[FF/S1/PG-13] Blinded Love

Blinded Love

Author: Raisa Widiastari a.k.a Kim Ryechul

Cast

Kim Jongwoon (Yesung)

Kim Soora (YOU)

Support Cast

Yang ada dipikiran author~

Rating: PG-13

Lenght: Oneshoot

Genre: Romance, Tragedy

Summary:

A/N: Annyeong readers~ FF oneshoot ke delapan loh! Enjoy reading all~ author ngga nanggung ya kalo nanti kalian baca ini kesel sendiri *plakk* jangan lupa RCL and, GO AWAY PLAGIATORS!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“OPPAAA!!! Kau dimana sih? Mengapa aku ditinggal sendirian??”

“Aku sedang membuatkanmu bubur, jagi. Sabarlah sedikit.”

Aku berjalan kearah suara yang kudengar dengan perlahan dan meraba-raba tembok. Ya, aku tidak bisa melihat. Aku tuna netra sejak aku dilahirkan di dunia ini. Kecacatanku ini disebabkan oleh ulah ummaku yang nakal dan sangat memalukan. Bayangkan saja! Aku tidak pernah bertemu dengan ayahku sejak dilahirkan. Aku tidak tahu wujud ayahku seperti apa. Dan yang lebih parah lagi, ummaku sendiri tidak mengetahui aku adalah anak yang dikandungnya yang benihnya berasal dari siapa. Ya, aku memang anak haram. Sudah anak haram, cacat pula. Apa yang bisa diistimewakan dariku? Penyebab kebutaan ini? Karena ummaku sangat menyukai minuman keras. Saat ia hamil, ia mengaku bahwa ia menegak berbotol-botol soju bersama banyak namja-namja kelebihan uang diluar sana. Kalau kau menebak ummaku adalah seorang pelacur, ya kau sangat benar.

Tapi, aku tidak membenci ummaku sedikitpun. Ia adalah sosok umma yang bertanggung jawab. Walaupun ia seorang yeoja panggilan, ia tetap mengutamakan diriku terlebih dahulu. Ia tetap mendahulukan urusan yang berhubungan denganku dibandingkan yang lain. Aku bahagia akan hal itu. Dan perasaanku berubah menjadi sangat senang ketika umma mengatakan ia akan menikah sebulan lagi dengan seorang pria mapan yang menerima ummaku dan aku apa adanya. Kata umma, namja itu sangat tampan dan sangat menawan. Ummaku juga berkata bahwa bila aku melihat namja itu, aku akan tertarik dengan ketampanannya dan bisa merebut namja itu dari ummaku. Padahal, aku tahu tidak ada seorangpun yang menginginkanku didunia ini. Namun, semua anggapan itu hancur ketika Yesung oppa menyatakan perasaannya kepadaku….

-FLASHBACK-

“Soora-ah, saranghaeyo.”

Aku tidak bisa berkata apapun lagi. Aku menyukai namja ini semenjak ia bertanggung jawab untuk mengurusiku di sekolah luar biasa khusus untuk penderita tuna netra. Namun, aku tidak pernah berani berharap untuk memilikinya karena kekurangan yang kumiliki. Aku tidak pernah berani berharap untuk mendengar kata-kata yang barusan diucapkan namja itu. Namja lembut yang memiliki suara berat namun sangat dalam. Aku sudah jatuh cinta kepadanya sejak lama. Perasaan itu selalu kupendam. Karena aku juga tahu tidak ada satupun namja yang tidak melihat seorang yeoja dari fisiknya. Bagaimana aku bisa mendapatkan namjachingu apabila semua orang berfikir seperti itu. Namun, ternyata namja yang memiliki nama asli Kim Jongwoon ini tidak masuk kedalam kriteria yang kusebutkan.

“Atas dasar apa kau menyukaiku, oppa”

“Kebaikanmu, kesabaranmu, kecantikanmu, dan segala hal yang kau punya.”

“Tapi akukan..”

“Ssst.. aku tidak ingin kau selalu berpatokan dengan kekuranganmu. Jadi, jawabanmu?”

“Nado saranghae, oppa.”

Tiba-tiba saja tanganku digenggam erat dengan namja disebelahku itu. Lalu, aku diajak berjalan ke arah serong kanan. Aku tidak tahu apa yang ia ingin lakukan. Aku hanya mengikuti arah langkahnya pergi. Aku percaya dengan namja itu sepenuh hatiku. Namja yang didalam bayanganku sangat sempurna dan penuh kasih sayang. Namja yang diidalam bayanganku tampan yang menerima seseorang apa adanya yang bernama Kim Jongwoon, adalah seorang namjachingunya Kim Soora, gadis buta yang tidak bisa apa-apa. Ternyata, masih ada orang yang seperti orang ini. Aku bahagia karena tuhan sangat adil kepadaku.

Lima detik kemudian, ia memberhentikan acara jalan-jalan kami. Lalu, aku disuruh duduk disampingnya. Entah apa yang akan ia lakukan karena didalam mataku hanya ada warna hitam pekat dan aku tidak bisa terbebas dari kegelapan itu. Lalu, tiba-tiba saja aku mendengar suara dentingan piano. Aku juga merasakan pergerakan tangan namja itu dari satu tuts piano ke tuts piano yang lain karena lengannya menyenggol lenganku pelan. Alunan lagu yang sangat indah. Aku sangat menyukai lagu ini walaupun aku tidak pernah mendengarnya. Atau lebih tepatnya, aku sangat menyukai Yesung saat ia sedang bermain piano. Dan… astaga! Ia sudah mulai bernyanyi

This is how i feel

Whenever I’m with you

Everything is all about you

To good to be true

Somehow, I just can believe

You can lay your eyes on me

If this is a fairytale

I wish you will end happily

Even know we are a part,

I can feel you here next to me

Here and now, i will love

Stay with me…

Let me love you

With all my heart

You are the one for me

You are the light of my soul

Let me hold you

With my arms

I wanna feel Love again

And i know, love is you

Saat ia sudah selesai menyanyikan lagu tersebut, jari-jarinya masih bernari-nari diatas tuts tuts piano itu. Seperti tidak mau terlepas dari sana. Namun, setelah dentingan suara piano itu berakhir, aku langsung bertepuk tangan sambil menyunggingkan senyum terbaikku. Air mataku juga sudah deras saat itu. Dengan satu hentakan, namja itu menghapus air mataku dan menarikku kedalam pelukannya. Aku menangis dibahunya. Dengan lembut, ia mengelus-elus rambutku. Aku sangat bahagia hari ini karena yeoja kuang beruntung seperti aku bisa mendapatkan seorang Kim Jongwoon, namja sempurna yang sangat penyayang dan romantis.

“Paboya! Mengapa kau menangis, jagi?” ucapnya sambil melepaskan pelukan erat itu. Sejujurnya, aku tidak ingin lepas dari pelukannya. Namun, aku tidak bisa berbuat apapun kan? Dengan jari-jarinya yang lembut, ia menghapus air mataku yang sedaritadi mengalir seperti air terjun. Lalu, aku merasakan sesuatu yang mendekat kearah wajahku. Aku bisa mencium suatu bau yang sangat wangi dan menyejukan. Aku juga bisa mendengar suara nafas teratur yang berasal dari namja itu. Dan untuk semua apapun yang kurasakan aku bisa merasakan sesuatu yang paling terasa oleh diriku…

He kissed my lips…

 

-END OF FLASHBACK-

“Mianhae, jagi. Sekarang kau duduk dan aku akan menyuapimu bubur lezat buatanku.”

“Aish oppa~ palingan kau membeli bubur tersebut dan hanya menghangatkannya.”

Tawanya meledak ditelingaku. Hal itu membuat telingaku sakit karena gendang telingaku memberi signal ke otakku bahwa sepertinya organ tubuh itu hampir pecah. Kupukul pelan namja yang aku tahu sekarang ia berada disamping kananku. Lalu, dengan mengucapkan berkali-kali kata maaf dan menyogokku dengan kata-kata manis yang sangat gombal, akhirnya aku berhenti memasang muka cemberut kepadanya. Lalu, dengan pelan ia mencubit pipiku yang sering membuatnya gemas. Selain aku memang memaafkannya, aku juga tidak tega merasakan kakiku digenggam dan diendus olehnya. Sangat berlebihan.

“Yesung oppa, bagaimana sih rupa wajahmu?”

“Yang pasti aku sangat tampan. HAHAHAHA.”

“Aish~ percaya diri sekali oppa ini. Seandainya aku tidak buta. AAAGHR!”

Kupukul kepalaku dengan keras. Aku sangat kesal dengan keadaan yang sedang kualami ini. Aku tidak terima bahwa aku tidak bisa melihat bagaimana rupa wajah Yesung dan bagaimana keadaan dunia ini. Berkali-kali kutampar diriku sendiri dengan harapan aku bisa melihat setelahnya. Aku bisa merasakan darah mengalir dibibirku. Aku tidak peduli dengan luka-luka kecil seperti itu. Bagaimanapun aku harus bisa melihat lagi. Aku sudah tidak ingin terpenjara didalam gelap. Sudah cukup aku hidup sembilan belas tahun tapa melihat dan dua tahun tanpa melihat wajah namjachinguku sendiri.

“MENGAPA AKU HARUS ADA DI DUNIA INI BILA AKU HARUS CACAT!?”

“YAK SOORA-ah! Jangan berbicara seperti itu.” Ucapnya sambil menarikku kedalam pelukannya.

“Oppa, aku makhluk paling tidak berguna di dunia ini…”

“Jangan berkata seperti itu, jagi… jebal.”

Kemudian, namja itu membaringkanku di tempat tidurku dan mengompres memar yang kubuat dengan tanganku sendiri. Ia juga menyuapiku bubur yang ternyata memang buatannya sendiri. Yaah, rasanya lumayan lah daripada tidak makan sama sekali. Aku meringis ketika handuk hangat yang ia bawa diletakan diatas memarku. Tetapi, rasa sakit itu tidak lebih sakit daripada rasa sakit yang sudah kurasakan selama sembilan belas tahun ini.

***

Aku sedang berada dipantai bersama dengan Yesung. Aku memang tidak tahu apa itu pantai dan seperti apa rupanya. Namun, dengan bantuan Yesung, aku mengetahui seperti apa itu pantai. Kuhirup oksigen yang terbawa oleh angin malam dalam-dalam. Angin sepoi-sepoi membuat tubuhku menggigil karena sekarang adalah musim gugur. Suara ombak dari kejauhan sana membuat diriku tenang. Air laut yang menyentuh kakiku membuat bulu kudukku berdiri. Pasir-pasir yang katanya berwarna putih itu juga menggelitik pergelangan kaki dan tanganku. Bisa kurasakan juga ada sebuah tangan hangat yang menggenggam erat tangan kiriku. Dan tanpa difikirkan lagi, aku sudah tahu bahwa itu adalah tangan namjachinguku, Kim Jongwoon.

“Oppa, mengapa kau mencintaiku? Aku kan anak haram dan cacat.”

“Aniyo, kau tidak seperti itu dimataku. Kau adalah yeoja tersempurna yang pernah kulihat.”

“Aku cacat, oppa. Aku buta. Aku anak haram. Aku bodoh. Aku hanya bisa menyusahkanmu.”

“Jagi, berjanjilah kepadaku suatu hal…”

Ia mengubah posisi dudukku yang tadinya bisa terkena air laut menjadi menghadap kearahnya. Mengapa aku mengetahui hal itu? Karena ia memutarku kearah kiri dimana ia duduk tadi. Jadi, bisa kupastikan sekarang kami sedang duduk berhadapan. Bisa kurasakan kedua tangan hangatnya menyentuh kulitku yang sangat dingin seperti batu es. Lalu, tangan kami saling bertautan dan terangkat keatas. Lalu, aku menggenggam kedua tangannya sangat kuat seperti memberi tahunya bahwa jangan pernah melepaskan genggaman tangan ini selamanya.

“– aku akan menikahimu bila kau berjanji agar selalu semangat untuk melihat.”

“….”

“Berjanjilah jagi. Berjanjilah agar kau akan menerima lamaranku ini bagaimanapun keadaan kita nanti.”

“Aku.. berjanji, oppa. Aku berjanji.”

Kemudian, aku ditarik kedalam pelukannya. Pelukan itu sangat erat dan sangat berarti untukku. Aku juga bisa merasakan namja itu menangis. Aku tahu ia menangis bahagia karena ia akan menikah denganku. Begitupula dengan diriku sendiri. Aku menangis bahagia karena namja didepanku ini bersedia menerima keadaanku apa adanya. Ia melihat seseorang bukan atas dasar fisik saja. Namun, ia mencintaiku atas dasar sifatku yang sebenarnya menurutku juga tidak bisa dibanggakan. Dan untuk semua hal yang pernah kulakukan dengannya, aku mengaku bahwa aku benar-benar mencintainya.

***

“Oppa, aku takut.”

“Tenang, jagiya. Tenang saja. Kau sebentar lagi bisa melihat! Aku akan berada disampingmu ketika kau bisa melihat lagi.”

Ia mengelus pipiku dan mencium bibirku singkat. Lalu, suster-suster yang menanganiku untuk operasi mata kali ini mendorong ranjang beroda yang sedang kutiduri kedalam ruangan operasi. Aku takut pada nantinya operasi ini gagal dan aku tidak akan bisa melihat dunia ini seumur hidup. Aku sangat berterima kasih dengan orang yang bersedia menyumbangkan matanya untukku walaupun katanya ia sudah meninggal. Pokoknya, apabila aku sudah bisa melihat, aku harus mengunjungi tempat istirahatnya yang terakhir untuk mengucapkan terima kasih. Tidak lupa juga aku akan mengajak Yesung untuk pergi kesana bersamaku.

***

Kedua mataku yang tertutup oleh kapas dan perban sekarang sudah mulai dalam proses pembukaan. Aku sudah tidak sabar untuk melihat betapa tampannya Yesung. Aku juga tidak sabar untuk melihat betapa cantiknya ummaku. Dan yang paling parah, aku juga tidak sabar untuk melihat wajahku yang sesungguhnya karena aku ingin tahu mengapa Yesung menyukaiku. Lalu, ketika semuanya sudah terbuka, aku mulai membuka kelopak mataku. Sepercik cahaya asing menusuk kearah mataku. Aku mengangkat tangan kananku untuk menutup cahaya itu. Dan tiba-tiba saja, cahaya putih yang meledak itu menjadi normal dan aku bisa memandang dengan normal. Kulihat ada seorang namja dengan selang yang tergantung di telinganya yang sudah bisa kupastikan seorang dokter. Lalu, aku langsung duduk dari tidurku dan menengok-nengokan kepalaku.

“Kau mencari Jongwoon-ssi, kan?”

“Mm. Dimana dia … err … dokter?”

“Dia disana sedang tidur.”

Aku melihat kearah jari yang diacungkan dokter tersebut. Seorang namja yang sedang berbaring diatas sofa dengan mata tertutup. Namja dengan rambut cokelat tua, pipi tirus, mata yang tertutup, bibir tipis yang berwarna pink, tubuh yang tinggi dan ramping yang dibalut oleh kaos berwarna cokelat tua dan celana jins, serta sepatu NIKE EAST berwarna biru hitam. Dan namja itu sangat sempurna dan sangat menawan. Dengan otomatis, aku menutup mulutku yang sedikit terbuka. Aku sangat terkejut melihat wujudnya yang sangat sempurna. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia terlalu sempurna untuk seorang yeoja buta sepertiku dulu. Seharusnya, ia bisa memilih yeoja normal yang jauh lebih cantik, baik, dan menawan untuknya. Namun, ia lebih memilih diriku.

“Sungie, bangun..”

“Ughr,” desah namja itu, “– Soora-ah, itukah kau?”

“Ne, oppa. Ini aku, aku sudah bisa melihat dan aku bisa menikah dengan…”

Kulihat kedua mata namja itu ketika ia sudah bangun sepenuhnya dari alam bawah sadar. Ketika ia sudah membuka kelopak matanya lebar-lebar. Dan ketika ia melihat jauh kearah mataku. Aku melihat sesuatu yang aneh disana. Maniknya berwarna kelabu. Matanya kosong. Aku tidak mengerti apa arti ini semua. Mengapa perasaanku menjadi tidak enak? Aku memang tidak mengerti dengan apa yang kulihat karena aku tidak pernah mengerti tentang dunia ini. Semoga saja, perasaan ini bukanlah perasaan yang  buruk. Aku harus menjauhkan segala pikiran burukku.

***

“Oppa, ayo kita pulang! Aku sudah siap untuk bertemu dengan ummaku.”

“Ne, ayo kita pulang, jagi.”

Kemudian, aku segera mengambil tas yang berisikan baju kotor selama dua hari aku dirawat di rumah sakit ini. Aku tidak pernah beranjak dari tempat tidurku karena tidak dianjurkan oleh dokter. Begitu pula dengan Yesung. Ia terus terduduk di sofa cokelat yang menjadi tempat tidurnya selama aku menginap disini. Sungguh, aku sangat bersyukur karena namja itu sangat perhatian dan berbaik hati sekali kepadaku sampai menungguiku di rumah sakit. Aku semakin yakin namja itu memang namja paling sempurna yang pernah ada di dunia. Namun, lagi-lagi mata kelabu itu membuatku bingung dan… merasa aneh.

Kulangkahkan kakiku keluar dari rumah sakit. Udara musim gugur langsung menyerbu kearahku. Bisa kurasakan bulu kudukku meremang. Aku berlari kearah taman rumah sakit yang dipenuhi dengan sesuatu yang berwarna aneh sedang berguguran. Kutanyakan kearah namja tampan yang sedaritadi harus bersabar karena lengannya kutarik sana sini dan kubanjiri dirinya dengan berbagai macam pertanyaan. Ia menjawab bahwa benda itu adalah daun yang berguguran di musim gugur. Ia juga mengatakan kepadaku bahwa nama warnanya adalah cokelat. Kuambil satu daun tersebut dan dengan mudahnya daun tersebut hancur. Daun itu sangat rapuh.

“Jagi, bisa kita pulang sekarang?”

“Ne, tentu saja oppa. Ayo!”

GUBRAAAAK!!!

Aku menengok kearah suara jatuh itu berasal. Disitu, aku melihat seorang namja sedang jatuh terkapar diatas jalanan dengan posisi tengkurap. Namja itu segera bangkit dari posisinya dan menduduki dirinya sendiri. Kuhampiri namja itu dengan sediki berjingkat sambil memasang muka cemberut. Berharap agar ia bisa mencubit pipiku. Namun, yang kudapatkan hanyalah senyuman manis yang ia keluarkan dari bibirnya yang tipis itu. Kecewa? Yaa, aku sangat kecewa atas hal itu. Kemudian, aku kembali berjingkat kedepan sambil menikmati angin musim gugur. Dan lagi-lagi, ia jatuh ditempat yang sama. Kubantu namja itu berdiri dan mulai mengomelinya.

“Jagiya, kenapa kau jatuh di tempat yang samaaa?!”

“Mian, jagi. Aku hanya tidak melihat.”

“Hello? Aku disini jagiya… mengapa kau melihat kearah sana? Jangan bilang kau..”

“Ya, aku buta.”

Betapa terkejutnya diriku mengetahui kenyataan itu. Aku sangat terkejut karena dia juga memiliki kekurangan yang sama denganku dan dia berbohong denganku selama ini. Apa maksudnya? Aku mendadak merasakan api kemarahan yang sangat bersungut-sungut. Aku membencinya. Seluruh cintaku yang dulu kupersembahkan hanya untuknya lenyap begitu saja. Aku merasa ditipu selama ini. Aku merasa sangat hancur sekarang. Aku benar-benar tidak bisa memaafkannya untuk saat ini. Aku merasa ditipu dan aku sangat tidak menyukai kenyataan bahwa aku dibohongi selama ini.

“JADI KAU SELAMA INI MEMBOHONGIKU? MENGAPA OPPA? MENGAPAAA?!”

“Mian, jagi.. aku..”

“KITA PUTUS! AKU MUAK DENGANMU.”

***

Kutinggalkan namja itu sendirian dibelakang. Aku melangkah tanpa arah menuju kearah sebuah taman kecil yang sangat indah. Kududukan diriku di sebuah bangku taman yang berwarna kelabu. Sama seperti warna mata namja itu. Aku sama sekali tidak menyangka ia teganya membohongiku selama ini. Selama lima tahun aku menjalani hubungan dengannya. Dia tidak pernah menunjukan tanda-tanda bahwa dia adalah seorang tuna netra juga. Apa motif ia tidak mengatakannya kepadaku? Sungguh, aku sangat membencinya.

Kukeluarkan susu kotak yang berada didalam tas merah kecilku. Susu rasa plain yang sangat kusuka semenjak aku masih kecil itu memang selalu membuat diriku tenang apabila aku sedang mendapat masalah. Kusedot susu itu dari sebuah sedotan berwarna pink. Kusedot susu itu sambil mendengarkan lagu yang berada didalam Ipod-ku. Tanpa melihat, aku langsung memutarkan lagu terakhir yang kudengar.

“You sheltered me from harm..”

– apa ini? Mengapa suara ini seperti suara Yesung?

Kept me warm

You gave my life to me

Set me free

The finest years I ever knew

We’re all the years i had with you

And i will give everything i own,

I’ll give my life, my heart, my home

I will give everything i own

Just to have you see me

Tak terasa, saat terakhir lagu itu terdengar ditelingaku, aku menyadari bahwa air mataku sudah mengalir dengan sangat deras. Layaknya air terjun yang terus mengikis batuan sampai habis. Hal itu juga terjadi kepadaku. Aku sangat berharap semua kepedihan yang selama ini aku rasakan akan hilang terkikis dengan air mataku yang sekarang sedang mengalir tanpa henti itu. Aku sangat berharap itu bisa terjadi. Namun, pada nyatanya, semua rasa perasaan sakit hati, cinta, bersalah, sayang, dan lainnya menjadi satu. Dicampuradukan seperti diblender dalam mesin. Kuusap air mataku saat tangisku sudah mulai berkurang. Lalu, kuputuskan untuk tidak mendengarkan lagu tersebut lagi. Dan aku memencet tombol next untuk mengganti lagunya.

“Soora-ah, chukkae kau bisa melihat lagi!”

– oh dear.

Akhirnya kau bisa melihat dunia indah ini Soora. Kau bisa melihat pantai, langit, taman bunga, dan segalanya. Tetapi, yang terpenting untukku adalah kau bisa melihat wajahku, Soora. Aku sangat bahagia bila akhirnya kau bisa melihat wajah seorang namja yang selalu mencintaimu selama ini. Aku juga sangat bahagia karena kau bisa melihat betapa cantiknya dirimu dan berhenti menggerutu dengan kebutaanmu selama ini. Disaat kau mendengarkan voicenote ini, kau pasti sudah tahu kebenarannya. Ya, aku memang buta. Namun, satu hal yang perlu kau ketahui, aku mencintaimu apa adanya dan aku tidak pernah mempermasalahkan kau buta atau tidak karena cintaku tulus kepadamu. Jaga mata itu baik-baik, jagiya. Jaga kedua bola mataku baik-baik…

Saranghaeyo…

Kuelus kedua bola mata yang baru kudapat ini. Aku terlalu kaget mendengar perkataan terakhir Yesung oppa kepadaku. ‘Jaga kedua bola mataku baik-baik’? Apakah mungkin ini adalah mata Yesung? Aku harus memastikannya. Aku harus benar-benar memastikannya. Kuputuskan untuk berlari kearah rumah sakit yang menjadi tempat aku untuk operasi mata. Kukunjungi meja resepsionis untuk meminta keterangan tentang siapa yang memberikan aku mata ini. Dan ternyata benar saja, yang memberikannya adalah seorang namja bernama Kim Jongwoon alias Yesung..

***

Aku berdiri diatas gundukan tanah berwarna merah yang menandakan bahwa area tersebut baru saja digali dan ditimbun. Kulihat betapa banyaknya bunga yang bertaburan disana. Betapa banyaknya ucapan turut berduka cita yang kudapatkan dari banyak orang. Betapa banyaknya tangisan yang keluar dari keluarga, saudara, dan teman-teman namja ini. Namja yang memberikanku kedua bola matanya agar aku bisa melihat lagi, Yesung, sudah tidak ada di dunia ini. Dan yang paling membuatku sedih adalah ketika aku mengetahui bahwa namja itu mati bunuh diri karena diriku. Ia merasa tidak berguna lagi untuk diriku. Ia mencongkel matanya sendiri dengan garpu karena kesal. Dan hal itu membuat suatu saraf yang terhubung dengan otaknya putus dan pembuluh darahnya pecah. Sehingga, ia mati karena pendarahan.

Berkali-kali kuusap air mataku untuk menghapus air mataku yang terus menerus mengalir. Aku merasa bersalah karena hal ini. Aku merasa bersalah untuk semuanya. Namun, aku tidak mungkin menyusulnya pergi karena sekarang aku sudah mempunyai seorang namja baru dan aku sangat mencintainya. Begitupula dengan namja itu. Tetapi, nama Yesung oppa akan selalu ada didalam hatiku yang paling dalam. Aku akan selalu mengingat namanya walaupun bukan dalam arti cinta. Aku mengingat namanya karena ia telah berjasa membahagiakan hidupku…

Selamat jalan, Yesung oppa… Daeme to babgetsumnida…

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

AKHIRNYA SELESAI JUGAAA!!!

Okay, thanks for reading this FanFiction! Jeongmal kamsahamnida!

Jangan lupa RCLnya yaa~

 

About raisawidiastari

crooked.

Posted on 26 April 2011, in AUTHOR, Kim Ryechul, Super Fanfiction and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 35 Komentar.

  1. Jahat ceweknya, kasian yesung oppa ):

  2. Huwee tragis bener. .

  3. kim jongwoon… T^T

  4. huuuaaa.. sedih daebak ^^b soora jahat namjachingunya yg bru psti minho(?) knp bukan sookyung knp soora? takut galau say.. pokoknya daebak nahan nangis nih onnie gra2 bca bagian terakhir:'( yesung oppa saranghae lah:*

    • raisa widiastari

      onniee….. jangan bikin aku galau ._.v
      makasiih yaa onnie udah baca *kisssu*
      jangan nangis eonn *sodor yesung oppa*

  5. huwaaa… so sweet bgt thor!! sukses bikin mewek!!😥 *lebay* daebak deh authorx!!😀

  6. terharu bacanya, jadi pengen nangis T___T

  7. missnandaa 최민호

    SUMPAH ITU SOORA TEGA WOY! *gak nyantai, caps jebol*
    yesung oppa~ aaaaah….nangis bener ini gara2 FF thor, bisa2ny yesung oppa~ yg uda baik bgt dpt cwek ky gitu…huaaaah
    soora-shi ke laut aja noh… =(
    *emosi*

  8. banjir :)) banjir 8-} banjir :)]
    2 thumbs up dah bwt author’a :-*

  9. yesung oppa gentle man banget ^_^

  10. huaaaa…. jahat tuh yeoja… cuma gara2 hal sepele dia memutuskan yesung, gx mikir kali ya? kenapa yesung oppa bisa mencubit pipinya kalo dia gx bisa nge liat? gimana coba cara.a? dasar yeoja pabo! huh dasar yeoja!
    tapi kyk.a aku pernah denger cerita ini deh… yg sering di kirim2 lewat sms… terutama kalimat ‘jaga baik-baik kedua bola mataku ini ya…’
    bener2 kyk pernah denger…
    yaksok… di tunggu next story…^^

    • hehehe, emg kan kata-kata itu pasaran chingu.. mian yaaa!! author bukan seorang plagiat kok >.<
      btw thanks yaa udah jadi readers yang baik dan udah baca FF ini😀

  11. Hiks….hiks…
    kasihan Yeppa meninggal ….
    critany daebak 100 thumbs up buat authorny….
    aku tak rela…..kembalikan Yeppa ku…
    onie boleh ya minta pw sex physyco aku kan siwonest please;-)

  12. aku udah ngira bakal sad ending. . .
    n udah nyangka yg donorin yesung tp aku seneng pas tau yesung hidup pas donorin n aku kira bakal happy tau meninggal juga, cwe y tega bgt nuduh gt ngak dengerin penjelasan yesung. . . .
    Tp pas dari yesung d putusin n bunuh diri n meninggal tu kecepatan alur y deh chingu. .
    Jgn marah ya tu pendapat aku aja. . .

    • raisawidiastari

      Gomawoo yaa udah baca🙂
      iyaa chingu, aku juga ngerasa alurnya kecepetan😦 soalnya pas bikin juga dikejar deadline sama sebentar lagi pekan ujian =.= soalnya ini fanfic request chinguuu
      mianhaeeeeee!!!!
      Makasiih yaa sarannya🙂

  13. Oh my god ! Keren . Pengorbanan yang begitu dalam,tapi kenapa yesung nya harus mati ??
    Padahal biarin idup aja kak :((
    tapi keren kok

  14. ih sumpah BENCI sama cewenyaa..
    Gak tau terimakasih,,!
    Huh !!

    Heuheu..miane author aku cm kbwa suasana,,
    ceritanya bgus bgt..cuma kesel aja sm endingnya..hehe..

  15. Arrrggh…… ga mau…… jgn oppaku…… ga trima…. udah bkorban…. mlah dgtuin…. soora jahat…. dasar cewe egois……ngebete-in Sooranya…….oppa jgn mati:(

    • raisawidiastari

      ^masih kebawa suasana
      yesung oppa ngga mati kok, dia masih dirumahku *plakk*
      gomawoo yaa udah baca🙂

  16. huaaaaaaaa asli shock. ga tau bakal begini endingnyaaa. keren keren keren. kasian soora. soora pasti shock banget. sabar yaaaahh

  17. cha…gimana kalo gue sarananin yesungnya idup lagi trus bales dendam sama si soora? gue demen abis ntu ff jadi beneran trus jadi thriller dkk deh -_- gue kesel nih #siminchancurhat #diaryminchan

    • Raisa Widiastari

      -_____________________________-
      lu pikirannya mistis mulu yee~ yagila aja kali si yesung idup lagi, gue buat Kyu beneran sama Myura loh *digaplok minchan*
      makasiih yaa syg udh baca :*

  18. aku pernah baca cerita sama persis kayak gini,tapi beda tokoh n latar..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: