[FF/PG-13/S1] The First Valuable Memory (JONGHYUN’s B’day!) \m/

The First Valuable Memory

Author: Kim Ryechul a.k.a Raisa Widiastari

Cast

Kim Jonghyun

Kim Ryechul

Support Cast

SHINee

Rating: PG-13

Length: oneshoot

Genre: Friendship, Romance

 

A/N: Annyeong readers! Aku kembali dengan FF oneshoot ketujuhku yang kubuat khusus untuk suamiku a.k.a KIM JONGHYUN! Yang hari ini merayakan ulang tahunnya yang ke 22 untuk didaerah Korea, 21 untuk internasional ^^ dan akhirnya aku bikin happy ending loooh!!! Selamat membaca dan jangan lupa RCL oKEEEEEY? Selamat membaca! #HappyBlingsDay btw ^^ saranghaeyo Kim Jonghyun oppa :*:*

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

7 April 2011


Sudah sebelas tahun aku hidup sendiri di dunia ini. Sudah sebelas tahun juga aku ditinggalkan oleh orang tuaku. Tujuh tahun yang lalu, tepat hari ini, saat aku sedang merayakan ulang tahunku sendiri di taman, orang tuaku terpaksa harus meninggalkan dunia ini dan meninggalkanku sendirian. Saat itu, umurku masih sepuluh tahun. Demi tuhan, hari itu adalah untuk pertama kalinya aku akan merayakan ulang tahunku bersama kedua orangtuaku. Selama sepuluh tahun aku hidup bersama mereka, aku tidak pernah merasakan kehangatan dari kedua orang tersebut. Aku tidak pernah merasakan mempunyai seorang orang tua. Aku selalu diurus oleh pembantuku.

Saat itu, aku baru saja pulang dari sekolah menuju kerumahku. Dan saat aku sampai didepan rumahku, sudah ada banyak orang yang berada disana dengan pakaian serba hitam yang sangat menakutkan. Aku khawatir dan dengan satu hentakan, aku langsung masuk kedalam rumah. Kulihat ada dua oknum yang sedang berbaring diatas peti. Yang satu seorang namja, yang satu lagi adalah seorang yeoja. Kudekati oknum yang sudah tidak bernyawa tersebut. Kemudian, kurasakan tarikan dari Heechul, seorang tetangga yang sudah kuanggap seperti kakakku sendiri. Ia memelukku dan tidak membiarkan aku melihat kearah dua tubuh kaku didepanku itu. Namun, aku terus memberontak dan akhirnya, aku melihat wajah mereka.

Wajah umma dan appa yang sangat pucat. Namun, kecantikan dan ketampanan mereka masih terlihat jelas dari garis-garis muka yang sudah mulai memudar. Satu… dua… tiga… air mataku menetes deras dari ujung mataku dan mengalir ke pipiku tanpa bisa kucegah. Lalu, tiba-tiba semuanya gelap. Aku tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Yang kudengar hanyalah suarah Heechul hyung memanggil-manggil namaku. Begitu juga dengan Teuki hyung dan Yesung hyung. Umma dan appa sudah tidak ada. Aku bahkan tidak melihat proses pemakamannya karena aku pingsan. Aku tidak sempat mencium kening mereka untuk terakhir kalinya. Aku… memang seorang anak yang tidak pernah memiliki orang tua.

Dan sekarang adalah tepat tanggal 7 April. Satu hari sebelum aku ulang tahun ke dua puluh satu. Sekarang, aku berada didepan dua salib yang bersebelahan. Kuelus pelan ukiran nama yang terdapat di tubuh salib tersebut. Kim Yun Woo dan Kim Minchan. Kedua orang yang membuat aku berada di dunia ini dan orang yang membuat aku harus mengakhiri hidup ini dengan cepat. Aku tumbuh tanpa kasih sayang dari mereka. Namun, aku berterima kasih sekali kepada mereka, terutama kepada umma karena mereka telah membuatku ada di dunia fana ini sekarang walaupun hidup dengan kesepian.

“Oppa, ayo kita pulang.”

“Ne, kau duluan saja ke mobil bersama yang lainnya.”

“Okay, kami tunggu di mobil ya hyung.”

Sekarang, yang melengkapi hidupku hanyalah sahabat-sahabatku. Mereka yang selama ini menjagaku, merawatku, bahkan memberikanku biaya untuk hidup saat harta warisan dari kedua orang tuaku mulai menipis. Namun, syukurlah sekarang aku sudah bekerja di salah satu kantor redaksi besar di Korea dan bekerja di bagian editing. Walaupun hasilnya tidak begitu besar, namun aku bersyukur karena aku tidak perlu merepotkan sahabat-sahabatku lagi. Aku tidak perlu membebani mereka. Sudah cukup banyak yang mereka korbankan untukku. Sekarang adalah saat yang tepat untuk membalas kebaikan mereka.

“Jonghyun oppa,” ucap seorang yeoja disampingku, “– berhentilah bersedih seperti ini.”

Aku mengangguk pelan tanpa melihat kearahnya. Tiba-tiba, ia menggenggam tanganku.

“Jonghyun oppa,” ucapnya sambil mengangkat tinggi tanganku, “– FIGHTING!”

Seulas senyum manis terlihat di wajahnya. Yeoja dengan rambut hitam dengan panjang se bahu lebih sedikit itu bernama Kim Ryechul. Yeoja cantik yang mempunyai mata besar dengan manik yang hitam legam, hidung mancung tanpa cela, serta dengan bibirnya yang tebal dan basah seperti bibirku. Lesung pipit yang berada di pipi kanannya terlihat apabila ia sedang tersenyum. Aku menyukainya. Aish~ lebih tepatnya aku mencintainya. Namun, semua perhatianku sama sekali tidak dibalas olehnya. Kemungkinan besar, ia tidak menyukaiku. Dan aku yakin, ia sangat menyukai Minho. Aku bisa melihatnya dari pandangan matanya ketika berbicara kepada namja yang lebih muda dariku itu. Cemburu? Ya. Aku sangat cemburu.

Ryechul adalah adik kandung dari Kim Kibum, teman seperjuanganku. Aku, Kibum yang dipanggil Key, Jinki yang dipanggil Onew, Minho, dan yang terakhir Taemin memang bersahabat sejak duduk di bangku SMA. Lalu, Key memperkenalkan kami berempat kepada Ryechul, adiknya. Dan kau tahu? Saat melihat yeoja itu, jantungku seperti berhenti berdetak. Aku sendiri sampai harus mengingatkan diriku sendiri untuk bernafas karena aku menahan nafas sangat lama. Ternyata, yeoja yang bernama Ryechul itu hanya berbeda dua tahun dariku. Lalu, karena Key sering mengajaknya untuk berkumpul bersama kami, aku dan Ryechul semakin dekat. Malah bisa dibilang, kami lebih mirip sedang dalam proses pendekatan daripada bersahabat.

“Gomawo Ryechul-ah.”

“Cheon oppa! Ayo kita pergi dari sini! Cukup untuk bersedih-sedih. Aku lapar. Ayo kita makan!”

Ucapan dari yeoja itu selalu membuatku tenang, membuatku tertawa, membuatku sedih, membuatku bahagia, dan lainnya. Yeoja itu benar-benar memegang penuh perasaanku. Aku selalu ingin mengatakan kata-kata ‘saranghae Ryechul-ah’ kepadanya. Namun, aku hanya takut ditolak oleh yeoja tersebut. Aku takut Ryechul tidak akan dekat lagi denganku karena pengakuan cinta itu. Key yang merupakan pasangan homo seperjuanganku itu sudah mengetahui perasaanku ke Ryechul seperti apa. Memang dia tidak pernah kuberitahu tentang perasaanku kepada dongsaengnya. Tetapi, aku yakin Key melihat dari gerak-gerikku selama ini. Ia juga tidak jarang menanyakan apakah aku menyukai dongsaeng-nya itu. Tetapi, lagi-lagi aku hanya menjawab tidak karena rasa maluku kepada Key dan teman-temanku yang lain. Maklum, Key adalah tipe orang yang tidak bisa menutup mulutnya apabila sudah terlalu senang.

Dari siang sampai jam sembilan malam, kami ber-enam pergi bersama-sama. Kami pergi ke mall, restauran, taman, dan lainnya. Aku bahagia karena kelima teman-temanku ini bisa membahagiakanku. Mereka bisa membuatku melupakan masa lalu yang sudah tidak bisa diulang lagi. Aku memang tidak salah memilih sahabat. Mereka membuatku hari ini tertawa tujuh kali lipat lebih dari biasanya. Padahal, aku biasanya yang sering melawak. Namun, atmosfer disekitarku hari ini memaksaku untuk hanyut dalam kesedihan. Untung saja ada kelima sahabatku ini. Mereka selalu bisa membuatku senang dan tertawa. Gomawo…..

 

8 April 2011

 

Kubuka mataku yang sembab akibat menangisi orang tuaku semalam. Ternyata, menangis membuatku capek dan tertidur. Entah sejak kapan aku sudah berada didalam rumah. Yang kuingat, aku masih berada di mobil Onew sehabis dari menonton film di salah satu mall terkenal di Seoul. Saat itu juga aku menangis disamping Ryechul tanpa diketahui kelima sahabatku itu. Aku menangis dalam diam karena aku tidak ingin merepotkan sahabat-sahabatku itu walaupun mereka sudah tahu bahwa aku memang seorang yang mudah menangis. Dan mereka memberiku julukan ‘Crying King’. Sakit hati? Tidak. Karena aku sudah biasa dipanggil seperti itu dan memang itu adalah sebuah kenyataan.

Kuregangkan otot-ototku diatas tempat tidurku yang sangat empuk. Jam berapa sekarang? Mengapa langit sudah sangat terang? Dan mengapa alarmku tidak menyala? Aish~ pasti karena aku ketiduran jadi aku terpaksa harus digendong oleh salah satu dari namja-namja kuat itu dan mereka tidak memasang alarm karena tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah itu. Ah! Yang penting sekarang aku harus membersihkan diriku dan berangkat kerja. Aku tidak akan telat karena rumahku ke kantor hanya berjarak sekitar 700 Meter saja. Alhasil, kudorong selimut yang membungkusku dengan paksa. Aku segera mencuci mukaku dan mandi bebek lalu keluar dari kamar mandi dan berpakaian. Setelah merasa diriku sudah siap, kuputuskan untuk pergi bekerja. Kubuka pintu kamarku perlahan untuk menyiapkan sarapan dan….

“Saengil Chukka Hamnida! Saengil Chukka Hamnida! Saranghaneun uri Jonghyun~ Saengil Chukka Hamnida!”

Tiba-tiba ada empat oknum yang melompat tepat didepan mukaku sambil membawa kue ulang tahun dengan lilin yang berjumlah dua puluh dua. Aish~ Jadi hari ini tanggal delapan, eh? Mengapa aku lupa dengan ulang tahunku sendiri? Dan berarti hari ini adalah hari sabtu? Itu berarti aku tidak perlu bekerja bukan? Lagipula, aku hanya perlu datang setiap hari senin, rabu, jumat, dan minggu. Hah! Aku terjebak! Jadi, mereka memang sengaja tidak memasangkan alarm untukku agar aku bisa bersantai di hari ulang tahunku. Terima kasih tuhan, kau telah memberikanku sahabat-sahabat yang baik seperti mereka semua.

“Yakk! Ini dia ‘Crying King’ kekeke.” ucap Onew hyung kepadaku.

“Aish hyungie~ jangan cengeng seperti itu. Sekarang tiup dulu lilinnya sebelum meleleh.” Ucap Minho.

“Ah! Ucapkan permintaan sebelumnya, hyung!” Ucap Taemin kepadaku.

Kuucapkan permintaanku didalam hatiku. Permintaan yang sangat kuinginkan selama tujuh tahun terakhir. Keinginan yang membuat hatiku meronta-ronta karena sangat ingin memiliki permintaan itu. Kemudian, dengan satu hentakan, kuhapus air mata yang menggenang di pelupuk mataku dan meniup kue yang dibawa oleh Key. Semuanya langsung bertepuk tangan dan mencabut lilinnya dan melemparkan kue tersebut ke mukaku. Dan seperti biasa, tradisi memukul orang yang ulang tahunpun dilakukan. Kami berlima sangat menikmati masa-masa ulang tahun ini. Sejujurnya, kembali kuucapkan bahwa aku tidak pernah merayakan ulang tahun sebelumnya. Dan sekarang, sahabat-sahabatku mewujudkan impianku selama ini. Terima kasih tuhan…. terima kasih.

“Present time!!!” ucap Taemin sambil mengepalkan tangannya keatas.

“Silahkan dibuka, Kim Jonghyun! #HappyBlingsDay!’ ucap Minho sambil menyerahkan kado pertama.

Kurobek kado yang kuterima dari Minho. Kulihat ada kotak berwarna cokelat yang sangat usang dan tidak layak untuk dipakai. Karena yakin kado yang diberikan kepadaku bukan kotak cokelat itu, aku membuka isinya. Dan kau tahu? Isinya adalah kaos Simpson yang sangat kusukai! Aku sangat menyukai Hommer Simpson dan anaknya Bart. Mereka pasangan duet maut yang sangat lucu dan menggemaskan. Dari kecil, aku memang sudah dididik untuk menonton kartun konyol itu. Dan aku menikmatinya walaupun aku harus menontonnya bersama pembantuku. Kuucapkan terma kasih kepada Minho dan membuka kado kedua yang diserahkan oleh Onew hyung.

“Jjongie, bukalah kado ini! Kau pasti sangat suka.”

Aku mengangguk kencang dan mulai merobek bungkusan kado tersebut. Kulihat ada sebuah kotak lagi. Kotak berwarna kuning yang melambangkan kado resmi dari Onew. Ia memang menyukai warna kuning dan tidak mungkin ia bisa dipisahkan dari warna kuning walaupun warna kesukaannya itu tidak terlalu ditonjolkan kepada orang-orang. Kubuka kotak itu dan aku sangat terkejut melihatnya. Satu set MP3 berwarna hitam dengan headphone berwarna hijau. Aku sangat menyukai kedua warna tersebut. Segera saja kupeluk hyung-ku itu. Mereka yang melihat tingkahku langsung tertawa-tawa geli. Sekarang, saatnya membuka kado yang disodorkan Taemin.

“Happy #DinoDay Kim Jonghyun! This is #BlingBlingDay! Bukalah kadoku!”

Senyum tipis muncul di bibirnya. Lebih tepatnya senyum itu bisa diartikan sebagai senyum jahil karena ekspresi matanya yang mendukung senyum tersebut. Aku tahu Taem adalah orang yang paling sering mengerjaiku dan mengata-ngataiku dengan sebutan ‘Crying King’. Namun, aku tidak membencinya. Malahan aku makin sayang dengannya karena secara tidak langsung sebenarnya dia menunjukan rasa sayangnya terhadapku. Walaupun ekspresi yang ia tunjukan tidak pernah diterima oleh sahabat-sahabatku yang lain, aku bisa mengerti apa yang sebenarnya ia pikirkan. Kurobek kertas kado yang membungkus kado dari Taemin itu. Lalu, kulihat ada bungkusan koran. Kurobek lagi hasilnya sama. Koran, koran, dan koran. Ada lebih dari sepuluh kali koran yang kurobek. Dasar anak bandel.

Akhirnya aku melihat kotak yang cukup besar berwarna putih. Lalu, kubuka penutupnya untuk melihat apa yang dihadiahkan Taemin untukku. Dan isinya adalah… koran lagi. Sialan. Dasar anak jail! Liat saja nanti kalau dia ulang tahun. Sekitar lima belas kali merobek koran, akhirnya aku benar-benar sampai di kado yang sesungguhnya. Ukuran kotak itu seukuran dengan kotak sepatu. Lalu, kubuka perlahan kotak tersebut. Dan aku sangat terkejut melihatnya! Ia menghadiahiku sebuah kotak, kotak, kotak dan kotak. Aku sudah mulai capek mendapatkan kado dari Taemin. Kulirik Taem sinis dan dia tertawa terpingkal-pingkal. Begitu juga dengan sahabatku yang lain kecuali Key. Ia hanya diam dan tersenyum.

Dan sudah kupastikan, ini adalah kotak terakhir. Dan benar saja! Saat kubuka kotak yang berukuran lumayan kecil itu, ada sebuah jam yang sangat indah merah hitam. Jam tersebut merupakan jam lego starwars yang sangat langka dan sangat kucari-cari. Kupeluk sahabatku yang sudah kuanggap sebagai dongsaengku sendiri. Ia membalas memelukku walaupun masih tertawa keras di telingaku. Namun, aku tidak mengubrisnya. Toh memang aku orang yang sangat melakonis dan aku tidak membantah kenyataan itu. Dan sekarang… dimana kado Key?

“Maaf Jjong, aku tidak membawa kado barang untukmu. Namun, aku memberi kado cinta untukmu.:

Tiba-tiba, kurasakan ada seseorang yang memelukku dari belakang dan mencium pipiku dengan lembut. Rasanya sangat hangat dan sangat membuatku senang. Kupejamkan mataku untuk menguasai diriku. Lalu, kutolehkan kepalaku kearah kanan. Dan kudapatkan seorang yeoja cantik sedang berada disampingku sambil tersenyum tersipu. Pipinya merah merona akibat malu. Aku yakin, pipiku juga merah karena baru saja dicium oleh seorang yeoja yang sangat kupuja, Kim Ryechul.

“Saengil Chukka Hamnida, Jjong oppa!” ucapnya sambil tersenyum membuat lesung pipitnya terlihat.

“Bagaimana dengan kadoku barusan, hyung?” ucap Key.

“…….”

“HAHAHA! DIA TIDAK BISA BERBICARA!” ucap Onew hyung sambil menunjuk kearah mukaku.

Ya, kuakui aku speechless karena kado yang diberikan Key dan Ryechul barusan adalah kado yang baru pertama kali kuterima selama aku hidup. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa memandang kearah kedua bola mata Ryechul yang menunjukkan mimik malu yang sangat ketara. Ia juga hanya memandang kearah bola mataku. Kami sama-sama saling memandang dan tidak berbuat apa-apa. Perlahan, kedua tangan kami terangkat dan bertemu. Sudah kuputuskan untuk mengatakan perasaanku yang sebenarnya kepadanya. Aku tidak peduli dengan jawaban apa yang akan kuterima.

“Saranghaeyo.”

Aish, siapa itu yang mengatakan berbarengan dengaku? Kulihat bibir bawah yeoja itu bergetar. Ia juga sedang ingin mengatupkan mulutnya seperti baru saja mengeluarkan kata-kata. Apakah orang yang berbicara berbarengan denganku itu Ryechul? Aku tidak berani berharap. Aku tidak berani untuk menanyakan kepadanya apakah dia yang tadi mengucapkan kata-kata itu juga. Aku takut kata-kata itu untuk orang lain. Bukan untukku. Namun, sekarang namja yang berada didepannya hanya aku. Apakah benar ia juga mencintaiku? Apakah benar kau mencintaiku, Kim Ryechul? Tuhan, apakah kupingku salah dengar?

“Kau benar, oppa. Aku memang mencintaimu dan kau tidak salah dengar.”

Aku tidak bisa berbuat apapun. Apakah barusan aku menyuarakan pikiranku? Dengan reflek kupeluk tubuh mungil yeoja itu. Lalu, yeoja tersebut membalas memelukku. Kurasakan sesuatu yang basah di dada kiriku. Aku sangat tahu bahwa Ryechul sedang menangis. Mungkin ia menangis bahagia. Seperti yang sedang kulakukan. Aku menangis bahagia karena ulang tahunku dirayakan. Aku menangis bahagia karena semua sahabat-sahabatku sangat perhatian kepadaku. Dan yang terakhir, aku menangis bahagia karena seorang Kim Ryechul yang sangat susah didapatkan oleh namja-namja lain mengakui bahwa ia juga mencintaiku.

“Saranghae, Ryechul-ah.”

“Nado saranghae, oppa.”

Kemudian, kulepaskan pelukanku dan mulai mengelus wajah cantiknya. Dengan perlahan, kucium bibirnya yang lembut. Ini adalah ciuman pertamaku selama aku hidup. Rasanya…. manis. Aku yakin, cinta pertamaku ini tidak akan terpisah dari hidupku. Aku juga yakin, seorang Ryechul tidak akan pernah bisa melupakanku karena ini adalah pertama kalinya ia mempunyai seorang namjachingu. Semua orang yang berada disitu bertepuk tangan. Kemudian, setelah mereka capek bertepuk tangan karena sepertinya tangannya merah, aku juga melepaskan bibirku dari bibir yeoja tersebut dan tersenyum kearah semua sahabatku itu. Kulihat Key menangis. Sepertinya ia terharu karena sekarang dongsaengnya sudah dewasa dan menjadi milikku.

Tuhan, terima kasih untuk hari ini. Terima kasih untuk semua hal yang kau berikan kepadaku selama ini. Terima kasih telah membuat hatiku bahagia di hari ulangtahunku. Aku bisa menarik kesimpulan. Dibalik semua kesedihan, pasti ada yang kau rencanakan. Kau memang mengambil kedua orangtuaku. Namun, kau meninggalkan sahabat-sahabatku dan seorang yeoja untuk menceriakan hidupku. Terima kasih tuhan… terima kasih. Dan untuk umma dan appa,aku bahagia di dunia ini. Semoga kalian bahagia di dunia sana. Jeongmal kamsahamnida telah melahirkanku. Saranghae…

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Akhirnya selesai juga! Jangan lupa RCL nya yaa readers😀 Saranghaeyo~

About raisawidiastari

crooked.

Posted on 8 April 2011, in AUTHOR, Kim Ryechul, SHINee Fanfiction and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 24 Komentar.

  1. wah !
    keren2 !!
    nih ff bikin mataku melek lagi #plak#

    tapi bagian atas.a paling mengharukan ..
    author beliin ember dong , banjir airmata nih #plakedebuk# (author : apasih nih reader ?! gaje) ^^

  2. Hwa..daebak thor,

  3. uwaa sahabat sejati >.<
    bruntung skali yeoja itu udh dpt ryechul :p

  4. kereeeeeeen!! ;D

  5. Wah bagus😀😀 sedih juga huuuu

  6. huwaa… DAEBAK thor!! =) so sweet banget dah tw critax!!🙂 terharu qw jdix!! hiks… hiks… *nangis breng key(?)* :p

  7. Haihaihaiiii.. *tebar bintang2 (?)*
    Sy numpang baca, jadi kudu komen 8D

    Awalnya sedih sih. Kasian si jjong hrus kehilangan ortunya ._.
    Tapi esok harinya jd hr terindah mameeenn.. Cieh cieehh..
    Eh bener ya onew demen wrna kuning? *garuk2 kepala
    Ehmm anyway, ffnya keren🙂 easy reading jd readernya pasti mudeng.
    Tetap berkarya *halahh*
    Hwaitingggg🙂

    • Raisa Widiastari

      annyeooong~ *tangkep bintangnya*
      iyaa, mood author saat membuat fanfic gaje ini lagi mellow terus seneng soalnya inget kalo hari itu suami author (baca: Jonghyun) ulang tahun *plak* jadi terbentuklah FF gaje ini :p
      Gomawoo yaang udah baca😀

  8. wa .,… keren bgt !!!!

  9. 1 kta u/mu saeng PREVET sekali prevet ttp prevet tp oke jg nih suprisenya berhasil^^ yeeeaaaa.. klo bsa saaat mmber shinee yg laen ultah bikin lg oke:)

  10. how nice… ^^

  11. Awal ff nya sih bikin sedih tapi lama2 jadi seru ~(‾⌣‾~) (~‾⌣‾)~ ~(‾⌣‾~) (~‾⌣‾)~

    Apalgi pas bgian bagi2 kado suka bgt bgian itu hahah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: