, Taeminnie… aku mohon… Kembalilah!! Jangan tinggalkan aku…”

 

aereul sseo aereul sseodo ttereul sseo ttereul sseo dasi dorawa

(I try and even though I try, I insist, I insist ,Come back to me)

 

andwaeyo andwaeyo geureoke gajimayo

(You can’t, you can’t, don’t leave like this)

jebal han beonman han beonman nal dasi anajwoyo

(Please just one more time, one more time, hold me in your arms again)

andwaeyo andwaeyo geureoke gajimayo

(You can’t, you can’t, don’t leave like this)

jebal han beonman han beonman nal dasi anajwoyo

(Please just one more time, one more time, hold me in your arms again)

 

Aku terpuruk,, di depan pintu rumah Hae-oppa dan taeminnie yang sepertinya sudah tak berpenghuni. Berteriak-teriak memanggil mereka seperti orang gila,, aku tak peduli, asalkan mereka menampakkan diri di depanku dan berkata semua ini tidak benar. Mereka tidak akan pernah meninggalkanku seorang diri. Cukup appa yang pergi meninggalkanku, jangan mereka juga.

“Ini hanya mimpi,, Bangunlah Myuu!! Bangunlah dari mimpi buruk ini…”

“… Baiklah,, saat aku menutup mata, aku akan bangun dari mimpi buruk ini dan kembali dalam dekapan Hae-oppa saat berada dalam bianglala…”

Yakinku dalam hati,, memejamkan mataku perlahan. Berusaha hentikan air mataku yang tak henti-hentinya mengalir. Tenangkan kegalauan dan kekalutan yang merajai setiap suduk otakku.

 

dasi nungama neol boreo gamyeon

(The next time I close my eyes to meet you)

geu jarie meomchun nareul anajwoyo

(Hold me as I stay still in that spot)

 

“Myuu,, gwenchana??”

*ToBeContinue*

 

Huahahhaha makin GaJe yeyy~ XDD

akhirnya selesai juga nii part 4😛

^^disini terlalu fokus ke Donghae n’ Myuu *jgn protes n’ tanya mengapa,, karena aku tak tau jawabannya XDD #sujud2 minta maap ama taemin chagii XP

Yossh,, Comment sehabis baca oKEY^^

About aLma_chuu 貴久

Aku ga polos,, tapi selalu dianggap kya anak kecil,, hm... mungkin karena sangat ceroboh T,T

Posted on 1 April 2011, in Alma_cchu, AUTHOR, SHINee Fanfiction and tagged , , . Bookmark the permalink. 14 Komentar.

  1. Aku jd bingung,, sebenarnya hae suka ama miyuu jg atw gmn y???

    Itu yg trakhir taeminnie kan?? Pasti lah… Hae oppa kan ngasih ksemptan k taemin… Krn taemin suka ama miyu… Iy kan..??

  2. Aku bingung hahaha *lola* (˘_˘”)

  3. penasaran… qw agak bingung jga ma c hae?? –“

  4. Huaaa,, haeppa jg mulai fall in love ama myuu,, gk trima gue…
    Lanjtkan chingu,bgus…bgus….
    Mianhae gue bru bs ngepost koment ny,,

  5. akn jd gmna neh crta ny… hmhm
    hae or taemin?
    siapkh yg lbh bjaksna.. huhu

    thor jgn lma2 dunx updte ny..he

  6. widhi 'younghyun'

    thorrrr,, lanjutin dong .. penasaran nihhhhh ..
    kyknya taemin ngga ikut pindah dehhh .. hahaha,, kan ada aku *pletak!!* hahaha piece ^_^ V

  7. jujur aq malah jd bingung.. Di part sblm2nya Hae cm anggap saeng, di part ini knp seakan2 Hae cinta jg.. Klo Hae jg suka, kasian bgt Taemin.. di part sblmnya jg lum ketauan cwe yg sm Hae tu pacarnya bkn, kok Taemin sampe nyembunyiin..

  8. aaaa …
    dede minie…
    #plak

  9. siapa tu ya taemin kah, dia ngak jadi ikut tetep tinggal ma myu. . .
    Lanjut. . .

  10. ahhhh
    g xangka, , bca part ini bsa bkin aq nangis. .
    Next part d.tnggu, ,sgt d.tnggu..

  11. yah sedih deh kalau myuu di tinggal😥

  1. Ping-balik: [FF/S/5/PG-15] Can You Love Me??? (Part 5) « SHINee Super Shinki FF Indo

  2. Ping-balik: [FF/S/6/PG-15/] Can You Love Me??? part 6 « SHINee Super Shinki FF Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: