[FF/S/5/PG-15] Can You Love Me??? (Part 5)

TITTLE : CAN YOU LOVE ME???

AUTHOR : aLma_cchu

CAST : Lee Taemin a.k.a Taemin/Taeminnie

Lee Donghae a.k.a Donghae/Hae

Myuu Ki

SUPORT CAST : All SHINee member

LENGTH : Series

GENRE : Family, Friendship, Romance

RATING : PG-15

Langsung aja yuu ah^^ tak mau banyak cuap-cuap😄

yg mau baca part sebelumnya buka ini aja : part1part2part3, dan part 4

Happy reading🙂

 

 

~Myuu POV~

“Myuu… gwenchana?”

Suara ini,, begitu jelas ditelingaku.

“Minnie…” sontak aku refleks memeluknya. Merasa ada sedikit kelegaan dalam hatiku.

“Gwenchana yo…” Taemin mengusap halus punggungku. Membuatku mempererat pelukanku.

“Hae-oppa dan kau tak kan meninggalkanku kan?” tanyaku masih terisak.

Diam. Taemin tak bergeming. Ku rengangkan pelukanku. Menatapnya. Tatapan sendunya sulit ku artikan. Sesaat kemudian ia tersenyum, senyum parau yang tak pernah ku lihat sebelumnya dari bibirnya. Kembali menyesakkanku.

“Hae-oppa mana?” tanyaku lirih.

“Mianhae, myuu…” jawabnya tak kalah lirih.

“Aku tak butuh permintaan maafmu! Aku tanya, hae-oppa mana??” bentakku. Meluapkan segala kagalauanku padanya.

“Jeongmal mianhae, myuu…” lirihnya lagi.

“Pabo namja! Hae-oppa mana?” kesalku memukul-mukul bahu dan dadanya.

“Mianhae…”

“Jangan jawab maaf! Aku mau hae-oppa…”

Segala berkecambuk dihatiku. Marah, kesal, sakit hati, dan kegalauan. Entah sudah berapa banyak air mata ini mengalir. Tak habis-habis, terus saja mengalir. Membuatku semakin sesak.

Jahatkah aku? Melampiaskannya semua pada Taemin, melampiaskan sakitku padanya, membagi beban sakit hatiku padanya. Maaf,, tapi aku tak tahan menanggung semua ini seorang diri.

“Kau jahat, minnie! Jahat…” aku masih saja memukul-mukuli dadanya. Ia pasrah. Namun tiba-tiba ia menahan tanganku tepat dadanya. Aku mencoba meronta, tapi ia menahannya kuat. Aku mendongak memandang wajahnya. Ia pun menangis, sontak membuatku kaget. Ini pertama kalinya aku melihanya menangis lagi semenjak  pemakaman appa ku.

Entah mengapa ini tambah membuatku sakit, tapi kegalauan yang merancauku memaksaku untuk acuh, tak pedulikan namja dihadapanku yang mungkin merasakan sakit yang sama.

Aku memaksa lepas dari genggamannya.

“Aku membencimu, Taemin…”

“Aku akan menggantikan hyung menjagamu, myuu…” lirihnya masih terisak, memotong pembicaraanku.

Ini membuatku geram, ada apa sebenarnya denganku?. Sebenarnya aku senang, setidaknya aku tidak sendiri. Ada taemin bersamaku, tapi… kegalauanku seakan-akan merancauku untuk marah, kesal. Mengapa bukan hae-oppa?. Kenapa harus selalu taemin?. Ketidak bersyukuranku terus saja merancau, merajai otak dan hatiku. Semakin membuatku bimbang.

“Pabo! Aku tidak butuh kau! Aku hanya butuh Hae-oppa!!”

Plakk

Akhirnya aku malah mengucapkan kata jahat itu padanya. Ditambah menamparnya keras dan pergi, lari meninggalkanya begitu saja.

Jahatkah aku?? Taemin juga jahat. Dan Hae-oppa juga jahat.

Ya, kami bertiga jahat. Saling menyakiti.

***

~Taemin POV~

“Aku membencimu, Taemin…”

“Aku akan menggantikan hyung menjagamu, Myuu…” lirihku masih terisak. Sakit,, tak tau kah kau Myuu, ini juga menyakitkanku. Tapi seakan-akan kau melimpahkan semua ini padaku.

Ia terdiam, membiarkan keheningan menyelimuti kami sejenak. Aku tak berani memandang wajahnya.

“Pabo! Aku tak butuh kau! Aku hanya butuh Hae-oppa!!”

Plakk

Sebuah tamparan keras melayang ke pipiku. Sontak membuatku kaget. Lebih tepatnya membuatku sakit, sakit yang tak akan mudah terobati hanya dengan obat merah atau obat apapun. Kata-katanya yang begitu menyakitkanku.

Pergi meninggalkan aku dalam luka yang semakin dalam.

Sebegitu tak berartinyakah aku dimatamu, Myuu…

“Terus apa yang harus aku lakukan sekarang? Alasanku tetap disini hanya karenamu,, tapi sedikitpun kau tak peduli dengan keberadaanku. Haha. Kau menyedihkan, Taemin…” tawaku getir, miris dengan semua yang terjadi denganku.

Entahlah,, sekarang kemana kaki ini akan melangkah, maka ke situlah aku.

***

~Author POV~

Myuu keluar kamarnya dengan keadaan yang masih ‘kusut’. Mengucek-ucek matanya yang masih bengkak dan sembab karena menangis seharian dari kemarin. Kakinya reflek melangkah ke arah dapur karena wangi masakan untuk makan malam.

“Umma, wangi sekali masakan…nya…” Ia tersontak kaget, karena sosok yang menambahi sakitnya pagi tadi kini ada di hadapannya, tepatnya duduk dimeja makan.

“Ahh.. Myuu, kamu sudah bangun. Ayo bantu bereskan masakan di meja makan! umma sudah selesai memasaknya.” Seru umma seraya tangannya sibuk menuang masakan yang masih berada di panci ke dalam mangkuk.

“Ne, umma…” mata Myuu tak lepas menatap namja itu, Taemin. Ya, namja itu taemin. Taemin hanya tersenyum kecil, tanpa mengatakan sepatah katapun. Pipinya masih merah, bisa dibilang lebam. Dan matanya juga, masih sembab.

Keadaan tampak hening saat makan malam. Umma bergantian tengak-tengok dari Myuu ke Taemin. Mungkin merasa ada yang aneh. Suasana tampak canggung. Auranya tampak tak mengenakkan.

“Ahh, Myuu,, karena sekarang Taemin tinggal sendiri di seoul, untuk sementara Taemin tinggal dengan kita, bagaimana?” tanya umma memecahkan keheningan.

“Jangan bicara saat sedang makan…” jawabnya ‘dingin’.

Keadaan kembali hening dalam kecanggungan.

Taemin tidak bergeming, tetap melahap makanannya perlahan, walau mungkin tak bernafsu sama sekali karena keadaan yang tidak mengenakkan seperti ini.

“Taemin-ah, nanti kamu SMP dimana? Bareng dengan Myuu lagi kan?” Tanya Umma pada Taemin, mencoba menetralisir keadaan yang aneh ini.

Taemin hanya tersenyum miris, Senyum yang sulit diartikan.

Brakk

Tiba-tiba Myuu menggebrak meja, membuat Umma dan Taemin sontak memandangnya kaget. Tatapan tajamnya mengarah ke Taemin.

“Kau dengarkan aku baik-baik LEE TAEMIN,, jangan masuk sekolah yang sama denganku! Karena aku muak denganmu LEE TAEMIN. Aku tak mau satu sekolah lagi denganmu. Titik!” bentak Myuu. Bergegas lari ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya keras.

Sontak membuat Umma kaget. Taemin hanya diam menunduk.

“Taemin,, maaf… ahjumma benar-benar tidak tau ada apa dengan Myuu, jadi…”

“Gwenchana ahjumma,, aku mengerti…” lirih taemin, memotong pembicaraan umma Myuu.

Taemin berjalan gontai menuju kamar tamu, kamar yang kini ditempatinya untuk sementara.

***

~Taemin POV~

Ternyata kau benar-benar membenciku, Myuu. Sakit hatiku bukan hanya seperti teriris, tapi bagai remuk, atau malahan telah hancur.

Teganya kau, Myuu. Tak cukupkah kau monolakku waktu kita kecil dulu, kini kau tambah lukaku dengan luka yang lebih besar. Aku juga punya perasaan, sakitmu sakitku juga,, tapi malah kau tusuk lagi lukaku yang belum sembuh dengan belati karatmu.

“ANDWAE~ Ingat ya Oppa, dan Kau Lee Taemin… AKU TIDAK AKAN PERNAH MAU MENIKAH DENGANMU LEE TAEMIN…”

Terngiang kembali kata-katanya yang cukup membuatku shock.

Kuhempaskan tubuhku dikasur. Ingin aku menghilangkan semua beban ini, satu-satunya yang bisa menenangkanku atau paling tidak menghilangkan sedikit bebanku adalah bermain piano.

Tiba-tiba pikiranku beralih mengingat suatu hal. Ku raih amplop coklat besar di atas meja belajar. Perlahan ku buka. Ya, ini adalah surat beasiswa penerimaan siswa baru School of Music. Karena aku termasuk kandidat peserta lomba piano yang terselenggara minggu depan, School of Music menawari beasiswa selama 3 tahun sekolah musik dan beasiswa juga dapat dilanjutkan sampai SMA.

Kini  keputusanku bulat. Aku akan masuk School of Music, dan asrama di sana. Sudah tak ada alasan lagi aku di sini. Myuu tak pernah mengharapkanku, mungkin memang lebih baik aku pergi dari kehidupannya. Dan bila Hae-oppa kembali nanti,, semua akan kembali seperti biasa. Toh,, ada dan tak adanya aku dikehidupan mereka tak berarti apapun.

Aku tinggal disini hanya sampai upacara kelulusan. Tidak lebih.

***

~Myuu POV~

Bodoh,

Aku pikir aku bodoh

Meninggalkan semua yang kumiliki

Akankah mereka hilang dan tak kembali?

 

Mulutku tak sanggup bicara,

Mataku tak mau terbuka

Telingaku tak dapat mendengar

Tertutup semua indera…

 

Hatiku bagai tercabik-cabik,, sakit rasanya…

Kebodohan ini meracuni pikiranku

Merancauku,,

 

Aku tak dapat berpikir,

Merasapun tak bisa…

‘MATI’

Semua rasa dan indera

 

Menangis,, lagi-lagi saat seperti ini aku hanya dapat menangis. Mengeluarkan semua sakit dan bebanku lewat air mata yang mengalir deras membasahi pipiku. Peluh yang mengalirpun tak terasa kini membanjiri seluruh tubuhku.

Jahatnya aku,, sangatlah jahat dirimu, Myuu… sadarkah kau?

Aku sadar aku jahat, tapi entah mengapa itu terus saja kulakukan. Aku tau itu semua bukan sepenuhnya salah Taeminnie, tapi kenapa aku melimpahkan semuanya padanya. Bodoh. Bodoh. Bodoh… Dasar Myuu Bodoh!. Pikiranku terus saja bergelut tak karuan.

***

~Author POV~

Sudah hampir seminggu keadaan antara Myuu dan Taemin masih tidak baik. Myuu selalu menghindari Taemin bila bertemu atau hanya sekedar papasan. Sama seperti saat kejadian Myuu dan Hae. Myuu selalu menghindar bila ia merasa ia bersalah dan bila tak mau mendengar berita buruk. Seakan-akan cuek tak peduli, padahal ia hanya tidak siap bila dibenci dan tidak mau lagi-lagi mendapat sakit hati terus-menerus.

Sebentar lagi mendekati lomba piano se-seoul. Taemin kini sendiri, tak ada yang bisa diharapkan datang ke acara pertunjukannya kecuali, umma Myuu dan Myuu. Itu dulu, sebelum keadaannya kini buruk dengan myuu. Kini ia hanya berteman piano yang akan mengiringinya,, tanpa keluarga, maupun…teman.

***

~Taemin POV~

Kini aku berada diruang musik, mencoba berlatih untuk perlombaan besok. Tapi, sudah lebih dari satu jam aku disini, tak satu tuts pun yang terdengar. Tepatnya,, aku merasa tak sanggup. Tak ada yang menjadi alasan ku untuk melantunkan tuts-tuts indah ini. Untuk siapa kau melantunkannya?? Untukku? Ya, untuk diriku yang menyedihkan ini.

~~~

Ini adalah saat yang harusnya kutunggu-tunggu. Detik-detik dimana aku akan mempersembahkan lantunan pianoku untuk keluargaku, dan sahabatku.

Tapi,, pupus semua harapanku. Itu dulu, kini aku berdiri diatas beribu orang yang menanti permainan pianoku tanpa aku kenal siapa mereka. Tiada orang tuaku, Hae-hyung, Umma Myuu, bahkan Myuu pun tak terlihat diantara beribu penonton itu. Aku hanya akan melantunkannya untuk aku yang ‘menyedihkan’ ini.

*River Flows In You*

(bayanginnya perform taemin yang waktu di Music Core 2009-07-04)

***

~Myuu POV~

Hari ini acara yang seharusnya di tunggu-tunggu taemin, lomba piano se-seoul. Dari beberapa bulan yang lalu kami selalu membicarakan untuk menghadiri acara ini bersama-sama,, tapi ini malah aku sembunyi-sembunyi menghadirinya. Kasian Minnie, Hae-oppa dan orang tuanya tak hadir. Umma juga tak bisa hadir karena ada acara mendadak. Dan aku,, malah sembunyi-sembunyi seperti ini.

Taemin telah bersiap, ia sangat tampan dengan toxedo abu-abunya.

Perform Taemin dimulai. “River Flows In You…” gumamku pelan.

Dulu, hae-oppa dan taeminnie sering melantunkannya bersama-sama. Saling menghayati. Aku masih hapal betul bagaimana mereka tersenyum bahagia melantunkannya bersama-sama.

Tak terasa air mataku kembali mengalir. Aku merasa sangat sangatlah jahat. Harusnya aku bersyukur aku masih punya Taeminnie yang mau menemaniku dan menjagaku, tapi aku malah ‘menjahati’ nya. Aku takut taemin membenciku.

Aku putuskan. Setelah acara ini selesai, aku akan menghampirinya. Memeluknya dan meminta maaf padanya. Aku tak ingin persahabatanku hancur karena keegoisanku. Sekarang aku hanya punya Taemin, bodohnya aku bila melepaskannya. Membiarkan aku terpuruk pada kesendirian.

***

~Author POV~

Akhirnya acara selesai, para pengunjung sebagian berbaur keluar aula. Sebagian ada yang memberi rangkaian bunga pada para peserta lomba.

Myuu berjalan perlahan mencoba menghampiri Taemin yang tengah berbicara dengan seorang ahjusshi. Dengan rangkaian bunga mawar putih cantik yang telah siap di tangannya. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat seorang yeoja menghampiri Taemin dan memeluknya. Tepatnya ia tau siapa yeoja itu. Hyu Ri, yeoja yang waktu itu bersama Hae-oppa.

Myuu mengurungkan niatnya untuk menghampiri taemin. Ia jongkok bersembunyi dibalik kursi ke tiga dari depan. Mencoba mengdengar kilas-kilas apa yang mereka bicarakan.

“Taemin-ah, chukkae~” ucap Hyu Ri mengageti taemin karena langsung memeluknya. Taemin membalas pelukan yeoja yang lebih tua 5 tahun darinya itu. Berusaha tersenyum dan bersikap seperti biasa.

“gomawo Hyu Ri noona…”

“Cheonmaneyo…” Hyu Ri merenggangkan pelukanya dan langsung memberikan rangkaian bunga yang sedari tadi dipegangnya.

“Ah,, Ini…”

“hahha… noona, tidak usah merepotkan begitu… kamsahanmida noona…”

“seperti dengan siapa saja, ahh… iya, ini…” Hyu Ri menimbang-nimbang handycam ditangannya.

“Noona merekam perform ku?”

“haha… tentu saja…” mereka saling tertawa akrab.

“maaf ya noona kalau mengecewakan…” taemin merendah.

“Ahh, iya sini aku bisiki,, aku ingin mengatakan sesuatu…” Hyu Ri berbisik ditelinga taemin, setelahnya Taemin terlonjak kaget dan saling tertawa.

Tak jauh dari tempat mereka tak menyadari bahwa sedari tadi ada yang memperhatikan mereka. Myuu merasa geram. Sejak kapan mereka jadi seakrab itu? Pikirnya sambil menghentak-hentak kakinya kesal. Ia berniat keluar dari persembunyiannya setelah Taemin dan Hyu Ri keluar aula.

“Kalau begitu,, ayo noona, kita bersiap ke bandara…”ajak taemin pada Hyo Rin. Seraya jalan berlalu menuju pintu keluar keluar aula.

“Bandara???” sontak Myuu terlonjak kaget.

TBC

#maaf~ disini fokus ama taemin n’ Myuu,, hehhe lengkapnya baca lanjutannya nanti ya~~

hahha… lagi2 gaje ya😀 mian *bow* ^^

tapi beginilah kemampuanku XP

hm… yg abis baca komen ya^^

^^arigatChuu~

About aLma_chuu 貴久

Aku ga polos,, tapi selalu dianggap kya anak kecil,, hm... mungkin karena sangat ceroboh T,T

Posted on 10 April 2011, in Alma_cchu, AUTHOR, SHINee Fanfiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 17 Komentar.

  1. Kependekaaaaaaaan (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

  2. Myuuu jahat.. pdhl dedek Taemin udah ngelakuin segalanya buat Myu..

  3. Kurang panjaaaaaang.. Hehe

  4. crita x kurang panjang sch, tp bgs koq. . . Wait next part. . .

  5. Wuaa taemin kasiaan , sini sama aku ajaa,haha

  6. well lanjut thor…, but cepet iaa..

  7. kurang thor hbsx penasaran berat nih!!! >,< next part jgn lma2 y???

  8. Akhrx keluar jg lnjtanx,,tp Kependekan critax,krg pnjang…
    Lanjtanx bkin agk pnjang ya author,,,,
    knp sih myuu kejam gt ama temin,,? Dy krg baek ap cba…
    D tnggu part slnjtx,,

  9. huhuhu taemin oppa kasihan,di part sebelumnya aku malah sedih diliht myuu tapi pas di part ini malah sedih lihat Taemin oppa….
    myuu jahat bener,nah itu balasan buat myuu,jdinya taemin ma dohae oppa ninggalin dia kan???
    lanjut dong thor…aku penasaraaaaaan ama ceritanya……..

  10. izhhh,,,myuu bikkiind akku naek draa az
    Mskk taem-ppa di gituu-iin
    ><''
    Taem-ppa mendingan cped'' kke lwr ngerii
    Tinggalan sii myu tax tw di untung

    #ndda ush dihiraukkan😄

  11. wah myu ampe segitu y kasian taemin ampe d tampar. . .
    Lanjut. . .

  12. heum ..
    gatau mau comment apa,
    haha ..
    ngerasa aneh aja jadinya ¿

  13. eon , next chapter jgn lama2 yaa ??
    waiting ^^

  14. Lanjut, lanjut, lanjut!

  15. sedih bgt ceritany…. taemin bener2 jd pergi? lanjutanny kpn nich??

  16. lanjutin lagi !!!!!!!!

  1. Ping-balik: [FF/S/6/PG-15/] Can You Love Me??? part 6 « SHINee Super Shinki FF Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: