[FF/PG/1S] Sweet Sacrifice

Sweet Sacrifice

 

Author: Kim Ryechul a.k.a Raisa Widiastari

Cast

Kim Jonghyun

Park Hawon

Support Cast

Kim Saera

Kim Ryechul (author)

Rating: PG-13

Length: oneshoot

Genre: Romance

 

A/N: Annyeong readers! Aku kembali dengan FF oneshoot keenamku yang kupersembahkan khusus untuk klien *plak* yang bernama Park Hawon a.k.a Juliana Muharawati! Btw jangan lupa menjadi pembaca yang tertib alias RCL yaa! Gomawo readers! Enjoy~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hawon’s POV

Aku bisa merasakan angin menerpa wajahku dengan sangat keras. Aku bisa merasakan betapa hangatnya matahari yang sedang memberikan sinarnya kepadaku. Aku bisa merasakan betapa lembutnya pasir yang menjadi tempat aku berdiri. Aku bisa mendengarkan deburan ombak yang pecah dikarenakan batu karang. Aku bisa merasakan semua hal. Aku juga bisa mendengarkan apapun yang kudengar. Aku bisa melakukan apapun yang aku mau. Aku bisa pergi kemanapun yang aku mau. Namun, ada satu hal yang tidak aku bisa…

Melihat.

Ya, aku memang buta. Aku buta permanen sejak kecelakaan saat aku berumur lima tahun. Menurut pengakuan ummaku, aku ditabrak lari oleh seseorang dengan menggunakan mobil. Saat itu, aku terkapar di jalanan dan ditemukan oleh seorang bocah pemulung dan bocah pemulung tersebut membawaku ke rumah sakit terdekat. Aku masih ingat saat itu aku sedang berjalan-jalan menuju taman karena aku ingin membeli es krim. Karena umma dan appa sedang tidak ada dirumah serta Saera – anak pengasuhku yang sudah dianggap sebagai kakakku dan keluarga sendiri – sedang mengerjakan tugas sekolah, aku memutuskan untuk keluar rumah sendirian dan ternyata itu berakibat fatal. Yaah, kalau dikatakan menyesal… aku sangat menyesal karena aku tidak bisa melihat lagi.

Sekarang umurku genap delapan belas tahun. Ya, tepat hari ini. Aku bahagia akan hal itu. Aku bahagia karena aku sekarang sudah dewasa. Aku sekarang sudah boleh melakukan apapun yang aku mau. Aku bisa pergi kemanapun yang aku inginkan, aku bisa menghabiskan uang untuk diriku sendiri, dan lainnya. Itulah yang dilakukan remaja-remaja semuran dengaku bukan? Tetapi, karena cacat sialan ini aku tidak bisa melakukan itu semua. Kemanapun aku pergi, aku harus ditemani oleh Saera. Aku seperti anak kecil padahal aku bukan anak kecil lagi. Aku benci hal ini. Aku benci tuhan! Aku benci dia karena tuhan tidak adil.

“Hawon-ah, ayok kita pulang! Umma sudah menunggu kita.”

Lamunanku buyar akan suara merdu yang dikeluarkan Saera kepadaku. Walaupun tidak bisa melihat, aku tahu bahwa Saera berada tepat disampingku sekarang. Aku tersenyum kepadanya lalu mengangguk kepadanya. Perbedaan umur kami yang tidak terlalu jauh alias hanya tiga tahun membuatku sangat terbuka kepadanya. Kuturuti apa yang ia katakan. Kami berdua bergandengan menuju mobil dan meninggalkan pantai yang menjadi tempat untuk aku melamun tadi. Hari ini adalah pertama kalinya aku pergi ke pantai dan aku sangat menyukai pantai walaupun aku tidak bisa melihatnya.

“Onnie, pantai itu seperti apa?” tanyaku.

“Pantai itu indah. Pantai itu mempunyai pasir dan air laut. Pasirnya berwarna putih, air lautnya berwarna bening. Namun, karena efek dari pancaran cahaya matahari, warna tersebut menjadi biru.”

“Warna putih dan warna biru itu seperti apa?”

“Umm, susah diungkapkan dengan kata-kata. Yang jelas itu sangat indah.”

“Aku penasaran, onnie.”

“Ngomong-ngomong soal laut, aku jadi teringat sesuatu.”

“Apa itu onnie?”

“Sapphire Blue Ocean.”

Ah! Sudah pasti onnie-ku ini sedang membicarakan tentang Super Junior. Ya, memang onnie-ku sangat menyukai boyband yang berasal dari negaraku ini. Bisa dibilang dia adalah seorang fangirl. Katanya, personil boyband itu sangat tampan-tampan. Terutama yang bernama Eunhyuk. Entah siapa itu aku tidak tahu karena aku tidak bisa melihat rupa mereka. Namun, dari deskripsi yang dijelaskan oleh Saera, aku bisa membayangkan betapa tampannya Eunhyuk itu. Katanya, laki-laki yang dipanggil monyet itu sangat lucu dan menggemaskan. Aku juga sering sekali mendengarkan lagu-lagu Super Junior yang diputar oleh Saera. Dan aku tidak mau munafik. Aku menyukai suara-suara mereka. Apalagi suara laki-laki yang dipanggil Yesung itu. Sangat berat dan sangat istimewa.

“Namun, aku sekarang sedang demam boyband yang lain.” ucap Saera kepadaku.

“Mm?”

“SHINee. Kau tahu? SHINee itu sangat keren! Dia adalah dongsaengnya Super Junior.”

“Boleh aku mendengar lagunya?”

“Tentu. Tentu.”

Aku mendengarkan lagu yang diputar oleh Saera kepadaku. Lagu yang berjudul The SHINee World itu benar-benar memukau. Lagu dengan bit yang membangkitkan semangat. Suara mereka kuakui sangat keren dan sangat menghipnotis. Aku juga tertawa saat Saera menyanyikan lagu tersebut dengan suara yang tersendat-sendat karena nafasnya yang harus diatur. Walaupun ia sedang menyetir, aku bisa merasakan bahwa dia sedang mengangkat tangannya dan berdance-dance ria mengikuti irama-irama yang dipersembahkan oleh lagu tersebut. Seandainya aku bisa melihat oppa-oppa yang sering diceritakan Saera. Seandainya aku adalah gadis normal, aku pasti bisa menjadi salah satu dari lautan safir biru atau menjadi salah satu lautan aqua bersama Saera. Tuhan, mengapa kau melakukan ini kepadaku?

***

“Hawon-ah! Ayook cepat! Kau tidak mau kan ketinggalan konser pertama mereka kan?”

“Sabar onnie! Janji kepadaku kau tidak akan meninggalkanku yaa.”

“Mm. Lagipula aku bisa mati ditangan umma bila kau kenapa-kenapa.”

Hari ini adalah pertama kalinya SHINee mengadakan konser di Seoul. Aku sangat senang ketika mendengar Saera mendapatkan dua tiket gratis untuk menonton konser tersebut. Dan ternyata, onnie-ku itu mengajakku untuk ikut bersamanya. Ini adalah pertama kalinya aku pergi ke tempat yang ramai karena ummaku tidak pernah mengijinkannya. Namun, karena Saera memaksaku ikut dan sudah berbicara sampai mencium kaki ummaku katanya, akhirnya ummaku menyetujui aku boleh ikut ke First Concert SHINee.

Dalam perjalanan, aku memanjatkan doa-doa kepada tuhanku agar konser ini berjalan dengan lancar. Aku tidak ingin ada keributan di konser ini. Untunglah aku mendapatkan tiket yang duduk di VVIP. Jadi, aku tidak perlu merepotkan Saera atau siapapun. Kami juga akan diberikan kesempatan untuk meet and greet bersama SHINee. Aku sangat mengetahui bahwa Saera sangat senang akan melihat Taemin Oppa, biasnya, secara dekat. Namun, aku tidak tahu menahu tentang wajah mereka. Jadi, peduli apa aku dengan meet and greet tersebut?

***

Acara berjalan dengan sangat lancar. Bisa kurasakan kesenangan daripada fangirl yang datang. Suasana sangat ribut dan seru! Semuanya berteriak kesenangan ketika melihat para oppa-oppa SHINee keluar dari backstage. Aku yang tidak tahu apa-apapun ikut berteriak. Untunglah aku sudah mendengarkan beberapa lagu SHINee sehingga aku sedikit hafal lagu-lagu mereka. Suara mereka sangat keren! Ciri khas dari suara mereka sangat terlihat. Jujur, aku tidak akan pernah melupakan konser ini. Kemungkinan besar ini adalah konser pertama dan terakhirku yang aku tonton bukan?

Saera menangis ketika melihat para member SHINee menangis. Terlebih lagi, Jonghyun Oppa menangis sangat keras sehingga aku sendiri iba kepadanya. Akupun ikut menangis karena hal itu. Namun, tetap saja aku tidak bisa melihat bagaimana ekspresi mereka. Ini semua diakibatkan oleh bodohnya diriku! Sialan! Seandainya saja waktu itu aku tidak berlari menuju tukang es krim itu, aku pasti masih bisa melihat betapa tampannya oppa-oppa itu. Tetapi, inilah nasibku. Aku harus menjalani takdir ini dengan sabar.

Acara meet and greet sebentar lagi akan dimulai. Saera selalu berada disampingku tanpa melangkah satu sentipun dari sisiku. Aku sangat yakin dia tidak ingin aku kenapa-kenapa. Namun, aku sebenarnya tidak terlalu suka diprotek seperti ini. Aku seperti.. di penjara. Tetapi, itulah aku. Aku dipenjara oleh tubuhku sendiri yang tidak bisa melihat. Rasanya sangat sakit bila mengingat masa lalu sialan itu. Rasanya sangat ingin aku mati saja daripada menderita tidak bisa melihat seperti ini. Aku tidak pernah merasakan bagaimana adilnya tuhan itu. Setiap laki-laki yang melihatku pasti langsung tertarik denganku. Tetapi, ketika mereka mengetahui bahwa aku buta, mereka langsung menjauh dariku. Begitu juga dengan teman-teman perempuanku. Ketika mengetahui aku buta, mereka menjauh. Manusia macam apa itu!

Acara meet and greet ini hanya dihadiri dua puluh orang beruntung saja. Aku dan Saera termasuk orang-orang beruntung tersebut. Untunglah Saera adalah orang yang bertangan dingin. Berkali-kali ia memenangkan undian seperti itu. Saat Super Junior menggelar konser pertamanya pun dia mendapat tiket gratis walaupun hanya satu dan tidak mengajakku. Meet and greet ini sangat ramai. Walaupun aku tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi, tetapi Saera selalu memberi tahuku bahwa kami sedang makan malam bersama personil SHINee. Aih! Seandainya aku bisa melihat.

Acara meet and greet ini hampir selesai. Acara terakhir adalah acara tanda tangan dan salaman bersama sang idola. Saera dan aku tidak ketinggalan untuk ikut dalam barisan para fans tersebut. Orang pertama yang kuminta tanda tangan adalah Onew oppa. Dilanjutkan oleh Taemin oppa, Key oppa, Minho oppa. Lalu, yang terakhir adalah si suara emas, Jonghyun oppa. Saera selalu berdiri dibelakangku karena ia menjaga agar aku tidak salah jalan atau apalah alasan-alasan protektifnya.

“Oppa, suaramu bagus sekali. Saranghaeyo Jjong oppa.” Ucapku kepada namja yang rupanya tidak ku ketahui.

“Nado saranghae, err…” ucapnya terhenti.

“Park Hawon.”

“Yak! Park Hawon.. maaf, apakah kau?”

“Ya. Aku tidak bisa melihat. Minhae oppa. Tetapi aku sangat menyukai suaramu.”

“Ne.. kau.. cantik.”

“Kamsahamnida oppa!”

Setelah itu, aku menunggu Saera berbicara dengan Jonghyun oppa dan aku pulang kerumah dengan perasaan yang sangat senang. Jujur, aku sepertinya menyukai Jonghyun oppa.

***

“Yak Jjong oppa! Ada apa menelfon lagi?”

“Aku hanya rindu suaramu, Hawon-ah.”

Semenjak acara meet and greet itu, aku sering berhubungan dengan Jonghyun oppa. Ternyata saat Saera meminta tanda tangan ke Jonghyun, namja tersebut meminta nomor teleponnya dan mengatakan bahwa Jonghyun akan sering menelfon Saera karena ingin berbicara kepadaku. Aish~ apakah dia? Ah! Tidak mungkin! Tidak mungkin yeoja buta sepertiku disukai oleh namja yang sangat sempurna seperti Kim Jonghyun. Tetapi, kata-katanya barusan membuat jantungku berdetak dua kali lebih kencang. Namun, aku tahu bahwa Jjong oppa memang romantis.. atau lebih tepatnya gombal.

“Jadi, kau menelponku selama sepuluh menit sekali hanya karena hal itu?”

“Mm. Sepertinya begitu. Kau sedang apa?”

“Aku? Aku sedang bernafas, duduk, dan berbicara kepadamu. Oppa sendiri?”

“Aku sedang bersama Ryechul. Yeoja baruku.”

DEG! Rasanya sangat sakit mengetahui bahwa ternyata Jonghyun oppa hanya menganggapku tidak lebih dari teman, sahabat, atau adik untuknya. Buktinya, ia sekarang sudah mempunyai yeoja baru dan aku tidak akan pernah memilikinya. Tidak lain karena cacat sialan ini. Aku benci dengan kebutaanku ini. Namun, aku tidak bisa menyalahkan tuhan karena hal ini. Aku tidak bisa menyalahkan siapapun kecuali diriku sendiri. Dengan bodohnya, seorang Park Hawon telah memberikan seluruh hatinya kepada seorang namja bernama Kim Jonghyun. Dan dengan menyesal, aku mengucapkan bahwa cintaku bertepuk sebelah tangan.

*** Jonghyun’s POV ***

Sudah seminggu aku tidak menelponnya. Entah mengapa aku merasa ia menghindar dariku. Yaa, tepatnya setelah aku memberitahunya bahwa aku sudah mempiliki Ryechul. Ya, gadis itu adalah gadis yang paling sempurna dimataku. Namun, entah mengapa hidupku tidak tenang bila tidak ada yeoja itu. Gadis buta yang mengubah hidupku menjadi seratus delapan puluh derajat. Aku sangat menyayanginya seperti menyayangi adikku sendiri. Yaa, sebenarnya aku tidak mempunyai adik. Namun aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri. Jadi, aku merasa sangat kehilangan dirinya.

“Jagi, mengapa kau resah seperti itu?” Ucap yeojachinguku kepadaku.

“Kau tahu Hawon kan, jagi?”

“Oh, yeoja itu lagi.”

“Kenapa nada suaramu berubah, Rye-ah?”

“Tidak apa. Sudahlah uruslah yeoja itu.”

“JAGIYA! KAU CEMBURU? KAU CEMBURU DENGAN SESEORANG YANG BUTA?”

Ekspresi wajah Ryechul langsung berubah. Aku memang sering menceritakan tentang Hawon kepadanya. Namun, sikapnya selalu saja berubah menjadi dingin setiap aku membicarakannya. Aku memang belum prenah menceritakan kepada yeojaku secara langsung bahwa Hawon adalah seorang tuna netra. Tetapi, sepertinya saat ini aku harus memberitahunya agar ia berhenti bersikap cemburu seperti ini. Aku capek dicemburui terus menerus.

“SEKARANG KAU SUDAH TAU KAN? DIA SEORANG TUNA NETRA! DAN AKU BINGUNG KAU CEMBURU DENGAN SESEORANG YANG SEPERTI INI.”

Tidak ada tanggapan. Ia hanya diam dan diam. Kemudian masuk kedalam kamarnya. Aku tidak menyusulnya. Kurasa, aku harus membiarkannya sendirian terlebih dahulu karena aku tidak ingin masalah ini bertambah lebih jauh dan mengakibatkan kami putus atau semacamnya. Aku mencintai yeoja itu lebih dari apapun. Aku mencintainya  sepenuh hati. Tetapi, aku tidak bisa membiarkan dia cemburu dengan yeoja yang kucintai juga. Astaga! Apakah barusan aku mengatakan bahwa aku mencintainya? Apakah barusan aku mengakui bahwa aku mencintai Hawon? Ah tidak mungkin!

Tetapi, bila aku tidak mencintainya, mengapa aku selalu resah bila ia tidak menghubungiku? Mengapa aku merasa dia adalah orang yang penting dihidupku? Mengapa aku merasa dia lebih penting daripada… oh aku benci mengakui hal ini. Terlalu banyak pertanyaan yang berkelebat di pikiranku. Apakah aku benar-benar lebih mencintai Hawon daripada Ryechul? Mengapa bisa seperti itu? Mengapa aku bisa mencintainya? Bukankah aku mencintai Ryechul? Jadi, selama ini perasaanku terhadap Ryechul itu apa? Bagaimana perasaanku terhadap Hawon? Mengapa aku memilih untuk menyatakan cintaku kepada Ryechul dan bukan Hawon? Apakah karena keterbatasan itu?

Sepertinya memang alasannya karena keterbatasan itu. Managerku juga tidak akan mengijinkanku untuk berpacaran dengan orang seperti Hawon karena akan menurunkan ketenaranku. Tetapi, aku tidak bisa membohongi hati kecilku bahwa aku lebih mencintainya daripada mencintai Ryechul…

*** Hawon’s POV ***

“Onnie, aku takut.”

“Tenanglah sayang, onnie selalu berada disampingmu.”

“Apakah ini akan berhasil?”

“Pasti. Berdoalah kepada tuhan.”

Hari ini aku akan menjalankan operasi mata. Ada orang yang menawarkan matanya kepada pihak rumah sakit dan ternyata semua bagian mata orang itu cocok dengan organ-organ tubuhku. Maka dari itu, aku hari ini akan menjalani operasi mata. Dan sehabis operasi, dalam hitungan jam, aku akan bisa melihat lagi. Aku akan bisa melihat betapa indahnya pantai yang dulu diceritakan Saera kepadaku. Aku bisa melihat betapa cantiknya sosok Saera lagi. Aku akan bisa melihat appa dan umma. Aku akan menjadi gadis yang normal! Tetapi, yang kukhawatirkan adalah, aku bisa melihat Jonghyun.

“Onnie, tolong kirimkan sms ke Jonghyun oppa bahwa aku akan menjalankan operasi sekarang.”

Saera segera mengetikkan kata-kata yang kuucapkan. Kemudian, pesan tersebut dikirimkan ke nomer handphone Jonghyun. Aku tidak peduli namja itu peduli atau tidak dengan hal ini. Yang pasti, semenjak dua bulan yang lalu saat aku berhenti menghubunginya, aku masih mencintainya. Dan orang yang kucintai itu harus mengetahui apa yang akan terjadi dalam hidupku. Ia harus mengetahui bahwa aku akan hidup seperti yeoja normal. Ia harus tahu.

***

Aku terbangun dari tidurku. Aku melihat sepercik cahaya dari luar kelopak mataku. Tuhan! Apakah benar aku bisa melihat lagi? Apakah benar aku bisa melihat dunia? Kubuka mataku lebar-lebar. Disitu, aku melihat ada yeoja cantik yang memanggil-manggil namaku. Dan aku tidak meragukan lagi itu adalah Saera. Lalu, disitu ada umma serta appa. Lalu, ada satu orang namja yang tidak kukenal. Mereka semua tersenyum melihatku. Tetapi, mengapa mereka semua mengeluarkan air mata? Terutama namja itu?

“Onnie, mengapa kalian semua menangis?”

“ASTAGA HAWON-ah! Kau bisa melihat kami?”

“Ne, aku bisa melihat kalian.”

Saera, umma, dan appa langsung memelukku sambil menangis. Aku ikut menangis ketika melihat mereka menangis. Namun, namja itu tetap diam ditepatnya tidak bergeming sedikitpun. Siapa dia? Apa maunya? Apakah dia mengenalku? Apakah aku mengenalnya? Mengapa dia menangis? Terlalu banyak pertanyaan di otakku. Aku harus menanyakan siapa namja itu. Ya, aku harus menanyakannya.

“Siapa dia?” aku menunjuk kearah namja tersebut.

“Kim Jonghyun, kau masih ingat?” ucap Saera.

“…..”

“Hawon-ah. Ini aku.” Namja tersebut mengeluarkan suaranya.

Tidak salah lagi! Dia adalah oppaku yang sudah menghilang dari hidupku selama dua bulan terakhir ini! Aku bahagia melihatnya. Aku bahagia bisa melihat ketampanannya yang sangat luar biasa. Aku bahagia karena saat aku bisa melihat, dia ada disampingku. Aku bahagia karena akhirnya aku bisa melihatnya. Terima kasih tuhan! Kau memang adil! Aku salah selama ini menganggapmu tidak adil. Aku harus berterima kasih kepada orang yang memberikanku mata ini. Aku harus berterima kasih sebesar-besarnya kepadanya.

“Umma, appa, dimana yeoja yang memberikanku mata indah ini?”

“Ia..” ucap ummaku

“Ia sudah pergi… selamanya.” Ucap Jonghyun.

Aku tidak berkata apapun. Aku masih menunggu ucapan selanjutnya dari namja tersebut.

“Ia pergi meninggalkan surat ini.”

“Kau tahu aku tidak bisa membaca oppa.”

“Kalau begitu, aku yang akan membacakannya.” Ucap Saera.

‘Hawon-ah, SELAMAT KAU SUDAH BISA MELIHAT LAGI! Aku bahagia bila kau bahagia. Aku tahu kau tidak mengenalku. Bahkan, akupun tidak mengenalmu. Aku hanya mengenalmu lewat cerita dari Jonghyun oppa saja. Jujur, aku cemburu denganmu. Aku cemburu karena oppa lebih mementingkanmu daripada aku. Tetapi, aku rela. Aku rela Jonghyun oppa bahagia bila disampingmu. Maka dari itu, kuputuskan untuk memberikan bola mataku ini untukmu. Ingat! Bila kau sudah melihat lagi, tolong jaga Jonghyun oppa. Okay? Dan untuk kau, oppa. Jaga Hawon baik-baik. Aku akan selalu mengawasimu lewat mata yang kuberikan kepada Hawon.

Saranghae,

Kim Ryechul.’

Otakku tidak bisa mencerna apa yang barusan dikatakan oleh onnie ku ini. Kim Ryechul? Bukankah dia adalah yeojachingunya Jonghyun? Apakah benar dia yang memberikan mata ini kepadaku? Kuelus mataku perlahan. Jadi, yeoja itu mengorbankan dirinya sendiri untuk kebahagiaanku dan Jonghyun? Astaga! Tidak terasa air mataku mengalir deras. Saat itu juga, Jonghyun melangkah mendekatiku dan memelukku. Aku tahu dia mencintai yeoja itu. Aku sangat tahu hal itu. Aku tidak akan pernah mengecewakan Jonghyun oppa. Aku akan menghargai hadiah terakhir dari Ryechul-ah. Terima kasih, terima kasih telah memberikanku kehidupan. Terima kasih telah membahagiakanku. Terima kasih karena kau telah mengorbankan jiwamu untukku. Kan kujaga Jonghyun-mu dan mata indahmu ini….

*** FLASHBACK – Ryechul’s POV ***

Aku tidak bisa berdiam diri. Aku tidak bisa egois. Aku harus membahagiakan oppa dan yeoja itu. Aku berdosa karena selama ini aku cemburu dengan orang yang salah. Dengan apa aku membalas dosa tersebut? Dengan apa aku bisa menebusnya? Apakah aku harus memberikan kedua bola mataku ini untuknya? Ya, sepertinya memang aku harus melakukannya. Aku akan melakukannya demi oppa dan yeoja itu.

“Ryechul-ssi, sudah siap?” ucap suster yang datang ke kamarku.

“Ne. Aku siap. Tolong berikan surat ini kepada keluarganya ya nanti.”

“Ne. Ayo ikut dengan saya.”

Arrivederci Jonghyun oppa, saranghae…

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Gomawo udah bacaaa! RCL jangan lupa~ saranghae!

About raisawidiastari

crooked.

Posted on 2 April 2011, in AUTHOR, Kim Ryechul, SHINee Fanfiction and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 22 Komentar.

  1. Keren,tapi kasian ryechulnya ;(

    • raisawidiastari

      iyaa, kan cinta sejati itu rela melihat orang yang kita cintai bahagia walaupun kita bukan dari bagian kebahagiaan itu😄
      gomawoo udah baca😀

  2. Baguuuuuuuuus.. Tapi kasian ryechul nya sampe meninggal gitu (˘̩̩̩.˘̩ƪ)

  3. wahh mengharuhkan ..

  4. bguz bgd^^

    tp qu hran dah,
    ryei kn cm donor mta duanx ppi quq mpe mninggal cih..
    wae..wae.. hoho

    • raisawidiastari

      iyaa, tapi Ryechul lebih baik mati daripada ga punya mata ^^ dia juga lebih kepengen Hawon dan Jjong menjalani cintanya tanpa beban krn Ryechul masih hidup😀
      gomawoo udah bacaa~

  5. bagus.. keren.. suka suka..
    pi mianhae nih, da sdkit comment..
    umur gue bkn 18 pi 20 sama kya jjong! bda shari sma sekyung..

  6. y ampun? ryechul kshan bgt? demi cinta,

  7. wah keren bgt ceritanya… daebak author…

  8. hmmmm…
    Ksiank ryechul…
    Rela brkorban tuk org yg dy cintai…
    Buat author : hbat gw tunggu ya crita kmu yg lainx…

  9. aw… *tersentuh*

  10. bling" shin hye

    wah.. cerita na mengharukan…
    bagus…bagus…
    apa ge ad jjong oppa…
    sarangheo jjong oppa!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: