[FF/1SHOOT] PROMISE

FANFICTION     : “PROMISE”

GO AWAY PLAGIATORS!

Title                 : PROMISE

Written By   : ArNy KIMTaemin

Genre              : Romance

Rating             : PG-13

Type                : 1Shoot

Cast                 :

  • [Super Junior] Cho Kyuhyun
  • [YOU] Shin ____________

Other Cast      :

  • [Super Junior] Lee Donghae
  • [Davichi] Kang Minkyung

Disclaim                      : Kyuhyun & Donghae belonged to Super Junior, Minkyung belonged to Davichi.

Backsound      Songs   :

  • SuJu K.R.Y-Coagulation
  • SNSD-Mistake
  • SHINee-Life
  • Kerispatih-Tertatih (jangan tanya kenapa arny pake’ lagu Indo. Tapi mungkin,

karena Arny suka sama Band Kerispatih kali ya.. mereka itu Band Indo Favourite Arny *gak ada yg tanya* hehehe –Pease..-)

A/N                  : THIS FF PLOT IS MINE! DON’T COPY, OKEY, Coz I NOW YOU’R A GOOD someone. And, One again, Please, RCL! (Mianh kalo banyak typo yaa. Harap dimaklumi soalnya saya lagi badmood nihh..iksiks..

Note                : Tulisan warna Ungu = Flashback yaa..

========

“Oppa~~ aku suka padamu. Terimalah cintaku ini! Kumohon!”

“apa kau serius dengan ucapanmu itu?”

“aku serius. Aku sudah lama menyukai Oppa dan aku sangat suka pada Oppa. Karena itu aku memberanikan diriku untu menyatakan cintaku padamu. Dan Oppa harus menerimaku menjadi kekasihmu!!”

Cho Kyuhyun tertawa renyah. Ditatapnya gadis yang tengah membungkukkan badan dan memberikan suatu kertas pink kehadapannya itu dengan satu senyuman. “baiklah. Aku terima kau jadi menjadi kekasihku.” Katanya kemudian sambil tersenyum.

%%%

“hehehe, Oppa, kau mau coklat ini?”

“untukku?”

“ye. Aku buat sendiri untuk kuberikan padamu, lho~ Oppa mau, kan, menerimanya.”

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. “tentu saja!”

“aku harap Oppa suka dengan coklatnya.”

Kyuhyun melahap coklat yangdiberikan gadisnya. Sementara Gadis itu yang duduk disebelah dirinya hanya menanti tanggapan Kyuhyun dengan raut wajah tidak sabar. “bagaimana rasanya Oppa?” tanyanya setelah Kyuhyun menghabiskan satu bongkah coklat pemberiannya.

Kening Kyuhyun mengerut. Wajahnya mulai menampakkan kemualan. Tapi, ia tetap mengunyah coklatnya.

“tidak enak ya Oppa? Maaf yah, habisnya aku baru pertama kali membuat coklat, sih.. Itu juga aku minta bantuan Eommaku. Haha, aku tahu kalau akan tidak enak. Maaf yah, Oppa. maaf. Jongmal-jongmal Mianhamnida..“

“Emm~~ enak sekali!!! Delicious~~!” seru Kyuhyun tiba-tiba. Gadis disebelahnya mengerutkan kening. Kyuhyun hanya tersenyum menatapnya. “kau pandai sekali membuat kue, ____________________ !”

“benarkah?”

Kyuhyun mengangguk tegas dalam diamnya yang sedang mencoba menguyah coklatnya kembali. Meski terasa masam, tapi ia tetap terus menguyahnya.

Gadis disebelahnya tersenyum senang.

Hati Kyuhyun berangsur-angsur bahagia melihat senyuman itu. Yah, itu yang dia harapkan sedari tadi.

Ia menggenggam sebatang coklat ditangannya dengan erat. Ia berencana akan menghabiskan coklat itu, Tak akan disisakannya secuilpun, karena itu adalah pemberian dari gadis yang sangat ia sukai.

%%%

“Oppa. Kau bicara apa? Aku kan sudah bilang padamu bahwa aku tadi hanya kebetulan bertemu dengan Kibum Oppa. Kami tak melakukan apapun meski terkurung digudang olahraga itu.”

Kyuhyun menatap tajam gadis dihadapannya. Ada pancaran kemarahan yang keluar dari bola mata laki-laki itu. Saat ini ia merasa bahwa hatinya masih panas. Benar-benar panas.

Ia sama sekali tidak suka sekali nama pria itu terdengar ditelinganya. Apalagi dikeluarkan dari mulut gadis dihadapannya sekarang yang tengah berusaha meyakinkannya bahwa apa yang dikatakan orang-orang terhadap diri gadis itu tidak benar.

Yah, dia tau apa yang dikatakan gadis itu memang benar. Dia juga sama sekali tidak percaya dan tidak perduli pada apa pendapat teman-teman kampusnya yang tidak suka dengan hubungan ia dan gadis dihadapannya sekarang ini.

lima menit terlewati. Kyuhyun masih saja tak menjawab. Ia hanya mampu menatap gadis dihadapannya melalui ekor matanya saja.

“percaya padaku, Oppa. Aku tidak mungkin mengkhianatimu. Aku dijebak. Aku tidak tahu kalau Han Yoori dan teman-temannya telah membohongiku dengan mengatakan padaku bahwa kau mau menemuiku digudang olahraga sekolah. Aku tak tahu kalau akan begitu jadinya.. aku.. aku.. maaf, Oppa.” Kyuhyun mendengar suara gadis itu lagi. Suaranya terdengar sangat serak dan terdapat isakan tangis disela-selanya.

Hati Kyuhyun teriris melihat gadis itu menangis. Tapi hatinya lebih sakit dengan apa yang dia lihat tadi ketika menemukan gadis yang dicintainya berduaan didalam gedung olahraga sekolah dalam keadaan sedang berciuman.

Dia tahu, gadis itu mencoba berontak. Tapi tetap saja, ia benar-benar merasa kesal dan sangat membenci kejadian yang dilihatnya beberapa saat yang lalu itu. Rasanya, saat itu ia hendak ingin membunuh pria yang berusaha menodai kekasihnya itu dengan tangannya sendiri. namun teman-teman Han Yoori dan juga gadis itu sendiri mencegatnya. Itulah yang membuatnya lebih merasa kesal lagi. Ia benci gadis itu membela pria brengsek yang bahkan hampir berhasil dibunuh olehnya.

“aku tidak bohong Oppa. Aku mohon kau percaya padaku. “ mata gadis itu sudah memerah karena kebanyakan menangis. Suaranya sangat lirih seakan tak sanggup lagi untuk mengeluarkan suara. Tak kuasa melihat gadis itu menangis, Kyuhyun langsung meraih tubuh gadis itu dan memeluknya dengan erat. Sangat erat. Ia memejamkan kedua matanya dan merenung.

Sekarang ia sadar, tak seharusnya ia marah kepada gadis yang dicintainya. Gadis itu sudah cukup tertekan dengan apa yang baru saja dialaminya dengan pria brengsek bernama Kim Kibum, musuhnya itu. Seharusnya, sebagai kekasihnya, ia harus menenangkan gadis itu. Ia harus menghilangkan ketakutan gadis itu agar ia tidak mengalami trauma. Itu yang seharusnya dilakukan oleh dirinya, kan.

%%%

“kau ingin aku menjanjikan sesuatu untukmu?”

Gadis itu mengangguk. Kyuhyun yang sedang duduk ditepi sungai memperhatikan gadis yang tengah berdiri didalam sungai itu dengan tatapan keheranan dan satu alis terangkat. Air sungai yang mengalir lancar membasahi rok gadis itu yang hanya selutut. Gadis itu merentangkan tangannya. Kyuhyun tak tahu apa yang sedang dilakukan gadis itu namun ia dapat mendengarkan suaranya.

“dalam ulang tahunku yang ke-19 tahun ini.. aku ingin kau mengucapkan sebuah janji padaku. Dan ingat, harus kau tepati, Oppa.”

“Hey, untuk apa aku melakukan itu?”

“hanya ingin tahu kesungguhanmu kepadaku saja..”

“Apa?” Kyuhyun mengerutkan keningnya. Ia merasa lucu sekali dengan permintaan kekasihnya itu.

“ayo Oppa. Katakan apa janjimu.”

“kau habis baca komik apa sih sebenarnya?” tanya Kyuhyun seraya tiba-tiba bangkit berdiri.

Gadis itu mengerutkan kening. “huh?”

Tanpa gadis itu sadari, Kyuhyun sudah menghampirinya. Pria itu berjalan masuk kedalam sungai.

“kau kan biasanya selalu berkata yang aneh-aneh setiap kali usai membaca sebuah komik. Seperti yang lalu-lalu kau katakan dan kau minta padaku. Sekarang kau malah, memintaku untuk berjanji padamu. Apa yang harus kujanjikan, kau itu ada-ada saja..”

Gadis itu tertawa kecil mendengarkan penuturan Kyuhyun. Yah , semua perkataan pria itu tadi  memang benar. Tapi, ia tetap bersikeras dengan pikirannya. Ia tetap harus mendapatkan janji dari Kyuhyun , Laki-laki yang sudah 3 tahun lebih menjadi kekasihnya itu. Menjadi satu-satunya sosok laki-laki dalam hidupnya. Kyuhyun sudah seperti pengganti ayah baginya, seperti ibu baginya, seperti saudaranya sendiri. Kyuhyunlah satu-satunya yang ia punyai di dunia ini. karena kedua orang tuanya sudah lama meninggalkan dunia. karena itu, ia tak ingin Kyuhyun meninggalkannya juga.

“terserah apa kata Oppa, tapi kau harus tetap menjanjikan suatu hal padaku. Ayolah, Oppa~~” paksa gadis itu tetap pada pendiriannya membuat Kyuhyun yang sudah berada didekatnya, hanya mendesah.

Gadis itu merasakan pinggangnya dipeluk perlahan. Sebuah dagu bersandar dibahu kanannya.

“baiklah. Aku akan berjanji..”

Gadis itu tersenyum senang. “apa yang ingin kau janjikan?”

“aku berjanji.. demi Tuhan, demi dunia ini, dan demi semua makhluk ciptaan-Nya, bahwa aku.. Cho Kyuhyun.. akan selalu mencintaimu… Shin ____________________. Aku juga berjanji, bahwa aku akan selalu menjaga dan melindungi dirimu walau harus mengorbankan nyawaku. Satu lagi, aku juga berjanji bahwa aku akan selamanya bersamamu.. tidak akan pernah meninggalkanmu.. karena aku.. sangat mencintaimu.. kekasihku..”

Gadis itu tersenyum lembut. Perlahan, Kyuhyun mencium pipinya. “saranghae..” bisik Kyuhyun tepat disebelah telinga gadis itu membuat gadis itu semakin melebarkan senyum manisnya. Ia senang sekali dengan janji yang diucapkan Kyuhyun untuknya. Khusus untuknya.

“Oppa janji, kan?” tanya gadis itu lagi.

Kyuhyun mengangguk mantap. “aku janji.”

“Oppa akan menepatinya, kan?”

“tentu!”

Keduanya tersenyum. Untuk beberapa saat lamanya, keduanya terlarut dalam keadaan alam yang begitu menenangkan. Angin disore hari itu begitu sepoi-sepoi. Keduanya saling terdiam dalam keadaan masih berpelukan.

“____________________,” Kyuhyun tiba-tiba memecah kebisuan.

“eemm??”

“tadi, kan, aku sudah berjanji padamu. Nah, sekarang kau yang harus janji padaku.”

“Heeh??” kaget gadis itu.

“memangnya aku saja yang harus berjanji? Enak saja! Kau juga harus berjanji! Ayo cepat katakan apa janjimu kepadaku! Hanya untukku, lho~!” kata Kyuhyun, menggembungkan pipinya.

“dasar Oppa ini…” tawa gadis itu. Perlahan, ia merasakan tangan yang melingkar dipinggangnya mendekapnya lebih erat lagi. Sangat erat seolah jika tangan itu bisa berkata, maka ia akan berkata “jangan kau pisahkan pinggang ini dariku, karena aku tak ingin melepaskannya. Aku tak ingin ia lari dariku.”

“ayo katakan cepat..” terdengar suara Kyuhyun lagi sehingga menyadarkan gadis itu dari lamunannya. Setelah memantapkan hati, perlahan gadis itu berkata sambil tersenyum lembut, “aku juga berjanji bahwa aku akan selalu mencintai Oppa. Aku juga berjanji bahwa aku akan selalu menjaga dan melindungi Oppa, serta bersama Oppa selamanya.. sampai kapanpun, seumur hidupku tidak akan pernah meninggalkan Oppa. “

“benarkah.”

“benar!”

“kau janji?”

Gadis itu mengangguk mantap. “ percaya padaku! aku tidak akan mengingkarinya!”

Kyuhyun tersenyum penuh kebahagiaan dan dipeluknya gadis itu lebih erat lagi.. lebih.. dan lebih erat…

Cuaca sungai Han yang dingin, namun menentramkan hati itu kini dirasakan oleh keduanya kembali.

%%%

Seorang gadis menangis dalam derasnya hujan pada sore hari itu. Ice cream yang ada ditangannya berangsur-angsur meleleh terkena air hujan dan kemudian jatuh ketanah taman yang lembab karena tangan gadis itu terlalu bergemetar.

Tatapan heran orang-orang yang lewat disekitar taman Seoul yang melihatnya menangis itu sama sekali tak dihiraukan olehnya. Gadis tersebut tetap terus menangis dalam kesendiriannya.

Menangisi kecerobohan dirinya sendiri dan  bahkan kalau bisa ingin membenci dirinya sendiri. ia telah melakukan kesalahan.. kesalahan yang fatal sekali menurutnya.

Tiba-tiba ada sebuah tangan memeluk pinggang gadis itu dari belakang, membuat gadis tersebut terkejut.

“mianheyo.. ____________________-ah..” Gadis itu menahan napasnya katika mengenali suara itu. Suara pria yang sangat khas ditelinganya. Kepala pria itu bersandar pada pundak gadis tersebut.

“bukan maksudku untuk memarahimu, ____________________-ah. Aku hanya tidak ingin kau makan Ice cream karena makanan itu akan membuat sakit flu dan demammu tambah parah. Aku kan sudah bilang agar kau menjaga makananmu, tapi kau malah tidak menghiraukannya, karena itu aku kesal. Aku kesal.. bagaimana jika kau tambah sakit lagi? Bagaimana jika kau sampai kenapa-kenapa,… aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku nantinya jika kau sampai kenapa-kenapa.. mianheyo sekali lagi, karena aku telah menyakitimu dengan memarahimu tadi.. kau harus tahu, kalau aku menyayangimu..“ kata pria itu dengan suara pelan.

Disela isak tangisnya perlahan gadis itu tersenyum lembut. Dalam hatinya, ia berkata : “aku semakin mencintaimu, Kyuhyun Oppa.”

“jika kau tidak mau memaafkanku maka aku akan membenci diriku sendiri..” kata pria itu lagi.

Perlahan, gadis itu meraih tangan pria yang memeluknya dan menggenggamnya erat. “mianhe Kyuhyun Oppa.. karena aku tak menghiraukan perintahmu..”

%%%

“hati-hati jalannya. Jangan cepat-cepat, ____________________” kata Kyuhyun pada gadis yang sedang ia pegang tangannya. saat ini, ia sedang menuntun jalan gadis yang ada disebelahnya dengan keadaan mata terpejam karena tertutupi sehelai kain hitam tebal.

“Oppa, kita mau kemanakah?” tanya gadis itu merasa sangat pensaran Kyuhyun membawanya kemana. Dalam hati, ia masih merasa lucu dengan permintaan Kyuhyun datang kerumahnya tadi pagi-pagi sekali dan mengajaknya pergi keluar namun sama sekali tak memberitahu bahwa mereka akan pergi kemana. Gadis itu hanya mengikuti saja akhirnya dan juga lagi-lagi sama sekali tak menolak permintaan Kyuhyun yang menyuruhnya menutup mata kemudian mengikat matanya dengan sebuah kain hitam yang telah disiapkan Kyuhyun.

Sampai sekarang pun, gadis itu masih merasa heran dengan sikap Kyuhyun yang tak biasa hari ini.

Langkah mereka masih terus berlanjut.

“Oppa, apa kita masih lama?”

“sebentar lagi………. nah kita sudah sampai.. sekarang buka kainnya..” perintah Kyuhyun. gadis itu bergegas membuka ikatan kain dikepalanya dan Kyuhyun membantunya. Alangkah terkejutnya gadis tersebut ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. ‘sungguh pemandangan yang indah dan menakjubkan!’ batinnya.

“waaoww~~ indah sekali Oppa!” kata gadis itu senang, menoleh kebelakangnya. Kyuhyun tertawa renyah. Ia senang melihat gadisnya senang. Kemudian ia berjalan menuju sebuah meja yang telah ada di atas rumput yang tebal.

Melihat itu, gadis tersebut mengikuti Kyuhyun.

“duduklah, “ kata Kyuhyun menarik sebuah kursi untuk gadis itu. Gadis itu mengukir senyum lalu duduk. Ia melihati sekelilinya. ia masih terkesima dengan apa yang dilihatnya. Sebuah daerah yang penuh dengan hamparan bunga-bunga dan rumput-rumput yang luas. Air terjun dengan air yang jernih dan suara gemericikan airnya yang membuat suasana tidak terasa sunyi tapi justru terasa asri. Serta sebuah sebuah meja yang sudah dipenuhi makanan diatas mejanya dan dua buah kursi yang mereka duduki sat ini.

Gadis itu mencoba menghirup udara yang lewat disekitarnya. Ia dapat mencium aroma tanah yang bercampur dengan rumput dari udara itu. Membuat hatinya bertambah tenang dan tertram. Ia merasakan kedamaian saat itu.

“kau suka?”

Gadis itu tersentak. Pikirannya yang melayang tadi telah terganggu oleh suara Kyuhyun sehingga membuatnya kini ia mulai memfokuskan penglihatannya pada seseorang yang ada didepannya. Yaitu Kyuhyun.

“kau suka dengan tempat ini?” Kyuhyun bertanya sekali lagi.

“mm.. “ gadis itu mengangguk. “ aku suka sekali. Tempat ini benar-benar indah dan keren Oppa. Aku sama sekali tak menyangka kalau kau akan membawaku kemari.. terima kasih ya.. aku senang sekali.” Kata gadis itu tersenyum semanis mungkin. Kyuhyun hanya dapat balas tersenyum juga.

“baguslah jika kau senang. Itu berarti, kerja kerasku tidak sia-sia.”

Gadis itu mengerutkan keningnya. Ia menatap Kyuhyun dengan penuh selidik. “Oppa, apa kau yang telah mengatur semua ini?”

“mengatur? Mengatur apanya?” tanya Kyuhyun dengan  wajah seolah-olah tak terjadi apa-apa. Terlihat polos intinya.

“Oucch~ Oppa ini.. selalu saja pura-pura polos. Maksudku itu adalah,Oppa kah yang telah mengatur meja dan kursi ini lengkap dengan banyak makanan dan minumannya sehingga berada ditaman air terjun yang indah ini? iya, kan?!! mengaku sajalah..”

Kyuhyun mengerutkan keningnya menatap gadis yang duduk dihadsapannya. Sementara gadis itu sudha mengangkat satu alisnya, menatap Kyuhyun tajam.

“haha..” tawa Kyuhyun perlahan.

“kenapa Oppa malah tertawa?”

“ternyata aku memang tidak dapat berbohong dengan mu, ____________________-ah! Kau selalu tahu kelemahanku..” ujar Kyuhyun membuat gadis itu menarik senyum penuh kemenangannya.

“itulah hebatnya aku.. Shin ____________________!” ucap gadis itu bangga yang langsung membuat Kyuhyun kembali tersenyum, bahkan tertawa lepas.

Gadis itu memandangi wajah Kyuhyun yang sedang tertawa dengan lama. Ia mendesah. “sudah lama sekali aku tak melihat Oppa tertawa selepas ini..”

Tawa Kyuhyun lenyap mendengar ucapan gadis itu dan wajahnya langsung berubah keheranan.

“”memangnya selama ini aku tidak pernah tertawa lepas apa?”

Kyuhyun melihat gadis itu menggeleng. Membuatnya semakin bertambah bingung.

“Oppa kan terlalu stress dengan pekerjaan Oppa sampai-sampai tak ada waktu untuk tertawa ataupun untuk sekedar tersenyum walau sedetik saja. Wajah Oppa beberapa bulan ini, terlihat begitu kusut dan lelah. karena itu, aku sering merasa kasihan terhadapmu Oppa. Kau jadinya tidak dapat menjaga tubuhmu sampai-sampai kau masuk kerumah sakit gara-gara kena Tyfus seperti  seminggu yang lalu. Sekarang kau sudah sembuh, dan kau sudah bisa tersenyum lagi. Juga tertawa. Itu benar-benar membuatku bahagia sekali.. hanya senyum dan tawamu yang dapat membuatku bahagia. Hanya itu, ” kata gadis itu sambil tersenyum lembut.

Kyuhyun kembali tersenyum karena ucapan kekasihnya itu.

“gomawo ____________________-ah. Karena kau, aku juga sudah dapat tersenyum kembali. ”

Gadis itu mengangguk mantap. Matanya menyusuri makanan-makanan dan minuman yang terhidang diatas meja. “ah, iya, ngomong-ngomong, ada apa sebenarnya Oppa membawaku kesini? Kok tiba-tiba sekali dan tidak beritahu aku terlebih dahul. Kenapa, Huh?”

Kyuhyun tak menjawab. Pria itu hanya duduk terdiam dikursinya dengan wajah gelisah. Melihat kelainan pada diri kekasihnya itu, gadis tadi kembali bersuara hingga menyebabkan Kyuhyun tersadar dari lamunannya.

“Oppa, kau kenapa? Kok malah diam ? ayo katakan ada apa sebenarnya kau membawaku tiba-tiba sekali kemari..?”

“err.. itu…. aku.. aku..”

Gadis itu mengangkat satu alisnya, Namun kini tangannya sudah mulai mengaduk-aduk beberapa jenis makanan. Ia tidak sabar untuk segera mencicipnya. Tapi, ia tetap harus menunggu sampai Senghyun mempersilahkannya untuk makan dan juga minum hidangan itu. Tidak mungkin dong, ia makan duluan, sedangkan Kyuhyun lah yang telah membawanya ketempat itu.

“aku..” Kyuhyun masih berusaha menyusun kata-katanya. tangannya mulai terasa dingin. mulutnya digembung-gembungkan karena ia berusaha untuk menarik napas dan mengaturnya. Ia merasa gugup sekali. Perasaannya benar-benar gelisah saat ini, tidak tenang. ‘katakan atau tidak yah?’ tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Melihat sikap Kyuhyun yang tampak gelisah itu membuat gadis tadi berhenti mengaduk makanan dan pandangan matanya kembali tertuju pada Kyuhyun . “ada apa sih, Oppa?” gadis itu mengulang kembali pertanyaannya.

Gadis itu merasakan Kyuhyun sedang menatapnya ragu-ragu, namun kemudian menarik dan menghela napas berat, tiba-tiba saja laki-laki itu berdiri, bangkit dari kursinya. Gadis itu agak mengerutkan kening ketika Kyuhyun berjalan menghampirinya.

“Oppa, kenapa kau ma—“ Kyuhyun menahan perkataan gadis itu dengan berlutut dihadapan gadis tersebut.

Gadis itu tentu saja kaget. Apalagi ketika Kyuhyun mengulurkan tangannya dan meraih tangan kanannya lalu diciumi oleh pria itu punggung tangannya. kening gadis itu semakin berkerut. Dia benar-benar heran dan juga kaget dengan tindakan Kyuhyun padanya barusan.

Laki-laki itu masih berlutut dan lalu menatap mata gadis itu dengan dalam.

“____________________, kau masih ingat, kan, dengan janji yang pernah kita buat berdua?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“janji? Janji,, yang mana yah, Oppa?”

“dasar gadis pikun, “ gerutu Kyuhyun karena wanitanya itu sama sekali tak mengingat janji mereka berdua itu, membuat gadis itu menyemberutkan wajahnya karena kesal lantaran Kyuhyun menyebutnya ‘gadis pikun’ dan lantas ia segera memutar otaknya untuk mengingat kembali ‘janji’ ia dengan Kyuhyun yang telah dilupakan olehnya.

“aaah!” seru gadis itu tiba-tiba sambil bertepuk tangan sekali dengan wajah yang tersenyum senang. Ia menatap Kyuhyun lagi dengan pandangan aku-telah-tau-jawabannya-apa-!. Sementara itu Kyuhyun langsung memasang senyum sumringah, ia bersyukur karena ternyata gadis itu maish mengingat janjinya.

“kau ingat?” tanya Kyuhyun penasaran. Gadis itu mengangguk tegas. “hmm, aku tahu! Janji… yang.. janji  kalau kau kalah taruhan nonton bola dengan ku malam minggu nanti, maka kau akan mentraktiriku, kan? iya kan, janji itu kan!”

“Heeeh??” Kyuhyun melotot. Bagai ada anak panah yang tertancap dikepalanya. Ia benar-benar merasa kesal pada gadis itu.

“ars~~ kau ini bicara apa sih?! kenapa malah nyasar kejanji itu. Itu janji lain lagi. Jangan bercanda dong, _____________________, aku ini serius tahu!”

“aku juga serius kok.”

“____________________,masa’ kau sama sekali tidak ingat sih?” tanya Kyuhyun dengan nada suara keras.

“aah.. jadi bukan itu yaah.. yah, sayang sekali kalau bukan itu. Lalu, Kalau begitu apa dong?” gadis itu memasang wajah polos membuat Kyuhyun semakin murka. Namun pria itu tetap berusaha bersabar dan tenang.

“kau ingat tidak, tentang janji yang kita buat setahun yang lalu disungai Han ketika hari ulang tahunmu yang ke-19? Saat itu kau memintaku untuk berjanji satu hal padamu. Lalu, setelah itu, aku kemudian memintamu untuk mengucapkan janji juga padaku. apa kau ingat?”

Gadis itu terperangah sesaat, namun ia langsung berusaha berfikir. Berusaha menggali memori otaknya. Tiba-tiba, “Iya iya! Aku tahu! Yang kau janji padaku bahwa kau akan terus mencintaiku, bersama selamanya denganku, tak akan meningggalku, menjagaku dan melindungiku walau..”

“harus mengorbankan nyawaku sendiri.. “ potong Kyuhyun . gadis itu tersenyum perlahan, “aku ingat sekarang kan! jadi jangan mengataiki ‘pikun’ lagi!”

Kyuhyun tertawa renyah. “baiklah. berhubung kau sudah tahu, jadi sekarang aku bisa mulai.”

“mulai apa? Main petak umpet yah?”

gadis itu langsung terdiam begitu melihat pelototan Kyuhyun yang terarah kepadanya lagi. Ia hanya diam dan duduk tenang, tak mengeluarkan sepatah kata lagipun.

Kyuhyun memejamkan matanya kuat-kuat, berusaha menenangkan dirinya dan setelah memantapkan hati, ia berkata kembali, “aku pernah berjanji tentang satu hal padamu dulu.. dan sekarang.. aku akan mewujudkan janjiku itu..”

Gadis itu terkesiap. Ia segera memutar kepalanya dan menatap Kyuhyun lagi dengan satu alis terangkat. “mewujudkan janjimu? Bagaimana caranya?”

Kyuhyun membuka pejaman matanya perlahan, ditatapnya gadis yang ada dihadapannya itu sekarang dengan tatapan dalam sampai menusuk jiwa gadis itu yang kaget dengan pancaran yang keluar dari mata Kyuhyun dan ditangkap olehnya.

“____________________-ah.. izinkan aku untuk terus mencintaimu, menjaga dan melindungimu dengan seluruh tenagaku sampai habis, juga bersama dengan mu selamanya dengan cara… “Kyuhyun menarik napasnya. Ia sedang berusaha kuat mengatakan sesuatu. Sementara gadis yang duduk itu menanti kelanjutan ucapannya dengan tidak sabar.

“menikahimu.. izinkan aku menjadi pria mu selamanya!”

Gadis itu terkesiap. Ia memandangi Kyuhyun dengan pandangan tidak percaya. Ia merasa seolah dirinya berada dialam sadar dan alam tidak sadar.

“Shin ____________________, pada hari ini, pada jam dan detik ini, aku sedang melamarmu..”

“…………………………….”

“Would you marry me, Shin ____________________ ?”

Tenggorokan gadis bernama lengkap Shin ____________________ itu langsung tercekat begitu Kyuhyun menyelesaikan ucapannya.

Air matanya hampir jatuh. Tapi ia berusaha menahannya agar tidak jatuh. Ia tidak ingin Kyuhyun melihat airmatanya dan tahu bahwa ia sedang menangis.

Yah, gadis itu memang sedang berada diantara senang, bahagia.. namun juga sedih… perasaannya begitu terharu dengan ucapan Kyuhyun yang ditujukan kepadanya.

Sudah lama ia menantikan saat ini, tapi disaat waktu ini tiba, ia malah harus menahan perasaannya sendiri.. Meski begitu, hatinya tetap merasa bahagia karena Kyuhyun melamarnya.. sungguh! Ia sangat bahagia !

Perlahan dapat dirasakan olehnya, tangan Kyuhyun yang menggenggam tangannya. menggenggam tangannya dengan sangat erat, seolah tak ingin tangannya lepas dan menjauh dari tangan pria yang masih berlutut dihadapannya itu. Namun, entah kenapa, keeratan genggaman itu justru menambah kesedihan gadis tersebut dan secara perlahan tetesan air matapun mulai kembali mengalir dipipinya yang putih. Ia tak mampu lagi untuk membendung luapan perasaan sedihnya..

Ia menangis demikian keras.. diantara waktu mulainya turun gerimis yang hanya tinggal beberapa detik lagi akan berubah menjadi hujan deras pada pagi hari yang mencekam itu.

%%%

Senja hari yang tenang. Angin melambai-lambai diudara mengeluarkan kesejukan namun juga kedinginan. sebentar lagi matahari akan segera terbenam. Sungguh, keadaan alam yang sangat asri dan menenangkan, Namun justru terasa kelabu bagi seorang pria yang saat ini tengah berdiri didepan sebuah makam yang berada di permakaman daerah Gwangju, kota kelahiran seseorang yang pernah berarti dalam hidupnya. Malah yang paling berarti.

Pria bertubuh tinggi dan tegap itu menatap lirih ke nisan makam dihadapannya. tiba-tiba seseorang memukul pundaknya sehingga membuatnya menoleh kaget. “Kyuhyun -ah.. ayo cepat.. kedua orang tuamu sudah menunggu dimobil..”

pria itu tak bergerak ditempatnya. Pria bernama Kyuhyun itu tetap saja masih tak bergeming. Ia masih menatap makam dihadapannya dengan pandangan sendu dan lirih. Melihat tatapan lirih sahabatnya itu, Lee Donghae, pria yang menepuk pundak Kyuhyun tadi, kini mendesah pelan.

Jujur, ia sangat merasa kasihan dengan Kyuhyun , sahabatnya sejak kecil itu.

Tanpa perintah, Donghae mengikuti arah tatapan Kyuhyun. ia ikut melihat makam yang berjarak kurang lebih semeter dari hadapan mereka, makam yang terlihat masih baru sekali itu. Donghae tersenyum samar melihat makam itu meski hatinya terasa sedih. Namun ia siap. Tidak seperti Kyuhyun yang ia yakini kalau laki-laki itu tidak siap. Dan Donghaepun, tidak tahu kapan laki-laki itu akan siap. Siap menerima kepergian seseorang yang ia tahu telah membuat hidup sahabatnya itu penuh warna karena itu pasti akan sangat susah bagi Kyuhyun untuk dapat melupakan seseorang itu.

Ia menolehi Kyuhyun sekali lagi. Kyuhyun melirik Donghae dengan ekor matanya ketika pria yang tubuhnya hanya pendek beberapa cm dari dirinya itu menepuk pundaknya untuk kedua kali.

“percayalah. ____________________ pasti sudah tenang disana.. dia memang senang melihatmu disini.. karena kau melihatnya.. tapi, aku yakin, dia juga pasti akan sangat sedih melihatmu terus-terusan menangis didepan makamnya seperti sekarang ini. ”

Kyuhyun tersenyum samar mendengar perkataan Donghae. Donghae kembali melanjutkan ucapannya, “setidaknya ambil satu hikmah dari semua ini.”

Sentak Kyuhyun menatap Donghae dengan tatapan tidak suka. Ia kaget dan tidak senang dengan ucapan Donghae barusan. hikmah? Hikmah apanya? Batin Kyuhyun berontak sendiri. mengerti arti tatapan sahabatnya itu, Donghae langsung kembali berkata dan perkataan itu membuat Kyuhyun terpaku.

Perkataan Donghae : “ hikmahnya…. setidaknya ____________________ tidak perlu merasa kesakitan lagi dengan penyakitnya yang telah ia derita lebih dari 4 tahun itu, yang bahkan sempat membuatnya koma selama 2 tahun dan tak bisa melihat juga bicara sekalipun.. bukankah dengan ia pergi dalam keadaan tenang seperti ini, itu akan lebih baik?! Dia sudah bisa bebas sekarang dan tak lagi merasakan kepedihan dan kesakitan yang sangat menyakiti tubuhnya selama ini?”

“Yah, kau benar Donghae. Seharusnya aku bahagia karena ia tak lagi kesakitan. Aku tidak lagi melihat gadis yang kucintai seumur hidupku itu kesakitan.. ” Ucap Kyuhyun dengan suara lirih. Bahkan sangat pelan. Seolah tak sanggup lagi mengucapkan kalimat lain. Donghae tersenyum samar..

“tapi..”

Donghae mengerutkan keningnya, disaat wajah Kyuhyun mulai menampakkan keraguan.

“Entah kenapa, Hae.. aku.. aku.. aku memang mengikhlaskan kepergiannya.. tapi, aku belum bisa menerima kenyataan bahwa aku akan hidup tanpa dia.. aku tidak yakin kalau aku akan sanggup menjalani hari esok tanpa dirinya disampingku.. kau tahu, kan, kalau aku sangat mencintainya, Hae!”

Untuk kesekian kalinya, Donghae mengukir senyuman lembut. Senyuman layaknya seorang sahabat yang sedang berusaha menghibur sahabatnya yang sedang berada di ambang kesedihan. Donghae mengusap-usap punggung Kyuhyun dengan pelan. Senyumannya masih samar. Jujur, ia sendiri merasa sedih. Sedih yang mendalam tapi ia yakin bahwa Kyuhyun jauh lebih merasakan kesedihan yang SANGAT mendalam.

“aku tahu.’ Suara Donghae terdengar lagi. ‘Aku adalah orang yang paling tahu bahwa kau sangat mencintai ____________________, dan juga paling tahu bahwa dia sama mencintaimu seperti kau mencintainya. Tapi, percaya padaku, Kyu.. kalau kau pasti sanggup. Mungkin awalnya akan berat.. tapi setelah berjalannya waktu, kau akan dapat melakukan itu,”

Kyuhyun terdiam. ia tak tahu harus mengatakan apa. Omongan Donghae sangat benar baginya. Tapi setiap kali otaknya berusaha mati-matian untuk membenarkan hal atau mungkin kenyataan yang Donghae katakan.. setiap kali itu pula ia menjumpai dirinya ‘menggila’. Ia ‘Gila’ karena tak sanggup membedakan antara kenyataan dan khayalan yang diinginkannya menjadi nyata. Khayalan bahwa gadis yang dicintainya akan hidup kembali. Mustahil? Tentu. Tapi, apa yang harus Kyuhyun lakukan untuk dapat menanamkan erat kata ‘Mustahil’ itu di otaknya agar ia tak lagi ‘menggila’ seperti sebelumnya? Bisakah kalian katakan jawabannya?

“Selain itu.. apa kau lupa dengan kata-kata ____________________ beberapa hari sebelum ia pergi?

Kyuhyun kembali diam.

“Oppa! kau tahu apa yang kuyakini selama ini?! …. hehehehe….. tentu saja kau tidak tahu karena aku belum memberitaumu.. kau ingin tahu? Baiklah.. aku akan katakan….. aku yakin….. jika suatu hari nanti akan ada seorang gadis yang dapat mencintaimu dengan tulus sama seperti cinta tulus ku terhadapmu. Dan gadis itu akan menjaga Oppa dengan baik sampai Oppa tiada lagi di dunia ini. kalian akan hidup bersama selamanya sampai maut yang memisahkan. Dan percayalah, meski raga ku tak tampak olehmu.. hatiku ini.. meski hanya sebahagian.. tapi ia selalu ada dalam hati gadis tersebut.. hati yang seutuhnya mencintaimu.. seutuhnya menjadi milikmu. Sampai maut mendatangi, bahkan sampai dikehidupan lain setelah dunia… yeah, kau harus yakin semua hal itu! Arraeseo!”

Kyuhyun membisu dalam tangisnya yang tertahan. Meski lama-kelamaan tangis itu justru pecah. Masih dengan suara pelan dan sengaja di tahan-tahan. Lee Donghae yang melihat kejadian itu langsung memeluk tubuh sahabat yang berdiri di depannya itu.

‘semoga saja! Semoga saja kau akan menemukan gadis itu Kyuhyun ! karena aku tak ingin melihatmu terus terluka karena kepergian ____________________ !’ Donghae membatin dan perlahan, ia mengangkat kepalanya, menoleh kearah sebuah makam yang masih penuh dengan kubangan bunga, tepat berada beberapa meter dihadapan Kyuhyun dan dirinya itu.

foto seorang wanita yang sedang tersenyum manis terpajang dalam bingkai foto yang disangkutkan pada batu nisan itu. Dan, entah yang keberapa kalinya dengan kali ini, Donghae kembali tersenyum samar.

Ia berkata dalam hatinya sendiri, ‘bukankah.. Kau juga berfikir sama sepertiku, kan, ____________________-ah?’

%%%

(FLASHBACK)

“maaf, Kyuhyun Oppa. Tapi aku.. aku tidak bisa menikah denganmu..”

Kyuhyun terkesiap. Ditatapnya ____________________ dengan pandangan tidak percaya. “apa maksudmu, ____________________? Kau ini bicara apa?”

“maaf, Oppa. Tapi.., aku benar-benar tidak bisa menikah denganmu.. “____________________  kembali berkata disela isak tangisnya yang sudah semakin menjadi-jadi. Awalnya, Kyuhyun mengira tangis gadis itu adalah tangisan bahagia, tapi ternyata ia salah.

____________________ tiba-tiba menarik tangannya yang digenggam Kyuhyun, membuat Kyuhyun tersentak. Keningnya berkerut ketika gadis itu bangkit berdiri dari duduknya. ____________________ baru melangkah 3 langkah sebelum Kyuhyun mencegat pergelangan tangan miliknya.

“katakan padaku kenapa? Apa alasannya kau menolak lamaranku? Apa alasannya kau tidak mau dan tidak bisa menikah dengan ku? Bukankah selama ini kau mencintaiku? Ayo, ____________________, katakan! KATAKAN PADAKU!” teriak Kyuhyun membuat ____________________ menelan ludahnya sendiri. ia memejamkan matanya dan berkata perlahan dengan suara yang sudah serak dan pelan, “aku.. sudah.. tidak.. mencintaimu Oppa.. jadi maafkan aku!”

Kyuhyun terperangah. Perlahan kemudian, ia hanya bisa menggeleng tidak percaya. “aku tidak percaya! Kau bohong, kan! mana mungkin kau tidak mencintaiku lagi, Huh, sementara selama ini kau selalu berhubungan denganku??!!” suara Kyuhyun sudah semakin meninggi. Tangannya begitu kuat mencegat pergelangan tangan ____________________, membuat ____________________ tak bisa melepaskan tangannya sedikitpun.

“katakan padaku apa alasannya sebenarnya… KATAKAN, ____________________-AH!!”

“BUKANKAH SUDAH KUKATAKAN KALAU AKU MEMANG SUDAH TIDAK MENCINTAIMU LAGI! APA KAU TIDAK DENGAR TADI, HUH??!” balas ____________________ berteriak tak kalah kerasnya. “Selama ini aku hanya belum berani menyatakan hal ini padamu.. dan kurasa, saat inilah saat yang paling tepat untuk mengatakannya! Jadi, berhenti bertanya lagi padaku apa alasanku karena aku sudah mengatakannya!” lanjutnya.

____________________ segera menarik tangannya dengan satu gerakan kuat sampai dan langsung berlalu dari hadapan Kyuhyun . sementara laki-laki itu, Kyuhyun , ia hanya dapat berdiri bagai patung ditempatnya. Tangan dan bibirnya bergetar. Ia tak percaya atas apa yang didengarnya. Ia masih berharap bahwa semua ini adalah mimpi buruk. Ia berharap bahwa ia akan terbangun dan tersadar dari mimpi buruknya ini namun, ketika berulang kali memukul-mukul pipinya keadaannya masih sama. Ia masih berada ditempat ia membawa ____________________ tadi.

Udara perlahan berubah dingin. Dingin sekali hingga menembus jaket tebal Kyuhyun. menusuk kulitnya hingga terasa sakit. Namun, sakit pada kulitnya itu sama sekali tak terasa olehnya karena hatinya sekarang jauh-jauh lebih menggoreskan rasa sakit.

Kyuhyun terduduk lemas. Airmatanya mulai jatuh. Ia memegangi dadanya sendiri yang terasa sesak sejak kepergian ______________________, sambil terus-terusan berusaha menarik napas.

%%%

Waktu berjalan sebulan setelah kejadian di taman hari itu.

“____________________, dia sebenarnya mengidap penyakit Kanker Otak selama ini, Kyuhyun Oppa.”

Kyuhyun berdiri kaku mendengar kalimat Minkyung. Minkyung adalah sahabatnya____________________ dan juga tunangan dari Donghae. Saat ini, Minkyung tengah menelponnya dengan ponsel dalam keadaan cuaca yang dingin karena hujan turun.

“dia sama sekali tak ingin memberitahumu.. dan dia juga melarangku untuk mengatakan tentang penyakitnya itu padamu.” Kata Minkyung lagi di ponsel, dengan suara yang sudah mulai terisak. Sepertinya gadis itu sudah menangis. Pikir Kyuhyun .

‘jadi itu.. alasannya ia menolak lamaranku?!’ batin Kyuhyun .

Tangan Kyuhyun bergetar dan ponsel ditangannya hampir saja jatuh jika saat itu ia tidak segera sadar karena suara Minkyung yang memanggili namanya.

“Oppa, kau harus kesini sekarang! Aku tak tahu harus menyuruh siapa lagi, keadaan ____________________ sudah semakin parah. Darah yang keluar dari mulutnya begitu banyak, Oppa.. aku tidak kuasa melihatnya, dan aku juga bingung karena selama koma, ia terus-terusan mengigau namamu.. kau harus kesini sekarang juga, Oppa! bantu aku! Kumohon! Aku tak tau harus bagaimana lagi!”

Kyuhyun merasakan ada suara petir yang menyambar dirinya. ‘gadis itu sedang tidak sadarkan diri? Ya Tuhan!’ teriaknya dalam hati. ia mulai merasakan kekhawatiran yang berlebih. Setelah mendapatkan keterangan tentang keberadaan Minkyung dan dirumah sakit manakah ____________________ dirawat, Kyuhyun segera melesat pergi dari pasar. Meninggalkan Eommanya sendirian yang tadinya sedang berada dalam toko menjadi berteriak kaget memanggili nama Kyuhyun karena putranya itu pergi begitu saja tanpa pamit dulu padanya.

Kyuhyun berlari sekuat mungkin. Tak perduli, tubuhnya berulang kali terserempet beberapa kendaraan yang ada dijalan raya disebabkan karena Kyuhyun berlari tak melihat-lihat keadaan jalanan Seoul. berulang kalipula, Kyuhyun harus membungkuk, meminta maaf pada orang-orang yang ditabraknya ketika ia sedang berlari.

Kini.. Yang ia fikirkan hanya satu, Ia harus segera sampai dirumah sakit dan melihat keadaan ____________________ untuk memastikan gadis itu baik-baik saja.

%%%

“kau tahu, Oppa, aku bahagia sekali bisa melihatmu ada disini.. menemaniku..” kata ____________________ dengan suara pelan. Kyuhyun tersenyum melihat gadis itu tersenyum. Meski jujur, sebenarnya ada seberkas perasaan sedih timbul di hatinya ketika melihat wajah gadis itu yang putih memucat dengan bibir merah yang kering. Namun ada berkas rasa senang lainnya pula hinggap di hati Kyuhyun. Kyuhyun bersyukur masih bisa mendapatkan satu tatapan hangat dari mata sendu gadis itu serta bersyukur hingga saat ini ia masih bisa melihat gadis itu. Gadis yang berulang kali ia harus mengucapkannya.. dan harus kalian tekankan dalam hati. Gadis yang Kyuhyun cintai sepenuh hati!

Kyuhyun mengusap pelan puncak kepala gadis itu. “makanya, lain kali kau jangan pernah merahasiakan apapun lagi dariku.. kau mengerti, kan! memangnya kau mau apa terus-terusan memanggili namaku disaat kau sedang berbaring dirumah sakit yang membosankan ini, huh?”

____________________ tersenyum kecil dan kemudian menggeleng. “aku tahu. Maafkan aku, ya, Oppa.”

Kyuhyun tersenyum dan memeluk gadis itu.

“____________________, ada yang ingin kukatakan sekali lagi padamu…” bisik Kyuhyun ditelinga ____________________.

“apa?”

“meski bukan dalam keadaan tempat yang romantis. Meski saat ini kita hanya berada ditaman rumah sakit, aku ingin kembali melamarmu.”

____________________ tersentak. Ia segera melepas tubuhnya dari pelukan Kyuhyun dan lalu menggeleng pelan. “kenapa?” tanya Kyuhyun .

“jangan bercanda, Oppa. Kau, kan, tahu sendiri, bahwa hidupku hanya akan berangsur beberapa bulan lagi, seperti kata dokter. Bahwa hidupku tidak akan lama la—“ ucapan ____________________ terpotong karena Kyuhyun menaruh jari telunjuk tangan kanan laki-laki itu dibibirnya yang merah namun kering.

_______________________ dapat merasakan kalau saat ini Kyuhyun tengah menatap matanya dalam-dalam. “dengarkan aku.. aku .. tidak.. perduli! Aku mencintaimu, ____________________. dan aku mau menikah hanya denganmu!! meski, kemungkinan besar, apa yang akan terjadi nantinya sama seperti kata Dokter Goo, tapi aku tetap ingin menikah denganmu, wanitaku yang sangat kucintai dari sejak SMA dulu. kau mengerti, itu, kan? jadi, anggaplah sekarang ini.. aku dan kau adalah dua orang yang dalam keadaan sehat dan sedang merasakan kebahagiaan dalam cinta.. dan aku, Cho Kyuhyun, sedang melamarmu, lalu kau menerimaku karena kau juga mencintaiku.. bisa, kan seperti itu?”

____________________ tak tahu harus berkata apa. Yang ia tahu, pipinya mulai terasa panas. Tenggorokannya pun tercekat. Airmatanya perlahan bergulir turun. Dan beberapa detik kemudian, gadis berdarah Korea-Inggris itu menganggukkan kepalanya membuat Kyuhyun lantas tersenyum dan langsung memeluk gadis itu kembali.

____________________ tak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Ia hanya berharap, bahwa jika suatu hari nanti ia benar-benar akan pergi, semoga saja Kyuhyun , laki-laki yang sangat dicintainya ini akan menerima kepergiannya dengan perasaan yang tulus dan ikhlas.

%%%

“kau sungguh cantik, _____________..”  ____________________ hanya bisa tersenyum mendengar pengakuan ibu dari seseorang yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Pasangan hidup dan .. mungkin.. matinya.

“ayo, ____________________. Kyuhyun dan para tamu sudah menunggumu..” sekarang giliran pria tua berbadan tegap yang berdiri di sebelah ____________________ berucap pada ___________________. Pria yang kira-kira berumur antara 50-an itu baru saja masuk keruang dandan lalu setelah berbicara sebentar dengan istrinya, Nyonya Cho, ayah Kyuhyun itu menghampiri ____________________  dan lantas mengulurkan tangannya pada ____________________.

____________________ menerima uluran itu dengan senyum mengembang yang terlalu mereka di wajah cantinya pagi itu. Ia membiarkan dirinya dituntun begitu saja menuju kesebuah altar. Dimana diatas altar tersebut, sudah berdiri Kyuhyun yang telah menunggunya dengan sebuah senyuman hangat.

Kyuhyun berbalik dan langsung terkesima sesaat begitu melihat ____________________. Dimatanya, gadis itu begitu cantik hari ini. dengan menggenakan gaun pengantin putih yang dipenuhi kilauan emas dipinggir gaunnya, mempercantik tubuh gadis itu. Penampilannya dan wajahnya jauh lebih cantik dari biasanya. Kyuhyun merasa sangat bersyukur menerima kenyataam bahwa dirinya akan sebentar lagi memiliki gadis itu seutuhnya, menjadi miliknya selamanya.

Ketika sudah sampai di Altar, ayah Kyuhyun melepaskan tangan ____________________ yang terkait dilengan kirinya lalu memberika tangan itu pada Kyuhyun . Kyuhyun menerima tangan __________________ dan membungkuk sopan pada ayahnya.

Pastur mulai mengucapkan beberapa doa, lalu tibalah pada acara puncak. Dimana mereka berdua harus mengucapkan janji bersama.

“Cho Kyuhyun, apakah kau berjanji akan mencinta Shin____________________ selamanya, seumur hidupmu dan menjaganya?” tanya Sang pastur.

“YA! AKU BERJANJI! AKU AKAN SELALU MENCINTAI DAN MENJAGA SHIN ____________________ SEUMUR HIDUPKU!”

Pastur itu beralih pada ____________________. Ia bertanya pertanyaan yang sama lagi.

____________________ memejamkan matanya untuk menarik napas sebentar sebelum menjawab lantang.  “YA! AKU BERJANJI!”

Kyuhyun melirik ____________________ dan ternyata ____________________ juga sedang meliriknya. Keduanya lantas tersenyum bersamaan.

:::::~~

Udara gunung SOUNGNIM hari ini begitu cerah. Secerah hati sepasang insan yang sedang berfoto bersama.

“kenapa fotoku begini jelek?”

“biar jelek kau tetap kelihatan cantik, kok, Chagiya’ku.. ”

“Oppa, kau mau menipuku lagi, yah?”

“tidak. Aku tidak menipumu. Dengar yah, “ Kyuhyun berbisik ditelinga ____________________, “kau sangat cantik hari ini..” perlahan ____________________ tersenyum. Namun,

“AAW!! YA! KENAPA KAU MENENDANG KAKIKU?” teriak Kyuhyun membuat ____________________ tersenyum penuh kemenangan. “salah sendiri kau mengataiku cantik hanya hari ini saja! Jadi, maksudmu kemarin-kemarin aku tidak cantik, begitu kan?!”

Kyuhyun terperangah, namun beberapa saat setelahnya ia menyunggingkan senyum, bahkan tertawa kecil.

____________________ baru saja hendak melangkah pergi sebelum langkah nya tercegat tangan Kyuhyun menarik pinggangnya dari belakang. Kyuhyun memeluki gadis itu.

“kau tidak percaya padaku? Shin____________________, sekalipun kau adalah gadis paling jelek didunia ini.. tapi rasa cintaku terhadapmu, tidak akan pernah berubah. Dan tidak akan pernah berubah. Kau harus camkan itu baik-baik, okey~ Chagiya~”

Kyuhyun hendak menciumi pipi ____________________. tapi gadis itu malah menendang kaki nya lagi, membuatnya langsung kembali mengaduh kesakitan.

“CHAGI~ KENAPA KAU DEMEN TERUS-TERUSAN MENYIKSA KAKI KU, HUH?”

“Waah~~ pengantin baru ini, sudah mesra sekali ya!” tiba-tiba Minkyung datang bersama Donghae disampingnya. Mereka tersenyum sendiri melihat tingkah kedua sahabat mereka yang langsung terlihat salah tingkah ketika mereka datang itu.

“Minkyung, kau itu bicara apa sih? mesra apaan?” kata ____________________ dengan wajah yang bisa dikatakan kalau setiap orang yang melihat wajahnya saat ini akan yakin sekali kalau wajah gadis itu sudah memerah seperti kepiting rebus.

Kyuhyun tak menjawab. Ia masih sibuk mengusapu-usap kakinya yang kesakitan karena ditendang oleh istinya sendiri. Donghae yang melihat apa yang sedang di lakukan Kyuhyun itu hanya tertawa saja. tawanya bahkan  tak lenyap juga meski Kyuhyun sudah mempelototinya.

“sudahlah, ____________________-ah. Tidak usah malu-malu begitu.” Goda Minkyung lagi sementara sang gadis yang di goda olehnya hanya dapat menundukkan kepala, menyembunyikan matanya yang merasa malu-malu dibawah poni. “Hhhh..” Minkyung menghela napas panjang tiba-tiba. “Tidak disangka, ya, padahal aku dan Donghae yang tunangan duluan, tapi ternyata kalian berdua yang duluan menikah.” kata minkyung lagi membuat Donghae dan Kyuhyun yang sudah berdiri tegak kembali ikut tertawa bersama dirinya. Sedangkan ____________________ hanya menyemberutkan wajahnya. Ia tak tahu harus berkata apa.

“Oh. Iya, ____________________.. ngomong-ngomong, kau dan Kyuhyun rencananya akan punya anak berapa?”

“EEEH?!!” kaget Kyuhyun , Donghae apalagi ____________________ dibuat terperangah oleh ucapan pertanyaan Minkyung yang tiba-tiba saja terlontar.

“aah, Minkyung-ah.. k-kau ini bicara a—“

“lima! Kami baru punya rencana untuk memiliki 5 orang anak! Tapi itu baru rencana saja.. karena mungkin kami akan punya enam orang anak, 7 orang anak, delapan orang anak, atau sembilan, bahkan mungkin sepp—UUmmmPPP!!!”

____________________ mengunci mulut Kyuhyun dengan tangannya.

“jangan hiraukan dia, Minkyung, Donghae. Lagipula, kami ini kan baru tadi pagi menikah. Belum berfikir untuk memiliki anak dulu..”

“kalau begitu kita bisa membuatnya nanti malam, jagiya! AAAAAWWWW!!!!”

Kyuhyun meringis lagi sedangkan Donghae dan Minkyung langsung tertawa lepas. Mereka berdua sudah tidak tahan lagi menahan tawa keduanya gara-gara tingkah Kyuhyun dan juga ____________________.

Namun tiba-tiba, ____________________ terkesiap. Sentak ia memegangi dadanya. Tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing sekali. Dan lama-kelamaan penglihatannya semakin tidak jelas. Sosok wajah Kyuhyun yang tadi sedang menggerutu dilihatnya kini tak tampak lagi.

Kening Kyuhyun berkerut melihat wajah ____________________ yang terlihat pucat tiba-tiba. Ah, tidak. Sebenarnya sudah sejak tadi ia melihat wajah gadis itu pucat, tapi tadi ia hanya mencoba berfikir positif, mengira bahwa sebab pucatnya wajah ____________________ adalah karena udara gunung SOUNGNIM yang dingin.

Namun kali ini berbeda, wajah ____________________ terlihat lebih pucat dari sebelumnya dan gadis itu berhasil membuat Kyuhyun terkesiap ketika melihat cairan merah yang keluar dari hidung ____________________. ____________________ masih memegangi kepalanya dengan kedua tangan dan tiba-tiba saja tubuhnya hendak ambruk namun tangan Kyuhyun dengan cepat menahan tubuh lemah gadis itu.

“____________________-ah!!” seru Kyuhyun , Minkyung dan Donghae bersamaan.

Sebuah perasaan cemas mulai melanda Kyuhyun entah darimana.

“____________________-AH!!!” teriak Minkyung menggoyang-goyangkan bahu ____________________. Namun gadis itu sama sekali tak bergerak dan matanya benar-benar terpejam. terpejam kuat.

“MINKYUNG-AH! CEPAT TELFON AMBULANS! CEPAT!!” teriak Kyuhyun yang mendapati dirinya hampir menggila karena perasaan ‘cemas’ benar-benar menghinggapi hatinya sekarang.

%%%

Suara alat medis memenuhi sebuah ruang kamar rawat rumah Sakit di Incheon. seorang gadis terbaring lemah tak berdaya diatas ranjang kamar dengan puluhan selang ditubuhnya.

CKLEEK!!

Seorang pria membuka pintu kamar dan masuk kedalamnya. Ia berjalan menghampiri ranjang kamar dan menarik kursi lalu duduk dipingir ranjang seperti biasanya. Ia tersenyum samar menatap wajah gadis yang sedang terbaring dengan keadaan lemah itu. Perlahan, ia mengulurkan tangannya dan mengenggam tangan gadis itu, penu kehati-hatian, takut kalau-kalau gerakan tangannya akan melukai tubuh gadis itu.

Lagi. Gadis itu masih belum juga membuka matanya. Dan pria itu tak tahu kapan gadis itu akan membuka matanya kembali. Yang ia tahu, gadis itu sudah berada dikamar ini, berbaring dalam keadaan mata terpejam dan bergerak sama sekali selama satu tahun lebih.

Pria itu menatap wajah gadis yang tak lain adalah istrinya sendiri dengan sebuah senyuma perih dan sakit. Kemudian, dikecupnya dengan lembut punggung tangan gadis itu yang terasa dingin sekali.

“bangunlah, ____________________-ah. Kumohon, bangunlah..” ucap Pria itu pelan disela tangisnya yang teredam.

%%%

Kyuhyun mengenggam kedua tangannya sendiri dengan erat. Perasaannya benar-benar cemas. Kyuhyun terus berjalan mondar-mandir dilorong rumah sakit dengan menyatukan kedua telapak tangannya. Berulang kali ia memanjangkan lehernya, berusaha melihat kearah kamar dari pintu kamar yang terbuat dari kaca. Tapi, tak ada siapapun yang keluar dari sana. Tak ada siapapun yang memberi taukan padanya bagaimana perkembangan yang terjadi didalam kamar rawat itu.

Sementara dibangku tunggu, Nyonya Cho duduk gelisah. Dari wajahnya yang sudah mulai keriput itu menampakkan kecemasan yang mendalam.

Ia cemas sekali dengan keadaan menantunya yang sedang berada didalam kamar rumah sakit, sedang dalam keadaan diperiksa oleh dokter karena keadaannya sedang kritis.

“bagaimana keadaan ____________________-ah, suamiku? Aku khawatir sekali padanya. Ya Tuhan…” kata Nyonya Cho pada suaminya yang saat ini berdiri disebelahnya. Berulang kali ia bertanya pertanyaan seperti itu. Namun berulang kali juga, suaminya tetap menjawabnya dengan sabar, “tenanglah, istriku. Dia pasti akan baik-baik saja. “

Ayah Kyuhyun itu berusaha menenangkan istrinya dengan terus mengelus-elus punggung wanita tua itu. Meski dirinya sendiri sesungguhnya merasakan ketkhawatiran dan kecemasan yang mendalam juga. tapi hingga saat ini ia masih bisa berusaha menahan dirinya untuk bersikap tenang, agar ia bisa menangkan orang-orang di sekelilingnya saat ini yang sangat ia yakini bhawa orang-orang tersebut merasakan kecemasan yang sama seperti yang ia rasakan.

Sementara itu, dengan punggung yang bersander pada dinding lorong ruangan rumah sakit di lantai 12 itu, Minkyung terus-terusan menangis tanpa henti dalam diamnya. Meski suaranya tak terdengar tapi, air matanya terus bergulir turun. Sama sekali tak dapat berhenti. perasaannya benar-benar dilanda rasa ketakutan dan kecemasan yang sangat.

Donghae yang berada disampingnya hanya bisa menenangkan gadis itu dengan menggenggam erat tangan kanannya.

‘kemana sih dokter-dokter itu? Apa dokter-dokter itu bodoh sekali sampai-sampai menangani ____________________ saja sampai selama ini??’ batin Kyuhyun tidak tenang.

CKLEEK!!

Pintu kamar terbuka sehingga mengagetkan Kyuhyun dan semua yang ada dilorong rumah sakit pukul 1 dini hari itu.

seorang Dokter keluar dari kamar rawat itu. Minkyung dan ibunya langsung menyerbu Dokter tersebut.

“bagaimana keadaan menantu saya, Dokter Goo? Bagaimana keadaannya?” tanya ibu Kyuhyun tidak sabaran.

“Dok! Dia tidak apa-apa, kan! ____________________ tidak kenapa-kenapa kan?” tanya Minkyung tiba-tiba yang sudah berada disamping ibu Kyuhyun.

Kyuhyun tak mampu mengeluarkan suara. Ia hanya berdiri dibelakang dua wanita yang sedang berusaha bertanya pada dokter. Sebenarnya, ada banyak sekali pertanyaan yang ingin ia lontarkan kepada dokter yang menangani ____________________ langsung itu, tapi Ia terlalu tak punya tenaga untuk mengeluarkan suara sepatah katapun, karena perasaannya begitu diliputi rasa ketakutan dan juga kecemasan yang begitu mendalam. Ketakutan akan kehilangan sesuatu.. dan ya, ini yang ia benci. Entah kenapa rasa itu tiba-tiba saja dan entah darimana datangnya menerobos hati dan pikirannya.

Sementara itu, Dokter Goo hanya mampu memandang keluarga salah satu pasien yang penderita Kanker otak yang ia tangani dengan tatapan prihatin. Ia menggeleng perlahan, “maaf. Kami sudah berusaha sekuat yang kami bisa. Tapi… Tuhan berkata lain…… maaf sekali lagi, kami tak bisa menolongnya.”

Dari dalam terdengar suara panjang alat medis. Kyuhyun terpaku kaku mendengar suara itu. Suara yang ia tahu apa artinya. Bukan suara alat medis yang biasanya ia dengar setiap kali ia masuk keruangan kamar rawat ____________________. Kali ini, suaranya terdengar lebih panjang dan memekikkan telinga.

Minkyung menangis lagi, tubuhnya hampir jatuh namun Donghae langsung menaruh kepala gadis itu dibahunya. Meredamkan suara tangis gadis itu di bahu kekarnya. Tangis Minkyung semakin lama semakin terdengar keras. Sangat keras. Sama hal nya yang terjadi dengan ibu Kyuhyun yang sudah terduduk lemas, sedangkan ayah Kyuhyun bersimpuh di sampingnya. Menyuruh istrinya untuk tenang dan dapat mengontrolkan diri.

Dan, Kyuhyun?

Kyuhyun merasakan kehancuran! Ia sadar ini adalah awal dari ia akan menjadi ‘Gila’ . sepertinya begitu baginya…

Perasaan Kyuhyun benar-benar sangatlah hancur. Ia jatuh terduduk dilantai dalam keadaan tubuh yang bergetar hebat.  Kedua tangannya tak mau lepas membungkam mulutnya.

Koridor rumah sakit Incheon itu kini diwarnai dengan pecahan tangisan diantara derasnya suara air hujan yang terlihat dari luar jendela. Dan juga diantara kerasnya suara lengkingan mesin medis yang berasal dari dalam kamar rawat tempat __________________ terakhir kali membuka matanya dan terakhir kali wanita itu menghembuskan napas.

“TTTIIIIIIIIIITTTTTTTTTTT……………………….”

‘aku mencintaimu, ____________________, dan kau sudah janji padaku kan kalau kita akan pergi meninggalkan dunia ini bersama-sama. Tapi, tapi kenapa sekarang kau yang malah pergi duluan?’ batin Kyuhyun menjerit dengan matanya yang terpejam erat dan usaha hidungnya yang mencari oksigen di lorong rumah sakit.

(FLASHBACK END)

%%%

“Kyuhyun Oppa..”

“Hmm..?”

“janji satu hal padaku, ya!“

“apa?”

“kau akan tepati janjimu yang pernah kau ucapkan padaku ketika hari Ultahku yang ke19…”

“eh? Oh, Iya, tentu saja aku janji akan hal itu..”

“kau harus janji kalau kau akan menepatinya meski janji itu kau tepati pada gadis lain jika saja suatu hari nanti aku sudah tidak ada lagi.”

Kyuhyun tertegun. Ia menjitak pelan kepala ____________________ dengan tangannya. “kau ini bicara apa sih?”

“janji padaku, Oppa. Kau akan melakukannya. Janji bahwa jika aku sudah tidak ada lagi didunia  ini, kau tidak boleh menangisinya terlalu lama. Karena aku.. tidak suka melihatmu menangis.. kau mengerti, kan?”

Meski tidak suka dengan arah pembicaran ____________________, tapi akhirnya, Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya saja.

“gamawo, Kyu Oppa. Aku senang sekali!! Aku sayaaaaang sekali padamu~~ Kyu Oppa~~ “ seru ____________________ senang sambil meraih tubuh Kyuhyun dan memelukinya erat. Kyuhyun tertawa dan balas memeluk ____________________ tak kalah erat pula. Dielus-elusnya puncak kepala ____________________ dan ditatapnya setiap jengkal wajah manis dihadapannya yang mempunyai bibir merah mungil, hidung mancung dengan sorot mata lembut namun tegas yang kini tengah menatap dirinya.

“aku cinta sekali padamu, Shin ____________________” ujar Kyuhyun perlahan. ____________________ dihadapannya perlahan mengukir senyum indah. “aku tahu. Aku juga.” dan akhirnya, ____________________ memejamkan kelopak matanya dan membiarkan Kyuhyun menyentuhkan sesuatu kelembutan yang hangat dibibir kecilnya.

‘kau tahu, ____________________. Kebahagiaanku adalah jika kau merasa bahagia..’

=THE END=

Ayooyoyoyooe… arny minta Komentnya Readers ^^ Like juga gapapa deh asal jangan BASHING!, okey!*ngedip-ngedipin mata*



 

About Arliani_95 Suharli

i'm ordinary Girl~~ Im like Koreaaa and All about Korea~~~!! I'm ELF, VIP, Sone and Shawool!! in SuJu, I love Kibum, Yesung and Kyuhyun..... in SHINee, I love Keyyyy!!!! and Taeminnnnn!!!Second (?) Husband.. kkkekek, An the last in Sone, I veri love all member, specially Taeyeon, Yoona, Tiffany, and Sunny... :) :) :) In BIG BANG, GD Is My hehehehe... gomawoo..

Posted on 10 April 2011, in Super Fanfiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 14 Komentar.

  1. Bagus banget!!!!! Sedih tapinya, kenapa gak happy ending aja sih (˘̩̩̩.˘̩ƪ)

    • makasie..

      arny sendiri gak tau kenapa jadinya sad ending. mungkin dikarenakan arny yang lagi badmood pas nulis FF ini.

  2. Sad ending !! TT^TT
    bikin sequelnya dong.pleaseee
    masih agak ngegantung tentang perempuan yang dimaksud sama Shin Seul Young (ini gue #plak) ..

    • iya nih sad ending. arny memang lg bener pingin buat FF yang Sad ending.

      ehmm?
      sequel’a ya?
      entarlah lihat dulu y6aah.. tapi ntar kalau arny buat jangan lupa dibaca yaa..

  3. Raisa Widiastari

    Authoooooorrr!!!! Tanggung jawab aku nangis!! Parah bgt sumpah. Tapi aku bacanya sambil dengerin blue tomorrow, let’s not, life, the name i loved, life, sama miss you.. Ngena banget pas bagian flashback sambil dengerin life sama miss you. AaAaAa galaaaauuu!!
    DAEBAK THOR!!!
    Infinitie THUMBS!!

    • aduhh!!!
      jangan salahkan author!!
      author juga ndak tau kenapa jadinya sad ending..

      tp kalau mo minta prtanggung jawaban dtg ajae kermh autor yee..*BUGH*

  4. gini nih jd nya klo sad ending..

    mewek trus T.T

  5. hiks… hiks… kasian bgt c kyu!! oh ya thor kok td di ff muncul nmax taeyang & TOP y?? tp keren kok ff’a!!!😀

    • kasian?? biarkanlah, saya suka kalau kyu menderita.. LOL *dicincang Kyulovers sedunia*

      oh iya.. mianh nih.. sebenarnya FF ini pertama kali arny buat dengan cast TOP dan Taeyang. tapi berhubung karena di SSSFindo yang ada cuma SJ, DBSK, SHINee, makanya author ganti castnya jadi Kyuhyun (TOP) dan Hae (Taeyang

      sorry klo banyak typonya soalnya kurangt teliti pas ngedit castnya..hehehe

  6. kenapa sad ending??
    Kasihan kyu dngn yeojanya.

  7. Huahhh (T.T) sedih bgt author😦 kasian bgt kyuhyun oppa😥 tapi aku suka bgt ama nih FF, aku juga udah kasih jempol aku buat author loh *like maksudnya* jadi sekarang aku mau koment ya panjanggggg *di gampar
    hahaha. Nice buat author deh🙂 bikin ff lagi ya ching *maksa*

  8. ff ini sukses buat aku nangis sesegukan..
    Pokok’a sesuatu bgt dech. Daebak:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: